Jurnal Universitas Majalengka
Not a member yet
2089 research outputs found
Sort by
KONTRIBUSI LINGKUNGAN KELUARGA DAN LINGKUNGAN SEKOLAH BERBASIS AGAMA TERHADAP RELIGIOSITAS SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR
Penelitian ini dilatar belakangi oleh pelaksanaan kurikulum 2013 yang menekankan pada pendidikan karakter. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur nilai hubungan antara lingkungan keluarga dan lingkungan sekolah berbasis agama dengan religiositas siswa kelas V Sekota Magelang baik secara tunggal maupun bersamaan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif korelasional. Populasi penelitian adalah semua siswa kelas V SD berbasis agama Sekota Magelang sebanyak 392 siswa yang terdiri dari SD Muhammadiyah 1 Alternatif berjumlah 144 siswa, SDIT Ikhsanul Fikri berjumlah 151 siswa, SD Islam Al Iman berjumlah 40 siswa, SD Kristen 1 berjumlah 15 siswa dan SD Pantekosta berjumlah 38 siswa. Sampel penelitian berjumlah 198 siswa, dipilih dengan teknik sampel proporsional acak bertujuan. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data berupa angket lingkungan keluarga, angket lingkungan sekolah berbasis agama dan angket religiositas dengan skala likert. Analisis data menggunakan statistik deskriptif, regresi sederhana, dan regresi ganda berbantuan SPSS-20. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat hubungan positif antara lingkungan keluarga dan lingkungan sekolah berbasis agama dengan religiositas, baik secara tunggal maupun bersama. Adanya nilai kontribubsi positif maka orang tua di lingkungan keluarga serta guru pada lingkungan sekolah berbasis agama senantiasa memantau rutinitas ibadah, mengingatkan untuk beribadah tepat waktu, menyediakan fasilitas ibadah dan memberikan sanksi jika anak tidak beribadah
ASISTENSI PEMBELAJARAN LITERASI MEMBACA BAGI SISWA SEKOLAH DASAR DI MASA PANDEMI DENGAN METODE HOME VISIT
Pemerintah menetapkan pembelajaran daring sebagai upaya pencegahan dan penyebaran virus covid-19. Pembelajaran daring memberikan pengaruh yang cukup besar bagi proses pembelajaran khususnya pada siswa sekolah dasar yang berkarakteristik berfikir konkret. Perubahan yang drastis, ketidaksiapan pelaksana dan kendala – kendala yang dihadapi selama pembelajaran daring seperti keterbatasan alat pengakses konten digital mengakibatkan terjadinya learning loss pada kemampuan dan pengalaman belajar bagi siswa sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan membantu pihak sekolah dalam memberikan layanan pendidikan, meningkatkan kualitas pembelajaran dan literasi membaca siswa sekolah dasar di masa pandemi. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain kelompok tunggal dengan pretest – perlakuan – posttest yang merupakan hasil pengabdian kepada masyarakat dengan memberikan perlakukan melalui kegiatan asistensi pembelajaran dengan metode Home Visiit. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas 3 di SDN Setia Asih 01 yang terdiri dari 28 orang. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan lembar observasi berupa logbook dan test (pre dan post test) untuk mengukur peningkatan hasil belajar peserta didik. Dari kegiatan asistensi yang dilakukan selama 2 bulan secara keseluruhan terjadi peningkatan hasil pembelajaran dari semua indikator literasi membaca yang diharapkan muncul pada peserta didik maupun rata – rata kelas. Pada setiap indikator terdapat peningkatan yang siginifikan dengan perolehan sebesar 7,15% pada kemampuan fonetik, 25% pada kemampuan pemahaman kosa kata, 17,85% pada kemampuan menggunakan konteks untuk memahami bacaan, dan sebesar 46,43% pada kemampuan menginterprestasikan dan merespon bacaan. Rata – rata kelas meningkat dari 63,59% menjadi 87,5% yang berarti terjadi peningkatan sebesar 23,91% dengan perolehan n-gain sebesar 0,73 yang termasuk kedalam kategori tinggi
ANALISIS KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA SMP BERDASARKAN KRITERIA KRULIK DAN RUDNICK
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas VIII SMP Santo Don Bosco Manokwari berdasarkan kriteria Krulik dan Rudnick pada materi aritmetika sosial mengenai keuntungan dan kerugian. Metode penelitian ini yaitu metode penelitian kualitatif dengan menggunakan teknik deskriptif. Prosedur penelitian ini mulai dari penentuan indikator, pengembangan istrumen tes, pengembangan pedoman wawancara, penentuan subjek, pemberian tes, pengambilan data dan wawancara. Hasil analisis penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan pemecahan masalah matematika pada kelas VIII SMP Santo Don Bosco berdasarkan kriteria Krulik dan Rudnick dikategorikan kedalam tiga kelompok yaitu siswa dengan kemampuan pemecahan masalah matematika tinggi, sedang dan renda
ANALISIS WACANA KRITIS YOUTUBE PROGRAM UMKM PILIHAN MGDALENAF DI MASA PANDEMI COVID-19
Penelitian ini berfokus pada bagaimana wacana bantu usaha kecil mikro, kecil dan menengah (UMKM) saat pandemi Covid-19 pada tayangan food vlogger Mgdalenaf. UMKM menjadi sorotan karena menjadi sektor penting dalam perekonomian Indonesia yang terdampak oleh pandemi Covid-19. Salah satu food vlogger Indonesia dengan pengikut hampir 4 juta di kanal YouTube. Sejak akhir tahun 2020, Mgdalenaf menayangkan program bantu UMKM di daerah Jabodetabek. Pada tahun 2021 ini Mgdalenaf dan tim berupaya untuk menjangkau lebih luas lagi UMKM yang terdampak Pandemi Covid-19 di Jawa-Bali. UMKM sendiri adalah tonggak perekonomian Indonesia karena 60% PDB Indonesia berasal dari UMKM. Wacana bantu UMKM melalui tayangannya. peneliti bertujuan untuk mengungkap wacana kritis yang diangkat kreator tayangan food vlogger Mgdalenaf terkait isu bantu UMKM menggunakan analisis wacana kritis van Dijk melalui tiga komponen analisis yaitu teks, kognisi sosial dan analisis sosial. Hasil dari penelitian ini, teks menggambarkan pengalaman-pengalaman UMKM di tengah Pandemi Covid-19. Dalam konteks kognisi sosial, kreator memiliki peran untuk ikut bergerak membantu UMKM yang terdampak. Sedangkan analisis sosial yang diangkat merupakan dominasi wacana yang ada di masyarakat yaitu UMKM adalah representasi dari perekonomian kelas menengah bawah yang saat ini sulit untuk melakukan prosesn produksi, distribusi dan konsumsi. Selain itu, wacana yang muncul adalah membangkitkan kembali UMKM sebagai penggerak perekonomian masyarakat dan perempuan juga mampu berkontribusi dalam jalannya perekonomian. Kata Kunci: foodvlogger, mgdalenaf, umkm, vandijk, wacana, youtube This research focuses on how the discourse of helping small, small, and medium enterprises (MSMEs) during the Covid-19 pandemic is shown on the food vlogger Mgdalenaf. MSMEs are in the spotlight because they are an important sector in the Indonesian economy that has been affected by the Covid-19 pandemic—one of the Indonesian food vloggers with almost 4 million followers on the YouTube channel. Since 2020, Mgdalenaf has broadcast programs to help MSMEs in the Jabodetabek area. In 2021, Mgdalenaf and his team tried to reach a broader range of MSMEs affected by the Covid-19 pandemic in Java-Bali. MSMEs themselves are the pillars of the Indonesian economy because 60% of Indonesia's GDP comes from MSMEs. The discourse of helping SMEs through its broadcasts. The researcher aims to reveal the critical discourse raised by the creator of the food vlogger Mgdalenaf related to the issue of helping MSMEs using van Dijk's critical discourse analysis through three components of analysis, namely text, social cognition, and social analysis. The results of this study describe the experiences of SMEs amid the Covid-19 Pandemic. In social cognition, creators have a role to play in helping the affected MSMEs. While the social analysis that is raised is the dominance of the existing discourse in society, namely UMKM represents the lower-middle-class economy, which is currently challenging to carry out the production, distribution, and consumption processes. In addition, the discourse that emerged was to revive MSMEs as a driver of the community's economy. Keywords: critical discourse analysis, foodvloger, mgdalenaf, vandijk, youtub
Hubungan Minat Belajar Terhadap Hasil Belajar IPS Siswa Kelas V Sekolah Dasar
Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan serta informasi dari salah satu guru saat pembelajaran IPS sedang berlangsung siswa kurang memperhatikan penjelasan guru, tidak terlihat adanya perasaan senang terhadap pembelajaran, dan tidak sedikit siswa yang mengobrol dengan teman sebaya. Hal ini yang menyebabkan hasil belajar siswa menjadi rendah. Hasil belajar merupakan penilaian pendidik terhadap siswa setelah melakukan kegiatan pembelajaran, dimana hasil belajar siswa ini dapat dipengaruhi dengan beberapa faktor, salah satu faktor yang mempengaruhinya adalah minat. Minat adalah suatu rasa lebih suka dan rasa ketertarikan pada suatu hal atau aktivitas tanpa ada yang memaksa. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara minat belajar dengan hasil belajar IPS siswa kelas V SDN 11 Metro Pusat. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif korelasi. Teknik pengambilan sampel menggunakan non probability sampling dengan jumlah 32 siswa di kelas V. Alat pengumpulan data yang digunakan yaitu lembar angket, lembar obeservasi dan juga dokumentasi. Analisis data dalam menguji hipotesis menggunakan koefisisensi product moment dengan taraf signifikan 5%. Hasil analisa data menunjukkan bahwa variabel minat belajar siswa masuk dalam kategori sedang. Sedangkan Hasil Belajar IPS siswa dalam kategori rendah. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara minat belajar dengan hasil belajar IPS siswa kelas V di SDN 11 Metro Pusat
Pengembangan Media Pembelajaran Digital Scrapbook Berbasis Canva Pada Pendekatan Kontekstual Dalam Pembelajaran Tematik
This research is motivated by the use of learning media that are still conventional, less varied and have not applied a contextual approach optimally in the material and images presented in thematic learning so that the development of digital learning media in the form of a Canva-based Digital Scrapbook is needed on contextual approaches in thematic learning. This study aims to determine the stages of development, feasibility, and response of students to the Canva-based Digital Scrapbook learning media on a contextual approach in thematic learning in grade IV Elementary School. This development research uses a 3-D model, namely define, design, and develop. The subjects in this study were 18 students of class IV B of SDN Tamansari 07. The data collection techniques used are in the form of interviews, questionnaires, and documentation. The instruments used are interview sheets, validation sheets, and student response questionnaire sheets. The results of the Canva-based Digital Scrapbook development research obtained an average score from media experts of 87.72% with a very decent category, a material expert of 92.22% with a very decent category, and a linguist of 77.00% with a decent category. The average student response score was 80.55% with a good category. Thus, the Canva-based Digital Scrapbook on a contextual approach in thematic learning deserves to be developed and used in grade IV Elementary School. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh penggunaan media pembelajaran yang masih konvensional, kurang bervariasi serta belum menerapkan pendekatan kontekstual secara maksimal dalam materi maupun gambar yang disajikan dalam pembelajaran tematik sehingga diperlukan pengembangan media pembelajaran digital berupa Digital Scrapbook berbasis Canva pada pendekatan kontekstual dalam pembelajaran tematik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tahapan pengembangan, kelayakan, dan respon peserta didik pada media pembelajaran Digital Scrapbook berbasis Canva pada pendekatan kontekstual dalam pembelajaran tematik di kelas IV Sekolah Dasar. Penelitian pengembangan ini menggunakan model 3-D yaitu define, design, dan develop. Subjek dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas IV B SDN Tamansari 07 sejumlah 18 orang. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan berupa wawancara, angket, dan dokumentasi. Instrumen yang digunakan berupa lembar wawancara, lembar validasi, dan lembar angket respon peserta didik. Hasil penelitian pengembangan Digital Scrapbook berbasis Canva memperoleh rata-rata skor dari ahli media sebesar 87,72% dengan kategori sangat layak, ahli materi sebesar 92,22% dengan kategori sangat layak, dan ahli bahasa sebesar 77,00% dengan kategori layak. Adapun rata-rata skor respon peserta didik sebesar 80,55% dengan kategori baik. Dengan demikian, Digital Scrapbook berbasis Canva pada pendekatan kontekstual dalam pembelajaran tematik layak dikembangkan dan digunakan di kelas IV Sekolah Dasar
PENGARUH MODUL NUSANTARA DAN EFIKASI DIRI DALAM PEMBELAJARAN MULTIKULTURAL TERHADAP LITERASI BUDAYA SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR
Pemahaman guru tentang pembelajaran multikultural kurang sehingga diperlukan model pembelajaran yang dapat meningkatkan litersi budaya siswa melalui kelas multikultural berbasis modul nusantara. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisa perbandingan antara modul nusantara dan efikasi diri siswa sekolah dasar dalam pembelajaran multikultural terhadap literasi budaya. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain faktorial 2x2. Subjek penelitian adalah sekolah dasar kelas V di Kota Bekasi. Teknik analisis data menggunakan anava dua jalan. Hasil penelitian mengemukakan bahwa kemampuan literasi budaya berdasarkan implementasi modul nusantara dengan menggunakan model pembelajaran multikultural membawa pengaruh signifikan terhadap kemampuan literasi budaya sebesar 45%. Kemampuan literasi budaya berdasarkan efikasi diri memiliki pengaruh signifikan terhadap kemampuan literasi budaya sebesar 31,7 %. Adanya interaksi antara model pembelajaran dengan efikasi diri terhadap kemampuan literasi budaya yang memberikan pengaruh yang signifikan dengan kemampuan literasi budaya sebesar 31,1%. Modul nusantara menggunakan model case study dengan efikasi diri tinggi interaksinya memiliki pengaruh secara signifikan terhadap kemampuan Literasi Budaya siswa kelas V SD
KEJENUHAN BELAJAR DARING PADA MAHASISWA DI MASA PANDEMI COVID-19
Penelitian dilatarbelakangi dengan adanya pembelajaran jarak jauh (daring) di masa pandemic Covid-19. Proses pembelajaran di Perguruan Tinggi yang menggunakan daring dalam kurun waktu hampir dua tahun ini selama pandemic menimbulkan rasa jenuh pada mahasiswa karena tidak dapat berinteraksi secara langsung baik dengan guru ataupun teman-temannya. Oleh sebab itu, tujuan utama penelitian ini dimaksudkan untuk mengungkap gambaran kejenuhan belajar daring pada mahasiswa di masa pandemic Covid-19. Penelitian ini diawali dengan studi pendahuluan dan perancangan konseptual instrumen kejenuhan belajar mahasiswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan metode survey. Hasil dari penelitian kejenuhan belajar peserta didik dimasa pandemic adalah 26 mahasiswa (20,9%) mempunyai nilai kejenuhan belajar dalam kategori tinggi, 55 mahasiswa (44,4%) mempunyai nilai kejenuhan belajar dalam kategori sedang, dan 43 (34,7%) mempunyai nilai kejenuhan belajar kategori rendah. Â Berdasarkan jawaban mahasiswa dapat disimpulkan bahwa kejenuhan belajar pada mahasiswa Universitas Muhammadiyah Cirebon termasuk dalam kategori sedang dengan skor mencapai 44,4%
KEMAMPUAN LITERASI KUANTITATIF SISWA KELAS V MENGGUNAKAN PENDEKATAN RASCH MODEL
Kemampuan matematika siswa banyak menghadapi masalah yang tercermin dari hasil TIMSS dan hasil PISA. Keadaan tersebut diduga dipengaruhi oleh faktor pembelajaran matematika yang belum memperhatikan kemampuan awal siswa sehingga pembelajaran tidak berjalan efektif dalam mencapai tujuan. Menindaklanjuti keadaan di atas, maka diperlukan penciptaan pembelajaran matematika yang efektif dengan memperhatikan kemampuan awal siswa. Kemampuan tersebut dapat diketahui melalui tes diagnosis literasi kuantitatif. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis kemampuan literasi kuantitatif siswa kelas V menggunakan pendekatan pengukuran Rasch Model. Metodologi penelitian yang digunakan adalah survey sekali waktu dengan cara pemberian tes literasi kuantitatif dengan jumlah item sebanyak 40. Tes tersebut diberikan kepada 480 siswa kelas V sekolah dasar di demak dan Kota semarang. Selanjutnya, data yang telah terkumpul, dianalisis menggunakan pendekatan pengukuran Rasch Model dengan syarat-syarat tertentu seperti item dan responden harus fit, item harus mengukur satu dimensi (unidimensi), jawaban antar item dan responden tidak saling mempengaruhi (independensi local), dan karakteristik item tidak dipengaruhi responden (invariansi kelompok). Hasil yang diperoleh yaitu kemampuan literasi kuantitatif siswa dibawah tingkat kesukaran item standar. Begitu pula jika dilihat dari jenis kelaminnya, antara kemampuan literasi siswa laki-laki dan perempuan juga di bawah tingkat kesukaran item standar. Kemudian jika dibandingkan, kemampuan literasi kuantitatif siswa perempuan lebih baik dibanding siswa laki-laki, namun pada dimensi tertentu memiliki kesamaan kemampuan, yaitu kemampuan kalkulasi. Selanjutnya jika dilihat dari dimensinya, kemampuan literasi kuantitatif dari tingkatan tinggi ke rendah, dimulai dari dimensi representasi, komunikasi, asumsi, kalkulasi, interpretasi, dan dimensi analisis. Namun pada dimensi analisis, merupakan item tersulit bagi siswa berjenis kelamin laki-laki. Sedangkan pada dimensi kalkulasi, merupakan item tersulit bagi siswa berjenis kelamin perempuan
PERAN GURU DALAM PENGEMBANGAN KETERAMPILAN SOSIAL SISWA DI SDN 1 JATIPAMOR
Keterampilan sosial merupakan kebutuhan yang perlu dimiliki seseorang sebagai bekal demi kelanjutan hidup dan bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari. Namun rendahnya keterampilan sosial siswa masih menjadi masalah dalam menyelenggarakan pendidikan kebanyakan sekolah di Indonesia, termasuk penyelenggaraan pendidikan di SDN 1 Jatipamor. Dalam kondisi ini, peran guru sangat besar dalam pembentukan keterampilan sosial siswa karena banyak berinteraksi secara langsung dengan siswa. Penelitian ini berusaha memberikan deskripsi tentang peran guru dalam pengembangan keterampilan sosial siswa di SDN 1 Jatipamor. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif dengan studi kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Dalam penelitian ini, pengecekan keabsahan data dilakukan melalui proses triangulasi sumber, metode dan member check. Data yang sudah diperoleh kemudian direduksi, disajikan, dan diambil simpulan. Hasil penelitian menunjukkan guru telah melakukan upaya pengembangan keterampilan sosial siswa dalam penyusunan rencana pembelajaran, namun kebanyakan guru belum melakukannya dalam pelaksanaan dan evaluasi pembelajaran