Jurnal Universitas Majalengka
Not a member yet
2089 research outputs found
Sort by
PENGEMBANGAN MEDIA AUDIOVISUAL GURU TRIGUNTAR DALAM MEMBANGUN MOTIVASI BELAJAR MANDIRI MATEMATIKA ANAK SEKOLAH DASAR
Tujuan penelitian ini adalah mengukur tingkat kelayakan media Audiovisual Guru Triguntar sebagai media pembelajaran matematika di sekolah dasar, serta mendeskripsikan perkembangan motivasi belajar mandiri anak melalui pemanfaatan media Audiovisual Guru Triguntar. Prosedur pengembangan media mengikuti model ADDIE yang terdiri dari lima tahap, yaitu: analysis, design, development, implementation, dan evaluation. Sampel penelitian adalah individu yang dipilih dengan teknik purposive sampling, dengan syarat memenuhi karekteristik yang telah ditetapkan. Teknik pengumpulan data untuk menghimpun data kelayakan media Audiovisual Guru Triguntar menggunakan kuesioner angket rating scale, dianalisis dengan rumus persentase hasil. Sedangkan teknik pengumpulan data perkembangan motivasi belajar mandiri sampel penelitian menggunakan instrumen observasi, catatan temuan, dokumentasi dalam bentuk video, dan selanjutnya dianalisis dengan teknik reduksi data. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa: (1) Media Audiovisual Guru Triguntar sangat layak digunakan sebagai media pembelajaran matematika di sekolah dasar dan relevan untuk anak kelas rendah maupun kelas tinggi, karena penggunaannya dapat disesuaikan dengan kebutuhan; (2) Pemenuhan kebutuhan anak akan rasa aman, cinta dan rasa dihargai selama proses pengenalan dan penggunaan media Audiovisual Guru Triguntar dalam menyelesaikan masalah geometri, dapat menjadi pemicu tumbuhnya motivasi belajar mandiri
Pengaruh Pemberian Air Rendaman Teh terhadap Pertumbuhan Stek Singkong
Singkong merupakan salah satu alternatif makanan pokok dan mudah diperbanyak menggunakan stek. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pupuk organik berupa air rendaman cangkang telur, air rendaman teh, dan air rendaman kulit bawang merah, terhadap pertumbuhan stek singkong. Hasil penelitian menunjukkan bahwa parameter panjang dan jumlah daun menunjukkan perbedaan yang signifikan di antara perlakukan yang diberikan, yaitu panjang daun tertinggi didapat dengan mengaplikasikan air rendaman cangkang telur, sedangkan parameter jumlah daun tertinggi diperoleh dengan mengaplikasikan air rendaman ampas teh. Parameter panjang akar dan panjang tunas tidak menunjukkan hasil yang signifikan, tetapi perlakuan air rendaman teh memberikan hasil terbaik dalam menginduksi panjang tunas tertinggi. Dengan didapatkannya hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan ilmiah bagi petani singkong pada khususnya sehingga diharapkan dapat menambah kuantitas panen singkong per musim tanam.Â
DINAMIKA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA ANAK TUNAWICARA RINGAN PADA SEKOLAH MENENGAH LUAR BIASA: KAJIAN PSIKOLINGUISTIK
Pembelajaran Bahasa Indonesia anak tunawicara ringan di SMLB dituntut untuk bisa mencapai empat aspek keterampilan berbahasa diantaranya keterampilan membaca, menulis, menyimak dan berbicara. Saat pembelajaran Bahasa Indonesia anak tunawicara ringan di SMLB sering mengalami kendala berkomunikasi dengan guru, hal ini disebabkan karena perkembangan bahasa anak tunawicara ringan sangat berkaitan erat dengan indra pendengaran. Penelitian ini perlu dilakukan untuk mendeskripsikan dinamika pembelajaran Bahasa Indonesia anak tunawicara ringan di SMLB. Teori yang digunakan adalah teori psikolinguistik dengan metode penelitian deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan terdapat masalah-masalah yang dialami anak tunawicara ringan saat belajar Bahasa Indonesia yaitu anak tunawicara ringan sulit berkomunikasi dengan guru saat belajar, siswa bosan dan jenuh saat belajar Bahasa Indonesia karena guru hanya berceramah, sehingga solusi terhadap masalah pembelajaran Bahasa Indonesia anak tunawicara ringan di SMLB yaitu saat pembelajaran Bahasa Indonesia sebaiknya guru lebih banyak menggunakan komunikasi secara oral dan isyarat, media pembelajaran sangat penting untuk menarik perhatian anak tunawicara ringan saat belajar Bahasa Indonesia seperti gambar, rekaman audio visual, teks tulis, media cetakan dan memilih metode saat belajar Bahasa Indonesia disesuaikan dengan kemampuan dan kebutuhan anak tunawicara ringan seperti metode oral, metode isyarat, metode demonstrasi, metode menulis dan metode face to face
EKSISTENSI KURIKULUM 2013 DALAM PEMBELAJARAN JARAK JAUH DI MASA PANDEMI COVID-19
Penulisan ini bertujuan untuk meneliti bagaimana proses pembelajaran jarak jauh yang saat ini dilakukan pada masa pandemi Covid-19. Sesuai dengan surat edaran yang dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Pemerintah melarang semua jenjang pendidikan untuk melakukan pembelajaran tatap muka dan memberlakukan pembelajaran jarak jauh secara daring. Penggunaan teknologi digital dapat membantu pelajar untuk tetap memungkinkan melaksanakan proses pembelajaran di tempat yang berbeda-beda. Penggunaan K13 dalam masa pandemi juga membuat seluruh stakeholder sekolah bekerja sama untuk menjalankan kurikulum sesuai yang telah ditetapkan, terlebih dengan adanya perubahan di masa pandemi sekarang. Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah kepustakaan, metode yang dilakukan dengan cara mengumpulkan dan mempelajari data yang diambil dari berbagai sumber baik berupa buku maupun hasil penelitian terdahulu. Hasil penelitian yang didapatkan antara lain adanya berbagai hambatan yang terjadi saat pembelajaran jarak jauh dilakukan, penerapan K13 juga dapat berjalan lancar meskipun melalui berbagai perubahan metode yang menyesuaikan keadaan pandemi saat ini, serta pelaksanaan penilaian tetap seperti biasanya yakni afektif, kognitif, dan psikomotorik.Kata kunci: pembelajaran jarak jauh, K13, pandemi covid-19Â This paper aims to examine how the distance learning process is currently carried out during the Covid-19 pandemic. In accordance with the circular issued by the Ministry of Education and Culture, the Government prohibits all levels of education to conduct face-to-face learning and enforce distance learning online. The use of digital technology can help students to still allow the learning process in different places. The use of K13 in the pandemic period also makes all school stakeholders work together to carry out the curriculum as has been established, especially with changes in the current pandemic period. The method used in writing this article is literature, a method that is done by collecting and studying data taken from various sources both in the form of books and the results of previous research. The results of the study obtained include various obstacles that occur when distance learning is carried out, the application of K13 can also run smoothly although through various changes in methods that adjust the current pandemic conditions, as well as the implementation of fixed assessments as usual, namely affective, cognitive, and psychomotor.Keywords: distance learning, K13, pandemic covid-1
VARIASI BAHASA DALAM TUTURAN TNI ANGKATAN UDARA SATUAN RADAR 222 JOMBANG: KAJIAN SOSIOPRAGMATIK
Kemunculan variasi bahasa dalam masyarakat merupakan keheterogenan penutur dan kedinamisan bahasa, seperti variasi yang terdapat pada tuturan TNI angkatan udara satuan radar (TNI AU SATRAD) 222 Jombang. Bahasa dalam militer dikenal dengan bahasa yang beku, formal, dan resmi, namun hal ini berbeda dengan variasi bahasa pada tuturan TNI tersebut. Ara anggota memiliki jargon yang hanya dipahami oleh anggota satuan tersebut. Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan pembentukan dan makna tindak tutur pada jargon angkatan Udara tersebut. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan grounded teori. Sumber penelitian adalah tuturan anggota TNI AU SATRAD 222 Jombang, data adalah tuturan yang di dalamnya terdapat jargon. Teknik pengumpulan data adalah wawancara, observasi, dokumentasi, transkrip, dan FGD. Instrument yang digunakan adalah catatan lapangan, table identifikasi dan klasifikasi data. Teknik analisis data dengan seleksi data memakai teknik coding, analisis data berdasarkan teori, dan penarikan kesimpulan berupa teori yang bersumber dari data. Keabsahan data diuji dengan teknik trianggulasi sumber data yakni informan, metode pengambilan, dan teori yang digunakan, pemeriksaan teman sejawat dan ekspert jugdmen. Hasil penelitian pembentukan jargon berasal dari bahasa Indonesia yang telah berubah maknanya, proses morfologis, dan akronimisasi, sedangkan tindak tutur yang ditemukan adalah bentuk asertif berupa penjelasan dan direktif berupa kalimat Tanya yang berfungsi memerintah dengan menerapkan kesantunan dan kesopanan. Pembentukan jargon dan tindak tuturnya diharapkan dapat berimplikasi terhadap pendidikan bahasa Indonesia, BIPA dan UKBI.Kata Kunci: jargon, pembentukan jargon, tindak tutur The emergence of language variations in society is a result of the heterogeneity of speakers and the dynamics of the language, such as the variations found in the speech of the Indonesian Air Force radar unit (TNI AU SATRAD) 222 Jombang. The language in the military is known as frozen, formal, and official language, but this is different from the language variations in the TNI speech. Ara members have jargon that only members of the unit understand. The purpose of the study was to describe the formation and meaning of speech acts in the Air Force jargon. This type of research is qualitative with a grounded theory approach. The source of the research is the speech of members of the Indonesian Air Force SATRAD 222 Jombang, the data is speech that contains jargon. Data collection techniques were interviews, observations, documentation, transcripts, and FGDs. The instruments used are field notes, table identification and data classification. Data analysis techniques with data selection using coding techniques, data analysis based on theory, and drawing conclusions in the form of theories sourced from data. The validity of the data was tested using the triangulation technique of data sources, namely the informant, the method of retrieval, and the theory used, peer examination and expert judgment. The results of the research on the formation of jargon come from Indonesian which has changed its meaning, morphological processes, and acronyms, while the speech acts found are assertive forms in the form of explanations and directives in the form of interrogative sentences which function to command by applying politeness and politeness. The formation of jargon and speech acts is expected to have implications for Indonesian language education, BIPA and UKBI.Keywords: jargon, jargon formation, speech actÂ
KESULITAN BERBICARA PADA ANAK DISABILITAS: STUDI KASUS ANAK AUTIS USIA 9 TAHUN
Kajian disabilitas menjadi proses pembidangan secara khusus dalam ilmu linguistik, proses pembidangan tersebut menjadi semakin terarah ketika muncul subbidang keilmuan psikolinguistik dan linguistik klinis. Berkaitan dengan hal tersebut, penelitian ini berupaya mendeskripsikan bentuk kesulitan berbicara anak autis usia 9 tahun, kesulitan berbicara tersebut peneliti deskripsikan dengan beberapa suburaian meliputi bentuk kesulitan berbicara subjek penelitian, faktor-faktor yang menyebabkan kesulitan berbicara pada subjek penelitian, dan rekomendasi pola ajar yang diberikan untuk mengatasi kesulitan berbicara pada subjek penelitian. Penelitian ini menggunakan beberapa teori yang digunakan sebagai dasar dalam proses analisis data nantinya, teori tersebut antara lain, perkembangan berbicara egocentric speech dan socialized speech pada anak usia dini dan karakteristik siswa autis pada proses pembelajaran berbicara. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif, artinya peneliti medeskripsikan data apa adanya yang berupa sebuah temuan dan juga mendeskripsikan hasil proses analisis yang berupa rekomendasi, tanpa melakukan sebuah interferensi terhadap data tersebut. Subjek pada penelitian ini adalah siswa berkebutuhan khusus berumur 9 tahun yang memilliki kekhusaan autis. Latar belakang subjek penelitian ini dari segi ekonomi dan sosial adalah berasal dari keluarga menengah ke atas dengan pola asuh keluarga yang lengkap, artinya berdasarkan pengamatan awal keluarga kedua subjek penelitian itu selalu menyempatkan untuk berkomunikasi dengan subjek penelitian.Kata Kunci: kesulitan berbicara, disabilitas, autis The study of disability becomes a specialized process in linguistics, this fielding process becomes more focused when the sub-fields of psycholinguistics and clinical linguistics emerge. In this regard, this study seeks to describe the form of speaking difficulties of children with autism aged 9 years, the researchers describe the speaking difficulties with several aspects including the form of speaking difficulties in the research subject, factors that cause speaking difficulties to the research subject, and recommendations for teaching patterns given. to overcome the difficulty speaking in research subjects. This study uses several theories that are used as the basis for the data analysis process later, these theories include the development of speaking egocentric speech and socialized speech in early childhood and the characteristics of autistic students in the learning process of speaking. This study uses a qualitative descriptive research method, meaning that the researcher describes the data as it is in the form of a finding and also describes the results of the analysis process in the form of recommendations, without making an interference to the data. The subjects in this study were 9 year old students with special needs who have autism. The background of the subjects of this study from an economic and social perspective is that they come from upper middle class families with complete family parenting, meaning that based on initial observations of the families of the two research subjects, they always take the time to communicate with the research subjects.Keywords: speaking difficulty, disability, autis
Kebiasaan Berpikir Kreatif Mahasiswa Calon Guru Sekolah Dasar Ditinjau Dari Indeks Prestasi Kumulatif
Akhir-akhir ini berpikir kreatif menjadi satu dari sekian banyak keterampilan yang banyak diminati, dikembangkan, diteliti dan mewarnai perubahan sistem pendidikan serta penyesuaian kurikulum. Bagi guru dan calon guru, kebiasaan berpikir kreatif akan sangat berpengaruh pada penyusunan rencana kegiatan mengajar. Penelitian ini bermaksud menganalisis kebiasaan berpikir kreatif (Creative Habits of Mind) mahasiswa calon guru sekolah dasar. Hal ini dimaksudkan untuk mengetahui sejauh mana calon guru memiliki kebiasaan berpikir kreatif terutama terkait pengembangan kompetensi pedagogic di dalam kelas. Analisis kebiasaan berpikir kreatif (Creative Habits of Mind) calon guru sekolah dasar dalam penelitian ini   menggunakan indikator Creative Habits of Mind dari Bill Lucas serta pengukuran potensi kreatif melalui Torrance Test Creativity dan Inventori Kebiasaan Berpikir Kreatif dari Tidd & Bessant. Penelitian menggunakan penelitian deskriptif kuantitatif. Penelitian dilakukan pada mahasiwa prodi PGSD Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Bhayangkara Jakarta Raya yang dilaksanakan pada semester genap 2020/2021. Penelitian dilakukan pada 31 sampel penelitian yang dipilih secara random. Instrumen penelitian yang digunakan adalah tes kreativitas, penyebaran angket dan rubrik penilaian kebiasaan berpikir kreatif. Analisis data menggunakan analisis data deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian mengemukakan bahwa mahasiswa calon guru dengan IPK tinggi cenderung memiliki kebiasaan berpikir kreatif tinggi dan sebaliknya mahasiswa dengan IPK rendah memperoleh kebiasaan berpikir kreatif rendah pada 3 pengujian yaitu dua kali tes torrance dan satu kali kuesioner inventori kebiasaan berpikir kreatif. Penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa calon guru dengan indeks prestasi kumulatif tinggi cenderung memiliki kebiasaan berpikir kreatif tinggi. Diharapkan penelitian ini mendorong mahasiswa calon guru untuk dapat mengembangkan kebiasaan berpikir kreatif
Peningkatan Hasil Belajar IPA Materi Komponen Ekosistem Melalui Penerapan Media Pop-up Book
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar ilmu pengetahuan alam materi komponen ekosistem pada siswa kelas V SD Ma’arif Al-Fattah Surabaya, tahun pelajaran 2018/2019. Melalui penerapan media Pop-up Book dalam proses pembelajaran diharapkan dapat menciptakan suasana kelas yang aktif, sehingga mengarah pada peningkatan hasil belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan media Pop-up Book untuk meningkatkan hasil belajar Ilmu Pengetahuan Alam materi Komponen Ekosistem pada siswa kelas V SD Ma’arif Al-Fattah Surabaya. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas, dan dilakukan dalam 2 siklus, dengan subjek penelitian sebanyak 30 siswa. Teknik pengumpulan data terdiri dari tes, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasıl analisis data menunjukkan bahwa hasil belajar siswa meningkat, dibuktikan dengan prosentase ketuntasan hasil belajar siswa pada siklus I sebesar 43% dan meningkat pada siklus II menjadi 86%, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan hasil belajar Ilmu Pengetahuan Alam Materi Komponen Ekosistem melalui penerapan media Pop-up Book
ANALISIS RESEPSI TENTANG KONTEN PORNOGRAFI PADA KANAL YOUTUBE FRONTAL TV
Youtube is one of the new media products that has a big impact on every individual. The internet is used as a supporting instrument for Youtube to spread its products. The Frontal TV Youtube channel is a growing channel that creates and presents pornographic content, because pornography has bad effects that can persuade various groups of people, so researchers need to know the meaning of audiences regarding pornographic content through several informants. This study borrows the reception theory of Stuart Hall's model and the concepts of encoding and decoding theory. The research method uses a descriptive qualitative approach, data collection methods in the form of observation, in-depth interviews, literature study, and documentation, as well as the Stuart Hall reception analysis method to dissect the data. The results of research conducted on three research informants named Ivan Argeswara, Faradhita Azhari, and Helmi Yudahshetia
PERAN GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MENERAPKAN PENDIDIKAN MULTIKULTURAL DI SMK GLOBAL JATITUJUH, MAJALENGKA.
Global Jati Tujuh Vocational School is one of the schools which is a Technology, Engineering, Importation and Communication Vocational High School, researchers took a case study at the Vocational School because Global Jati Tujuh Vocational High School is one of the leading Vocational High Schools. Based on preliminary research, the students there still lacked understanding regarding this multicultural education which prompted researchers to raise the formulation of research problems. The formulation of the problem in this research is What is the Role of Islamic Religious Education Teachers in Implementing Multicultural Education in Global Jati Tujuh and What are the Supporting and Inhibiting Factors for the Role of Islamic Religious Education Teachers in Implementing Multicultural Education in Global Jati Tujuh.This study uses a descriptive qualitative approach. Data collection techniques used in this study are observation, interviews and documentation. Meanwhile, the data validity test in this study used source triangulation, method triangulation and time triangulation. Data analysis in this study used data reduction, data display, and conclusion verification. With research subjects PAI teachers and Global Students Jatiseven. The results of this study indicate that the role of Islamic Religious Education Teachers in Implementing Multicultural Education in Global Jati Tujuh has played a role in implementing multicultural education, namely by building a diversity paradigm, the learning process, providing examples outside of class hours, respecting language diversity, building social care attitudes, building anti-social attitudes. discrimination against differences