Jurnal Universitas Majalengka
Not a member yet
2089 research outputs found
Sort by
PERBANDINGAN MAKNA PUISI "PERINGATAN" KARYA WIJI THUKUL DAN PUISI "CAGED BIRD" KARYA MAYA ANGELOU DENGAN PENDEKATAN MIMETIK
Penelitian ini memiliki tujuan yaitu menganalisis perbandingan makna pada puisi Peringatan karya Wiji Thukul dan puisi Caged Bird karya Maya Angelou dengan pendekatan mimetik sastra. Yang mana dalam puisi yang berjudul Peringatan ini berisikan penindasan terhadap rakyat kecil oleh pemerintah dan rakyat kecil ini tidak bisa mengaspirasikan pikirannya karena dianggap rendah dan hak asasi manusianya di rampas. Dengan adanya permasalahan tersebut, Wiji Thukul yang berani mengeluarkan aspirasi masyarakat kecil ke dalam sebuah karya sastranya yaitu puisi. Sedangkan puisi Caged Bird karya Maya Angelou ini berisikan tentang rasisme terhadap orang berkulit hitam oleh oleh berkulit putih, orang berkulit putih menganggap orang yang berkulit hitam tidak sepadan dengan orang yang berkulit putih dan dikucilkan. Dengan begitu, si Maya Angelou juga termasuk orang berkulit hitam dan tidak terima jika di rendahkan begitu saja dan tidak memiliki hak yang sama dengan orang berkulit putih. Dengan adanya permasalahan tersebut, Maya juga membuat puisi yang berisikan penyindiran terhadap ketidakadilan yang dirasakan oleh orang berkulit hitam. Yang intinya kedua puisi tersebut sama-sama meminta keadilan dalam kehidupannya, dan kedua judul puisi tersebut juga akan dikaji dengan pendekatan mimetik sastra yang menitik beratkan kajiannya terhadap hubungan karya sastra dengan kenyataan di luar sastra.Kata Kunci: puisi, wiji thukul, maya angelou, pendekatan mimetik  The purpose of this study is to analyze the comparison of meanings in the memorial poem by Wiji Thukul and the Caged Bird poem by Maya Angelou with a literary mimetic approach. Which in the poem entitled warning contains the oppression of the small people by the government and these small people cannot aspire to their thoughts because they are considered low and their human rights are taken away. With these problems, Wiji Thukul who dared to express the aspirations of the small community into a literary work, namely poetry. While Maya Angelou's Caged Bird poem is about racism against black people by white people, white people think that black people are not commensurate with white people and are ostracized. That way, Maya Angelou is also a black person and doesn't accept being humiliated and doesn't have the same rights as white people. With these problems, Maya also wrote a poem that contained satire on the injustice felt by black people. The point is that the two poems both ask for justice in their lives, and the two titles of the poems will also be studied with a literary mimetic approach that focuses on the study of the relationship between literary works and realities outside of literature.Keywords: poetry, wiji thukul, maya angelou, mimetic approac
ANALISIS NARATIF TERHADAP ALUR DAN PENOKOHAN DALAM CERPEN "KADO ISTIMEWA" KARYA SUWADJI SEBAGAI ALTERNATIF BAHAN AJAR BAHASA INDONESIA KELAS XI
Cerpen merupakan karya sastra berbentuk prosa yang berisi cerita ringkas, karena ceritanya ringkas cerpen dapat dibaca dalam waktu 15 menit saja.  Berdasarkan data yang ditemukan, dalam pembelajaran cepen peserta diidik kesulitan menentukan alur dan penokohan. Penelitian ini bertujun untuk menganalisis unsur alur dan penokohan dalam cerpen Kado Istimewa karya Suwadji, sekaligus mengetahui kebermanfaatannya sebagai alternatif bahan ajar pada peserta didik kelas XI. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam analisis alur, cerpen Kado Istimewa karya Suwadji memuat orientasi, komplikasi, pencapaian konflik, puncak konflik, resolusi dan koda. Selain itu juga, memuat kaidah plausibilitas, suspen, surprise, dan kepaduan. Cerpen ini beralur progresif, berjumlah tunggal, dan bersifat padat, dan dalam analisis penokohan, Berdasarkan peran terdapat 2 tokoh utama, 1 tokoh bawahan, 5 tokoh tambahan. Berdasarkan fungsi penampilan, semua tokoh (8 tokoh) merupakan protagonis. Berdasarkan perwatakan, semua tokoh berwatak sederhana, dan berdasarkan berkembang atau tidaknya, semua tokoh adalah statis. Kemudian, semua tokoh dalam cerpen ini dilukiskan secara dramatik. Selanjutnya, cerpen ini dapat dijadikan sebgai alternatif pemilihan bahan ajar bahasa Indonesia di kelas XI, bahan ajar yang dibuat berdasarkan pada karakter dan kelayakan bahan ajar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Data dalam penelitian bukan berupa angka, melainkan narasi atau deskripsi. Sumber data dalam penelitian ini yaitu kumpulan cerpen Kado Istimewa karya Suwadji yang diterbitkan oleh Telaga Ilmu dan buku penunjang lainnya. Prosedur pengumpulan data dilakukan melalui telaah pustaka, wawancara, dokumentasi dan analisis.                Kata Kunci: Analisis, cerpen, alur, penokohan, bahan aja
MISREPRESENTASI AKTOR PEREMPUAN PADA SURAT KABAR JAWA POS
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan ketidakbenaran penggambaran aktor perempuan yang ada pada wacana media Jawa Pos. Sumber data menggunakan dua wacana sebagai bahan perbandingan dalam merepresentasikan aktor perempuan, yang pertama yaitu surat kabar dari redaksi Jawa Pos berjudul Marahi Suami Mabuk, Perempuan Dituntut 1 Tahun Penjara, Ini Kata Pakar sebagi pihak yang memojokkan aktor perempuan. Kedua yaitu surat kabar dari redaksi Detik berujudul Minta Keadilan, Valencya: Masih Layakkah Saya Dijadikan Narapidana sebagai pihak yang membela aktor perempuan. Penelitian ini menggunakan metode analisis isi kualitatif yaitu metode yang biasa digunakan untuk memahami pesan simbolik dari suatu wacana atau teks, dalam hal ini ialah teks-teks berita. Dengan menggunakan pendekatan analisis wacana kritis yang berfokus pada teori Teun van Dijk, yang menggambarkan tiga aspek yaitu struktur makro, super struktur dan struktur mikro. Tahap-tahap yang dilakukan dalam penelitian ini, diantaranya (a) mencari dua sumber data berupa wacana media yang pro dan kontra terhadap aktor perempuan, (b) membaca dan memahami dua sumber data yang diperoleh, (c) melakukan analisis teks berdasarkan teori Teun van Dijk pada dua wacana media yang bersumber dari surat kabar rekadsi Jawa Pos dan surat kabar redaksi Detik, dan (d) pemaparan misrepresentasi atau ketidakbenaran penggambaran aktor perempuan yang ada pada wacana media Jawa Pos. Hasil penelitian ini adalah ditemukan bahwa redaksi Jawa Pos dalam memberitakan kasus ini cenderung melakukan supremasi hukum—upaya menegakkan dan memosisikan hukum pada tingkatan tertinggi—pada wacana beritanya dengan cara melakukan misrepresentasi terhadap aktor perempuan.Kata kunci: analisis wacana kritis, wacana media, Jawa Pos.  This study aims to explain the untruth of the depiction of female actors in the Jawa Pos media discourse. The data source uses two discourses as comparison material in representing female actors, the first is a newspaper from the Jawa Pos editorial team entitled Marahi Husband Drunk, Woman Sueded for 1 Year in Prison, This is the Expert's Word as a party that corners female actors. The second is a newspaper from Detik's editor with the title Request for Justice, Valencya: Is it still worthy of me to be made a prisoner as a party defending female actors. This study uses a qualitative content analysis method, which is a method commonly used to understand the symbolic message of a discourse or text, in this case news texts. By using a critical discourse analysis approach that focuses on Teun van Dijk's theory, which describes three aspects, namely macro structure, super structure and micro structure. The stages carried out in this research include (a) looking for two sources of data in the form of media discourses that are pro and contra towards female actors, (b) reading and understanding the two sources of data obtained, (c) conducting text analysis based on the theory of Teun van Dijk on two media discourses sourced from the Jawa Pos newspaper and the Detik editorial newspaper, and (d) the presentation of misrepresentations or untruths in the depiction of women actors in the Jawa Pos media discourse. The results of this study were found that the Jawa Pos editor in reporting this case tended to carry out the rule of law—an effort to enforce and position the law at the highest level—in its news discourse by misrepresenting women actors. Keywords: critical discourse analysis, media discourse, Jawa Pos
Implementasi Merdeka Belajar Melalui Program Kampus Mengajar 2 Di Sekolah Dasar
Kampus Mengajar adalah salah satu dari program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang diinisiasi oleh Kementerian Pendidikan Nasional yang  momentum pelaksanaannya dimulai pada Februari 2021, dikenal sebagai Kampus Mengajar Perintis atau KM 1. Pemerintah sangat berbesar harapan bahwa dengan program ini akan dapat meningkatkan kompetensi soft skill dan hard skill dari lulusan perguruan tinggi secara signifikan, serta relevan dengan kemajuan teknologi dan kebutuhan dunia pendidikan saat sekarang. Duta Kampus Mengajar 2 (KM 2) yang ditempatkan di Sekolah Dasar Negeri No 15 Segedong, terdiri dari 4 mahasiswa yang berasal dari 3 perguruan tinggi berbeda, dan dengan berbagai latar belakang program studi, diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan pembelajaran di sekolah tersebut meskipun dalam segala keterbatasan karena pandemi Covid 19. Penelitian ini bersifat kualitatif deskriptif, dengan mengumpulkan data dari siswa SD di beberapa kelas yang dikelola oleh tim KM2, orangtua siswa, guru dan tendik serta kepala sekolah. Data yang diperoleh selanjutnya diolah dengan menguraikan gambaran secara terstruktur implementasi dari program kampus mengajar ini oleh tim KM 2 meliputi kegiatan proses pembelajaran, adaptasi teknologi dan pembenahan administrasi sekolah. Dari evaluasi yang dilakukan di pertengahan dan akhir kegiatan menunjukkan bahwa tim KM 2 di sekolah tersebut telah melaksanakan rangkaian kewajiban yang ditugaskan
IMPLEMENTASI PEMAJUAN BUDAYA TAKBENDA DI DINAS PARIWISATA DAN KEBUDAYAAN KABUPATEN MAJALENGKA
ABSTRAK  Penelitian yang penulis lakukan dilandasi dngan menariknya kebudayaan yang tidak begitu difahami masyarakat, sehingga mencoba untuk menguoas hal tersebut melalui penelitian ilmiah berjudul, “IMPLEMENTASI PEMAJUAN BUDAYA TAK BENDA DI DINAS PARIWISATA DAN KEBUDAYAANKABUPATEN MAJALENGKAâ€. Permasalahan dalam penelitian ini adalah belum optimalnya implementasi pemajuan budaya tak benda di Kabupaten Majalengka. Masih banyaknya masyarakat yang tidak memahami pemajuan budaya tak benda. Kurangnya sumber daya baik sumber daya manusia maupun fasilitas yang mendukung pemajuan budaya tak benda.Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode kualitatif deskriptif dan teori implementasi dari George C. Edward III. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, studi pustaka, dan dokumentasi. Teknik analisis data dengan tiga tahapan, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukan dalam implementasi pemajuan budaya tak benda di Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Majalengka sudah dilakukan sesuai dengan amanat undang-undang. Namun dalam kenyataannya masih banyak masyarakat yang tidak mengetahui kebudayaannya. Selain itu kurangnya jumlah SDM, minimnya regenerasi, dan kurangnya fasilitas pendukung pemajuan budaya tak benda menjadi hambatan dalam proses pemajuanbudaya tak benda untuk dilaksanakan dengan optimal. Kata kunci: implementasi, kebijakan, pemajuan budaya tak bend
ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIS SISWA SMK PADA MATERI PERBANDINGAN TRIGONOMETRI
ABSTRAKSalah satu tujuan yang ingin dicapai dalam kurikulum 2013 adalah membentuk generasi yang memiliki kemampuan berpikir kritis. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat kemampuan berpikir kritis matematis siswa kelas XI SMK Texmaco Karawang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Sampel penelitian adalah siswa kelas XI Teknik Elektronik Industri 3 sebanyak 38 siswa yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan soal tes berbentuk uraian materi perbandingan Trigonometri sebanyak 4 butir dengan teknik analisis data menggunakan teknik statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kemampuan berpikir kritis matematis peserta didik sebesar 44,06% dan masuk pada kategori sedang. Hal ini dibuktikan dengan adanya hasil dari data kemampuan berpikir kritis matematis,dimana pada indikator Mengidentifikasi sebesar 39,69% dikategorikan rendah, indikator menghubungkan sebesar 36,18% dikategorikan rendah, indikator Menganalisis sebesar 46,05% dikategorikan sedang, indikator memecahkan masalah sebesar 44,08% dikategorikan sedang dan indikator mengevaluasi sebesar 54,28% dikategorikan sedang. Hal tersebut mungkin saja terjadi karena siswa sulit menyesuaikan diri dengan kegiatan belajar aktif yang dapat mengembangkan kemampuan dalam berpikir siswa. Hasil penelitian ini merepresentasikan terkait kemampuan berpikir kritis yang dimiliki oleh siswa, khususnya siswa di SMK Texmaco Karawang. Dengan hal ini, diharapkan para pendidik dapat lebih inovatif dalam mendesain dan mengembangkan instrumen pembelajaran sehingga hal tersebut dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa.Kata kunci : Kemampuan Berpikir Kritis Matematis, Perbandingam Trigonometri, Sekola Menengah Kejuruan
EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA BAGI MAHASISWA UNTUK MENGHINDARI UJARAN KEBENCIAN DI SOSIAL MEDIA DALAM UPAYA MENDUKUNG SDGS GOALS QUALITY EDUCATION
Masalah utama dalam penelitian ini ialah maraknya ujaran kebencian di media sosial serta minimnya pemanfaatan materi ajar bagi kalangan pendidik. Ujaran kebencian merupakan fenomena kebahasaan yang bertolak belakang dengan konsep kesantunan berbahasa sebagai indikator kecerdasan linguistik dan etika berkomunikasi. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif. Tahap Pertama yakni pengumpulan data. Tahap kedua, mengidentifikasi objek penelitian. Selanjutnya data tersebut dianalisis. Kemudian mengkajinya dengan menggunakan prinsip kesantunan berbahasa. Pengkajian tersebut akan memberikan keputusan tentang hasil kajian yang dikembangkan untuk diterapkan di perguruan tinggi secara luas. Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) Mengidentifikasi bentuk-bentuk ujaran kebencian pada sosial media IG; (2) merancang dan membuat bahan ajar tentang prinsip kesantunan berbahasa; (2) menghasilkan rencana persiapan pembelajaran, berisi materi kesantunan berbahasa(3) menjelaskan dampak dari implementasi materi kesantunan berbahasa dalam menghindari ujaran kebencian di sosial media. Target khusus yang dicapai adalah menghasilkan RPP. Tujuan jangka panjang penelitian adalah RPP, buku ajar, ini mampu digunakan oleh dosen dan mahasiswa sebagai bahan ajar di masa yang akan datang. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dihasilkan beberapa ujaran kebencian pada teks media sosial instagram terdapat jenis bentuk ujaran kebencian, yakni: bentuk penghinaan, pencemaran nama baik, memprovokasi, perbuatan yang tidak menyenangkan, menghasut dan penistaan, kemudian teori bahasa pragmatik, maka strategi yang digunakan untuk menghindarkan mahasiswa sebagai objek dalam penelitian ini maka peneliti menggunakan teori kesantunan berbahasa sebagai materi ajar di perguruan tinggi sehingga mencapai efektivitas yang signifikan terhadap mahasiswa agar mereka dapat menghindari ujaran-kebencia
NILAI KARAKTER DALAM NOVEL RANGGALAWE SANG PENAKLUK MONGOL KARYA MAKINUDDIN SAMIN SEBAGAI BAHAN AJAR
Karya sastra novel menjadi media penyampaian hati yang dirancang dengan proses kreatif dan dituangkan dengan proses kreatif pula oleh penulisnya. Sebuah novel akan mewakili isi hati, pendidikan yang dicapai atau ideologi dan keyakinan agama dari seorang penulis untuk dapat mempengaruhi pembaca dengan berharap peserta didik akan menjadi lebih baik. Tokoh-tokoh yang dimainkan oleh penulis dalam cerita novelnya merupakan alat bagi penulis menggambarkan karakter yang teladan. Sehingga dalam kepungan zaman yang semakin mempengaruhi nilai moral dan karakter manusia, karya sastra novel hadir untuk melunakkan peserta didik melalui kegiatan membaca sastra di dalam kelas-kelas yang dibimbing tenaga pendidiknya langsung. Novel Ranggalawe Sang Penakluk Mongol karya: Makinuddin Samin, salah satu karya sastra yang bernilai, dengan alur cerita dan penokahan yang dibawakan para tokohnya menjadikan novel ini penuh keteladanan bagi pembaca yang menikmatinya. Tema Sejarah dan keyakinan para tokoh yang penuh dengan nilai religius menjadikan hasil penelitian ini sangat benilai karakter guna diteladani peserta didik. Pendekatan yang digunakan menggunakan Kritik Sastra dan Peranan Karya Sastra dalam Pendidikan Karakter dengan metode penelitian deskriptif kualitatif. Melalui resensi novel yang terbentuk dari hasil analisis 10 Nilai Pendidikan Karakter peneliti dapat menyampaikan nilai-nilai teladan kepada peserta didik sebagai pijakan karakter yang kuat dengan wujud bahan ajar.Kata kunci: novel, ranggalawe sang penakluk mongol, kritik sastra, peranan sastra, nilai pendidikan karakter Novel literature is a medium for conveying the message which is designed with a creative process and poured with a creative process too by the author. A novel will represent the contents of the heart, ideology and religious beliefs of an author to be able to influence the reader with the hope that it will be better for the student. The characters played by the author in his novel are a tool for the author to describe an exemplary character. So that in the pressure of the times that increasingly affect moral values and human character, literary novels are here to soften the students with literary reading in classes that are directly guided by their educators. The novel Ranggalawe Sang Penakluk Mongol by Makinuddin Samin is one of the most valuable literary works, with the storyline and characterizations brought by the characters, making this novel full of role models for readers who enjoy this novel. The historical theme and the beliefs of the figures who are full of religious values make the results of this research very valuable with characterization for students to emulate. The approach used is Literary Criticism and the Role of Literary Works in Character Education with qualitative descriptive research methods. Through a novel review formed from the analysis of 10 Character Education Values, the researcher can convey exemplary values to students as a strong character reference in the form of teaching materials.Keywords: novel, Ranggalawe Sang Penakluk Mongol, literary criticism, the role of literature, the value of character educatio
PROBLEMATIKA BAHASA INDONESIA YANG KURANG DIMINATI OLEH PESERTA DIDIK
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan beberapa permasalahan yang menjadikan mata pelajaran Bahasa Indonesia kurang diminati oleh peserta didik dan bagaimana solusinya. penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data ini dengan membaca berulang-ulang dan mencatatnya. Hasil dari penelitian ini adalah, faktor permasalahan pembelajaran yang berasal dari dalam diri peserta didik sendiri, yaitu peserta didik yang malas dalam belajar, asik dengan dirinya sendiri dan temannya, serta tidak memperhatikan penjelasan pendidik. Faktor yang berasal dari lingkungan sekolah meliputi kurangnya fasilitas yang mendukung peserta didik dalam pembelajaran, serta kurangnya bimbingan tambahan secara intens terhadap peserta didik. Ditemukan solusi dari permasalahan tersebut, yang pertama yaitu solusi pendidik terhadap karakter peserta didik dan solusi sarana. Kata kunci: problematika, pembelajaran, bahasa Indonesia, sastra Abstract The purpose of this study is to describe some of the problems that make Indonesian subjects less attractive to students and how to solve them. This study used descriptive qualitative method. This data collection technique is by reading it over and over again and taking notes. The results of this study are learning problem factors that come from within the students themselves, namely students who are lazy in learning, busy with themselves and their friends, and do not pay attention to the teacher's explanation. Factors originating from the school environment include the lack of facilities that support students in learning, as well as the lack of additional intensive guidance for students. Solutions to these problems were found, the first of which was the educator's solution to the character of the students and the facility solution. Keywords: problematic, learning, Indonesian language, literatur
CONFLICT PRECEPTION PROS AND CONS OF MULTICULTURALISME EDUCATION IN INDONESIA
In addition, there is also a diversity of religions such as Islam, Christianity, Protestantism, Hinduism, Buddhism and various other beliefs. This diversity is also a form of pluralism and is a real form as part of multiculturalism. The plurality that exists in Indonesia is one of the characteristics of Indonesian society that we can be proud of. However, pluralism holds the potential for conflicts that can threaten the life of the nation and stateThis study aims to analyze multiculturalism and multicultural education in general, then will be presented in broad outline, regarding the views of the pros and cons who emerged as a reaction response to the concept of multiculturalism and the concept of multicultural education. This type of research is literature (Library Research) is research by collecting data that have relevance to the issues discussed, whether it comes from books or other written sources (papers, articles, journals or research reports). Data collection techniques conducted in this research is the determination of the issues discussed, digging information according to problems and data analysis. The result of this research can be concluded that (1) Multiculturalism is as a understanding and multicultural education is dimension of praxis of multiculturalism, (2) Implementation of multicultural education in Indonesia has not been done as expected because this discourse is relatively new and is still a matter of debate between leaders and experts. So this concept is new in the on going process and will continue to be tested in the field, (3) Differences in the opinion of multicultural education is due to various matters, especially related to the issue of beliefs and attitudes that are exclusive of the adherents, causing conflic