Jurnal Universitas Majalengka
Not a member yet
2089 research outputs found
Sort by
INOVASI EVALUASI PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA BAGI PENUTUR ASING DI PERGURUAN TINGGI KEAGAMAAN ISLAM
Penelitian ini mengkaji strategi evaluasi pembelajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) di perguruan tinggi keagamaan Islam. Dengan fokus utama pada evaluasi ketercapaian mahasiswa, penelitian ini mengevaluasi berbagai metode evaluasi yang digunakan, seperti evaluasi lisan, tulis, dan Tes UKBI, serta mengidentifikasi tantangan yang dihadapi, termasuk perbedaan latar belakang bahasa dan budaya mahasiswa serta keterbatasan sumber daya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Temuan penelitian menunjukkan bahwa program BIPA dirancang untuk memenuhi kebutuhan mahasiswa asing secara efektif. Namun, terdapat beberapa tantangan yang perlu diatasi untuk meningkatkan efisiensi dan akurasi penilaian. Penerapan teknologi dalam proses evaluasi diusulkan sebagai solusi potensial. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini akan digunakan untuk menyusun rekomendasi dan strategi evaluasi yang lebih baik dalam pembelajaran BIPA. Hasil penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam memahami cara optimalisasi program BIPA untuk memberikan pengalaman belajar yang efektif bagi mahasiswa asing di perguruan tinggi keagamaan Islam, mendukung mereka dalam mencapai keterampilan bahasa yang diperlukan untuk sukses dalam studi dan kehidupan di Indonesia.Kata Kunci: evaluasi pembelajaran; BIPA; perguruan tinggi keagamaan Islam; mahasiswa asing, This study examines the evaluation strategies for teaching Indonesian as a Foreign Language (BIPA) at Islamic religious higher education institutions. Focusing primarily on student achievement evaluation, this research evaluates various assessment methods used, such as oral, and written evaluations, and the UKBI Test, and identifies challenges faced, including differences in students' linguistic and cultural backgrounds and resource limitations. This study employs qualitative research methods. The findings indicate that the BIPA program is designed to effectively meet the needs of foreign students. However, several challenges need to be addressed to enhance the efficiency and accuracy of assessments. The application of technology in the evaluation process is proposed as a potential solution. Data collected in this study will be used to develop better recommendations and evaluation strategies in BIPA learning. The results of this research make a significant contribution to understanding how to optimize the BIPA program to provide an effective learning experience for foreign students at Islamic religious higher education institutions, supporting them in achieving the language skills necessary for success in their studies and life in Indonesia.Keywords: Learning evaluation; BIPA; Islamic religious higher education institutions; foreign student
CITRAAN DALAM PANTUN BUKA PALANG PINTU PADA ADAT PERKAWINAN MASYARAKAT MELAYU KECAMATAN MEMPURA
Karya sastra yang berkembang di Nusantara salah satunya ialah pantun, tak terkecuali pada suatu tradisi perkawinan masyarakat Melayu yakni buka palang pintu. Hal menarik untuk diteliti tentang warisan nusantara yakni pantun, ialah sebab pantun memiliki bentuk yang unik serta indah, selanjutnya salah satu aspek yang menunjang keindahan suatu karya sastra tersebut ialah citraan. Dapat dikatakan bahwa pemanfaatan citraan untuk menimbulkan suasana yang khusus dalam pikiran dan penginderaan. Dengan demikian ide yang semula abstrak yang dipaparkan oleh penyair dapat ditangkap selah-olah dilihat, didengar, diraba, dirasa, dicium, atau dipikirkan oleh pembaca. Penelitian perlu dilakukan untuk mengetahui citraan apa saja yang muncul pada pantun tradisi buka palang pintu. Pendekatan yang digunakan dalam kajian yaitu Struktural dengan metode penelitian etnografi kualitatif. Hasil yang diperoleh, didapati terdapat enam citraan yang muncul dari total tujuh citraan yang dipaparkan
REPRESENTASI SUROBOYOAN DALAM LOKADRAMA LARA ATI KARYA BAYU SKAK (REPRESENTASI STUART-HALL)
Artikel ini membahas representasi Suroboyoan dalam tayangan yang bertajuk Lara Ati yang diekspos secara luas oleh Bayu Skak melalui lokadarama. Budaya Arekan yang menjadi fokus dalam tontonan tidak hanya dianggap sebagai elemen pelengkap, tetapi sebagai unsur integral yang membentuk keutuhan karya dengan unsur-unsur kulturalnya. Suroboyoan dalam konteks tayangan ini diartikan sebagai pergeseran orientasi sineas Indonesia yang awalnya sangat Jakartasentris, beralih menjadi karya-karya yang mengakomodir keberagaman lokal sebagai wajah sejati Indonesia. Selain itu, Suroboyoan dalam Lara Ati  juga diinterpretasikan sebagai representasi budaya Arek, mencerminkan kekhasan budaya Jawa Timur, yang ternyata diterima dengan positif oleh penonton sinema di Indonesia. Kondisi ini dianggap sebagai sinyal positif bagi masa depan tontonan Indonesia, berkontribusi pada pengayaan khazanah tontonan yang diharapkan dapat idealnya menampilkan keberagaman karya. Dalam penelitian ini, tontonan dianggap sebagai bentuk representasi melalui citra visual, di mana konsep representasi berfokus pada penyampaian pesan melalui citra visual dalam setiap adegan. Dengan menggunakan paradigma Stuart-Hall tentang representasi, artikel ini mengaitkan representasi warna lokal (budaya Arek) dalam Lara Ati dengan tiga elemen konseptual: (a) reflektif, (b) intensional, dan (c) kontruksionis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bayu Skak secara reflektif menyoroti latar penceritaan (Surabaya) melalui budaya ludruk dan rujak cingur sebagai simbol ikonik. Pada tingkat intensional, eksplorasi sudut-sudut Surabaya yang jarang terlihat, seperti kampung Peneleh, dijadikan latar utama peristiwa. Pada tingkat konstruksionis, terlihat dalam konstruksi linguistik pelakon, seperti penggunaan vocal “u†sebagai penekanan kata yang menjadi ciri khas bahasa Arek Suroboyoan, dan penggunaan kosakata serta logat campuran linguistik yang dihasilkan oleh Bayu Skak dalam karyanya
PENERAPAN TEKNIK AKROSTIK DALAM PEMBELAJARAN MENULIS PUISI SISWA KELAS X SMA NU KAPLONGAN 2023
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh beberapa kendala para siswa saat menulis puisi, khususnya di kelas X SMA Nahdlatul Ulama Kaplongan, diantaranya (1) pemilihan diksi yang belum tepat, (2) sulitnya mengembangkan tulisannya, (3) kurang variatifnya pembelajaran, (4) minim penggunaan bahasa kias, dan (5) kurangnya pemahaman gaya bahasa. Sehingga penulis melakukan penelitian ini dengan berfokus pada rumusan masalah kedua, yakni sulitnya mengembangkan tulisan. Dengan rumusan masalah tersebut, maka peneliti akan menerapkan teknik akrostik. Tujuan penelitian ini, yakni untuk mengetahui penerapannya teknik ini akan hasil belajar menulis puisi pada siswa kelas X SMA Nahdlatul Ulama Kaplongan tahun 2023. Hipotesis penelitian yakni adanya keefektifan penerapan teknik akrostiknya terhadap pembelajaran menulis puisi siswa kelas X SMA Nahdlatul Ulama Kaplongan tahun 2023. Penelitian berjenis Quasi Eksperiment, sedangkan desain penelitiannya terbagi dalam dua siklus. Populasi penelitian ini yakni semua kelas X SMA Nahdlatul Ulama Kaplongan, sedangkan sampelnya yaitu ada dua, yakni kelas X MIA 1 dan kelas X MIA 2. X MIA 1 yang jumlahnya 36 siswa dijadikan kelas kontrol. Sedangkan X MIA 2 yang jumlahnya 35 siswa dijadikan kelas eksperimen. Data penelitian yang dikumpulkan berupa tes, observasi, dan dokumentasi. Sesuai dengan data penghitungan statistik uji t dua independen (Independent sample tes), didapatkan t-hitung sebanyak 3,714 dan t-tabel adalah 1,667. Sehingga, t-hitung (3,714) > t-tabel (1,667), artinya bahwa H1 diterima sedangkan H0 ditolak. Jadi kesimpulannya bahwa teknik akrostik efektif diterapkan terhadap terhadap pembelajaran menulis puisi pada siswa kelas X SMA Nahdlatul Ulama Kaplongan tahun 2023
ANALISIS WACANA KRITIS PIDATO PELANTIKAN JOE BIDEN VIS-À-VIS TERHADAP KEBIJAKAN AMERIKA SERIKAT
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pemaknaan atas makna pidato yang disampaikan oleh setiap presiden yang berpotensi dipengaruhi oleh hal-hal subjektif yang dapat menimbulkan kegaduhan di suatu negara. Salah satu metode ilmiah yang digunakan untuk menemukan makna tersembunyi dari komentar tentang masalah sosial politik, kebijakan, dan gaya kepemimpinan adalah analisis wacana kritis. Dengan menggunakan Analisis Wacana Kritis Van Dijk pada Pidato Pelantikan Presiden Joe Biden, penelitian ini bertujuan untuk mengungkap kebijakan Amerika Serikat. Analisis tersebut menunjukkan secara ilmiah bahwa Presiden Joe Biden memprioritaskan pemulihan masalah domestik daripada masalah internasional, dengan rasio persentase 70 persen : 30 persen. Persatuan, keamanan dalam negeri, dan keseimbangan terhadap masalah demokrasi adalah masalah pertama yang harus diperbaiki, diikuti dengan masalah internasional. Dalam pidatonya, Joe Biden menggunakan sosiokognitif superstruktur untuk menunjukkan pendekatan humanistik. Selain itu, Presiden Joe Biden lebih sering menggunakan pengulangan dan aliterasi sebagai kiasan untuk menekankan pesannya daripada Barack Obama, dan gaya bahasanya lebih sistematis dan lugas. Kata kunci: Analisis Wacana Kritis, Van Dijk, Joe Biden; Barack Obama; PidatoThe aims of the research is undermined by an absorption of the meaning of speeches delivered by any president who is potentially influenced by subjective things that can trigger a nation's agitation. One of the scientific methods used to find the hidden meaning of comments on social-political issues, policies, and styles of leadership is critical discourse analysis. Using Van Dijk's Critical Wacana Analysis on President Joe Biden's Appointment Speech, this study aims to uncover US policy. The analysis demonstrates scientifically that President Joe Biden prioritizes the recovery of domestic problems over international problems, with a 70 percent to 30 percent ratio. Unity, domestic security, and the balance of issues of democracy are the first issues to be fixed, followed by international issues. In his speech, Joe Biden used superstructured sociocognitive to demonstrate a humanistic approach. Besides, President Joe Biden is more likely to use repetition and aliteration as a pretext to emphasize his message than Barack Obama, and his style of speech is more systematic and coherent. Keywords: Critical Discourse Analysis, Van Dijk, Joe Biden; Barack Obama; Speech
PENYAJIAN RUANG NARATIF DAN IMPLIKASI MAKNANYA PADA NOVEL JR UENO EKI KOUEN GUCHI KARYA YU MIRI
Not only as a background to the plot, space can also be used as the center of the story or act as a helper for the story. Space can also have symbolic meaning that plays a role in enriching the world of the story. This research discusses the narrative space in the Japanese novel JR Ueno Eki Kouen Guchi (2014) by Yu Miri. In this novel, space is the main driver of the story. This research aims to explain narrative space strategies using the spatial narratology perspective described by Ryan, Foote, and Azaryahu (2016). The research results show that the construction of space in this novel shows the existence of certain patterns that build the world in the story. This pattern shows the implication of meaning through the relationships between spaces. This relationship provides context for the actions taken by the characters and the events that appear in the novel. Through space construction, the circumstances surrounding the entire text can be identified. This shows that narrative space constructs the world in the novel by providing context for the things that happen in the story plot.Keywords: narratology, narrative space construction, JR Ueno Eki Kouen Guch
TINDAK TUTUR ILOKUSI BERIMPLIKATUR UJARAN KEBENCIAN DALAM BALASAN TWIT MEDIA SOSIAL X (TWITTER) SEPUTAR ISU POLITIK
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh penggunaan bahasa dalam unggahan media sosial x (twitter) yang dapat berakibat pada ketersinggungan antarpengguna. Tujuan dari penelitian ini, yaitu menjelaskan dan mendeskripsikan klasifikasi tindak tutur ilokusi berimplikatur ujaran kebencian yang terdapat dalam balasan twit media sosial x (twitter) seputar isu politik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data, yakni metode simak dengan menggunakan teknik dasar sadap, serta teknik lanjutan simak bebas libat cakap (sblc) dan teknik catat. Hasil dari penelitian ini yaitu ujaran yang termasuk ke dalam tindak tutur ilokusi berimplikatur ujaran kebencian. Berdasarkan hal tersebut, temuan dari penelitian ini adalah terdapat tindak tutur asertif berimplikatur ujaran pencemaran nama baik sebanyak 5 data, tindak tutur asertif berimplikatur ujaran hoaks sebanyak 9 data, tindak tutur ekspresif berimplikatur ujaran penghinaan sebanyak 46 data, tindak tutur ekspresif berimplikatur ujaran memprovokasi sebanyak 11 data, tindak tutur direktif berimplikatur ujaran menghasut sebanyak 5 data, dan tindak tutur komisif berimplikatur ujaran mengancam (perbuatan tidak menyenangkan) sebanyak 1 data. Temuan yang peneliti peroleh didominasi oleh ujaran penghinaan yang disebabkan oleh perbedaan pendapat.Kata kunci: tindak tutur ilokusi, ujaran kebencian, media sosial, politik This research is motivated by the use of language in social media posts on platform X (Twitter), which can lead to offense among users. The aim of this study is to explain and describe the classification of illocutionary speech acts implicating hate speech found in responses to political issues on social media platform X (Twitter). The method used in this research is a qualitative descriptive method with data collection techniques, namely observation method using basic eavesdropping techniques, as well as advanced techniques of eavesdropping without participation (sblc) and note-taking techniques. The results of this study are speech acts that fall into the category of illocutionary speech acts implicating hate speech. Based on this, the findings of this study are as follows: there are 5 assertive speech acts implicating defamation, 9 assertive speech acts implicating spreading hoaxes, 46 expressive speech acts implicating insult, 11 expressive speech acts implicating provocation, 5 directive speech acts implicating incitement, and 1 commissive speech acts implicating threats (unpleasant actions). The findings obtained by the researchers are dominated by insults caused by differences in opinions.Keywords: Illocutionary speech acts, hate speech, social media, politic
MARJINALISASI PEREMPUAN DALAM CERPEN JURAGAN EMPANG KARYA: KEDUNG DARMA ROMANSHA ANALISIS WACANA KRITIS SARA MILLS
Marjinalisasi perempuan banyak dijumpai pada berbagai macam wacana dalam teks seperti gambar, foto, film, berita ataupun karya sastra seperti novel atau cerpen. Dalam penelitian ini, peneliti memilih cerpen Juragan Empang karya Kedung Darma Romansha sebagai sumber datanya yang dianalisis menggunakan teori Analisis Wacana Kritis Sara Mills. Tujuan penelitian ini adalah untuk menemukan dan mendeskripsikan tentang marjinalisasi perempuan sebagai Subjek, Objek, dan Pembaca cerpen Juragan Empang karya Kedung Darma Romansha yang dimuat di Jawa Pos edisi 8 September 2019 dan buku Antologi Rab(b)i terbitan Buku Mojok, 2020. Jenis penelitian ini adalah Deskripsi Kualitatif. Metode yang digunakan adalah Baca-Catat. Hasil penelitian menujukkan bahwa Marjinalisasi pada Perempuan sebagai Subjek selalu diceritakan sebagai pencerita yaitu pihak istri. Marjinalisasi Perempuan sebagai Objek selalu menampilkan korban sebagai yang diceritakan dari pihak suami yang memarjinalkan istrinya dan perempuan sekitar. Sedangkan Marjinalisasi Perempuan sebagai Pembaca hanya terdapat satu temuan yang menggiring pembaca untuk diposisikan sebagai Subjek-Objek sehingga pembaca tidak kritis untuk menentukan siapa yang memarjinalkan perempuan dari pihak suami, atau justru dari pihak istri yang dalam cerita sudut pandang suami tengah menjadi Objek Marjinalisasi Perempuan.Kata kunci: marjinalisasi, perempuan, juragan empang, cerpen jawa pos Marginalization of women is often found in various kind of discourse in texts such as pictures, photographs, films, news or literary work such as novels or short stories. In this study, the researcher chose the short story Juragan Empang by Kedung Darma Romansha as the data source which was analyzed using Sara Mills’ Critical Discourse Analysis theory. The purpose of this study was to find and describe the marginalization of women as subject, object, and readers of the short story Juragan Empang by Kedung Darma Romansha which was published in the September 8 2019 edition of Jawa Pos and the book Anthology Rab(b)i, published by Buku Mojok, 2020. Type of research this is a Qualitative Description. The method used is Read-Note. The results of the study show that the marginalization of women as subject is always told as a narrator, namely the wife. Marginalization of Women as Object always present victims as told from the husband’s side who marginalizes his wife an women around him. While the Marginalization of Women as Readers there is only one finding which leads the readers to be positioned as Subject-Object so that the reader is not critical in determining who marginalizes women from the husband’s side of even from the wife’s side who in the story from the husband’s point of view is the object of Marginalization of Women.Keywords: marginalization, woman, juragan empang, short story jawa po
MASALAH SOSIAL DALAM NASKAH DRAMA JERIT MALAM DI KAMPUNG KALONG KARYA EKO B SAPUTRO: KAJIAN SOSIOLOGI
Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana bentuk-bentuk masalah sosial dalam Naskah Drama jerit malam dikampung kalong karya eko B saputro. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan serta menjelaskan bentuk-bentuk permasalahan sosial yang terdapat dalam naskah drama jerit malam dikampung kalong karya eko B. saputro dengan menggunakan pendekatan sosiologi sastra. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan teknik dokumentasi, teknik analisis data dilakukan dengan cara baca dan catat. Hasil penelitian adalah sebagai berikut : (1) kemiskinan, (2) kejahatan, (3) pendidikan, dan (4) lingkungan hidup. Berdasarkan hasil tersebut terlihat jelas jika naskah drama jerit malam dikampung kalong sangat mendeskripsikan permasalahan yang kerap kali terjadi di kehidupan, dan hal ini pula yang membuat penulis tertarik melakukan penelitian.Kata kunci: masalah sosial; naskah drama; sosiologi The problem in this study is how are the forms of social problems in the Drama Manuscript Jerit Malam Dikampung Kalong by eko B Sawetro. The purpose of this study is to describe and explain the forms of social problems contained in the drama script Jerit Malam in Kampung Kalong by eko B. Saputro tro using a literary sociology approach. This research is a type of qualitative descriptive research with data collection techniques using documentation techniques, data analysis techniques are carried out by reading and noting. The results of the research are as follows: (1) poverty, (2) crime, (3) education, and (4) the environment. Based on these results it is clear that the drama script Jjerit Malam in Kampung Kalong really describes the problems that often occur in life, and this also makes the writer interested in conducting research.Keywords: social problem; play script; sociolog
PERAN PENERJEMAH TERSUMPAH DALAM KONTRAK PERDAGANGAN INTERNASIONAL
Penelitian ini bertujuan mendalami peran penerjemah tersumpah (sworn translator) dalam kontrak dagang internasional. Pengalihbahasaan naskah-naskah kontrak kerja sama bisnis internasional sepatutnya dilakukan penerjemah tersumpah karena penerjemahan naskah-naskah penting tersebut memerlukan kecermatan dan akurasi tinggi. Penerjemah tersumpah pasti sudah lulus dari berbagai ujian atau saringan yang sangat ketat. Akurasi penerjemahan tak bisa ditawar-tawar lagi karena kekeliruan penerjemahan pasti akan menjadi masalah besar dalam proses dagang atau bisnis, apalagi pada level internasional. Hal lain yang diharapkan dari penerjemah tersumpah ialah kemampuannya menjaga rahasia institusi atau perusahaan. Selain itu, penerjemah tersumpah juga memiliki kode etik yang harus ditaati dan selama ini jarang terjadi pelanggaran atas kode etik tersebut. Hasil kerja para penerjemah tersumpah pun bernomor, dicap oleh penerjemah tersumpah, dan dilaporkan ke Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) sehingga pertanggungjawabannya lebih terjamin. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-analitis dan yuridis-normatif dengan menggunakan data kepustakaan (library research) dan wawancara (interview) dengan ahlinya (purposive sampling). Wawancara dilakukan dengan mengundang seorang penerjemah tersumpah yang juga ketua umum Himpunan Penerjemah Indonesia (HPI) dalam diskusi kelompok terpumpun (focus group discussion/FGD) secara hibrid. Penerjemah tersumpah tersebut sangat berpengalaman dan kemampuannya pun sudah sangat teruji. Intinya, peran penerjemah tersumpah makin diperlukan dalam era globalisasi ini karena makin banyak naskah perjanjian dagang internasional yang harus dialihbahasakan secara akurat dan sahih untuk menjaga keberlangsungan bisnis secara internasional.Kata Kunci: Penerjemah, Tersumpah, Kontrak, Dagang, Internasional This research aims to explore the role of sworn translators in international trade contracts. The translation of international business cooperation contract texts should be carried out by sworn translators because translating these important texts requires high precision and accuracy. Sworn translators must have passed various very strict tests. Translation accuracy is non-negotiable because translation errors will definitely become a big problem in trade or business processes, especially at the international level. Another thing that is expected from a sworn translator is the ability to maintain institutional or company secrets. Apart from that, sworn translators also have a code of ethics that must be adhered and so far violations of this code of ethics have rarely occurred. The work of sworn translators is also numbered, stamped by the sworn translator, and reported to the Ministry of Law and Human Rights so that accountability is more guaranteed. This research uses descriptive-analytical and juridical-normative methods using library research and interviews with experts (purposive sampling). The interview was conducted by inviting a sworn translator who is also the chairman of the Indonesian Translators Association (HPI) in a hybrid focused group discussion (FGD). This sworn translator is very experienced and his abilities have been highly tested. Apart from that, input and suggestions from the audience who are very interested in the work of sworn translators are also accommodated. In essence, the role of sworn translators is increasingly necessary in this era of globalization because more and more international trade agreement texts must be translated accurately and validly to maintain international business continuity.Keywords: Sworn, Translator, International, Trade, Contrac