Sunan Gunung Djati State Islamic University Bandung

Digital Library UIN (Universitas Islam Negeri) Sunan Gunung Djati Bandung
Not a member yet
    53115 research outputs found

    Transformasi perilaku keagamaan masyarakat: Studi kasus di Kampung Cikoang Kaler Desa Jatiendah Kecamatan Cilengkrang

    Get PDF
    Transformasi perilaku keagamaan masyarakat Kampung Cikoang Kaler merupakan fenomena sosial-keagamaan yang menarik untuk dikaji, karena mencerminkan perubahan signifikan dari kondisi masyarakat yang sebelumnya memiliki tingkat pengamalan agama yang rendah menuju peningkatan praktik ibadah yang lebih baik. Perubahan ini dipicu oleh hadirnya seorang pendatang baru yang berperan aktif dalam memperkenalkan dan menggerakkan kegiatan keagamaan, terutama melalui majelis taklim. Penelitian ini bertujuan untuk memahami proses transformasi tersebut dengan menyoroti faktor-faktor yang memengaruhi serta dampaknya terhadap dimensi keagamaan masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan sosiologi agama. Sumber data diperoleh dari 10 informan. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sebagai kerangka teori, penelitian ini menggunakan lima dimensi keagamaan menurut Glock dan Stark, menunjukkan adanya kesesuaian antara teori dan temuan di lapangan yang terlihat dalam lima dimensi keagamaan, yaitu dimensi keyakinan, praktik ibadah, pengalaman keagamaan, pengetahuan, dan konsekuensi. Dari kelima dimensi tersebut, empat di antaranya menunjukkan kesesuaian antara teori dan realitas di lapangan, yaitu dimensi keyakinan, praktik ibadah, pengalaman keagamaan, dan pengetahuan. Sementara itu, satu dimensi yang tidak menunjukkan kesesuaian adalah dimensi konsekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi perilaku keagamaan masyarakat terutama terlihat pada peningkatan keyakinan, kualitas praktik ibadah, pengalaman spiritual, dan pengetahuan agama, sementara aspek konsekuensi sosial masih belum mengalami perubahan signifikan. Penelitian ini menunjukkan bahwa transformasi perilaku keagamaan masyarakat di Kampung Cikoang Kaler dipengaruhi oleh beberapa faktor penting. Kegiatan keagamaan melalui majelis taklim menjadi penggerak utama dalam proses perubahan tersebut. Selain itu, kesadaran individu untuk memperbaiki diri dalam beragama juga turut mendorong perubahan yang terjadi. Faktor lain yang tidak kalah penting adalah kehadiran seorang pendatang yang secara aktif mengajak dan memberikan teladan kepada masyarakat untuk menjalani kehidupan keagamaan yang lebih baik

    Menghitung nilai premi asuransi nelayan menggunakan Generalized Linear Model dan Copula

    Get PDF
    Indonesia sebagai negara maritim dengan sektor perikanan yang besar menghadapi tantangan dalam melindungi nelayan dari risiko kecelakaan kerja. Salah satu upaya yang telah dilakukan adalah menyediakan program asuransi nelayan. Namun, penetapan premi yang akurat untuk asuransi ini masih menjadi masalah utama. Penelitian ini mengembangkan model perhitungan premi asuransi nelayan dengan menggabungkan Generalized Linear Model (GLM) dan Copula menggunakan data klaim aktual dari perusahaan asuransi nelayan. Hasil analisis menunjukkan bahwa distribusi Poisson dengan prediktor Jenis Klaim (p < 0.001) dan Usia (p = 0.04) paling sesuai untuk memodelkan frekuensi klaim, sementara distribusi Gamma dengan prediktor Jenis Klaim (p = 0.05) optimal untuk besar klaim. Pemodelan copula berhasil mengukur ketergantungan risiko, dengan hasil simulasi menunjukkan bahwa Gumbel Copula memberikan hasil terbaik dalam simulasi dan menghasilkan estimasi premi yang secara signifikan 15% lebih akurat dibandingkan metode konvensional. Temuan ini tidak hanya memberikan kontribusi metodologis dalam ilmu aktuaria, tetapi juga menawarkan kerangka kerja praktis bagi pengembangan produk asuransi nelayan yang lebih berkelanjutan di Indonesia. Indonesia, as a maritime country with a large fishing sector, faces challenges in protecting fishermen from occupational accident risks. One of the efforts that has been made is to provide a fishermen's insurance program. However, setting accurate premiums for this insurance remains a major issue. This study developed a model for calculating fishermen's insurance premiums by combining the Generalized Linear Model (GLM) and Copula using actual claim data from fishermen's insurance companies. The analysis results indicate that the Poisson distribution with predictors Claim Type (p < 0.001) and Age (p = 0.04) is most suitable for modeling claim frequency, while the Gamma distribution with predictors Claim Type (p = 0.005) is optimal for claim size. Copula modeling successfully quantified risk dependence, with simulation results showing that the Gumbel Copula provided the best results in simulations and produced premium estimates that were significantly 15% more accurate than conventional methods. These findings not only contribute methodologically to actuarial science but also offer a practical framework for the development of more sustainable fishermen's insurance products in Indonesia

    Bimbingan kelompok dengan teknik forum group discussion untuk meningkatkan perilaku tanggung jawab anggota Bingkai : Penelitian pada kegiatan management development program-leadership development program, badan semi otonom Bimbingan Konseling Agama Islam

    Get PDF
    Fenomena melemahnya perilaku tanggung jawab di kalangan mahasiswa, khususnya dalam konteks organisasi kemahasiswaan, menjadi tantangan serius yang memerlukan intervensi strategis. Banyak mahasiswa yang menunjukkan kesadaran terhadap tugas dan peran secara individual, namun sering kali terhambat dalam menginternalisasi tanggung jawab kolektif, sehingga berdampak pada efektivitas kerja tim dan dinamika organisasi. Kondisi ini menjadi latar belakang dilaksanakannya program bimbingan kelompok dengan teknik Forum Group Discussion (FGD) dalam kegiatan Management Development Program-Leadership Development Program yang diselenggarakan oleh BSO Bimbingan Konseling Agama Islam, UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi perilaku tanggung jawab anggota Bingkai sebelum mengikuti layanan bimbingan kelompok dengan teknik FGD, mendeskripsikan proses pelaksanaan bimbingan kelompok tersebut, serta mengevaluasi hasil pelaksanaannya dalam meningkatkan perilaku tanggung jawab anggota organisasi. Penelitian ini didasarkan pada landasan teoritis Bimbingan Kelompok menurut Corey, teori FGD oleh Surya dan Natawidjaja, serta konsep tanggung jawab dalam perspektif Islam yang diuraikan oleh Al-Ghazali dan Abdullah Nashih Ulwan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum mengikuti program, perilaku tanggung jawab anggota Bingkai masih terbatas pada kesadaran individual dan kurang terintegrasi secara kolektif dalam dinamika organisasi. Namun, setelah mengikuti program bimbingan kelompok dengan teknik FGD, terjadi peningkatan signifikan dalam aspek kedisiplinan, komitmen, kepedulian terhadap tujuan bersama, konsisten, kemampuan menyelesaikan masalah, serta kemampuan refleksi diri. Pendekatan FGD yang partisipatif dan reflektif berhasil menciptakan ruang belajar yang kondusif bagi anggota untuk memahami dan menghayati makna tanggung jawab secara lebih mendalam, baik dalam konteks individu maupun tim. Dapat disimpulkan bahwa bimbingan kelompok dengan teknik FGD dalam program MDP-LDP Bingkai memberikan kontribusi nyata dalam menumbuhkan perilaku tanggung jawab anggota secara terarah dan aplikatif, sehingga mendukung terciptanya budaya organisasi yang kolaboratif dan produktif

    Penerapan pembelajaran Imla' Manqul terhadap peningkatan keterampilan menulis siswa: Penelitian di MI Matla'ul Athfal Cilengkrang Bandung

    Get PDF
    تُعَدُّ مهارة الكتابة في اللغة العربية من المهارات الأساسية التي يجب إتقانها منذ المرحلة الابتدائية. ولكن في الواقع، لا يزال كثير من تلاميذ المرحلة الابتدائية في مدرسة مطلع الأطفال الإسلامية الإبتدائية شيلينجرانج باندونج يواجهون صعوبات في الكتابة الصحيحة. ويعود ذلك إلى ضعف فهمهم لقواعد الكتابة، بالإضافة إلى استخدام أساليب التعليم التقليدية التي تفتقر إلى التدريب العملي. ومن هنا برزت أهمية أسلوب الإملاء المنقول، الذي يُمكّن التلاميذ من التدرب على نسخ النصوص تحت إشراف المعلم، مما يعزز دقتهم وقدرتهم على الكتابة الصحيحة. وتهدف هذا البحث إلى اختبار فاعلية هذا الأسلوب لدى تلاميذ الصف الرابع في مدرسة مطلع الأطفال الإبتدائية باندونج، باستخدام منهج شبه تجريبي، إضافة إلى تحليل العوامل التي تؤثر في نجاح تطبيقه، بما يسهم لترقية مهارة كتابة التلاميذ في المرحلة الأساسية. ويهدف هذا البحث إلى تحقيق ثلاثة أغراض رئيسية. أولا، معرفة قدرة التلاميذ في الصف التجريبي على مهارة الكتابة قبل تطبيق تعليم الإملاء المنقول، وكذلك معرفة قدرة التلاميذ على مهارة الكتابة في الصف الضبطي قبل التطبيق. ثانيا، تحديد قدرة التلاميذ في الصف التجريبي على مهارة الكتابة بعد تطبيق تعليم الإملاء المنقول، بالإضافة إلى معرفة قدرة التلاميذ في الصف الضبطي بعد التطبيق. وثالثا، معرفة مدى ترقية قدرة التلاميذ على مهارة الكتابة في الصف التجريبي من خلال تطبيق تعليم الإملاء المنقول، مقارنة بترقية قدرة التلاميذ على مهارة الكتابة في الصف الضبطي. يعتمد هذا البحث على أساس التفكير أن تطبيق تعليم الإملاء المنقول لترقية مهارة الكتابة يؤثر على قدرة التلاميذ على الكتابة لأن بينها علاقة واضحة. فيعرض الباحث الفرضية المقررة أن تطبيق تعليم الإملاء المنقول يرقي مهارة الكتابة. الطريقة المستخدمة في هذا البحث هي طريقة شبه التجربة بتصميم مجموعتين هما الصف التجريبي و الصف الضبطي على أساس الاختبار القبلي والاختبار البعدي. أما أساليب جمع البيانات فهي الملاحظة والمقابلة والاختبار والتوثيق والدراسة المكتبية. تشمل البيانات في هذا البحث على البيانات النوعية التي تحلل منطقيا والبيانات الكمية التي تحلل إحصائيا من عينة 27 تلميذا. أظهرت نتائج هذا البحث أن مستوى مهارة الكتابة لدى التلاميذ في الصفين التجريبي والضبطي كان منخفضًا قبل تطبيق تعليم الإملاء المنقول، مما يشير إلى الحاجة لأسلوب تعليمي جديد. بعد التطبيق، تحسنت مهارة الكتابة في كلا الصفين، لكن الصف التجريبي شهد تحسنًا أكبر بفضل استخدام طريقة الإملاء المنقول، حيث بلغ متوسطه 84.24 لمتوسط 68.68 في الصف الضبطي. كما أظهر اختبار t وجود فرق دال إحصائيًا بين المجموعتين، وأكدت نتائج اختبار N-Gain أن التحسن في الصف التجريبي أعلى (0.6654) من الصف الضبطي (0.4320)، مما يدل على فاعلية طريقة الإملاء المنقول في ترقية مهارة الكتابة على حساب بالطريقة التقليدية

    Peran Thariqoh Qadiriyah Naqsyabandiyah dalam membentuk identitas keagamaan yang toleran: Studi kasus di Pesantren Suryalaya

    Get PDF
    Thariqah Qadiriyah Naqsyabandiyah (TQN) Suryalaya merupakan salah satu tarekat besar di Indonesia yang berperan penting dalam membentuk identitas keagamaan yang toleran melalui praktik dzikir, suluk, pembinaan kejiwaan, dan program sosial seperti Inabah. Meskipun praktik-praktik sufistiknya seperti dzikir jahr, manaqiban, tawasul, dan baiat sering mendapat kritik dari kelompok Islam modernis maupun salafi, TQN Suryalaya tetap menjadi bagian integral dari tradisi Islam Nusantara yang menekankan nilai akhlak, moderasi, serta keterbukaan terhadap perbedaan. Berdasarkan konteks tersebut, penelitian ini merumuskan tiga pertanyaan utama: (1) bagaimana konsep ajaran TQN Suryalaya dalam membentuk nilai-nilai toleransi, (2) bagaimana proses internalisasi nilai-nilai tersebut kepada jamaah, dan (3) apa saja kendala yang dihadapi dalam pengajaran nilai-nilai tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami secara mendalam peran TQN Suryalaya dalam membentuk identitas keagamaan yang toleran serta mengkaji tantangan yang menyertainya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian lapangan (field research). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung terhadap aktivitas keagamaan di lingkungan Pesantren Suryalaya, wawancara mendalam dengan tokoh-tokoh tarekat dan jamaah, serta studi dokumentasi terhadap literatur yang berkaitan dengan ajaran dan aktivitas TQN Suryalaya. Analisis data dilakukan secara induktif dengan menekankan pada interpretasi makna dari data yang diperoleh, sehingga menghasilkan pemahaman yang kontekstual dan mendalam mengenai cara TQN Suryalaya membentuk identitas keagamaan yang toleran dalam kehidupan sosial dan spiritual jamaahnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep toleransi dalam ajaran TQN Suryalaya dirumuskan secara teologis melalui doktrin Tanbih dan wasiat mursyid, yang menekankan pentingnya memperbaiki diri dan tidak menghakimi ajaran lain. Nilai ini diperkuat oleh prinsip sufistik seperti cageur-bageur, kerendahan hati, dan empati. Internalisasi dilakukan melalui bimbingan mursyid, dzikir rutin (jahr dan khafi), pengajian, praktik sosial seperti rehabilitasi Inabah yang lintas agama, serta dakwah yang inklusif. Kendala yang dihadapi antara lain resistensi terhadap dzikir jahr, kurangnya pemahaman jamaah baru, dan stereotip negatif dari luar. Namun, dengan pendekatan edukatif dan lingkungan yang suportif, nilai-nilai toleransi tetap dapat ditanamkan dan diterapkan secara konsisten

    Strategi pemberdayaan dana zakat produktif melalui program Bandung Makmur di Baznas Kota Bandung dalam meningkatkan perekonomian masyarakat

    Get PDF
    Penelitian ini dilatar belakangi dengan besaran alokasi dana zakat produktif yang relatif kecil dibandingkan zakat konsumtif pada Baznas Kota Bandung. Penyaluran dana zakat produktif ditargetkan mencapai 50% dari total dana yang dimiliki pada tahun 2023, tetapi realiasasi penyaluran hanya mencapai 7%. Mengingat potensi yang tinggi dari zakat produktif, realisasi tersebut terbilang jauh dari target. Oleh karenanya dibutuhkan strategi yang tepat dalam memberdayakan dana zakat produktif melalui program Bandung Makmur. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi pemberdayaan dana zakat produktif melalui program Bandung Makmur di Baznas Kota Bandung dalam meningkatkan perekonomian masyarakat beserta faktor pendukung dan penghambatnya. Kerangka pemikiran dalam penelitian ini berdasarkan pada teori strategi pemberdayaan menurut Edi Suhartono (2008) dan teori strategi pemberdayaan zakat produktif menurut Astuti Patminingsih (2020). Kemudian pelaksanaan pemberdayaan dan pendayagunaan zakat produktif di Baznas Kota Bandung berdasarkan pada Peraturan Baznas No. 3 Tahun 2018 tentang Pendistribusian dan Pendayagunaan Zakat. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu dengan menggunakan metode wawancara, observasi, dokumentasi, dan studi pustaka yang selanjutnya akan dianalisis hingga mencapai kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Strategi pemberdayaan dana zakat produktif melalui program Bandung Makmur secara garis besar dibagi menjadi tiga program, yaitu pelatihan keterampilan, bantuan pinjaman modal program BMD (Baznas Microfinance Desa), dan pemberian bantuan modal usaha (Z-Chicken dan Z-Auto). Implementasi strategi pemberdayaan dana zakat produktif di Baznas Kota Bandung telah sesuai dengan PERBAZNAS No. 3 Tahun 2018, tetapi pelaksanaan pemberdayaan masih belum maksimal, dikarenakan masih banyak potensi jenis usaha yang masih belum diprogramkan oleh Baznas Kota Bandung. 2) Faktor pendukung strategi pemberdayaan zakat produktif: perencanaan yang matang, kerja sama yang baik dengan stakeholder, ketersediaan dana zakat yang cukup tinggi, partisipasi mustahik yang tinggi, pemanfaatan teknologi dalam pengumpulan zakat, dukungan dari pemerintah Kota Bandung, dan peluang kerja sama dengan pihak lain, dan landasan hukum yang kuat. Sedangkan faktor penghambat: kurangnya pengetahuan masyarakat tentang program Baznas, kebutuhan zakat konsumtif lebih besar, pengembangan program yang sulit, manajemen keuangan mustahik yang kurang, minimnya tenaga profesional dalam pelatihan mustahik, pemerintah belum terlibat dalam pendampingan mustahik

    Stragei pemasaran konten dan interaksi sosial terhadap keputusan pembelian fashion di Platform Shopee

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Strategi Pemasaran Konten dan Interaksi Sosial Dalam Meningkatkan Keputusan Pembelian produk Fashion Di Platform Shopee, dengan studi kasus pada mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Latar belakang penelitian ini didasari oleh pesatnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang mengubah pola belanja konsumen dari konvensional ke daring, menjadikan e-commerce sebagai industri dengan pertumbuhan tercepat di Indonesia. Shopee, sebagai salah satu pemain utama di pasar ecommerce Indonesia, memiliki kategori fesyen yang sangat diminati, namun persaingan yang ketat menuntut strategi pemasaran yang efektif. Pemasaran konten, yang mencakup video promosi, ulasan produk, tutorial, dan kolaborasi dengan influencer, diakui sebagai strategi penting untuk membangun kesadaran merek dan memengaruhi keputusan pembelian. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif dan verifikatif. Populasi penelitian adalah seluruh mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Sunan Gunung Djati Bandung yang berjumlah 2.922 orang. Sampel penelitian diambil sebanyak 97 responden menggunakan teknik pengambilan sampel non-probabilitas dengan metode pengambilan sampel secara sengaja (purposive sampling) berdasarkan Teori Roscoe. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan melalui Google Form, sementara data sekunder diperoleh dari studi kepustakaan. Analisis data dilakukan menggunakan program SPSS versi 26, meliputi uji statistik deskriptif, uji validitas, uji reliabilitas, analisis regresi linier berganda, dan uji hipotesis (uji parsial t dan uji simultan F). Hasil penelitian menunjukan bahwa : ● Strategi Pemasaran Konten (X1) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Keputusan Pembelian (Y). Hal ini dibuktikan dengan nilai signifikansi uji parsial (uji t) sebesar 0,000 ( t tabel 1,661), serta koefisien regresi sebesar 0,154. Ini mengindikasikan bahwa konten yang kreatif, relevan, dan informatif secara nyata meningkatkan minat beli konsumen. ● Interaksi Sosial (X2) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Keputusan Pembelian (Y). Hasil uji parsial (uji t) menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 ( t tabel 1,661), dengan koefisien regresi sebesar 0,593. Ini menunjukkan bahwa interaksi sosial, seperti ulasan dan rekomendasi, sangat efektif dalam memengaruhi keputusan pembelian. ● Secara simultan, Strategi Pemasaran Konten (X1) dan Interaksi Sosial (X2) berpengaruh signifikan terhadap Keputusan Pembelian (Y). Uji simultan (uji F) menghasilkan nilai f hitung sebesar 93,412 ( > f tabel 3,09) dengan signifikansi 0,000 ( < 0,05). Koefisien determinasi (R²) sebesar 81,6% menunjukkan bahwa kedua variabel bebas ini memberikan kontribusi yang tinggi dalam menjelaskan variasi keputusan pembelian, sementara 18,4% dijelaskan oleh faktor lain di luar model penelitian. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa baik strategi pemasaran konten maupun interaksi sosial memiliki peran penting dan signifikan dalam meningkatkan keputusan pembelian fesyen di platform Shopee, baik secara parsial maupun simultan. Implikasi praktis dari penelitian ini adalah pentingnya bagi pelaku bisnis fesyen di Shopee untuk terus berinovasi dalam menciptakan konten yang menarik dan bermanfaat, serta memanfaatkan interaksi sosial untuk membangun kepercayaan dan mendorong pembelian

    Motivasi belajar dan Self Regulated Learning sebagai prediktor prokrastinasi akademik pada mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung

    No full text
    Prokrastinasi akademik merupakan masalah yang sering dialami mahasiswa dalam menyelesaikan tugas perkuliahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran motivasi belajar dan self-regulated learning sebagai prediktor prokrastinasi akademik pada mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan regresi linear berganda terhadap 352 mahasiswa penyusun skripsi. Instrumen yang digunakan yaitu Academic Motivation Scale (AMS), skala Self-Regulated Learning, dan Multidimensional Academic Procrastination Scale (MAPS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan motivasi belajar tidak berperan signifikan dalam memprediksi prokrastinasi akademik. Namun, melalui analisis parsial yang menilai setiap dimensi secara terpisah, ditemukan bahwa motivasi intrinsik berperan sebagai prediktor prokrastinasi akademik (p = 0,041). Selain itu, self-regulated learning berperan secara signifikan sebagai prediktor (p = 0,001). Secara simultan, motivasi belajar dan self-regulated learning berkontribusi sebesar 83,7% terhadap prokrastinasi akademik pada mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung

    Manajemen krisis humas PT Kereta Api Indonesia (persero) pada kasus kecelakaan ka turangga dengan ka Commuter Line Bandung Raya Januari 2024

    Get PDF
    Insiden kecelakaan KA Turangga dengan KA Commuter Line Bandung Raya pada 5 Januari 2024 menjadi perhatian publik karena mengakibatkan korban jiwa dan mengganggu sistem layanan transportasi. Dalam situasi krisis seperti ini, peran Humas sebagai pengelola komunikasi menjadi sangat penting untuk merespons tekanan dari publik, menjembatani informasi antara perusahaan dan masyarakat, serta menjaga stabilitas reputasi perusahaan. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji bagaimana strategi komunikasi krisis dijalankan oleh Humas PT Kereta Api Indonesia dalam merespons dan memulihkan krisis tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui persiapan Humas PT. Kereta Api untuk mengantisipasi terjadinya krisis kecelakaan (pra krisis), proses tindakan yang dilakukan Humas PT. Kereta Api Indonesia saat terjadi kecelakaan KA Turangga dengan KA Commuter Line Bandung Raya (respon krisis). Dan proses pemulihan reputasi pasca krisis yang dilakukan oleh Humas PT. Kereta Api Indonesia pada kasus kecelakaan KA Turangga dengan KA Commuter Line Bandung Raya (pasca krisis). Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan observasi. Teori yang diterapkan dalam penelitian ini yaitu teori Situational Crisis Communication Theory (SCCT) yang dikembangkan oleh W. Timothy Coombs dam Sherry J. Holladay. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen krisis Humas PT Kereta Api Indonesia berjalan secara terstruktur melalui tiga tahap utama yaitu pra-krisis, respon krisis, dan pasca-krisis. Pada tahap pra-krisis, Humas PT KAI melakukan empat tahap. Pertama, mengategorisasikan krisis. Kedua, menentukan channel yang tepat. Ketiga, penunjukan Spokesperson. Keempat, media monitoring. Pada tahap respon krisis, Humas PT KAI melakukan lima tahap. Pertama, Pengelolaan Informasi. Kedua, penyampaian informasi kepada pelanggan. Ketiga, Handling Media Konvensional. Keempat, Handling Media Sosial. Kelima, Tanggung Jawab. Tahap pasca-krisis difokuskan pada pemulihan reputasi melalui dua tahap. Pertama, melakukan monitoring tren pemberitaan. Kedua, melakukan edukasi keselamatan gabungan

    Kritik Mohammad Hatta dan Hamka terhadap kekuasaan Soekarno dalam demokrasi terpimpin (1959-1966)

    Get PDF
    Penelitian ini berangkat dari fenomena pemusatan kekuasaan dalam sistem Demokrasi Terpimpin (1959–1966) di bawah kepemimpinan Soekarno. Pada periode tersebut, kekuasaan presiden sangat dominan melalui penerapan ManipolUSDEK, konsep Nasakom, serta penguatan peran PKI dalam politik nasional.Kondisi ini menimbulkan problem demokrasi karena prinsip checks and balances terabaikan, lembaga legislatif dan yudikatif terpinggirkan, serta kebebasan rakyat dibatasi. Permasalahan tersebut menimbulkan beragam kritik dari para tokoh bangsa, termasuk Mohammad Hatta dan Hamka. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis kebijakan Soekarno di masa Demokrasi Terpimpin serta mengidentifikasi bentuk kritik yang dilancarkan oleh Mohammad Hatta dan Hamka terhadap kekuasaan Soekarno dalam Demokrasi Terpimpin (1959-1960). Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah, dengan tahapan heuristik (pengumpulan data/sumber), kritik (uji dan verifikasi sumber),interpretasi (penafsiran terhadap sumber) dan historiografi (penulisan sejarah). Teori yang digunakan adalah Challenge and Response Arnold Toynbee, dengan memposisikan kebijakan Soekarno sebagai challenge dan kritik Hatta-Hamka sebagai response. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan-kebijakan yang diberlakukan Soekarno di masa Demokrasi Terpimpin yaitu adanya perubahan struktur dan lembaga negara yang membuat hilangnya prinsip checks and balances, ideologi nasakom, penerapan konsep Manipol-Usdek dan kebijakan ekonomi yang membuat kondisi ekonomi merosot. kritik yang dilancarkan oleh Mohammad Hatta terhadap Kekuasaan Soekarno dalam Demokrasi Terpimpin (1959-1966) dilakukan dari perspektif konstitusionalisme dan prinsip demokrasi melalui media Essay Demokrasi Kita dan surat-surat pribadi kepada Soekarno. Adapun yang menjadi pokok kritik adalah tentang konsep Demokrasi Terpimpin, ideologi Nasakom dan juga kebijakan ekonomi dimasa itu. Sementara Hamka melakukan kritiknya berakar pada landasan moral dan ideologi Islam, melalui Majalah Panji Masyarakat dan juga Tafsir Al-Azhar. Hal yang menjadi sorotan Hamka adalah konsep Demokrasi Terpimpin, konsep nasakom dan pembungkaman Islam. Kedua tokoh ini, meskipun dengan latar belakang dan fokus yang berbeda, sama-sama mewakili suara oposisi moral dan intelektual yang berani di tengah rezim yang semakin otoriter. Keduanya, meskipun tidak secara langsung mengguncang stabilitas rezim Soekarno, berhasil menyumbang narasi tandingan terhadap hegemoni negara, serta menjadi simbol penting oposisi moral dan intelektual pada masa itu. Presiden Soekarno merespon kritik Hatta dengan tidak lagi melibatkannya dalam pemerintahan dan setiap kritik Hatta tidak ditangapi. Sementara terhadap Hamka, ia dituduh akan melakukan kudeta sehingga pada akhirnya ditangkap dan ditahan

    50,733

    full texts

    53,115

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Digital Library UIN (Universitas Islam Negeri) Sunan Gunung Djati Bandung is based in Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇