Jurnal Universitas Majalengka
Not a member yet
2089 research outputs found
Sort by
EKSPLORASI PROSES KONEKSI MATEMATIS DALAM MENYELESAIKAN MASALAH OPEN-ENDED PADA SISWA SEKOLAH DASAR
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan proses koneksi matematis dalam menyelesaikan masalah open-ended. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V Sekolah Dasar Negeri 26 Ampenan sebanyak tiga orang. Peneliti memberikan tes berupa masalah open-ended kepada siswa berkaitan dengan materi segiempat. Siswa diminta untuk mengerjakan tes secara individu, dan diminta untuk menceritakan proses berpikirnya melalui wawancara. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif yang berjenis deskriptif-eksploratif. Berdasarkan hasil pekerjaan siswa pada lembar jawaban dan hasil wawancara yang dilakukan pada saat penelitian, diperoleh tiga siswa yang memenuhi kriteria subjek penelitian. Ketiga subjek tersebut mengalami proses koneksi yang meliputi menduga, menafsirkan, membandingkan, menghitung, dan menggeneralisasikan. Kemudian strategi penyelesaian masalah dari ketiga subjek tersebut juga berbeda-beda sesuai dengan kriteria jawaban yang diinginkan (karena masalah yang digunakan dalam penelitian ini berupa masalah open-ended yang memiliki lebih dari satu strategi penyelesaian benar). Kemudian peneliti melanjutkan untuk menganalisis data dari ketiga subjek tersebut. Berdasarkan hasil pekerjaan siswa pada lembar jawaban dan hasil wawancara yang dilakukan pada saat penelitian, diperoleh tiga siswa yang memenuhi kriteria subjek penelitian. Ketiga subjek tersebut mengalami proses koneksi yang meliputi menduga, menafsirkan, membandingkan, menghitung, dan menggeneralisasikan. Kemudian strategi penyelesaian masalah dari ketiga subjek tersebut juga berbeda-beda sesuai dengan kriteria jawaban yang diinginkan (karena masalah yang digunakan dalam penelitian ini berupa masalah open-ended yang memiliki lebih dari satu strategi penyelesaian benar). Kemudian peneliti melanjutkan untuk menganalisis data dari ketiga subjek tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa koneksi yang dibuat oleh siswa dapat digolongkan menjadi dua kriteria koneksi, yaitu koneksi berkembang, dan koneksi parsial. Siswa dikatakan menghasilkan “koneksi berkembangâ€, ketika siswa mampu bernalar secara logis dalam mengembangkan koneksi baru melalui masalah yang sama dengan konteks masalah yang diberikan. Siswa dikatakan menghasilkan “koneksi parsialâ€, ketika siswa menghasilkan koneksi hanya sebagian saja, yakni berdasarkan pengetahuan yang dimilikinya
Kebijakan Ujian Nasional di Sekolah Dasar Pada Masa Pandemi Covid-19
Artikel ini bertujuan untuk memberikan gambaran kebijakan pemerintah dalam pelaksanaan Ujian Nasional pada masa pandemi covid 19 yang melanda dunia, khususnya di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research). Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa data sekunder berupa buku dan dokumen-dokumen tertulis yaitu artikel jurnal nasional maupun internasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sejak dinyatakan darurat virus Corona (Covid 19) negara Indonesia telah melakukan berbagai upaya dalam rangka memutuskan mata rantai penularan virus Corona. Salah satu upaya yang diperintahkan oleh Presiden RI adalah membuat kebijakan tentang proses belajar dari rumah dengan menggunakan berbagai media digital berbasis internet sebagai penunjang aktivitas pembelajaran dari rumah. Kebijakan peniadaan Ujian Nasional selama masa pandemi pada jenjang pendidikan tingkat SMA atau setingkat Madrasah Aliyah, SMP atau setingkat Madrasah Tsanawiyah, dan Sekolah Dasar (SD) atau setingkat Madrasah Ibtidaiyah. Hal tersebut dijelaskan oleh Presiden Republik Indonesia yang mengatakan bahwa keputusan membatalkan Ujian Nasional selama masa pandemi diambil sebagai respons merebaknya wabah virus corona di Indonesia. Maka dari itu, kelulusan dilakukan dengan cara mempertimbangkan nilai kumulatif siswa selama belajar di sekolah
Pengaruh Literasi Terhadap Pembentukan Karakter Siswa Kelas V SD Inpres Bangkala III Kota Makassar
Human character is already attached to his personality in behaving in everyday life, but since he was born into the world, humans have had a character that can be seen from their habits. Changing the character of students at school, namely the lack of literacy activities or interest in reading in students carried out at school, which can cause a moral crisis that results in student behavior in elementary schools. The impact is that students will find it difficult to develop their potential because of limited knowledge, besides that students will also find it difficult to socialize because of a lack of insight. Efforts to strengthen student character in education must continue to be carried out, one of which is with literacy activities. With literacy, attitude, learning discipline, and students' curiosity will be formed. This study aims to determine the effect of literacy on the character building of fifth grade students at SD Inpres Bangkala III Makassar City. This research is a quantitative research type of simple regression research. This research was conducted at SD Inpres Bangkala III Makassar City, and the target was students consisting of 27 students in VA class and 28 students in VB class so that the total sample was 55 using simple random sampling technique. The method of collecting and collecting data in this study used a questionnaire with data analysis using SPSS 28. The results of the descriptive analysis of the literacy of class V students were included in the very influential category with a percentage of 55%, and the character of class V students was in the very good category with a percentage of 53%. As for the results of the inferential analysis, namely the influence of literacy on the character formation of fifth grade students at Bangkala III Elementary School, Makassar City, which obtained a significant value of 0.003 <0.05. The school acts as an entry point for behavior change, for this reason the influence between literacy and character has a reality value for students so they can understand various literacy well and can improve their quality, and carry out what they have learned in literacy with full responsibility in everyday life. -days so that theoretically and empirically literacy influences the character formation of fifth grade students at SD Inpres Bangkala III Makassar City
PERAN KURIKULUM MERDEKA TERHADAP SEMANGAT BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM SISWA SMA NU KEJAJAR, WONOSOBO
The Independent Curriculum is one of the new curricula implemented in the new school year, namely 2022.  Curriculum changes in Indonesia are very fast, causing many shortcomings in education, one of which is at SMA NU Kejajar Wonosobo which has implemented the Independent Curriculum in the new learning year 2022. Researchers took the place of research at SMA NU Kejajar with the aim of knowing the role of the Independent Curriculum on the spirit of learning Islamic Religious Education of NU Kejajar High School students, and to find out the supporting and inhibiting factors of learning Islamic Religious Education at SMA NU Kejajar. Researchers use qualitative field research methods, research is carried out at the research site by means of observation, interviews and documentation.  The results of the research on the Role of the Independent Curriculum on the Spirit of Learning Islamic Education for NU Kejajar High School students are, the Curriculum is able to provide an active role in the learning and assessment of Islamic Religious Education for NU Kejajar High School students, the supporting factor of the Independent Curriculum is the enthusiasm of students to learn Islamic Religious Education which is high and supported by male and female dormitories for recitation,  while the inhibiting factor is teachers who have not understood the changes in the Independent Curriculum in schools, resulting in independent learning becoming learning for mere assessment
Kurikulum Merdeka Belajar: Analisis Prinsip dan Aksioma Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam
The curriculum is one of the strategic components in the education system, therefore the curriculum must always experience development according to the demands of the times. Such development needs to be based on systematic and tested curriculum principles and axioms. The latest development of the national curriculum at this time is the initiation of the Merdeka Learning curriculum. This curriculum aims to encourage students to understand knowledge according to their field of expertise, so that they are ready to compete in the global arena. This article aims to analyze the relevance of the principles and values of the Merdeka Learning curriculum with the principles and axioms of the curriculum. The method used in this research is library research through content analysis. This study shows that theoretically the Merdeka Learning curriculum contains five general principles of curriculum development, namely: relevance, flexibility, continuity, efficiency, and effectiveness
Nilai Karakter pada Kumpulan Film Pendek Profil Pelajar Pancasila yang dibintangi JKT48 Produksi Kemendikbud RI
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji nilai-nilai karakter pada Kumpulan Film Pendek Profil Pelajar Pancasila yang dibintangi JKT48 Produksi Kemendikbud RI. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif analitik. Objek yang diteliti yakni 7 (tujuh) film pendek yang berada di Akun Youtube Cerdas Berkarakter Kemdikbud RI. Hasil dari penelitian ini ialah: (1) film pendek “Senja yang Kesepian†memiliki nilai karakter cerdas dan gotong royong, (2) film pendek “Langit Tak Selamanya Abu-abu†memiliki nilai karakter jujur, tanggung jawab, dan cerdas, (3) film pendek “Angin Berhembus dengan Jujur†memiliki nilai karakter jujur, nilai sehat, bersih, dan nilai peduli, (4) film pendek “Horizon Jauh Milikku†memiliki nilai karakter cerdas, (5) film pendek “Jangan Terjebak Fatarmorgana†memiliki nilai cerdas dan kreatif, (6) film pendek “Warna Langit pun Bisa Berubah†memiliki nilai peduli dan nilai kreatif, (7) film pendek “Elang Tak Takut Terbang Sendiri “ memiliki nilai tanggung jawab. Hasil penelitian ini dapat menjadi referensi bahan ajar guru untuk penguatan karakter remaja Indonesia
TRANSFORMASI DAN SINERGI HUKUM ISLAM TERHADAP HUKUM NASIONAL DI INDONESIA
Transformasi hukum Islam merupakan proses perpindahanperubahan dari bentuk fiqih Islam ke dalam bentuk hukumnasional melalui pengolahan dan penggodokan tim perumussehingga menjadi bentuk undang-undang yang bersifat nasionaldan mengikat. Di Indonesia terdapat beberapa undang-undangyang dirancang DPR dan disahkan presiden yang asal mulanyamerupakan ilmu fiqih Islam kemudian dirumuskan di DPRsehingga yang tadinya fiqih Islam berubah menjadi undang-undang yang berlaku secara nasional. Secara tahap demi tahap transformasi terus berlanjut, sehingga dari tahun ke tahun atau periode ke periode bermunculan undang-undang yang dirancang DPR berasal dari fiqih Islam.Â
POLA ASUH ORANGTUA DALAM MEMBENTUK KARAKTER ANAK
Pendidikan karakter yang utama dan pertama bagi anak adalah lingkungan keluarga. Pendidikan dalam keluarga sangatlah penting dan merupakan pilar pokok pembangunan karakter seorang anak. Keluarga sebagai merupakan lingkungan pendidikan yang paling utama dan bertanggung jawab mendidik anak-anaknya. Pendidikan yang diberikan orangtua seharusnya memberikan dasar bagi pendidikan anak mengenai proses sosialisasi dan kehidupannya di masyarakat. Pola asuh orangtua yang baik akan membawa dampak baik bagi perkembangan anak demikian juga sebaiknya. Keberhasilan pembentukan karakter pada anak ini salah satunya dipengaruhi oleh tipe pola asuh orang tua dalam mendidik anak. Orangtua memegang peranan penting dalam membentuk sistem interaksi yang intim dan berlangsung lama ditandai oleh loyalitas pribadi, cinta kasih dan hubungan yang penuh kasih sayang. Pendidikan merupakan suatu media yang paling jitu dalam mengembangkan potensi dan membentuk karakter anak baik berupa keterampilan maupun wawasan. Oleh karena itu, pendidikan secara terus-menerus dibangun dan dikembangkan agar dari proses pelaksanaannya menghasilkan generasi yang diharapkan. Demikian dengan Indonesia, bangsa kita juga tidak ingin menjadi suatu bangsa yang bodoh dan keterbelakang terutama dalam menghadapi zaman yang terus berkembang di era kecanggihan teknologi dan komunikasi. Setiap anak pada hakikatnya cenderung pada kebaikan. Ada faktor-faktor tertentu yang menyebabkan anak tiba-tiba berperangai buruk, kasar atau bahkan memusuhi orangtuanya. Keluarga mempunyai peranan yang sangat penting dalam kehidupan anak. . Setiap anak pada hakikatnya cenderung pada kebaikan. Ada faktor-faktor tertentu yang menyebabkan anak tiba-tiba berperangai buruk, kasar atau bahkan memusuhi orangtuanya. Keluarga mempunyai peranan yang sangat penting dalam kehidupan anak. Sebagai orang tua sudah seyogyanya dapat memberikan yang terbaik pada anak agar nantinya anak menjadi insan yang bermanfaat dan ber-kualitas. Pada anak usia dini terbukti sangat menentukan kemampuan anak dalam mengembangkan potensiny
PERILAKU BERBAHASA PADA KOLOM KOMENTAR MEDIA SOSIAL TERKAIT KASUS NARKOBA KOMIKA COKI PARDEDE
Kolom komentar media sosial akan selalu aktif dipenuhi oleh warganet untuk menglampiaskan pendapatnya. Rata-rata warganet yang ditemukan selalu memberikan sebuah komentar ketika seseorang sedang terjerat kasus, beberapa diantaranya memberikan komentar untuk pelaku penyalahgunaan narkoba salah satunya dengan jenis sabu-sabu seperti komika Coki Pardede. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk pelanggaran dan pematuhan prinsip kesantunan berbahasa berupa maksim- maksimnya yang terdapat pada kolom komentar media sosial Instagram, Twitter dan Tiktok terkait pemberitaan kasus penyalahgunaan narkoba komika Coki Pardede. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Data dalam penelitian ini berasal dari komentar media sosial Instagram, Twitter dan Tiktok. Teknik pengumpulan data yang digunakan didalam penelitian ini adalah teknik simak bebas libat cakap (SBLC). Hasil dari penelitian ini adalah ditemukan sebanyak 26 pelanggaran maksim kesopanan didalam kolom komentar Instagram, 11 pelanggaran dalam kolom komentar Tiktok, 12 pelanggaran dalam kolom komentar Twitter. Pematuhan maksim kesopanan dari kolom komentar Instagram ditemukan sebanyak 9, kemudian pada Tiktok sebanyak 5, dan Twitter terdapat 1 pematuhan. Kata kunci: : komentar media sosial, kasus narkoba, maksim kesopanan, perilaku berbahasa  The social media comment column will always be actively filled by netizens to vent their opinions. On average, the netizens who were found always gave comments when someone was caught in a case, some of them commented on drug abusers, one of which was methamphetamine, such as the comic Coki Pardede. The purpose of this study is to describe the forms of violation and compliance with the principles of politeness in the form of maxims found in the comments column of social media Instagram, Twitter and Tiktok related to the news of the Coki Pardede comic drug abuse case. This study uses a qualitative method. The data in this study came from comments on social media Instagram, Twitter and Tiktok. The data collection technique used in this study is the free-of-talk (SBLC) listening technique. The results of this study were found as many as 26 violations of the maxim of politeness in the Instagram comment column, 11 violations in the Tiktok comment column, 12 violations in the Twitter comment column. The maxim of politeness compliance from the Instagram comments column was found to be 9, then on Tiktok as many as 5, and on Twitter there was 1 compliance. Keywords: drug cases, language behavior, politeness maxims, social media comment
REITERASI LEXICAL PADA LIRIK LAGU ARIANA GRANDE DALAM ALBUM “POSITIONS†2020
Kajian ini mendeskripsikan hubungan semantik yang dapat disebut kohesi antara konstruksi teks dan hubungannya dengan konstruksi lainnya. Ada dua jenis gabungan: kohesi gramatikal dan kohesi leksikal. Kohesi kosakata dapat dicapai dengan memilih kosakata. Tujuan pertama dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis apa saja yang terkandung dalam lirik lagu Ariana Grande di album Positions. Tujuan kedua adalah untuk apa fungsi kohesi leksikal digunakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan menggunakan lirik lagu Ariana Grande. Album ini berisi 14 lagu. Untuk melakukan penelitian ini, peneliti menggunakan teori kohesi leksikal Halliday dan Hasan (1976). Ini termasuk pernyataan ulang (pengulangan kata, sinonim atau sinonim serupa, kata tingkat tinggi, dan pengulangan kata umum) dan kolokasi. Hasil penelitian ini menunjukkan deskripsi ulang semua jenis kohesi leksikal dan tidak menganalisis kolokasi leksikal dalam lirik album Position Ariana Grande. Selanjutnya, fungsi kohesi leksikal dalam restatement lirik lagu Ariana Grande adalah untuk mendeskripsikan, menekankan, memperkuat, dan menyumbangkan pesan kata-kata dengan makna yang saling terkait untuk mengartikulasikan lagu tersebut. Studi ini akan membantu pembaca dan penulis masa depan menganalisis kohesi leksikal Kata Kunci: Kohesi, Kohesi Leksikal, Reiterasi, Kolokasi, Lirik laguÂ