Sunan Gunung Djati State Islamic University Bandung
Digital Library UIN (Universitas Islam Negeri) Sunan Gunung Djati BandungNot a member yet
53115 research outputs found
Sort by
Manajemen inovasi manasik haji melalui Program Takhassus Kulliyatil Muballighin (TKM): Penelitian pada kegiatan Takhassus Kulliyatil Muballighin (TKM) yang diselenggarakan oleh Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIHU) Assyakur Kota Bandung tahun 2024
Manajemen inovasi mengarahkan proses inovasi untuk menciptakan keunggulan khusus yang berkelanjutan. Pentingnya manajemen inovasi adalah kesadaran akan perlunya aliran ide baru yang cepat dan teratur serta penyampaian ide tersebut kepada khalayak sebagai langkah mengantisipasi perkembangan dunia yang cepat, kompleks, dan dinamis. Manasik haji ialah suatu kegiatan yang di dalamnya terdapat seseorang yang memberikan pengarahan, petunjuk dan penjelasan untuk bekal calon jemaah haji agar dapat melaksanakan rukun, wajib dan tata cara ibadah haji dengan baik dan benar. Sedangkan Takhassus Kulliyatil Muballighin program pendidikan yang dirancang untuk mempersiapkan individu menjadi pendakwah yang kompeten dan profesional. Dengan tujuan untuk melahirkan muballigh yang tidak hanya memiliki pengetahuan yang mendalam tentang agama, tetapi juga keterampilan dalam menyampaikan pesan dakwah secara efektif dan efisien.
Penelitian ini membahas mengenai manajemen inovasi pada kegiatan manasik haji melalui Takhassus Kulliyatil Muballighin di KBIHU Assyakur. Tujuannya adalah menggambarkan difusi inovasi dalam kegiatan tersebut meliputi: pengetahuan inovasi baru, proses manajemen implementasi dan konfirmasi inovasi baru, Tingkat penerimaan peserta terhadap inovasi baru dalam persuasi dan keputusan dengan fokus pada pengumpulan data melalui metode kualitatif deskriptif, seperti wawancara, observasi, dan studi dokumentasi.
Penelitian ini menggunakan teori manajemen inovasi dalam suatu aktivitas dapat mengambil konsep dari teori difusi inovasi yang dikemukakan oleh Everet M. Rogers yang menyatakan bahwa difusi adalah proses di mana suatu inovasi disebarkan melalui saluran tertentu dalam kurun waktu implementasi tertentu di antara anggota dalam suatu kelompok dan dapat diterima.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen inovasi yaitu difusi inovasi dalam pelaksanaan kegiatan manasik haji melalui Takhassus Kulliyatil Muballighin di Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Assyakur diharapkan dapat memberikan gambaran tentang bagaimana KBIHU Assyakur mengelola pengetahuan inovasi, proses implementasi dan konfirmasi inovasi, serta tingkat penerimaan peserta terhadap inovasi baru dalam manasik haji.
Adapun temuan dari penelitian ini yaitu bahwa jika manajemen inovasi yang dilakukan suatu lembaga dilaksanakan dengan landasan pengetahuan inovasi baru berbentuk dua program, kemudian belum ditindaklanjut dengan implementasi dan konfirmasi inovasi baru tersebut, maka penerimaan peserta terhadap inovasi baru masih berupa irisan, membutuhkan target waktu untuk mengintegrasikan kedua program tersebut
Pengaruh kompetensi dan motivasi terhadap Kinerja Karyawan dengan lingkungan kerja sebagai pemoderasi pada PT. Kiyokuni Indonesia
Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh kompetensi dan motivasi terhadap kinerja karyawan dengan lingkungan kerja sebagai variabel moderasi pada PT. Kiyokuni Indonesia.
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh ketidakkonsistenan hasil penelitian terdahulu mengenai pengaruh kompetensi dan motivasi terhadap kinerja. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif verifikatif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian adalah seluruh karyawan Departemen Quality Control pada PT. Kiyokuni Indonesia yang berjumlah 110 karyawan, dengan teknik pengambilan sampel jenuh sehingga seluruh populasi dijadikan sampel penelitian. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner, sedangkan analisis data menggunakan uji instrumen penelitian, analisis deskriptif, analisis regresi berganda, serta Moderated Regression Analysis (MRA) untuk menguji peran lingkungan kerja sebagai variabel moderasi, dibantu dengan program SPSS versi 31.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan uji parsial (uji t), variabel kompetensi (X₁) berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan, serta variabel motivasi (X₂) juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Lingkungan kerja (Z) terbukti tidak memoderasi hubungan antara kompetensi dan motivasi terhadap kinerja,
Nilai koefisien determinasi (R²) menunjukkan bahwa variabel kompetensi mampu menjelaskan sebagian besar variasi kinerja karyawan sebesar 12.4% dan motivasi sebesar 19.8% sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian ini
Perbandingan hasil belajar menggunakan model Read, Answer, Discuss, Explain, And Create (RADEC) dengan model Project Based Learning (PjBL) pada materi sistem reproduksi
Hasil belajar siswa merupakan indikator penting dalam menilai keberhasilan pembelajaran. Berdasarkan observasi, ditemukan bahwa hasil belajar siswa masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan hasil belajar antara menggunakan model RADEC dengan PjBL pada materi sistem reproduksi. Metode yang digunakan quasi experiment dengan desain non-equivalent multiple group, pengambilan sample dengan cara purposive sampling melibatkan 32 pada kelas ekperimen 1 dan 32 siswa dari kelas eksperimen 2. Instrumen penelitian meliputi soal pilihan ganda dengan indikator hasil belajar yaitu C4 (menganalisis) dan C5 (mengevaluasi), lembar observasi, asesmen produk, dan refleksi siswa. Hasil penelitian menunjukkan keterlaksanaan aktivitas guru dan siswa pada kelas RADEC mencapai 95,1% dan 95,4% sedangkan kelas PjBL sebesar 94,6% dan 94,5% semuanya dalam kategori sangat baik. Rata-rata posttest siswa RADEC lebih tinggi (84) dibanding PjBL (78) dengan hasil uji hipotesis menunjukkan perbedaan signifikan (sig. 0,000 < 0,005) maka H1 diterima dan H0 ditolak. Rata- rata nilai asesmen produk pada kelas RADEC sebesar 80% (baik) dan PjBL 75% (cukup baik). Refleksi siswa pada kelas dengan model RADEC cenderung memiliki persentase lebih tinggi pada kriteria sangat baik dibandingkan kelas PjBL. Implikasi pembelajaran dengan model RADEC dengan model PjBL meningkatkan hasil belajar dan dapat menjadi alternatif strategi pembelajaran abad 21
Efektivitas metode Totally Phisycal Respon (TPR) dalam meningkatkan keterampilan berbicara siswa pada mata pelajaran bahasa Arab di MI
Penelitian ini dilatarbelakangi berdasarkan observasi, bahwa terdapat masalah mendasar. Dimana siswa kelas III belum dapat berbicara bahasa Arab dengan baik, terutama dalam kepercayaan diri untuk berbicara bahasa Arab, pengucapan kalimat yang masih terbata bata, intonasi percakapan yang rancu, dan tidak komunikatif.
Tujuan penelitian ini adalah 1)Untuk mengetahui keterampilan berbicara siswa kelas III pada mata pelajaran bahasa Arab dengan menggunakan metode pembelajaran totally physical respon, 2) Untuk mengetahui keterampilan berbicara siswa kelas III pada mata pelajaran bahasa Arab dengan menggunakan metode pembelajaran hiwar, 3) Untuk mengetahui peningkatan keterampilan berbicara bahasa Arab siswa yang menggunakan metode Totally Phisycal Respon lebih baik daripada peningkatan keterampilan berbicara bahasa Arab siswa yang menggunakan metode pembelajaran Hiwar, Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan kuantitatif dengan menggunakan metode penelitian kuasi eksperimen. Penelitian ini dilaksankan pada peserta didik kelas III di MI Condong Kota Tasikmalaya yang terdiri dari 45 siswa. Data penelitian ini diperoleh dari, pretest dan posttest , observasi dan dokumentasi.
Dengan hipotesis penelitian peningkatan keterampilan berbicara siswa yang menerapkan metode totally physical respon lebih baik daripada yang menerapkan metode hiwar. Hasil penelitian menunjukan bahwa 1) Keterampilan berbicara siswa yang menggunakan metode totally physical response nilai rata-rata pretestnya sebesar 39 berada pada kategori gagal, Lalu setelah diterapkan metode pembelajaran totally physical respon menjadi meningkat. Dilihat dari rata-rata nilai posttest sebesar 90 berada dalam kategori sangat baik, 2) Keterampilan berbicara siswa yang menggunakan metode hiwar nilai rata-rata pretestnya sebesar 38 berada pada kategori gagal, Lalu untuk rata-rata nilai posttest sebesar 50 berada dalam kategori kurang, 3) Peningkatan keterampilan berbicara bahasa Arab siswa setelah menggunakan metode pembelajaran totally physical respon lebih baik daripada yang menggunakan metode pembelajaran hiwar, hal ini dibuktikan dengan uji Man-whitney yang menunjukan nilai Asymp. Sig. 0,001 (kurang dari 0,05)
Pembelajaran berbasis proyek simulasi hujan asam menggunakan Arduino untuk meningkatkan keterampilan berpikir kreatif dan literasi digital peserta didik pada materi pencemaran udara
Pembelajaran IPA dapat meningkatkan keterampilan berpikir kreatif dan literasi digital siswa, namun pemanfaatan teknologi sederhana seperti Arduino masih terbatas. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui perbedaan keterampilan berpikir kreatif dan literasi digital peserta didik pada pembelajaran berbasis proyek simulasi hujan asam menggunakan Arduino pada materi pencemaran udara. Jenis penelitian ini adalah kuasi eksperimen dengan desain pretest-posttest control group. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas VII dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlaksanaan pembelajaran di kelas eksperimen dan kelas kontrol menunjukkan kategori sangat baik, baik dari aktivitas guru maupun peserta didik. Terdapat perbedaan keterampilan berpikir kreatif kelas eksperimen dan kelas kontrol dengan nilai N-Gain sebesar 0,55, dan literasi digital kelas eksperimen sebesar 59,23 pada kategori sedang. Hasil Uji-t menunjukkan hubungan positif antara keterampilan berpikir kreatif dan literasi digital dengan nilai korelasi sebesar 0,358. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan model pembelajaran berbasis teknologi untuk meningkatkan keterampilan berpikir kreatif dan literasi digital siswa di sekolah
Strategi komunikasi Humas DISPUSIPDA Provinsi Jawa Barat dalam meningkatkan citra melalui pelayanan prima (Service of Excellent)
Strategi komunikasi humas berperan penting dalam mendukung aktivitas organisasi, khususnya dalam menyampaikan informasi dan membangun kepercayaan publik di era keterbukaan informasi. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 menuntut lembaga pemerintah, termasuk DISPUSIPDA Jawa Barat, untuk menerapkan transparansi, akuntabilitas, dan pelayanan prima berorientasi kepuasan masyarakat. Komitmen ini dibuktikan dengan capaian predikat Badan Publik Informatif dari Komisi Informasi Provinsi Jawa Barat selama tiga tahun berturut-turut (2021–2023), yang menegaskan peran strategi komunikasi humas dalam membangun citra positif melalui pelayanan prima kepada masyarakat.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi Humas DISPUSIPDA Jawa Barat dalam meningkatkan citra lembaga melalui pelayanan prima (service of excellent), dengan mengkaji tentang proses identifikasi masalah, perencanaan program, pelaksanaan dan pengkomunikasian, serta evaluasi kegiatan program layanan yang dijalankan DISPUSIPDA Jawa Barat.
Penelitian ini menggunakan model Four-Step Public Relations dari Cutlip, Center, dan Broom, yang terdiri atas empat tahapan utama: identifikasi masalah (defining the problem), perencanaan dan pemrograman (planning and programming), pelaksanaan dan pengkomunikasian (taking actions and communicating), dan evaluasi program (evaluating the program). Model ini dijadikan kerangka acuan untuk melihat sejauh mana strategi komunikasi Humas DISPUSIPDA dilaksanakan secara sistematis dalam upaya meningkatkan citra positif lembaga.
Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Data yang diperoleh kemudian dianalisis untuk menggambarkan penerapan strategi komunikasi humas secara mendalam.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tahap identifikasi masalah, Humas DISPUSIPDA melakukan analisis tren dan isu, analisis hambatan dan kendala, serta analisis laporan pengaduan masyarakat sebagai dasar perumusan strategi. Pada tahap perencanaan dan pemrograman, dilakukan content Planning, analisis sasaran audiens, perancangan pesan dan tema konten, serta penyusunan anggaran dan rencana kerja. Tahap pelaksanaan dan pengkomunikasian melakukan pembuatan konten, dokumentasi, dan press release, penyebaran konten dan informasi, pelaksanaan pelayanan prima terpadu, pelaksanaan program utama humas,mempromosikan program DISPUSIPDA Jawa Barat, koordinasi antar bidang dan pimpinan lembaga, serta penyaluran keluhan masyarakat ke setiap bidang terkait. Sedangkan pada tahap evaluasi program, dilakukan monitoring laporan pengaduan, evaluasi internal humas, evaluasi kualitas pelayanan DISPUSIPDA Jawa Barat serta melakukan survei kepuasan publik dan indeks kepuasan masyarakat
Pengaruh elemen Visual Infografik @lpmsuaka terhadap minat mahasiswa Membaca Berita : Penelitian pada mahasiswa Jurnalistik UIN Sunan Gunung Djati Bandung
INDONESIA :
Perkembangan teknologi digital telah mendorong media massa, termasuk lembaga pers mahasiswa, untuk mengadaptasi cara penyampaian informasi yang lebih visual dan interaktif. Salah satu bentuk inovatif yang banyak digunakan adalah infografik, yaitu media visual yang menggabungkan teks, gambar, warna, dan tipografi dalam menyampaikan pesan secara ringkas, jelas, dan menarik.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pengaruh elemen visual dalam infografik yang diunggah oleh akun Instagram @lpmsuaka terhadap minat mahasiswa dalam membaca berita. Elemen visual yang diteliti meliputi tiga aspek utama: warna, gambar, dan tipografi.
Penelitian ini menggunakan teori Uses and Gratifications untuk menganalisis bagaimana infografik sebagai media visual dapat memenuhi kebutuhan informasi, hiburan, dan identitas personal audiens.Teori ini dipilih karena dapat membantu memahami bagaimana audiens meggunakan media untuk memenuhi kebutuhan mereka dan bagaimana elemen visual dapat mempengaruhi minat audiens dalam membaca berita.
Metode yang digunakan adalah survei kuantitatif dengan pendekatan deskriptif dan korelasi. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada 88 mahasiswa Jurnalistik UIN Sunan Gunung Djati Bandung angkatan 2021–2024 yang telah terpapar infografik dari @lpmsuaka. Analisis dilakukan untuk melihat pengaruh masing-masing elemen visual terhadap variabel minat baca.
Oke, aku gabungkan dan perkuat kedua paragraf itu, lalu menambahkan pembukaan yang menegaskan pengaruh keseluruhan elemen visual, supaya hasilnya padu dan kuat untuk bab hasil skripsi.
Secara keseluruhan, elemen visual memiliki pengaruh yang signifikan terhadap minat mahasiswa dalam membaca berita, khususnya melalui infografik di media sosial. Berdasarkan nilai koefisien regresi (B), elemen gambar (X2) memiliki pengaruh paling besar (B = 0,977), diikuti oleh tipografi (X3) dengan B = 0,631, dan warna (X1) dengan B = 0,615. Hasil ini menegaskan bahwa gambar atau ilustrasi merupakan elemen visual yang paling efektif dalam menarik perhatian, mempermudah pemahaman, dan menyampaikan informasi secara cepat. Tipografi berperan penting dalam menjaga keterbacaan dan memberikan kenyamanan saat membaca, sedangkan warna berfungsi sebagai penunjang visual yang membentuk atmosfer dan meningkatkan ketertarikan audiens. Dengan demikian, penggunaan elemen visual yang tepat, seimbang, dan saling melengkapi menjadi faktor krusial dalam membangun minat membaca, terutama di kalangan mahasiswa yang merupakan pengguna aktif media sosial dan konsumen informasi digital.
ENGLISH :
The development of digital technology has encouraged the mass media, including student press organizations, to adapt to more visual and interactive ways of conveying information. One innovative form widely used is infographics, a visual medium that combines text, images, color, and typography to convey messages concisely, clearly, and engagingly.
This study aims to determine the extent to which visual elements in infographics posted by the Instagram account @lpmsuaka influence students' interest in reading news. The visual elements studied include three main aspects: color, images, and typography.
This study uses the Uses and Gratifications theory to analyze how infographics as a visual medium can meet the audience's needs for information, entertainment, and personal identity. This theory was chosen because it can help understand how audiences use media to meet their needs and how visual elements can influence audience interest in reading news.
The method used was a quantitative survey with a descriptive and correlational approach. Data was collected through the distribution of questionnaires to 88 Journalism students at UIN Sunan Gunung Djati Bandung from the 2021–2024 cohort who had been exposed to infographics from @lpmsuaka. Analysis was conducted to examine the influence of each visual element on the reading interest variable.
Overall, visual elements have a significant influence on students interest in reading the news, especially through infographics on social media. Based on the regression coefficient values (B), the image element (X2) has thegreatest influence (B = 0.977), followed by typography (X3) with B = 0.631, and color (X1) with B = 0.615. These results confirm that images or illustrations are the most effective visual elements in capturing attention, facilitating understanding, and conveying information quickly. Typography plays an important role in maintaining readability and providing comfort when reading, while color serves as a visual support that creates atmosphere and increases audience interest. Thus, the use of
appropriate, balanced, and complementary visual elements is a crucial factor in building reading interest, especially among students who are active users of social media and consumers of digital information
Perlindungan hukum bagi Whistleblower pada kasus korupsi Dana Desa Citemu dalam perspektif Undang-Undang nomor 31 tahun 2014 tentang perlindungan saksi dan korban
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kasus seorang whistleblower yang mengungkap tindak pidana korupsi justru berujung dijadikan tersangka. Namun sejatinya dalam peraturan yang ada di Indonesia yakni Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2014 tentang Perlindungan Saksi dan Korban dalam Pasal 10 menyebutkan pada intinya bahwa seorang saksi, pelapor, (whistelblower) tidak dapat di tuntut atas keterangan yang diberikannya baik secara perdata maupun pidana.
Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui perlindungan hukum terhadap whistleblower pada kasus korupsi dana desa citemu dalam perspektif Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2014 tentang Perlindungan Saksi dan Korban. Kemudian untuk menganalisis yang menjadi kendala dalam perlindungan hukum terhadap whistleblower pada kasus korupsi dana desa citemu dalam perspektif Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2014 tentang Perlindungan Saksi dan Korban, dan selanjutnya untuk mengkaji upaya yang dilakukan dalam mengatasi kendala perlindungan hukum whistleblower pada kasus korupsi dana desa citemu dalam perspektif Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2014 tentang Perlindungan Saksi dan Korban.
Teori utama yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori perlindungan hukum oleh Philipus M. Hadjon dan teori tindak pidana korupsi (TIPIKOR), khususnya pendekatan GONE Theory oleh Jack Bologne. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan metode deskriptif analitis dengan pendekatan yuridis empiris.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlindungan hukum terhadap whistleblower belum secara maksimal di lakukan, dengan adanya kendala yaitu pertama kendala regulasi yang tidak spesifik di mana aturan yang ada belum mengatur secara spesifik mengenai perlindungan bagi whistleblower, kedua kendala aparat penegak hukum yang dalam praktiknya belum sepenuhnya memahami atau konsisten menerapkan prinsip perlindungan terhadap whistleblower, ketiga kendala kelembagaan oleh Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) yaitu masih menghadapi keterbatasan jumlah personel, pertugas lapangan serta anggaran yang tidak sebanding dengan jumlah kasus yang di tangani di seluruh Indonesia. Adapun upaya dalam mengatasi kendala yaitu dengan upaya pembuatan regulasi khusus tentang whistleblower secara rinci dalam pembaharuan hukum pidana, upaya meningkatkan pemahaman tentang pentingnya perlindungan terhadap whistleblower pada aparat penegak hukum, serta upaya meningkatkan jaringan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) di daerah
Penerapan metode Index Card Match untuk meningkatkan kosakata pada pembelajaran bahasa Inggris siswa kelas IV di MI Al-Huda Ciluluk
Penelitian ini memiliki sebuah tujuan, menjabarkan penerapan metode Index Card Match untuk meningkatkan kosakata pada pembelajaran bahasa Inggris. Adapula yang melatar belakangi penelitian ialah, penggunaan metode dalam pembelajaran di kelas IV B MI Al-Huda Ciluluk masih kurang efektif. Guru lebih sering memakai buku yang sudah dipersiapkan di sekolah tanpa adanya sebuah variasi dan 80% siswa masih kurang menguasai kosakata bahasa Inggris dari total keseluruhan siswa 25 Siswa yang terdapat pada kelas tersebut. Sesuai dengan latar belakang yang tertera penelitian yang dilakukan memiliki sebuah tujuan untuk meningkatkan Kosakata siswa kelas IV B MI Al-Huda Ciluluk. Pada proses penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) serta penelitian ini dilakukan sebanyak dua siklus dengan tahapan pra siklus terlebih dahulu. Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini adalah kuantitatif dan kualitatif. Teknik pengumpulan data didapatkan melalui observasi aktivitas guru dan observasi aktivitas siswa, tes, dokumentasi selama kegiatan berlangsung. Subjek pada penelitian ini adalah siswa kelas IV B MI Al-Huda Ciluluk dengan jumlah siswa sebanyak 26 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) kemampuan kosakata pada pembelajaran bahasa Inggris siswa kelas IV B MI Al-Huda Ciluluk sebelum menggunakan metode Index Card Match memperoleh nilai rata-rata 55 (Rendah) dan persentase ketuntasan 27% (sangat rendah). Dengan hasil tersebut, sebagian besar siswa belum mencapai ketuntasan. 2) proses pembelajaran menggunakan metode Index Card Match pada pembelajaran bahasa Inggris siswa kelas IV B MI Al-Huda Ciluluk setiap siklusnya. Pada siklus I persentase aktivitas guru mendapatkan 88% (sangat baik) dan aktivitas siswa 89% (sangat baik). Siklus II aktivitas guru mendapatkan persentase 100% (sangat baik), dan aktivitas siswa 95% (sangat baik). Maka dapat dikatakan bahwa penggunaan metode Index Card Match berjalan dengan lancar dan efektif. 3) peningkatan kosata pada pembelajaran bahasa Inggris siswa kelas IV B MI Al-Huda Ciluluk setelah menggunakan metode Index Card Match setiap siklusnya mengalami peningkatan, pada siklus I siswa mendapatkan nilai rata-rata 81(Tinggi) dengan persentase ketuntasan belajar 73% (tinggi). Pada siklus II nilai rata-rata yang didapatkan siswa 83 dengan persentase ketuntasan belajar 81% (tinggi). Dengan hasil yang didapatkan penelitian dihentikan pada siklus II karena telah mencapai kriteria ketuntasan yang telah ditentukan, yaitu 75% dari jumlah siswa yang telah tuntas dalam mengerjakan tes
Pengaruh model pembelajaran Inkuiri Terbimbing Terintegrasi nilai keislaman terhadap kemampuan literasi sains siswa pada materi sistem pencernaan
Kemampuan literasi sains sangat diperlukan untuk menghadapi tantangan di abad ke-21. Penelitan ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model pembelajaran inkuiri terbimbing terintegrasi nilai keislaman terhadap kemampuan literasi sains siswa pada materi sistem pencernaan. Populasi dan sampel penelitian adalah siswa kelas XI di salah satu sekolah menengah atas yang dibagi ke dalam dua kelompok yaitu eksperimen dan kontrol. Metode penelitian yang digunakan adalah metode Quasi Exsperiment dengan menggunakan pretest-postest control group design.Teknik pengambilan data pada penelitian ini adalah tes objektif dan lembar observasi. Hasil yang diperoleh dengan uji menggunakan SPSS menghasilkan adanya pengaruh terhadap kemampuan literasi sains siswa dilihat dari nilai N-Gain 0,56 untuk kelas eksperimen dan N-Gain 0,19 untuk kelas kontrol. Adapun hasil signifikasi uji Mann-Whitney sebesar 0,000 < 0,05. Dengan demikian maka H₀ ditolak dan H₁ diterima, sehingga dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran inkuiri terbimbing terintegrasi nilai keislaman berpengaruh positif terhadap kemampuan literasi sains siswa pada materi sistem pencernaan kelas XI