Jurnal Universitas Majalengka
Not a member yet
2089 research outputs found
Sort by
EFEKTIFITAS PENGGUNAAN VIDEO PEMBELAJARAN DENGAN ACTIVE PRESENTER TERHADAP PEMAHAMAN MAHASISWA PADA MATERI PEMBELAJARAN AKIDAH AKHLAK
Selama pandemi covid-19 pembelajaran berlangsung secara online baik dengan synchronous maupun asynchronous. Dalam melaksanakan pembelajaran secara online penggunaan media pembelajaran sangat dibutuhkan sebagai alat bantu pendidik dalam memberikan materi. Salah satu media yang dapat digunakan sesuai dengan karakteristik pembelajaran adalah pengunaan video pembelajaran dengan active presenter. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana efektifitas penggunaan video pembelajaran dengan active presenter terhadap pemahaman mahasiswa pada materi pembelajaran akidah akhlak. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan teknik one group pretest-posttest design. Instrumen yang dilakukan dalam penelitian ini adalah instrumen test berupa essay untuk mendapatkan nilai awal (pre-test) dan mendapatkan nilai akhir (post-test) dan angket untuk mengetahui kepraktisan video pembelajaran dengan active presenter. Adapun sampel dalam penelitian ini adalah mahasiswa IAIN Metro program studi Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) semester 6 dengan jumlah mahasiswa sebanyak 35 orang. Analisis data untuk mengetahui pengaruh atau efektifitas sebelum dan sesudah perlakuan penulis menggunakan teknik analisis paired sampel t-tes. Berdasarkan data yang diperoleh disimpulkan bahwa kepraktisan video pembelajaran dengan menggunakan active learning masuk dalam kriteria sangat baik dengan rata-rata presentase sebesar 93,4%. Sehingga video pembelajaran dengan menggunakan active presenter layak digunakan dalam proses pembelajaran. Berdasarkan data dapat dilihat bahwa nilai rata-rata pretest dari 35 mahasiswa sebesar 73,83 dan rata-rata posttest sebesar 82,10 dengan selisih rata-rata sebesar 8,27. Kemudian diketahui nilai Sig. = 0.00 dimana nilai α = 0.05, karena nilai Sig. < α sehingga dapat disimpulkan bahwa nilai pretest dan posttest sangat berbeda signifikan. Jika dilihat dari rata-rata marginalnya bahwasannya nilai posttest lebih besar dari nilai pretest. Sehingga dapat disimpukan bahwa terdapat pengaruh yang sangat signifikan penggunaan video pembelajaran dengan active presenter terhadap pemahaman mahasiswa atau dengan kata lain penggunaan video pembelajaran dengan active learning efektif digunakan dalam perkuliahan
ANALISIS PENGGUNAAN KOSA KATA BAKU DAN TIDAK BAKU DALAM BAHASA INDONESIA DI LINGKUNGAN MAHASISWA UNIVERSITAS BINA BANGSA BANTEN
Ketika berkomunikasi antara satu dengan lainnya di lingkungan bermasyarakat, seringkali kita menggunakan berbagai Bahasa yang berbeda-beda. Dengan beragamnya Bahasa yang ada di Indonesia membuat bangsa ini menjadi kaya akan Bahasa dan budaya, dimana Bahasa itu sendiri merupakan identitas suatu bangsa. Metode penelitian dalam penelitian menggunakan pendekatan kualitatif jenis deskriptif. Penelitian dengan pendekatan kuantitatif merupakan jenis penelitian dengan memberikan gambaran mengenai penggunaan kata baku dan tidak baku dan tidak baku di kalangan mahasiswa. Subjek penelitian ini adalah Mahasiswa Universitas Bina Bangsa Banten dengan total 150 orang. Berdasarkan hal yang sudah dipaparkan di atas, dapat disimpulkan bahwa kata baku adalah kata-kata yang sesuai atau terdapat dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia. Kata baku ini memiliki berbagai fungsi seperti pemersatu, pemberi kekhasan, pembawa kewibawaan, serta sebagai kerangka acuan. Kata baku dalam bahasa Indonesia membuat bahasa Indonesia menjadi kuat kedudukannya karena kata baku tidak mengubah struktur bahasa Indonesia sehingga mudah dijadikan alat komunikasi antar masyarakat atau antar suku di Indonesia. Akan tetapi, mahasiswa yang sering menggunakan bahasa Indonesia sebagai alat komunikasi malah kurang akan pengetahuan tentang kata baku sebagai dasar bahasa Indonesia yang baik dan bena
PENERAPAN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI DALAM MENULIS TEKS PERSUASI DI KELAS VIII SMP GAJAH MADA MEDAN TAHUN AJARAN 2021/2022
AbstrakKebutuhan dan kemampuan setiap peserta didik berbeda satu sama lain. Pembelajaran berdiferensiasi digunakan untuk memfasilitasi kebutuhan tersebut sehingga tercapai kompetensi dasar dalam kurikulum. Penelitian ini mengkaji penerapan pembelajaran berdiferensiasi dalam menulis teks persuasi. Untuk itu, penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan metode eksprimen. Sampel yang dteliti berjumlah 42 orang dari kelas VII SMP Gajah Mada Medan. Berdasarkan pengolahan data yang dilakukan, diperoleh postes 83,09, sedangkan pretes 60,11. Pengolahan data statistik pada uji hipotesis menunjukkan bahwa dengan thitung = 2,845 apabila dibandingkan pada harga ttabel pada taraf signifikan 0,05 sebesar 2,021 menunjukkan thitung > ttabel (2,845>2,021). Perbandingan tersebut mengartikan bahwa Ha berterima, namun H0 ditolak. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran berdiferensiasi sangat tepat diterapkan dalam menulis teks persuasi. Kebutuhan belajar siswa yang berbeda dapat difasilitasi dengan pembelajaran berdiferensiasi
KETIDAKADILAN GENDER TERHADAP TOKOH PEREMPUAN DALAM KUMPULAN CERPEN PEREMPUAN YANG MEMESAN TAKDIR KARYA W. SANAVERO
Cerpen merupakan karya sastra yang terinspirasi dari realitas sosial atau fenomena yang dikembangkan melalui imajinasi yang dimiliki oleh pengarang. Salah satu fenomena yang belakangan ini ramai dibahas ialah mengenai ketidakadilan gender yang dialami oleh kaum perempuan. Kumpulan cerpen Perempuan yang Memesan Takdir karya W. Sanavero menceritakan berbagai macam problematika yang dialami oleh perempuan masa kini. Penelitian ini dilakukan untuk menemukan bentuk ketidakadilan gender yang terdapat dalam kumpulan cerpen Perempuan yang Memesan Takdir dan mengetahui latar belakang terjadinya. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif dan analisis data untuk mendapatkan data Berdasarkan hasil analisis ditemukan kelima bentuk ketidakadilan gender yang terdiri dari marginalisasi, subordinasi, stereotipe, kekerasan dan beban kerja ganda dalam kumpulan cerpen dengan adanya faktor sosial budaya dan faktor pendidikan yang melatarbelakangi terjadinya ketidakadilan gender tersebut
CERMINAN RASA BERSALAH KARAKTER UTAMA LEE CHANDLER DALAM NASKAH FILM “MANCHESTER BY THE SEAâ€
AbstrakNaskah film adalah cetak biru untuk film atau acara televisi. Naskah film ditulis dengan format yang spesifik untuk membedakan karakter, aksi, dan dialog. Pada jurnal ini, membahas tentang permasalahan rasa bersalah yang dialami oleh tokoh utama yang terdapat pada naskah film Manchester by The Sea. Dalam naskah ini, karakter utama Lee Chandler (Manchester by The Sea) merasa bersalah atas kematian ketiga anaknya yang disebabkan oleh kebakaran yang tak disengaja. Rasa bersalah menghantuinya yang menyebabkan Lee Chandler tidak mau berhubungan dengan apapun yang berkaitan dengan masa lalunya. Khususnya, ketika kakanya, Joe Chandler meninggal dunia, ia terpaksa harus kembali ke Manchester, namanya tertulis pada surat wasiat bahwa Lee akan menjadi wali bagi putra Joe, Patrick Chandler. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan psikologi sastra. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pada naskah film Manchester by The Sea karya Kenneth Lonergan, Lee mengalami rasa bersalah subjektif. Rasa bersalah jenis subjektif ini yang mengakibatkan Lee terus-menerus menyalahkan dirinya, padahal apa yang dilakukannya belum tentu melanggar hukum yang berlaku di masyarakat.Kata kunci: Manchester by The Sea, psikologi sastra, rasa bersalahAbstrackThe film script is the blueprint for the film or television show. A film script written in a specific format to distinguish between character, action, and dialogue. This journal discuss about the problem that arise in the main character who experiences guilty feeling in Manchester by The Sea film script. In this script, the main character Lee Chandler (Manchester by The Sea) feels guilty for the deaths of his three children caused by fire incident that accidentally he did in the past. The guilt that haunts Lee Chandler make him doesn't want to be tied to anything that related to his past. Especially when his older brother, Joe Chandler died, which forced Lee to return to Manchester. Lee’s name written on the will that he will be guardian for Joe’s son, Patrick Chandler. The method of research use qualitative method with psychology of literature approach. The results of this research indicate that in the Manchester by The Sea film script by Kenneth Lonergan, Lee experiences subjective guilt. This subjective guilt causes Lee to constantly blame himself, even though what he did is not necessarily a violation of the laws that apply in society.Keywords: Manchester by The Sea, psychology of literature, guilty feelin
ASPEK POLITIK DALAM NOVEL NEGERI DI UJUNG TANDUK KARYA TERE LIYE
Pada dasarnya penelitian ini dilatarbelakangi oleh rasa ingin tahu penulis untuk mendeskripsikan tentang kajian politik yang terdapat dalam novel Negeri di Ujung Tanduk karya Tere Liye. Novel ini menceritakan tentang hal-hal yang berkaitan dengan dunia politik saat ini. Dengan begitu, tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan kajian politik yang terdapat dalam novel tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode desrkriptif dengan pendekatan kualitatif, karena di dalam kegiatan penelitian data yang akan dianalisis berupa kata-kata atau kalimat yang berkaitan dengan proses analisis. Data dalam penelitian ini diperoleh dari novel yang berjudul Negeri di Ujung Tanduk karya Tere Liye dengan menganalisis aspek politik yang terdapat di dalam alur cerita novel tersebut. Selanjutnya teknik pengumpulan data dan teknik anlisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik dokumentasi dalam mengumpulkan data dan teknik analisis isi sebagai langkah pengolahan data. Berdasarkan hasil penelitian aspekpolitik yang terdapat pada novel berkaitan dengan kekuasaan politik, konflik poliitk,budaya politikdanstrategipolitik
ANALISIS NILAI MORAL TOKOH UTAMA PADA NOVEL JANJI KARYA TERE LIYE
AbstrakPenelitian dalam artikel ini bertujuan untuk menganalisis nilai moral tokoh utama yang terkandung pada novel Janji karya Tere Liye. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif, di mana subjek penelitian ini adalah tokoh utama novel Janji karya Tere Liye. Adapun tokoh utama dalam novel ini yaitu Bahar dan Tiga Sekawan (Hasan, Baso, dan Kaharuddin). Teknik pengumpulan data yang diterapkan dalam penelitian ini yaitu menggunakan teknik baca dan catat. Adapun hasil penelitian nilai moral yang ditemukan dalam tokoh utama Bahar yaitu kejujuran, rela berkorban, suka menolong dan peduli terhadap orang lain, dan memegang teguh janji dari perjalanan hidupnya, yang terkandung dalam novel Janji karya Tere Liye. Pada tokoh utama tiga sekawan (Hasan, Baso, dan Kaharuddin) yaitu mereka tetap kerja keras dan patang menyerah dalam menjalankan tugas hukuman dari Buya yaitu mencari keberadaan tokoh Bahar/Bahrun. Selama perjalanan mereka tetap bertanggung jawab terhadap menjalankan Ibadah agama dalam pencarian keberadaan tokoh Bahar/Bahrun. Dari hasil penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa melalui novel Janji karya Tere Liye telah ditemukan nilai moral pada tokoh utama dalam novel. Dengan demikian, peneliti memberikan saran agar pembaca khususnya siswa/i yang telah berusia minimal +15 dapat menjadikan novel ini sebagai bahan bacaan, hal ini karena pada novel yang diteliti ini sudah terkandung nilai moral pada tokoh utama. Sehingga, setelah membaca novel ini diharapkan dapat menanamkan nilai moral kepada pembacanya.AbstractThe research in this article aims to analyze the moral values of the main characters contained in the novel Promise by Tere Liye. The method used in this study is a descriptive method with a qualitative approach, where the subject of this research is the main character of the novel Promise by Tere Liye. The main characters in this novel are Bahar and Tiga Sekawan (Hasan, Baso, and Kaharuddin). The data collection technique applied in this research is using reading and note-taking techniques. The results of the research on the moral values found in the main character of Bahar are honesty, willing to sacrifice, like to help and care for others, and keep the promises from his life journey, which are contained in the novel Promise by Tere Liye. In the main characters, the three friends (Hasan, Baso, and Kaharuddin) are those who work hard and never give up in carrying out the punishment task from Buya, namely looking for the whereabouts of Bahar/Bahrun figures. During the trip they remained responsible for carrying out religious services in the search for the whereabouts of Bahar/Bahrun figures. From the results of the study, it can be concluded that through the novel Promise by Tere Liye, moral values have been found in the main character in the novel. Thus, the researcher suggests that readers, especially students who are aged at least +15, can use this novel as reading material, this is because the novel under study already contains moral values for the main character. So, after reading this novel, it is hoped that it can instill moral values in its readers
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN PAI-BP DI SD BERBASIS APLIKASI CANVA
Virus Covid 19 berdampak pada sector pendidikan. Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) menjadikan tantangan kepada guru untuk berinovasi, kreatif. Pendidikan bukan sekedar penyampaian ilmu semata. Pendidikan diujudkan bentuk amaliah atau praktek bagi peserta didik. Pembelajaran PAI dan BP di SD dibutuhkan pembelajaran yang menarik, menyenangkan dan tidak membosankan. Penelitian ini bertujuan pada pengembangan media pembelajaran berbasis Canva, saat pandemic. Untuk mengetahui efektivitas dan kelayakan media pembelajaran PAI-BP pada tema “Bulan Ramadhan Yang Indah†berbasis aplikasi Canva sehingga meningkatkan motivasi dan prestasi belajar peserta didik di SDN 1 Windunegara. Penelitian ini menggunakan penelitian Research and Development (R&D) dan model digunakan adalah model pengembangan ADDIE. Produk ini divalidasi oleh 1 ahli media, dan diuji coba oleh 22 peserta didik SDN 1 Windunegara. Hasil validasi menunjukan ahli media memperoleh rata- rata 78,75% yang termasuk kategori “Validâ€. Implementasi media canva dengan link yang dikirim melalui WA grup kelas V. Hasil respon peserta didik terhadap produk, rata- rata 86,37%, hal tersebut menujukan produk layak digunakan. Hasil pretes dan posttes menunjukan keefektivan media pengembangan berbasis aplikasi Canva dengan hasil 100 % nilai meningkat walaupun 13,6% belum tuntas. Dapat disimpulkan bahwa pengembangan media berbasis aplikasi Canva dapat meningkatkan motivasi dan prestasi belajar peserta didik serta dapat digunakan dalam proses pembelajaran
EFEKTIFITAS PELAKSANAAN PEMBELAJARAN TERPADU DI SEKOLAH DASAR SELAMA PANDEMI COVID-19 BERDASARKAN PERSPEKTIF GURU
Pada situasi pandemi Covid-19, berbagai kendala dan hambatan timbul akibat dari diterapkannya pembelajaran daring menggunakan model pembelajaran terpadu. Faktor penyebabnya yaitu ketidaksiapan guru sedari awal dalam menerapkan pembelajaran terpadu harus dibarengi dengan penerapan pembelajaran daring akibat pandemi. Berdasarkan hasil pengolahan data dalam penelitian keefektifan penerapan pembelajaran terpadu selama pandemi pun cenderung tidak selalu terlaksana sesuai rencana yang mengakibatkan tujuan pembelajaran seringkali tidak tercapai. Adapun beragam upaya yang para guru lakukan sehingga tujuan pembelajaran tetap tercapai, seperti kelas tambahan, pendataan fasilitas yang menunjang peserta didik melakukan pembelajaran daring, mengarahkan peserta didik melakukan suatu proyek, melakukan belajar kelompok, dan bimbingan mandiri. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan menyebarkan angket kepada pendidik yang ada di wilayah Jawa Barat untuk memperoleh data mengenai keefektifan pelaksanaan pembelajaran terpadu selama masa pandemi. Hasil dari penelitian ini, yaitu penerapan pembelajaran terpadu di tengah pandemi COVID-19 memang menjadi tantangan tersendiri baik bagi guru maupun peserta didik. Pembelajaran terpadu yang menekankan pengalaman peserta didik secara langsung menjadi terhambat dengan diberlakukannya pembelajaran daring. Hambatan tersebut diantaranya, yaitu dari sarana dan prasarana yang dibutuhkan pendidik maupun peserta didiknya, efisiensi waktu, pembelajaran daring, pelaksanaan pembelajarannya, motivasi belajar dari peserta didik, komunikasi antara pendidik dengan peserta didik, juga kemampuan yang dimiliki peserta didik dalam memahami materi
Persepsi Guru terhadap Pembelajaran Berpraktikum dengan Menggunakan Virtual Lab di Saat Pandemi
Practical learning cannot be replaced by relying solely on theory. Even in a pandemic situation. Various virtual lab applications have finally started to appear and are used by most teachers. This study aims to present information related to teachers' perceptions of practical learning using a virtual lab. at various school levels. Information was obtained from interviews and filling out questionnaires to 56 respondents from 4 school levels, namely elementary school, junior high school, high school and tutoring educational institutions. The method used in this research is descriptive qualitative research method. Most of the respondents were dominated by high school teachers (59%). The results of the study showed that 100% of the teachers who were respondents in this study were more comfortable and preferred the practicals that were carried out directly compared to the practicums that were carried out virtually. The reason for direct practicum is more effective and efficient, dominantly stated by the respondents. This can be attributed to the most common obstacle found when practicing practicum using a virtual lab is the difficulty of the teacher in explaining and increasing student focus. Even though from their preference level they prefer and are comfortable with practicums that are carried out directly, but they are also more concerned with the safety and sustainability of the practicums. More than 90% of respondents chose the need to implement virtual practicum during the pandemic. It can be concluded that the teachers consider that practical learning still needs to be carried out despite the pandemic conditions. In a pandemic condition, practical learning can still be done using a virtual lab application