Sunan Gunung Djati State Islamic University Bandung
Digital Library UIN (Universitas Islam Negeri) Sunan Gunung Djati BandungNot a member yet
53115 research outputs found
Sort by
Kontruksi penokohan dan pesan moral dalam film Jaros Andzar karya Khalid Fahad
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penokohan dan pesan moral dalam film Jaros Andzar karya Khalid Fahad dengan menggunakan pendekatan strukturalisme. Pendekatan ini memusatkan perhatian pada unsur-unsur intrinsik karya sastra, khususnya penokohan dan amanat(pesan). Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif, yang mana data dikumpulkan melalui pengamatan langsung terhadap dialog dan adegan dalam film. Data dianalisis berdasarkan teori struktural, dengan mengelompokkan tokoh berdasarkan peran, sifat, dan fungsi mereka dalam alur cerita, serta mengidentifikasi pesan moral yang terkandung dalam hubungan manusia dengan Tuhan, diri sendiri, dan sesama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film ini memiliki berbagai jenis tokoh, termasuk tokoh protagonis, antagonis, bulat, statis, sederhana, dan tipikal.
Pesan moral yang teridentifikasi mencakup tiga kategori utama: (1) hubungan manusia dengan Tuhan, yang menekankan pentingnya do’a dan keimanan dikala keadaan sulit; (2) hubungan manusia dengan diri sendiri, yang menyoroti introspeksi dan tanggung jawab; dan (3) hubungan manusia dengan sesama, yang menekankan nilai persahabatan dan kepedulian sosial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Jaros Andzar merupakan film yang tidak hanya menyuguhkan cerita emosional dan konflik remaja, tetapi juga memuat pesan moral yang relevan dengan kondisi sosial saat ini
Representation of asian culture through positive politeness strategies: A Cultural Pragmatics study on the interview with BTS Kim Namjoon in Zach sang show YouTube channel
This research examines the use of positive politeness to represent the Asian culture of BTS’ Kim Namjoon, a Korean artist during his interview on Zach Sang Show's YouTube channel entitled RM Breaks Down His Debut Album 'Indigo.' Positive politeness strategy is frequently used to see how the closeness between speaker and hearer through the utterances delivered has been developed by considering the context of the social interaction. This research focuses on the primary theory of Brown & Levinson (1987), which underlies that there are 15 strategies used to fulfill the use of positive politeness strategies and the influencing factors in it. In addition, this study also has a developing theory proposed by Samovar et al. (2013) that shows the Asian culture through cultural habits in communication. The analysis of BTS Kim Namjoon's utterances shows how positive politeness demonstrates Asian habits and their influencing factors. This research uses a descriptive qualitative method to explore and describe BTS Kim Namjoon's positive politeness strategies and the factors influencing them. The results of this study consist of 99 data representing each use of 15 positive politeness with the most strategy used is seeking agreement with a total of 24 data. In addition, some factors influencing the use of positive politeness strategies are payoffs and circumstances (the sociological variables) fulfilled through BTS Kim Namjoon's utterances, showing how communication between participants is accomplished regardless of cultural backgrounds
Pendidikan Tafaqquh Fī al-Dīn dalam menginternalisasikan nilai-nilai moderasi beragama di Pesantren Sukahideng dan Pesantren K.H. Zainal Musthafa Sukamanah Tasikmalaya
INDONESIA:
Keberagaman merupakan aspek fundamental dalam kehidupan manusia yang diakui sebagai takdir ilahi, bukan hasil dari permintaan atau pilihan individu. Jika keberagaman ini tidak dikelola dengan baik, potensi konflik dan perselisihan dapat muncul, memicu perpecahan di dalam masyarakat. Indonesia, dengan mayoritas Muslim, memiliki potensi besar untuk menjadi contoh moderasi beragama. Pesantren, sebagai lembaga pendidikan Islam, berperan penting dalam menanamkan nilai-nilai moderasi melalui pendidikan tafaqquh fī al-Dīn.
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis tujuan, proses (materi, subjek & objek, serta metode), evaluasi, faktor kunci keberhasilan dan tantangan, serta dampak dari pendidikan tafaqquh fī al-dīn dalam menginternalisasikan nilai-nilai moderasi beragama di Pesantren Sukahideng dan Pesantren K.H. Zainal Musthafa Sukamanah Tasikmalaya.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif analitik (menggambarkan fakta akurat dan menganalisis data secara mendalam). Alasan penulis menggunakan pendekatan kualitatif adalah karena realitas pendidikan tafaqquh fī al-dīn dalam menginternalisasikan nilai-nilai moderasi beragama merupakan sebuah aktivitas yang dilakukan di Pesantren Sukahideng dan Pesantren K.H. Zainal Musthafa Sukamanah Tasikmalaya.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tujuan pendidikan Tafaqquh fī al-Dīn di Pondok Pesantren Sukahideng dan K.H. Zainal Musthafa Sukamanah adalah untuk membekali santri dengan pemahaman agama yang mendalam sesuai syariat, sehingga mereka mampu berpikir kritis, menginternalisasikan nilai-nilai moderasi beragama dalam kehidupan ritual maupun sosial, serta menghindari sikap radikal, intoleran, atau dogmatis yang dapat memicu konflik sosial.
Proses pendidikan di kedua pesantren melibatkan kajian kitab klasik dan tema kontemporer yang relevan, dengan metode-metode seperti Core Modelling, Guided Assignments, Teaching Assignments, Habituation, serta Reward and Punishment. Evaluasi dilakukan melalui Student Report Book untuk mengukur perkembangan akademik, toleransi, dan penerapan nilai moderasi. Keberhasilan pendidikan Tafaqquh fī al-Dīn di Pesantren Sukahideng dan Sukamanah Tasikmalaya didukung oleh budaya santri yang heterogen, pendekatan inklusif, kepemimpinan visioner, dan basis keilmuan yang kuat. Pesantren Sukamanah memiliki keunggulan semangat nasionalisme dari pendirinya sebagai pahlawan nasional. Tantangan yang dihadapi kedua pesantren meliputi dampak negatif media, interaksi dengan lingkungan luar, keterbatasan fasilitas pesantren, serta stigma terhadap moderasi beragama, khususnya di pesantren Sukamanah. Di pesantren Sukahideng, moderasi lintas agama masih terbatas pada tataran teoretis dan pengawasan belum terpadu. Dampak dari pendidikan ini tercermin dalam perilaku santri yang lebih moderat dalam berpikir dan bertindak, serta siap bekerja sama dalam perbedaan.
ENGLISH:
Diversity is a fundamental aspect of human life, recognized as a divine decree rather than the result of individual preferences or choices. If not managed properly, this diversity can lead to conflicts and disputes, potentially causing societal divisions. Indonesia, with its Muslim-majority population, holds great potential to serve as a model for religious moderation. Pesantren (Islamic boarding schools) play a vital role in fostering moderation values through tafaqquh fī al-Dīn education.
This study aims to analyze the objectives, processes (including materials, subjects, objects, and methods), evaluation mechanisms, key success factors, challenges, and the impact of tafaqquh fī al-Dīn education in internalizing religious moderation values at Pesantren Sukahideng and Pesantren K.H. Zainal Musthafa Sukamanah in Tasikmalaya.
This research adopts a qualitative approach with an analytical descriptive method, which involves accurately describing facts and conducting in-depth data analysis. The qualitative approach was selected because tafaqquh fī al-dīn education in internalizing religious moderation values represents a real and ongoing practice at Pesantren Sukahideng and Pesantren K.H. Zainal Musthafa Sukamanah, Tasikmalaya.
The findings reveal that the primary objective of tafaqquh fī al-Dīn education at Sukahideng and K.H. Zainal Musthafa Sukamanah Islamic Boarding Schools is to equip students with a profound understanding of religion based on Sharia. This enables students to think critically, embody religious moderation in both ritualistic and social contexts, and avoid radicalism, intolerance, or dogmatism that may lead to social conflicts.
The educational process in both pesantren integrates the study of classical Islamic texts and contemporary issues. Instructional methods include Core Modeling, Guided Assignments, Teaching Assignments, Habituation, and a system of Rewards and Punishments. Evaluations are conducted through Student Report Books to assess academic progress, tolerance levels, and the implementation of moderation values. The success of tafaqquh fī al-Dīn education in these pesantren is attributed to a heterogeneous santri culture, an inclusive educational approach, visionary leadership, and a robust scholarly foundation. Pesantren Sukamanah benefits from its strong emphasis on nationalism, inspired by its founder, a celebrated national hero. However, both pesantren face significant challenges, including negative media influences, external environmental interactions, inadequate facilities, and societal stigmas toward religious moderation—particularly in Sukamanah. In Sukahideng, interfaith moderation remains largely theoretical, with limited integration into practice and supervision. The impact of this education is reflected in the students' behavior, which demonstrates greater moderation in thinking and actions, as well as a readiness to collaborate amidst differences.
ARABIC;
التنوع هو جانب أساسي من جوانب الحياة البشرية، وهو مقدّر إلهياً وليس نتيجة لمطلب أو اختيار فردي. وإذا لم تتم إدارة هذا التنوع بشكل جيد، فقد تنشأ صراعات ونزاعات تؤجج الانقسامات داخل المجتمع. تتمتع إندونيسيا، ذات الأغلبية المسلمة، بإمكانيات كبيرة لتكون مثالاً يُحتذى به في الوسطية الدينية. وتلعب البيسانترين، كمؤسسات تعليمية إسلامية، دوراً مهماً في غرس قيم الوسطية من خلال تعليم التفقه في الدين.
تهدف هذه الدراسة إلى تحليل الأهداف، والعمليات (المواد والموضوعات والأغراض، وكذلك الأساليب)، والتقييمات، وعوامل النجاح الرئيسية، والتحديات، وكذلك تأثير تعليم التفقه في الدين في غرس قيم الوسطية الدينية في بيسانترين سوكاهيدنج وبيسانترين زين المصطفى بسوكاماناه، تاسيكمالايا.
يعتمد هذا البحث على منهجية نوعية باستخدام الأسلوب الوصفي التحليلي، الذي يهدف إلى وصف الحقائق بدقة وتحليل البيانات بعمق. وقد تم اختيار المنهج النوعي نظرًا لأن تعليم التفقه في الدين في عملية غرس قيم الاعتدال الديني يُعدّ ممارسة واقعية ومستمرة في كل من معهد سكهيدنغ ومعهد الشيخ زين العابدين مصطفى سوكامانه في تاسيكمالايا.
أظهرت النتائج أن الهدف من تعليم التفقه في الدين في معهد سوكاهيدنج ومعهد زين المصطفى الإسلامي الداخلي هو تزويد الطلاب بفهم عميق للدين وفق الشريعة الإسلامية، ليكونوا قادرين على التفكير النقدي، واستيعاب قيم الوسطية الدينية في الشعائر والحياة الاجتماعية، وتجنب المواقف المتطرفة أو المتعصبة أو العقائدية التي يمكن أن تثير الصراعات الاجتماعية.
تتضمن العملية التعليمية في كلا المعهدين دراسة الكتب الكلاسيكية والموضوعات المعاصرة ذات الصلة، مع استخدام أساليب تعليمية متنوعة، مثل القدوة الحسنة، والتوجيه، والواجبات التربوية، والتعويد، والثواب والعقاب. يتم التقييم من خلال السجلات الأكاديمية لقياس تطور المعرفة الأكاديمية، وممارسة التسامح، وتطبيق قيم الوسطية. إن النجاح الذي حققه تعليم التفقه في الدين في معهد سوكاهيدنج ومعهد زين المصطفى بسوكاماناه، مدعوم بثقافة السانتري غير المتجانسة، والنهج الشامل، والقيادة ذات الرؤية الواضحة، والقاعدة العلمية المتينة. يتميز معهد زين المصطفى بسوكاماناه بروح قومية تعود إلى مؤسسه كبطل قومي. تشمل التحديات التي يواجهها كلا المعهدين التأثير السلبي لوسائل الإعلام، والتفاعل مع البيئة الخارجية، ومحدودية مرافق التعليم، ووصمة العار تجاه قيم الوسطية، وخاصة في معهد سوكاماناه. في معهد سوكاهيدنج، لا تزال قيم الوسطية الدينية تقتصر على المستوى النظري، ولم يتم دمج الإشراف التربوي فيها. ينعكس تأثير هذا التعليم في سلوك الطلاب الذين أصبحوا أكثر اعتدالًا في التفكير والتصرف، ومستعدين للتعاون وسط الاختلافات
Tahlil Syakhshiyyah Al-Syakhshiyyah Al-Ra’īsiyyah fī Riwayah "Al-Jāhid" Min Khilāl Manhaj Ibrāhīm Māslū Al-Insānī
This research aims to analyze the personality of the main character Hadi in the novel Al-Jahid by Al-Hasan Al-Bukhari using Abraham Maslow's theory. The novel Al-Jahid was chosen as the object of study because it depicts the journey of human life which is full of challenges, conflicts and struggles to meet life's needs. This is in accordance with Abraham Maslow's theory which discusses the hierarchy of human needs, starting from physiological needs to self-actualization. This research uses a descriptive method of content analysis, with data collection through library study techniques. The results of the analysis show that Hadi fulfills various levels of needs in Maslow's hierarchy, starting from basic needs such as security, to social needs in the form of affection and acceptance. At a higher level, Hadi's character stands out in the aspects of self-esteem and self-actualization, which are reflected in his intelligence, wisdom and responsibility towards life. This research provides insight into how Maslow's hierarchy of needs structure can be applied to understanding characters in literary works
Turn-taking mechanism in piers Morgan uncensored talkshow : “Going Down for LIFE” Piers Morgan Discusses the Downfall of Diddy
This research analyzes how the turn of conversation on Piers Morgan Uncensored Talkshow episode Going Down Forlife Piers Morgan Discusses The Downfall of Diddy, using Jacob L Mey, (2001) conversation analysis theory as a framework. This research analyzes taking the floor, holding the floor, and yielding the floor through a qualitative examination of the
conversation that took place between Piers Morgan and his guest. This study analyzes how the turn of conversation on the piers morgan talk-show in the episode going down for life thr downfall of diddy, using Jacob L. Mey's theory of conversation analysis as a framework. This research identifying the type of turn-taking mechanism used in the conversation. The method used in this research is descriptive qualitative method to produce precise and factual conclusions by using approaches to collect data. The result shows that holding the floor most common used in the conversation that happened in this talk show
Perbandingan Problem Based Learning vs Discovery Learning berbantuan phet simulation dalam meningkatkan keterampilan berpikir kreatif pada materi momentum dan impuls
Berpikir kreatif merupakan salah satu keterampilan abad 21 yang sangat dibutuhkan oleh peserta didik sehingga peserta didik dapat menyelesaikan masalah dan dapat berkomunikasi atau menyampaikan pendapatnya dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterlaksanaan pembelajaran menggunakan model Problem Based Learning dan model Discovery Learning berbantuan PhET Simulation, peningkatan keterampilan berpikir kreatif, dan perbedaan peningkatan keterampilan berpikir kreatif peserta didik pada materi Momentum dan Impuls. Metode yang digunakan adalah quasi experiment dengan desain non-equivalent control group design. Sampel penelitian terdiri dari 37 peserta didik disetiap kelas eksperimen 1 dan kelas eksperimen 2. Hasil penelitian menunjukan bahwa keterlaksaan pembelajaran model Problem Based Learning dan model Discovery Learning berbantuan PhET Simulation memperoleh nilai rata-rata 95% dan 92% dengan interpretasi sangat efektif. Peningkatan keterampilan berpikir kreatif peserta didik kelas eksperimen 1 memperoleh nilai n-gain sebesar 0,67 dan kelas eksperimen 2 sebesar 0,60. Hasil uji hipotesis menggunakan uji Mann-Whitney menunjukan nilai sig.(2-tailed) sebesar 0,062 yang artinya > 0,05 maka H0 diterima dan H1 ditolak. Kesimpulan yang dapat diambil adalah tidak terdapat perbedaan peningkatan keterampilan berpikir kreatif antara yang menggunakan model Problem Based Learning dan yang menggunakan model Discovery Learning pada materi Momentum dan Impul
Implementasi pembelajaran konstruktivisme pada mata pelajaran PAI untuk meningkatkan kecakapan Literasi dan berpikir kritis siswa MA Darul Arqam Putra Garut
Teori pembelajaran konstruktivisme merupakan teori yang dikembangakan Jean Piaget. Pembelajaran ini menekankan agar siswa menciptakan pengetahuannya sendiri. Implementasi pembelajaran materi PAI yang efektif terletak pada pendekatan yang digunakan, maka dari itu teori pembelajaran konstruktivistik dapat membantu guru menyelesaikan permasalahan yang muncul ketika pembelajaran. Teori pembelajaran konstruktivisme mengarahkan siswa agar terbiasa dengan literasi sehingga mampu meningkatkan kecakapan literasi dan berpikir kritis yang merupakan kecakapan yang harus dimiliki di abad 21.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: a) Implementasi teori pembelajaran konstruktivistik dalam mata pelajaran PAI di MA Darul Arqam Putra. b) Implementasi teori pembelajaran konstruktivisme dalam menguatkan kecakapan literasi siswa MA Darul Arqam Putra, c) Implementasi teori pembelajaran konstruktivisme dalam menguatkan kecakapan berpikir kritis siswa MA Darul Arqam Putra.
Penelitian ini didasarkan pada teori bahwa setiap pengetahuan, reaksi dan perasaan jiwa manusia yang diperoleh adalah hasil dari pengalaman indrawi. Ketika manusia lahir jiwanya kosong, seperti selembar kertas putih yang tidak tertulis. Segala sesuatu yang tertulis di kertas putih ditulis melalui panca indera sejak kecil. Semua pergolakan jiwanya akan terdiri dari pengalamannya.
Pendekatan penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode kualitatif deskriptif. Adapun teknik dan instrumen penelitian yang digunakan adalah observasi, wawancara, dokumentasi dan angket.
Berdasarkan hasil analisis data, menunjukkan bahwa: 1). Implementasi teori kosntruktivisme pada mata pelajaran PAI di MA Darul Arqam Putra terdiri dari 8 fase, yaitu fase pembentukan team kolaboratif, fase aktivasi skemata awal, fase menciptakan konflik kognitif, fase perencanaan pengkonstruksian konsep, fase pengkontruksian konsep, fase presentasi kelas, fase tes individu, dan fase rekognisi kelompok. 2) Implementasi teori pembelajaran konstruktivisme di MA Darul Arqam Putra bisa menguatkan kecakapan literasi siswa karena sintak dan prinsip utama dalam teori belajar ini banyak mengharuskan siswa membaca dan mengamati. 3) Implementasi pembelajaran konstruktivsime di MA Darul Arqam Putra bisa membantu dalam menguatkan kecakapan berpikir kritis siswa karena pembelajaran konstruktivisme di MA Darul Arqam Putra berpegang bahwa siswa dan guru dianggap sejajar dalam pembelajaran, mendorong siswa untuk mengemukakan pendapat dan gagasannya secara bebas
Implementasi Balai Latihan Kerja Komunitas (BLKK) Al-Istiqomah dalam pengentasan pengangguran : Penelitian (CBR) Community Based Research di Desa Maruyung Kecamatan Pacet Kabupaten Bandung
Pengangguran merupakan masalah serius yang dihadapi banyak negara, termasuk Indonesia, dengan tingkat kemiskinan yang tinggi, terutama di kalangan pemuda. Beberapa faktor yang berkontribusi terhadap masalah ini antara lain kurangnya keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja, perubahan teknologi yang cepat, dan pertumbuhan populasi yang tidak diimbangi dengan penciptaan lapangan kerja. Dalam upaya mengatasi permasalahan ini, pemerintah telah mengambil langkah-langkah strategi, salah satunya adalah pengadaan Balai Latihan Kerja Komunitas (BLKK) di Pondok Pesantren Al-Istiqomah.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pada proses pelatihan, tantangan yang dihadapi BLKK, dan hasil pelatihan bagi peserta di BLKK Al-Istiqomah dalam Pengentasan Pengangguran.
Penelitian ini menggunakan teori implementasi Balai Latihan Kerja, dengan teori tersebut bertujuan untuk mengevaluasi bagaimana tindakan dan kebijakan lembaga terkait dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Selain itu, teori Pembelajaran Berbasis Kompetensi diterapkan untuk menilai efektivitas pelatihan yang diberikan, dengan fokus pada keterampilan yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja. Penelitian ini juga merujuk pada teori pengentasan pengangguran untuk mengidentifikasi strategi yang dapat mengurangi masalah pengangguran, termasuk peningkatan pendidikan, pelatihan keterampilan, dan penciptaan lapangan kerja baru.
Metode Penelitian yang digunakan adalah CBR (Community Based Research) dan Pendekatan yang digunakan adalah Kualitatif. Adapun teknik pengumpulan data menggunakan Observasi, Wawancara dan Dokumentasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi yang di lakukan BLKK sudah berhasil melihat dari proses pelatihan kerja, bahwa jadwal pelatihan yang terencana, materi yang relevan, metode pengajaran interaktif, dan dukungan fasilitas yang memadai. Meskipun dihadapkan pada tantangan seperti kedisiplinan peserta, perbedaan latar belakang pemahaman, dan tingginya minat masyarakat, program ini berhasil mencapai hasil yang signifikan, dengan sebagian besar alumni berhasil mendapatkan pekerjaan . Peningkatan soft skills dan sertifikat yang diterima peserta berkontribusi pada kepercayaan diri mereka dalam melamar pekerjaan. Secara keseluruhan, BLKK Al-Istiqomah memberikan dampak positif dalam meningkatkan peluang kerja dan kualitas sumber daya manusia, serta berkontribusi pada pengurangan angka pengangguran di daerah tersebut
Hasil belajar kognitif siswa pada mata pelajaran Al-Qur’an Hadits tentang materi isi kandungan Q.S Al-Lail ayat 1-11 hubugannya dengan Perilaku Sosial Siswa : Penelitian pada siswa kelas VII MTs Ar-Rosyidiyah Kota Bandung
Berdasarkan pada studi pendahuluan, siswa kelas VII MTs Ar-Rosyidiyah Kota Bandung diajarkan materi mengenai isi kandungan Q.S. Al-Lail ayat 1-11. Tujuan mempelajari materi ini pada aspek kognitif nya adalah agar siswa bisa memahami melalui bahan ajar dan pemberian tugas. Sedangkan, dalam aspek afektinya yaitu agar siswa memiliki perilaku sosial yang baik terhadap teman, orang tua ataupun guru.
Penelitian ini memiliki tujuan untuk 1) Untuk mengetahui hasil belajar siswa pada misi kandungan Q.S Al-Lail ayat1-11. 2) Untuk mengetahui perilaku sosial siswa di Mts Ar- Rosyidiyah Kab. Bandung 3) Untuk mengetahui hubungan hasil belajar dengan perilaku sosial di sekolah.
Penelitian ini didasari oleh teori bahwa salah satu faktor yang mempengaruhi tentang perilaku sosial siswa adalah hasil belajar kognitif pada materi isi kandungan Q.S Al-Lail Ayat 1-11. Peneilitian ini untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara hasil belajar kognitif dengan perilaku sosial siswa.
Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini ialah pendekatan kuantitatif. Metode yang digunakan ialah korelasi. Alat pengumpul data dalam penelitian ini berupa ; angket, tes, dan studi dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan ialah analisis parsial, uji normalitas, uji regresi, uji linearitas regresi, uji kofesien korelasi, dan uji hipotesis.
Hasil penelitian ini menyatakan bahwa 1) Realitas hasil belajar kognitif siswa pada isi kandungan Q.S Al-Lail ayat 1-11 kelas VII MTs Ar-Rosyidiyah berada pada 82,8, yang mana skor ini berada pada kategori sangat tinggi, karena termasuk pada interval 80-100. 2) Realitas perilaku sosial disekolah kelas VII MTs Ar-Rosyidiyah termasuk dalam kategori 4,13, yang mana skor ini berada pada kategori baik, karena termasuk pada interval 3,40 – 4,19. 3) Realitas Hubungan Hasil Belajar Kognitif Siswa Pada Isi Kandungan Q.S. Al-Lail ayat 1-11 terhadap perilaku sosial siswa di sekolah masuk pada kategori sangat tinggi. Berdasarkan perhitungan terlampir diperoleh nilai kofesien korelasi sebesar 0,619. Hal ini bahwa pengaruh hasil belajar kognitif siswa pada isi kandungan Q.S. Al-Lail ayat 1-10 terhadap perilaku sosial siswa di sekolah sebesar 0,619
Kegiatan media monitoring pada media online : Studi deskriptif kualitatif pada Weber Shandwick Indonesia terhadap brand SK-II
INDONESIA :
Weber Shandwick Indonesia merupakan agensi konsultan Public Relations yang berdiri sejak 2003 dan merupakan anak perusahaan Interpublic Group (IPG), hasil penggabungan antara Weber Group, Shandwick International, dan BSMG (Bozell Sawyer Miller Group). Weber Shandwick Indonesia melakukan kegiatan media monitoring pada media online untuk menganalisis pemberitaan terkait kliennya, brand SK-II. Media monitoring bertujuan menjaga dan melindungi citra serta reputasi perusahaan atau klien. Humas Weber Shandwick Indonesia membantu mempertahankan citra brand SK-II dengan memantau, mengawasi, dan menilai pemberitaan di media online, serta mengevaluasi persepsi publik dan media.
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana kegiatan media monitoring yang dilakukan oleh Humas Weber Shandwick Indonesia terhadap brand SK-II melalui media online, dengan menggunakan konsep Tahapan Media Monitoring yang dikemukakan oleh Iswandi Syahputra, yang mencakup tiga indikator, yaitu: Tahap Data Mining, Tahap Penglahan Data, serta Tahap Analisis dan Pelaporan. Penelitian ini menggunakan paradigma konstruktivisme dan pendekatan kualitatif. Metode yang diterapkan adalah deskriptif kualitatif, dengan mengumpulkan data primer dan sekunder melalui teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam dan studi dokumentasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan media monitoring yang dilakukan oleh Weber Shandwick Indonesia terhadap brand SK-II mencakup tiga indikator: tahap data mining, tahap pengolahan data, dan tahap analisis dan pelaporan. Tahap Data Mining meliputi penentuan kata kunci sesuai dengan nama perusahaan, produk yang dirilis, atau kegiatan kampanye yang sedang berlangsung dan pencarian data melalui media online, baik menggunakan search engine ataupun media sosial seperti Instagram, Tiktok, maupun Twitter (X). Selanjutnya, tahap pengolahan data yang terdiri dari kategorisasi data media monitoring dan penentuan tonalitas berita. Data yang telah dihimpun akan dikategorisasi serta ditentukan tonalitas citra terhadap pandangan publik, baik positif, negatif, maupun netral. Tahap terakhir yaitu analisis dan pelaporan, mencakup analisis hasil data media monitoring serta pelaporan data media monitoring. Analisis yang dilakukan oleh Weber Shandwick Indonesia akan dihimpun dengan analisis dari pasar-pasar lain terhadap brand yang sama, sebelum diserahkan kepada klien. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa Humas Weber Shandwick Indonesia telah melaksanakan kegiatan media monitoring terhadap kliennya, yaitu brand SK-II, dengan baik, dan hal tersebut telah dilakukan sesuai dengan Konsep Tahapan Media Monitoring.
ENGLISH :
Weber Shandwick Indonesia is a Public Relations consulting agency established in 2003 and is a subsidiary of Interpublic Group (IPG), the result of a merger between Weber Group, Shandwick International, and BSMG (Bozell Sawyer Miller Group). Weber Shandwick Indonesia conducts media monitoring activities on online media to analyze news related to its client, the SK-II brand. Media monitoring aims to maintain and protect the image and reputation of the company or client. Weber Shandwick Indonesia's PR helps maintain SK-II's brand image by monitoring, supervising, and assessing online media coverage, as well as evaluating public and media perceptions.
This research aims to examine how media monitoring activities are carried out by Weber Shandwick Indonesia on the Sk-II brand through online media, using the Concept of Media Monitoring Stages proposed by Iswandi Syahputra, which includes three indicators, namely: Data Mining Stage, Data Processing Stage, and Analysis and Reporting Stage. This research uses the constructivism paradigm and a qualitative approach. The method applied is descriptive qualitative, by collecting primary and secondary data through data collection techniques in the form of observation, in-depth interviews and documentation studies.
The research results indicate that the media monitoring activities conducted by Weber Shandwick Indonesia for the SK-II brand encompass three indicators: data mining stage, data processing stage, and analysis and reporting stage. Data mining stage includes determining keywords according to the company name, released products, or ongoing campaign activities, and searching for data through online media, both using search engines and social media such as Instagram, TikTok, and Twitter (X). Furthermore, data processing stage consists of categorizing media monitoring data and determining news tonality. The collected data will be categorized and the image tonality towards public views will be determined, whether positive, negative, or neutral. Last one, analysis and reporting, includes analyzing the results of media monitoring data and reporting media monitoring data. The analysis conducted by Weber Shandwick Indonesia will be compiled with analyses from other markets for the same brand, before being submitted to the client. Based on the research results, it can be concluded that Weber Shandwick Indonesia's Public Relations has carried out media monitoring activities for its client, the SK-II brand, well, and this has been done in accordance with the Media Monitoring Stage Concepts