Sunan Gunung Djati State Islamic University Bandung

Digital Library UIN (Universitas Islam Negeri) Sunan Gunung Djati Bandung
Not a member yet
    53115 research outputs found

    FoMO dalam Perspektif Al-Qur'an: Analisis Tafsir Maudhu'i Muhammad Baqir al-Sadr

    No full text
    Keberadaan media sosial di kalangan masyarakat membawa perubahan dalam banyak hal. Dampak negatif bermedia sosial, seseorang merasakan rasa cemas dan ketakutan sampai pada kategori depresi yang mana perasaan ini terjadi lantaran media sosial dijadikan medan saling adu pengalaman dan adu memperlihatkan diri. Fenomena inilah yang hangat diperbincangkan dalam media sosial, Fear of Missing Out (FoMO). Dengan ini, dibutuhkan penelitian FoMO dalam perspektif al-Qur’an agar dapat melihat dan menemukan solusi sesuai arahan Al-Qur’an secara komperensif. Fenomena ini merupakan suatu realitas di dalam masyarakat, maka penulis menggunakan teori tafsir maudhui Minal Waqi’ Ilannas oleh Baqir Al Shadr, tokoh filsuf Irak. Tafsir maudhui yang meneliti suatu tema berdasarkan realitas yang ada baru setelahnya didialogkan ke dalam Al-Qur’an. Penelitian ini bertunjuan untuk menelaah implikasi FoMO terhadap tugas perkembangan menurut Elizabeth B. Hulock, ayat-ayat Al-Qur’an yang berbicara FoMO dan penafsirannya dalam literatur tafsir, serta solusi Qur’ani. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi dan dokumentasi. Metode penelitian dalam menyampaikan data penelitian ini bersifat literatur review. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan tafsir maudhu’i dan psikologi. Sumber data terbagi menjadi primer dan sekunder. Sumber primer berupa Al Qur’an. Sedangkan, sumber sekunder berupa data-data yang disampaikan tidak langsung, seperti artikel, jurnal, karya ilmiah, kitab-kitab tafsir, seperti al Azhar, al Misbah, Kemenag, Ibnu Katsir, al Qurthubi, dan lain sebagainya. Hasil penelitian mengungkapkan, bahwa kehadiran FoMO memberikan kerusakan dan hambatan bagi tugas perkembangan manusia pada aspek konsep diri, penerimaan diri dan kematangan emosional. Dalam Al-Qur’an FoMO difokuskan pada tiga tingkah laku: FoMO merupakan kompetisi duniawi, dalam Qs. al Maidah : 29-31, kisah Qabil dan Habil, diperluas dengan Qs. at Takatsur : 1-2. Obsesi harta dan status, dalam Qs. al Qashas : 79, kisah Qarun dengan kaumnya, diperluas dengan Qs. al Humazah : 1-3. Dunia sebagai permainan, dalam Qs. al Hadid : 20. Dalam penafsiran ketiga konteks di atas, dapat menjadi bukti bahwa Al-Qur’an sudah jauh-jauh hari memberikan peringatan menggunakan kisah dan ayat tentang akar-akar potensi dari masalah psikologis FoMO berupa rasa ketidakpuasaan akan dirinya dan implikasi FoMO berupa membandingkan diri, obsesi pada harta yang diwadahi oleh kecintaanya pada dunia. Solusi yang dapat diterapkan ialah Tawakkal sebagai alarm penerimaan diri, Qana’ah sebagai alat lawan ketidakpuasan diri, Syukur sebagai penahan tindakan akibat FoMO dan berdzikir sebagai wadah meregulasi emosi agar matang dan stabil

    Larangan berkhianat kepada yang mengkhianati: Sebuah analisa Fahmu Al-Hadits

    Full text link
    Penelitian ini berjudul "Larangan Berkhianat Kepada Yang Mengkhianati: Sebuah Analisa Fahmu Al-Hadits", yang bertujuan untuk menganalisis keabsahan hadis tentang larangan membalas pengkhianatan dengan pengkhianatan, serta implikasinya dalam etika sosial Islam. Studi ini berangkat dari fenomena sosial yang kerap menjadikan pengkhianatan sebagai alasan untuk melakukan tindakan serupa. Dalam Islam, prinsip membalas keburukan dengan keburukan memiliki batasan etis tertentu, sebagaimana ditegaskan dalam hadis yang melarang pembalasan dengan cara yang bertentangan dengan nilai moral Islam. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan library research (penelitian kepustakaan). Data dikumpulkan melalui kajian kitab-kitab hadis primer dan sekunder, serta dilakukan analisis dengan metode takhrij al-hadits untuk verifikasi sanad dan syarah hadits guna menggali pemahaman yang lebih mendalam. Studi ini mengkaji hadis terkait dari berbagai jalur periwayatan, serta menilai tingkat kesahihannya berdasarkan pandangan ulama hadis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hadis tentang larangan berkhianat kepada yang mengkhianati merupakan hadis marfu' dan mauquf secara idhafah. Hadis ini diriwayatkan dari sembilan jalur periwayatan yang berbeda, dengan beberapa riwayat yang memiliki derajat hasan hingga shahih, sebagaimana yang tercantum dalam Shahih Bukhari dan Shahih Muslim. Beberapa jalur periwayatan lain mengandung kelemahan ringan maupun berat, tetapi dapat saling menguatkan sehingga menjadi hasan lighairihi. Dari segi penerapan (tathbiq), hadis ini tergolong ma’mulun bih (dapat diamalkan) dan masuk dalam kategori hadis muhkam, yang berarti tidak mengandung kesamaran dalam perintah dan larangannya. Implikasi dari penelitian ini menegaskan bahwa hadis ini memiliki signifikansi moral dalam membangun etika sosial Islam. Larangan membalas pengkhianatan dengan pengkhianatan bertujuan untuk mengokohkan syariat Islam serta menjaga adab dalam bermuamalah. Hadis ini mengajarkan bahwa seorang muslim tidak boleh membalas keburukan dengan keburukan serupa, terutama dalam hal pengkhianatan, karena sifat tersebut termasuk ciri kemunafikan yang bertentangan dengan karakter seorang mukmin. Penelitian ini juga memberikan kontribusi terhadap pemahaman hadis dalam konteks muamalah dan sosial di era modern, serta memberikan rujukan bagi umat Islam dalam menghadapi situasi yang menguji nilai-nilai kejujuran dan integritas. Penelitian ini merekomendasikan kajian lebih lanjut terhadap hadis-hadis yang berkaitan dengan prinsip moral dalam Islam, serta analisis mendalam terhadap metode fahmu al-hadits dalam memahami pesan moral yang terkandung dalam hadis Rasulullah ﷺ. Dengan demikian, hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi kajian akademik dan praktik kehidupan sosial yang lebih baik

    Peran organisasi kemahasiswaan Himpunan Mahasiswa Jurusan Sosiologi (HMJ) dalam meningkatkan kualitas mahasiswa: Penelitian di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung

    Full text link
    Kualitas SDM mahasiswa terutama dalam hal soft skills yang belum maksimal, menyebabkan masih rendahnya peran strategis mahasiswa dalam ranah praktis. Organisasi Kemahasiswan memiliki beberapa fungsi antara lain mewadahi pengembangan minat, bakat dan potensi mahasiswa; memfasilitasi kreativitas, kritis, keberanian, dan kepemimpinan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengembangan kualitas mahasiswa Sosiologi melalui kegiatan-kegiatan dan program yang diselenggarakan oleh organisasi kemahasiswaan melalui HMJ. Penelitian ini menggunakan teori struktur fungsional yang dikembangkan oleh Talcott Parsons. Teori ini bertujuan untuk memahami bagaimana masyarakat sebagai sebuah sistem sosial dapat bertahan, berkembang, dan beroperasi secara stabil. Melalui konsep Adaptation, Goal Attainment, Integration, dan Latency. Metode penelitian yang akan menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Penelitian kualitatif digunakan untuk menjelaskan makna dari fenomena atau gejala sosial. penelitian ini mengkaji berbagai program dan aktivitas HMJ, mulai dari kegiatan ilmiah, pelatihan kepemimpinan, aksi sosial, hingga pengabdian masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa HMJ Sosiologi berkontribusi signifikan dalam membentuk mahasiswa yang tangguh, komunikatif, solutif, dan peduli terhadap isu-isu sosial. Fungsi-fungsi AGIL tercermin secara nyata dalam aktivitas organisasi, menunjukkan bahwa HMJ tidak hanya berperan secara internal dalam kampus, tetapi juga berdampak nyata terhadap masyarakat. Penelitian ini menegaskan pentingnya penguatan organisasi kemahasiswaan sebagai salah satu strategi peningkatan kualitas sumber daya manusia di perguruan tinggi

    Peran pembimbing ibadah dalam meningkatkan kualitas bimbingan manasik haji dan umrah : Studi penelitian pada KBIHU Manba’ul’ulum Silebu, Kuningan

    Full text link
    Peran pembimbing di KBIHU Manba'ul ‘Ulum memiliki urgensi yang sangat tinggi karena menjadi kunci dalam menjamin jemaah memperoleh pemahaman yang benar, menyeluruh, serta praktis mengenai tata cara pelaksanaan haji dan umrah sesuai tuntunan syariat Islam. Pembimbing tidak hanya berfungsi menyampaikan teori manasik, tetapi juga berperan dalam menyiapkan jemaah secara mental, spiritual, dan teknis agar mampu menjalankan setiap rukun, wajib, maupun sunnah ibadah dengan baik. Kualitas bimbingan yang diberikan berpengaruh besar terhadap kemampuan jemaah dalam menghindari kekeliruan selama berada di Tanah Suci serta meningkatkan kekhusyukan beribadah. Tujuan penelitian ini adalah: (1) Untuk mengetahui peran Interpersonal Role pembimbing ibadah dalam pelaksanaan manasik haji dan umrah di KBIHU Manba’ul’ulum, (2) Untuk mengetahui peran Informational Role pembimbing ibadah dalam pelaksanaan manasik haji dan umrah di KBIHU Manba’ul’ulum, Dan (3) Untuk mengetahui peran Decision Making pembimbing ibadah dalam bimbingan manasik haji dan umrah di KBIHU Manba’ul’ulum. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan studi dokumentasi di KBIHU Manba’ul’ulum Silebu, Kabupaten Kuningan, dengan melibatkan pembimbing ibadah serta jemaah sebagai informan penelitian. Landasan teori yang digunakan dalam penelitian ini mengacu pada teori peran kepemimpinan yang dikemukakan oleh Henry Mintzberg, yang membagi peran pemimpin ke dalam tiga dimensi utama, yaitu peran interpersonal, peran informasional, dan peran pengambilan keputusan. Teori ini digunakan untuk menganalisis peran pembimbing ibadah sebagai figur teladan, penyampai informasi, motivator, mediator, serta pengambil keputusan dalam pengelolaan dan pelaksanaan bimbingan manasik haji dan umrah. Metodologi penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode penelitian lapangan (field research). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari pembimbing ibadah dan jemaah KBIHU Manba’ul ‘Ulum Silebu, Kabupaten Kuningan. Analisis data dilakukan dengan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta diuji keabsahannya melalui teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembimbing ibadah memiliki peran penting dalam tiga dimensi peranannya. Dalam Interpersonal Role, pembimbing berperan sebagai teladan, motivator, dan mediator yang mampu membangun kedekatan emosional dengan jamaah. Dalam Informational Role, pembimbing bertindak sebagai penyampai informasi, konselor, dan penasehat yang memberikan pemahaman komprehensif mengenai tata cara ibadah haji dan umrah. Sedangkan dalam Decisional Role, pembimbing menunjukkan peran strategis dalam pengambilan keputusan terkait teknis bimbingan, penyelesaian masalah jamaah, serta pengelolaan program manasik agar berjalan efektif. Dengan demikian, peran pembimbing ibadah terbukti sangat signifikan dalam meningkatkan kualitas bimbingan manasik haji dan umrah di KBIHU Manba’ul’ulum Silebu, Kabupaten Kuningan

    Perilaku merokok dalam pergaulan remaja Desa Citimun Kabupaten Sumedang

    Full text link
    Berdasarkan Peraturan pemerintah (PP) No .28/2024 bahwasannya setiap orang dilarang melakukan penjualan produk tembakau dan rokok elektronik pada setiap orang di bawah usia 21 tahun dan perempuan hamil. Namun, jika melihat tren data angka konsumsi rokok remaja terus meningkat. Hal tersebut bertentangan dengan peraturan yang ada dan menjadi masalah jangka panjang bagi kesehatan masyarakat. Tingginya jumlah perilaku merokok pada remaja mengisyaratkan bahwa adanya pergeseran norma sosial, di mana perilaku tersebut sudah dianggap lumrah dan bahkan diterima dalam lingkungan pergaulan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui terbentuknya kebiasaan perilaku merokok. Selain itu, peneliti bertujuan untuk menganalisis terbentuknya nilai-nilai yang berperan dalam mempertahankan perilaku merokok di pergaulan remaja Desa Citimun. Penelitian ini menggunakan menggunakan Teori pertukaran sosial dari George Caspar Homans. Menurut teori ini, setiap proses interaksi sosial akan melibatkan pertukaran cost dan reward. Dalam konteks perilaku merokok, remaja terlibat dalam perilaku merokok karena mendapatkan imbalan sosial (reward) yang dirasakan daripada biaya (cost) yang harus dikeluarkan. Analisis terbentuknya kebiasaan dan nilai dari perilaku merokok tersebut akan dikaitkan dengan konsep proposisi-proposisi yang menjelaskan bahwa perilaku manusia dipengaruhi oleh hubungan antara tindakan, imbalan, dan perilaku manusia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Peneliti meneliti mengenai pengalaman individu dalam suatu kelompok dan bagaimana mereka memaknainya dalam konteks perilaku merokok dalam pergaulan remaja Desa Citimun, Kabupaten Sumedang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua faktor penyebab terbentuknya perilaku merokok dalam pergaulan remaja di Desa Citimun, yakni faktor internal dan eksternal. Faktor internal adalah rasa ingin tahu serta persepsi mereka terhadap rokok bahwasannya rokok menjadi simbol kedewasaan. Selain itu, terdapat faktor eksternal yaitu lingkungan pergaulan sehingga menimbulkan tekanan sosial serta dorongan sosial untuk diterima dalam suatu kelompok pergaulan mereka. Selanjutnya nilai yang terbentuk dalam perilaku merokok di sebuah pergaulan remaja dapat membuat interaksi yang lebih terbuka serta membuat ikatan sosial yang lebih kuat. Artinya, perilaku merokok dalam pergaulan remaja tidak hanya sekedar pada pemenuhan keinginan individu, tetapi juga terdapat pengakuan yang ingin didapatkan oleh remaja

    Pengaruh intensitas penggunaan medias sosial dan perbandingan sosial terhadap Subjective Well-Being pada remaja

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh intensitas penggunaan media sosial dan perbandingan sosial terhadap subjective well-being pada remaja. Metode penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan kausalitas. Teknik sampling yang digunakan adalah convenience sampling dengan total subjek 166 orang berusia 18-21 tahun pengguna Instagram. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan skala social networking time use scale (SONTUS), the iowa–netherlands comparison orientation measure (INCOM), satisfaction with life scale (SWLS), dan scale of positif and negatif experience (SPANE). Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi linear. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa intensitas penggunaan media sosial dan perbandingan sosial memiliki nilai sig 0.001 < 0.05, sehingga secara stimultan berpengaruh terhadap subjective well-being pada remaja, adapun pengaruhnya yaitu sebesar 12,2

    Pemberdayaan petani melalui pendekatan Asset Based Community Development dalam pengelolaan limbah tembakau: Penelitian pada Kelompok Tani Daulat di Desa Pangeureunan Kecamatan Balubur Limbangan Kabupaten Garut

    No full text
    Limbah hasil produksi tembakau memiliki kontribusi kerusakan lingkungan jika tidak dikelola dengan baik. Kurangnya akses petani terhadap metode alternatif yang lebih ramah lingkungan memperparah masalah ini. Dengan pendekatan berbasis potensi, limbah tembakau yang sebelumnya dianggap tidak bernilai dimanfaatkan oleh petani menjadi produk pupuk kompos yang dapat digunakan kembali pada lahan pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses, hasil, dan evaluasi pemberdayaan melalui pendekatan Asset Based Community Development dalam pengelolaan limbah tembakau pada Kelompok Tani Daulat di Desa Pangeureunan Kecamatan Balubur Limbangan Kabupaten Garut. Teori dalam penelitian ini berlandaskan pada teori pemberdayaan menurut Suharto (2014), bahwa pemberdayaan merupakan sebuah proses dan tujuan, dengan empat tingkat indikator keberdayaan meliputi power to, power within, power over, dan power with. Penelitian ini berjenis kualitatif dengan metode riset aksi dalam bentuk pemberdayaan dan pengabdian melalui pendekatan Asset Based Community Development (ABCD). Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, Focus Group Discussions (FGD), dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini adalah tokoh yang terlibat aktif dalam proses pemberdayaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pemberdayaan melalui lima tahapan pendekatan ABCD yaitu discovery, dream, design, define dan destiny telah berjalan efektif dalam meningkatkan kapasitas petani melalui pemanfaatan aset yang dimiliki. Hasil yang dirasakan dengan adanya program ini adalah meningkatnya keterampilan, kemandirian, keberlanjutan lingkungan dan inovasi produk. Evaluasi program melalui analisis SWOT cukup efektif dan sesuai kebutuhan dalam mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman untuk direplika sebagai model pemberdayaan berkelanjutan

    Bimbingan keagamaan melalui pendekatan humanistik sebagai wujud silih asah silih asih silih asuh untuk mencegah patologi sosial santri: Penelitian di Pondok Pesantren terpadu Daarul Furqon Desa Sukawangi Kecamatan Pamulihan Kabupaten Sumedang

    Full text link
    Penelitian ini dilakukan karena adanya permasalahan Santri Pondok Pesantren Terpadu Daarul Furqon Desa Sukawangi, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang yang menghadapi kendala dalam hal patologi sosial Santri. Patologi sosial Santri merupakan sebuah fenomena yang dapat mengganggu dinamika kehidupan Sosial Santri. Maka dengan permasalahanini, kegiatan bimbingan keagamaan menjadi salah satu alternatif untuk menyelesaikan bahkan mencegah patologi sosial Santri di Pondok Pesantren Terpadu Daarul Furqon Desa Sukawangi, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang. Adanya kegiatan bimbingan keagamaan melalui pendekatan humanisik sebagai wujud silih asah silih asih silih asuh bertujuan untuk mendeskripsikan fenomena ataupun peristiwa yang terjadi dengan sebenar-benarnya secara alami. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data yang dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dan dokumentasi. Kemudian penelitian ini didasari oleh teori bimbingan keagamaan (Irham, 2013: 65) dalam ruang lingkup Pondok Pesantren yaitu bimbingan yang diberikan oleh seorang Guru kepada Santrinya yang membahas dan membantu untuk memimpin, menuntun, mengatur dan memberikan nasihat dengan tujuan untuk menyelesaikan bahkan mencegah terjadinya konflik Santri. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa implementasi bimbingan keagamaan melalui pendekatan humanistik sebagai wujud silih asah silih asih silih asuh yang telah dilaksanakan berdampak positif bagi Santri yang mengalami patologi sosial seperti konflik interpersonal ataupun konflik personal sebagaimana empat indikator keberhasilan bimbingan keagamaan dari (Abdain, 2022: 94) berupa pencegahan terjadinya konflik Santri, penyelesaian konflik Santri yang sebelumnya terjadi, perubahan situasi dan kondisi Santri yang lebih baik secara mental juga emosional dan melatih serta mengembangkan setiap potensi Santri dalam meningkatkan keterampilan sosial sehingga konflik Santri pun meredam

    Faktor-faktor penentu jumlah Mu'nah dalam produk Rahn di Pt Bank Syariah Indonesia KCP Rancaekek versi Bank BJB Syariah KCP Rancaekek

    Full text link
    Mu’nah merupakan biaya yang harus dibayar oleh nasabah sebagai akibat dari pemeliharaan atau penjagaan atas barang jaminan yang dimiliki oleh pemberi gadai, yang disimpan oleh penerima gadai sebagai jaminan. Tingginya biaya mu’nah dapat menyebabkan ketidakpuasan nasabah karena semakin tinggi biaya mu’nah, semakin besar biaya pemeliharaan yang harus ditanggung oleh nasabah. Di PT Bank Syariah Indonesia (BSI) KCP Rancaekek, jumlah mu’nah yang dikenakan kepada nasabah didasarkan pada kebijakan internal serta mempertimbangkan beberapa faktor eksternal, seperti nilai barang jaminan, tenor pembiayaan, dan biaya operasional bank. Namun, dalam praktiknya, penetapan jumlah mu’nah ini dapat berbeda dengan skema yang diterapkan oleh Bank BJB Syariah KCP Rancaekek, meskipun kedua bank sama-sama mengoperasikan produk Rahn dengan prinsip syariah. Tujuan dalam penelitian ini: Untuk mengetahui dan menganalisis mekanisme penetapan jumlah mu’nah pada pembiayaan rahn di PT Bank Syariah Indonesia KCP Bandung Rancaekek dan Bank BJB Syariah. Untuk mengetahui faktor-fator yang dapat mempengaruhi jumlah mu’nah dalam produk rahn di PT Bank Syariah Indonesia KCP Bandung Rancaekek dan BJB Syariah KCP Rancaekek. Untuk mengetahui analisis dan mekanisme pendapatan dan faktor-faktor penentu jumlah mu’nah pada pembiayaan rahn di PT Bank Syariah Indonesia KCP Bandung Rancaekek dan BJB Syariah KCP Rancaekek persefektif Hukum Ekonomi Syariah. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif analitis yaitu mendeskripsikan satuan analisis secara utuh sebagai satu kesatuan yang integrasi kemudian jenis data yang digunakan adalah yuridis empiris yaitu untuk mengetahui bagaimana aturan tersebut berlaku dilapangan berdasarkan pada pendekatan kualitatif. Jawaban dari kesimpulan hasil dari penelitian ini menemukan bahwa 1) Penetapan jumlah mu’nah pada produk rahn di PT Bank Syariah Indonesia KCP Bandung Rancaekek dan Bank BJB Syariah KCP Rancaekek didasarkan pada biaya pemeliharaan dan penyimpanan barang jaminan (marhun). 2) Faktor-Faktor yang yang mempengaruhi jumlah mu’nah dalam produk rahn meliputi: jenis dan nilai marhun, kebijakan internal bank, biaya penyimpanan dan perawatan, dan persaingan pasar. 3) Dari perspektif Hukum Ekonomi Syariah (HES), penetapan mu’nah dalam produk rahn di kedua bank harus memenuhi prinsip syariah, yakni akad yang jelas, keadilan bagi kedua belah pihak, tidak mengandung unsur riba, dan masih dalam batas kewajaran karena hanya mencakup biaya perawatan dan penyimpanan tanpa adanya unsur tambahan yang bersifat eksploitasi

    Makna kebahagiaan bagi narapidana: Studi Fenomenologi Dakwah Nafsiyah di Lapas Banceuy Bandung

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk menggali dan memahami makna kebahagiaan menurut para narapidana di Lapas Banceuy Bandung dari perspektif Dakwah Nafsiyah. Penelitian ini mengeksplorasi bagaimana narapidana mengungkapkan diri melalui introspeksi dan perbaikan diri, serta menganalisis peran pengungkapan diri dalam program pembinaan untuk membangun pemahaman kebahagiaan yang lebih mendalam. Metode yang digunakan adalah fenomenologi, yang memungkinkan penggalian pengalaman subjektif narapidana dalam lingkungan alami mereka. Pendekatan ini menekankan pada wawancara mendalam untuk memahami fenomena kebahagiaan dari sudut pandang partisipan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebahagiaan sejati narapidana ditemukan melalui kesadaran spiritual dan refleksi diri. Proses Dakwah Nafsiyah, seperti dzikir, salat, dan taubat, membantu mereka mendekatkan diri kepada Tuhan, menemukan ketenangan batin, dan membangun perspektif hidup yang lebih positif. Kebahagiaan ini tidak bergantung pada faktor eksternal, melainkan berakar pada perubahan batin melalui komunikasi spiritual yang intens. Dalam keterbatasan fisik dan sosial, narapidana mampu menemukan harmoni antara kebutuhan jasmani dan ruhani, yang menjadi dasar kebahagiaan sejati mereka. Penelitian ini menegaskan bahwa Dakwah Nafsiyah memiliki peran krusial dalam membantu narapidana memahami makna kebahagiaan secara lebih mendalam. Melalui refleksi spiritual yang konsisten dan penguatan hubungan dengan Allah Ta’ala, para narapidana mampu mencapai kedamaian batin yang hakiki. Kedamaian ini tidak hanya memberikan ketenangan jiwa, tetapi juga berdampak positif terhadap kesejahteraan psikologis serta kemampuan mereka untuk berinteraksi secara harmonis dalam lingkungan sosial. Temuan tersebut menggarisbawahi pentingnya pendekatan spiritual sebagai fondasi utama dalam proses pembinaan di lembaga pemasyarakatan. Oleh karena itu, pengembangan program pembinaan yang menitikberatkan pada aspek spiritual diyakini dapat memperkuat rehabilitasi narapidana secara menyeluruh dan mempersiapkan mereka untuk reintegrasi sosial yang lebih baik setelah masa hukuman selesai

    0

    full texts

    0

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Digital Library UIN (Universitas Islam Negeri) Sunan Gunung Djati Bandung is based in Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇