Sunan Gunung Djati State Islamic University Bandung

Digital Library UIN (Universitas Islam Negeri) Sunan Gunung Djati Bandung
Not a member yet
    53115 research outputs found

    Pengaruh self efficacy dan dukungan sosial terhadap resiliensi akademik pada mahasiswa yang aktif berorganisasi

    Full text link
    INDONESIA: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh self-efficacy dan dukungan sosial terhadap resiliensi akademik pada mahasiswa yang aktif berorganisasi. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 366 mahasiswa aktif Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung yang tergabung dalam organisasi intra kampus. Teknik analisis data menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa self-efficacy dan dukungan sosial secara simultan berpengaruh signifikan terhadap resiliensi akademik. Secara parsial, self-efficacy dan dukungan sosial juga masing-masing memiliki pengaruh yang signifikan terhadap resiliensi akademik. Temuan ini menegaskan bahwa keyakinan diri serta dukungan dari lingkungan sosial berperan penting dalam membangun daya tahan mahasiswa dalam menghadapi tantangan akademik, terutama bagi mereka yang harus menjalankan peran ganda antara tuntutan akademik dan aktivitas organisasi. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam pengembangan program pembinaan mahasiswa. ENGLISH: This study aims to examine the influence of self-efficacy and social support on academic resilience among students who are actively involved in organizations. The research employed a quantitative approach. The participants consisted of 366 active students of Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung who were members of intra-campus organizations. Data were analyzed using multiple linear regression. The findings reveal that self-efficacy and social support simultaneously have a significant effect on academic resilience. Partially, both self-efficacy and social support also show significant individual effects on academic resilience. These results highlight that self-confidence and support from the social environment play a crucial role in fostering students’ ability to withstand academic challenges, especially for those balancing dual roles between academic demands and organizational activities. This study is expected to serve as a reference for developing student development programs

    Penerapan deep learning berbantuan aplikasi ThingLink untuk meningkatkan kemampuan spasial ditinjau berdasarkan persistence siswa

    Full text link
    Integrasi pendekatan Deep Learning dengan aplikasi ThingLink berpotensi meningkatkan kemampuan spasial siswa melalui proses berpikir reflektif dan konstruktif. Namun, pada praktik pembelajaran di sekolah, peningkatan kemampuan spasial siswa masih belum optimal karena pembelajaran sering berlangsung tanpa dukungan media digital yang memfasilitasi representasi visual secara konkret, serta kurangnya perhatian terhadap faktor persistence siswa dalam menyelesaikan tugas spasial yang kompleks. Tujuan penelitian untuk menganalisis efektivitas penerapan deep learning berbantuan ThingLink dalam meningkatkan kemampuan spasial ditinjau berdasarkan tingkat persistence siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah convergent parallel design creswell melibatkan siswa kelas VIII SMP negeri di Kabupaten Bandung, yang terdiri atas dua kelas eksperimen dan satu kelas kontrol. Data dikumpulkan melalui pretest dan posttest kemampuan spasial serta angket untuk mengukur tingkat persistence matematis siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan peningkatan kemampuan spasial antara pembelajaran deep learning berbantuan ThingLink, deep learning, dan pembelajaran konvensional. Selain itu, terdapat perbedaan peningkatan kemampuan spasial berdasarkan tingkat persistence siswa. Namun, tidak ditemukan interaksi antara pendekatan pembelajaran dan persistence terhadap kemampuan spasial. Dengan demikian, deep learning berbantuan ThingLink dapat dikategorikan sebagai pendekatan yang efektif dan inovatif dalam meningkatkan kemampuan spasial siswa

    Eksplorasi pengelolaan harta publik dalam Al-Qur'an

    Full text link
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pengelolaan harta publik (al-amwāl al-'āmmah) yang sesuai dengan prinsip syarī`ah dalam sistem ekonomi Islam, khususnya dalam upaya mengembangkan model pengelolaan yang berkeadilan dan berkelanjutan untuk konteks kekinian. Fokus penelitian adalah mengeksplorasi konsep dan prinsip pengelolaan harta publik berdasarkan perspektif Al-Qur’an, serta merekonstruksi model historis yang diterapkan pada masa Rasulullah SAW. Rumusan masalah penelitian dirumuskan untuk menjawab tiga pertanyaan: (1) Apa yang dimaksud dengan harta publik dalam Al-Qur’ān? (2) Bagaimana pengelolaan harta publik menurut Al-Qur’ān? dan (3) Bagaimana relevansi konsep tersebut terhadap sistem pengelolaan kekayaan di Indonesia? Metode penelitian yang digunakan adalah Tafsir Maudhu’i (Tematik) dengan langkah sistematis yang mencakup penghimpunan ayat-ayat terkait, analisis konteks kronologis dan asbāb al-nuzūl, pengkajian korelasi tematik, serta perumusan prinsip-prinsip pengelolaan. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan teknik pengumpulan data studi pustaka (library research) terhadap sumber-sumber primer seperti kitab tafsir klasik (antara lain Ibnu Katsir dan Al-Qurthubi) dan sekunder yang relevan. Hasil penelitian menyimpulkan tiga temuan utama. Pertama, harta publik dalam Al-Qur'an didefinisikan sebagai kekayaan kolektif umat yang berstatus amanah ilahi, dengan karakter utama berupa hak milik bersama (milkiyyah 'ammah), distribusi berkeadilan, kepastian hukum, dan prinsip keberlanjutan. Kedua, pengelolaannya dijalankan melalui model yang mencakup klasifikasi sumber harta publik, serta prinsip akuntabilitas, transparansi, dan kemandirian fiskal. Ketiga, konsep ini memiliki relevansi terhadap sistem pengelolaan kekayaan di Indonesia, khususnya dalam memperkuat keadilan distributif, yang berkelanjutan dan berpihak pada kemaslahatan publik. Temuan ini memberikan kerangka konseptual untuk penguatan sistem keuangan publik yang lebih inklusif dan berkeadilan. Model historis pada masa Rasulullah SAW dan Khulafaur Rasyidin menegaskan bahwa pengelolaan yang efektif menjadikan harta publik tidak hanya sebagai aset kolektif, tetapi juga sebagai instrumen yang berkelanjutan untuk mewujudkan keadilan ekonomi dan kesejahteraan sosial

    Studi hadis larangan kritik terhadap pemimpin dan relevansinya dengan sistem pemerintahan Indonesia

    Full text link
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh prinsip amar ma‘ruf nahi munkar pada hadis, khususnya terkait nasihat dan kritik terhadap pemimpin, yang menimbulkan perbedaan pandangan mengenai batasan penyampaiannya, apakah boleh dilakukan secara terbuka atau tertutup. Isu ini menjadi relevan dalam konteks demokrasi Indonesia yang menekankan kebebasan berpendapat serta kontrol terhadap penguasa. Studi ini bertujuan guna menilai kualitas sanad serta otentisitas hadis terkait kritik terhadap pemimpin, menjelaskan batasan kritik terbuka menurut perspektif hadis, serta menganalisis relevansinya dengan sistem pemerintahan demokratis di Indonesia. Metode yang dipakai ialah penelitian kualitatif dengan pendekatan ilmu hadis, normatif, dan historis. Data diperoleh melalui studi pustaka dengan analisis deskriptif-analitis terhadap sanad, matan, serta konteks hadis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hadis-hadis tentang kritik terhadap pemimpin berkualitas hasan lighairihi sehingga dapat dijadikan hujjah. Hadis-hadis tersebut menekankan pentingnya amar ma‘ruf nahi munkar kepada pemimpin dengan etika penyampaian kritik secara tertutup demi menjaga martabat, meskipun dalam kondisi tertentu kritik terbuka dapat dibenarkan. Temuan ini sejalan dengan nilai demokrasi di Indonesia yang memberi ruang kebebasan berpendapat, meskipun perspektif Islam menekankan etika dan adab dalam penyampaiannya

    Fenomena rendahnya pembuatan karya photo story di kalangan anggota komunitas fotografi: Studi fenomenologi Edmund Husserl pada komunitas photo’s Speak

    Full text link
    Fenomena rendahnya pembuatan karya photo story di kalangan anggota Komunitas Photo’s Speak dapat dilihat melalui dua aspek. Pertama, proses pelatihan photo story dianggap sulit, memakan waktu 3-12 bulan, dengan tingkat kegagalan peserta mencapai 65,28% dari empat pelatihan yang dilakukan antara 2022-2024. Kedua, terdapat fluktuasi signifikan dalam publikasi karya, di mana jumlah karya menurun dari 10 pada tahun 2017 menjadi nol pada tahun 2021, dan tidak ada karya baru yang diterbitkan hingga pertengahan 2025. Tujuan pada penelitian ini adalah untuk mengetahui pandangan (epoche), pengalaman (intensionalitas), dan pemahaman (esensi) anggota komunitas terkait proses produksi photo story dan fenomena rendahnya pembuatan photo story di Komunitas Photo’s Speak. Penelitian ini berpedoman pada teori fenomenologi Edmund Husserl (epoche, intensionalitas, dan esensi). Pendekatan yang digunakan ialah kualitatif dengan metode fenomenologi serta paradigma konstruktivisme. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam dan observasi terhadap 10 anggota komunitas. Hasil penelitian ini diantaranya: Pertama, pandangan (epoche) yang paradoks, di mana photo story dipersepsikan sebagai karya "next level" namun sulit untuk dibuat sehingga sering kali berakibat pada kegagalan anggota dalam membuatnya. Kedua, pengalaman (intensionalitas) yang menunjukkan hambatan teknis (penguasaan alat, riset isu, narasi visual) dan psikologis (kecemasan, tekanan mentor, FOMO) yang menjadi kontributor kegagalan. dan Ketiga, esensi yang menunjukkan bahwa rendahnya produksi berakar pada kesenjangan antara aspirasi dan realitas tantangan, diperparah beban psikologis dan kurangnya dukungan memadai. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa fenomena tersebut bukan disebabkan kurangnya minat, melainkan kompleksitas proses dan kurangnya ekosistem pendukung. Sehingga dibutuhkan peningkatan mentoring empatik, pelatihan realistis, dan lingkungan komunitas suportif untuk meningkatkan produktivitas karya

    Analisis penerapan PSAK 409 sebagai keterbaruan PSAK 109 dalam mengatur pengakuan, pengukuran, penyajian, dan pengungkapan zakat, infak, sedekah: Studi kasus pada Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Jawa Barat

    Full text link
    Meningkatnya kepercayaan publik terhadap lembaga amil zakat menuntut pelaporan keuangan yang akurat, profesional, dan sesuai syariah. Transparansi dan akuntabilitas menjadi kunci dalam pengelolaan dana ZIS. Namun, tantangan seperti minimnya pemahaman akuntansi syariah, keterbatasan SDM, dan ketidaksesuaian sistem pelaporan masih terjadi. Oleh karena itu, transisi dari PSAK 109 ke PSAK 409 menjadi langkah penting untuk menyesuaikan pelaporan keuangan dengan kebutuhan pengelolaan dana sosial yang lebih kompleks. Menurut teori akuntansi syariah, laporan keuangan lembaga filantropi Islam seharusnya mencerminkan prinsip keadilan, amanah, dan transparansi. PSAK 409 hadir sebagai pembaruan dari PSAK 109 dengan pendekatan berbasis entitas nirlaba syariah, yang memberikan fleksibilitas dan integrasi lebih baik dalam pencatatan dana sosial sesuai nilai-nilai Islam. Pembaruan ini membawa pendekatan baru dalam pelaporan dana ZIS, dengan fokus pada klasifikasi dana berdasarkan batasan penggunaannya, bukan hanya berdasarkan jenis kegiatan. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui keterbaruan PSAK 409 sebagai pengganti PSAK 109 dalam efektivitas pengakuan, pengukuran, penyajian dan pelaporan keuangan zakat, infak, dan sedekah di Badan Amil Zakat Nasional Jawa Barat dan untuk mengetahui dampak awal penerapan PSAK 409 terhadap transparansi dan akuntabilitas laporan keuangan pada Badan Amil Zakat Nasional Jawa Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi kasus, dengan teknik pengumpulan data berupa observasi langsung, wawancara dengan pihak terkait, serta analisis dokumentasi untuk memperoleh gambaran mendalam mengenai penerapan standar tersebut di lapangan. Teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan PSAK 409 meningkatkan efektivitas pengakuan, pengukuran, penyajian, dan pengungkapan zakat, infak, serta sedekah di BAZNAS Jawa Barat. Penyusunan laporan keuangan menjadi lebih ringkas, jelas, dan mudah dipahami dibandingkan dengan penerapan PSAK 109. Penerapan awal standar ini juga mendorong transparansi dan akuntabilitas, ditandai dengan informasi yang lebih terbuka, pencatatan dana tersisa sebagai kewajiban lembaga, serta proses pelaporan yang lebih efisien melalui dukungan sistem digital

    Analisis hadis tentang keterampilan interaksi dan komunikasi dalam pembelajaran abad 21

    Full text link
    Dalam era globalisasi dan digitalisasi, keterampilan interaksi dan komunikasi menjadi kunci utama dalam proses pembelajaran. World Economic Forum menempatkan keterampilan komunikasi dan kolaborasi sebagai salah satu dari sepuluh keterampilan utama yang dibutuhkan di dunia kerja. Dalam perspektif Islam, hadis juga memberikan pedoman etika komunikasi, seperti sabda Nabi Muhammad SAW: “Sampaikanlah dariku walaupun hanya satu ayat” (HR. Bukhari), yang menekankan pentingnya menyampaikan informasi secara benar, sejalan dengan kebutuhan komunikasi modern. Penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan keterampilan interaksi yang baik cenderung memiliki prestasi akademik lebih tinggi. Hattie mengungkapkan bahwa interaksi sosial dalam kelas berkontribusi signifikan terhadap hasil belajar. Dalam konteks ini, hadis-hadis yang menekankan pentingnya komunikasi dapat dijadikan pedoman oleh pendidik untuk menciptakan suasana belajar yang positif dan produktif. Namun, penerapan keterampilan komunikasi di sekolah masih menghadapi tantangan, terutama karena kurikulum yang kaku dan metode pengajaran tradisional. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi hadis-hadis tarbawi yang relevan serta mengeksplorasi penerapannya untuk mendukung pengembangan keterampilan interaksi dan komunikasi dalam pembelajaran abad ke-21. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui studi pustaka yang mencakup hadis-hadis tarbawi, literatur komunikasi, serta penelitian terdahulu. Analisis dilakukan dengan mengelompokkan hadis berdasarkan tema, menafsirkan maknanya, dan menghubungkannya dengan praktik pembelajaran modern. Wawancara dengan pendidik juga dilakukan untuk memperkuat temuan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sejumlah hadis menekankan pentingnya komunikasi dan interaksi yang baik. Misalnya, sabda Nabi SAW: “Sebaik-baik kalian adalah yang terbaik akhlaknya” (HR. Bukhari) menegaskan pentingnya etika dalam komunikasi. Temuan juga menunjukkan bahwa sebagian pendidik telah menerapkan nilai-nilai komunikasi yang baik dalam pengajaran mereka, meskipun tidak selalu menyadari bahwa praktik tersebut berakar dari ajaran hadis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa hadis-hadis tarbawi memiliki relevansi tinggi dengan pengembangan keterampilan interaksi dan komunikasi dalam pendidikan abad ke-21. Integrasi nilai-nilai hadis ke dalam kurikulum diharapkan mampu memperkuat karakter siswa, meningkatkan keterampilan komunikasi, serta menciptakan iklim belajar yang lebih positif. Kebaruan penelitian ini terletak pada upaya mengaitkan hadis dengan praktik pendidikan modern, sehingga memberikan kontribusi pada pengembangan pendidikan yang holistik dan berbasis nilai-nilai Islam

    Dakwah persuasif terhadap pekerja seks komersial dalam upaya pencegahan AIDS di Kota Bandung: Penelitian deskriptif pada komisi penanggulangan AIDS Kota Bandung

    No full text
    Kasus HIV/AIDS di Kota Bandung semakin meningkat setiap tahunnya,Kota Bandung menjadi Kota tertinggi angka kasusnya di Jawa Barat, khususnya di kalangan pekerja seks komersial (PSK) yang merupakan kelompok berisiko tinggi,Komisi Penanggulangan AIDS berinisiasi melakukan upaya dalam pencegahan HIV kepada PSK melalui pendekatan agama yaitu dengan strategi dakwah persuasif, Dakwah persuasif ini merupakan salah satu metode dakwah yang digunakan dengan cara pendekatan secara psikologis kepada mad’u, pendekatan dakwah ini cocok digunakan di Komisi Penanggulangan AIDS sebagai metode pendekatan dalam menyampaikan bahaya AIDS serta bagaimana dakwah persuasif ini menjadi sarana untuk PSK agar berubah kepada kesadaran Kesehatan dan kepada prilaku yang lebih baik Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi efektivitas dakwah persuasif yang dilakukan oleh Komisi Penanggulangan AIDS Kota Bandung, Fokus penelitian ini terdiri dari : (1) Perhatian pekerja seks komersial (PSK) dalam mendengarkan pesan-pesan dakwah terkait pencegahan AIDS. (2) Menumbuhkan minat dan kemauan pekerja seks komersial (PSK) terhadap dakwah persuasif. (3) Mendorong Keputusan dan Tindakan nyata pekerja seks komersial (PSK) untuk mengubah prilaku Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif untuk menggali data-data yang dibutuhkan, penulis menggunakan teknik observasi, wawancara dengan narasumber yang relevan, dan dokumentasi dengan tahapan analisis yang mengacu pada teori AIDDA (Attention, Interest, Desire, Decision, Action). Setelah memperoleh data kemudian dianalisis menjadi sebuah kesimpulah hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukan bahwa KPA berhasil menerapkan lima tahapan dakwah persuasif sesuai model komunikasi AIDDA (Attention, Interest, Desire, Decision, Action) yang berlandaskan pada pendekatan humanis dan tidak menghakimi. Tahap attention (perhatian), dengan cara menawarkan cek kesehatan dan konseling gratis yang disampaikan melalui interaksi santai dan empatik. Yang kedua interest (minat) dan desire (keinginan), dengan cara menciptakan ruang diskusi kecil yang hangat, mendengarkan kisah hidup mereka tanpa prasangka, dan memberikan solusi spiritual. Yang ketiga decision (keputusan), dengan cara mengajak PSK untuk hadir secara sukarela dalam kajian rutin bulanan yang khusus dirancang untuk populasi marjinal. Dan yang kelima action (tindakan), dengan cara mendorong PSK untuk berpartisipasi dalam Focus Group Discussion (FGD), di mana mereka mulai berbagi pengalaman dan menyemangati sesama untuk berhijrah

    Desain Bahan Ajar Etnomatematika Arsitektur Rumah Gadang Melalui Pendekatan Deep Learning

    No full text
    This study aims to develop mathematics teaching materials grounded in ethnomathematics by integrating architectural features of the Minangkabau Rumah Gadang through the application of Deep Learning technology. This approach is designed to promote contextual, interactive, and adaptive learning experiences that address students’ diverse needs while fostering cultural awareness in mathematics education. The research employed a Research and Development (R&D) methodology following the Borg and Gall model, encompassing systematic stages of design, development, and validation. The study involved 15 high school students, and expert validation was conducted by three specialists in mathematics education and instructional technology. The validation results demonstrated a 90% feasibility score, indicating a “highly valid” category. Furthermore, 85% of students expressed strong interest in the ethnomathematics-based approach due to its cultural relevance, while 65% responded positively to the integration of Deep Learning technology. These findings suggest that merging cultural contexts with modern technological applications can meaningfully enhance students’ conceptual understanding of mathematics. Theoretically, this study strengthens the framework of contextual mathematics as a foundation for culturally responsve pedagogy. Practically, it offers valuable insights for educators and curriculum developers in designing inclusive, adaptive, and culturally relevant learning materials aligned with technological advancements and local wisdom

    Problematika teknologi dalam pendekatan deep learning matematis di Indonesia

    No full text
    Pembelajaran matematika tidak cukup hanya mengandalkan menghafal, melainkan juga membutuhkan pemahaman yang mendalam serta keterlibatan aktif dari siswa. Pendekatan deep learning menjadi alternatif yang lebih bermakna, dan teknologi pendidikan memainkan peran penting dalam mendukung penerapannya. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR)dengan protokol PRISMA melalui beberapa tahap, yaitu identifikasi, penyaringan, uji kelayakan, hingga seleksi akhir. Kriteria PICOC digunakan untuk memastikan inklusi artikel yang tepat. Dari 60 artikel yang ditemukan di beberapa database seperti Google Scholar, Garuda, DOAJ, dan SINTA, terdapat 30 artikel yang memenuhi syarat untuk dianalisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknologi yang paling sering digunakan dalam pembelajaran matematika adalah GeoGebra, sistem manajemen pembelajaran seperti Google Classroom dan Moodle, augmented reality, e-modul, aplikasi mobile, serta media berbasis kecerdasan buatan. Penggunaan teknologi ini terbukti meningkatkan pemahaman siswa terhadap konsep matematika, memperkuat kemampuan berpikir kritis, serta mendorong motivasi dan kemandirian belajar. Namun, penerapan teknologi dalam pembelajaran matematika di Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan, sepertiketerbatasan infrastruktur, rendahnya kemampuan digital guru, ketimpangan akses antar daerah, serta kurangnya pelatihan dan kebijakan pendukung. Analisis juga menunjukkan bahwa kebanyakan penelitian masih bersifat deskriptif dan fokus pada pengembangan produk teknologi, sementara penelitian yang mengkaji secara konseptual integrasi deep learning dan teknologi dalam konteks lokal masih terbatas. Kesimpulan penelitian ini adalah diperlukan strategi yang lebih menyeluruh, seperti meningkatkan kapasitas guru, pengembangan kurikulum yang responsif terhadap teknologi, serta membangun ekosistem digital yang inklusif agar pembelajaran matematika di Indonesia menjadi lebih efektif dan berkelanjuta

    0

    full texts

    0

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Digital Library UIN (Universitas Islam Negeri) Sunan Gunung Djati Bandung is based in Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇