E-Journal Undana Universitas Nusa Cendana Kupang
Not a member yet
171 research outputs found
Sort by
Personal Branding Krisna Pratiwi sebagai Llifestyle Influencer di Instagram
Krisna Pratiwi memilih instagram untuk menjadi media utama dalam mata pencahariannya. Sebagai influencer yang menggunakan dirinya sebagai pusat dari pekerjaannya, sangat diperlukan untuk melakukan personal branding terhadap dirinya. Krisna membranding dirinya sebagai lifestyle influencer yang ditunjukkan melalui akun instagramnya. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk memahami identitas diri, ekspresi, dan konsistensi Krisna Pratiwi dalam proses personal branding sebagai lifestyle influencer di Instagram. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, studi pustaka dan observasi. Konsep yang digunakan adalah konsep Personal Branding oleh William Arruda. Hasil penelitian menunjukkan Krisna Pratiwi memahami identitas dirinya sebagai lifestyle influencer yang menginspirasi, percaya diri dan cinta diri melalui konten yang autentik dan informatif di Instagram. Ia mengekspresikan personal brandingnya dengan interaksi langsung dan konten yang konsisten, menekankan keaslian dan relevansi bagi audiensnya. Dalam menjaga konsistensi, Krisna tampil menarik dan sederhana, berkolaborasi dengan brand yang sesuai dengan nilai-nilai yang dipegangnya, dan selalu berusaha memberikan pengaruh positif kepada pengikutnya. Kesimpulan dari Penelitian ini adalah Krisna Pratiwi telah melakukan tiga tahap personal branding yaitu extract, express, dan exude
Pemberitaan Penolakan Pembangunan Gereja HKBP Maranatha Cilegon oleh Kompas.com dan Detik.com dalam Bingkai Robert Entman
Penelitian ini bertujuan menganalisis pemberitaan di Kompas.com dan Detik.com, mengenai konflik penolakan pembangunan Gereja HKBP Maranatha Cilegon. Penelitian dilakukan secara kualitatif dengan menganalisis berita dari kedua media tersebut pada periode September 2022 melalui analisis framing model Robert N. Entman. Analisis data dilakukan terhadap berita yang mewakili informasi pada masing-masing media online, dengan melihat 4 elemen: define problem, diagnose causes, make moral judgement, dan treatment recommendation. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyajian media massa dalam mengideologikan konflik dan dampaknya terhadap opini masyarakat yang diberitakan Detik.com dan Kompas.com memiliki framing yang berbeda. Detik.com banyak menyoroti perspektif kelompok yang menolak pembangunan gereja dan menggunakan diksi yang dapat membentuk opini negatif terhadap kelompok minoritas. Sementara Kompas.com lebih banyak menampilkan urgensi penyelesaian konflik dengan menekankan pentingnya perlindungan hak beribadah bagi kelompok minoritas. Penelitian ini juga menemukan bahwa keduanya tidak sepenuhnya menerapkan prinsip jurnalisme damai dan tidak berimbang
Wacana Cyberactivism ‘Haters Gonna Haid’ mengenai Menstrual Taboo dalam penggunaan Menstrual Cup di Instagram Filmore Pharma
Penggunaan menstrual cup oleh perempuan masing dianggap tabu dan tidak nyaman karena budaya, agama, dan adat di Indonesia serta nilai-nilai konservatif masih tertanam di benak masyarakat sebab penggunaan menstrual cup yang dinilai bisa merusak keperawanan. Hal ini diperkuat dengan fenomena menstrual taboo yang memaknai menstruasi pada perempuan sebagai bentuk ketidaksucian. Filmore Pharma mengangkat sebuah kampanye digital (cyberactivism) dengan tajuk ‘Haters Gonna Haid’ sebagai bentuk wacana tandingan mengenai fenomena tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menilik bagaimana wacana disampaikan melalui konten kampanye Instagram ‘Haters Gonna Haid’ mengenai penggunaan menstrual cup dengan fokus teori menstrual taboo. Penelitian ini menggunakan metode analisis wacana kritis Sara Mills yang akan melihat negosiasi antara posisi subjek-objek dan pembaca dalam teks. Dari temuan dan hasil analisis data, wacana yang tersalurkan dalam delapan unggahan Filmore Pharma berupa gambar dan video menunjukkan adanya wacana tandingan berupa negosiasi pesan verbal dan non-verbal yang disampaikan oleh Filmore Pharma kepada audiens mengenai penggunaan menstrual cup yakni pengalaman menstruasi perempuan merupakan hal alamiah, tidak tabu, bukan penghalang bagi perempuan untuk terus berkarya, sekaligus sebagai bentuk perlawanan atas nilai-nilai konservatif pada budaya masyarakat Indonesia
Pengaruh Bimbingan Teknis berbasis Media Digital SIKOMODO terhadap Peningkatan Jabatan Fungsional Dosen
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh bimbingan teknis terhadap peningkatan jabatan fungsional dosen di Universitas Kristen Artha Wacana Kupang (UKAW). Menggunakan pendekatan kuantitatif, penelitian ini melibatkan 106 dosen yang telah mengikuti kegiatan bimbingan teknis (Bimtek) sebagai responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner tertutup dan dianalisis menggunakan regresi linier serta analisis jalur (path analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa bimbingan teknis berpengaruh secara langsung dan signifikan terhadap peningkatan jabatan fungsional dosen, dengan koefisien jalur sebesar 0,476 dan nilai signifikansi 0,001. Temuan ini didukung oleh persepsi mayoritas responden yang menilai pelaksanaan Bimtek berada dalam kategori “sesuai harapan” hingga “sangat sesuai harapan”. Hasil dari penelitian ini adalah pelaksanaan Bimtek yang efektif dan terstruktur mampu menjadi faktor penting dalam mendukung percepatan kenaikan jabatan fungsional dosen. Oleh karena itu, perguruan tinggi disarankan untuk terus mengembangkan program Bimtek yang berbasis pada kebutuhan profesional dosen, guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia di lingkungan akademik. Penelitian ini memberikan kontribusi praktis bagi pengambil kebijakan pendidikan tinggi dalam menyusun strategi pelatihan yang berkelanjutan dan berdampak nyata
Komodifikasi Ketiak dalam Pesan Deodoran Pada Iklan TV Komersial melalui pendekatan Brand Positioning
Penelitian ini dilakukan pada tahun 2023 dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan analisis konstruktivis. Teknik pengumpulan data dengan melakukan pengamatan 6 materi pesan iklan TV deodoran dari beragam brand ternama dan studi pustaka. Melakukan analisis satu persatu setiap frame dan durasi iklan serta menyeleksi dan mengelompokkan yang sesuai dengan fokus penelitian untuk penyajian data. Menggunakan triangulasi sumber (data), berupa dokumen dan arsip dalam proses analisisnya. Didapat kesimpulan bahwa ketiak sebagai visual kunci dalam pesan iklan TV yang menjadi alat tranformasi nilai melalui reproduksi kreatif tentang realitas dari keterkaitan antara ketiak dengan deodorant. Ditanamkan pengiklan kedalam pikiran konsumen dari realitas ekspresi pasar sasaran, implementasi dalam pengalihan nilai, dimensi dalam memberikan perbedaan nilai, signifikansi siasat dalam melahirkan nilai, kunci bagi pemeliharaan nilai dan sensasi nilai sebagai alat pemasaran bagi terciptanya keuntungan
Kecerdasan Buatan di Media Digital Indonesia
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana AI diterapkan di dua media digital besar Indonesia, yaitu Kompas.com dan Liputan6.com, serta untuk mengidentifikasi dampak penerapan teknologi ini terhadap proses produksi dan distribusi berita. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, melalui wawancara mendalam dengan dua informan kunci: Laksono Hari Wiwoho, Assistant Managing Editor Kompas.com, dan Raden Trimutia M Hatta, Executive Editor Liputan6.com. Temuan penelitian menunjukkan bahwa AI di kedua media digunakan untuk meningkatkan efisiensi produksi konten, seperti merangkum artikel, menulis ulang konten, dan mengoptimalkan SEO. Namun, meskipun AI berperan besar dalam otomatisasi, peran jurnalis tetap krusial, terutama dalam pengawasan konten sensitif dan berita terkini. Signifikansi temuan ini terletak pada pemahaman bahwa meskipun teknologi AI menawarkan potensi efisiensi yang besar, peran manusia dalam jurnalisme tidak dapat sepenuhnya digantikan. Temuan ini bermanfaat untuk memberikan wawasan tentang tantangan yang dihadapi industri media digital di Indonesia dalam mengintegrasikan teknologi baru, serta menunjukkan pentingnya menjaga kualitas dan etika jurnalisme meski ada adopsi teknologi canggih
Komunikasi Persuasi melalui Media Sosial Instagram
Sampah merupakan salah satu permasalahan lingkungan utama di Indonesia, yang mendorong berbagai kampanye dan gerakan pembersihan untuk mengatasinya. Salah satunya adalah aksi Pandawara Group, yang sejak September 2022 aktif mengunggah kegiatan pembersihan sampah di media sosial Instagram, berhasil menginspirasi audiens untuk menjadi relawan lingkungan di berbagai lokasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengemasan pesan persuasif kampanye lingkungan pada akun Instagram @pandawaragroup dengan pendekatan teori Elaboration Likelihood Model (ELM). Metode yang digunakan adalah analisis isi kuantitatif terhadap 108 konten unggahan pada periode 1 Januari hingga 31 Oktober 2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akun @pandawaragroup lebih dominan menggunakan jalur periferal dalam kampanye mereka, dengan indikator emosi positif (59,3%) dan fitur vividness berupa video (83,3%) sebagai elemen yang paling sering digunakan. Sebaliknya, elemen jalur sentral seperti penggunaan data empiris hanya mencapai 37%, dan pedoman kebersihan hanya 8,3%. Temuan ini menunjukkan bahwa jalur periferal lebih efektif dalam menarik perhatian audiens dan mendorong keterlibatan dalam kampanye lingkungan. Studi ini memberikan kontribusi terhadap literatur mengenai cara pengemasan pesan persuasif di media sosial, khususnya dalam konteks kampanye lingkungan, serta relevansinya dalam strategi komunikasi pro-lingkungan
Pengaruh Media Sosial Instagram terhadap Literasi Politik Gen Z pada Pilkada 2024 di Kabupaten Garut
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya literasi politik di kalangan Gen Z, sehingga menyebabkan kurangnya minat dan partisipasi pada keikutsertaan dalam politik. Studi ini bertujuan untuk mengukur sejauh mana platform media sosial Instagram dapat mempengaruhi literasi politik Gen Z selama proses Pemilihan Kepala Daerah 2024. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan kusioner kepada 100 responden Gen Z berusia 17-28 tahun di Kabupaten Garut. Responden pada penelitian ini adalah Gen Z berusia 17-28 tahun yang memiliki hak pilih dalam Pilkada 2024 dan aktif menggunakan Instagram. Teori uses and effect digunakan sebagai kerangka analisis untuk melihat bagaimana pengunaan media sosial Instagram dapat mempengaruhi literasi politik. Hasil menunjukkan bahwa Instagram memiliki pengaruh yang signifikan terhadap literasi politik Gen Z dengan korelasi kuat (r = 0,806) dan kontribusi pengaruh sebesar 64,9%. Media sosial Instagram dinilai efektif sebagai sarana peningkatan literasi politik generasi muda
Digital Literacy Competence in Intercultural Interaction in the Dayan Gunung Community, North Lombok, Indonesia
This research aims to explains digital literacy competencies based on multicultural and traditional knowledge and their implications for community interaction in Dayan Gunung North Lombok. This research uses a qualitative method with a phenomenological approach. Data were collected through limited observation and interviews. The results show that it is necessary to develop digital literacy and intercultural interaction competencies through (1) understanding and appreciating cultural differences in intercultural interactions, (2) adjusting communication strategies and behaviors to accommodate cultural differences through cultural sensitivity, (3) critically evaluating and analyzing information and media content, (4) collaborating and working together effectively for a common goal, and (5) developing an understanding and practice of digital ethics that promotes inclusivity, equity, and responsible digital citizenship for all multicultural communities. The implication of this study is that to ensure that digitalization brings maximum benefits to traditional communities, a holistic approach is needed, including improved access to technology, digital literacy training, and policies that protect and promote local culture
National Strategic Projects that are not Strategic for Small Communities: a Critical Discourse Analysis on Tempo.co and Kompas.com
This research aims to elucidate the media's involvement in reporting on Wadas over environmental issues that transpired in 2022. Case studies were performed on the internet platforms Tempo.co and Kompas.com, which covered the significant progress of the project and the opposition from the local population. The methodology for gathering primary data is executed by documentation and observation, categorized into video and textual formats. Concurrently, secondary data encompasses books, journals, and additional sources. Sample acquisition with purposive sampling. Data analysis employing Critical Discourse Analysis via textual practice, discursive practice, and social practices. The CDA analysis indicates that the government's policy is unfavorable to the Wadas community. According to the practice text, Tempo.co's reportage generally favors the oppressed, whereas Kompas.com maintains a neutral stance with formal diction, overtly aligning with one party. Discursive practice generates Tempo.co and Kompas.com, both emphasizing the impact of institutional frameworks and social dynamics on the creation and dissemination of texts. The Wadas conflict affects the economic, political, ecological, cultural, and social factors on a broad scale. Thus, it shows the government's failure to realize the third principle of the 1945 Constitution, which is to bring welfare to all Indonesian people, by causing unrest and turmoil in the local community with policymakers