Sunan Gunung Djati State Islamic University Bandung
Digital Library UIN (Universitas Islam Negeri) Sunan Gunung Djati BandungNot a member yet
53115 research outputs found
Sort by
Rancang bangun sistem monitoring pengukuran denyut jantung dan suhu tubuh berbasis android menggunakan metode fuzzy
Ketidakefisienan sistem monitoring kesehatan yang praktis dan kurangnya integrasi alat dalam mendeteksi detak jantung serta suhu tubuh secara real-time menjadi kendala signifikan dalam pemantauan kesehatan individu. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem monitoring kesehatan berbasis android yang menggunakan sensor MLX90614 untuk pengukuran suhu tubuh dan sensor pulse untuk deteksi detak jantung, dengan mikrokontroler ESP8266 sebagai pengendali utama. Data yang diperoleh diolah menggunakan metode fuzzy untuk memberikan interpretasi status kesehatan pengguna dan dikirimkan ke aplikasi android secara real-time melalui koneksi Wi-Fi. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem ini mampu menampilkan data kesehatan dengan akurasi tinggi, dengan rata-rata error sensor pulse sebesar 2,30% dan sensor suhu MLX90614 sebesar 1,432%. Sistem ini memungkinkan proses pemantauan kesehatan yang lebih efisien, akurat, dan mudah diakses, memberikan solusi praktis untuk mendukung deteksi dini risiko penyakit dan meningkatkan kualitas pemantauan kesehatan masyarakat
Pengaruh pemberian yogurt ekstrak daun afrika (Vernonia amygdalina) sebagai antidiabetes secara In Vivo pada tikus jantan galur wistar (Rattus norvegicus)
Diabetes melitus merupakan sekelompok penyakit metabolik yang ditandai dengan hiperglikemia kronik yang diakibatkan oleh defek pada sekresi insulin yang berkaitan erat dengan peningkatan bakteri patogen akibat dari disbiosis mikroba usus. Hal ini dapat dicegah dengan melakukan diet yang tepat untuk memperbaiki keseimbangan mikroba usus dengan cara mengonsumsi makanan yang mengandung probiotik salah satunya yaitu mengonsumsi yogurt yang dikombinasikan dengan daun afrika (Vernonia amygdalina). Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis keberadaan senyawa metabolit sekunder pada ekstrak daun afrika, mengetahui kualitas mutu, tingkat kesukaan pada yogurt ekstrak daun afrika serta dosis ekstrak daun afrika (3, 5, 7%) yang efektif terhadap penurunan kadar glukosa darah tikus wistar (Rattus norvegicus). Metode yang digunakan yaitu uji fitokimia secara kualitatif, uji kualitas mutu meliputi kadar protein metode bradford, kadar abu metode gravimetri, cemaran logam Cu metode AAS, kadar lemak metode babcock serta keasaman metode titrasi asam basa, uji aktivitas antidiabetes dilakukan secara In Vivo serta uji tingkat kesukaan dilakukan dengan uji organoleptik meliputi aroma, penampakan dan rasa. Senyawa metabolit sekunder pada ekstrak daun afrika yaitu flavonoid, alkaloid, tanin, steroid dan saponin. Selain itu, kualitas mutu yogurt ekstrak daun afrika yang dihasilkan memenuhi SNI 2981:2009, dengan kandungan kadar asam laktat 0,8145-0,8662%, kadar cemaran logam Cu 0,1635-0,5585 mg/Kg, kadar protein 4,8117-6,1399%, kadar abu 0,681-0,7879% dan kadar lemak 1,799-2,2998%. Serta hasil terbaik pada uji organoleptik dengan tingkat kesukaan terbaik yaitu pada penambahann ekstrak daun afrika 3% dengan nilai 4,16 pada parameter penampakan, 3,48 pada parameter rasa dan 3,96 pada parameter aroma. Yogurt ekstrak daun afrika ini memiliki nilai signifikansi 0,026 yang menunjukan bahwa nilai p<0,05 yang berarti terjadi penurunan kadar glukosa darah pada tikus wistar yang signifikan secara statistik dengan dosis terbaik yaitu yogurt dengan konsentrasi ekstrak daun afrika 5% dengan rata-rata penurunan kadar glukosa darah 83,00 mg/dL
Peran kombinasi tepung tulang ayam dengan ampas kopi terhadap efisiensi penggunaan pupuk NPK, pertumbuhan dan hasil tanaman mentimun (Cucumis sativus L.)
INDONESIA:
Permintaan terhadap mentimun yang cukup tinggi tidak diimbangi dengan jumlah produksi yang cukup, sehingga kebutuhan mentimun di pasaran belum mencukupi produksi dalam negeri. Turunnya jumlah produksi mentimun disebabkan oleh menurunnya produktivitas tanah dan juga menurunnya sifat fisik dan kimia di dalam tanah yang disebabkan penggunaan pupuk anorganik secara terus menerus. Salah satu cara untuk mengatasi masalah ini yaitu menggunakan pupuk organik ampas kopi dan tepung tulang ayam sebagai alternatif yang dapat meningkatkan produktivitas tanaman mentimun secara berkelanjutan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kombinasi ampas kopi dengan tepung tulang ayam terhadap efisiensi penggunaan pupuk NPK, pertumbuhan dan hasil tanaman mentimun (Cucumis sativus L.). Metode yang digunakan pada penelitian ini Rancangan Acak Kelompok dengan 14 perlakuan dengan 3 kali ulangan dengan setiap ulangan terdapat 2 unit percobaan meliputi kontrol, NPK 100%, perlakuan ampas kopi (AK), tepung tulang ayam (TTA), dan kombinasi keduanya dengan variasi dosis NPK (0%, 25%, 50%, 75%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan kombinasi antara ampas kopi dengan tepung tulang ayam tidak memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil mentimun.
ENGLISH:
The high demand for cucumbers is not balanced with sufficient production, so the domestic supply of cucumbers in the market is still inadequate. The decrease in cucumber production is caused by declining soil productivity and the reduction of physical and chemical properties in the soil due to continuous use of inorganic fertilizers. One way to address this issue is by using organic fertilizers, such as coffee grounds and chicken bone meal, as alternatives that can sustainably increase cucumber plant productivity. The aim of this study is to determine the effect of combining coffee grounds with chicken bone meal on the efficiency of NPK fertilizer use, growth, and yield of cucumber plants (Cucumis sativus L.). The method used in this study was a Randomized Block Design (RBD) with 14 treatments, 3 replications, and 2 experimental units per replication, including control, 100% NPK, coffee grounds (CG), chicken bone meal (CBM), and their combinations with varying NPK doses (0%, 25%, 50%, 75%). The results of the study indicate that the combination treatment of coffee grounds and chicken bone meal did not have an effect on the growth and yield of cucumbers
Pola hubungan kewenangan KPU dan Bawaslu dalam menyelenggarakan pemilu menurut sistem ketatanegaraan Indonesia
Menurut Undang-Undang Pemilu, Bawaslu bertanggung jawab mengawasi penyelenggaraan Pemilu di Indonesia, sementara KPU berperan sebagai penyelenggara utama. Kedua lembaga ini memiliki kewenangan besar yang diatur dalam prinsip pembagian kekuasaan untuk memastikan good governance. Hubungan yang jelas antara KPU dan Bawaslu sangat penting agar tidak terjadi sengketa kewenangan. Keduanya harus berfungsi sinergis, namun hambatan seperti ambiguitas aturan dan potensi konflik kepentingan dapat mempengaruhi integritas dan transparansi Pemilu, sehingga perlu mekanisme pengawasan independen untuk menjamin keadilan dan kesetaraan. Hubungan antara kedua lembaga ini mempengaruhi kualitas Pemilu, meski sering dihadapkan pada konflik, terutama terkait regulasi pra-kampanye dan sosialisasi.
Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengidentifikasi kewenangan KPU dan Bawaslu dalam penyelenggaraan Pemilu; 2) Memahami hubungan kewenangan kedua lembaga dalam sistem ketatanegaraan Indonesia; 3) Mengkaji masalah yang muncul dalam hubungan tersebut; dan 4) Merumuskan konsep penataan hubungan kewenangan KPU dan Bawaslu.
Penelitian ini menggunakan pendekatan hukum mix methode normatif empiris dengan analisis berdasarkan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 dan implementasi dalam praktik penyelenggaraan pemilu. Data primer berupa peraturan perundang-undangan dilengkapi dengan data sekunder dari literatur hukum dan juga wawancara. Analisis dilakukan secara deduktif dan dengan metode perbandingan hukum untuk memahami hubungan konstitusional antara KPU dan Bawaslu.
Penelitian ini mengadopsi Teori Demokrasi sebagai Grand Theory, Teori Lembaga Negara sebagai Middle Theory, serta Teori Kewenangan sebagai Applied Theory. Kajian berfokus pada analisis kedudukan, kewenangan, dan hubungan kedua lembaga, termasuk potensi konflik, pola interaksi, serta konsep penataan hubungan kelembagaan demi Pemilu berkualitas.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) KPU bertanggung jawab atas aspek teknis Pemilu, sementara Bawaslu berperan dalam pengawasan, pencegahan, penanganan pelanggaran dan penyelesaian sengketa, 2) Hubungan KPU dan Bawaslu yang bersifat koordinatif, komplementer dan pengawasan menghadapi tantangan seperti perbedaan persepsi terhadap regulasi, 3) seringkali dalam melaksanakan kewenangannya KPU dan Bawasludihadapkan pada permasalahan, seperti perbedaan persepsi, tumpeng tindih kewenangan dan terjadi ketidak sinergisan, 4) Solusi yang diusulkan meliputi penguatan koordinasi, penataan hubungan yang lebih sistematis, dan peningkatan independensi kelembagaan untuk menjaga integritas Pemilu
Analisa tematik terhadap ayat-ayat Al-Qur’an tentang hakikat dan urgensi shalat berjemaah bagi muslim dalam tafsir ayat suci lenyepaneun karya moh. Emon hasyim
Penelitian ini berjudul Analisa Tematik Terhadap Ayat-Ayat Al-Qur'an Tentang Hakikat dan Urgensi Shalat Berjamaah bagi Muslim dalam Tafsir Ayat Suci Lenyepaneun Karya Moh. Emon Hasyim. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hakikat dan urgensi shalat berjamaah dalam perspektif Al-Qur'an melalui kajian tafsir tematik pada karya Moh. Emon Hasyim, Tafsir Ayat Suci Lenyepaneun. Penelitian ini menggunakan pendekatan analisis tematik dengan menggali makna-makna yang terkandung dalam ayat-ayat Al-Qur'an yang berkaitan dengan shalat berjamaah dan hubungannya dengan kehidupan umat Muslim. Sumber data utama yang digunakan adalah teks Al-Qur'an dan tafsir tematik, sementara data sekunder mencakup literatur yang relevan, termasuk tafsir-tafsir lainnya. Metode yang digunakan adalah analisis isi terhadap ayat-ayat yang berkaitan dengan shalat berjamaah, yang mengidentifikasi pola dan kategori penting yang menegaskan urgensi dan nilai spiritual dalam melaksanakan shalat berjamaah. Hasil penelitian ini menemukan bahwa shalat berjamaah tidak hanya memiliki dimensi ibadah ritual, tetapi juga dimensi sosial yang berfungsi untuk mempererat ukhuwah Islamiyah dan memperkuat solidaritas antar sesama umat Muslim. Penelitian ini juga mengungkapkan bagaimana tafsir Al-Qur'an dalam Tafsir Ayat Suci Lenyepaneun memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang esensi dan urgensi shalat berjamaah, serta relevansinya dalam kehidupan sehari-hari umat Islam. Dengan menggunakan tafsir tematik, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pemahaman lebih mendalam mengenai urgensi shalat berjamaah dalam kehidupan umat Islam, baik dalam aspek spiritual maupun sosial, serta menawarkan perspektif yang lebih luas terkait dengan hubungan antara individu, komunitas, dan Allah
Exploring English conversation activities to improve students’ speaking skills: A case study at English Club Bandung
This study aims to explore the strategies used by the teacher to help students in the English club become more proficient speakers. This study also aims to explore how the teaching and learning process in the English club can improve students' speaking skills and how students’ responses to the teacher’s strategy are used in the English club. This study uses a qualitative approach to determine its objectives through observation, interviews, and questionnaires. According to the study’s findings, the teacher used games, discussions, question and answer, and roleplay in the English club. Games, role-play, discussion, and question and answer gave students the chance to improve their vocabulary, pronunciation, and fluency while lowering their anxiety levels and boosting their engagement. However, games and question and answer used in the English club can further foster a lively atmosphere where students can practice their language skills in relevant situations. In every meeting, the teacher delivered the materials through the precise sequences of learning activities, such as conveying the teaching purposes at the beginning of the study, introducing the materials, organizing them in the main activity, and completing the lesson by closing the activity. Unfortunately, the teacher did not make the conclusion and evaluation so that the students directly enclose the meeting. Meanwhile, as students responded and participated in deep questionnaires, discussions promoted critical thinking, idea organization, and cooperative learning. These responses received great feedback from the students. They expressed that the realistic, stress-free atmosphere of games enhanced their confidence, fluency, and pronunciation. Discussions were valued for encouraging a better understanding of subjects, strengthening debating abilities, and encouraging group learning. Additionally, the English club's relaxed atmosphere encouraged students to participate actively by letting them try out different language usage without worrying about criticism. More research was advised to identify the reasons for the reaction fully
Utilizing dialogic feedback through progress, content, and process-oriented to promote speaking skills
This research investigated the utilization of dialogic feedback through Progress, Content, and Process-oriented (PCP) coaching to promote speaking skills. PCP coaching offers the teacher guidance questions; it helps the teacher-students to maintain English conversation. This study has conducted the research in the Islamic Junior School Cijulang, Pangandaran district class IX F by the reason because several students had poor speaking skills. Three research questions of this study: (1) How dialogic feedback through PCP coaching stimulate EFL students’ engagement in interactive communication (2) How EFL students’ speaking skills develop by implementing dialogic feedback through PCP coaching, and (3) teacher and students perceive the effectiveness of dialogic feedback through PCP coaching.
This study used a qualitative study and a case study as research design with two techniques for collecting data they were observation and semi-structured Observation was carried out in 4 meetings in 4 weeks during the teaching-learning process for all students. In semi-structured interviews, six students were purposive sampling based on their various of English score to investigate the students’ speaking skills development. The result of this research presented that the utilization of dialogic feedback through PCP coaching could stimulate students’ speaking skills could be described. First of all, the students’ engagement could be stimulated by implementing dialogic feedback through PCP coaching involving students’ participation, students’ attention to the materials, and willingness to take risks, particularly in week 4. After that, the students’ speaking development through observation, showed significance progress. It showed the changing of their speaking levels. Furthermore, teacher and students perceived positive perception in implementing dialogic feedback through PCP on their speaking skills. The participants stated that dialogic feedback helped them to achieve a clear explanation, empower their confidence to speak up, and provides more conversation practice
Revealing the implementation of English training to assist the English proficiency among bilingual elementary school teachers
The rising demand for bilingual education in Indonesia, particularly in bilingual elementary schools, underscores the necessity for proficient English teachers. Existing literature indicates a shortage of teachers with adequate English language skills, highlighting the importance of English training programs as a potential solution. This study examines the implementation of such training programs, focusing on their effectiveness in enhancing teachers’ English proficiency and the challenges encountered in the process. The research is framed within Penny Ur’s (2009) theory of teacher training and development, which emphasizes systematic instructional planning and the application of practical teaching strategies. Additionally, the study investigates the challenges do teachers encounter in participating during the training.
A qualitative case study approach was adopted, utilizing classroom observations, interviews, and document analysis conducted at a bilingual elementary school in Bandung, Indonesia. Six teachers with varying levels of English proficiency participated, providing in-depth insights into the training process and its perceived effectiveness. This study offers a comprehensive insight into the training practices and their alignment with the school's bilingual objectives. The findings indicate that the training program play crucial role to assist teachers’ English proficiency through structured learning activities, practical exercises, and immediate feedback. However, several challenges persist, including limited resources, time constraints, limited programs and learner differences. While participants valued the interactive and engaging nature of the training, they emphasized the need for more customized content, flexible training program and stronger alignment with their specific instructional requirements. This study concludes that while English training programs considerably boost teachers' proficiency, improvements in resource allocation, time management, and content customization are necessary to better address individual teacher needs. Furthermore, the study emphasizes the need for practical application, coupled with teachers’ prior knowledge to achieve optimal outcomes. This study contributes to the theoretical, practical, and empirical understanding of English training in bilingual education, offering actionable recommendations for policymakers, educators, and future researchers aiming to strengthen bilingual instructional quality in similar educational contexts
Penerapan model pembelajaran Two Stay Two Stray (TSTS) terintegrasi nilai-nilai keislaman untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada materi sistem gerak
Kesulitan dalam memahami konsep dasar pada materi pembelajaran dapat mempengaruhi rendahnya hasil belajar siswa, proses pembelajaran dengan mengintegrasikan nilai-nilai islam dilakukan dengan mengaitkan materi yang berlandaskan nilai-nilai islam serta menuangkan ayat Al-Qur’an atau hadist. Tujuan dari penelitian ini yaitu melalui pembelajaran model Two Stay Two Stray terintegrasi islam siswa mampu menganalisis hubungan struktur komponen sistem gerak dalam kaitannya dengan bioproses dan gangguan yang dapat terjadi. Metode penelitian yang digunakan adalah Pre-eksperimental dengan one group pretest posttest design. Hasil penelitian pada keterlaksanaan pembelajaran aktivitas guru dan siswa 96% dengan kategori baik. Hasil uji normalitas Shapiro-Wilk nilai signifikansi lebih dari 0,05 data berdistribusi normal dan uji T Paired Sample test memperoleh nilai Sig. 0,000<0,05 bahwa terdapat perbedaan hasil belajar sebelum dan sesudah pembelajaran dengan peningkatan hasil belajar (paired) sebesar 0,33 dengan kategori sedang. Hasil respon siswa terhadap pembelajaran model Two Stay Two Stray Terintegrasi nilai-nilai keislaman memperoleh nilai 76,6% dengan kategori baik. Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan pembelajaran materi sistem gerak dengan model Two Stay Two Stray terintegrasi nilai-nilai keislaman dapat membantu meningkatkan hasil belajar sisw
Pengaruh konten edukasi Youtube For Kids terhadap perkembangan bahasa anak usia 5-6 tahun: Kuasi eksperimen di kelompok B Ra Al-Ihsan Cibiru Hilir
Penelitian ini berawal dari ditemukannya permasalahan perkembangan bahasa anak usia dini di RA Al-Ihsan Cibiru Hilir. Hal ini karena kurangnya metode pembelajaran yang interaktif sehingga berpengaruh pada perkembangan bahasa anak saat pengenalan huruf dan bentuknya masih banyak anak yang masih keliru menjawab pertanyaan mengenai huruf.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui: (1) Perkembangan bahasa anak usia dini menggunakan youtube for kids (kelas eksperimen), (2) Perkembangan bahasa anak usia dini menggunakan flashcard bersuara (kelas kontrol), (3) Perbedaan dari perkembangan bahasa antara youtube for kids dengan flashcard bersuara di Kelompok B RA Al-Ihsan Cibiru Hilir.
Penelitian ini berlandaskan bahwa konten edukasi youtube memiliki potensi besar untuk mendukung pembelajaran yang menyenangkan karena banyak anak yang lebih responsif terhadap pembelajaran visual. Youtube kids dibuat untuk menyediakan lingkungan yang lebih terkontrol bagi anak-anak, sehingga lebih mudah dan menyenangkan bagi anak untuk menjelajah sendiri, dan lebih mudah bagi orang tua, yang membuat anak lebih tertarik terhadap youtube kids Metode pembelajaran yang berbasis teknologi seperti youtube for kids dapat menjadi alternatif yang efektif dalam mendukung perkembangan bahasa anak usia dini dan pentingnya dalam memilih media pembelajaran yang menyenangkan agar anak tidak mudah bosan. Adapun hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini yaitu terdapat perbedaan yang signifikan dalam perkembangan anak usia dini antara youtube for kids (kelas eksperimen) dengan flashcard bersuara (kelas kontrol).
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode kuasi eksperimen yang menggunakan teknik sampling jenuh. Subjek pada penelitian ini berjumlah 19 anak dikelompok B RA Al-Ihsan Cibiru Hilir. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi, tes dan dokumentasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan bahasa anak usia dini menggunakan youtube for kids pada kelas eksperimen memperoleh nilai rata-rata pretest sebesar 49 yang diinterpretasikan pada kategori sangat kurang dan memperoleh nilai rata-rata postest sebesar 91 yang diinterpretasikan pada kategori sangat baik. Sedangkan perkembangan bahasa anak usia dini menggunakan flashcard bersuara pada kelas kontrol memperoleh nilai rata-rata pretest sebesar 44 yang diinterpretasikan pada kategori sangat kurang dan memperoleh nilai rata-rata postest 76 yang diinterpretasikan pada kategori baik. Hasil uji t diperoleh thitung > ttabel dengan nilai 2,028 > 0,515 pada taraf signifikansi 5%., maka hipotesis Ha diterima dan Ho ditolak. Artinya terdapat perbedaan yang signifikan perkembangan Bahasa anak usia dini di kelompok B RA Al-Ihsan Cibiru Hilir antara youtube for kids (kelas eksperimen) dengan flashcard bersuara (kelas kontrol)