Graduate School Conferences, Universitas Negeri Malang
Graduate School Conferences, Universitas Negeri MalangNot a member yet
745 research outputs found
Sort by
PENINGKATAN PROFESIONALISME GURU PENDIDIKAN JASMANI OLAHRAGA DAN KESEHATAN DALAM PEKEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI
Peningkatan kualitas pendidikan penting dilakukan guna mencapai tujuan pendidikan nasional serta menghasilkan peserta didik yang mampu bersaing dalam tataran global. Untuk mencapai semua tujuan pendidikan nasional salah satu caranya adalah dengan menyeimbangkan antara kualitas pendidik dengan perkembangan ilmu pengetahuan danteknologi. Guru merupakan peran pengajar dalam proses pendidikan, keberhasilan suatu proses pendidikan dapat dilihat dari tingkat profesionalisme seorang guru. Guru yang profesional lebih bisa diandalkan dari pada guru yang non-profesional untuk mencapai tujuan pendidikan secara menyeluruh, maka sangat penting saat ini meningkatkan profesionalisme seorang guru. Peningkatan profesionalisme seorang guru dapat dilakukan melalui beberapa cara, antara lain: program pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan guru, program musyawarah guru mata pelajaran (MGMP), dan program sertifikasi guru. Semua program tersebut dilakukan scara sengaja demi meningkatkan profesionalisme seorang guru sesuai perkembangan ilmu pengetahuan dan teknolog
UPAYA MENINGKATKAN KEBUGARAN JASMANI SISWA MELALUI PENJAS
Tulisan ini akan mencoba menguraikan dan mengkaji terkait isu dalam pendidikan jasmani. Isu atau permasalahan yang diangkat dalam tulisan ini yaitu tentang kebugaran jasmani pada siswa sekolah. Data SDI 2006 menunjukkan kondisi kebugaran masyarakat kita: 1,08% masuk dalam kategori baik sekali; 4,07% baik; 13,55% sedang; 43,90% kurang; dan 37,40% kurang sekali. Berdasarkan rendahnya tingkat kebugaran jasmani siswa di Indonesia maka harus ada solusi dari permasalahan tersebut. Melalui pendidikan jasmani yang diberikan siswa di sekolah, selama ini belum berpengaruh terhadap meningkatnya kebugaran jasmanisiswa. Karenanya perlu perbaikan dalam pengelolaan pembelajaran penjas di sekolah. Dengan pengelolaan pembelajaran yang baik nantinya dapat meningkatkan kebugaran jasmani siswa, dan sesuai dengan tujuan penjas
EVALUASI PEMBINAAN PRESTASI OLAHRAGA BOLA BASKET DI KABUPATEN MAGETAN
Penelitian ini di latar belakangi oleh bagaimana pentingnya pembinaan prestasi olahraga bagi perkembangan prestasi di suatu daerah. Fokus dari penelitian ini adalah pembinaan prestasi olahraga bola basket di kabupaten Magetan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu teknikobservasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dengan cara reduksidata, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian dapat diambil kesimpulan pembinaan prestasi olahraga bola basket di kabupaten Magetan termasuk dalam kategori kurang baik. 1) Dari segi pembinaan prestasi kabupaten Magetan dalam kategori belum baik karena belum adanya pembinaan usia dini serta tidak adanya klub-klub bola basket. 2) Dari segi pemerintah, diharapkan tidak hanya sekedar menyalurkan dana tetapi juga lebih memperhatikan atletnya. 3) Dari segi organisasi, PERBASI kabupaten Magetan diharapkan lebih fokus dalam hal-hal yang menyebabkan pembinaan prestasi kabupaten Magetan tidak kunjung membaik. 4) Dari segi pelatih, mayoritas pelatih bola basket di kabupaten Magetan belum mempunyai lisensi pelatih. 5) Dari segi atlet, atlet bola basket di kabupaten Magetan rata-rata baru mengenal dan latihan saat mereka di SMA. 6) Dari segi ekstrakurikuler, sekolah di kabupaten Magetan belum secara penuh mendukung siswanya dalam ekstrakurikuler bola basket. 7) Dari segi sarana dan prasarana bola basket kabupaten Magetan termasuk dalam kondisi cukup baik karena hampir semua sekolah di kabupaten Magetan mempunyai lapangan bola basket. 8) Hambatan yang mempengaruhi pembinaan prestasi olahraga bola basket adalah tidak adanya pembinaan usia dini di kabupaten Magetan
PROBLEMATIKA GURU PENDIDIKAN JASMANI DALAM PEMANFAATAN SARANA PRASARANA DI SEKOLAH
Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik,mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menenga, Seseorang guru atau pendidik merupakan salah satu unsur faktor penentu dalam keberhasilan proses pembelajaran pendidikan jasmani. Meski demikian tetap harus didukung oleh unsur-unsur yang lain. Kreatifikas serta sarana prasarana yang mendukung dapat menunjang keberhasilan guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran. Kreativitas merupakan potensi yang dimiliki setiap manusia dan bukan yang diterima dari luar diri individu. Kreativitas secara umum dipengaruhi kemunculannya oleh adanya berbagai kemampuan yang dimiliki, sikap dan minat yang positif tinggi terhadap bidang pekerjaan yang ditekuni, serta kecakapan melaksanakan tugas-tugas. Sarana atau alat adalah segala sesuatu yang diperlukan dalam pembelajaran pendidikan jasmani, mudah dipindah bahkan dibawa pelakunya atau siswa. sedangkan prasarana merupakan penunjang yang dapat memperlancar dan mempermudah pelaksanaan pendidikan jasmani dan kesehata
KONSEP PENERAPAN MATERI CINTA PRODUK DALAM NEGERI SEBAGAI TAMBAHAN PELAJARAN EKONOMI DI SMP
Masyarakat Indonesia sangat menggemari barang-barang impor dengan kata lain warga Indonesia sangat konsumtif dengan barang impor. Nilai impor Indonesia dari negara lain yang berupa produk komsumtif semakin bertambah, hal ini akan berdampak pada pekembangan perekonomian Indonesia. Pentingnya pendidikan yang diberikan di sekolah sangatlah berdampak bagi perkembangan pengetahuan peserta didik. Untuk itu peranan pelajaran ekonomi sangatlah penting dalam memberikan pengetahuan dan pendidikan tentang dampak konsumtif impor berlebih. Siswa pada tingkat SMP masih belum terpengaruh oleh sikap konsumtif barang-barang impor dalam hal konsumtif mereka. Sehingga siswa SMP masih mudah untuk diberikan wawasan tentang cinta produk dalam negeri, yang bertujuan untuk menjadikan sikap dan perilaku siswa dalam mengkonsumsi barang agar menggunakan produk dalam negeri yang dituangkan dalam materi cinta produk dalam negeri yang mana materi tersebut dimasukkan dalam beberapa materi ekonomi yang sesuai dapat diselingi dengan materi cinta produk dalam negeri tersebut. Konsep ini secara umum bertujuan untuk menghasilkan sebuah produk materi ajar pembelajaran Ekonomi yang efektif dan inovatif dengan memberikan pengetahuan siswa tentang produk dalam negeri, dan secara khusus yaitu terwujudnya produk berupa materi ajar pembelajaran Ekonomi. Bahan ajar merupakan segala bentuk bahan yang digunakan untuk membantu guru atau instruktur dalam melaksanakan proses pembelajaran. Bahan ajar cinta produk dalam Negeri merupakan bahan ajar yang berisiskan materi tentang rasa cinta dan bangga terhadap produk-produk dalam Negeri yang mana sangat memberikan dampak positif bagi produsen maupun Negara
The Effect of Headmaster’s Managerial and Supervision Abilities Towards Teachers Performance of Junior High School at Muna Barat and Muna in South Eastof Sulawesi
This research aims to investigate the influence of Headmaster's managerial ability and supervision abilities towards teacher performance of Junior High School at Muna and Muna Barat in South East of Sulawesi. This research used a survey with quantitative approach, and kind of this research is expose-facto, because all of the data collecting have been implicated and want to find causality-relationship. Sampling technique that used is random sampling, the subject of this research are five of the Junior High School at Muna and Muna Barat in South East of Sulawesi with 177 population and 75 samples. The data is collected by questionnaire was Analyzed with multiple regressions by SPSS for windows version 11:50. Based on the result of analysis of regression, there is the influence of Headmaster's managerial abilities (X1) and learning supervision abilities (X2) towards teacher performance (Y), (contribution of Headmaster's managerial abilities (X1) and learning supervision abilities (X2) towards teacher performance (Y) is R2y12 = 0.740 or 74.0%). The results of this research suggested many things, like: (a) Must be changes recruitment rules as Headmaster especially at Junior High School at Muna and Muna Barat in South East of Sulawesi, (b) Must be a make reoriented about the role of learning supervision towards Headmaster at a junior high school at Muna and Muna Barat in South East of Sulawesi, (c) Teacher performance of Junior High School at Muna and Muna Barat in South East of Sulawesi need to improve education quality by participating until reach goals
Process-Genre Approach: Breaking Students’ Barriers in Writing
Writing as one of the language skills that has an important role in communicating ideas in written form seems to be difficult for EFL students. This is because writing requires the EFL students to consider various aspects such as content, organization, vocabulary, languages and mechanics. Since process-genre approach is one of the strategies that is a synthesis of process based approach and genre based approach, it is predicted that it can overcome students’ problem in writing. This approach offers a solution in helping students to develop their writing skill by improving the five aspects of writing. This article higlights the students’ writing obstacles and the potential of the process- genre approach in enhanching students writing skill. This article also shows the teaching scenario using process genre approach and the procedure of the implementation
Semar Puppet Counseling Model to the Development of Multi Culture Counseling Practice
Puppet as the original local wisdom has a great role in the character building and giving a good example of how to behave, puppet is also the source or guidance of how to behave well. One of the figures in puppet that has strong characteristic as the leader, protector, patron, and also the guide for ksatria in taking the decision is Semar. Semar has the perfection ethic of Javanese person and raise as the core of the soul of Javanese people. Semar’s wisdom can be applied in the development of multi culture counseling for Counselors and multi culture counseling characteristic. The characteristic of multicultural based Counselors are: (1) Prudent, (2) Helper, (3) Motivator, (4) Democratic, (5) Fair, (6) Associating, (7) Sustains on the objectives, (8) Responsible, (9) Teaching, (10) Wholeheartedly, (11) Well mannered, (12) Sincere, (13) Honest, (14) Faithful, (15) Unpretentious (16) Not an anti-critical, (17) Able to keep secret, and (18) Positive thinking. The application of Counseling based on the Semar’s characters is offered to develop the practice of multi-cultural Counseling for the Counselors, it called puppet semar counseling model
Popsicle Simile: An Innovative Tool in Promoting Creative Writing among Rural Primary School ESL Learners
This qualitative study seeks to explore how “Popsicle Simile” works as an innovative tool of learning simile and writing creatively. Through lesson observations and interviews, this study aims to develop a fuller understanding of the motivations that drive teachers to adopt this innovative tool and the considerations they have when using it in the teaching and learning of core content. This study thus emphasizes the need to promote 21st century skills and academic content knowledge. Participants for this study were 5 primary school teachers in one of the rural primary schools in Padawan, Sarawak. The findings indicate that by engaging with the innovative “Popsicle Simile”, learners are able to generate content through relevant lexical search and write coherent paragraphs in creative writing. It is also beneficial to ESL teachers and educators, as it can be as an alternative tool which can assist them in teaching creative writing. It is suggested that future research should include the perceptions o
Character Education with Multiple Intelligences Learning Strategy to Enhance Interpersonal Intelligence Based on Emotional Intelligence
This research is aimed to know: (1) The difference between multiple intelligences and conventional learning strategy to enhance the interpersonal intelligence of students of psychology; (2) the influence difference between students possessing low and high level on emotional intelligences toward the emotional intelligences of students of psychology; and (3) the relationship between the multiple intelligences learning strategy and the emotional intelligences toward the interpersonal intelligences of students of psychology at Universitas Negeri Malang. The research method in this case uses quantitative experiment. The instruments used in this study are MSCEIT, a test to measure the emotional intelligence, and questionnaire for analyzing the interpersonal intelligence. The data are analyzed using ANOVA (Analysis of Variance) two tails (2 x 2). The research hypothesis test results indicated that: (1) there are significant differences between the effects of multiple intelligences and conventional learning strategy to interpersonal intelligences of students of psychology at UM with a significance 0.05; (2) there is an influence difference between students possessing low and high emotional intelligences toward interpersonal intelligences of students of psychology 2015/2016 UM with a significance 0.05; and (3) there is a relationship between multiple intelligences learning strategy and interpersonal intelligences of students of psychology at UM with a significant number 0.03