Jurnal Universitas Majalengka
Not a member yet
2089 research outputs found
Sort by
Pengaruh Penerapan Penilaian Berbasis Kelas Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Akidah Akhlak
This research is motivated by the teacher's assessment of student learning this is caused by the number of teachers assessing student learning outcomes using creative assessment, meaning that the success of religious education is solely based on a compassionate assessment, who has attended the lesson is considered to understand it. This study aims to apply classroom-based assessment to student learning outcomes. The method used in this research is descriptive method, technical analysis used in this research is validity test, reliability test and hypothesis testing. The population in this study were all students of MA Al Fajar Kalapadua while the research sample was taken from class X students of MA Al Fajar Kalapadua as many as 39 students. From the test results obtained ro (calculated) of 0.94 and the price of rt (table) by taking a significance level of 5% of 0.346. Because the value of ro (count) rt (table), then Ha is accepted and Ho is rejected. So it can be concluded that there is a significant correlation between the application of class-based assessment to student learning outcomes in learning aqidah morality
ANALISIS PENGGUNAAN BAHAN AJAR DIGITAL TERHADAP KECERDASAN MAJEMUK PESERTA DIDIK DI SMAN 1 MANDE
Penelitian ini bertujan untuk menganalisis bagaimana penggunaan bahan ajar digital terhadap kecerdasan majemuk di SMA Negeri 1 Mande. Penelitian ini dilakukan secara online dalam pengumpulan data observasi melalui google form. Penelitian ini menggunakan metode survey dengan teknik analisis deskriptif kualitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik SMA Negeri 1 Mande di Cianjur, Jawa Barat. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Teknik pengumpulan data dari penelitian ini adalah non partisipan dimana peneliti tidak terlibat langsung. Sampel dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas XI dan kelas XII di SMA Negeri 1 Mande. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuisioner mengenai penggunaan bahan ajar di SMAN 1 Mande dan kecerdasan majemuk masing masing peserta didik serta wawancara kepada guru di SMAN 1 Mande. Penggunaan bahan ajar di SMAN 1 Mande sudah cukup baik dilihat dari respon guru maupun peserta didik akan tetapi disarankan lebih baik apabila adanya bahan ajar digital karena akan lebih kreatif seperti dari fitur-fitur yang menarik minat dan motivasi peserta didik dalam melaksanakan proses pembelajaran. Guru di SMAN 1 Mande juga mengetahui tentang kecerdasan majemuk akan tetapi memang belum diterapkan dalam kegiatan pembelajaran. Peserta didik di SMAN 1 Mande memiliki kecerdasan majemuk yang paling dominan ada di bagian kecerdasan kinestetik
Optimalisasi Peran Orang Tua Dalam Mendampingi Siswa Selama Pembelajaran Daring Di Rumah Terhadap Prestasi Belajar IPA Siswa MTSN 2 Majalengka
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana optimalisasi peran orang tua dalam mendampingi kegiatan pembelajaran daring dari rumah pada siswa, Untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh partisipasi yang orang tua berikan pada siswa terhadap prestasi belajar IPA siswa selama belajar daring dari rumah. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan metode survei. Jumlah subjek dalam penelitian ini yaitu 70 orang tua siswa dari kelas VIII A-G MTsN 2 Majalengka. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan probalility sampling dengan tipe simple random sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah berupa observasi, angket dan dokumentasi. Instrumen yang digunakan adalah lembar angket. Peneliti mengobservasi langsung para orang tua siswa dan peneliti meminta para orang tua siswa untuk mengisi angket dengan memilih opsi jawaban pada kolom yang tersedia. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian adalah statistic deksriptif dengan menggunakan rumus persentase. Berdasarkan data hasil penelitian dipereoleh hasil rata-rata respon orang tua dalam mendampingi siswa selama pembelajaran daring di rumah yakni 73% dengan kategori kuat, itu artinya peran orang tua begitu optimal dalam mendampingi siswa selama pembelajaran daring di rumah dan terdapat peningkatan prestasi belajar IPA dengan rata-rata nilai raport diatas 75 dan menunjukan diatas KKM.Kata kunci Optimalisasi Peran orang tua, Pembelajaran Daring, Prestasi Belajar IP
Uji Alkaloid Beberapa Kandidat Eco-Handsanitizer
Handsanitizer menjadi barang yang hampir semua orang mempunyainya pada saat pandemik Covid-19 saat ini. Eco-Handsanitizer merupakan salah satu pilihan handsanitizer bagi mereka yang mempunyai kulit sensitif. Salah satu jenis metabolit sekunder yang bersifat antibakteri, antijamur, dan antivirus; alkaloid; pada eco-handsanitizer diuji secara kualitatif menggunakan uji Wagner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa larutan ekoenzim yang berasal dari sisa sayur dengan pengenceran 1:4Â dan ditambahkan dengan Aloe vera + 300 IU vitamin E mempunyai aktivitas alkaloid yang stabil dibandingkan perlakuan yang lainnya. Hasil ini diharapkan dapat memberikan informasi ilmiah bahwa eco-handsanitizer dapat dibuat dengan perlakuan ini dengan daya simpan sampai 9 minggu
BELAJAR GEOMETRI TRANSFORMASI MELALUI MODEL PROBLEM BASED LEARNING BERBANTUAN BAHAN AJAR ETNOMATEMATIKA
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis melalui model problem based learning berbantuan bahan ajar etnomatematika. Jenis desain penelitian yang digunakan adalah jenis pre eksperimental dengan model one group pre-test post-test design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IX MTsN 11 Majalengka, pengambilan sampel dilakukan dengan metoda acak kelas dan terpilih satu kelas yang menjadi sampel penelitian yaitu siswa kelas IX-A MTsN 11. Penelitian dilaksanakan selama 6 kali pertemuan yang terdiri dari 1 kali pre-test, 1 kali post-test dan 4 kali proses pembelajaran di kelas. Pelaksanaan penelitian dilaksanakan selama satu bulan yaitu pada bulan Februari 2022. Soal yang diberikan merupakan soal geometri transformasi yang terdiri dari translasi, refleksi, rotasi dan dilatasi. Hasil analisis data maka dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan kemampuan pemecahan masalah sebelum dan sesudah melaksanakan pembelajaran dengan model problem based learning berbantuan bahan ajar etnomatematika
Peran Self-Efficacy dan Kecemasan Statistika dalam Kemampuan Pemecahan Masalah Mahasiswa
Untuk mengoptimalkan kemampuan pemecahan masalah mahasiswa, perlu pemahaman yang baik tentang faktor-faktor yang dapat mempengaruhinya, selain pembelajaran. Namun, adanya inkonsistensi temuan penelitian terdahulu mendorong perlu dilakukan penelitian lebih jauh tentang pengaruh domain afektif, seperti self-efficacy dan kecemasan statistika. Maksud penelitian ini adalah menganalisis pengaruh self-efficacy dan kecemasan statistika terhadap kemampuan pemecahan masalah mahasiswa, baik parsial dan simultan. Riset ini dilakukan dengan metode survei dengan analisis secara kuantitatif. Responden penelitian ini ialah 167 mahasiswa peserta mata kuliah Statistika di salah satu perguruan tinggi di Jawa Tengah yang dipilih secara cluster sampling. Skala self-efficacy dan kecemasan statistika, serta tes kemampuan pemecahan masalah statistika digunakan sebagai instrumen penelitian setelah diuji validitas dan reliabilitasnya. Berdasarkan analisis regresi linear berganda diperoleh temuan, baik secara simultan maupun parsial self-efficacy dan kecemasan statistika berpengaruh pada kemampuan pemecahan masalah mahasiswa dalam statistika. Self-efficacy memberikan pengaruh positif, sementara kecemasan statistika menunjukkan pengaruh negatif terhadap kemampuan tersebut. Dalam penelitian ini, kecemasan statistika menjadi prediktor terkuat untuk menjelaskan terhadap kemampuan pemecahan masalah mahasiswa. Secara parsial, kecemasan statistika memberikan pengaruh sebesar 11,7%, berbanding 2,6% pengaruh self-efficacy terhadap kemampuan pemecahan masalah mereka dalam statistika. Oleh karena itu, sebagai upaya pengembangan kemampuan pemecahan masalah dalam statistika, dosen perlu untuk memperhatikan domain afektif mahasiswa, khususnya self-efficacy dan kecemasan statistika mereka
ANALISIS PENDIDIKAN KARAKTER PADA TOKOH-TOKOH NOVEL LASKAR PELANGI KARYA ANDREA HIRATA: KAJIAN PSIKOLOGI PENDIDIKAN
Pendidikan karakter adalah segala usaha yang dapat untuk memengaruhi karakter peserta didik. Hakikat pembentukan karakter dalam konteks pendidikan Indonesia terletak pada pembentukan nilai-nilai, yaitu pembentukan nilai-nilai luhur yang bersumber dari budaya bangsa Indonesia sendiri, yaitu pengembangan kepribadian bangsa Indonesia dan generasi muda.Karakter bangsa kita seiring dengan berkembangnya zaman semakin tidak bisa dikontrol, banyak sekali kenakalan-kenalan remaja yang dilakukan seperti tawuran, pelecehan seksual, melawan guru, melawan orang tua dan lain-lain. Maka dari itu pendidikan karakter sangat penting untuk bisa dilaksanakan dengan baik di setiap pembelajaran di kelas. Penggunaan sastra dalam pembelajaran di kelas bertujuan untuk memberikan pelajaran tentang pendidikan karakter kepada peserta didik karena dalam sastra berisi tentang kisah hidup masyarakat yang banyak sekali karakter yang baik untuk dipelajari. Novel Laskar Pelangi karya Andrea Hirata salah satu karya yang membahas atau berisi tentang pendidikan karakter yang dapat dipahami peserta didik dalam belajar. Pendekatan yang digunakan dalam kajian yaitu Psikologi Pendidikan dengan metode penelitian deskriptif kualitatif. Hasil penelitian yang telah dianalisis novel Laskar Pelangi memiliki 18 pendidikan karakter yang dapat dipelajari oleh peserta didik diantaranya: religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokrasi, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, persahabatan, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial, tanggung jawab.Kata Kunci: Pendidikan Karakter, Sastra, Novel Character education is any effort that can influence the character of students. The essence of character formation in the context of Indonesian education lies in the formation of values, namely the formation of noble values originating from the culture of the Indonesian nation itself, namely the development of the personality of the Indonesian nation and the younger generation. once juvenile delinquency committed such as brawls, sexual harassment, against teachers, against parents and others. Therefore character education is very important to be carried out properly in every learning in the classroom. The use of literature in classroom learning aims to provide lessons about character education to students because literature contains the life stories of people who have lots of good characters to learn. The novel Laskar Pelangi by Andrea Hirata is one of the works that discusses or contains character education that can be understood by students in learning. The approach used in the study is Educational Psychology with qualitative descriptive research methods. The results of the research that have analyzed the novel Laskar Pelangi have 18 character education that can be learned by students including: religious, honest, tolerance, discipline, hard work, creative, independent, democracy, curiosity, national spirit, love for the homeland, respect for achievement, friendship, love of peace, love to read, care for the environment, care for social, responsibility.Keywords: Character Education, Literature, Nove
REPRESENTASI MUATAN BUDAYA YOGYAKARTA DALAM BAHAN AJAR BIPA: KAJIAN SEMIOTIKA
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan representasi muatan budaya Yogyakarta dalam bahan ajar BIPA (Bahasa Indonesia bagi Penutr Asing). Metode yang digunakan adalah studi pustaka, dengan teknik bac dan catat. Objek material dalam penelitian ini adalah Bahan Pendukung BIPA Menjelajah Kearifan Yogyakarta dan Budaya Jawa: Bahan Ajar Pendukung BIPA Bermuatan Budaya Lokal Daerah Istimewa Yogyakarta yang diterbitkan oleh Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Objek formal dalam penelitian ini adalah pendekatan semiotika dengan teori Piercean. Menurut teori Piercean, untuk merepresentasikan budaya Yogyakarta dalam kedua buku tersebut dapat dilihat berdasarkan tiga hal, yaitu indeks, ikon dan simbol. Data penelitian tersebut, kemudian dikategorikan dalam unsur budaya yang dirumuskan secara universal oleh Koentjaraningrat. Tujuh unsur budaya tersebut adalah sistem religi dan upacara keagamaan; sistem organisasi kemasyarakatan; sistem pengetahuan; bahasa; kesenian; sistem mata pencaharian hidup; dan sistem teknologi dan peralatan hidup. Hasil penelitian menunjukkan budaya Yogyakarta dari kedua bahan ajar belum direpresentasikan secara utuh dalam bentuk ikon dan indeks, sedangkan pada bentuk simbol sudah direpresentasikan secara utuh.Kata kunci: BIPA, Budaya, Semiotik
PEMANFAATAN VARIASI SUMBER KARBOHIDRAT DARI PALAWIJA SEBAGAI ALTERNATIF MEDIA SINTETIK UNTUK PERTUMBUHAN BAKTERI
Media kultur merupakan reagensia yang terdiri dari bahan kimia dan nutrisi, yang digunakan untuk inokulasi atau mengkultur bakteri, jamur dan virus. Penggunaan media sangat penting dalam bidang mikrobiologi untuk proses perbanyakan, isolasi, perhitungan jumlah mikroba, dan pengujian sifat fisik serta biokimia bakteri sehingga bakteri tersebut dapat teridentifikasi. Media kultur harus memiliki sumber karbon, sumber energi dan sumber elemen seperti N,P,K dsb. Tanaman palawija merupakan sumber karbohidrat alami yang memiliki kadar glukosa tinggi, yang mudah diperoleh serta ekonomis. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental dengan menggunakan 4 bahan yaitu singkong, ketela rambat, sukun, dan jagung. Bakteri uji yang digunakan adalah Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Hasil rata-rata perhitungan koloni Escherichia coli pada media singkong yaitu 2,4108 CFU/ml, media ketela rambat 2,2108 CFU/ml, media jagung 2,2108 CFU/ml, dan media sukun 1,9108 CFU/ml. Jumlah koloni Staphylococcus aureus pada media singkong 1,7108 CFU/ml, media ketela rambat 1,5108 CFU/ml, media sukun 1,0108 CFU/ml, dan media jagung 9,7107 CFU/ml
PENGEMBANGAN KREATIVITAS MAHASISWA PENDIDIKAN BIOLOGI DALAM MENCIPTAKAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS VIDEO
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kelayakan media pembelajaran berbasis video yang dikembangkan oleh mahasiswa pada mata kuliah media pembelajaran biologi semester II. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (R&D). Penelitian ini dikembangkan menggunakan acuan model 4D Thiagarajan (1974) dengan beberapa tahapan yaitu meliputi define, design, develop, dan disseminate. Pada penelitian ini hanya menggunakan tiga tahap pengembangan, yaitu define, design, dan develop. Dengan menggunakan teknik analisis kelayakan media pembelajaran video berbasis video dilihat dari hasil uji validasi ahli. Adapun  hasil uji validasi yang didapatkan oleh ahli menunjukkan rata-rata data kelayakan isi (materi) sebesar 75%, dan kelayakan media 83%. Hasil keseluruhan tersebut menunjukkan bahwa media pembelajaran berbasis video layak digunakan sebagai media pembelajaran biologi pada materi cakupan biologi