Jurnal Universitas Majalengka
Not a member yet
    2089 research outputs found

    Pengaruh Model Pembelajaran Metakognitif Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis

    Get PDF
    Metacognitive learning can help students develop their knowledge so that they can improve cognitive activity, especially in learning mathematics. In learning mathematics the ability to solve mathematical problems is a fundamental and very important problem solving ability. The purpose of this study is to determine the effect of the metacognitive learning model on mathematical problem solving abilities. This research is a quantitative research with a quasi-experimental type. The population in this study were all students of class IX at SMP Negeri 1 Pangkalan Susu. The sample in this study consisted of 2 classes, namely class IX-1 which was used as the experimental class and class IX-2 which was used as the control class. This study involved a type of instrument, namely a test in the form of a description test on congruence and similarity. This shows that there is an influence of the metacognitive learning model on mathematical problem solving abilities.Â

    Nilai-Nilai Islam Inklusif Dan Pendekatan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) Dalam Membentuk Peserta Didik Sebagai Insan Harmoni Dalam Beragama

    Get PDF
    Religious education is aimed at forming Indonesian people who believe in and fear God Almighty and have noble character and are able to maintain peace and harmony in inter- and inter-religious relations and develop the ability of students to understand, live and practice religious values that harmonize their mastery in science, technology and art. Even though Islamic religious education (PAI) subjects have been applied since formal educational institutions existed, the phenomena of radicalism and sectarianism still surface as a concern for pruralist national life. This study with a literature approach tries to find theoretical answers regarding inclusive Islamic values and learning patterns of Islamic Religious Education in madrasas and schools that are aimed at forming individuals. which is expected to be able to create individual students who are faithful and pious and have noble character and are able to maintain peace and harmony in inter- and inter-religious relations. Research result; 1) Inclusive Islamic values in principle are Islamic values in the dimension of tawasuf which reflects Islam as a moderate religion (Islam wasathiyah-Moderation Islam); 2) Islamic Religious Education in terms of inclusive Islamic values must be understood as planting, forming, teaching, nurturing, directing and supervising the internalization and actualization of values in the knowledge, morals and behavior of students in five stages; receiving (listening), responding (responding), valuating (giving value and commitment to values), organization (organizing values within oneself), and characterization (values as behavioral attitudes); 3) The learning method for inclusive Islamic values must be an accumulation of exemplary, stories, visits, discussions, simulations, and cooperative methods

    Penerapan Metode Peraturan Dan Prosedur Untuk Menıngkatkan Kedısıplınan Sıswa Kelas Iv SD

    Get PDF
    Berdasarkan hasil observasi, ditemukan ada beberapa siswa yang tidak taat kepada peraturan. Guru yang memiliki interaksi dengan siswa dapat langsung menyelesaikan masalah dengan menggunakan metode peraturan dan prosedur. Akibat dari perilaku tidak disiplin adalah pembelajaran yang sedang berlangsung jadi tidak kondusif. Guru memiliki hak untuk membentuk siswa menjadi lebih baik, melalui penerapan metode peraturan dan prosedur. Guru diharapkan dapat menjadi role model bagi siswa di sekolah atau pun lingkungan sekitarnya, untuk membangun disiplin siswa melalui arahan dan peraturan kelas. Tujuan penulisan ini yaitu untuk menjelaskan peran guru sebagai role model dalam penerapan peraturan dan prosedur untuk meningkatkan disiplin siswa. Metode penulisan menggunakan kualitatif deskriptif. Hasil yang penulis dapatkan selama proses observasi yakni adanya kekonsistenan terhadap pemberian arahan dan peraturan selama pembelajaran sehingga dapat meningkatkan karakter disiplin siswa menjadi lebih baik. Saran selanjutnya yakni guru dapat lebih peka dalam mengasihi dan membimbing siswa, serta memahami setiap karakter dan sikap dari siswa lebih baik lagi.Kata Kunci: Disiplin; peraturan dan prosedur; sisw

    Pengembangan Model Pembelajaran Berbasis Masalah Berorientasi pada Pemanfaatan Informasi dalam Pembelajaran Teks Eksposisi di SMK

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk 1) mendeskripsikan rancangan pengembangan model pembelajaran berbasis masalah sebagai model dalam pembelajaran teks eksposisi di SMK, 2) mendeskripsikan aktivitas siswa dengan menggunakan model pembelajaran berbasis masalah sebagai model dalam pembelajaran teks eksposisi di SMK berdasarkan Kurikulum 2013. 3) mendeskripsikan efektivitas penggunaan model pembelajaran berbasis masalah sebagai model dalam pembelajaran  teks eksposisi di SMK, 4) mendeskripsikan profil tulisan eksposisi siswa setelah menggunakan model pembelajaran berbasis masalah sebagai model dalam pembelajaran teks eksposisi di SMK. Penelitian ini merupakan jenis penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan mengikuti model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation) yaitu tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kelayakan model pembelajaran berbasis masalah sebagai model pembelajaran menulis teks eksposisi berdasarkan penilaian : 1) Dosen ahli, 2) Guru Bahasa Indonesia, aktivitas siswa SMK dinyatakan model sangat layak data nilai rata-rata pre test dan post test ada peningkatan dari dengan nilai korelasi tinggi.  Berdasarkan hasil penelitian tersebut, pengembangan model pembelajaran berbasis masalah dalam pembelajaran siswa mengakibatkan terjadinya peningkatan yang signifikan dalam kemampuan pembelajaran menulis teks eksposisi. Dengan demikian model pembelajaran berbasis masalah yang dikembangkan ini sangat layak digunakan sebagai model pembelajaran teks eksposisi. Kata Kunci : Model Pembelajaran Berbasis Masalah, Pembelajaran Teks Eksposis

    HIERARKI KEBUTUHAN TOKOH UTAMA DALAM NOVEL SENJA, HUJAN DAN CERITA YANG TELAH USAI KARYA BOY CANDRA

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hierarki kebutuhan tokoh utama yang ada dalam novel Senja, Hujan dan Cerita yang Telah Usai karya Boy Candra menggunakan teori psikologi humanistik. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang menggunakan pendekatan psikologi secara tekstual. Hal yang dikaji dalam penelitian ini adalah hierarki kebutuhan tokoh utama dalam novel Senja, Hujan dan Cerita yang Telah Usai karya Boy Candra. Hasil pada penelitian ini, tokoh utama yang terdapat dalam novel Senja, Hujan dan Cerita yang Telah Usai karya Boy Candra yaitu tokoh utama yang memiliki sifat penyayang dan rela berjuang. Unsur psikologi dalam novel Senja, Hujan dan Cerita yang Telah Usai karya Boy Candra yang telah peneliti analisis terdapat lima jenis, yakni; kebutuhan fisiologis, kebutuhan akan rasa aman, kebutuhan rasa cinta dan memiliki, kebutuhan harga diri dan kebutuhan aktualisasi diri. Hubungan analisis psikologi berupa hierarki kebutuhan tokoh utama dengan pembelajaran di sekolah maka hasil analisis dalam novel Senja, Hujan dan Cerita yang Telah Usai karya Boy Candra dapat diterapkan berdasarkan kurikulum 2013 pada pembelajaran ditingkat SMA kelas XII semester ganjil dengan Kompetensi Dasar (KD) 3.8 Menafsir pandangan pengarang terhadap kehidupan dalam novel yang dibaca dan 4.8 Menyajikan hasil interpretasi terhadap pandangan pengarang baik secara lisan maupun tulis. Dengan demikian, novel Senja, Hujan dan Cerita yang Telah Usai karya Boy Candra dapat digunakan sebagai bahan pembelajaran bahasa Indonesia di sekolah. Kata kunci: Novel, Hierarki Kebutuhan, Psikologi Humanistik

    ANALISIS BUKU SISWA KELAS SATU DITINJAU DARI MATERI PEMBELAJARAN DAN PENGALAMAN PEMBELAJARAN IPS DI SEKOLAH DASAR

    Get PDF
    Pada kurikulum 2013 materi IPS di kelas rendah di integrasikan dalam Kompentensi Dasar (KD) bahasa Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis buku siswa kelas 1 dari aspek materi dan pengalaman belajar IPS. Dari aspek materi akan dilihat bagaimana kesesuaian materi dengan KD yang bermuatan IPS serta bagaimana keakuratan materi yang disajikan dalam buku siswa kelas 1. Pada aspek pengalaman belajar akan dilihat bagaimana kesesuaian materi dengan aktivitas belajar siswa, pembelajaran yang berpusat pada siswa, bagiamana buku tersebuat dapat mendorong pengetahuan, sikap dan keterampilan siswa. Metode penelitian ini menggunakan metode analisis isi dimana objek yang menjadi penelitian ini yaitu buku siswa kelas 1 kurikulum 2013. Berdasarkan hasil analisis, dari aspek materi buku siswa sudah memenuhi aspek kesesuaian KD dengan materi dan juga aspek keakuratan materi. Sedangkan dari aspek pengalaman belajar buku siswa sudah sesuai antara materi dengan aktivitas dan sudah mendorong pembelajran yang berpusat pada siswa serta mendorong aspek pengatahuan siswa. Namun pada aspek mendorong sikap dan ketermapilan masih dirasa kurang terutama dari sisi praksis pengembangan nilai dan sikap yang masih bersifat teoritis yaitu dengan mencontohkan dan mengisi soal-soal terkait sikap dan keterampilan belum sampai pada pengimplementasian sikap dan nilai dalam kehidupan sehari-hari

    ANALISIS PEMBELAJARAN ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DI SEKOLAH DASAR INKLUSI KOTA PADANG

    Get PDF
    Pembelajaran bagi anak berkebutuhan khusus hendaknya disesuaikan dengan jenis ketunaan dan kebutuhannya. Tujuan penelitian ini (1) menganalisis proses pembelajaran berupa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, Media dan strategi pembelajaran anak berkebutuhan khusus di sekolah dasar inklusi di Kota Padang, (2) menganalisis kebutuhan berupa kurikulum, kelas dan model layanan anak berkebutuhan khusus di sekolah dasar inklusi di Kota Padang. Untuk mencapai tujuan, metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sampel penelitian ini adalah sekolah dasar inklusi yang berjumlah 15 sekolah dasar inklusi, Teknik pengambilan sampel adalah nonprobability sampling dengan cara purposive sampling yaitu memilih sekolah yang teridentifikasi keberadaan anak berkebutuhan khusus. Instrument yang digunakan adalah pedoman wawancara dan observasi langsung untuk mengamati proses pembelajaran anak berkebutuhan khusus dikelas reguler. Hasil wawancara dipindahkan kedalam bentuk verbatim tertulis untuk kemudian dianalisis dan diinterpretasikan. Teknik analisis data dilakukan dengan triangulasi sumber. Berdasarkan analisis data yang dilakukan diperoleh hasil penelitian sebagai berikut 1) analisis proses pembelajaran meliputi penggunaan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, Media, strategi pembelajaran kepada anak berkebutuhan khusus relatif sama antara dengan siswa normal, 2) begitupun kurikulum, kelas dan model layanan yang digunakan untuk anak berkebutuhan khusus juga sama dengan siswa normal.. Meskipun demikian, ada beberapa sekolah yang memodifikasi proses pembelajaran baik RPP,media maupun strategi pembelajaran dan juga kebutuhan kurikulum. Untuk meningkatkan mutu pendidikan inklusi, disarankan pembelajaran dan kebutuhan anak berkebutuhan khusus di akomodasi sesuai dengan hambatannya

    IMPLIMENTASI DATA MINING UNTUK EVALUASI KINERJA PENELITIAN MAHASISWA UNIVERSITAS BANTEN JAYA DENGAN MENGGUNAKAN ALGORITMA NAIVE BAYES CLASSIFIER

    No full text
    Selama ini Universitas Banten Jaya menerapkan pengukuran karya ilmiah mahasiswa melalui pengujian baik berupa seminar atau siding skripsi saja, namun belum ada penilaian kinerja penelitian mahasiswa yang dilakukan. Penelitian ini difokuskan untuk mengevaluasi kinerja penelitian mahasiswa dari tahun 2019-2020 di Unversitas Banten Jaya dengan menggunakan data mining algoritma Naïve Bayes Classifier (NBC) untuk membentuk tabel probabilitas sebagai dasar proses klasifikasi kinerja penelitian mahasiswa. Berdasarkan hasil klasifikasi NBC pada tools weka diperoleh kesimpulan bahwa metode NBC berhasil mengklasifikasikan 50 data dari 64 data yang diuji. Sehingga metode NBC berhasil memprediksi artikel mahasiswa yang sudah terpublish dengan presentase akurasi sebesar 78,125% sementara presentase untuk incorrectly classified instances sebesar 21,875%

    KOHESI DALAM KUMPULAN CERPEN "LUKISAN KALIGRAFI†KARYA A. MUSTOFA BISRI: PERSPEKTIF BAHASA, SASTRA, DAN IDEOLOGI

    No full text
    Artikel ini membahas pola kohesi pada kumpulan Cerpen “Lukisan Kaligrafi†karya A. Mustofa Bisri. Jenis Penelitian ini yakni deskriptif-kualitatif. Data pada penelitian ini yaitu teks cerpen karya A. Mustofa Bisri yang diterbitkan oleh Majalah Kompas tahun 2017 dengan judul Lukisan Kaligrafi. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik baca dan catat. Berdasarkan hasil analisis data, dapat disimpulkan bahwa ada 10 (sepuluh) penanda kohesi yang meliputi, penanda kohesi leksikal seperti, (1) repetisi, dengan jenis repetisi ekuivalensi, mesodiplosis, epifora, dan epizeukis, (2) antonim, (3) sinonim, (4) hiponim dan (5) kolokasi. Selanjutnya untuk penanda kohesi gramatikal yakni (1) referensi, (2) substitusi, (3) elipsi, (4) konjungsi, meliputi sebab-akibat, akibat-sebab, syarat-hasil, dan (5) hubungan argumentatif. Sedangkan ideologi penulis yang muncul dalam kumpulan cerpen tersebut antara lain (1) penolakan tradisi yang tidak baik, (2) kritikan terhadap moral masyarakat (3) dan pengagungan keindahan makna ayat Al-quran melalui karya seni lukis. Berdasarkan temuan di atas, dapat disimpulkan bahwa keberadaan bahasa dalam sebuah karya sastra sebagai media sangat erat kaitannya dengan ideologi pengarang tersebut. Konteks sosial budaya yang melingkupi pengarang dapat memengaruhi ideologi pengarang pada saat menulis karyanya.Kata Kunci: pola kohesi, bahasa, sastra & ideologi, cerpenThis article discusses the pattern of cohesion in the collection of short stories called "Lukisan Kaligrafi" by A. Mustofa Bisri. This type of research is descriptive-qualitative. The data in this study is the short story text by A. Mustofa Bisri published by Kompas Magazine in 2017 with the title "Lukisan Kaligrafi". Data collection techniques used reading and note-taking techniques. Based on the results of data analysis, it can be concluded that there are 10 (ten) cohesion markers which include, lexical cohesion markers such as, (1) repetition, with equivalence repetition types, mesodiplosis, epiphora, and epizeukis, (2) antonyms, (3) synonyms, (4) hyponymy and (5) collocation. Furthermore, for grammatical cohesion markers, namely (1) reference, (2) substitution, (3) ellipsis, (4) conjunction, including cause-effect, cause-effect, result-condition, and (5) argumentative relationship. While the ideologies of the writers that appear in the collection of short stories include (1) rejection of bad traditions, (2) criticism of public morals (3) and glorifying the beauty of the meaning of the Qur'anic verses through paintings. Based on the findings above, it can be concluded that the existence of language in a literary work as a medium is closely related to the ideology of the author. The socio-cultural context that surrounds the author can influence the ideology of the author when writing his work. Keyword: cohesion pattern, language, literature, & ideology, short stor

    MEMBANGUN POLA BERPIKIR KRITIS DI KALANGAN GURU SEKOLAH MENENGAH ATAS DALAM PEMBELAJARAN KREATIF

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan strategi membangun pola berpikir kritis di kalangan guru sekolah menengah atas dalam pembelajaran kreatif. Cara ini sebagai upaya kreativitas guru dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Tindakan yang dilakukan untuk penelitian ini melalui metode deskripif terhadap berbagai fenomena yang ada pada data. Subjek penelitian merupakan guru-guru sekolah menengah atas yang berada di kota Pekanbaru dan kabupaten Kampar. Masing-masing wilayah diambil sampel yang seimbang, yaitu 54 guru sehingga total sampel 108 orang. Data dikumpulkan dengan angket berskala Likert. Hasil analisis menunjukkan pola berpikir kreatif di kalangan guru tingkat menengah melalui pembelajaran kreatif lebih banyak berorientasi pada usaha memberikan respon terhadap berbagai aktivitas dann masalah dalam pembelajaran, kemudian diikuti dengan membangun pemahaman dan pengetahuan siswa, berpikir yang dinamis, dan beradaptasi dalam menyelesaikan masalah. Kemudian, aspek menggunakan pemikiran literal, mencari alternatif kegiatan yang kreatif, dan melakukan hipotesis strategi pembelajaran tergolong rendah setingkat dibandingkan dengan empat poin sebelumnya. Namun demikian, sebagai orang yang berupaya mencerdaskan anak bangsa melalui bekal pengetahuan dan pengalaman, para guru sekolah menengah atas di kota Pekanbaru dan Kecamatan Kampar berada pada standar sangat tinggi dengan mean 4,14 dengan standar deviasi 0,628 dalam berpikir kritis. Keadaan ini menunjukkan para guru berupaya membangun pola berpikir kritis dalam menghadirkan pembelajaran kreatif.Kata kunci: berpikir kritis, guru, pembelajaran kreatif This study to describe strategies for building critical thinking patterns among high school teachers in creative learning. This method is an effort of teacher creativity in improving the quality of learning. Actions taken for this research are through descriptive methods of various phenomena that exist in the data. The research subjects were high school teachers in Pekanbaru city and Kampar district. Each region was taken with a balanced sample, namely 54 teachers so that the total sample was 108 people. Data were collected using a Likert scale questionnaire. The results of the analysis show that creative thinking patterns among middle-level teachers through creative learning are more oriented towards efforts to respond to various activities and problems in learning, then followed by building student understanding and knowledge, dynamic thinking, and adapting to solve problems. Then, the aspect of using literal thinking, looking for alternative creative activities, and hypothesizing learning strategies is low level compared to the previous four points. However, as people who seek to educate the nation's children through the provision of knowledge and experience, high school teachers in Pekanbaru City and Kampar District are at very high standards with a mean of 4.14 with a standard deviation of 0.628 in critical thinking. This situation shows the teachers are trying to build a pattern of thinking in presenting creative learning.Keywords: critical thinking, teacher, creative learnin

    1,892

    full texts

    2,089

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Universitas Majalengka
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇