Jurnal Universitas Majalengka
Not a member yet
2089 research outputs found
Sort by
ANALISIS EUFEMISME DALAM BERITA PELECEHAN SEKSUAL PADA MEDIA DARING KOMPAS.COM EDARAN DESEMBER 2021
Sebagai makhluk sosial manusia membutuhkan sebuah bahasa untuk berkomunikasi dan berinteraksi agar saling mengerti apa yang dimaksud satu sama lain. Pada umumnya sebuah masyarakat memiliki parameter-parameter (ukuran) tertentu yang digunakan dalam mengukur kesopanan dan etika seseorang dalam berkomunikasi. Di Indonesia kasus-kasus pelecehan seksual banyak terjadi, baik di perusahaan, tempat umum, hingga di dunia pendidikan. Agar sebuah berita dapat dibaca oleh semua elemen masyarakat, dalam hal ini diperlukan adanya pemilihan diksi yang tepat untuk menggantikan kata yang kasar, baik secara lisan maupun tulisan dalam berkomunikasi. Eufemisme dipakai untuk menjaga keselamatan atau untuk menjaga agar hubungan sosial tetap baik. Penelitian ini mengkaji tentang bentuk ungkapan eufemisme dalam berita pelecehan seksual. Pada penelitian ini, menggunakan pendekatan kualitatif, dengan metode deskriptif. Terdapat lima bentuk ungkapan eufemisme yang ditemukan dalam berita pelecehan seksual pada media daring Kompas.com, diantaranya ialah; singkatan, kata serapan, istilah asing, metafora dan perifrasa. Kata kunci: Pelecehan seksual, Eufemisme, BeritaAs social beings, humans need a language to communicate and interact in order to understand each other what is meant by each other. In general, a society has certain parameters (measures) that are used to measure a person's politeness and ethics in communicating. In Indonesia, many sexual cases occur, both in companies, public places, and in the world of education. So that a news can be read by all elements of society, in this case it is necessary to choose the right diction for the use of harsh words, both orally and in writing in communication. Euphemisms are used to maintain safety or maintain good social relations. This study examines the forms of euphemism in sexual news. In this study, using a qualitative approach, with a descriptive method. There are five forms of euphemistic expressions found in sexual news in the Kompas.com online media, including; abbreviations, loan words, foreign terms, metaphors and phrases. Keywords: Sexual harassment, Euphemism, New
The Development of Multicultural Spirit Through The Study of "Tanpa Kata" Novel By Endry Boeriswati
The purpose of this study was to find and develop the multicultural spirit contained in the Tanpa Kata novel behind stories about commitment in relationships. The method used was descriptive qualitative and quantitative to obtain preliminary data about the urgency of the spirit of multiculturalism.The population to determine the needs of this research is  as many as 38 students from a total of 73 students in Literary Criticism Course. The sample used was purposive sampling in the form of a novel entitled Tanpa Kata (Without Words). In addition to being the researchers themselves the instruments used were questionnaires to find out the multicultural attitudes of students in Literary Criticism Courses at the English Language and Culture Department of Darma Persada University.The results of the analysis showed that in the novel studied, though the novel generally told stories about love, but there were found the spirit of multiculturalism.Keywords: Literature Literacy, Multiculturalism spirit, Novel Tanpa Kata, Purposive Samplin
ANALISIS KESALAHAN MORFOLOGI PADA SITUS DARING "KOMPASIANA.COM" EDISI FEBRUARI 2023 DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SMA/MA
Kurangnya perhatian terhadap penggunaan kaidah morfologi yang benar bagi para penulis, memberikan dampak kurang baik bagi pembaca. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan jenis-jenis kesalahan morfologi yang ditemukan pada situs daring Kompasiana.com edisi Februari 2023, serta implikasinya terhadap pembelajaran bahasa Indonesia di SMA/MA. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data penelitian dikumpulkan melalui teknik dokumentasi, yakni teknik simak dan catat. Hasil penelitian menunjukkan adanya kesalahan dalam penggunaan afiksasi, antara lain kesalahan dalam penggunaan afiks yang tidak tepat, penghilangan afiks, dan kesalahan bunyi yang seharusnya luluh tidak diluluhkan. Terdapat 25 kasus kesalahan penggunaan afiks, meliputi kesalahan dalam penggunaan prefiks di-, prefiks ke- sufiks -nya, dan konfiks di-kan. Terdapat 11 kasus kesalahan penghilangan afiks, meliputi penghilangan prefiks di-, meng-, mem-, dan ber-, serta sufiks -nya, -kan, dan konfiks meN-i. Terdapat 1 kesalahan dalam penulisan bunyi yang seharusnya luluh tetapi tidak diluluhkan.Kata kunci: analisis morfologi, kompasiana.com, pembelajaran bahasa Indonesia, afiksasi, impikasiÂ
Tenun Ikat Amarasi: Upaya Pewarisan Budaya Melalui Pembelajaran IPS Berbasis Kearifan Lokal di Sekolah Dasar
Pendidikan adalah sebuah proses pewarisan budaya serta karakter terhadap generasi muda sebagai generasi penerus tonggak peradaban berlangsungnya kehidupan. Menggali dan menanamkan kembali kearifan lokal melalui pembelajaran merupakan bagian dari upaya membangun identitas bangsa dan dapat dijadikan sebagai sarana dalam menyeleksi pengaruh budaya yang datang dari luar. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mendeskripsikan tenun ikat Amarasi sebagai kearifan lokal 2) mendeskripsikan integrasi materi tenun ikat Amarasi dalam pembelajaran IPS di sekolah dasar sebagai upaya pewarisan budaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan menggunakan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara dan dokumentasi. Penelitian ini dilakukan di Desa Teunbaun, Kecamatan Amarasi Barat, Kabupaten Kupang Nusa Tenggara Timur. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh 1) tenun ikat Amarasi sebagai kearifan lokal dan 2) integrasi materi tenun ikat Amarasi dalam pembelajaran IPS di sekolah dasar sebagai upaya pewarisan budaya. Konten tenun ikat Amarasi ini dapat diaplikasikan dalam pembelajaran di sekolah dasar khususnya pada kelas 4 tema 1 “Indahnya kebersamaan†dan tema 7 “Indahnya Keberagaman di Negerikuâ€. Guru dapat memaksimalkan pendidikan IPS melalui kegiatan yang menyenangkan namun tetap sarat nilai melalui tenun ikat Amarasi di sekolah dasar sebagai upaya pewarisan budaya
KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA DAN MOTIVASI BELAJAR DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA DAN KIMIA
Salah satu aspek yang penting dalam mencapai prestasi belajar siswa yang ideal adalah kemandirian dan motivasi belajar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat hubungan antara kemandirian belajar siswa dengan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran matematika dan kimia dan dampaknya pada prestasi belajar siswa. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik korelatif. Teknik ini bertujuan untuk melihat hubungan keduanya sehingga didapat analisis data yang menyeluruh dari keduanya. Penelitian ini dilaksanakan di dua sekolah yang berada di Jawa Barat yaitu SMK Galuh Rahayu Sindangkasih dan SMK Mandalahyu Bekasi. Penelitian ini dilaksanakan selama bulan November tahun 2022. Angket diberikan pada siswa kelas X sebanyak 30 orang per sekolah sedangkan prestasi belajar didapat dari rata-rata nilai yang didapatkan siswa yang bersumber dari data pengolahan nilai dari guru.Hasil pengolahan dan analisis data disimpulkan bahwa kemandirian dan motivasi belajar memiliki korelasi dengan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran matematika dan kimi
KONSEP PENAMAAN PADA RUANG PUBLIK DI PROVINSI JAMBI: KAJIAN LANSKAP LINGUISTIK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsep penamaan pada ruang publik di Provinsi Jambi yang ditinjau melalui kajian linguistik lanskap. Metode dalam penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, dimana peneliti mendeskripsikan secara langsung konsep penamaan pada ruang publik di Kota Jambi, Provinsi Jambi dengan menggunakan teori Lanskap Linguistik. Adapun teknik pengumpulan data yaitu dengan pengamatan dan wawancara, dan teknik analisis data pada penelitian ini yaitu dengan penganalisisan dalam penyajian data, dan penganalisisan setelah data terkumpul. Hasil penelitian ini menunjukkan: secara informasi konsep penamaan tergolong kedalam faktor sejarah, harapan dan kesepakatan. Sedangkan secara simbolik konsep penamaan berdasarkan adanya relasi kuasa dan relasi budaya pada papan nama jalan, imperialisasi bahasa pada papan nama kafe, imperialisasi bahasa dan status bahasa pada papan nama warung sedangkan pemberian nama pada papan nama perkantoran tergolong ke dalam kebijakan bahasa dan status bahasa yaitu masih menggunakan bahasa resmi.Kata kunci: Penamaan, Ruang Publik, Lanskap Linguistik This study aims to determine the concept of naming public spaces in Jambi Province which is reviewed through landscape linguistic studies. The method in this study used a qualitative descriptive approach, where the researcher directly described the concept of naming in public spaces in Jambi City, Jambi Province using the Linguistic Landscape theory. The data collection techniques were observation and interviews, and data analysis techniques in this study were analyzing the presentation of data, and analyzing after the data was collected. The results of this study indicate: informationally the naming concept were classified into historical factors, expectations and agreements. While symbolically the naming concept was based on the existence of power relations and cultural relations on street signboards, language imperialization on cafe signage, language imperialization and language status on shop signboards while naming on office signage belong to language policy and language status, which is still use the official language.Keywords: Naming, Public Space, Linguistic Landscap
Identifikasi Populasi Pola Sidik Jari di Lingkungan II, Kelurahan Tembung, Kecamatan Tembung
Indonesia memiliki masyarakat pluralistik yaitu keberagaman manusia yang terdiri dari suku, agama, ras dan keragaman berbahasa. Dermatoglyph berasal dari kata Yunani yang berarti "derma", yang berarti kulit dan "Glyph", yang berarti "mengukir. Sidik jari adalah bagian dari struktur genetik pada saat membentuk seperti sistem anatomi yang sempurna dengan indikasi yang memiliki khas bagi manusia yang tidak akan berubah. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode Observasional Deskriptif. Populasi dalam penelitian ini yakni 100 Masyarakat yang berdomisili di Lingkungan 2 yang bertujuan agar dapat melihat pola sidik jari pada masing-masing sampel. Hasil dari penelitan ini yakni terdapat 8.2% memiliki pola sidik jari Arch, 69.8% dengan pola sidik jari Loop dan 22% memiliki pola sidik jari Whorl. Hal ini menunjukkan bahwa Masyarakat Lingkungan II, Kelurahan Tembung , Kecamatan Medan Tembung lebih dominan memiliki pola sidik jari Loop
ANALISIS KERJASAMA GURU PAI DAN ORANGTUA DALAM MEMBINA AKHLAK SISWA DI SD NEGERI 46 SELUMA
This research is motivated by the behavior and habits that often occur in the classroom or outside the classroom showing unfavorable behavior such as fighting with friends, being impolite and obedient to the teacher, fighting, bullying fellow friends, urinating in class, carrying lipstick and makeup, skipping class when class hours, stealing the teacher's motorbike, and smoking in the school environment. This study aims to determine the moral condition of students at SD Negeri 46 Seluma and the form of cooperation between PAI teachers and parents in fostering students' morals at SD Negeri 46 Seluma. This study used qualitative research methods. The informants of this research were principals, PAI teachers, classroom teachers, parents and students. Data collection techniques are observation, interviews and documentation. Data analysis techniques are data reduction, data presentation and conclusions/verification. good morals such as fellow students are still found fighting among friends and bullying fellow friends, students' morals towards teachers and parents are still lacking in respect and obedience, students' morals with the environment also have not shown maintaining the cleanliness of the school environment and home environment. The form of cooperation between PAI teachers and parents in fostering student morals at SD Negeri 46 Seluma is to invite parents to school and make direct visits to students' parents' homes. Analysis of the cooperation between PAI teachers and parents in fostering the morals of students at SD Negeri 46 Seluma with the collaboration of inviting parents to school and making direct visits to the students' parents' homes as for the changes obtained by students, namely not repeating, such as not fighting with fellow friends and not bullying others his friend again, the teacher is polite and doesn't pee carelessly anymor
INDUSTRI KREATIF BERBASIS BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
Masyarakat Indonesia kurang memperhatikan bahasa Indonesia, baik di kalangan anak-anak, remaja maupun dewasa. Namun, kepedulian masyarakat terhadap perdagangan atau bisnis cukup tinggi, yang menunjukkan bahwa perhatian masyarakat terhadap bisnis lebih besar dibandingkan bidang bahasa. Oleh karena itu, kesadaran dan perhatian masyarakat terhadap bahasa Indonesia harus ditingkatkan. Untuk meningkatkan perhatian masyarakat terhadap bahasa Indonesia, maka penulis mencoba menjalin kerjasama antara keduanya yaitu kewirausahaan sebagai salah satu cara untuk mempromosikan nilai-nilai kebahasaan khususnya bahasa Indonesia. Industri kreatif berbasis bahasa dan sastra dipilih sebagai bidang usaha. Industri kreatif berbasis bahasa dan sastra dapat berupa kaos olah kata dan sastra, tas, stiker, topi dan sweater. Pengolahan teks dapat berupa kata baku dan tidak baku, kata motivasi, puisi dan pantun. Pilihan ini dipilih sebagai bentuk kewirausahaan yang dapat digunakan untuk mensosialisasikan nilai-nilai bahasa dan sastra di dalamnya. Bahkan bisa dijadikan sebagai salah satu industri kreatif yang bisa dikembangkan. Bidang kreatif berbasis bahasa dan sastra berpotensi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan kecintaan dan pelestarian bahasa Indonesia, khususnya di kalangan penuturnya
Kehidupan Tokoh Zaynara dalam Novel "13" Karya Sherina Salsabilla: Kajian Intertekstual
Novel merupakan karya sastra yang dijunjung tinggi dalam setiap proses pembelajaran. Novel menjadi acuan utama dalam pembentukan setiap perilaku atau tindakan dalam lingkungan social. Hal yang berpengaruh untuk dijadikan sebuah cerita dalam novel yaitu genre horor. Ada pesan yang disampaikan untuk ditelaah dan dilakukan bagi para pembaca. Hubungan antar tokoh utama dengan tokoh lainnya sanga menentukan alur cerita dalan novel. Cerita dalam novel dapat dikaji secara intertekstual. Tokoh Zaynara dalam Novel “13(Novel)†Karya Sherina Salsabilla dikaji dalam intertertekstual, mempunyai hubungan dalam tokoh lainnya. Ada kisah secara horor yang dicari oleh tokoh utama dengan tokoh lainnya. Hasil yang diperoleh salah satu tokoh yang gentayangan di sekolahnya. Tokoh ini menceritakan fakta apa yang terjadi dalam kisah hidupanya, dan hubungannya dengan tokoh utama, yaitu Zaynara. Kata kunci: novel, horor, tokoh utama, sastraNovel is a literary work that is upheld in every learning process. The novel becomes the main reference in the formation of every behavior or action in the social environment. The thing that is influential to be used as a story in a novel is the horror genre. There is a message that is conveyed to be studied and carried out for the readers. The relationship between the main character and other characters determines the storyline in the novel. The story in the novel can be studied intertextually. Zaynara's character in the novel "13(Novel)" by Sherina Salsabilla is studied in an intertextual way, having relationships in other characters. There is a horror story that the main character is looking for with other characters. The results obtained are one of the figures who haunt his school. This character tells the facts of what happened in his life story, and his relationship with the main character, namely Zaynara. Keywords: novels, horror, the main character, literatur