E-Journal Undana Universitas Nusa Cendana Kupang
Not a member yet
    171 research outputs found

    Pemanfaatan Website Kota Kupang Sebagai Online Public Relations

    Full text link
    Tujuan penelitian untuk mengetahui pemanfaatan Website Pemerintah Kota Kupang sebagai Sarana Public Relations Online. Konsep yang digunakan adalah media baru (new media), Public Relations, online public relations, media sosial, dan website. Teori yang digunakan adalah media baru (new media). Paradigma penelitian ini adalah konstruktivisme. Jenis penelitian kualitatif dengan metode studi kasus. Subyek penelitian terdiri dari 4 informan yaitu 1 informan di Dinas Protokol Komunikasi Pimpinan (Prokompim) dan 3 orang di Dinas Kominfo. Semuanya di Kota Kupang yang ditentukan dengan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisa data Cresswell dalam penelitian fenomenologi. Hasil penelitian menunjukkan pemanfaatan website Kota Kupang sudah mendukung sarana online public relations (PR). Hal ini dilihat dari fungsi komunikasi dan PR sebagai komunikator, menginformasikan dan menyampaikan data, berita dan atau kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan tata kelolah pemerintahan dan kegiatan pimpinan. Walaupun demikian partisipasi masyarakat, kebebasan menyampaikan informasi, kritik dan saran masih terbatas karena minimnya fitur dan tools yang ada di website. Satu-satunya cara hanya melalui komentar via email yang ada di website tersebut. Sedangkan dari sisi pemanfaatan website Kota Kupang sebagai sarana online PR, dinas kominfo dan juga Prokompim hanya menyediakan komunikasi satu arah dalam menanggapi komen atau tanggapan dari masyarakat

    Pesan Kesehatan Terkait Covid-19 dalam Film “Air untuk Marta”

    Full text link
    Film Pendek “Air untuk Marta” dipenuhi pesan kesehatan yang sarat makna. Penelitian ini melihat secara mendalam dan detail apa saja pesan kesehatan terkait Covid-19 yang ditampilkan dalam Film Air untuk Marta dan bagaimana pesan kesehatan terkait Covid-19 ditampilkan dalam Film  “Air untuk Marta”. Penelitian ini dianggap penting untuk diteliti karena diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam upaya penanggulangan Covid-19, dengan melihat bagaimana pesan- pesan Kesehatan disampaikan melalui film pendek terkait Covid-19. Penelitian ini menggunakan analisis semotika Charles Pierce dan metode pengumpulan data yang akan digunakan adalah observasi dan studi dokumen. Kajian Teoritik yang digunakan untuk menganalisis adalah Semiotika Charles Pierce dan beberapa kajian konseptual yang digunakan untuk menganalisis permasalahan yang adalah konsep film sebagai media promosi kesehatan, Semiotika dalam Film dan konsep lainnya yang dianggap relevan. Adapun hasil temuan dalam penelitian ini didapati beberapa pesan Kesehatan dalam film pendek “Air untuk Marta”, yakni (1) Pentingnya mencuci tangan, (2) Pentingnya menjaga kebersihan diri, dan juga (3) Pentingnya memakai masker dan menjaga jarak selama masa Pandemi Covid-19. &nbsp

    Gegar Budaya di Era New Normal

    Full text link
    Penelitian dengan judul “Gegar Budaya Di Era New Normal” dilatar belakangi oleh kemunculan istilah new normal di masa pandemi ini yang menyebabkan masyarakat mengalami gegar budaya dan “dipaksa” untuk beradaptasi dengan kebiasaan baru di era new normal tersebut. Penelitian ini berfokus pada bagaimanakah pengalaman adaptasi masyarakat Kota Kupang dalam menghadapi gegar budaya di era new normal dengan tujuan untuk menganalisis pengalaman dan pemaknaan masyarakat kota Kupang dalam menghadapi gegar budaya di era new normal. Metode penelitian adalah fenomenologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada umumnya pengalaman adaptasi masyarakat di era new normal ini adalah mereka mengalami stress dan perasaan tersiksa karena kebiasaan-kebiasaan baru di era new normal yang terjadi karena masyarakat dihadapkan dengan kebiasaan-kebiasaan baru yang berbeda dengan kebiasaan-kebiasaan sebelumnya dan interaksi yang harusnya bisa berlangsung tatap muka harus dilakukan melaui media sehingga pada era new normal muncul ketergantungan terhadap teknologi. Namun pada akhirnya mereka harus menerima dan mulai terbiasa dan menyeseuaikan diri dengan hal kondisi tersebut. Selain itu juga berkaitan dengan pemaknaan masyarakat tentang gegar budaya di era new normal terdapat dua makna yang diberikan masyarakat yaitu new normal meningkatkan pola hidup sehat masyarakat, new normal sebagai sebuah keniscayaan, dan new normal semakin menyadarkan manusia sebagai makhluk yang saling membutuhkan

    Pribadi Yang Terbuka: Komunikasi Interpersonal Pekerja Seks Komersil di Saritem Bandung

    Full text link
    Komunikasi interpersonal yang baik harus terjalin antara informan dan peneliti dalam rangka mendukung terpenuhinya informasi yang dibutuhkan. Melalui beberapa riset dinyatakan bahwa jika individu bersikap terbuka maka komunikasi interpersonal dikatakan baik dan berhasil. Sebaliknya jika individu bersifat dogmatis atau tertutup maka tidak akan terjadi pengungkapan diri dari orang tersebut kepada orang lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana keterbukaan diri antara Pekerja Seks Komersil di Saritem Bandung dengan peneliti. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Peneliti melakukan analisa dengan menggunakan teori Self Disclosure yang didasarkan pada konsep Johari Window gagasan Joseph Luft dan Harrington Ingham kepada dua orang informan yang merupakan PSK di Saritem. Hasil analisa keterbukaan diri kedua informan dalam teori Jendela Johari menunjukkan bahwa kedua informan merupakan pribadi dengan jendela bertipe “The Open Persona” atau “Pribadi Yang Terbuka”, dengan kata lain kedua informan memiliki komunikasi interpersonal yang ideal dengan peneliti dikarenakan jendela Open yang besar. Kepribadian extrovert dan adanya reward yang diberikan oleh peneliti merupakan faktor yang mendukung kedua informan bersikap terbuka terhadap peneliti

    Pembingkaian Citra Kepala Daerah Provinsi NTT Terpapar Covid-19 Pada Berita Kupang.Antaranews.Com

    Full text link
    Artikel ini mengkaji tentang Pembingkaian Citra Kepala Daerah Provinsi NTT Dalam Berita Covid-19 di kupang.antaranews.com dengan menggunakan metode analisis framing Robert N. Entman. Teori yang digunakan adalah Teori hirarki pengaruh isi media dari Shoemaker dan Reese, serta Teori Citra Frank Jefkins. Pemerintah Indonesia khususnya pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur terus berupaya menghadapi pandemi Covid-19. Kepala Daerah NTT telah menerbitkan kebijakan untuk menghadapi pandemi ini pada mulanya maupun pasca Gubernur dan Wakil Gubernur NTT terpapar Covid-19 di bulan Januari dan sembuh di Februari 2021. Media massa di NTT termasuk media online berupaya menampilkan keduanya di halaman website berita mereka. Salah satu media online yakni Antara NTT (https://kupang.antaranews.com/) juga berupaya menampilkan citra keduanya dalam berita Kepala Daerah NTT terpapar Covid-19 periode Januari-Februari 2021. Hasil penelitian ditemukan Antara NTT menampilkan citra kedua Kepala Daerah yang terpapar Covid-19 pada berita sebagai: pemimpin panutan masyarakat NTT,  tertib dan patuh menjalani karantina Covid-19, sosok yang melindungi orang-orang terdekat dari paparan Covid-19, pemimpin yang berdedikasi dalam menjalankan tugas, sosok pemimpin yang mau mendelegasikan kewenangan, sosok yang tahu bersyukur dan berterima kasih kepada masyarakat NTT, pemimpin yang terbuka dengan media massa, sosok pekerja keras, bertanggungjawab dan memiliki komitmen yang tinggi

    Optimalisasi Komunikasi Terapeutik Paramedis dan Pasien dengan Sistem Protokol Kesehatan Covid-19

    Full text link
    Memasuki tahun 2021 wabah virus COVID-19 hingga saat ini terus meningkat. Pemerintah mengeluarkan kebijakan kepada masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan. Kebijakan tersebut dinyatakan untuk meminimalisir laju penyebaran COVID-19. Seluruh masyarakat hingga pelayanan kesehatan menerapkan kebijakan protokol kesehatan yang sering didengar dengan sebutan 3M yaitu menggunakan masker, membersihkan tangan, dan menjaga jarak. Dengan sistem kebijakan tersebut menimbulkan adanya perubahan dalam penyampaian pesan komunikasi salah satunya komunikasi terapeutik pada layanan kesehatan. Fenomena ini menarik dan unik untuk diteliti karena adanya perubahan yang muncul setelah komunikasi terapeutik dilakukan dengan sistem protokol kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui optimalisasi komunikasi terapeutik paramedis dan pasien dengan sistem protokol kesehatan COVID-19. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penentuan 12 informan meliputi 4 paramedis dan 8 pasien dilakukan dengan teknik purposive sampling, yang berdasarkan memenuhi kriteria peneliti. Teknik pengumpulan data didapat dari hasil observasi, wawancara, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan, terdapat komunikasi tertutup yang berlangsung secara singkat dengan tujuan menghindari adanya kontak fisik selama proses pelayanan dengan tatap muka, selain itu bahasa verbal dan bahasa non verbal diangap penting oleh paramedis dan pasien dalam berkomunikasi disaat menjalankan protokol kesehatan Covid-19

    Aplikasi Gopay dan Gaya Hidup Milenial Kota Bandung

    Full text link
    Perkembangan dunia digital saat ini turut mengubah gaya hidup manusia. Kehadiran uang digital pun mulai marak digunakan dalam kehidupan. Kondisi nyaman tersebut menyebabkan banyak orang mulai beralih dalam penggunaan uangnya. Saat ini mulai bermunculan perusahaan yang memanfaatkan peluang penggunaan uang digital tersebut. Terutama di bidang layanan. Layanan dengan uang digital memberikan kemudahan bagi penggunanya dalam transaksi online. Salah satunya adalah GoPay. Perusahaan tersebut masuk ke dalam jenis financial technology (fintech). Berdasarkan data yang terhitung dari quarter 2, 2019 hingga quarter 2, 2020 GoPay menjadi produk fintech E-Wallet yang paling unggul dibandingkan dengan produk saingan. Hasil penelitian berdasarkan hasil analisis data mean menunjukkan total mean sebesar 3.76 dengan target capai responden (TCR) sebesar 75.7% dan menerima Ha. Sedangkan berdasarkan hasil analisis Independent Sample T-test dapat dilihat bahwa laki-laki memiliki total mean sebesar 3.76 dengan target capai responden (TCR) sebanyak 76.3% dan total mean sebesar 3.82 dengan target capai responden (TCR) sebanyak 76.5% untuk perempuan yang menunjukkan bahwa pengaruh penggunaan GoPay dalam gaya hidup perempuan lebih besar dibandingkan dengan laki-laki, dan menerima Ha. Hal ini berarti bahwa pengaruh penggunaan GoPay dalam gaya hidup masyarakat millennial di Kota Bandung dengan didasari oleh Theory of Planned Behavior >70%

    Pengalaman dan Pemaknaan Kode Etik Jurnalistik Wartawan Media Online swarantt.net

    Full text link
    Media online SwaraNTT.Net merupakan salah satu media online yang belum terdaftar dalam webside resmi Dewan pers, namun media ini mewajibkan semua wartawan untuk menerapkan kode etik jurnalistik Dewan Pers. Sementara itu, para wartawan yang direkrut oleh media ini tidak dibekali dengan pengetahuan terkait kode etik jurnalistik sebelum diterima menjadi wartawan. Tujuan dari penelitian ini yakni untuk mengetahui pengalaman dan makna kode etik jurnalistik bagi wartawan media online SwaraNTT.Net. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Ada pun informan dalam penelitian ini adalah enam orang wartawan media online SwaraNTT.Net. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman wartawan dalam menerapkan kode etik dan makna terhadap kode etik dari setiap wartawan sedikit berbeda. Ada pun pengalaman wartawan dalam menerapkan kode etik jurnalistik yakni pertama, memperoleh pengetahuan terkait kode etik jurnalistik melalui learning by doing, pelatihan jurnalistik, membaca buku dan berita. Kedua, menerapkan kode etik dalam peliputan dan penulisan berita. Ketiga, mengalami suka dan duka dalam menjalankan profesi wartawan. Keempat, berpegang teguh pada kode etik jurnalistik dalam situasi apa pun. Kelima, wartawan tidak boleh melanggar kode etik. Bagi wartawan yang masih melanggar harus segera menyadari makna kode etik untuk tidak lagi dilanggar. Sedangkan makna kode etik bagi para wartawan adalah kode edik merupakan pedoman dalam menjalankan sebuah profesi, kode etik sebagai kontrol, kode etik sebagai jiwa, kode etik adalah seni, kode etik adalah landasan moral, dan kode etik merupakan dasar dari profesi

    Penerimaan Khalayak pada Kampanye #Stopbodyshaming

    Full text link
    Penelitian ini membahas tentang bagaimana pemaknaan followers Instagram @Cindercella pada kampanye stop body shaming Cindercella. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui makna yang timbul pada followers Instagram Cindercella mengenai kampanye stop body shaming. Analisa digunakan dengan paradigma kritis dan menggunakan metode Analisis Resepsi milik Stuart Hall. Dalam menganalisis latar belakang informan dalam memaknai pesan kampanye tersebut, peneliti menggunakan Teori uses and gratification. Hasil penelitian ini adalah Cindercella ingin menunjukkan bahwa body shaming berbahaya bagi mental health korbannya. Selain itu Cindercella juga mengajak khalayak untuk selflove dan percaya diri apapun bentuk fisiknya. Pesan kampanye stop body shaming Cindercella diterima oleh masing-masing informan dengan makna yang berbeda. Akhirnya penelitian ini diharapkan dapat dijadikan acuan bagi public relation atau humas dalam melihat persepsi atau pemaknaan sebuah kampanye pada khalayak melalui media sosial

    Penggunaan Pseudonym di Second Account Instagram dalam Perspektif Etika Digital

    Full text link
    Penggunaan pseudonym di second account instagram sebagai media self-disclosure pada generasi milenial menjadi salah satu tren di Daerah Istimewa Yogyakarta. Pada era digital seperti saat ini, penggunaan pseudonym akun atau akun samaran, sering disalahgunakan sebagai penyebaran informasi palsu (hoax), wadah prostitusi, penipuan dan sebagainya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan pseudonym akun dengan perspektif etika digital. Etika digital menyangkut tata cara, kebiasaan, dan budaya yang berkembang karena teknologi yang memungkinkan pertemuan sosial budaya secara lebih luas dan global. Etika digital melihat aspek kemampuan individu dalam menyadari, mencontohkan, menyesuaikan diri, merasionalkan, mempertimbangkan, dan mengembangkan tata kelola etika digital (netiquette) dalam kehidupan sehari-hari. Metode penelitian ini menggunakan kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Pengambilan data dalam penelitian ini adalah melalui wawancara mendalam. Pemilihan subyek riset menggunakan purposive sampling, yakni lima generasi milineal yang mempunyai pseudonym akun. Informan tersebut mewakili daerah Kota Yogyakarta, Sleman, Bantul, Kulon Progo dan Gunung Kidul. Hasil dari penelitian ini mengungkapkan bahwa penggunaan pseudonym akun digunakan untuk menyembunyikan identitas dari orang-orang yang tidak dikenal, mengindari rasa insecure dalam mengunggah foto atau video, menghindari terror dari fake akun lain. Melalui pseudonym akun, pengguna dapat mengungkapkan diri lebih banyak termasuk hal-hal yang bersifat rahasia kepada orang-orang yang telah dipilih untuk dapat mengakses second akun tersebut

    171

    full texts

    171

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    E-Journal Undana Universitas Nusa Cendana Kupang
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇