Institut Agama Islam Tribakti (IAIT) Kediri: e-Journal
Not a member yet
1098 research outputs found
Sort by
Manajemen Pembelajaran Aqidah Akhlak Berwawasan Multikultural Di MTs Negeri 1 kediri
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (menjelaskan) manajemen pendidikan agama Islam berwawasan multikultural di MTs Negeri 1 Kediri, meliputi nilai-nilai kultural yang dikembangkan, manajemen pembelajaran pendidikan agama Islam berwawasan multikultural dalam kehidupan sehari-hari dan dampaknya terhadap minat peserta didik untuk belajar di MTs Negeri 1 Kediri. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Dengan metode pengumpulan data observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model analisis interaktif yang mencakup empat komponen yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan data menggunakan empat kriteria yaitu derajat kepercayaan, keteralihan, kebergantungan dan kepastian. Hasil penelitian ini menunjukkan 1) Perencanaan pembelajaran menekankan integrasi nilai-nilai multikultural; jujur, disiplin,tanggungjawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial termuat dalam Recana Program Pembelajaran (RPP) maupun dalam silabus; 2) pelaksanaan pembelajaran menerapkan nilai-nilai multikultural dalam perencanaan, namun yang paling menonjol adalah nilai kebersamaan dan saling menghargai tanpa mencari perbedaan; 3) Evaluasi hasil pembelajaran menggunakan model evaluasi dengan memperhatikan tiga ranah yaitu kognitif, psikomotorik dan afektif, dan yang lebih ditekankan dalam pendidikan agama Islam adalah ranah afektif
Memahami Islam dalam Perspektif Filosofis
Memahami Islam melalui pendekatan filosofis dimaksudkan agar memberi makna terhadap sesuatu yang dijumpai, menangkap hikmah, hakikat atau inti yang terkandung dalam ajaran Islam sehingga dalam melakukan amal ibadah tidak merasa hampa, kekeringan spiritual serta menimbulkan kebosanan dalam menjalankannya. Selain itu dapat meningkatkan sikap, penghayatan dan daya spiritualitas sehingga tidak terjebak dalam pemahaman agama yang sekedar formalistik dan tidak menemukan nilai-nilai didalamnya. Pendekatan filosofis diibaratkan sebagai pisau analisis untuk membedah Islam secara mendalam, integral dan komprehensif untuk melahirkan pemahaman dan pemikiran tentang Islam yang senantiasa relevan pada setiap waktu dan ruang atau shalih fi kulli zaman wal makan. Pentingnya pendekatan ini, pendekatan filosofis juga digunakan dalam memahami berbagai bidang lainnya selain agama. Misalnya filsafat hukum Islam, filsafat sejarah, filsafat kebudayaan, filsafat ekonomi, dan lain sebagainya. Meskipun secara teoretis memberikan harapan dan kesejukan, namun secara luas belum dapat dipahami dan diterima kecuali oleh sekelompok kecil saja, terutama bagi kaum tradisionalis formalistis yang cenderung memahami agama terbatas pada ketetapan melaksanakan aturan-aturan formalistik dari pengalaman agama
Analisis Akad Tabarru' Perspektif Dewan Syariah Nasional Majlis Ulama Indonesia (DSN-MUI) di Asuransi Jiwa Bersama Bumi Putera Syari'ah Kediri
Hubungan Antara Self-Efficacy dengan Pengambilan Keputusan Karier pada Mahasiswa Tingkat Akhir Fakultas Psikologi: (Studi Kasus Pada Universitas Di Jakarta Barat)
Bandura (1997) says that self-efficacy is an individual's belief in his ability that affects the individual's way of reacting to certain situations and conditions. According to Gati, Krausz and Osipow (1996) suggested career decision-making refers to "ideal career decision maker". The statement means the process by which the individual is aware of a need to make a career decision, be able to make it happen, and be able to make the right decision by using the right process and best suited to the individual's goals. The purpose of this study is to determine the relationship between self-efficacy and career decision making at the final grade students at the Faculty of Psychology (Case Study at University In West Jakarta). Researchers obtained data of 214 subjects of final level of faculty of psychology at 5 universities in West Jakarta, with male gender amounted to 46 students and female gender amounted to 168 students. This study uses convenience sampling technique, data collection in this study using self-efficacy questionnaires, and questionnaires career decision-making difficulties. The result of data analysis using parametric technique, that is pearson correlation. Based on data analysis, there is a significant negative relationship between self-efficacy and career decision making (r = -0.409, p = 0,000 <0.01
Pemakaian Media Flipchart Dalam Pembelajaran Pedidikan Agama Islam Materi Fiqih Kelas Vii Di MTs NU Mojosari Nganjuk
Penerapan metode pembelajaran yang bervariasi perlu terus dikembangkan termasuk metode flipchart. Hal ini penting untuk memberikan daya tarik dan motivasi siswa dalam mendalami materi pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kegiatan pembelajaran Fiqih di kelas dan menguraikan penerapan metode Flipchart dalam pembelajaran pendidikan agama Islam pada materi fiqih kelas VII di MTs NU Mojosari. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Sementara metode penggalian datanya menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa, 1) kegiatan belajar mengajar di MTs NU Mojosari berjalan dengan baik dan lancar, guru menggunakan media untuk menyampaikan materi agar siswa mudah memahami apa yang di sampaikan. 2) Pemakaian flipchart tersebut dapat menstimulasi siswa untuk lebih semangat dan tertarik dengan apa yang diajarkan oleh guru, selain itu siswa dapat lebih mudah memahami materi yang disampaikan oleh guru dengan menggunakan media flipchart. hal ini diperoleh berdasarkan analisis data yang di peroleh dari wawancara dan observasi. 3) faktor yang mendukung dan menghambat dalam penggunaan media flipchart. Kelebihanataufaktor yang mendukungdalah: Pertama, denganmenggunakan flipchart pelajaran mudah dimengerti oleh siswa,Kedua, Media flipchart adalah media yang sederhanadantidakrumitatauberbelit-belit, Ketiga, Media flipchart tidak sekali pakai. Keempat, Media flipchart tidakmahal,.Kelima. Guru dapatmemuatmateri yang hanya dibutuhkan siswa agar materi tidak melebar. Keenam, Menghematwaktudalam proses belajarmengajar (tidak perlu menggambar atau menulis lagi di papan cukup menempelkan gambar atau tulisan yang sudah dipersiapkan. Ketujuh, Media flipchart mudah untukdipindah-pindahkan. Beberapafaktor yang menghambatadalah, pertama, untuk membuat flipchart ataubagan yang baik guru memerlukan waktu persiapan atau pembuatan yang cukup lama. Kedua, flipchart membutuhkan perawatan yang baik karena kertas adalah bahan yang mudah rusak. Ketiga, Flipchart membutuhkan tempat penyimpanan yang baik dan kondusif. Keempat, flipchart tidak bisa menggambarkan unsur gerak. Kelima, perlu keterampilan mendesain isi dari flipchart denganbaik. Solusi yang terbaik untuk factor penghambatnya adalah adanya kerjasama antarapihak terkait agar dapat dilakukan dengan baik