Graduate School Conferences, Universitas Negeri Malang
Graduate School Conferences, Universitas Negeri MalangNot a member yet
745 research outputs found
Sort by
Analisis Kebutuhan Bahan Ajar Berbasis Hasil Penelitian Bioinformatika pada Mata Kuliah Teknik Analisis Biologi Molekuler untuk Mahasiswa S1 Biologi Universitas Negeri Malang
Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui kebutuhan bahan ajar berdasarkan hasil penelitian bioinformatika dalam mata kuliah Teknik Analisis Biologi Molekuler (TABM) untuk Mahasiswa S1 Biologi Universitas Negeri Malang. Metode penelitian berupa pengisian angket oleh mahasiswa S1 Biologi yang telah menempuh mata kuliah TABM. Analisis data secara kuantitatif dan deskriptif. Hasil analisis data menunjukkan bahwa sekitar 75% mahasiswa menginginkan adanya bahan ajar dengan spesifikasi: representatif terhadap materi molekular yang disertai dengan langkah praktis untuk melakukan penemuan terbimbing. Berdasarkan hasil tersebut diketahui bahwa bahan ajar berdasarkan hasil penelitian bioinformatika dapat digunakan sebagai bahan ajar alternatif pada perkuliahan TABM
Analisis Kebutuhan Bahan Ajar Matakuliah Pengelolaan Kawasan Pesisir dan Laut Mahasiswa S1 Biologi Universitas PGRI Banyuwangi
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kebutuhan bahan ajar pada matakuliah Pengelolaan Kawasan Pesisir dan Laut pada materi jenis-jenis mangrove dan epifaunanya. Analisis yang dilakukan merujuk pada tahap Analyze model pengembangan ADDIE. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan penyebaran angket analisis kebutuhan, wawancara, dan observasi. Hasil analisis kebutuhan menunjukkan bahwa mahasiswa belum menggunakan bahan ajar berbentuk modul berbasis penelitian. Oleh karena itu, diperlukan modul yang spesifik membahas tentang jeins-jenis mangrove dan epifaunanya
Kesalahan Siswa SMA dalam Memecahkan Masalah Fluida Statis
Penelitian ini mendeskripsikan kesalahan siswa dalam memecahkan masalah fluida statis. Subyek penelitian siswa kelas XII SMA berjumlah 18. Penelitian menggunakan meteode survey dengan teknik pengumpulan data yaitu tes. Tes terdiri atas 10 butir soal uraian materi fluida statis (cronbach alpha 0,638). Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa banyak mengalami kesalahan dalam memecahkan masalah tekanan hidrostatis, hukum pascal, hukum archimedes dan kesalahan mengaitkan konsep fluida statis dengan konsep lainnya untuk memecahakan masalah. Faktor penyebab kesalahan tersebut adalah karena siswa kurang memahami konsep dasar fluida statis dan siswa tidak dapat mengaitkan konsep fluida statis dengan konsep lainnya. Disaranakan untuk melakukan penelitian lebih lanjut sebagai upaya mengurangi kesalahan siswa, salah satunya melaui pembelajaran yang melibatkan siswa ikut serta dalam pemecahan masalah dalam bentuk investigasi dan diberi bantuan agar siswa dapat melakukan pemecahan masalah secara mandiri
Penguasaan Konsep dan Literasi Sains Siswa di Kelas X SMAN 11 Jeneponto
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penguasaan konsep dan kemampuan literasi sains siswa pada materi suhu dan kalor. Penguasaan konsep siswa diukur berdasarkan indikator materi yakni suhu dan pemuaian, hubungan kalor dengan suhu benda dan wujudnya, azas black, perpindahan kalor secara konduksi, konveksi, dan radiasi sedangkan kemampuan literasi sains diklasifikasikan menjadi 5 kategori, yaitu: SI, NSL, FSL, CSL, MSL. Data diperoleh melalui kuisioner dan observasi dari 30 orang siswa. Berdasarkan analisis deskriptif kuantitatif diperoleh bahwa peserta didik sebagian besar berada pada kategori NSL dan memiliki penguasaan kosep yang berada pada kategori rendah
Kreativitas Siswa SMA Negeri 1 Dompu pada Materi Impuls dan Momentum
Berpikir kreatif merupakan salah satu kemampuan penting yang harus dimiliki siswa. Pada pembelajaran fisika, kreativitas sangat diperlukan untuk menyelesaikan masalah melalui berbagai cara (divergent thinking). Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kemampuan kreativitas siswa pada materi impuls dan momentum. Metode pengumpulan data dilakukan melalui survei pada 110 siswa kelas XII IPA SMA Negeri 1 Dompu. Reliabilitas instrumen sebesar 0.622. Hasil penelitian diperoleh sebanyak 14.32% siswa yang berada pada rentang tinggi kreativitas. Rinciannya yaitu 1.82% pada komponen kelancaran, 28.61% siswa pada komponen elaborasi, 23.19% siswa pada komponen keluwesan, 3.64% siswa pada komponen orisinal. Hasil di atas menunjukkan kreativitas siswa masih tergolong rendah. Oleh karena itu, penting untuk meningkatkan kreativitas siswa melalui penerapan strategi atau metode pembelajaran
Analisis Kebutuhan Buku Biologi Mangrove untuk Matakuliah Biologi Kelautan dan Ekologi Wilayah Pesisir di Universitas Tadulako Palu
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebutuhan buku biologi mangrove untuk matakuliah biologi kelautan dan ekologi wilayah pesisir pada materi mangrove meliputi jenis, klasifikasi, morfologi, anatomi dan habitat mangrove. Analisis kebutuhan yang dilakukan berdasarkan model pengembangan 4D pada tahapan pendefinisian/define. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan penyebaran angket analisis kebutuhan, wawancara, dan observasi. Hasil analisis kebutuhan mengindikasikan bahwa mahasiswa belum menggunakan buku biologi mangrove yang membahas mangrove secara lengkap yang merupakan hasil dari penelitian yang diharapkan. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan buku biologi mangrove
Model Pembelajaran Biologi Berbasis Budaya Bali: Sebuah Analisis Kebutuhan
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan guru dan siswa terhadap model pembelajaran biologi berbasis budaya Bali. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan 20 orang guru biologi dan 154 siswa kelas X SMA Negeri se-Kota Denpasar sebagai sampel. Analisis data menggunakan analisis GAP yang diinterpretasi dengan diagram kartesius. Hasil analisis data menunjukkan 6 indikator dari sudut pandang guru dan 4 indikator dari sudut pandang siswa tentang pendidikan dan kebudayaan berada pada kuadran A. Posisi tersebut menunjukkan bahwa guru dan siswa memiliki persepsi bahwa indikator tersebut penting namun pelaksanaannya belum optimal. Temuan tersebut mengindikasikan diperlukannya pengembangan model pembelajaran biologi berbasis budaya Bali
Pengaruh Model Pembelajaran Biologi Reading-Concept-Map-Student Team Achievement Division pada Kemampuan Akademik Berbeda terhadap Keterampilan Berpikir Kreatif Siswa Kelas X MIPA SMA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Reading-Concept-Map-Student Team Achievement Division (Remap-STAD), kemampuan akademik, dan interaksi keduanya terhadap keterampilan berpikir kreatif siswa. Desain penelitian menggunakan Pretest-Posttest Nonequivalent Control Grup Design. Data keterampilan berpikir kreatif diperoleh dari hasil pretest dan posttest yang dianalisis menggunakan Anakova. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh signifikan pembelajaran Remap-STAD dan kemampuan akademik terhadap keterampilan berpikir kreatif siswa, tidak ada pengaruh yang signifikan antara interaksi model pembelajaran dan kemampuan akademik terhadap keterampilan berpikir kreatif siswa. Remap-STAD secara signifikan mampu meningkatkan keterampilan berpikir kreatif siswa berkemampuan akademik rendah lebih baik dibanding siswa berakademik tinggi yang memperoleh pembelajaran konvensiona
Identifikasi Pemahaman Konsep Siswa SMA Pada Materi Termodinamika
Pemahaman siswa pada termodinamika akan mempengaruhi keberhasilan siswa memahami fenomena perubahan keadaan sistem akibat pertukaran energi dengan lingkungan dalam bentuk kalor dan usaha. Artikel ini bertujuan mengungkap pemahaman konsep siswa pada materi termodinamika, melalui tes Thermodynamics Concept Survey (TCS) yang dikembangkan sebelumnya oleh Wattanakasiwich et al. (2013). Tes diberikan pada siswa kelas XII IPA SMA sebanyak 56 siswa. Tes terdiri dari 24 soal pilihan ganda beralasan. Alasan siswa dalam menjawab tes digunakan untuk mengidentifikasi kemungkinan pemahaman konsep siswa pada materi termodinamika. Ditemukan kesalahan konsep yang dominan pada siswa, antara lain siswa mengalami kesulitan dalam memahami prinsip kesetimbangan mekanik (89,3% siswa); siswa salah dalam menghubungkan perubahan suhu gas dengan tekanan yang dihasilkan (79,77% siswa); serta siswa mengalami kesulitan dalam mengerjakan soal tentang proses isotermal (73,2% siswa)
Eksplorasi Model Mental Siswa pada Materi Pembiasan
Penelitian deskriptif ini dimaksudkan untuk mengeksplorasi model mental siswa dalam memecahkan masalah materi pembiasan. Subyek penelitian adalah 30 siswa kelas XI IPA 3 SMA Negeri 1 Badegan Ponorogo. Teknik pengumpulan data menggunakan tes dengan instrumen berupa tiga butir soal model mental berbentuk uraian. Data yang diperoleh dianalisis secara kualitatif melalui koding dan penyajian data hasil analisis melalui tabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat empat variasi model mental yang dimiliki siswa dalam memahami materi pembiasan. Representasi mental siswa yang tidak tepat menyebabkan kesulitan dalam memahami peristiwa pembiasa