Graduate School Conferences, Universitas Negeri Malang
Graduate School Conferences, Universitas Negeri MalangNot a member yet
745 research outputs found
Sort by
Hubungan Kecepatan Reaksi Dan Daya Ledak Otot Tungkai Otot Tungkai Terhadap Akselerasi 30 Meter Pada Lari Cepat 100 Meter Mahasiswa Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Jakarta
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui 1). Hubungan kecepatan reaksi terhadap Akselerasi 30m, 2) Hubungan daya ledak otot tungkai otot tungkai terhadap Akselerasi 30m, 3) Hubungan kecepatan reaksi dan daya ledak otot tungkai otot tungkai terhadap aksselerasi 30m pada lari cepat 100m. Penelitian ini dilaksanakan mulai dari bulan agustus 2012 sampai dengan bulan januari 2013. Pengambilan data dilaksanakan tanggal 14 16 November 2012 yang bertempat di Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Jakarta dan Gelanggang Olahraga Mahasiswa Soemantri Brojonegoro Kuningan Jakarta Selatan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif dengan study korelasi. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah Mahasiswa yang tergabung pada Kuliah Olahraga Prestasi (KOP) Atletik berjumlah 51 orang. Sampel yang digunakan berjumlah 51 orang dengan menggunakan teknik sampling yaitu total sampling. Adapun instrumen tes kecepatan reaksi menggunakan Whole Body Reaction Tester. Untuk tes daya ledak otot tungkai otot tungkai menggunakan Standing Long Jump dan untuk tes akselerasi menggunakan Leight gate. Teknik analisis statistik yang digunakan adalah menggunakan uji t. Hasil analisis data menunjukkan bahwa 1) Terdapat hubungan yang positif antara kecepatan reaksi (X1) terhadap akselerasi 30m pada lari cepat 100m (Y) yang ditunjukan dalam persamaan regresi Ŷ = -100,59 + 62,69 X1 dengan koefisien korelasi nilai rx1y sebesar 0,53. 2) Terdapat hubungan yang positif anatar daya ledak otot tungkai otot tungkai (X2) dengan akselerasi 30m (Y) yang ditunjukkan dalam persamaan Ŷ = 55,11 + 0,51X₂ dengan koefisien korelasi nilai rx2y sebesar 0,54. 3) Terdapat hubungan yang positif antara kecepatan reaksi (X1) dan daya ledak otot tungkai otot tungkai (X2) terhadap akselerasi 30m (Y) yang ditunjukkan dalam persamaan Ŷ = 92,05 – 20,15 X1 + 0,94 X2 dengan koefisien korelasi Ry12 sebesar 0,46
Pengaruh Pendekatan Konflik Kognitif melalui Model Pembelajaran Guided Inquiry untuk Mengurangi Miskonsepsi Siswa pada Materi Gelombang Mekanik
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengidentifikasi miskonsepsi siswa SMA pada materi Gelombang Mekanik dan (2) mengetahui efektivitas pendekatan konflik kognitif melalui model pembelajaran Guided Inquiry untuk mengurangi miskonsepsi siswa SMA pada materi Gelombang Mekanik. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian Quasi Experimental dengan desain Pretest-Posttest Nonequivalent Control Group Design. Data dikumpulkan melalui tes dengan menggunakan soal ishomorphic three tier untuk mengetahui miskonsepsi siswa
Science, Technology, Engineering and Mathematics Project Based Learning (STEM-PjBL) pada Pembelajaran Sains
Penulisan makalah ini bertujuan membahas tentang pendekatan STEM, model pembelajaran PjBL, serta STEM-PjBL pada pembelajaran sains. STEM merupakan pendekatan pembelajaran yang mengintegrasikan empat bidang yaitu sains, teknologi, engineering, dan matematika. Pembelajaran sains yang sesuai dengan pendekatan STEM salah satunya adalah model pembelajaran PjBL. Pembelajaran PjBL berpendekatan STEM merupakan pembelajaran berbasis projek dengan mengintegrasikan bidang STEM yang dapat memberikan kesempatan siswa untuk belajar kontekstual melalui kegiatan yang kompleks seperti bereksplorasi merencanakan aktivitas belajar, melaksanakan proyek secara kolaboratif, dan pada akhirnya menghasilkan suatu hasil produk
Eksplorasi Kemampuan Pemecahan Masalah Siswa SMA pada Materi Fluida Statis
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi kemampuan pemecahan masalah siswa pada materi fluida statis. Metode yang digunakan mixed method explanatory dengan mengumpulkan data secara kuantitatif kemudian diperkuat dengan kualitatif. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XII IPA SMAN 8 Malang. Instrumen yang digunakan adalah 5 butir tes uraian dengan reliabilitas 0,62 dan pedoman wawancara untuk mendalami temuan kuantitatif. Hasil analisis menunjukkan kemampuan pemecahan masalah siswa masih rendah dengan rerata 48,88 pada skala 0-100 dengan standar deviasi 8,87. Sebagian besar siswa menganggap tekanan hidrostatis dipengaruhi oleh volume dan bentuk wadah, dan gaya Archimedes pada benda terapung lebih besar dari pada berat benda
E-Scaffolding untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Fisika
Scaffolding telah terbukti mendukung praktik pengajaran di kelas. Mekanisme scaffolding seperti interaksi dalam hal saling memberi umpan balik baik antar-siswa maupun antara siswa dengan guru memainkan peran penting untuk terciptanya pembelajaran yang lebih kolaboratif. Artikel ini memaparkan hasil sintesa kajian literatur terkait pengembangan scaffolding, terutama tentang bagaimana membangun kerangka scaffolding yang terintegrasi dengan sistem ICT (e-scaffolding), tipe-tipe e-scaffolding yang akan dikembangkan, dan implementasinya dalam membantu siswa untuk memecahkan masalah fisika
Pemahaman Konsep Mahasiswa Tentang Percepatan Pada Gerak Lengkung (Kinematika)
Kesulitan pemahaman konsep terkait percepatan dalam gerak lengkung hingga kini masih dialami mahasiswa. Artikel ini membahas kesulitan umum dalam memecahkan masalah konseptual terkait konsep percepatan dalam gerak lengkung. Subyek penelitian terdiri atas 35 mahasiswa tahun pertama program studi pendidikan fisika tahun akademik 2016/2017. Metode penelitian adalah deskripsi kualitatif. Analisis dilakukan berdasarkan jawaban mahasiswa terhadap soal pilihan ganda beserta alasannya. Penelitian menyimpulkan bahwa konsep percepatan berbagai representasi masih terindikasi sulit. Saran penelitian lanjutan adalah mengeksplorasi lebih autentik penyebab kesulitan tersebut, misalnya memberikan lebih banyak soal-soal latihan dan wawancara mendalam
Identifikasi Model mental Siswa Pada materi Suhu dan kalor
Penelitian ini bertujuan menganalisis model mental dan faktor yang mempengaruhinya. Jenis penelitian menggunakan metode survei dengan subjek siswa SMA kelas XII yang pernah menempuh materi suhu dan kalor dengan jumlah 25 siswa. Instrumen berupa soal model mental dengan satu soal terdiri dari tiga pertanyaan model mental tipe Surface, Matching, and Deep. Data hasil pemberian tes menunjukkan 24% siswa memiliki kemampuan tipe Surface, 68% tipe Matching; dan 8% tipe Deep. Model mental siswa 16 % dipengaruhi pengalaman pribadi, 8% pernah melihat peristiwa serupa, dan 64% dari membaca buku. Ada 12% model mental siswa dipengaruhi oleh faktor lain yaitu dari penjelasan guru
Asesmen Kebutuhan Pengembangan Profesionalisme Guru Program Studi Keahlian Tata Kecantikan ditinjau Berdasarkan Sertifikasi Profesi Guru di SMK Se-Malang Raya
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kebutuhan untuk pengembangan profesionalisme guru produktif program studi keahlian tata kecantikan ditinjau berdasarkan sertifikasi profesi guru. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif Penelitian ini dilakukan di SMK Se-Malang Raya yang memiliki program studi keahlian Tata kecantikan, antara lain SMKN 3 Malang, SMKN 1 Batu, SMK Kartika IV-1 Malang dan SMK Prajnaparamita. Instrumen penelitian ini adalah peneliti sendiri dan guru sebagai informan dengan menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Temuan yang diperoleh dari penelitian ini yaitu: dari 19 orang guru Tata kecantikan yang ada di Malang Raya, terdapat sebelas orang guru yang telah dinyatakan sebagai guru profesional karena telah memiliki sertifikas pendidik
Pedagogic Base as a Basic in Education of Bahasa Indonesia to Build the Society Who has Skillful Thinking
based on the historical aspect, Indonesian came from the Malay language plus foreign and region languages which were appropriate with the rules of Bahasa Indonesia, and minus foreign and regions languages that were inappropriate with the Bahasa Indonesia rules. Then, BI = BM + X-Y. The general purposes of learning Bahasa Indonesia are a) to have an ability to reveal the idea with using well and correct Bahasa Indonesia in both spoken and written. B) To have a positive attitude through language norms, such as loyalty, pride and awareness to language norm. The particular purpose is to have language’s skills covering listening, speaking, reading, and writing skill. The Language functions are to state self-expression, as a communication tool, to create integration, as a social adaptation, to manage social control. Bahasa Indonesia has the position and function as national and state language. Based on the purpose of education or teaching and language function, there are some efforts to keep, maintain, and develop Bahasa Indonesia through an effective development of Bahasa Indonesia program which is effective in creating or building a productive human who has individual and group competency forward sense of belonging, sense of pride, sense of responsibility in the use of Bahasa Indonesia in various of life. Thus, pedagogical base is important to be the implementation of guidance in keeping, maintaining, and developing the purpose and function of language because pedagogic base is an essential science to discuss the basic principles, philosophy and theory of Bahasa Indonesia covering informal, non-formal or informal education. Pedagogic base is the preparation which develop Bahasa Indonesia program for educators candidate. In practicing, teaching of Bahasa Indonesia is perspective, practical, normative, scientific, contextual and situational
Keragaman Galur-Galur Harapan Kedelai (Glycine max L. Merill) Berdasarkan Karakter Morfologi Daun
Karakterisasi morfologi merupakan identifikasi tumbuhan secara visual yang menggambarkan adanya keragaman pada tumbuhan sehingga dapat dikenali atau diklasifikasikan ke dalam kelompok tertentu. Salah satu diantaranya adalah karakterisasi morfologi daun pada tanaman kedelai. Pengamatan karakter morfologi daun penting untuk mengetahui tanaman kedelai yang memiliki karakteristik tertentu untuk tujuan perbaikan karakter daun dari suatu tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengamati karakter morfologi daun dari sembilan galur harapan kedelai dan satu aksesi plasma nutfah kedelai. Rancangan percobaan dalam penelitian ini adalah rancangan acak kelompok dengan 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Snb/1087-148-2-1 memiliki panjang daun dan lebar daun yang tertinggi dibandingkan galur kedelai lainnya dengan rerata panjang daun 9,97 cm dan rerata lebar daun 5,88 cm dan Mlbr/MLG 0927-15 memiliki panjang dan lebar daun terendah dengan rerata panjang daun 7,54 cm dan rerata lebar daun 3,34 cm. Sedangkan untuk tebal daun, Snb/1087-147-2-2 memiliki daun yang paling tebal daripada galur kedelai lainnya dengan rerata tebal daun 0,248 mm dan MLGG 0896 memiliki tebal daun terendah dengan rerata 0,173 mm. Snb/1087-148-2-3 memiliki panjang petiol daun yang tertinggi yaitu 14,38 cm dan Mlbr/MLG 0927-15 memiliki panjang petiol daun terendah dengan rerata 7,74 cm. Sby/Pdm 651 memiliki diameter petiol daun yang tertinggi yaitu 2,458 mm dan Mlbr/MLG 0927-15 memiliki diameter terendah dengan rerata 1,267 mm. Sby/Pdm 651 memiliki nisbah lebar/panjang daun yang tertinggi dibandingkan galur lainnya yaitu 0,670 dan Mlbr/MLG 0927-15 memiliki nisbah lebar/panjang daun yang terendah dengan rerata 0,443. Lebar daun, panjang dan diameter petiol daun memiliki perbedaan yang signifikan pada taraf 1%, sedangkan panjang, tebal, dan nisbah (lebar/panjang) daun tidak memiliki perbedaan yang signifikan