Sunan Gunung Djati State Islamic University Bandung

Digital Library UIN (Universitas Islam Negeri) Sunan Gunung Djati Bandung
Not a member yet
    53115 research outputs found

    Sarcasm in I’m Glad My Mom Died by Jennette McCurdy and Its bahasa Indonesia translation

    Get PDF
    In the era of globalization translation has become more important. Humans have even created translation machines to connect people from around the world. However, translator machines are different from human living translators. The sense of one culture cannot be translated by machine. That is why translators are important. This research aims to find out the translation technique used to translate the sarcasm found in the memoir entitled I’m Glad My Mom Died (2022) by Jennette McCurdy. This research used John Dryden’s translation technique to analyse the translation of the sarcasm of the memoir. There are three translation techniques according to Dryden (in Munday, 2002); metaphrase, paraphrase, and imitation. This study also analyzed the types of sarcasm that are found in the memoir based on Camp (2012); like-prefixed, propositional, lexical, and illocutionary. The researchers of this study found 11 sarcasms from the memoir. The 11 data of sarcasm in the book align with the types of sarcasm outlined by Camp (2012). The researcher found four types of sarcasm in the memoir and each of the sarcasms were translated with different techniques. The use of different techniques for each sarcasm is to make it easier for the target audience to understand and to not lose the sarcasm essence from the memoir

    Power and knowledge in the midnight library by Matt Haig's 2020

    Get PDF
    This Research aims to describe the dynamics of power and knowledge as well as the construction of individual subjectivity based on the novel The Midnight Library by Matt Haig. Employing a qualitative approach with textual analysis as its method, this research specifically examines eight alternative life decisions made by the main character, Nora Seed, throughout her journey across multiple realities. The analysis focuses on how these decisions are not merely driven by personal desire, but are also shaped by systems of knowledge and power relations that have been internalized within social structures. Michel Foucault’s theory of power and knowledge is utilized to explain how Nora, as a subject, is constructed, disciplined, and ultimately capable of resisting dominant truth narratives. The findings reveal that Nora’s pursuit of an ideal life exposes the mechanisms of power embedded in each alternative existence, all of which reinforce societal demands. Her decision to return to her root life is not a form of surrender, but an affirmative act to reclaim agency and construct the meaning of life based on subjective truth. Thus, this study contributes to a deeper understanding of how subjectivity is formed within a network of power and knowledge

    Pengaruh efikasi diri dan dukungan sosial terhadap kecemasan matematika siswa SMP Negeri 1 Cihaurbeuti

    Get PDF
    Matematika menjadi ilmu pengetahuan yang kedudukannya penting dalam dunia pendidikan. Stigma matematika di kalangan pelajar menjadi pemicu munculnya kecemasan ketika berhadapan dengan matematika. Fenomena kecemasan matematika dapat ditemukan pada siswa sekolah, tidak terkecuali pada siswa di SMPN 1 Cihaurbeuti. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh efikasi diri dan dukungan sosial terhadap kecemasan matematika siswa SMPN 1 Cihaurbeuti. Metode penelitian yang digunakan adalah rancangan kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Data diperoleh dari 308 siswa SMPN 1 Cihaurbeuti dengan menggunakan teknik cluster sampling. Hasil penelitian dengan analisis regresi berganda menunjukkan adanya pengaruh antara efikasi diri dan dukungan sosial terhadap kecemasan matematika dengan kontribusi sebesar 17.5%. Temuan ini mengindikasikan bahwa baik efikasi diri maupun dukungan sosial memainkan peran penting dalam memengaruhi kecemasan matematika pada siswa

    Efektivitas kebijakan penerapan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja di PT Indosafety Sentosa Industry

    Get PDF
    INDONESIA: Kecelakaan kerja merupakan salah satu tantangan utama yang dapat menghambat keberlanjutan serta menurunkan tingkat produktivitas perusahaan, sekaligus menjadi aspek krusial bagi perlindungan tenaga kerja. Hal ini menjadi semakin penting di sektor industri yang memiliki potensi risiko tinggi, seperti di Kabupaten Karawang yang dikenal sebagai salah satu kawasan industri terbesar di Indonesia. Sebagai upaya untuk menekan angka kecelakaan kerja dan menciptakan lingkungan kerja yang aman, pemerintah mengeluarkan Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 2012 tentang penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3). PT Indosafety Sentosa Industry sebagai salah satu perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur, turut menerapkan kebijakan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penerapan kebijakan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) di PT Indosafety Sentosa Industry. Penelitian ini mengacu pada teori administrasi publik serta teori efektivitas kebijakan menurut Nugroho (2003). Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara mendalam dengan pihak-pihak terkait di PT Indosafety Sentosa Industry. Selain itu, dokumentasi mengenai implementasi kebijakan SMK3 di perusahaan juga digunakan sebagai sumber data pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja di PT Indosafety Sentosa Industry telah berjalan secara optimal, yang tercermin dari penurunan angka kecelakaan kerja selama empat tahun terakhir. Namun, masih ditemukan kendala pada dimensi tepat target, yaitu adanya sebagian pekerja yang belum mematuhi peraturan K3, sehingga perusahaan belum mencapai kondisi zero accident. Penelitian ini menyarankan perlunya peningkatan edukasi dan pelatihan K3 bagi pekerja serta penguatan sistem pengawasan internal guna memastikan kepatuhan terhadap kebijakan keselamatan kerja. ENGLISH: Workplace accidents are a major challenge that can hinder sustainability and reduce a company's productivity, while also being a crucial aspect for workforce protection. This becomes increasingly important in industrial sectors with high potential risks, such as in Karawang Regency, known as one of the largest industrial areas in Indonesia. In an effort to reduce the number of workplace accidents and create a safe work environment, the government issued Government Regulation Number 50 of 2012 concerning the implementation of the Occupational Safety and Health Management System (SMK3). PT Indosafety Sentosa Industry, as a company engaged in the manufacturing sector, also implemented this policy. This study aims to analyze the effectiveness of the implementation of the Occupational Safety and Health Management System (SMK3) policy at PT Indosafety Sentosa Industry. This research draws on public administration theory and Nugroho's (2003) theory of policy effectiveness. The research method used was qualitative with a descriptive approach. Data collection was conducted through field observations and in-depth interviews with relevant parties at PT Indosafety Sentosa Industry. Furthermore, documentation regarding the implementation of the Occupational Safety and Health Management System (SMK3) policy within the company was also used as a supporting data source. The results indicate that the implementation of the Occupational Safety and Health Management System (SMK3) at PT Indosafety Sentosa Industry has been running optimally, as reflected in the decline in the number of workplace accidents over the past four years. However, obstacles remain in the on-target dimension, namely that some workers have not complied with OHS regulations, preventing the company from achieving a zero-accident target. This study recommends the need for increased OHS education and training for workers and strengthening the internal oversight system to ensure compliance with occupational safety policies

    Manajemen strategik program kelas bilingual dalam pengembangan kompetensi global: Studi kasus di SD Labschool UPI Cibiru

    No full text
    Program kelas bilingual di tingkat sekolah dasar menghadapi tantangan dalam im-plementasi strategis yang terstruktur, terutama terkait konsistensi penggunaan baha-sa, kualifikasi guru, dan sistem evaluasi capaian kompetensi global siswa. Di SD Labschool UPI Cibiru, program ini belum sepenuhnya terdokumentasi secara formal, meskipun praktik pembelajaran menunjukkan orientasi strategik yang kuat terhadap pembentukan identitas global peserta didik. Tantangan ini mendorong perlunya evaluasi menyeluruh agar strategi program bilingual selaras dengan tuntutan kompe-tensi abad ke-21. Studi ini berupaya menelaah secara kritis strategi perencanaan, implementasi, evaluasi, dan hasil program kelas bilingual sebagai medium pemben-tukan kompetensi global yang kontekstual dan berkelanjutan. Studi ini dirancang sebagai eksplorasi mendalam berbasis pendekatan kualitatif yang mengadopsi para-digma interpretatif untuk menangkap kompleksitas strategi dan dinamika program bilingual dalam konteks sekolah dasar. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui triangulasi wawancara mendalam dengan beberapa informan yang terlibat langsung dengan program, observasi langsung, serta analisis dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan program bersifat partisipatif dan adaptif, namun belum didukung oleh dokumentasi formal seperti analisis SWOT atau SOP khusus. Implementasi program menggabungkan kurikulum nasional dan internasional dengan pendekatan translanguaging dan scaffolding, serta diperkuat oleh kegiatan pengayaan seperti English Literacy dan Inspirational Talk. Evaluasi dilakukan secara rutin setiap semester, namun hasilnya disampaikan secara naratif dan belum terin-tegrasi dalam sistem dokumentasi formal. Program ini menghasilkan peningkatan kemampuan bahasa Inggris, kepercayaan diri, dan sikap multikultural siswa, serta aspirasi untuk berpartisipasi dalam komunitas global. Penelitian ini merekomendasi-kan penguatan sistem dokumentasi strategis, penyusunan SOP khusus, pelatihan ket-erampilan bahasa akademik (CALP) bagi guru, serta pengembangan sistem evaluasi berbasis data. Temuan ini berkontribusi pada pengembangan strategi pendidikan bi-lingual yang adaptif, kontekstual, dan relevan di tingkat dasar, serta memperkuat arah kebijakan pendidikan dalam membentuk kompetensi global siswa secara berke-lanjutan. Program bilingual di SD Labschool UPI Cibiru secara nyata mendukung pengembangan komponen utama kompetensi global, seperti kemampuan menganalisis isu lokal dan global, keterampilan komunikasi antarbudaya, sikap tanggung jawab sosial, serta kemampuan berpikir kritis dan kreatif. Bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar berperan sebagai medium utama dalam membentuk kesadaran linguistik, memperluas perspektif siswa, dan membangun identitas global yang inklusif. Kata Kunci: Manajemen Strategik, Program Bilingual, Kompetensi Globa

    Dinamika gerakan Persatuan Islam (Persis) di Kabupaten Cianjur tahun 1936 - 2022

    Get PDF
    Penelitian ini mengkaji dinamika gerakan Persatuan Islam (PERSIS) di Kabupaten Cianjur pada periode 1936-2022 dengan pendekatan historis. Penelitian ini dilakukan karena kajian komprehensif tentang PERSIS di wilayah tersebut masih terbatas, padahal peran PERSIS di Cianjur sangat penting dalam perkembangan organisasi secara nasional. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguraikan latar belakang dan faktor-faktor yang mempengaruhi gerakan PERSIS di Cianjur (1936-1960), menjelaskan perkembangannya (1960-1991), serta mendeskripsikan dinamika gerakannya (1991-2022). Metode yang digunakan adalah penelitian sejarah dengan tahapan: heuristik, verifikasi (kritik), interpretasi, dan historiografi untuk merekonstruksi perjalanan gerakan PERSIS secara mendalam. Temuan utama penelitian menunjukkan bahwa aktivitas PERSIS di Cianjur telah berlangsung sejak sebelum 1936, dengan bukti administratif yang menempatkan Cianjur sebagai salah satu daerah awal pembentukan struktur kepemimpinan PERSIS di tingkat daerah dan cabang. Penelitian mengungkap bahwa masyarakat Cianjur memiliki tradisi keagamaan yang kuat dan berakar pada budaya lokal, sehingga ajaran pembaharuan yang dibawa PERSIS sempat menghadapi penolakan dan stigma negatif. Meskipun demikian, komitmen para tokoh, dukungan internal organisasi, serta kebutuhan masyarakat akan pendidikan Islam yang bersih dari bid’ah mendukung keberlangsungan dakwah PERSIS. Proses penerimaan ini berlangsung secara bertahap dan mencerminkan dinamika organisasi yang mampu beradaptasi dengan kondisi sosial budaya dan politik setempat tanpa kehilangan identitas ideologis. Implikasi penelitian ini adalah memberikan pemahaman historis yang lebih dalam mengenai bagaimana gerakan pembaharuan Islam dapat bertahan dan bertransformasi dalam konteks masyarakat tradisional. Studi ini juga menegaskan bahwa keberhasilan organisasi keagamaan tidak hanya ditentukan oleh ideologi, tetapi juga oleh strategi dakwah, relasi sosial, dan manajemen tantangan internal serta eksternal. Penelitian ini memperkaya historiografi Islam di Indonesia dengan fokus pada kajian gerakan Islam modernis di daerah, sekaligus menjelaskan proses resistensi dan adaptasi sosial yang menjadi bagian penting dalam perubahan sosial-keagamaan. Penelitian memiliki keterbatasan pada sumber data tertulis awal yang kurang lengkap dan ketergantungan pada sumber lisan yang memiliki subjektivitas tertentu. Meskipun demikian, keterbatasan ini justru menggarisbawahi pentingnya penelitian ini sebagai upaya pengisian kekosongan studi tentang PERSIS di Kabupaten Cianjur. Secara keseluruhan, dinamika gerakan Persatuan Islam di Kabupaten Cianjur merefleksikan perjuangan panjang dalam menyebarkan ajaran Islam murni berdasarkan Al-Qur’an dan As-Sunnah, sekaligus menjadi bagian integral sejarah gerakan Islam di Indonesia

    Pengaruh beban kerja dan efikasi diri terhadap stres kerja pada guru perempuan di SMP Sederajat Kecamatan Cibiru Kota Bandung

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh beban kerja dan efikasi diri terhadap stres kerja pada guru perempuan di SMP Sederajat Kecamatan Cibiru, Kota Bandung. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional melalui teknik non probability sampling dengan jenis sampling jenuh terhadap 105 guru perempuan di SMP Sederajat Kecamatan Cibiru, Kota Bandung. Instrumen yang digunakan mencakup skala NASA-TLX (Nasa Task Load Index), Teachers Senses of Efficacy Scale (TSES) dan The Workplace Stress Scale. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa beban kerja dan efikasi diri terbukti berpengaruh secara simultan terhadap stres kerja pada guru perempuan di SMP Sederajat Kecamatan Cibiru, Kota Bandung

    Konstruksi makna keadilan sebagai pesan dakwah: Analisis wacana kritis pada buku Narasi Rakyat Karya Hilman Indrawan

    Get PDF
    INDONESIA: Media dakwah melalui tulisan menjadi salah satu metode yang efektif untuk menyampaikan pesan-pesan agama yang kontekstual, seperti yang dilakukan dalam buku "Narasi Rakyat" karya Hilman Indrawan dan rekan-rekannya. Buku ini menyajikan kritik sosial yang tajam terhadap ketidakadilan di Indonesia, seperti korupsi, tirani, dan pelanggaran hak asasi manusia. Namun, di balik kritik tersebut, terdapat pesan dakwah yang mengajak pembaca untuk merenungkan nilai-nilai spiritual dan moral. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Menganalisis representasi makna keadilan dalam dimensi teks pada buku "Narasi Rakyat"; (2) Mengidentifikasi pengaruh kognisi sosial penulis terhadap makna keadilan dalam buku "Narasi Rakyat"; (3) Mengkaji peran konteks sosial dalam membentuk makna keadilan yang disajikan dalam buku "Narasi Rakyat" ; dan (4) Mengidentifikasi pesan dakwah yang terdapat pada makna keadilan dalam buku "Narasi Rakyat". Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Analisis Wacana Kritis model Teun A. Van Dijk. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi (analisis teks), wawancara mendalam dengan penulis, dan observasi. Penelitian ini menggunakan teori Analisis Wacana Kritis (AWK) model Teun A. van Dijk yang menekankan tiga dimensi analisis, yaitu analisis teks, kognisi sosial, dan konteks sosial. Pendekatan ini memungkinkan peneliti untuk mengidentifikasi struktur makro, superstruktur, dan struktur mikro wacana, mengungkap skema peristiwa, memori kolektif, ideologi, serta hubungan antara bahasa dan kekuasaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Dimensi teks menampilkan keadilan sebagai kritik terhadap pengkhianatan kekuasaan dan sebagai keteladanan moral melalui tokoh-tokoh yang berintegritas; (2) Dimensi kognisi sosial mengungkapkan skema diri penulis sebagai pemuda muslim yang progresif dan berempati, yang memandang menulis sebagai bentuk dakwah sosial dan perlawanan terhadap ketidakadilan; (3) Dimensi konteks sosial menunjukkan bahwa wacana keadilan lahir dari keresahan terhadap praktik kekuasaan oligarki dan krisis moral, yang mendorong penulis untuk membuat narasi tandingan yang berpihak pada rakyat; (4) Pesan dakwah yang dikonstruksi dalam buku ini mencakup aspek akidah, syariah, dan akhlak. ENGLISH: Da’wah through writing is one of the most effective methods for delivering contextual religious messages, as exemplified in the book Narasi Rakyat by Hilman Indrawan and colleagues. This book presents sharp social critiques of injustice in Indonesia, such as corruption, tyranny, and human rights violations. Behind these critiques, however, lies a da’wah message that invites readers to reflect on spiritual and moral values. This research aims to: (1) Analyze the representation of the meaning of justice in the textual dimension of Narasi Rakyat; (2) Identify the influence of the author’s social cognition on the meaning of justice in Narasi Rakyat; (3) Examine the role of social context in shaping the meaning of justice presented in Narasi Rakyat; and (4) Identify the da’wah messages contained within the meaning of justice in Narasi Rakyat. This study uses a qualitative approach with Teun A. van Dijk’s Critical Discourse Analysis (CDA) method. Data collection techniques include documentation (text analysis), in-depth interviews with the author, and observation. The CDA framework emphasizes three dimensions of analysis: text, social cognition, and social context. This approach enables the researcher to identify macrostructure, superstructure, and microstructure of discourse, uncover event schemata, collective memory, ideology, and the relationship between language and power. The results of this research show that: (1) The textual dimension presents justice as a critique of the betrayal of power and as a moral exemplar through figures of integrity; (2) The social cognition dimension reveals the author’s self-schema as a progressive and empathetic young Muslim who views writing as a form of social da’wah and resistance to injustice; (3) The social context dimension shows that the discourse on justice arises from concerns over oligarchic power practices and moral crises, prompting the author to create counter-narratives in favor of the people; and (4) The da’wah messages constructed in this book include aspects of aqidah (creed), sharia (Islamic law), and akhlaq (morality)

    Perluasan kewenangan penjabat kepala daerah pada masa transisi Pilkada serentak nasional tahun 2024 terhadap pengunaan alokasi anggaran: Studi kasus Penjabat Kepala Daerah Kabupaten Garut

    No full text
    Pemilihan kepala daerah serentak nasional Tahun 2024 berimplikasi terhadap kekosongan kepala daerahnya yang terjadi disekitar 271 daerah yang mengalami kekosongan kekuasaan telah habis masa jabatannya kepala daerah definitif pada tahun 2022 dan 2023. Untuk mengisi kekosongan tersebut, pemerintahan pusat mengangkat Penjabt (PJ) Gubernur, Bupati, dan Wali Kota, sebagai solusi agar penyelenggaran pemerintahan tetap berjalan. Kabupaten Garut menjadi salah satu daerah yang mengalami kekosongan kepemimpinan setelah berakhirnya masa jabatan kepala daerah tahun 2023 dan digantikan oleh penjabat kepala daerah yang ditunjuk langsung oleh Mentri dalam Negri. Namun penunjukan penjbat kepala daerah Kabupaten Garut menimbulkan sejumlah masalah khsusnya berkaitan dengan terbatasnya kewenangan penjabat kepala daerah Kabupaten Garut hal ini diatur dalam Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2014 Tentang Administrasi Pemerintahan pada Pasal 14 ayat (7). Tujuan penelitian ini untuk menganalisis perluasan kewenangan Penjabat Kepala Daerah (PJ) Bupati Kabupaten Garut pada masa transisi pilkada serentak nasional terhadap penggunaan alokasi anggaran. Menganalisis dampak perluasan kewenangan Penjabat (PJ) Bupati Kabupaten Garut terhadap pembangunan daerah Kabupaten Garut, dan menganalisis mekanisme pertanggungjawaban penjabat kepala daerah (PJ) Bupati Kabupaten Garut terhadap penggelolaan anggran daerah. Kerangka berpikir dalam penelitian ini pertama Teori Good Governance yang menjadi Grand Theory menekankan prinsip-prinsip dalam penyelenggaraan pemerintahan. Kedua Teori Kewenangan yang menjadi Middle Theory untuk menjelaskan kewenangan penjabat kepala daerah khususnya dalam penggunaan alokasi anggaran. Ketiga Teori Kebijakan Publik yang menjadi Applied Theory digunakan untuk menilai implementasi dan evaluasi kebijakan pertanggungjawaban melalui instrumen LKPJ. Metode penelitian yang digunakan adalah dengan mengunakan pendekatan yuridis empiris dengan metode deskriptif analitis, adapun jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara dengan Bappeda, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), serta Sekretaris Daerah Kabupaten Garut, serta dokumentasi dan studi kepustakaan. Teknik analisis data yang digunakan, yaitu mengumpilkan data, reduksi data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian, perluasan kewenangan yang dilakukan oleh Penjabat (PJ) Bupati Kabupaten Garut pada Tahun 2024 dengan membuat diskresi mengenai workshop pengelolaan dana desa, membuat diskresi tentang pembatalam program pembangunan strategis Kab. Garut. Dampak perluasan kewenangan terhadap pembangunan daerah dapat dilihat dari 8 (Delapan) program prioritas yang ditentukan sesuai dengan RKPD pada tahun 2023 dan RKPD Perubahan. Mekanisme pertanggungjawab Penjabat (PJ) Bupati Kabupaten Garut dilaporkan berdasarkan periodik, dengan menyampaikan laporan Pertanggungjawaban kepada Menteri melalui Gubenur paling sedikit 3 (Tiga) Bulan Sekali

    Penegakan Hukum terhadap tindak Pidana Desersi oleh anggota TNI di Oditurat Militer II-08 Bandung

    Get PDF
    Pasal 64 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1997 memberi kewenangan kepada Oditurat Militer untuk menuntut, melaksanakan putusan, dan melakukan pemeriksaan tambahan terhadap prajurit berpangkat Kapten ke bawah. Namun, dalam praktiknya, penanganan perkara desersi di Oditurat Militer II-08 Bandung masih terkendala sulitnya akses dokumen, kurangnya kerja sama antar-satuan, dan keterlambatan penerbitan SKEPPERA. Kondisi ini menghambat pelimpahan perkara dan menciptakan ketidakpastian hukum. Penelitian ini menganalisis hambatan tersebut dan menawarkan solusi untuk meningkatkan efektivitas penegakan hukum militer. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1). Bagaimana penegakan hukum terhadap tindak pidana desersi oleh anggota TNI di Oditurat Militer II-08 Bandung 2). Bagaimana kendala-kendala hukum yang memengaruhi proses penegakan hukum di Oditurat Militer II-08 Bandung 3). Bagaimana upaya-upaya hukum yang dilakukan untuk menangani tindak pidana desersi oleh anggota TNI di Oditurat Militer II-08 Bandung. Penelitian ini menjadikan Pasal 64 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1997 tentang Peradilan Militer sebagai acuan dalam menganalisis kewenangan Oditurat Militer dalam proses penuntutan. Landasan teori yang digunakan adalah Teori Penegakan Hukum, yang memfokuskan pada bagaimana hukum dilaksanakan oleh aparat sesuai dengan tugas dan kewenangannya. Melalui teori ini, penelitian berupaya menilai sejauh mana Oditurat Militer menjalankan fungsi penuntutan secara efektif dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Penelitian ini menggunakan spesifikasi deskriptif analisis dengan pendekatan yuridis empiris. Adapun teknik pengumpulan data dilakukan dengan studi kepustakaan, studi lapangan serta melakukan wawancara kepada pihak terkait. Penanganan tindak pidana desersi oleh Oditurat Militer II-08 Bandung masih menghadapi kendala, seperti keterlambatan penerbitan SKEPPERA, kurangnya koordinasi antar-satuan, dan pelarian tersangka. Meskipun desersi merupakan pelanggaran berat terhadap disiplin militer, proses hukumnya belum sepenuhnya mencerminkan kepastian hukum. Berdasarkan Pasal 64 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1997, Oditurat Militer memiliki kewenangan penting dalam menindak kasus ini. Diperlukan sinergi kelembagaan dan pembenahan administratif untuk memperkuat penegakan hukum di lingkungan militer

    50,733

    full texts

    53,115

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Digital Library UIN (Universitas Islam Negeri) Sunan Gunung Djati Bandung is based in Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇