Institut Agama Islam Tribakti (IAIT) Kediri: e-Journal
Not a member yet
1098 research outputs found
Sort by
Implementasi Strategi Pembelajaran Cooperative Learning Dalam Kurikulum 2013 Mata Pelajaran Pai Kelas X Semester Genap Di SMK Al Huda Kediri
Efektifitas Pendidikan Ektrakurikuler Musik Dalam Mengembangkan Bakat Siswa Di SMPN 1 Tarokan Kediri
Perkembangan manusia pada dasarnya tidak hanya dipengaruhi oleh faktor pembawaan sejak lahir, tetapi juga oleh lingkungan dan pendidikan. Hal ini berarti masa depan kehidupan manusia, tidak terkecuali pada anak, bergantung pada potensi mereka sejak dilahirkan dan proses pendidikan yang mereka alami. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah 1) Bagaimana praktik pendidikan ektrakurikuler di SMPN 1 Tarokan , 2) Bagaimana metode pembelajaran musik di SMPN 1 Tarokan, 3) Bagaimana efektifitas pendidikan ektrakurikuler dalam mengembangkan bakat siswa di SMPN 1 Tarokan. Dalam penelitian ini penulis menggunakan pendekatan kualitatif, yaitu data diperoleh dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun proses analisis data meliputi: kegiatan pengumpulan data, memeriksa kembali jawaban responden, merapikan dan mengatur data, menyajikan data dalam bentuk deskriptif verbalistik, memeriksa kembali data, dan merumuskan kesimpulan hasil penelitian. Akhirnya, penelitian ini dapat disimpulkan sebagai berkut. 1) Praktek pendidikan ektrakurikuler musik di SMPN 1 Tarokan Kediri disimpulkan berjalan relatif baik. 2) Metode dalam pembelajaran ektrakurikuler musik di SMPN 1 Tarokan Kediri cukup baik 3) Pelakasanan pendidikan ektrakurikuler dalam pengembangan bakat siswa di SMPN 1 tarokan sangat efektif. Dan terbukti di SMPN 1 Tarokan sering mengikuti festifal musik di tingkat sekolah maupun antar sekolah dengan hasil cukup memuaskan. Untuk itu penulis memberi motifasi dan penguatan kepada siswa agar aktif dalam mengikuti pendidikan extrakurikuler khususnya ektra musik. Agar bakat dan minat siswa untuk dikembangkan hingga mahir dan profesional.Musik dapat menjadikan anak pintar terutama di bidang logika matematika dan bahasa. Keindahan musik adalah kata-kata yang menyatu dengan nada, sehingga anak memiliki keinginan yang kuat untuk bergabung di dalamnya dan tanpa disadari anak turut berdendang dengan kata-katanya sendiri misalnya dengan menyanyikan ba..ba..ba..ba..ba, mengetuk-ngetukkan atau menjentik-jentikan jari-jari tangan atau mengangguk-anggukkan kepala setiap kali mendengar irama musik dan sebagainya. Tapi keinginan untuk mengikuti lagu yang ia dengar, akan mendorongnya untuk berlatih terus menerus
Pemakaian Jilbab DI SMP Negeri 2 Pace Nganjuk:: Analisis Fenomenologis Terhadap Pemahaman Siswa Terkait Pemakaian Jilbab dan Pembelajaran PAI
Peran Kepala Madrasah Sebagai Motivator Dan Inovator Dalam Upaya Menuju Kepemimpinan Pendidikan Efektif
Kepala Madrasah sebagai pengatur sebuah lembaga pendidikan Islam mempunyai fungsi dan peran tersendiri untuk dapat menjalankan fungsi dan perannya dengan baik, maka seorang pemimpin harus mempunyai sifat-sifat kepemimpinan yang baik, ideal, bijaksana dan sangat bervariasi. Tulisan ini mengupas tentang hubungan kepala madrasah dengan teman sekerja, dengan atasan, pihak atasan, disiplin kerja, keamanan dalam bekerja, tugas-tugas yang dikerjakan (terutama yang menantang) tanggung jawab dalam bekerja, supervisi atau pembinaan dari pihak atasan. Peran Kepala Madrasah sebagai pemimpin lembaga pendidikan formal mempunyai peranan yang sangat penting dalam pemberdayaan tenaga pendidikan. Untuk itu kepemimpinannya diperlukan untuk membawa perubahan-perubahan konstruktif dalam program- program pengajaran sesuai dengan berbagai nilai dan tujuan pendidikan
Metode Diskusi Dan Tanya Jawab Dalam Pembelajaran SKI Untuk Meningkatkan Keaktifan Belajar Siswa Kelas VII - H MTs Al- Mahrusiyah Lirboyo Kediri
This research article aims to determine the increase in student activity in the learning process in class VII H Mts Al Mahrusiyah Lirboyo Kediri by using learning methods in the form of discussion and question and answer methods. This research is classroom action research (PTK). The data collection technique is observation with descriptive qualitative and quantitative analysis techniques. The results of this study are: (1) Teachers in the learning process question and answer method in the first cycle, and there is a response from students from the questions asked, (2) in the second cycle of the 3rd and 4th meetings the teacher starts to apply the method of discussion and question and answer, in this cycle the activity and enthusiasm of students in learning increased. This can be seen as an increase in the number of students active in the pre-cycle, cycle I and cycle II. And increasing student learning activeness has increased from 7.14% to 53.57%
Efek Pelatihan Pemahaman Emosi Pada Anak Retardasi Mental Ringan di SLBN Pembina Yogyakarta
Mild mental retardation. The method used to practice understanding the log using log cards. The child is asked to hold the emotion card correctly, answer the emotion that is being shown by the character on the emotional card, demonstrating the emotions everyday, then identifying an event or situation based on emotion. This study used a quasi experimental design with two subjects who had been diagnosed with mild mental retardation. The results obtained were that emotional understanding training had an effect in increasing emotional understanding in the first subject but did not have an effect on understanding emotions in the second subject.Mild mental retardation. The method used to practice understanding the log using log cards. The child is asked to hold the emotion card correctly, answer the emotion that is being shown by the character on the emotional card, demonstrating the emotions everyday, then identifying an event or situation based on emotion. This study used a quasi experimental design with two subjects who had been diagnosed with mild mental retardation. The results obtained were that emotional understanding training had an effect in increasing emotional understanding in the first subject but did not have an effect on understanding emotions in the second subject
Penggunaan Media Puzzle Konstruksi Terhadap Hasil Belajar Kognitif Siswa SDN Kemangsen II Krian
Pola Asuh Orang Tua Dan Implikasinya Terhadap Perilaku Sosial Anak Di MI An-Nur Gemenggeng Pace Nganjuk
Penelitian ini dibingkai dalam topik upaya menganalisis pola asuh orang tua dan implikasinya terhadap perilaku sosial anak di MI An-Nur Gemenggeng Pace Nganjuk. Permasalahan yang diajukan dalam penelitian ini meliputi pertanyaan : 1) bagaimana kecenderungan pola asuh orang tua siswa MI An-Nur Gemenggeng, 2) bagaimana implikasi pola asuh orang tua dalam membentuk perilaku sosial anak di Sekolah, 3) apa makna pola asuh orang tua dan perilaku sosial bagi orang tua, bagi anak, dan bagi guru. Jenis pendekatan penelitian ini adalah kualitatif interaksi simbolik. Sebagaimana arahan jenis penelitian kualitaif, maka data terkumpul dianalisis dengan bekal senjata intelektual berupa teori sebagaimana ditampilkan dalam Bab II untuk mendapatkan berbagai uraian interpretatif sesuai kaidah penelitian ilimiah yang logis dan rasional atas data yang dikumpulkan. Akhirnya, peneitian dapat disimpulkan sebagai berikut. 1) Pola asuh yang diterapkan 42 orang tua anak didik di MI AN-NUR Gemenggeng Pace Nganjuk adalah pola asuh otoriter ada 3 orang, pola asuh demokratis ada 16 orang, pola asuh permisif ada 14 orang, pola asuh situasional ada 9 orang. 2) Pola asuh orang tua memilik implikasi terhadap perilaku sosial anak di sekolah, 3) a. Makna pola asuh orang tua bagi orang tua adalah mendidik dan membimbing anak agar anak menjadi sesuai apa yang diinginkan orang tua. Bagi anak pola asuh orang tua adalah sikap orang tua yang keras atau pemarah atau penyayang, atau penyabar terhadap anak. Dan pola asuh orang tua bagi guru adalah perlakuan orang tua terhadap anak yang berpengaruh terhadap perilaku anak di sekolah dan guru berusaha mengembangkan sikap positif anak dan meminimalisir sikap negatif anak, dan memberikan pemahaman tentang pola asuh orang tua yang tepat dan sesuai dengan karakter anak kepada orang tua, sehingga berdampak baik terhadap pengembangan sosial pribadi anak. b. Makna perilaku sosial menurut orang tua adalah bagaimana sikap anak terhadap orang tua, saudara, dan teman-temannya. Sedangkan makna perilaku sosial bagi anak adalah hubungan atau interaksi antara anak dan teman-temannya. Dan makna perilaku sosial bagi guru adalah respon anak terhadap lingkungan sekolah