Sunan Gunung Djati State Islamic University Bandung
Digital Library UIN (Universitas Islam Negeri) Sunan Gunung Djati BandungNot a member yet
53115 research outputs found
Sort by
Penegakan hukum tindak pidana bagi pelaku eksploitasi anak yang menjadi kurir narkoba perspektif hukum pidana Islam: Studi kasus di Polresta Bandung terhadap geng motor tahun 2022
Eksploitasi anak sebagai kurir narkoba merupakan kejahatan serius yang tidak hanya melanggar hukum positif tetapi juga nilai-nilai kemanusiaan dan ajaran agama. Meskipun perlindungan terhadap anak telah diatur dalam Pasal 76I Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, kasus eksploitasi anak oleh jaringan geng motor dalam tindak pidana narkotika masih marak terjadi, termasuk di wilayah hukum Polresta Bandung tahun 2022.
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis unsur-unsur tindak pidana yang menjadikan anak sebagai kurir narkoba; (2) menganalisis sanksi pidana bagi pelaku eksploitasi anak menurut hukum pidana Islam; dan (3) merumuskan upaya pencegahan dan penegakan hukum terhadap eksploitasi anak dalam jaringan narkoba berdasarkan prinsip-prinsip hukum Islam.
Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis-empiris dan metode kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, studi pustaka, dan analisis kasus di Polresta Bandung. Teori yang digunakan dalam penelitian ini meliputi teori pemidanaan (absolut, relatif, dan gabungan), serta teori jarimah dan musyarakah dalam hukum pidana Islam.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Eksploitasi anak dalam peredaran narkoba memenuhi unsur-unsur tindak pidana, baik secara subjek, objek, niat, maupun dampak, yang dalam hukum pidana Islam termasuk kategori jarimah ta’zir; (2) pelaku eksploitasi dapat dijerat dengan Pasal 76I UU Perlindungan Anak dan Pasal 55 KUHP, serta dikenai sanksi ta’zir dalam hukum Islam, seperti penjara, denda, atau hukuman lain berdasarkan kemaslahatan; dan (3) upaya pencegahan dan penegakan hukum yang efektif menuntut sinergi antara pendekatan represif dan preventif, baik secara hukum positif maupun nilai-nilai syariat Islam. Dengan demikian, perlindungan anak dari jaringan peredaran narkoba harus ditempatkan dalam kerangka keadilan substantif dan perlindungan hak asasi manusia secara utuh
Studi literatur: pengaruh model Problem Based Learning (PBL) dan model Predict-Observe-Explain (POE) terhadap keterampilan berpikir kritis peserta didik dalam pembelajaran Fisika di SMA
Penelitian ini merupakan studi literatur mengenai pengaruh model pembelajaran problem based learning (PBL) dan model predict-observe-explain (POE) terhadap keterampilan berpikir kritis peserta didik. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk memaparkan penjelasan mengenai pengaruh model pembelajaran problem based learning (PBL) dan model predict-observe-explain (POE) terhadap keterampilan berpikir kritis peserta didik dalam pembelajaran fisika di tingkat SMA. Jenis penelitian ini menggunakan studi literatur. Desain penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan menggunakan secondary data. Instrumen penelitian peneliti melakukan pengumpulan data sebanyak 20 jurnal artikel ilmiah yang berkaitan dengan pengaruh model pembelajaran problem based learning (PBL) dan model predict-observe-explain (POE) terhadap keterampilan berpikir kritis peserta didik dalam pembelajaran fisika. Jenis data yang digunakan yaitu berupa tekstual atau konsep yang telah dipilih dan ditentukan kemudian dianalisis. Dalam teknis analisis data akan dilakukan tahap kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa hampir semua jurnal yang telah dianalisis mengatakan bahwa model pembelajaran problem based learning dan model predict-observe-explain berpengaruh untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis
Penerapan model pembelajaran Cooperative Learning tipe STAD dalam meningkatkan kompetensi kolaboratif dan hasil belajar kognitif siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam: Penelitian pada siswa kelas VIII di SMPN 1 Banjaran
INDONESIA:
Rendahnya hasil belajar dan lemahnya keterampilan kolaboratif siswa dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) masih menjadi persoalan di berbagai satuan pendidikan. Hal ini terjadi karena proses pembelajaran cenderung masih berpusat pada guru, minim interaksi antar siswa, dan kurang memberi ruang bagi siswa untuk aktif membangun pengetahuan serta nilai-nilai keagamaan secara kontekstual. Model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD) menjadi salah satu alternatif yang potensial untuk meningkatkan kemampuan kognitif, kerja sama, berpikir kritis, dan tanggung jawab sosial yang dibutuhkan dalam konteks pembelajaran abad ke-21.
Tujuan penelitian ini untuk menjelaskan (1) penerapan model pembelajaran STAD pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMPN 1 Banjaran; (2) pengaruh penerapan model pembelajaran STAD terhadap kompetensi kolaboratif siswa di SMPN 1 Banjaran; (3) pengaruh penerapan model pembelajaran STAD terhadap hasil belajar siswa pada bidang studi Pendidikan Agama Islam di SMPN 1 Banjaran.
Teori yang melandasi penelitian ini mengacu pada teori konstruktivisme sosial Vygotsky dan teori kognitif Piaget. Vygotsky menekankan pentingnya interaksi sosial melalui konsep zona perkembangan proksimal, sementara Piaget menyoroti peran pengalaman aktif dan konflik kognitif dalam membentuk skema pengetahuan baru. Kedua teori ini menjadi dasar penerapan model pembelajaran kooperatif STAD yang menekankan kerja sama, tanggung jawab individu, dan interaksi promotif untuk mendukung perkembangan kognitif dan keterampilan kolaboratif.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi eksperiment. Data diperoleh melalui angket, tes, wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara kuantitatif, meliputi uji validitas dan reliabilitas instrumen, uji normalitas dan homogenitas, serta uji hipotesis menggunakan uji Mann whitney Untuk melihat pengaruh dari penerapan model STAD terhadap kompetensi kolaboratif dan hasil belajar siswa.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) model STAD diterapkan secara sistematis di SMPN 1 Banjaran melalui tahapan penyampaian materi, kerja kelompok, kuis individu, skor kemajuan, dan penghargaan kelompok, sehingga menciptakan suasana belajar yang aktif dan kolaboratif; (2) model ini berdampak positif dan signifikan terhadap kompetensi kolaboratif siswa, mencakup interdependensi positif, tanggung jawab individu, interaksi promotif, keterampilan sosial, dan evaluasi kelompok; (3) hasil belajar kognitif siswa juga meningkat signifikan, mulai dari kemampuan mengingat (C1) hingga mengevaluasi materi (C6). Hasil uji Mann-Whitney menunjukkan nilai signifikansi 0,000 pada kedua variabel, menegaskan pengaruh nyata model STAD terhadap peningkatan kompetensi kolaboratif dan hasil belajar siswa dalam pembelajaran PAI.
ENGLISH:
Low learning outcomes and weak collaborative skills of students in Islamic Education (PAI) learning are still a problem in various educational units. This occurs because the learning process tends to be teacher-centered, with minimal interaction between students, and does not provide enough space for students to actively construct knowledge and religious values in a contextual manner. The Student Teams Achievement Division (STAD) cooperative learning model is a potential alternative to improve cognitive abilities, cooperation, critical thinking, and social responsibility required in the context of 21st-century learning.
The objectives of this study are to describe (1) the application of the STAD learning model in Islamic Religious Education at SMPN 1 Banjaran; (2) the effect of the STAD learning model on students' collaborative competence at SMPN 1 Banjaran; (3) the effect of the STAD learning model on students' learning outcomes in Islamic Religious Education at SMPN 1 Banjaran.
The theoretical basis of this study refers to Vygotsky's social constructivism theory and Piaget's cognitive theory. Vygotsky emphasizes the importance of social interaction through the concept of the zone of proximal development, while Piaget highlights the role of active experience and cognitive conflict in forming new knowledge schemes. These two theories form the basis for the application of the STAD cooperative learning model, which emphasizes cooperation, individual responsibility, and promotive interaction to support students' cognitive development and collaborative skills.
This study uses a quantitative approach with a quasi-experimental method. Data were obtained through questionnaires, tests, interviews, observations, and documentation. Data analysis was conducted quantitatively, including validity and reliability tests of instruments, normality and homogeneity tests, and hypothesis testing using the Mann-Whitney test to see the effect of the STAD model implementation on students' collaborative competence and learning outcomes.
The results of the study show that: (1) the STAD model was systematically implemented at SMPN 1 Banjaran through the stages of material delivery, group work, individual quizzes, progress scores, and group rewards, thereby creating an active and collaborative learning atmosphere; (2) this model had a positive and significant impact on students' collaborative competence, including positive interdependence, individual responsibility, promotive interaction, social skills, and group evaluation; (3) students' cognitive learning outcomes also increased significantly, ranging from the ability to remember (C1) to evaluate material (C6). The Mann-Whitney test results showed a significance value of 0.001 for both variables, confirming the real effect of the STAD model on improving students' collaborative competence and learning outcomes in PAI learning.
ARABIC;
لا تزال النتائج التعليمية المنخفضة والمهارات التعاونية الضعيفة لدى طلاب التربية الدينية الإسلامية مشكلة في العديد من المؤسسات التعليمية. وينتج ذلك عن كون عملية التعلم تميل إلى التركيز على المعلم، مع تفاعل ضئيل بين الطلاب وفرص قليلة لهم لبناء المعرفة والقيم الدينية بشكل سياقي. ويعد نموذج التعلم التعاوني ”ستاد“ بديلاً محتملاً لتحسين القدرات المعرفية والتعاون والتفكير النقدي والمسؤولية الاجتماعية اللازمة في سياق التعلم في القرن الحادي والعشرين.
تتمثل أهداف هذه الدراسة في شرح (1) تطبيق نموذج التعلم ستاد في التربية الدينية الإسلامية في مدرسة بانجاران 1 الثانوية العامة؛ (2) تأثير تطبيق نموذج التعلم ستاد على كفاءة التعاون لدى الطلاب في مدرسة بانجاران 1 الثانوية العامة؛ (3) تأثير تطبيق نموذج التعلم ستاد على نتائج التعلم لدى الطلاب في التربية الدينية الإسلامية في مدرسة بانجاران 1 الثانوية العامة.
تستند هذه الدراسة نظريًا إلى نظرية البناء الاجتماعي لفيجوتسكي ونظرية بياجيه المعرفية. يؤكد فيجوتسكي على أهمية التفاعل الاجتماعي من خلال مفهوم منطقة التطور القريبة، بينما يسلط بياجيه الضوء على دور التجربة النشطة والصراع المعرفي في تكوين مخططات معرفية جديدة. تشكل هاتان النظريتان الأساس لتطبيق نموذج التعلم التعاوني ”ستاد“، الذي يؤكد على التعاون والمسؤولية الفردية والتفاعل الترويجي لدعم التطور المعرفي للطلاب ومهاراتهم التعاونية.
استخدمت هذه الدراسة نهجًا كميًا مع طريقة شبه تجريبية. تم الحصول على البيانات من خلال الاستبيانات والاختبارات والمقابلات والملاحظات والتوثيق. تم إجراء تحليل البيانات بشكل كمي، بما في ذلك اختبارات صحة وموثوقية الأدوات، واختبارات الطبيعة والتجانس، واختبار الفرضيات باستخدام اختبار مان-ويتني لفحص تأثير نموذج ستاد على كفاءة التعاون لدى الطلاب ونتائج التعلم.
تظهر نتائج الدراسة ما يلي: (1) تم تنفيذ نموذج ”ستاد“ بشكل منهجي في مدرسة بانجاران 1 الثانوية العامة من خلال مراحل تقديم المواد، والعمل الجماعي، والاختبارات الفردية، ودرجات التقدم، والجوائز الجماعية، مما أدى إلى خلق جو تعليمي نشط وتعاوني؛ (2) كان لهذا النموذج تأثير إيجابي وهام على كفاءة التعاون لدى الطلاب، بما في ذلك الترابط الإيجابي والمسؤولية الفردية والتفاعل الترويجي والمهارات الاجتماعية والتقييم الجماعي؛ (3) زادت نتائج التعلم المعرفي للطلاب أيضًا بشكل ملحوظ، بدءًا من القدرة على التذكر (C1) إلى تقييم المواد (C6). أظهرت نتائج اختبار مان-ويتني قيمة دلالة 0.001 لكلا المتغيرين، مما يؤكد التأثير الحقيقي لنموذج ”ستاد” على تحسين كفاءة التعاون لدى الطلاب ونتائج التعلم في تعلم مادة التربية البدنية.
تعليمي نشط وتعاوني؛ (2) كان لهذا النموذج تأثير إيجابي وهام على كفاءة التعاون لدى الطلاب، بما في ذلك الترابط الإيجابي والمسؤولية الفردية والتفاعل الترويجي والمهارات الاجتماعية والتقييم الجماعي؛ (3) زادت نتائج التعلم المعرفي للطلاب أيضًا بشكل ملحوظ، بدءًا من القدرة على التذكر (C1) إلى تقييم المواد (C6). أظهرت نتائج اختبار مان-ويتني قيمة دلالة 0.001 لكلا المتغيرين، مما يؤكد التأثير الحقيقي لنموذج ”ستاد” على تحسين كفاءة التعاون لدى الطلاب ونتائج التعلم في تعلم مادة التربية البدنية
Pembelajaran berdiferensiasi berbantuan Flipbook untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif dan resiliensi matematis siswa
Penelitian ini dilatar belakangi oleh kebutuhan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif dan resiliensi matematis siswa, sebagaimana teridentifikasi melalui studi pendahuluan yang dilakukan di salah satu sekolah di Kota Bandung. Salah satu upaya yang ditempuh untuk mengatasi permasalahan adalah dengan menerapkan model pembelajaran berdiferensiasi yang dipadukan dengan teknologi digital yakni flipbook. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk (a) mengetahui keterlaksanaan pembelajaran berdiferensiasi berbantuan flipbook, (b) mengidentifikasi apakah terdapat perbedaan dalam peningkatan kemampuan berpikir kreatif antara siswa yang melaksanakan pembelajaran berdiferensiasi berbantuan flipbook dan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional, (c) mengetahui perbedaan dalam peningkatan resiliensi matematis antara siswa yang melaksanakan pembelajaran berdiferensiasi berbantuan flipbook dan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional, Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII di SMPN 8 Bandung, dengan sampel penelitian terdiri dari kelas VIII-E sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII-F sebagai kelas kontrol. Hasil penelitian menunjukkan; (a) Proses keterlaksanaan pembelajaran baik dari sisi guru maupun peserta didik berada dalam kategori sangat baik, (b) Terdapat perbedaan signifikan dalam peningkatan kemampuan berpikir kreatif antara siswa yang mengikuti pembelajaran berdiferensiasi berbantuan flipbook dan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional, (c) Pembelajaran berdiferensiasi berbantuan flipbook memfasilitasi proses konstruksi konsep, interaksi dan refleksi sehingga mampu meningkatkan kemampuan berpikir kreatif dan resiliensi matematis siswa
Analisis kata aufā dalam Al-Qur’an: Kajian semantik toshihiko izutsu
Penelitian ini membahas tentang kata aufā dalam Al-Qur’an yang memiliki berbagai bentuk turunan (derivasi) dari akar kata waw-fā-ya (وفى). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui klasifikasi bentuk-bentuk kata aufā dalam Al-Qur’an, serta menggali makna dasar dan makna relasional kata tersebut beserta turunannya dalam konteks ayat-ayat Al-Qur’an. Selain itu, penelitian ini juga menganalisis weltanschauung (pandangan dunia) yang tercermin melalui penggunaan kata tersebut dalam pendekatan semantik Al-Qur’an.
Untuk menjawab permasalahan yang dikaji, penulis menggunakan pendekatan semantik Toshihiko Izutsu dengan metode deskriptif-analitis, dalam jenis penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui penelusuran ayat-ayat Al-Qur’an yang mengandung bentuk-bentuk kata aufā dan kajian terhadap literatur-literatur penunjang seperti kitab tafsir, kamus klasik, serta karya-karya Toshihiko Izutsu seperti God and Man in the Qur’an dan Ethico-Religious Concepts in the Qur’an. Seluruh data dianalisis secara sistematis melalui empat tahapan utama, yaitu analisis makna dasar, medan semantik, makna relasional, dan Weltanchauung.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kata aufā dan berbagai derivasinya disebutkan dalam Al-Qur’an sebanyak 66 kali, tersebar dalam 64 ayat dan 27 surat. Ayat-ayat tersebut terdiri dari 35 ayat Makkiyah dan 29 ayat Madaniyah. Makna dasar dari kata aufā ialah menunaikan, menyempurnakan, dan memenuhi sesuatu secara utuh. Dalam medan semantik Al-Qur’an, kata aufā bersandingan dan berelasi dengan konsep-konsep seperti ‘ahd (perjanjian), nadzar (nazar), ‘amal (amal perbuatan), jaza’ (balasan), dan al-kayl wal-mīzān (timbangan dan takaran). Dalam konteks pra-Quranik, makna aufā kerap muncul dalam syair jahiliyah dengan nuansa kesetiaan dalam relasi sosial. Sedangkan kata aufā dalam konteks relasional Qur’anik menunjukkan nilai moral-spiritual yang mencerminkan integritas, kejujuran, dan loyalitas baik kepada Allah maupun kepada sesama manusia. Weltanschauung Al-Qur’an atas kata aufā menggambarkan pandangan hidup yang menekankan pentingnya pemenuhan janji, konsistensi moral, serta pertanggungjawaban manusia atas amal perbuatannya, baik dalam dimensi ibadah maupun muamalah
Pemodelan inversi data radio-magnetotellurik 2 dimensi menggunakan Sim-PEG
Penelitian ini bertujuan untuk memodelkan struktur bawah permukaan menggunakan data Radio-Magnetotellurik (RMT) dua dimensi di wilayah Cileles, Jatinangor, Sumedang. Akuisisi dilakukan sepanjang lintasan 100 meter dengan 10 titik ukur menggunakan perangkat RMT-F. Data yang diperoleh kemudian diproses menggunakan perangkat lunak Tensor-MDP untuk memperoleh parameter resistivitas semu, fasa, dan estimasi galat. Inversi dilakukan dengan perangkat lunak SimPEG versi 0.24.0 terhadap tiga konfigurasi data: mode Transverse Electric (TE), mode Transverse Magnetic (TM), dan gabungan keduanya. Masing-masing mode diuji dalam sepuluh variasi parameter regulasi untuk memperoleh model terbaik berdasarkan nilai Root Mean Square Error (RMSE).
Model inversi terbaik dari masing-masing mode menunjukkan keberadaan zona konduktif dominan pada kedalaman 5 hingga 15 meter, yang diinterpretasikan sebagai lapisan batuan lapuk atau tanah jenuh air. Mode TE menunjukkan sensitivitas vertikal yang baik, sedangkan mode TM memberikan resolusi lateral yang lebih tinggi. Gabungan keduanya menghasilkan representasi bawah permukaan yang lebih menyeluruh dan seimbang. Hasil akhir menunjukkan nilai RMSE yang rendah dan transisi konduktivitas yang halus, yang mencerminkan kestabilan numerik dan akurasi model terhadap kondisi geologi lokal.
Model hasil inversi dapat dimanfaatkan dalam aplikasi seperti eksplorasi airtanah, pemetaan zona pelapukan, serta evaluasi tapak geoteknik. Hasil ini membuktikan bahwa metode RMT dua dimensi berbasis SimPEG efektif untuk pemetaan geofisika bawah permukaan secara akurat dan dapat diandalkan
Pemikiran al-Sami Hasan Ahmad Hamoud tentang jual beli murabahah kepada Pemesan Pembelian (KPP) dan implementasinya di BPRS AL WADIAH Kota Tasikmalaya
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh urgensi untuk memahami secara mendalam konsep akad Murabahah li al-Amir bi al-Syira’, yaitu salah satu bentuk pembiayaan yang paling banyak diterapkan dalam praktik perbankan syariah. Akad ini menjadi titik temu antara kebutuhan transaksi ekonomi modern dan prinsip-prinsip fikih muamalah, khususnya dalam hal amanah, kepemilikan barang, dan tanggung jawab risiko. Di tengah perkembangan lembaga keuangan syariah, muncul kebutuhan untuk menilai sejauh mana praktik akad ini sesuai dengan ketentuan syariah, serta bagaimana para ulama kontemporer memberikan kontribusi terhadap formulasi hukumnya. Salah satu tokoh penting dalam hal ini adalah Al-Sami Hasan Ahmad Hamoud, yang secara konseptual merumuskan struktur dan batasan akad Murabahah berdasarkan maqashid al-syari’ah dan kebutuhan kontemporer.
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menguraikan konsep Murabahah li al-Amir bi al-Syira’ menurut pandangan Al-Sami Hasan Ahmad Hamoud, termasuk unsur-unsur normatif seperti rukun, syarat, serta mekanisme pelaksanaan akad; (2) menganalisis implementasi akad tersebut di BPRS Al Wadiah Kota Tasikmalaya; dan (3) menilai relevansi serta kesesuaian antara konsep teoretik yang dikemukakan oleh Al-Sami Hasan dengan praktik di lapangan.
Kerangka teori ini juga didukung oleh pendekatan maqāṣid al-syarī‘ah yang menjadi landasan metodologis Al-Sami Hasan dalam merumuskan batasan-batasan syariah pada akad muamalah, serta teori maslahat dan sadd al-dzari’ah sebagai prinsip utama dalam menilai validitas dan maslahat dari suatu transaksi modern. Teori akad yang dijadikan rujukan mengacu pada pemikiran klasik seperti yang dikemukakan oleh al-Syafi’i, Malikiyah, dan Ibn Qudamah, serta dikontekstualisasi dengan pandangan kontemporer dari pakar hukum ekonomi syariah modern seperti Wahbah al-Zuhayli dan Abd al-Razzaq al-Sanhuri.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis dan menggunakan kerangka yuridis-empiris. Data diperoleh melalui studi pustaka atas karya-karya Al-Sami Hasan serta observasi dan wawancara di lapangan pada lembaga keuangan terkait. Analisis dilakukan dengan cara membandingkan ketentuan normatif akad dengan praktik aktualnya.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemikiran Al-Sami Hasan Ahmad Hamoud memberikan fondasi penting dalam pelaksanaan akad Murabahah li al-Amir bi al-Syira’ melalui prinsip kehati-hatian, kejelasan akad, dan penghindaran riba terselubung. Di BPRS Al Wadiah, prinsip-prinsip tersebut telah diterapkan secara umum, seperti adanya proses kepemilikan barang oleh pihak bank sebelum dijual kepada nasabah. Namun demikian, ditemukan beberapa tantangan teknis dan administratif dalam implementasinya, seperti waktu pemindahan risiko serta dokumentasi kepemilikan yang belum sepenuhnya mencerminkan substansi syariah. Hal ini menunjukkan perlunya peningkatan komitmen terhadap prinsip syariah dalam praktik pembiayaan, agar akad tidak hanya sah secara administratif tetapi juga substansial
Melancholia in Billie Eilish’s Album Happier Than Ever (2021)
Melancholia is a psychological condition characterized by profound sadness, loss of interest in the external world, and a tendency to blame oneself. In the context of popular culture, particularly music, melancholia often serves as a channel for expressing inner pain and unresolved identity conflicts. This study examines the representation of melancholia in the lyrics of Billie Eilish's album Happier Than Ever (2021) through Sigmund Freud's psychoanalytic approach. The method used is descriptive qualitative with a mimetic approach, which positions literary works as a reflection of psychological reality. Data are analyzed based on Freud's six main characteristics of melancholia: painful sadness, withdrawal from the external world, loss of the capacity to love, decreased self-esteem, self-torture, and delusional expectations of punishment. The results show that the lyrics in this album convey the unconscious experience of loss, inner struggle, and hidden trauma experienced by the narrator. Themes such as alienation, helplessness, and resistance to social norms also emerge as forms of melancholy expression. Thus, this album can be understood not only as a personal musical expression but also as a contemporary literary narrative depicting the emotional state of the younger generation in the digital age. This research confirms that popular music deserves to be studied as a literary text containing psychological depth and social meaning
Potensi ekstrak etanol daun basil hijau (ocimum basilicum) sebagai sediaan lotion tabir surya
Paparan sinar ultraviolet (UV) dapat menyebabkan kerusakan kulit seperti penuaan dini, hiperpigmentasi, hingga kanker kulit. Sebagian besar tabir surya berbasis bahan kimia sintetis berisiko menimbulkan iritasi sehingga diperlukan alternatif bahan alami. Basil hijau (Ocimum basilicum) mengandung flavonoid, tanin, dan terpenoid yang bersifat antioksidan dan mampu menyerap sinar UV. Penelitian ini bertujuan mengembangkan lotion tabir surya berbasis ekstrak etanol daun basil hijau serta mengetahui kandungan fitokimia, kadar total fenolik, aktivitas antioksidan, nilai Sun Protection Factor (SPF), dan mutu sediaan. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi, dilanjutkan uji fitokimia, kadar fenolik total dengan metode Folin-Ciocalteu, uji antioksidan dengan metode DPPH, dan uji SPF menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Lotion diformulasikan dalam konsentrasi ekstrak 0, 1, 2, dan 3%. Hasil penelitian menunjukkan senyawa yang terkandung dalam ekstrak etanol daun basil hijau yaitu flavonoid, saponin, tanin, steroid, terpenoid, dan alkaloid. Ekstrak positif mengandung senyawa aktif dengan kadar total fenolik 34,255 mg GAE/g dan nilai IC50 sebesar 14,1979. Nilai SPF lotion meningkat seiring konsentrasi ekstrak, tertinggi pada 3% dengan nilai 0,262. Seluruh formulasi lotion memenuhi standar mutu SNI dan lotion F2 dengan konsentrasi ekstrak sebanyak 2% disukai panelis. Ekstrak etanol basil hijau berpotensi sebagai bahan aktif lotion tabir surya alami yang efektif melindungi kulit dari radiasi UV dan radikal bebas
Reflecting humility through the use of positive politeness strategies: A case of Jessica Tan in Gita Wirjawan's podcast
This study analyzes the relationship between positive politeness strategies and humility as reflected in Jessica Tan's speech on the Endgame podcast. Brown and Levinson's (1987) politeness theory explains how to maintain the face of the interlocutor in social interactions, but there is still limited research linking this strategy to the concept of humility as a personal character trait. This study aims to analyze how the use of positive politeness strategies in Jessica Tan's conversations reflects humility in communication. The study used a descriptive qualitative approach, focusing on Jessica Tan's utterances in the podcast “Inside China's Business Culture: How She Leads Half A Million Employees” on Gita Wirjawan's YouTube channel. Data was collected through documentation methods by manually transcribing the video. The analysis was conducted in three stages: identifying utterances containing positive politeness strategies, categorizing quotes into fifteen types of positive politeness strategies, and interpreting the findings through the lens of humility based on four components of humility according to Elliot (2010). The results showed a strong correlation between positive politeness strategies and components of humility: openness, self-forgetfulness, modest self-assessment, and focus on others. The most prominent strategies were giving reason, asserting common ground, being optimistic, giving gifts, noticing and attending to H, and including both S and H in activity. This study contributed to the understanding that linguistic politeness reflected deeper personality values