Graduate School Conferences, Universitas Negeri Malang
Graduate School Conferences, Universitas Negeri MalangNot a member yet
745 research outputs found
Sort by
Eksplorasi Penguasaan Konsep Awal Siswa pada Materi Fluida Statis
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penguasaan konsep siswa pada materi fluida statis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah survey dengan subjek 31 siswa kelas XII IPA2 SMAN 8 Muaro Jambi. Instrumen yang digunakan berupa soal two-tier sebanyak 5 soal. Hasil analisis menunjukkan bahwa penguasaan konsep fluida statis siswa rendah dengan hasil rata-rata 34,12 dengan skala 0-100. Kesulitan yang dialami siswa pada soal mengenai tekanan hidrostatis dan hukum pascal. Siswa kesulitan menentukan variabel yang berpengaruh terhadap tekanan hidrostatis. Selain itu, siswa juga belum mampu menerapkan hukum Pascal dengan benar. Berdasarkan kesulitan tersebut, maka diperlukan percobaan dalam memahami konsep fluida statis
Profil Kemampuan Pemecahan Masalah Peserta Didik pada Materi Usaha dan Energi
Kemampuan pemecahan masalah sangat penting bagi peserta didik dalam memahami prosedural dan konseptual materi fisika. Peserta didik memahami fisika bukan hanya perhitungan matematisnya tetapi juga konsep dasar yang mendasari prosesnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana kemampun peserta didik dalam memecahkan permasalahan fisika. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan teknik observasi dan tes. Subyek penelitian adalah 45 peserta didik kelas XII MIA SMA Negeri 1 Langke Rembong yang sudah mempelajari topik usaha dan energi. Instrumen penelitian yang digunakan adalah tes kemampuan pemecahan masalah, lembar observasi, dan lembar wawancara pada peserta didik dan guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan memecahkan masalah fisika peserta didik perlu ditumbuhkembangkan lagi melalui beberapa bantuan representasi seperti gambar, persamaan, grafik dan tabel, disamping guru sebagai fasilitator peserta didik melalui pembelajaran aktif
Penguasaan Konsep Materi Fluida Statis Siswa SMAN 3 Blitar
Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui penguasaan konsep siswa materi fluida statis. Metode yang digunakan adalah survei dengan melakukan tes dan wawancara. Tes dilakukan dengan memberikan 3 soal essay kepada 33 siswa SMAN 3 Blitar yang telah menempuh materi fluida statis. Berdasarkan hasil tes diketahui salah satu kesulitan yang dialami siswa adalah memahami bahwa apabila jenis fluida dan kedalaman sama, maka tekanan hidrostatis yang dialami juga sama. Wawancara dilakukan kepada guru dan siswa. Berdasarkan wawancara diketahui bahwa siswa hanya sebatas menghafal persamaan tanpa memaknainya sehingga menimbulkan kesulitan. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa siswa memerlukan pembelajaran yang mampu meningkatkan penguasaan konsep mereka
Penelitian Eksplanatori: Keterampilan Berpikir Kritis Siswa SMA Pada Materi Fluida Statis
Penelitian dimaksudkan untuk menganalisis keterampilan berpikir kritis siswa SMA pada materi fluida statis. Penelitian menggunakan mixed methods desain eksplanatori dengan follow-up explanations model. Sebanyak 34 siswa kelas XII SMA menjalani tes keterampilan berpikir kritis dan dilanjutkan dengan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan berpikir kritis siswa pada materi tekanan hidrostatis, hukum Pascal, dan hukum Archimedes masih rendah. Hal ini, umumnya, disebabkan oleh pemahaman siswa yang masih kurang. Di samping itu, menurut siswa pembelajaran di kelas masih terpusat pada guru dan kurangnya pemberian latihan penyelesaian masalah. Berdasarkan keadaan tersebut diajukanlah satu alternatif pembelajaran untuk mengatasinya
Penguasaan Konsep IPA Siswa Kelas V SD pada Materi Rangka Tubuh
Penguasaan konsep hanya mengenai tentang mengingat konsep-konsep yang sudah dipelajari, akan tetapi mampu mengungkapkan kembali dalam bentuk lain yang mudah dimengerti dan tidak mengubah makna. Penelitian bertujuan untuk mengetahui penguasaan konsep yang dimiliki oleh siswa SDN 01 Penanggungan pada materi rangka tubuh. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V SDN 01 Penanggungan tahun ajaran 2017/2018. Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Instrumen yang digunakan adalah butir soal tes yang sesuai dengan indikator penguasaan konsep Bloom yang direvisi oleh Anderson dan Krathwol. Data hasil tes penguasaan konsep IPA siswa memperoleh pencapaian rata-rata 48%, dari data tersebut disimpulkan bahwa penguasaan konsep IPA siswa kelas V SDN 01 Penanggungan belum mencapai standar yang telah ditentukan dengan kualifikasi kurangnya kemampuan penguasaan konsep yang dimiliki oleh siswa dan perlu dikembangkan. Oleh karena itu penguasaan siswa, khususnya SDN 01 Penanggungan perlu ditingkatkan dengan pembelajaran inovatif berbasis materi ajar
Prospek Model Daur Belajar 5 Fase terhadap Keterampilan Proses Sains dan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa pada Materi Termokimia
Materi termokimia mencakup konsep-konsep yang bersifat abstrak, algoritmik, dan saling berhubungan satu sama lain sehingga siswa mengalami kesulitan dalam memahaminya. Selain itu, proses pembelajaran kimia selama ini cenderung menggunakan model pembelajaran konvensional. Model pembelajaran ini lebih menekankan pada hasil belajar kognitif, namun tidak memperhatikan aktifitas keterampilan proses sains dan kurang melatih kemampuan berpikir kritis siswa. Dengan demikian, diperlukan model pembelajaran yang mampu meningkatkan keterampilan proses sains dan kemampuan berpikir kritis siswa yaitu menggunakan model daur belajar 5 fase. Kajian ini bersifat deskriptif dan berbasis literatur yang bertujuan untuk mengetahui prospek model daur belajar 5 fase terhadap keterampilan proses sains dan kemampuan berpikir kritis siswa
Analisis Kebutuhan Bentuk Sumber Belajar dan Media Pembelajaran Biologi Berbasis Potensi Lokal untuk Kelas X SMA di Provinsi Lampung
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebutuhan bentuk sumber belajar dan media pembelajaran biologi berbasis potensi lokal SMA kelas X di Provinsi Lampung. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Angket diberikan kepada tiga sekolah di lima kabupaten/kota di Provinsi Lampung pada bulan Juli-Agustus 2017. Hasil analisis angket guru dan siswa menunjukkan bahwa sebagian besar guru mengajar dengan ceramah, diskusi kelompok dan praktikum. Media pembelajaran yang sering digunakan guru berupa power point, video dan gambar. Pemanfaatan bahan maupun media pembelajaran berbasis lokal masih terbatas pada lingkungan sekolah dan belum memanfaatkan potensi lokal kabupaten yang ada. Sebagian besar siswa menganggap perlu mengintegrasikan potensi dan kearifan lokal dalam pembelajaran biologi. Dengan demikian diperlukan pengembangan bahan dan media pembelajaran berbasis potensi dan kearifan lokal kabupaten untuk materi biologi kelas X SMA di Provinsi Lampung
Analisis Kebutuhan Belajar Mahasiswa Pada Mata Kuliah Strategi Pembelajaran TI
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebutuhan belajar mahasiswa pada mata kuliah Strategi Pembelajaran TI. Penelitian ini termasuk pada jenis deskriptif kualitatif karena berusaha menggambarkan kebutuhan belajar mahasiswa khususnya yang berhubungan dengan penguasaan pengetahuan dan memperoleh pengetahuan baru dengan indikator metode dan media pembelajaran serta sumber belajar. Subjek penelitiannya adalah mahasiswa angkatan 2014 yang mengambil mata kuliah strategi pembelajaran TI pada semester 4 yang berjumlah 74 orang. Instrumen yang digunakan adalah lembar angket dan pedoman wawancara. Sedangkan teknik pengolahan datanya adalah menggunakan statistic deskriptif. Berdasarkan hasil analisis data, maka diperoleh 54% mahasiswa membutuhkan metode pembelajaran yang bervariasi sehingga memberikan pengalaman belajar yang maksimal, 67% mahasiswa membutuhkan media pembelajaran berbasis teknologi informasi (E-learning, video) dan 65% mahasiswa membutuhkan sumber belajar yang bervariasi, interaktif serta dekat dengan lingkungan nyata
Penerapan Model Course Review Horay (Crh) dengan Menggunakan Media Word Square untuk Meningkatkan Hasil Belajar Kognitif Siswa Kelas VIII SMP Salahuddin Malang pada Materi Sistem Ekskresi
Rendahnya kualitas program pembelajaran di sekolah sering kali disebabkan oleh sistem pembelajaran yang dilakukan. Berdasarkan hasil observasi awal hasil belajar kognitif siswa pada pelajaran IPA relatif rendah (68%) karena sebagian besar siswa mengganggap bahwa mata pelajaran IPA adalah mata pelajaran yang membosankan. Selain itu penggunaan metode ceramah seringkali terlalu dominan, sehingga siswa kurang aktif dalam pembelajaran. Menanggapi permasalahan tersebut, dilakukan penelitian dengan tujuan untuk mengetahui hasil belajar kognitif siswa dengan penerapan model Course Review Horay(CRH) yang dikombinasikan dengan media Word Square. Jenis penelitian ini adalah Penelitian tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari 2 siklus, setiap siklus terdiri dari 4 tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi yang dilakukan dalam 3 kali pertemuan. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Shalahuddin Malang tahun ajaran 2016-2017. Penelitian dimulai dengan melakukan observasi awal, menyusun rencana tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar kognitif siswa setelah penerapan model Course Review Horay(CRH) menggunakan media Word Square. Hasil belajar kognitif diukur dengan persentase ketuntasan belajar dan klasikal mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II. Secara berturut-turut persentase ketuntasan belajar klasikal yaitu 70,58% dan 97,05% atau mengalami peningkatan sebesar 26,47%.
Pembelajaran Multi Representasi Dengan Pendekatan Empiris, Teoritis dan Animasi Untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Siswa
Banyak penelitian yang mengungkapkan adanya miskonsepsi pada materi optika geometri. Artikel ini mengusulkan strategi pembelajaran multi representasi dengan pendekatan empiris dan teoritis dan animasi sebagai alternatif untuk membantu memahami konsep-konsep optika geometri dengan berbagai format yang berbeda. Secara umum strategi pembelajaran multi representasi dengan pendekatan empirik dan teoritik terdiri dari fase empirik, teoritik dan animasi. Pada setiap fase pembelajaran ini digunakan multirepresentasi dalam penyampaiannya. Jenis multirepresentasi yang digunakan adalah verbal, grafis, diagram dan matematis