E-Journal Undana Universitas Nusa Cendana Kupang
Not a member yet
171 research outputs found
Sort by
Konstruksi Makna Informasi Kesehatan Covid-19 di Whatsapp oleh Ibu Rumah Tangga di Jepara
Penggunaan media sosial sebagai media untuk mencari informasi menjadi lumrah di masa pandemi Covid-19 saat ini karena terbatasnya pergerakan dan penyebaran informasi kesehatan Covid-19 secara langsung. Hal tersebut juga terjadi di kalangan ibu rumah tangga yang menggunakan media sosial, khususnya Whatsapp. Namun, masifnya informasi kesehatan Covid-19 di Whatsapp akan menimbulkan permasalahan baru apabila ibu rumah tangga tidak mampu memahami secara benar konsep untuk mendeteksi kebenaran informasi. Fenomena pencarian informasi kesehatan Covid-19 menggunakan Whatsapp di kalangan ibu rumah tangga menjadi menarik untuk dikaji menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi yang bertujuan untuk mengetahui motif ibu rumah tangga mencari informasi kesehatan Covid-19 menggunakan Whatsapp dan konstruksi makna informasi kesehatan Covid-19 yang dibangun oleh ibu rumah tangga. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam bersama 10 orang informan yang ditentukan secara purposif di Jepara. Hasil penelitian mengungkap dua kategori motif ibu rumah tangga mencari informasi kesehatan Covid-19 menggunakan Whatsapp, yaitu motif sosio-fungsional dan motif psikologis. Selain itu, terdapat tiga konstruksi makna yang dibangun oleh ibu rumah tangga, yaitu informasi yang tepat guna, pelengkap informasi kesehatan Covid-19 sehari-hari, dan informasi yang meragukan
Analisis Strategi Komunikasi KPI Menggunakan Situational Theory of Public Relation
Maraknya penayangan acara privat di kanal frekuensi publik menimbulkan reaksi beragam dari masyarakat. Peran KPI sebagai regulator atas penyiaran publik menjadi hal penting. Penelitian ini hendak melihat bagaimana langkah-langkah strategi komunikasi public relation Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) dalam menghadapi kritik masyarakat di media sosial terhadap penayangan acara privat di ruang publik, dalam kasus penggunaan saluran publik pada siaran pernikahan Atta-Aurel, serta strategi komunikasi PR yang preventif kedepannya ketika menghadapi isu yang sama di kemudian hari, dengan menggunakan situational theory of public relation yang diperkenalkan oleh James E. Grunig. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah paradigma konstruktivisme dengan metode deskriptif kualitatif dan teknik analisis kualitatif. Melalui teori dan metode yang digunakan maka dapat disimpulkan bahwa Strategi public relation yang dilakukan oleh KPI sudah sesuai dengan Situational Theory of Public Relation. Implikasi dari penelitian ini adalah KPI secara responsif berhasil menyampaikan pesan ke seluruh kelompok publik. Diharapkan dengan penelitian ini dapat digunakan oleh pihak-pihak terkait dalam membuat strategi komunikasi saat menghadapi krisis dalam organisasi
Kajian Etnometodologi Struktur Sosial Mahasiswa dalam Komunikasi Ruang Kelas
Penelitian ini dilakukan guna memberikan gambaran tentang komunikasi pendidikan dari segi struktur sosial kelas yang berlangsung selama proses perkuliahan diruang kelas dari sudut pandang mahasiswa. Berdasarkan beberapa kajian awal yang dilakukan, diketahui bahwa dalam ruang kelas yang dibatasi aturan sekalipun, terdapat perilaku unik yang menjadi rutinitas pelaku pembelajaran, yang berbeda dengan aturan kelas tersebut. Praktik ini tumbuh dan eksis dalam ruang pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis struktur sosial dalam komunikasi pembelajaran menurut pandangan mahasiswa. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan metode etnometodologi terhadap perkuliahan pada Prodi Ilmu Komunikasi, Universitas Nusa Cendana Kupang. Informan dalam penelitian ini adalah mahasiswa sebagai peserta didik yang merupakan partisipan aktif dalam proses komunikasi pendidikan dalam ruang kelas. Hasil penelitian menunjukan bahwa dalam ruang kelas ada struktur sosial sendiri yang menjadi acuan mahasiswa dalam menjalankan peran dan interaksi sosial selama perkuliahan. Pembentukan struktur tersebut awalnya dilakukan berdasarkan regulasi kampus untuk keperluan efektifitas pembelajaran atau disebut sebagai struktur sosial formal. Namun dalam perkembangannya, terbentuk struktur informal melalui interaksi dan konsensus sosial dalam kelas. Dalam praktiknya, struktur informal ini justru lebih mempengaruhi perilaku anggota kelas dibandingkan struktur formal dari kampus
Adaptasi Kerja Content Creator di Era Digital
Di era digital semua aktivitas dihadapkan pada perubahan perilaku komunikasi termasuk pada content creator. Ia harus melakukan adaptasi terkait kerjanya dalam memproduksi konten. Kondisi ini penting dilakukan sebagai upaya mempertahankan views. Adapun tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui karakteristik membuat konten, pemilihan media untuk menyalurkan konten, dan adaptasi content creator di era digital dalam membangun hubungan virtual dengan audience. Metode penelitian yang digunakan yaitu studi etnografi public relations dengan unit analisis model IPPAR meliputi (Insight, Program strategic, Program implemetation, Action and reputation) dan menggunakan pendekatan kualitatif dan paradigma konstruktivisme. Dalam menentukan informan peneliti menggunakan teknik purposif dan mengumpulkan data melalui wawancara secara online. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa karakteristik dalam membuat konten ada 7 (tujuh) meliputi kategori konten, ciri khas, tema, hastag, caption, tampilan, talent dan kreativitas. Hasil penelitian ini juga menunjukkan dalam pemilihan media yaitu media yang high, populer dan banyak penggunanya. Content creator beradaptasi di era digital dengan menghasilkan konten menarik dan dapat menarik perhatian audience, menuangkan ide-idenya di media digital untuk mendapatkan peluang dalam digital marketing dan memiliki konten positif, dengan begitu content creator dapat membangun hubungan secara virtual dan mendapat dukungan dari audience berupa peningkatan followers, like, comment, share dan pesan
Gambaran Maskulinitas dalam Iklan Kopi Caffino di Instagram
Maskulinitas merupakan representasi gender yang sering digunakan dalam periklanan guna mempersuasi calon konsumen. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkap representasi maskulinitas hegemonik dalam iklan kopi Caffino di Instagram. Penelitian ini memfokuskan bagaimana maskulinitas digambarkan dalam iklan kopi Caffino. Data dalam penelitian ini ialah kata, frasa, gambar, dan warna yang ada dalam poster iklan kopi Caffino. Sumber penelitian ini ialah poster iklan kopi Caffino di Instagram. Kajian ini termasuk dalam penelitian kualitatif. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini ialah semiotika model John Fiske yang melibatkan kode dan tanda. Tanda dan kode tersebut diasumsikan sebagai wujud dari praktik sosial. Konstruksi maskulin yang muncul dianalisis dengan memperhatikan berbagai aspek yang ada dalam iklan..Analisis dalam penelitian ini dilakukan dengan tiga tahapan yaitu dengan memperhatikan level realitas, representasi, dan ideologiHasil penelitian ini menunjukkan bahwa iklan kopi Caffino menggunakan maskulinitas hegemonik dengan gaya Maskulinitas yang ditemukan dalam peneltian ini ditunjukkan dengan menampilkan sosok laki-laki yang berpenampilan casual dan santai. Hal ini menunjukkan sifat yang mengarah pada new masculinity. Istilah new masculinity ini mengarah pada representasi maskulin yang modern. Maskulin modern ini tidak terpaku pada tampilan fisik saja namun lebih mengarah pada sosial budaya
Fashion sebagai Identitas Masyarakat Urban pada Konten Youtube Yoshiolo
Fashion memiliki permainan identitas kelas bagi beragam gaya hidup dan gender. Fashion dapat diidentifikasi sebagai sebuah permainan kekuasaan bagi beragam industri dan lebih mendapatkan dukungan dalam media sosial. Pada artikel ini, penulis mengambil gambaran konsumsi dan identitas Fashion yang digambarkan oleh masyarakat urban melalui tayangan YouTube dengan judul “Berapa Harga Outfit Lo!” dimana gambaran tersebut memberikan permasalahan tidak hanya tentang identitas gaya hidup pada kelas tetapi juga terdapat perbedaan identitas kelas pada gender tertentu. Konsumerisme menjadi salah satu alasan adanya identitas kelas terbentuk dalam hal ini dituangkan dalam gaya hidup fashion. Penelitian ini bertujuan untuk mendalami dan memahami bagaimana fashion dikonsumsi oleh beragam kelas dan terdapat peubahan perilaku dalam masyarakat. Metode dalam penelitian ini adalah menggunakan metode semiotika Roland Barthes dimana terdapat makna konotasi dan denotasi dalam tayangan video YouTube konten Yoshiolo melalui pendekatan kualitatif dan jenis penelitian deskriptif. Penelitian dengan menggunakan metode semiotika, memang banyak dilakukan namun melalui semiotika yang melihat representasi melalui media sosial atau online memberikan banyak interpretasi yang menimbulkan interpretasi ganda. Hasil penelitian dalam penelitian ini adalah media online memiliki peran besar dalam membentuk gaya hidup dalam masyarakat, selain itu juga industri fashion saat ini juga mengembangkan kapitalismenya dimana juga mengkaitkan laki-laki sebagai salah satu sasaran target pasar yang baru. Adanya konsumerisme pada gender laki-laki menjadi salah satu hal yang mencoba untuk mendobrak stereotipe gender yang selama ini dilekatkan bagi perempuan yaitu seringkali dikatakan “perempuan suka belanja”
Konstruksi Makna Literasi Informasi Kesehatan Menurut Penyintas Covid-19 di Kota Kupang
Wabah virus Covid-19 di awal tahun 2020 mengguncang dunia ketika menginfeksi hampir setiap negara di dunia. WHO telah menyatakan per Januari 2020, dunia telah memasuki keadaan darurat global terkait virus corona. Indonesia sendiri mengonfirmasi kasus pertama Covid-19 pada 2 Maret 2020. Dari data yang diperoleh, terlihat jumlah suspect di Kota Kupang pada awal tahun 2021 terus meningkat. Dari data yang dirilis Pemprov NTT, terlihat jumlah suspect per 21 Februari 2021 sebanyak 350 orang. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konstruksi pemaknaan informasi kesehatan bagi penyintas Covid-19. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam. Informan dalam penelitian ini sebanyak 8 orang sebagai penyintas Covid-19 yang terpapar sejak tahun 2020 hingga 2021. Analisis data dilakukan memakai teknik enam langkah versi Creswell. Hasil penelitian menemukan bahwa informasi kesehatan menurut perspektif penyintas Covid-19 berguna sebagai referensi dalam mengedukasi diri terkait Covid-19, membantu mengubah pola pikir yang salah tentang Covid-19, dan sebagai referensi dalam turut menyebarkan informasi yang positif kepada orang lain
Komunikasi Ritual Fua Ton pada Suku Leosikun
Fua Ton merupakan ritual dari desa Saenam yang dilakukan oleh suku Leosikun. Ritual ini memiliki tujuan untuk mengucap syukur atas tahun yang telah lewat serta memohon berkat di tahun yang baru dan untuk memohon berkat dari leluhur dan alam agar mendapatkan hasil kebun yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses komunikasi dan komponen-komponen komunikasi dalam ritual Fua Ton. Metode dalam penelitian ini adalah metode etnografi komunikasi model SPEAKING (Setting / Scene, Partisipant, Ends, Act Sequence, Keys, Instrument, Norms, dan Genre) dari Dell Hymes dengan menggunakan teori interaksi simbolik. Hasil dalam penelitian ini adalah proses komunikasi dalam ritual Fua Ton merupakan sebuah urutan tindakan dalam peristiwa komunikasi yang terdiri dari 3 tahap dan komponen-komponen komunikasi SPEAKING adalah komponen-komponen komunikasi yang membentuk ritual Fua Ton. Kesimpulan penelitian ini adalah tahapan-tahapan dalam ritual Fua Ton merupakan alur proses komunikasi yang berkesinambungan dengan maksud untuk mencapai tujuan dari ritual, lalu komponen-komponen komunikasi Setting / Scene, Partisipant, Ends, Act Sequence, Keys, Instrument, Norms, dan Genre merupakan elemen-elemen pembentuk peristiwa komunikatif ritual Fua Ton. Saran terhadap penelitian selanjutnya adalah terkait dengan penelitian yang berfokus pada ritual-ritual adat yang menggunakan metode etnografi komunikasi, diharapkan peneliti selanjutnya dapat meneliti lebih dalam lagi mengenai makna dari ritual Fua Ton, khususnya peran bahasa Dawan dalam ritual Fua Ton ini, dan bagaimana tetua adat dalam ritual Fua Ton memiliki pengaruh besar dalam berjalannya ritual Fua Ton
Pengalaman Reporter LPP RRI Kupang Menerapkan Sembilan Elemen Jurnalisme Kovach dan Rosensteil
Radio merupakan media komunikasi modern yang menyiarkan berita atau informasi dengan “bercerita” (storytelling). Informasi terlebih berita yang disampaikan harus berdasarkan etika dalam kerja jurnalistik yang mengacu pada sembilan elemen jurnalisme Bill Kovach dan Tom Rosenstiel. Penelitian bermula dari kesadaran pentingnya menerapkan secara sadar dan bertanggung jawab prinsip jurnalistik yang benar di bidang penyiaran. Karena itu dengan teori fenomenologi Alfred Schutz dalam bingkai penelitian kualitatif ditentukan metode penelitian fenomenologi. Berdasarkan metode ini, ditentukan teknik penentuan informan secara purposive sampling. Lewat wawancara, observasi dan studi dokumentasi serta triangulasi metode dan triangulasi sumber diperoleh temuan penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan pengalaman para reporter LPP RRI Kupang dalam proses membuat berita telah menerapkan sembilan elemen jurnalisme Kovach dan Rosenstiel dalam keseharian mencari berita walaupun mereka tidak mengetahui bahwa apa yang selama ini mereka kerjakan merupakan sembilan elemen jurnalisme dari Kovach dan Rosenstiel. Mereka juga memahami kesembilan elemen tersebut merupakan unsur-unsur yang penting dan harus dilakukan oleh reporter dalam tugasnya mencari berita. Karena itu disarankan agar LPP RRI Kupang dapat melakukan pelatihan jurnalistik radio yang menekankan materinya pada pemahaman yang benar terkait penerapan sembilan elemen jurnalistik ini. Dengan diterapkan nilai-nilai ini, diharapkan dapat menghasilkan produk jurnalistik yang berkualitas bagi pendengar
Strategi Komunikasi Pemerintah Kota Kupang dalam Mensosialisasikan Program Smart City
Pelayanan publik tidak terlepas dari konsep good governance. Konsep ini dapat berjalan apabila pemerintah melibatkan stakeholder dalam kegiatan ekonomi dan sosial politik bagi kepentingan rakyat yang menganut asas: keadilan, pemerataan, persamaan, efisiensi, transparansi dan akuntabilitas. Untuk mewujudkan hal-hal tersebut dibutuhkan terobosan yang sejalan dengan perkembangan teknologi komunikasi, yaitu konsep Smart City. Konsep ini yang kini diterapkan pemerintah Kota Kupang. Dalam pelaksanaanya, dibutuhkan strategi tepat untuk mensosialisasikan konsep Smart City. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi yang digunakan Pemerintah Kota Kupang dalam Mensosialisasikan Program Smart City serta mengetahui mengetahui faktor-faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaan sosialisasi. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif yang dilakukan dengan pendekatan kualitatif. Sumber data penelitian ini diambil dari data primer yang diperoleh dari wawancara mendalam dengan informan dan data sekunder yang diperoleh dari buku, internet, dokumen. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data model interaktif dari Miles Huberman yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Penelitian ini menggunakan teknik triangulasi sumber untuk mendapatkan validitas data. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa Pemerintah Kota Kupang harus semakin giat untuk melakukan sosialisasi program smart city dengan memaksimalkan semua potensi sumber daya yang dimiliki. Selain itu infrastruktur pendukung Smart City juga harus ikut dikembangkan serta paradigma masyarakat Kota Kupang yang sebelumnya hanya pasif dalam pelaksanan dan pengawasan terhadap pembangunan dan pemerintahan di Kota Kupang kini menjadi lebih aktif