E-Journal Undana Universitas Nusa Cendana Kupang
Not a member yet
171 research outputs found
Sort by
Derajat Mindfulness Suku Betawi di Tengah Arus Urbanisasi Jakarta
Pendatang dan Suku Betawi di RW 08 Kelurahan Srengseng Sawah yang hidup berdampingan dapat menimbulkan berbagai dampak yang dilatarbelakangi oleh aspek ekonomi, politik, sosial dan budaya. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan karakteristik individu dan faktor dari dampak urbanisasi dengan derajat mindfulness Suku Betawi. Metode yang digunakan adalah mixed method dengan rancangan metode paralel konvergen. Data primer diperoleh melalui kuesioner, observasi, dan wawancara mendalam, sedangkan data sekunder diperoleh melalui dokumen dan literatur pendukung yang relevan. Responden penelitian sebanyak 43 orang ditentukan melalui snowball sampling, dan informan dipilih secara purposive. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan antara komponen karakteristik individu dengan komponen derajat mindfulness. Namun, aspek pada faktor dari dampak urbanisasi memiliki hubungan yang signifikan dengan komponen derajat mindfulness. Saran dari hasil penelitian berupa perlu adanya upaya berupa sosialisasi terkait pentingnya peran masyarakat untuk menjaga eksistensi Suku Betawi dengan menunjukkan identitas diri sebagai Suku Betawi. Selain itu, perlu adanya dorongan pada kesadaran masyarakat bahwa pelestarian budaya tidak hanya menjadi tugas dari pemerintah, namun juga menjadi tanggung jawab seluruh warga Suku Betawi melalui penerapan dalam kehidupan sehari-hari
Menavigasi Komunikasi Bajo Mola di Dua Ruang
Penelitian ini bertujuan untuk (1) memahami perubahan pola komunikasi masyarakat Bajo Mola setelah mengenal teknologi digital; (2) mengidentifikasi dan menganalisis bentuk interkasi sosial masyatakat Bajo dalam platform digital seperti WhatsApp. Melalui pendekatan deskriptif kualitatif, penelitian ini menemukan bahwa Penggunaan WhatsApp telah mengubah pola komunikasi masyarakat Bajo Mola dari yang sebelumnya berbasis tatap muka menjadi komunikasi digital yang lebih cepat, praktis, dan luas. Melalui WhatsApp, masyarakat dapat menyampaikan informasi, mengatur kegiatan sosial, serta memperkuat hubungan dengan warga desa maupun pihak luar seperti masyarakat darat. Interaksi melalui WhatsApp menunjukkan bahwa masyarakat Bajo kini hidup dalam dua ruang sekaligus yaitu ruang fisik dan ruang digital. Informasi sering dibagikan melalui grup WhatsApp dan kemudian ditindaklanjuti secara langsung dalam bentuk pertemuan atau kegiatan nyata. Ini mencerminkan terjadinya integrasi antara ruang tradisional dan digital dalam kehidupan sosial mereka. Namun, tidak semua warga memiliki akses atau keterampilan digital yang sama, sehingga muncul kesenjangan partisipasi. Kondisi tersebut menyebabkan sebagian anggota komunitas tidak terjangkau oleh arus informasi yang beredar cepat di WhatsApp. Dampaknya terhadap integrasi ruang fisik dan digital tervalidasi yakni integrasi tetap berjalan, tetapi bergantung pada mekanisme kompensasi
SAILING STORIES
The study aims to explore the public relations (PR) practices employed to push forward maritime cultural tourism along the coast of East Kalimantan, specifically Berau Regency and the Derawan Islands. Given the modern digital age, there is the need to infuse local stories to support strategic public relations practices toward building destination identities and maximizing visitor’s enjoyment. This study applies the qualitative case study method using thorough interviews, participant observation, and analysis of promotional documents circulated by tourism authorities, businesses, and local residents. The findings highlight the use of public relations practices focusing on maritime stories -spread through social media portals, documentary screening, and community programs- having significantly promoted both destination exposure and attractivess. However, there are challenges related to narrative consistency, meaningful local outreach engagement, and enhancing stakeholder collaboration
Ethnic-Cultural Bullying
This study aims to examine how SARA-related discourse targeting the Madurese ethnic group is produced and normalized through digital interactions on the Instagram account @fuadsasmitaa. Employing a qualitative approach within a constructivist paradigm, this research applies netnography as the primary method. Data were collected through virtual observation and documentation of 20 highly engaged posts and their comment sections. The data were analyzed using thematic analysis to identify patterns of discourse, audience responses, and mechanisms underlying the normalization of ethnic-based bullying. The findings reveal that humorous content, although not explicitly conveying SARA-related messages, encourages audiences to generate derogatory comments toward the Madurese ethnic group. Repeated interactions between content and audience responses contribute to the normalization of ethnic-cultural bullying in digital spaces, reinforcing psychological stigmatization and ethnic polarization among social media users
Mengurai Jaringan Informasi Banjir
Penyebaran informasi selama bencana banjir kerap mengalami kendala akibat minimnya koordinasi, keterlambatan informasi resmi, serta terbatasnya jangkauan media konvensional. Di tengah kekosongan tersebut, komunitas lokal seperti Komunitas Peduli Sungai Cileungsi Cikeas (KP2C) memanfaatkan platform X sebagai ruang distribusi informasi alternatif yang responsif. Penelitian ini mengkaji bagaimana struktur jaringan komunikasi banjir terbentuk di media sosial serta peran aktor-aktor dalam menyebarkan informasi melalui akun @kp2c_info. Dengan menggunakan metode Social Network Analysis (SNA) dan alat bantu Gephi, data dikumpulkan dari interaksi pengguna X selama periode 1 Januari hingga 31 Maret 2025. Hasil analisis menunjukkan bahwa jaringan yang terbentuk memiliki karakteristik terdesentralisasi dengan simpul utama berada pada akun komunitas lokal. Pola keterhubungan antar klaster menunjukkan adanya ikatan lemah (weak ties) yang justru memperkuat difusi informasi di masa krisis. Temuan ini menegaskan pentingnya posisi komunitas warga dalam ekosistem komunikasi bencana digital yang partisipatif dan adaptif. Studi ini memberikan gambaran tentang bagaimana media sosial dapat digunakan sebagai instrumen penting dalam distribusi informasi banjir, sekaligus merekomendasikan perlunya kolaborasi strategis antara pemerintah dan komunitas digital
Digitalisasi Ekowisata berbasis Komunitas pada Konten Instagram @tankaman.kaliurang
Ekowisata tengah menjadi bagian dari salah satu upaya pariwisata berkelanjutan berbasis komunitas lokal yang didukung pemerintah Indonesia. Media sosial Instagram menjadi pilihan destinasi ekowisata Tankaman Kaliurang untuk melakukan promosi digital. Adapun konten harus melibatkan karakteristik ekowisata berdasarkan International Ecotourism Society (TIES) agar wisatawan memahami tujuan ekowisata. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik ekowisata TIES melalui konten promosi media sosial Instagram dengan metode analisis multimodalitas Kress dan van Leeuwen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konten promosi media sosial Instagram @tankaman.kaliurang sudah menjelaskan makna representasional, interaktif, dan komposisional terkait karakteristik ekowisata berdasarkan TIES melalui konten promosi, edukasi, sejarah, dan pengetahuan dalam bentuk feed. Namun, masih diperlukan pelatihan pengelolaan konten promosi digital ekowisata bagi komunitas lokal dengan mengedepankan fitur digital media sosial agar tujuan pariwisata berkelanjutan melalui ekowisata dapat berkembang di era digitalisasi dan bersaing di era global
Pengaruh Strategi PR Digital Weverse dan Youtube terhadap Loyalitas Penggemar BTS di Indonesia
Penelitian ini menganalisis pengaruh strategi Public Relations (PR) digital melalui platform Weverse dan YouTube terhadap citra dan loyalitas penggemar BTS di Indonesia selama masa wajib militer anggota grup (Desember 2022–Juni 2025). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi efektivitas strategi komunikasi digital multiplatform dalam membentuk persepsi positif terhadap citra BTS serta mempertahankan loyalitas penggemar ketika interaksi fisik terbatas. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif melalui survei daring terhadap 408 anggota komunitas ARMY Indonesia yang dipilih secara purposif. Data dianalisis menggunakan regresi linier berganda dan analisis jalur (path analysis) dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi PR digital melalui Weverse dan YouTube berpengaruh signifikan terhadap pembentukan citra BTS, dan citra terbukti menjadi mediator yang kuat dalam meningkatkan loyalitas penggemar. Pengaruh tidak langsung melalui citra lebih besar dibandingkan pengaruh langsung kedua platform. Temuan ini menegaskan peran strategis citra artis sebagai mekanisme kunci dalam mempertahankan keterikatan emosional dan loyalitas penggemar, serta memberikan kontribusi teoretis bagi pengembangan kajian PR digital berbasis komunitas dan kontribusi praktis bagi manajemen artis dalam merancang strategi komunikasi selama masa krisis atau hiatus
Pemaknaan Cyberbullying oleh Pelatih Sanggar Seni Tradisional Ayodya Pala
Transformasi komunikasi budaya ke ruang digital membuat pelatih seni tradisional semakin bergantung pada media sosial, namun pada saat yang sama meningkatkan kerentanan terhadap cyberbullying. Penelitian ini bertujuan untuk memahami pemaknaan pelatih Sanggar Tari dan Seni Tradisional Ayodya Pala terhadap cyberbullying, menganalisis dampak psikososial dan sosial yang ditimbulkan, serta merumuskan strategi pencegahan berbasis nilai budaya yang dikembangkan komunitas. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Data diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap tiga pelatih aktif yang dipilih secara purposif dan dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cyberbullying dimaknai sebagai kekerasan digital yang muncul melalui komentar negatif terhadap penampilan, impersonasi akun, serta penyebaran konten yang merusak reputasi. Dampak yang dirasakan meliputi penurunan kepercayaan diri, tekanan emosional, rasa tidak aman, serta perubahan relasi sosial antara pelatih, murid, dan komunitas. Media sosial dipandang secara ambivalen sebagai sarana promosi budaya sekaligus sumber risiko psikososial. Sebagai respons, pelatih mengembangkan strategi pencegahan berbasis nilai budaya, meliputi penanaman etika komunikasi digital, dukungan relasional, dan edukasi literasi digital internal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa literasi digital berbasis nilai budaya relevan untuk membangun ruang digital yang aman bagi komunitas seni tradisional dan merekomendasikan penguatan kode etik digital serta pendampingan komunitas yang berkelanjutan
Implementasi Social Media Analytics dan Marketing dalam Optimalisasi Ekonomi Digital Mahasiswa
Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi Social Media Analytics dan Social Media Marketing dalam mendukung optimalisasi ekonomi digital mahasiswa, khususnya pada kelompok mahasiswa entrepreneur di Jakarta. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi kasus dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam, Focus Group Discussion, observasi, dan dokumentasi digital dari berbagai platform media sosial, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa memanfaatkan media sosial sebagai kanal utama pemasaran melalui platform seperti Instagram, TikTok, Facebook, dan WhatsApp Business. Namun, penggunaan data analitik masih terbatas pada indikator permukaan seperti jumlah pengikut dan tingkat keterlibatan, sementara analisis mendalam terkait tren, sentimen publik, dan konversi pemasaran jarang dilakukan secara konsisten. Strategi komunikasi digital yang muncul lebih bersifat intuitif dan reaktif terhadap tren ketimbang berbasis evaluasi sistematis. Temuan ini menegaskan adanya kesenjangan literasi digital sekaligus membuka peluang integrasi analitik media sosial dengan strategi pemasaran berbasis data. Penelitian berkontribusi teoretis dengan memperluas penerapan Dynamic Capabilities Theory pada konteks mahasiswa serta praktis dengan memberi rekomendasi penguatan literasi digital dan pendampingan kewirausahaan di perguruan tinggi
Analisis Jaringan Sosial dan Sentimen Komentar Pengguna pada Konten “On Marissa’s Mind” di Youtube
Penelitian ini mengkaji bagaimana pola komunikasi dan ekspresi emosi terbentuk dalam kolom komentar video YouTube “On Marissa’s Mind: Menyembuhkan Luka Masa Kecil”. Objek penelitiannya adalah komentar dan interaksi komunikasi pada video tersebut, sedangkan subjek penelitian adalah akun-akun pengguna YouTube yang terlibat dalam diskusi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode Social Network Analysis (SNA) dan analisis sentimen untuk membaca struktur hubungan antarpengguna serta makna komunikasi yang muncul di dalamnya. Data penelitian terdiri atas 1.138 akun dan 723 hubungan interaksi yang dianalisis menggunakan metrik jaringan seperti density (0,001), diameter (2), dan modularity (0,518). Hasil pemetaan menunjukkan terbentuknya beberapa kelompok diskusi kecil yang berlandaskan kedekatan emosional meskipun kepadatan jaringannya relatif rendah. Pengukuran degree centrality memperlihatkan bahwa akun @GreatmindIndonesia memiliki degree tertinggi (446) dengan tingkat keterhubungan 90,9%, sehingga berperan sebagai pusat perhatian dan titik awal interaksi dalam jaringan. Sedangkan, beberapa akun lain seperti @dwihabsyah dan @Peanuts76 berperan aktif dalam menjaga alur percakapan dan menjadi penghubung antar kelompok. Dari 965 komentar yang dianalisis, interaksi didominasi oleh sentimen positif, yang menunjukkan bahwa kolom komentar telah berkembang sebagai ruang komunikasi emosional dan dukungan psikologis dalam lingkungan media digital