Institut Agama Islam Tribakti (IAIT) Kediri: e-Journal
Not a member yet
1098 research outputs found
Sort by
Pengembangan Media Maze Kotaku untuk Menstimulasi Kemampuan Memecahkan Masalah pada Anak Usia 4-5 Tahun
Tahapan berpikir pra-operasional merupakan saat anak-anak membutuhkan sebuah media pembelajaran yang dapat menggabungkan pola pikir sederhana terutama dalam kemampuan mencari solusi dari masalah yang dihadapi. Anak terbiasa dengan bimbingan dan pendampingan yang sangat ketat dari orang dewasa disekitarnya membuat tidak memiliki kebebasan menentukan pilihan sendiri. Permasalahan ini dihadapi oleh anak di lembaga PAUD Darussalam Jabon dari 13 anak capaian kognitif terkait kemampuan memecahkan masalah hanya 4 anak yang memperoleh BSH sedangkan 2 anak dalam kategori MB dan 7 anak BB. Analisis kebutuhan dilakukan ditemukan kebutuhan media pembelajaran yang perlu diinovasi sehingga dapat menumbuhkan minat anak mencapai kemampuan memecahkan masalah sederhana. Desain penelitian adalah R & D dengan mengadopsi Borg & Gall yang digunakan hanya sampai 4 tahapan dengan keterbatasan penelitian dimiliki yaitu potensi masalah, pengumpulan data, desain produk dan validasi desain. Hasil penelitian yang diharapkan adalah prototype terkait desain dan panduan media pembelajaran maze kotaku yang akan digunakan dalam pengembangan kemampuan kognitif anak fokus pemecahan masalah. Diharapkan desain hasil produk yang divalidasi nantinya dapat digunakan dalam tahapan selanjutnya.
Kata Kunci: memecahkan masalah, maze kotaku, anak usia 4-5 tahun
Pengembangan Aplikasi Pencatatan Penilaian Anak bagi Guru PAUD
Fokus penelitian ini adalah pengembangan Aplikasi Pencatatan Penilaian Anak (APPA) yang dibuat untuk memudahkan pendidik Anak Usia Dini (AUD) dalam mencatat penilaian anak dan juga merangkum penilaian dalam penilaian harian, mingguan, bulanan dan semester. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang disebut research and development (RnD) dengan menggunakan model Borg and Gall. Prosedur pelaksanaan pada penelitian ini menggunakan sepuluh langkah, mulai dari penelitian dan pengumpulan informasi awal, perencanaan aplikasi, pengembangan bentuk awal aplikasi, uji coba lapangan awal, revisi uji coba lapangan awal, uji coba lapangan utama, revisi uji coba lapangan utama, uji coba pelaksanaan, penyempurnaan aplikasi dan terakhir penyebarluasan aplikasi. Aplikasi diujicobakan pada pendidik AUD melalui tiga tahapan yaitu uji coba lapangan awal sebanyak dua pendidik, uji coba lapangan utama sebanyak empat pendidik, dan uji coba pelaksanaan sebanyak 15 pendidik. Kelayakan aplikasi didasarkan pada hasil penilaian ahli materi, ahli desain dan pendidik AUD. Tehnik pengumpulan data pada penelitian ini menggunan teknik kuisioner, observasi dan wawancara. Analisis data berupa deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil pengembangan APPA secara umum dikatakan layak digunakan. Hal itu berdasarkan dari hasil validasi ahli materi dengan rata-rata nilai 4,25 termasuk kategori layak, ahli desain dengan rata-rata nilai 4,42 termasuk kategori layak, dan uji coba pelaksanaan dengan rata-rata nilai 93,3% termasuk dalam kategori layak. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa APPA layak digunakan
Strengthening the Character Values in the Online Learning Process
The application of character values in the online learning process for Islamic Religious Education (PAI) subjects is a must even though it is not done face-to-face. The purpose of this study is to photograph the character values taught and the challenges PAI teachers face in implementing character education in the online learning process. This type of research uses qualitative research. The sources of data in this study are teachers and students. Data were collected through interviews, documentation, and direct observation of online learning via Google Meet and WhatsApp group. The data analysis technique used is descriptive qualitative. The dominant character values in online learning of Islamic religious education at SDN 114 Leppangang Pinrang are independence, love of reading, discipline, and responsibility. Some methods of implementing character education include giving advice, giving punishments and rewards in adding and subtracting task scores, and controlling student conversation in the WhatsApp group. PAI teachers have their challenges in applying student character values, one of which is not optimal control, parental concern for controlling their children, and technical problems
The Strengthening of Religious Tolerance through Islamic Education Learning Based on Nonviolence Culture in Public University
The public university is an educational institution with heterogeneous and multicultural socio-religious and cultural background conditions for students, including the State University of Malang (UM). The problem that multicultural and multireligious campuses often face is intolerant behavior that allows acts of violence to occur. Nevertheless, interestingly, this does not happen at UM. That is because UM seeks to develop a tolerant attitude of students through Islamic religious education with a culture of non-violence. The aims of this study are: (1) to find out what nonviolence cultural values exist in UM, and (2) what efforts are made by UM to strengthen religious tolerance through Islamic religious education with a culture of nonviolence. This qualitative research applies a case study with data collection techniques through interviews, observation, and documentation. Data analysis includes data collection, condensation, data display, and concluding. The results of this study, namely: (1) The values of the non-violent culture that is being developed by the State University of Malang (UM) are: (a) Rahmatan Lil'alamin values, (b) Peacebuilding values, and (c) Tolerance-values. (2) The strengthening of religious tolerance through non-violent culture through PAI learning at UM includes: (a) The PAI learning process is carried out in the classroom learning directly (2 credits) and in the form of Tafaqquhfiidiinil Islam (TDI) activities which are including public lectures PAI learning and intensive guidance on reading the Qur'an (1 credit) for a total of credit is 3. (b) Through Qur'an Study Club, and (c) Seminar activities on multiculturalism, tolerance, and religious harmony
Perbedaan Pola Hubungan antara Orang Tua dan Anak Usia Dini Ditinjau dari Tingkat Stres Pengasuhan pada Masa Pandemi Covid-19
Masa pandemi COVID-19 berdampak pada dinamika keluarga salah satunya pada stres pengasuhan anak usia dini. Tujuan penelitian untuk mengetahui perbedaan pola hubungan antara orang tua dan anak usia dini ditinjau dari tingkat stres pengasuhan pada masa pandemi COVID-19. Sampel penelitian ditentukan dengan random sampling terdiri dari 53 orang Ayah dan 92 orang Ibu yang memiliki putra atau putri bersekolah di salah satu dari 36 Lembaga PAUD se-Kecamatan Gresik. Kuesioner child parent relationship scale dan child parent relationship scale (Skala hubungan orang tua-anak/CPRS) dibagikan melalui google form yang diisi oleh Ayah Bunda secara terpisah. child parent relationship scale (Skala hubungan orang tua-anak/CPRS) untuk mengukur pola hubungan orang tua-anak dan Parental Stress Scale (PSS) untuk mengukur tingkat stres pengasuhan. Analisis statistik menggunakan uji chi square dan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa stres pengasuhan yang dialami orang tua sangat berpengaruh pada pola hubungan orang tua dan anak usia dini yakni nilai signifikansi kurang dari 0,05 (0,000<0,05). Selain itu ada perbedaan signifikan pola hubungan antara Ibu dan anak usia dini ditinjau dari tingkat stres pengasuhan pada masa pandemi COVID-19 (nilai signifikansi kurang dari 0,05 atau 0,003<0,05) sedangkan pada Ayah sebaliknya tidak ada perbedaan signifikan nilai signifikansi lebih dari 0,05 atau 0,081>0,05)
Al-Asfār al-Arba‘at sebagai Basis Metafisika Mullā Shadrā
Shadrā, who is known as the leader of Islamic philosophy, succeeded in synthesizing various views of the previous schools of thought. His philosophy is al-Hikmat al-Muta'āliyat which means transcendent wisdom as a transmission of wisdom that is directly present in a person through inner cultivation and spiritual purity. The synthesis is listed in the magnum opus, namely al-Asfār al-Arba'at. What and how Shadrā builds philosophical ideas on top of mystical and rational approaches is a speciality in Shadrā's philosophy. The existence of a relationship between each travel hierarchy and its philosophy is the focus of discussion in this study. This article is a literature study based on descriptive-analytical and holistic methods. The aim is to reveal how the hierarchy of Sadrā's spiritual journey relates to the building of his philosophy. Then look at the concept holistically that there is a connection between mystical experiences that contribute to building a holistic and diverse philosophical system
Metode Reward and Punishment sebagai Basis Peningkatan Kedisiplinan Siswa Madrasah Diniyyah
Discipline character has a significant role in shaping the personality of students. In the context of learning, the discipline also has a relationship with the process of teaching and learning activities because it is one of the important factors that encourage student achievement. This paper discusses the form and implementation of reward and punishment that applies at Madrasah Diniyyah Al-Mahrusiyyah Putra as a way to shape the character of students' discipline and the basis for improving their learning achievement. The results of this study found that the forms of rewards given were various, including; gave several awards, prizes, and certificates of appreciation for students who passed the Nadzam festival, the best Nadzam class, exemplary students, and also given to other outstanding students. The forms of punishment given include giving punishments in the form of reprimands and advice, squatting, crossing for students who are late, giving red cards to students whose average test scores are low, giving punishments for a little physical contact, physical punishment for students who often do not get paid. In addition, breaking the rules and being undisciplined. The various forms of application of rewards and punishments that are given in stages according to the level and frequency of mistakes made show that disciplinary problems can be resolved properly and impact learning achievement because the process of teaching and learning activities becomes more optimal and orderly
Peningkatan Kompetensi Guru PAI pada Pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di Masa Pandemi Covid-19
Covid-19 causes learning to be a different pattern, to avoid transmitting the virus. So schools carry out learning using the internet network. Teachers can use applications that match the material. The purpose of the study was to obtain and reveal the efforts of PAI teachers in dealing with teaching and learning activities during the Covid-19 period at SDIT Al Islamiyah Bae Kudus. This research was conducted at SDIT Al Islamiyah Bae Kudus using a qualitative approach. Data was collected through interviews, observation, and documentation. The results of this study, firstly, found that PAI teachers actively participated in online webinars every time there was training from the KKG PAI Kudus Regency and took online webinars held from the Kudus Regency Education Office and participated in training from the Central Java Province KKG. Second, revealing that PAI teachers have realized the importance of technology and applications for learning during the Covid-19 pandemic
KH. M. Mahsun Adnan dan Kontribusinya Bagi Perkembangan MI Al-Adnani Kayangan Diwek Jombang
The madrasa role has long been recognized by community. Based on Law Number 20 of 2003 concerning National Education System, madrasa is a national education sub-system. This article is descriptive-analytic with a qualitative approach. The data was collected through interviews, documentation and observation. The data then analyzed by non-statistics, such as data reduction, data presentation and conclusion drawing. The study describes a brief biography of KH. M. Mahsun Adnan, he was born in Nglaban, he studied at Tebuireng, after that he studied at PGA. After graduating, he then continued his study at Undar and then dedicated himself to da'wah and education until his death. The second focus is the struggle of KH. M. Mahsun Adnan toward Al-Adnani Islamic Elementary School Jombang, starting from being a pioneer, becoming the head of a madrasa, teaching in it and fighting to make the madrasa run up. So far, Al-Adnani Islamic Elementary School Jombang shows its existence continuesly in bringing forword the community arround through education.
[Peran madrasah telah lama diakui oleh masyarakat. Madrasah berdasarkan UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas adalah sebagai sub sistem pendidikan nasional. Artikel ini berjenis deskriptif-analitik dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data melalui wawancara, dokumentasi dan observasi. Analisis data menggunakan non-statistik, yaitu reduksi data, penyajian data dan pengambilan kesimpulan. Pembahasan tulisan ini mendeskripsikan biografi singkat KH. M. Mahsun Adnan, mulai lahir di Dusun Nglaban, menimba ilmu ke Tebuireng, PGA dan kuliah di Undar lalu mengabdikan diri bagi dakwah dan dunia pendidikan hingga wafatnya. Fokus kedua adalah perjuangan KH. M. Mahsun Adnan kepada MI Al-Adnani Kayangan, mulai dari menjadi merintis, menjadi kepala madrasah, mengajar di dalamnya hingga berjuang agar madrasah tersebut tetap berkiprah. Hingga sekarang, MI Al-Adnani Kayangan tetap menunjukkan eksistensi dalam memajukan warga masyarakat sekitar melalui dunia pendidikan
Komunikasi Pemasaran Jasa Pendidikan
Communication is the key to marketing success, including marketing educational services. Marketing communication is an integral part of communication and also an integral part of marketing. The literature method is used; data is taken through online source searches, books and articles in scientific journals. While analyzing it, the analysis content is used as a technique in analyzing it. As a result, communication marketing of educational services is a two-way information exchange between parties involved in educational service marketing activities in schools to improve the customer's image of educational products. And to maintain its existence, educational institutions must be more creative in packaging the promotion or communication of educational services adapted to the challenges of today's time