Jurnal Universitas Majalengka
Not a member yet
    2089 research outputs found

    ANALISIS PEMEROLEHAN BAHASA PADA ANAK USIA 6 TAHUN: STUDI KASUS HAFIZAH PUTRI AZZAHRA

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan analisis pemerolehan bahasa pada anak usia 6 tahun studi kasus: Hafizah Putri Azzahra. Metode penelitian ini yaitu menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik analisis data yaitu menggunakan teknik simak, rekam dan catat. Hasil penelitian yang peneliti dapat yaitu berupa tuturan Hafizah Putri Azzahra pada bidang sintaksis, semantik dan pragmatik. Pada bidang sintaksis ditemukan pemerolehan bahasa pada pola kalimat deklaratif , pola kalimat interogatif data pola kalimat imperatif. Pada bidang semantik ditemukan pemerolehan bahasa pada tahap penyempitan makna, tahap pemanjangan berlebih, tahap medan makna dan tahap generalisasi. Pada bidang pragmatik ditemukan pemerolehan bahasa dengan menggunakan prinsip relevansi.Kata Kunci: Pemerolehan Bahasa, Sintaksis, Semantik, Pragmatik  This research aims to describe the analysis of language acquisition in 6 year old children in the case study: Hafizah Putri Azzahra. This research method uses a qualitative descriptive method. The data analysis technique is using listening, recording and note-taking techniques. The research results that the researcher obtained were in the form of Hafizah Putri Azzahra's speech in the fields of syntax, semantics and pragmatics. In the field of syntax, language acquisition was found in declarative sentence patterns, interrogative sentence patterns and imperative sentence patterns. In the semantic field, language acquisition is found at the meaning narrowing stage, over-extending stage, meaning field stage and generalization stage. In the field of pragmatics, language acquisition is found using the principle of relevance.Keywords: Language Acquisition, Syntax, Semantics, Pragmatic

    KONSTRUKSI ISLAM DALAM DUA VERSI CERITA NYAI DASIMA: PENDEKATAN PASCAKOLONIALISME

    No full text
    Cerita Nyai Dasima yang ditulis dalam dua versi: G. Francis dan S.M. Ardan, memiliki banyak biner yang dapat ditelaah lebih dalam: identitas, budaya, hingga kepercayaan (Islam). Kedua versi ini menggambarkan konstruksi Islam dengan metode dan kadar yang berbeda. Tidak dapat dipungkiri, tulisan G. Francis yang berbasis barat, kolonial, dan liberal, dirasa kurang tepat atau setidaknya miring, dalam mendeskripsikan ajaran Islam yang banyak ditempatkan pada beberapa situasi kritis dalam plot Nyai Dasima. Dalam versi G. Francis, banyak diksi yang kurang sesuai, seperti penggunaan kata kafir, ataupun berbagai ketidaktepatan pada plot yang ditulis ketika menggambarkan ajaran Islam. Di sisi lain, S.M. Ardan menulis versi Nyai Dasima dengan mengilustrasikan konsep baik dan buruk ajaran Islam mengikuti konteks pada masa itu, seperti rajinnya umat Islam pergi ke langgar untuk beribadah, suburnya praktik poligami, hingga penggunaan ilmu pelet untuk urusan asmara. Tentu saja, tidak ada versi Nyai Dasima yang lebih baik karena keduanya memberikan kritik tentang konstruksi Islam dengan cara yang berbeda. Nyai Dasima versi S.M. Ardan menjadi pelengkap versi G. Francis yang dirasa berjarak dengan pembaca. Dalam kedua versinya, Nyai Dasima menyajikan perspektif tentang Islam secara berbeda. Tidak lupa, kedua versi ini juga menjelaskan perbedaan penyajian alur cerita yang mengejawantahkan perbedaan wajah Islam secara lebih mencolok.Kata kunci: cerita, nyai nasima, kontruksi islam, pascakolonialisme Nyai Dasima's story is written in two versions: G. Francis and S.M. Ardan, has many binaries that can be studied more deeply: identity, culture, and belief (Islam). These two versions describe Islamic construction with different methods and levels. It cannot be denied that G. Francis' writing, which is western-based, colonial and liberal, is felt to be inaccurate or at least slanted, in describing Islamic teachings which are often placed in several critical situations in the Nyai Dasima plot. In G. Francis' version, there is a lot of inappropriate diction, such as the use of the word kafir, or various inaccuracies in the plot written when describing Islamic teachings. On the other hand, S.M. Ardan wrote Nyai Dasima's version by illustrating the good and bad concepts of Islamic teachings following the context of that time, such as how diligently Muslims went to the langgar to worship, the widespread practice of polygamy, and the use of pellet science for romantic matters. Of course, there is no better version of Nyai Dasima because both of them criticize the construction of Islam in different ways. Nyai Dasima version of S.M. Ardan is a complement to G. Francis' version which readers feel is distant. In both versions, Nyai Dasima presents different perspectives on Islam. Don't forget, these two versions also explain the differences in the presentation of the storyline which embody the different faces of Islam more prominently. Keywords: story, Nyai Nasima, Islamic construction, postcoloniali

    ANALISIS PEMBENTUKAN NOMINA BERSUFIKS-AN DALAM NOVEL PERAHU KERTAS KARYA DEWI LESTARI

    No full text
    Novel adalah salah satu karya sastra yang dalam mengarang untuk menyampaikan ide ataupun gagasan penulis, yang tidak pernah jauh dari  dari struktur penulisannya, termasuk dalam kajian morfologi. Dalam proses pembentukan kata terbentuk dari proses afiksasi.  Nomina atau kata benda  adalah mempunyai ciri utama yaitu adanya adverbial disampingnya yaitu kata-kata yang termasuk kata nomina. Nomina sufiks (akhiran) adalah kata imbuhan yang berada diakhir dari kata dasar. sufiks (imbuhan akhir) ada yang sufiks asli (-an, -I, -nya, -kan), dan sufiks serapan (- is, -man, -isasi, -wan, -i, -a, -isme, -in, -at). Nomina bersufiks-an mempunyai tiga proses pembentukan, pertama,  yang dibentuk dari kata dasar verba berprefiks me- inflektif. Kedua, yang dibentuk berdasrakan verba ber-. Ketiga kata dasar lansung dari sufiks-an tersebut. Ketiga-tiganya mempunyai makna gramatikal masing-masing.Kata kunci:  Novel, kata, Nomina, Sufiks, Novel is a literary work that is written to convey the author's thoughts or suggestions, which are never far from the structure of the writing, including morphological studies. In the process of word formation, it is formed from the affixation process. Nouns or nouns have the main characteristic, namely the presence of adverbials next to them, namely words that include nouns. Suffix nouns (suffixes) are affix words that are at the end of basic words, suffixes (final affixes) there are original suffixes (-an, -1, -nya, kan), and absorption suffixes (-is, man, ization, - wan, -i, -a, -ism, -in, at). Nouns with the suffix have three formation processes, Bertama which is formed, from the basic word yerba with the inflectional prefix. Second, it is formed based on verka ber. The three basic words come directly from these suffixes. All three have their respective grammatical meanings.Keywords: Novel, word, Nemino Suffi

    WUJUD CAMPUR KODE DALAM TRANSAKSI JUAL BELI DI PASAR PAREREJO KABUPATEN PRINGSEWU

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan wujud campur kode dalam transaksi jual beli di pasar Parerejo Kecamatan Gadingrejo Kabupaten Pringsewu Provinsi Lampung. Wujud campur kode yang menjadi indikator dalam penelitian ini yaitu campur kode yang berwujud kata, kata ulang, kelompok kata, idiom maupun berwujud klausa. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Metode penelitian kualitatif tidak mengandalkan bukti berdasarkan logika sistematis, prinsip angka, atau metode statistik. Data penelitian ini adalah wujud campur kode yang terdapat dalam tuturan penjual dan pembeli di pasar Parerejo Kabupaten Pringsewu Provinsi Lampung selama aktivitas jual beli berlangsung. Data-data yang diperoleh dari hasil simak, rekam, dan catat kemudian dianalisis sesuai dengan tujuan penelitian. Hasil penelitian dan pembahasan menunjukkan bahwa pada transaksi jual beli di pasar Parerejo kabupaten Pringsewu Provinsi Lampung terdapat campur kode yang berwujud kata, kelompok kata, kata ulang, idiom, dan berwujud  klausa.Kata kunci:  wujud campur kode, transaksi jual beli, sosiolinguistik This research aims to describe the form of code-mixing in buying and selling transactions at the Parerejo market, Gadingrejo District, Pringsewu Regency, Lampung Province. The form of code-mixing that serves as an indicator in this study includes code-mixing in the form of words, reduplicated words, word groups, idioms, and clauses. The method used in this research is a qualitative method. Qualitative research methods do not rely on evidence based on systematic logic, numerical principles, or statistical methods. The data for this research is in the form of code-mixing found in the speech of sellers and buyers at the Parerejo market in Pringsewu Regency, Lampung Province, during the buying and selling activities. The data obtained from observation, recording, and note-taking are then analyzed according to the research objectives. The results of the research and discussion show that in the buying and selling transactions at the Parerejo market in Pringsewu Regency, Lampung Province, there is code-mixing in the form of words, word groups, reduplicated words, idioms, and clauses.Keywords: mixed code, buying and selling transactions, sociolinguistic

    IMPLIKATUR PERCAKAPAN PADA DIALOG DALAM NOVEL THE KING’S CURSE KARYA PHILIPPA GREGORY

    Full text link
    Dalam kehidupan sehari-hari, peran kita sebagai pengguna bahasa adalah hal yang tak bisa terlepas dari diri kita. Di segala lini kehidupan, kita membutuhkan bahasa guna berkomunikasi dengan orang lain: dengan keluarga, teman, tetangga, rekan kerja, dan lainnya. Kajian pragmatik selalu tertarik dalam menggali lebih dalam mengenai fenomena penggunaan bahasa tersebut. Salah satu hal yang disorot dalam kajian ilmu ini adalah mengenai ujaran yang kita sampaikan, baik secara langsung maupun tidak langsung, dalam suatu percakapan. Artinya, kita tidak selamanya menyampaikan sesuatu secara terang-terangan, bahwa dalam konteks tertentu, terdapat maksud tersembunyi yang kita sisipkan dalam ujaran. Pragmatik menyebut hal itu dengan implikatur. Studi ini bertujuan memberikan gambaran komprehensif mengenai penggunaan implikatur dalam suatu karya sastra. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis isi. Teknik pemercontohan bertujuan digunakan sebagai teknik pengumpulan data, dan data yang digunakan untuk analisis adalah ujaran yang disampaikan tokoh dalam novel. Hasil studi menunjukkan bahwa dalam novel The King’s Curse, yang ditulis oleh Gregory, ditemukan dua jenis implikatur yang digunakan oleh para tokoh di novel ini. Jenis implikatur tersebut adalah implikatur percakapan umum dan khusus. Dua jenis itu digunakan secara berbeda, bergantung kepada konteks situasi tertentu yang melatarbelakangi percakapan yang dilakukan tokoh dalam novel ini.Kata kunci: konteks, implikatur percakapan umum, implikatur percakapan khusus, novel. In daily life, our role as language user is something that is inseparable. In every part of our life, we need language to help us communicating to other people: to your family, friends, neighbors, co-workers, and others. Pragmatics is always interested to dig deeper on the phenomenon of the language use in our daily conversation. One of the things highlighted in this linguistics branch is that how people, in fact, utter something both directly and indirectly in their conversation. It means that, we do not only say something straightforward, but, in some particular context, our hidden intention is being inserted in our utterance. Pragmatics calls it implicature. This study aims to give a comprehensive outline of the use of implicature found in a literary work. The study used qualitative approach, with content analysis method. The researchers used purposive sampling as the data collection technique, and the data used in this study are utterances of the characters found in the novel. The result of the study shows that in The King’s Curse novel written by Gregory, there are two types of implicature used by the characters of the novel. They are generalized and particularized conversational implicature. Both types are used differently, as there is particular situational context as the backstory.Keywords: context, generalized conversational implicature, particularized conversational implicature, novel

    E-MODUL SINTAKSIS SEBAGAI UPAYA MENUMBUHKAN KESADARAN SINTAKSIS MAHASISWA

    Full text link
    Penelitian ini dilaksanakan diperguruan tinggi wilayah 3 Cirebon. Tujuan penelitian iniadalah mengembangkan e-modul sintaksis bahasa Indonesiauntuk menumbuhkan kesadaran sintaksis pada mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI)di wilayah 3 Cirebon. Penelitian ini baru sampai pemaparan urgensi dikembangkannya e-modul sintaksis dari berbagai kajian literatur serta konsepkesadaranyang mendasari dikembangkannya e-modulsintaksis ini serta hasilpenelitian berupa tahapeksplorasi.Berdasarkan hasil eksplorasi studi pustaka,pengembangan kemampuan sintaksis dalam bahasa Indonesia merupakan hal yang penting bagi mahasiswa. Berdasarkan hasil survei yang telah dilakukan selama satu minggu, yaitu pada bulan November 2023 di perguruan tinggi di wilayah 3 Cirebon, diperoleh fakta bahwa belum ada modul elektronik pada mada kuliah sintaksis bahasa Indonesia yang digunakan sebagai acuan dalam proses belajar mengajardi perguruan tinggisehingga perlu dikembangkan e-modul sebagai upaya menumbuhkan kesadaran sintaksis mahasiswa.Kata kunci: e-modul, sintaksis, bahasa Indonesia, kesadaran sintaksisThis research was carried out in Cirebon Region 3 universities. The aim of this research is to develop an Indonesian syntax e-module to foster syntactic awareness in students of the Indonesian Language and Literature Education Study Program (PBSI) in region 3 Cirebon. This research has only just explained the urgency of developing a syntax e-module from various literature studies as well as the concept of awareness that underlies the development of this syntax e-module as well as the results of the research in the form of an exploration stage. Based on the results of the exploration of the study literature, developing syntactic abilities in Indonesian is an important thing for students. Based on the results of a survey that was carried out for one week, namely in November 2023 at universities in region 3 Cirebon, it was found that there were no electronic modules in Indonesian syntax courses that were used as a reference in the teaching and learning process at universities, so it was necessary to develop e- module as an effort to raise students' syntactic awareness.Key words: e-module, syntax, Indonesian, syntactic awarenes

    STRUKTUR MATERI DAN EVALUASI PEMBELAJARAN DALAM BUKU TEKS BAHASA INDONESIA KELAS X KURIKULUM MERDEKA

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perbedaan struktur materi, metode, dan evaluasi pembelajaran yang digunakan dalam buku teks Bahasa Indonesia kelas X Kurikulum Merdeka dari dua penerbit yang berbeda. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik studi pustaka. Sumber data berupa buku teks Bahasa Indonesia Kurikulum Merdeka Kelas X terbitan Kemendikbud Ristek dan Bumi Aksara. Data yang digunakan berupa isi dan materi pada buku teks Bahasa Indonesia dari dua penerbit tersebut. Temuan dalam penelitian menunjukkan adanya perbedaan dan beberapa persamaan yang signifikan dari kedua buku tersebut, meliputi struktur materi, pemuatan materi, urutan penyajian materi, model pembelajaran, dan evaluasi pembelajaran dari masing-masing buku teks

    ANALISIS WACANA KRITIS BERITA "PERANG ISRAEL-HAMAS BERLANJUT, KORBAN TEWAS DI GAZA TEMBUS 22.000 ORANG" PADA DETIKNEWS

    Full text link
    Penelitian analisis wacana kritis memiliki urgensi yang penting dalam konteks sosial dan akademis. Analisis wacana kritis adalah pendekatan kajian yang mendalam terhadap teks untuk mengungkapkan ideologi, kekuasaan, dan konflik sosial yang terkandung di dalamnya. Metode ini memeriksa bagaimana bahasa digunakan untuk menciptakan ketidaksetaraan dan memahami peran kekuasaan dalam produksi teks. Tujuan penelitian ini, untuk mengetahui analisis wacana kritis makro, superstruktur, dan struktur mikro dalam berita perang Israel-Hamas berlanjut, korban tewas di Gaza tembus 22.000 orang pada Detiknews. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian deskriptif kualitatif tujuan penelitian  deskriptif  adalah  membuat   penjelasan   secara   sistematis,   faktual,   dan   akurat   mengenai   fakta-fakta   dan   sifat-sifat   populasi   atau   daerah   tertentu.  , metode pengumpulan data yang digunakan yaitu metode observasi. Metode analisis data yang digunakan yaitu, Klasifikasi penggolongan dan pengelompokan dan pembahasan setiap data. Teori yang digunakan dalam penelitian analisis wacana kritis model Teun A. Van Dijk, yang terdiri dari Analisis Makro, Analisis Supertruktur dan Analisis Mikro.Kata kunci: Analisis wacana kritis, berita, perang israel dan hama

    CAMPUR KODE BAHASA BATAK DALAM BERBAHASA MELAYU JAMBI PADA TRANSAKSI JUAL BELI DI PASAR BARU TALANG BANJAR KOTA JAMBI

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk campur kode dan fungsi campur kode yang terjadi di Pasar Baru Talang Banjar Kec.Jambi Timur. Proses pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode teknik rekam dan teknik catat. Adapun penelitian ini menggunakan metode deskriptif berbentuk kualitatif, dengan mengklasifikasi, menganalisis serta mendeskripsikan bentuk campur kode serta fungsi campur kode dalam interaksi pedagang dan pembeli. Hasil penelitian yang ditemukan adanya campur kode bahasa Batak, bahasa Melayu dalam berkomunikasi. Penyisipan tersebut berbentuk kata, kata berimbuhan awalan dan kata berimbuhan akhiran. Selanjutnya fungsi campur kode dalam interaksi sosial jual beli pedagang dan pembeli di Pasar Baru Talang Banjar ialah dengan adanya tuturan pedagang yang menggunakan bahasa utama mereka bertujuan untuk menunjukkan identitasnya, menarik perhatian pembeli, untuk kelangsungan komunikasi dengan pembeli agar terdengar lebih akrab, serta bagi pembeli bertujuan mendapatkan harga paling murah dari pedagang. Kata Kunci: Campur Kode, Bentuk, Fungsi, Pasar This research aims to describe the forms of code mixing and the function of code mixing that occurs in Pasar Baru Talang Banjar, East Jambi District. The data collection process was carried out using recording techniques and note-taking techniques. This research uses a qualitative descriptive method, by classifying, analyzing and describing the forms of code mixing and the function of code mixing in the interaction of traders and buyers. The results of the research found that there was a mixture of Batak and Malay language codes in communication. The insertion is in the form of words, words with prefixes and words with suffixes. Furthermore, the function of code mixing in the social interaction of buying and selling of traders and buyers at Pasar Baru Talang Banjar is that the speech of traders using their main language aims to show their identity, attract the attention of buyers, for continuity of communication with buyers so that they sound more familiar, and for buyers the aim is to Get the cheapest prices from traders. Keywords: Code Mixing, Form, Function, Market Â

    SIKAP BAHASA SISWA SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI I CIPAKU KABUPATEN CIAMIS TERHADAP KEMAMPUAN BERBAHASA INDONESIA

    No full text
    Kedudukan bahasa Indonesia kini semakin mantap sebagai wahana komunikasi, baik dalam hubungan sosial maupun dalam hubungan formal. Pemakaian bahasa Indonesia sejak tingkat Sekolah Dasar sampai dengan tingkat Perguruan Tinggi menunjukan kemantapan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional. Namun, masih cukup banyak pemakai atau pengguna bahasa nasional kita yang belum mempergunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar sesuai dengan konteks pemakaiannya. Demikian pula penelitian bahasa Indonesia perlu digalakan sehingga pengembangan bahasa nasional akan terus berlandaskan pada temuan penelitian yang terarah dan terpadu. Menyikapi uraian tersebut di atas, seperti yang dialami penulis pada studi pendahuluan bahwa sikap berbahasa  siswa-siswi Sekolah Menengah Kejuruan  Negeri I Cipaku Kabupaten Ciamis belum memenuhi harapan (tidak menggembirakan). Hal ini tercermin dalam berkomunikasi formal maupun nonformal bersama mitra bicaranya. Artinya bahwa para siswa Sekolah Menengah Kejuruan Negeri I Cipaku Kabupaten Ciamis belum memiliki kemampuan berkomunikasi dengan baik dan benar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak sikap bahasa siswa-siswi terhadap kemampuan berbahasa Indonesia di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri I Cipaku Kabupaten Ciamis khususnya bidang studi keahlian agribisnis dan agroteknologi dengan kompetensi keahlian agribisnis tanaman pangan dan hortikultura Tahun Ajaran 2023/2024. Dengan demikian fokus kajian penelitian ini pada hakikatnya guna mengetahui keterkaitan penggunaan bahasa siwa-siswi Sekolah Menengah Kejuruan Negeri I Cipaku Kabupaten Ciamis terhadap bahasa Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah survai ekplanatori dengan desain kuantitatif yang dilakukan secara cross sectional dengan sumber data siswa-siswi Sekolah Menengah Kejuruan Negeri I Cipaku Kabupaten Ciamis sejumlah 51 orang dan teknik pengumpulan data dilakukan melalui kuisioner yang berisi pertanyaan-pertanyaan bersifat positif dan negatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa sikap bahasa siswa memiliki dampak sebesar 62.62 % terhadap kemampuan berbahasa Indonesia, dengan demikian sikap bahasa siswa dapat mempengaruhi setiap perubahan yang terjadi pada kemampuan berbahasa Indonesia, artinya jika semakin baik sikap bahasa siswa, maka   semakin meningkat pula kemampuan berbahasa Indonesia siswa pada Sekolah Menengah Kejuruan Negeri I Cipaku Kabupaten Ciamis.Kata kunci: Sikap bahasa, Kemampuan berbahasa The position of Indonesian is now increasingly established as a vehicle for communication, both in social and formal relationships. The use of Indonesia from elementary school level to university level shows the stability of Indonesian as a riational language. However, there are still quite a lot of speakers or users of our national language who do not use Indonesian properly and correctly according to the context in which they are used. Likewise, Indonesian language research needs to be encouraged so that the development of the national language will continue to be based on focused and integrated research findings. Responding to the description above, as experienced by the author in the preliminary study, the language attitudes of studens at Cipaku State Vocational High School I Ciamis Regency have not met expectations (not encouranging). This is reflected in formal and informal communication with conversation partners.  This means that the students of Cipaku State Vocational High School I Ciamis Regency do not yet have the ability to communicate well and correctly. The aim of our research is to determine the impact of students’ language attitudes on their Indonesia language skills at Cipaku State Vocational High School I, Ciamis Regency, especiallly in the field of study of agribusiness and agrotechnology skills with food crop and horticulture agbusiness skills competencies for the 2023/2024 Academic Year.  Thus, the focus of this research study is essentially to find out the relationship between the language use of Cipaku State I vocational School Students, Ciamis Regency and the Indonesian language. The research method used was an  explanatory survey with a quatitative design carried out in a cross sectional manner with the data source being 51 students of Cipaku State Vocational School I Ciamis Regency and the data collection technique was carried out through a questionnaire which contained positive and negative questions. The results of the research show that students’ language attitudes have an impact of 62,62% on Indonesian language skills, thus students’ language attitudes can influence any changes.that occur in Indonesian language skills, meaning that the better the students’ language attitudes, the better the students’ Indonesian language skills will be Cipaku I State Vocational High School, Ciamis Regency.Keywords: Language attitude, language abilit

    1,892

    full texts

    2,089

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Universitas Majalengka
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇