Jurnal Universitas Majalengka
Not a member yet
2089 research outputs found
Sort by
Pendekatan Open Ended Untuk Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa Sekolah Dasar
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kemampuan pemecahan masalah matematika di sekolah dasar masih belum optimal pada kenyataannya pembelajaran matematika di Indonesia masih belum memberikan hasil yang memuaskan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran dari pendekatan open ended untuk kemampuan pemecahan masalah siswa sekolah dasar. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Systematic Literature Review (SLR) dengan mengidentifikasi, menilai, dan menginterprestasi seluruh temuan-temuan pada suatu penelitian untuk menjawab pertanyaan penelitian (research question) yang telah ditetapkan sebelumnya. Dalam penelitian ini mengkaji 13 artikel hasil akhir screening berdasarkan kriteria inklusi, terdapat 4 jurnal menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas, 4 jurnal menggunakan metode penelitian eksperimen semu, 2 jurnal menggunakan metode penelitian eksperimen, 2 jurnal menggunakan metode penelitian kuasi eksperimen, dan 1 jurnal menggunakan metode penelitian kualitatif. Berdasarkan dari analisis 13 bahan kajian, hasil pada penerapan pendekatan open ended siswa sekolah dasar meningkat pada setiap siklusnya. Hal ini dapat dilihat selisih antara hasil penerapan pendekatan open ended pada kelas tinggi dan rendah yaitu pada siklus I sebesar 23%, siklus II sebesar 5%, dan siklus III sebesar 1,1%. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan pendekatan open ended dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa sekolah dasar
PELAKSANAAN KOORDINASI OLEH KEPALA DESA DALAM UPAYA MENCAPAI EFEKTIVITAS PENYUSUNAN PROGRAM PEMBANGUNAN DI DESA CICADAS KECAMATAN JATIWANGI KABUPATEN MAJALENGKA
ABSTRAK Penelitian ini berjudul Pelaksanaan koordinasi oleh Kepala Desa dalam upaya mencapai efektivitas penyusunan Program Pembangunan di Desa Cicadas Kecamatan Jatiwangi Kabupaten Majalengka†penulis melaksanakan penelitian untuk mengetahui sampai sejauhmana pelaksanaan koordinasi oleh Kepala Desa dan bagaimana hubungannya terhadap efektivitas penyusunan Program Pembangunan di Desa Cicadas Kecamatan Jatiwangi Kabupaten Majalengka.Berdasarkan pengamatan penulis selama penelitian di Kantor Kepala Desa Cicadas Kecamatan Jatiwangi, ternyata efektivitas penyusunan program pembangunan di Desa tersebut masih belum efektif,diduga permasalahan tersebut terjadi akibat Kepala Desa belum melaksanakan koordinasi secara optimal, khususnya dalam penerapan prinsip-prinsip koordinasi.Setelah dilakukan penelitian dengan menggunakan metode gabungan antara metode kualitatif dan metode kuantitatif (mix methode), dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, angket serta mengolah dan menilai jawaban angket, baik dengan analisis data kualitatif dan analisis data kuantitatif dari populasi sebanyak 85 responden diambil sampel sebanyak 70 orang responden dengan menggunakan teknik Stratifikasi Random Sampling diperoleh hasil sebagai berikut : Melalui analisis data kualitatif diketahui bahwa Kepala Desa belum optimal dalam menerapkan prinsip-prinsip koordinasi karena baru mencapai 60,8% dengan predikat Cukup Baik, dan berpengaruh terhadap efektivitas penyusunan program pembangunan yang baru mencapai 59,5% dengan predikat Cukup Baik. Melalui analisis data kuantitatif mengenai nilai rata-rata angka keseluruhan tiap responden diketahui baru mencapai 64,4% dengan predikat Cukup Baik. Kepala Desa menemui beberapa hambatan dalam menerapkan prinsip-prinsip koordinasi. Kepala Desa telah mengatasi hambatan-hambatan tersebut dengan berbagai upaya.Dengan demikian hipotesis yang penulis ajukan : “Jika pelaksanaan koordinasi oleh Kepala Desa berdasarkan prinsip-prinsip Koordinasi, maka efektivitas penyusunan program pembangunan di Desa Cicadas Kecamatan Jatiwangi Kabupaten Majalengka tercapaiâ€, teruji dan dapat diterima
ANALISIS KEPRAKTISAN ISI BOOKLET TENTANG KEANEKARAGAMAN JENIS POHON DI KAWASAN MANGROVE DESA BERINGIN KENCANA SEBAGAI BAHAN PENGAYAAN MATERI KEANEKARAGAMAN HAYATI SMA
Kajian obyek makhluk hidup dapat diimplementasikan menjadi bahan ajar atau media pembelajaran. Sumber belajar efektif dapat berasal dari lingkungan belajar yang berpusat pada peserta didik karena erat kaitannya dengan kehidupan sehari-hari. Biologi merupakan mata pelajaran yang mempelajari berbagai makhluk hidup termasuk diantaranya yaitu beranekaragam tumbuhan. Kalimantan Selatan merupakan salah satu wilayah di Indonesia yang memiliki keanekragaman hayati tumbuhan melimpah. Kajian tumbuhan tersebut dapat di jadikan sebagai sumber belajar yang dimuat dalam bahan ajar berupa booklet. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan analisis kepraktisan booklet tentang keanekaragaman jenis pohon di kawasan mangrove desa beringin kencana sebagai bahan pengayaan materi keanekaragaman hayati SMA. Subyek Uji Kepraktisan terdiri atas 12 orang peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa booklet tentang keanekaragaman jenis pohon di kawasan mangrove desa beringin kencana sebagai bahan pengayaan materi keanekaragaman hayati SMA. yang dikembangkan memperoleh skor sebesar 78.81% dengan kategori sangat baik. Hal ini menunjukkan bahan ajar yang dikembangkan sangat praktis untuk digunakan
ANALISIS PENGGUNAAN APLIKASI WAYANG SUKURAGA SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN UNTUK MENUMBUHKAN KARAKTER SISWA SEKOLAH DASAR
Tujuan penelitian ini untuk menganalisa penggunaan aplikasi wayang sukuraga sebagai media pembelajaran siswa sekolah dasar. Selain mudah digunakan, aplikasi ini terdiri dari konten pengetahuan, quiz, simulasi dan info agar siswa yang menggunakannya mengetahui wayang sukuraga secara mendalam. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, yang  dilaksanakan di  satu sekolah Dasar Negri Kota Sukabumi yang sudah menggunakan aplikasi wayang sukuraga. Jumlah responden dalam penelitian adalah 25 orang terdiri dari 6 guru, 1 kepala sekolah dan 18 siswa dan 2 perwakilan Komite Sekolah.  Data penelitian ini berupa deskripsi mendalam atas aktivitas subjek berdasarkan perspektif subjek, melalui wawancara dan forum group diskusi. Wawancara mendalam diberikan kepada guru dan siswa, dilakukan dalam rentang waktu 45 menit sebelum dan sesudah pembelajaran di kelas. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa penggunaan aplikasi wayang Sukuraga dapat mengembangkan  karakter siswa terutama dalam karakter toleransi dan tanggung jawab. Toleransi siswa lebih berkembang, terlihat dari sikap menghargai perbedaan agama, suku, kebiasaan, dan perbedaan pendapat. Sikap tanggung jawab untuk menggunakan lebih berkembang seperti bertanggung jawab akan tugasnya dalam mengerjakan pekerjaan rumah, bertanggung jawab dalam menjalankan perintah guru dan bertanggung jawab menjaga panca inderanya dengan melakukan kegiatan yang berguna
ANALISIS PENERAPAN PEMBELAJARAN HYBRID PADA KETERAMPILAN LITERASI DIGITAL DI SEKOLAH DASAR
Tujuan dari penelitian ini untuk dapat mendeskripsikan sebuah proses pembelajaran Hybrid learning di sekolah dasar khususnya pada siswa kelas 6 dalam mempelajari pembelajaran tematik secara lebih detail. Penerapan Hybrid Learning dalam pembelajaran menjadi salah satu daya tarik bagi siswa SD untuk meningkatkan kemampuan literasi digitalnya. Selain itu peneliti juga ingin melihat kemampuan literasi digital saat mengikuti kelas Hybrid. Metode penelitian yang di gunakan adalah kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan observasi terhadap empat belas orang yang terdiri dari orang tua, siswa, guru kelas, dan kepala sekolah. Data yang telah diperoleh kemudian dianalisis dan triangulasi. Selain itu dilakukan observasi terhadap guru-guru ketika mereka melakukan proses pembelajaran Hybrid kepada siswa. Hasilnya menunjukan bahwa pembelajaran Hybrid dapat dilaksanakan di sekolah dasar melalui pembagian kelompok online learning dan face-to-face learning. Kelompok online learning adalah kelompok yang melakukan pembelajaran dari rumah sedangkan kelompok face-to-face adalah kelompok yang langsung melaksanakan pembelajaran di kelas. Kelas Hybrid juga dapat meningkatkan literasi digital siswa dalam domain afektif, kognitif dan psikomotorik. Penelitian ini berimplikasi terhadap penelitian yang bertujuan untuk dapat mempublikasikan kemampuan literasi digital siswa sekolah dasar
ANALISIS PEMAHAMAN MAHASISWA PGSD UPI CIBIRU TERHADAP MATA KULIAH PEMBELAJARAN PKn DI SEKOLAH DASAR
Pembelajaran PKn di SD merupakan salah satu mata kuliah yang tengah ditempuh mahasiswa PGSD semester 3 di Universitas Pendidikan Indonesia Kampus Cibiru. Sebagai seorang calon guru tentunya harus menunjukkan penguasaan dan pemahamannya terhadap pembelajaran PKn di SD. Oleh sebab itu penelitian ini bertujuan menganalisa seberapa jauh pemahaman dan esensi yang didapat mahasiswa dari perkuliahan pembelajaran PKn di SD. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan model pendekatan induktif yaitu mengumpulkan data melalui hasil survey yang telah disebarkan kepada 40 responden Mahasiswa PGSD Universitas Pendidikan Indonesia Kampus Cibiru. Dalam melaksanakan survei, peneliti menggunakan kuisioner online yang memuat rumusan pertanyaan dari hasil literasi berbagai sumber terkait pembelajaran PKn di SD. Setelah mengumpulkan jawaban responden, peneliti masuk kedalam tahap mengolah data dengan mengelompokkan jawaban tersebut ke dalam beberapa kategori yaitu kategori pertama memiliki pemahaman yang kurang, kategori kedua memiliki pemahaman yang cukup dan kategori ketiga memiliki pemahaman yang tinggi. Hasil penelitian menunjukan bahwa mahasiswa PGSD UPI Cibiru telah memiliki dasar pemahaman yang cukup baik terlihat dari jawaban yang diberikan mengenai pengetahuan dasar pembelajaran PKN di SD, materi yang terdapat dalam pembelajaran PKN di SD, kemampuan yang harus dimiliki dalam mengajarkan pembelajaran PKn di SD, pemahaman terkait esensi perkuliahan pembelajaran PKn di SD serta telah menyadari bahwa perkuliahan tersebut sangat penting bagi mahasiswa PGSD UPI Cibiru. Melalui penelitian ini diharapkan dapat berimplikasi terhadap perkuliahan pembelajaran PKn di SD baik bagi mahasiswa dan dosen pengampu
ANALISIS FRAMING PADA BERITA FADLI ZON DAN PRABOWO DALAM TRIBUN NEWS DAN DETIK NEWS
Fadli Zon ditegur oleh ketua partai Gerindra yaitu Prabowo Subianto karena telah mengkritik Presiden Republik Indonesia Joko Widodo tentang banjir di sintang, Kalimantan barat. Hal ini menjadi topik pemberitaan dibanyak media. Salah duanya adalah Tribun News dan detik news. Dalam dua media tersebut, terdapat kejanggalan yang terlihat ketika menuliskan berita tentang Fadli Zon ditegur oleh Prabowo Subianto. Tribun News dan Detik news mengalami perbedaan dalam menuliskan berita tentang Fadli Zon ditegur oleh Prabowo Subianto. Untuk menganalisis framing dari berita Fadli Zon ditegur oleh Prabowo Subianto dalam media Tribun News dan detik news. Analisis framing ini memakai model Zhongdang Pan dan Kosicki. Pendekatan kualitatif digunakan dalam penelitian ini. Objek penelitian ini adalah berita tentang Fadli Zon ditegur oleh Prabowo Subianto dalam media online Tribun News dan Detik news. Sumber data pada penelitian ini yaitu sumber tertulis dari berita tentang Fadli Zon ditegur oleh Prabowo Subianto dalam media online Tribun News dan Detik news. Tribun News ingin menunjukan kepada khalayak bahwa Fadli Zon sudah tidak aktif di twitter sehabis ditegur Prabowo, dan Tribun News menjelaskan alasan Prabowo tegur Fadli Zon karena menyindir Presiden Jokowi soal banjir Sintang dan tidak ada maksud lain. Detik ingin menunjukan kepada khalayak bahwa alasan Prabowo menegur Fadli Zon bukan hanya karena Fadli Zon menyindir Presiden Jokowi soal banjir Sintang.Kata kunci: framing, Tribun News, detik newsFadli Zon was reprimanded by the chairman of the Gerindra party, Prabowo Subianto, for criticizing the President of the Republic of Indonesia, Joko Widodo, about the floods in Sintang, West Kalimantan. This has become a topic of coverage in many media. One of them is the news Tribun Newse and detik news. In the two media, there were discrepancies that were seen when writing the news about Fadli Zon being reprimanded by Prabowo Subianto. Tribun News and Detik news experienced differences in writing news about Fadli Zon being reprimanded by Prabowo Subianto. To analyze the framing of the news, Prabowo Subianto reprimanded Fadli Zon in the news Tribun Newse and detik news media. This framing analysis uses the Zhongdang Pan and Kosicki models. A qualitative approach is used in this study. The object of this research is the news about Fadli Zon being reprimanded by Prabowo Subianto in the online media Tribun News and Detik news. The data source in this study is a written source of news about Fadli Zon being reprimanded by Prabowo Subianto in the online media Tribun News and Detik news. The Tribun Newse wants to show the public that Fadli Zon is no longer active on Twitter after being reprimanded by Prabowo, and the Tribun Newse explains the reason Prabowo reprimanded Fadli Zon for insinuating President Jokowi about the Sintang flood and for no other purpose. Detik wants to show the public that the reason Prabowo reprimanded Fadli Zon was not only because Fadli Zon satirized President Jokowi about the Sintang flood. But there is another meaning.Keywords: framing, Tribun News, detik new
KEEFEKTIFAN ALAT PENILAIAN MEMBACA PEMAHAMAN BERBANTUAN APLIKASI TESTMOZ
Salah satu dampak revolusi industri 4.0 dalam bidang pendidikan yaitu proses penilaian yang memanfaatkan media ICT. Penilaian memiliki posisi yang strategis dalam usaha peningkatan kualitas pembelajaran dan lulusan pendidikan pada tiap jenjang sekolah. Tujuan penelitian ini yaitu mendeskripsikan keefektifan alat penilaian membaca pemahaman berbantuan aplikasi testmoz pada siswa SMK. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Instrumen yang digunakan tes dan nontes berupa angket, validasi ahli serta populasi sampel sebanyak 100 siswa SMK kelas XI. Berdasarkan hasil pengolahan uji coba soal bahwa 30 soal membaca pemahaman layak digunakan untuk siswa kelas XI, dengan validasi ahli baik, serta realibilitas sangat tinggi, dan tingkat kesukaran proporsional. Sementara, dari hasil angket diperoleh nilai rata-rata 73%. Dengan demikian dapat disimpulkan penggunaan aplikasi testmoz memberikan suasana baru dalam ujian, serta 30 soal membaca pemahaman sudah sesuai dengan indikator membaca pemahaman dan efektif digunakan sebagai alat penilaian untuk membaca pemahaman.Kata Kunci: alat penilaian, membaca pemahaman, aplikasi testmo
Penggunaan Media Audio Visual Dengan Pelaksanaan Tatap Muka Terbatas Untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPS Di Sekolah Dasar
Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan fokus masalah tentang penerapan penggunaan media audio visual pada pembelajaran tatap muka terbatas di Sekolah Dasar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar peserta didik dengan audio visual pada pembelajaran IPS kelas V Sekolah Dasar pada pembelajaran tatap muka terbatas. Metode penelitian menggunakan Penelitian Tindakan Kelas, penelitian dilaksanakan di SD Negeri Kasatriyan Kelas V dengan jumlah peserta didik 14 yang terdiri atas 9 laki-laki dan 5 perempuan. Teknik pengumpulan data berupa tes dan non tes. Instrumen pengumpulan data meliputi tes pilihan ganda, observasi, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa siklus I menunjukkan peningkatan hasil belajar peserta didik yang tuntas sebesar 64,28%. Begitu juga pada siklus II peserta didik mencapai ketuntasan dalam pembelajaran IPS meningkat sebesar 92,86%. Hal ini dapat disimpulkan bahwa penerapan media audio visual pada pembelajaran IPS kelas V Sekolah Dasar dapat mengalami peningkatan pada pembelajaran tatap muka terbatas
Implementasi dan Strategi Pengelolaan Media Relations pada Instansi Pemerintahan
This study aims to to see how the implementation of media relations practices in government agencies. The theory used in this research is relationship management theory. The theory was chosen by the researchers in order to examine more deeply about media relations between organizations and the media. The approach used is qualitative with a constructivist paradigm and case study method. This study involved seven resource persons who were public relations practitioners and came from different agencies BPOM, PPATK, Depok City Communications and Information Office, Ministry of Energy and Mineral Resources, Directorate General of Taxes, Directorate General of Immigration and the National Research and Innovation Agency (BRIN). The results of the study concluded that the practice of media relations was interpreted as a process of building mutually beneficial relationships, aiming to create a positive image of the agency, and to resolve crises. The results also show that the practice of media relations has been around for a long time in government agencies. This is evidenced by the fact that various media relations activities have been carried out, such as publishing press releases, holding press conferences, and sharing other activities. Media visits are the most frequently carried out media relations activities. Research also shows that well-developed communication and positive agency behavior towards the media are the most effective strategies for perpetuating media relations. Keywords: Media Relations, Government Agencies, Relationship Management Theory, Positive Image, Crisis