Sunan Gunung Djati State Islamic University Bandung

Digital Library UIN (Universitas Islam Negeri) Sunan Gunung Djati Bandung
Not a member yet
    53115 research outputs found

    Penerapan lembar kerja berbasis proyek pada pembuatan Cream Blush dari ekstrak daun jati (Tectona grandis) untuk mengembangkan keterampilan proses sains siswa

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan lembar kerja berbasis proyek pada pembuatan cream blush dari ekstrak daun jati (T.grandis), menganalisis pengembangan keterampilan proses sains siswa setelah penerapan lembar kerja berbasis proyek, dan menguji karakteristik cream blush dari ekstrak daun jati (T.grandis). Metode penelitian yang digunakan adalah pre-experimental dengan desain penelitian one shot case study. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI SMA Karya Budi yang mengikuti mata pelajaran kimia. Data dikumpulkan melalui observasi aktivitas, lembar kerja berbasis proyek, dan penilaian keterampilan proses sains. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan lembar kerja berbasis proyek memperoleh nilai rata-rata sebesar 87 dengan interpretasi sangat baik, pengembangan keterampilan proses sains siswa yang diterapkan melalui lembar kerja berbasis proyek memperoleh nilai rata-rata 91 dengan interpretasi sangat baik, dan karakteristik cream blush yang dihasilkan bertekstur cream, berbau khas daun jati, berwarna merah kecoklatan. pH cream blush secara keseluruhan berada di rentang 4,5-6, homogen, dan tidak menimbulkan iritasi secara keseluruhan telah memenuhi SNI-16-0218.2-1998. Dengan demikian, pembelajaran berbasis proyek berbantuan lembar kerja dapat dijadikan alternatif pembelajaran inovatif yang mampu mengembangkan keterampilan proses sains siswa

    Pengaruh organizational justice dan organizational citizenship behavior terhadap kinerja guru: Penelitian di Madrasah Aliyah Negeri se-Kabupaten Sumedang

    Get PDF
    Kinerja guru menentukan kualitas pendidikan di Indonesia, termasuk di MAN se-Kabupaten Sumedang. Hasil Uji Kompetensi Guru (UKG) menunjukkan bahwa ditemukan guru belum mencapai standar minimal kompetensi, baik dari sisi pedagogik maupun professional. Kondisi ini menuntut adanya strategi peningkatan kapasitas yang sistematis guna meningkatkan kualitas pendidikan secara menyeluruh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: 1) pengaruh organizational justice terhadap kinerja guru di MAN se-Kabupaten Sumedang; 2) pengaruh organizational citizenship behavior terhadap kinerja guru di MAN se-Kabupaten Sumedang; dan 3) pengaruh organizational justice dan organizational citizenship behavior terhadap kinerja guru di MAN se-Kabupaten Sumedang. Penelitian ini didasarkan kepada kerangka berpikir, dimensi organizational justice menurut Colquitt yaitu distributive justice, procedural justice, interactional jutice. Dimensi organizational citizenship behavior menurut Organs yaitu altruism, conscientiousness, civic virtue, courtesy, sportmanships. Dimensi kinerja guru menurut Robbins yaitu kualitas, kuantitas, ketepatan waktu, efektivitas, kemandirian. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data bersifat kuantitatif, dengan sumber data sebanya 74 guru di MAN se-Kabupaten Sumedang. Data diperoleh dari penyebaran kuesioner, wawancara dan dokumentasi. Instrumen penelitian dianalisis secara statistic, dimulai dengan uji validitas dan reliabilitas, dilanjutkan dengan uji prasyarat seperti normalitas dan homogenitas. Selanjutnya, dilakukan uji hipotesis yang mencakup analisis regresi sederhana, regresi berganda, serta uji koefisien determinasi dengan bantuan SPSS versi 25,0. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa terdapat pengaruh signifikan antara variabel-variabel yang diteliti. Pertama, terdapat pengaruh organizational justice (X1) terhadap kinerja guru (Y) di MAN se-Kabupaten Sumedang sebesar 0,576 atau 57,6%. Kedua, terdapat pengaruh organizational citizenship behavior (X2) terhadap kinerja guru (Y) di MAN se-Kabupaten Sumedang sebesar 0,256 atau 25,6%. Ketiga, terdapat pengaruh secara simultan antara organizational justice (X1) dan organizational citizenship behavior (X2) terhadap kinerja guru (Y) di MAN se-Kabupaten Sumedang dengan kontribusi sebesar 0,577 atau 57,7%. Implikasi dari temuan ini menegaskan organizational justice menciptakan lingkungan kerja yang adil dan kondusif, sedangkan OCB mendorong guru untuk berperilaku proaktif dan berkontribusi lebih dalam organisasi sehingga dapat meningkatkan kinerja guru

    Implementasi akad mudharabah pada produk tabungan haji IB Mashlahah di Bank Jabar Banten Syariah Cabang Bekasi

    Get PDF
    Perbankan syariah hadir sebagai solusi keuangan yang bebas dari riba, gharar, dan maysir. Salah satu produk unggulannya adalah tabungan haji dengan akad mudharabah, yang memungkinkan dana nasabah dikelola secara syariah untuk tujuan ibadah. Bank Jabar Banten Syariah (BJB Syariah) Cabang Bekasi menawarkan produk Tabungan Haji IB Mashlahah yang berbasis akad mudharabah sebagai bentuk dukungan terhadap perencanaan haji yang amanah dan profesional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi akad mudharabah pada produk Tabungan Haji IB Mashlahah serta kesesuaiannya dengan prinsip syariah dan fatwa DSN-MUI. Fokus penelitian ini mencakup struktur akad, pengelolaan dana, serta kejelasan hak dan kewajiban antara nasabah sebagai shahibul maal dan bank sebagai mudharib. Kerangka pemikiran penelitian ini mengacu pada konsep dasar akad mudharabah, prinsip transparansi, keadilan, serta fatwa DSN-MUI No. 02/DSN-MUI/IV/2000 dan No. 29/DSN-MUI/VI/2002. Prinsip maqashid al-shariah juga menjadi landasan dalam menilai manfaat dan kesesuaian akad terhadap nilai-nilai Islam, selain itu penelitian ini juga menganilisis kesesuaian implementasi Tabungan Haji iB Mashlahah dengan Fatwa tersebut. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis secara tematik dengan membandingkan praktik di lapangan dan teori ekonomi syariah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi akad mudharabah pada produk Tabungan Haji IB Mashlahah di BJB Syariah Cabang Bekasi telah dilaksanakan sesuai dengan prinsip-prinsip syariah secara formal. Namun, ditemukan bahwa niPerbankan syariah hadir sebagai solusi keuangan yang bebas dari riba, gharar, dan maysir. Salah satu produk unggulannya adalah tabungan haji dengan akad mudharabah, yang memungkinkan dana nasabah dikelola secara syariah untuk tujuan ibadah. Bank Jabar Banten Syariah (BJB Syariah) Cabang Bekasi menawarkan produk Tabungan Haji IB Mashlahah yang berbasis akad mudharabah sebagai bentuk dukungan terhadap perencanaan haji yang amanah dan profesional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi akad mudharabah pada produk Tabungan Haji IB Mashlahah serta kesesuaiannya dengan prinsip syariah dan fatwa DSN-MUI. Fokus penelitian ini mencakup struktur akad, pengelolaan dana, serta kejelasan hak dan kewajiban antara nasabah sebagai shahibul maal dan bank sebagai mudharib. Kerangka pemikiran penelitian ini mengacu pada konsep dasar akad mudharabah, prinsip transparansi, keadilan, serta fatwa DSN-MUI No. 02/DSN-MUI/IV/2000 dan No. 29/DSN-MUI/VI/2002. Prinsip maqashid al-shariah juga menjadi landasan dalam menilai manfaat dan kesesuaian akad terhadap nilai-nilai Islam, selain itu penelitian ini juga menganilisis kesesuaian implementasi Tabungan Haji iB Mashlahah dengan Fatwa tersebut. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis secara tematik dengan membandingkan praktik di lapangan dan teori ekonomi syariah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi akad mudharabah pada produk Tabungan Haji IB Mashlahah di BJB Syariah Cabang Bekasi telah dilaksanakan sesuai dengan prinsip-prinsip syariah secara formal. Namun, ditemukan bahwa nisbah bagi hasil yang diberikan kepada nasabah relatif kecil (1%), sedangkan bank memperoleh 99%. Meskipun sah secara syariah, hal ini menimbulkan catatan dari sisi keadilan distributif. Selain itu, Tingkat literasi keuangan nasabah masih perlu ditingkatkan agar pemahaman terhadap akad dan hak kewajiban menjadi optimal. Secara keseluruhan, produk ini mendukung tujuan maqashid al-shariah, khususnya dalam aspek perlindungan harta dan fasilitasi ibadah, meskipun perlu ada evaluasi dalam hal transparansi dan komposisi nisbah. sbah bagi hasil yang diberikan kepada nasabah relatif kecil (1%), sedangkan bank memperoleh 99%. Meskipun sah secara syariah, hal ini menimbulkan catatan dari sisi keadilan distributif. Selain itu, Tingkat literasi keuangan nasabah masih perlu ditingkatkan agar pemahaman terhadap akad dan hak kewajiban menjadi optimal. Secara keseluruhan, produk ini mendukung tujuan maqashid al-shariah, khususnya dalam aspek perlindungan harta dan fasilitasi ibadah, meskipun perlu ada evaluasi dalam hal transparansi dan komposisi nisbah

    Penggunaan metode Ummi berbasis aplikasi Cinta Quran dalam meningkatkan hafalan mahasantri majelis taklim konversi dinyah Al-Ikhlas kecamatan Regol : Penelitian quasi experiment pada kelas II MTKD Al-Ikhlas kecamatan Regol

    No full text
    Berdasarkan hasil wawancawa dan observasi awal ditemukan bahwa rendahnya hafalan mahasantri, kurang konsisten dan kurangnya pemanfaatan tekonologi dalam pembelajran Al-qur’an khususnya mahasantri kelas II. Kondisi ini disebabakan oleh berbagai faktor, di antaranya faktor dari lingkungan, fasilitas, guru dan mahasantri itu sendiri. Oleh karena itu penulis mencoba membrikan solusi berupa penerpan metode ummi berbasis aplikasi Cinta Quran. Tujuan penelitian yakni untuk mengetahui efektivitas metode Ummi berbasis aplikasi Cinta Quran terhadap hafalan mahasantri MTKD. Latar belakang penelitian ini didasari oleh rendahnya hasil hafalan mahasantri akibat metode pembelajaran konvensional yang monoton, serta kurangnya fokus mahasantri selama proses pembelajaran. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan hafalan Al-Qur’an mahasantri MTKD Al-Ikhlas Kecamatan Regol yang disebabkan oleh metode pembelajaran konvensional yang kurang variatif dan minim penggunaan media interaktif. Maka dari itu, peneliti mengajukan hipotesis penelitian ini yaitu bahwa penggunaan metode Ummi berbasis aplikasi Cinta Quran lebih efektif dalam meningkatkan hafalan Al-Qur’an mahasantri dibandingkan dengan penggunaan metode pembelajaran biasa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif – metode quasi eksperimen, dengan desain non-equivalent control group. Kelas eksperimen diberi perlakuan menggunakan metode Ummi berbasis aplikasi Cinta Quran, sedangkan kelas kontrol menggunakan metode Tilawah Evaluasi Sederhana. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat peningkatan kemampuan hafalan yang cukup signifikan pada kelas eksperimen dibanding kelas kontrol. Nilai rata-rata pada hasil posttest kelas eksperimen menunjukkan peningkatan, meskipun nilai N-Gain yang diperoleh hanya mencapai rata-rata 17,58%, hal ini termasuk kategori rendah. Namun, hasil uji Independent Sample t-Test menunjukkan nilai yang signifikans sebesar 0,013 < 0,05, yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara kedua kelompok. Dengan demikian, penggunaan metode Ummi berbasis aplikasi Cinta Quran memberikan pengaruh positif terhadap peningkatan hafalan mahasantri dan dapat dijadikan sebagai alternatif strategi pembelajaran tahfidz yang lebih modern dan aplikatif

    Intensitas peserta didik mengikuti Bina Pribadi Islam (BPI) hubungannya dengan karakter religius: Penelitian korelasional pada peserta didik kelas VIII SMPIT Bina Ummah Cirebon

    No full text
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya program Bina Pribadi Islam di SMP IT Bina Ummah Cirebon. Bina Pribadi Islam merupakan program Penguatan Pendidikan Karakter sebagai upaya sekolah untuk meningkatkan karakter religius melalui: mentoring keislaman dengan materi akidah, fiqih, akhlak dan evaluasi ibadah harian. Namun pada kenyataannya masih ada siswa yang terlambat datang ke masjid, siswa yang tidak fokus, bahkan berbincang atau bercanda saat tadarus berlangsung, dan sebagian siswa kurang menjaga perkataannya. Padahal sudah dilakukan upaya internalisasi seperti: 1) Membiasakan shalat dhuha, dzuhur, dan ashar berjamaah, 2) Melaksanakan tadarus atau membaca Al-Qur’an sebelum memulai Pelajaran, dan 3) Membiasakan salam, senyum, sopan santun, dan menghargai orang lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Realitas intensitas peserta didik mengikuti Bina Pribadi Islam di SMP IT Bina Ummah Cirebon; (2) Realitas karakter religius peserta didik kelas VIII SMP IT Bina Ummah Cirebon; (3) Hubungan intensitas peserta didik mengikuti Bina Pribadi Islam dengan karakter religius peserta didik kelas VIII SMP IT Bina Ummah Cirebon. Penelitian ini didasarkan atas teori yang mengatakan pada pemikiran bahwa setiap siswa yang mengalami proses belajar akan memperlihatkan perubahan dalam kebiasaan-kebiasaannya. Perubahan perilaku siswa merupakan akibat dari pengalaman atau latihan yang berulang, di mana semakin sering suatu perilaku diperkuat maka semakin kuat pula kebiasaan tersebut melekat pada diri siswa. Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode korelasional. Sumber data responden berasal dari peserta didik kelas VIII SMPIT Bina Ummah Cirebon dengan jumlah sampel sebanyak 58 orang. Alat pengumpul data meliputi angket, observasi, dan studi dokumentasi. Adapun teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan uji normalitas, uji linearitas, uji korelasi, uji hipotesis, serta uji pengaruh. Hasil penelitian menunjukkan: 1) Intensitas peserta didik dalam mengikuti Bina Pribadi Islam memperoleh skor rata-rata 4,20 dengan kategori sangat tinggi, namun masih berada pada batas bawah sehingga ada faktor eksternal yang berhubungan dengan karakter religius siswa. 2) Karakter religius peserta didik memperoleh skor rata-rata 4,25 dengan kategori sangat baik, tetapi juga masih pada batas bawah sehingga ada faktor lain di luar program BPI yang memengaruhi. 3) Hubungan intensitas mengikuti BPI dengan karakter religius berkorelasi kuat sebesar 0,748 dengan pengaruh 33,6%. Uji hipotesis menunjukkan t hitung 8,429 > t tabel 2,004, yang berarti terdapat hubungan signifikan antara intensitas mengikuti BPI dengan karakter religius peserta didik

    peran riyadhoh dalam meningkatkan sikap mahabbah: Studi deskriptif kualitatif di Pondok Pesantren As-Salafy Ar-Raid

    No full text
    Penelitian ini dilatar belakangi oleh masih rendahnya kesadaran sebagian santri dalam menumbuhkan sikap mahabbah kepada Allah SWT, yang seharusnya tercermin dalam keikhlasan, ketaatan, dan kesungguhan+ dalam menjalankan ibadah. Dalam lingkungan pesantren, riyadhoh dipraktikkan sebagai bentuk latihan spiritual yang bertujuan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui ibadah-ibadah yang dilakukan secara intensif dan disiplin, seperti puasa sunnah, qiyamullail, muraqabah, serta pengendalian hawa nafsu.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan peran riyadhoh dalam meningkatkan sikap mahabbah santri di Pondok Pesantren Salafy Arraid Bandung. Fokus penelitian diarahkan pada bagaimana praktik riyadhoh mampu membentuk sikap spiritual santri yang mencerminkan rasa cinta kepada Allah SWT.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini terdiri dari santri aktif, alumni, serta ustadzah pembimbing. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Adapun Teori yang digunakan mengacu pada pemikiran imam Al-ghazali, dimana riyadhoh merupakan usaha untuk melatih jiwa agar tunduk kepada Allah, sedangkan Mahabbah merupakan kecenderungan hati yang tulus mencitani Allah dengan mengenal sifat-sifat nya. indikator mahabbah meliputi membaca Al-quran, mengenal sifat Allah, fana’ dan baqa’.Hasil penelitian menunjukkan bahwa riyadhoh memiliki peran penting dalam membentuk dan memperkuat sikap mahabbah santri. Melalui riyadhoh, santri menjadi lebih sadar akan pentingnya keikhlasan, mampu menjauhi sifat-sifat tercela, serta memiliki komitmen yang tinggi dalam menjalankan ibadah. Selain itu, riyadhoh turut membentuk karakter santri yang sabar, rendah hati, dan istiqamah dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, riyadhoh di Pondok Pesantren Salafy Arraid tidak hanya menjadi aktivitas spiritual rutin, tetapi juga menjadi media pembinaan kepribadian santri agar tumbuh menjadi pribadi yang memiliki cinta yang kuat kepada Allah SWT

    Pengaruh Hardiness terhadap Burnout yang dimediasi oleh Work Life Balance pada pekerja PT. Markoni Mandiri Karawang

    No full text
    Indonesia: Dalam sistem kerja modern, pekerja dihadapkan pada tekanan adaptasi terhadap sistem kerja baru, target tinggi, dan keseimbangan kehidupan pribadi yang menjadi terganggu, dan kemudian berisiko menyebabkan burnout pekerja. Ketahanan psikologis yaitu hardiness diperlukan sebagai mekanisme pertahanan dalam menghadapi stresor pekerjaan, namun hardiness saja belum cukup tanpa adanya keseimbangan antara kehidupan kerja dan pribadi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh hardiness terhadap burnout dengan work life balance sebagai variabel mediasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan melibatkan 32 pekerja PT. Markoni Mandiri Karawang. Hasil analisis menunjukkan bahwa hardiness berpengaruh negatif terhadap burnout dan work life balance berperan sebagai mediasi penuh yang signifikan. Kesimpulannya, hardiness memengaruhi burnout pada pekerja melalui perannya dalam meningkatkan atau mempertahankan work life balance. English: Modern work system demand rapid adaptation to new systems, high performance expectations, and disrupted personal balance, increasing the risk of employee burnout. hardiness is essential modalistic but insufficient without effective work life balance. This study aims to examine the effect of hardiness on burnout with work-life balance as a mediating variable. Using a quantitative correlational approach, this research involved 32 employees at PT. Markoni Mandiri Karawang. The results showed that hardiness negatively affects burnout, and work life balance significantly mediates this relationship. The findings conclude that hardiness influences burnout through its role in enhancing or maintaining employees’ work life balance

    Implementasi algoritma Convolutional Neural Network (CNN) untuk klasifikasi penyakit daun padi berdasarkan citra daun

    Get PDF
    Pertanian merupakan sektor penting dalam perekonomian Indonesia, khususnya pada komoditas padi (Oryza sativa) yang menjadi makanan pokok mayoritas masyarakat. Permasalahan utama dalam produksi padi adalah serangan penyakit daun yang dapat menurunkan kualitas dan kuantitas hasil panen. Oleh karena itu, diperlukan penerapan teknologi berbasis kecerdasan buatan untuk membantu mendeteksi penyakit daun padi secara cepat dan akurat. Pada penelitian ini, diimplementasikan algoritma Convolutional Neural Network (CNN) dengan pendekatan Cross Industry Standard Process for Data Mining (CRISP-DM) untuk klasifikasi penyakit daun padi berdasarkan citra daun. Dataset yang digunakan terdiri dari beberapa kelas penyakit daun padi dan daun sehat, yang kemudian diproses melalui tahap preprocessing sebelum dilakukan pelatihan model. Eksperimen dilakukan dengan beberapa konfigurasi, dan hasil terbaik diperoleh pada rasio data latih dan data uji sebesar 70:30 dengan jumlah epoch 50, menghasilkan akurasi 92,25% pada data latih, 92,34% pada data validasi, serta rata-rata akurasi 92,26%. Hasil ini menunjukkan bahwa CNN memiliki kemampuan yang sangat baik dalam mengklasifikasikan penyakit daun padi, sehingga berpotensi menjadi solusi pendukung bagi petani dalam mendeteksi penyakit tanaman secara dini serta menjaga produktivitas pertanian

    Pembuktian status keperdataan anak yang dilahirkan dalam perkawinan yang tidak tercatat: Analisis penetapan Pengadilan Agama Kota Cimahi nomor 115/Pdt.P/2024/PA.Cmi

    Get PDF
    Putusan Pengadilan Agama Nomor 115/Pdt.P/2024/PA.Cmi membahas keabsahan asal usul anak. Anak memiliki hak yang setara sejak lahir, termasuk hak hidup, tumbuh, berkembang, serta perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi. Namun, perkawinan yang tidak dicatatkan, meskipun sah secara agama, dianggap melanggar hukum dan berdampak pada status hukum anak. Berdasarkan Undang-Undang No. 1 Tahun 1974, anak di luar perkawinan tidak memiliki hubungan keperdataan dengan ayahnya, sehingga hak-haknya seperti jaminan hidup, pendidikan, dan warisan menjadi tidak terlindungi, dalam putusan ini hakim mengutip pertimbangan putusan Mahkamah Konstitusi yang mengharuskan perkara asal usul anak harus dengan bukti tes DNA, akan tetapi hakim mempertimbangkan sosiologis seperti ekonomi di masyarakat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui: pertimbangan hukum hakim, bentuk dan kekuatan alat bukti dan implikasi hukum mengenai status keperdataan anak luar perkawinan dalam Penetapan Nomor115/Pdt.P/2024/PA.Cmi tentang pembuktian status keperdataan anak di Pengadilan Agama Kota Cimahi. Kerangka berpikir dari penelitian ini menggunakan teori penemuan hukum, proses penemuan hukum oleh hakim diawali dalam memutus suatu perkara dengan memeriksa berupa bukti-bukti yang diajukan oleh para pihak, seperti bukti tertulis (alat bukti surat) dan bukti tidak tertulis (saksi). Setelah hakim memeriksa perkara dalam putusan, hakim akan berijtihad untuk menemukan hukum yang dikenal dengan pertimbangan hukum dalam putusan. Metode penelitian ini menggunakan metode content analysis (Analisis isi) dengan jenis data kualitatif dan pendekatan yuridis normatif, dilakukan dengan menelaah teori-teori hukum, konsep, serta peraturan perundang-undangan yang berkaitan, termasuk analisis isi terhadap penetapan Pengadilan Agama Kota Cimahi Nomor 115/Pdt.P/2024/PA.Cmi tentang asal usul anak. Hasil penelitian terhadap analisis Penetapan Pengadilan Agama Kota Cimahi Nomor 115/Pdt.P/2024/PA.Cmi tentang pembuktian asal-usul anak, dapat disimpulkan bahwa Majelis Hakim dalam menetapkan status keperdataan anak luar perkawinan sah menitikberatkan pada keabsahan perkawinan dan status anak para pemohon, dengan menjadikan Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 46/PUU-VIII/2010 dan Undang-Undang Perlindungan Anak sebagai dasar pertimbangan hukum. Proses pembuktian dilakukan secara yuridis melalui alat bukti sah berupa dokumen resmi dan kesaksian, yang telah memenuhi syarat formil dan diuji keasliannya oleh Majelis Hakim. Implikasi hukum dari penetapan ini menyatakan bahwa anak yang lahir dari hubungan tidak tercatat tetap dapat diakui secara hukum melalui pembuktian tanpa harus bergantung pada tes DNA, sehingga menimbulkan hak dan kewajiban antara anak dan orang tua, dan memberikan perlindungan hukum dengan anak dari perkawinan sah menurut hukum positif Indonesia

    Tuntutan kompensasi materiil nafkah batin dalam perceraian di lingkungan Pengadilan Agama persfektif filosofis hukum Islam

    Get PDF
    Penelitian ini dilatarbelakangi atas suatu fenomena perceraian antara suami istri sering disertai dengan persoalan yang ada kaitannya dengan nafkah lahir. Tetapi faktanya terdapat beberapa putusan pengadilan agama yang disertai dengan persoalan nafkah batin, tepatnya terkait dengan tuntutan kompensasi materiil nafkah batin. Meskipun dari sisi ketentuan hukum normative tidak diatur perihal persoalan tersebut, namun faktanya terdapat putusan perkara yang sudah berkekuatan hukum tetap dengan amar yang bervariatif, ada yang mengabulkan dan ada yang menolak. Tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk menganalisis hakikat kompensasi materiil nafkah batin yang tidak terpenuhi dalam perceraian di pengadilan agama, (2) Untuk menganalisis cara memperoleh kompensasi materiil nafkah batin yang tidak terpenuhi dalam perceraian di pengadilan agama, (3) Untuk menganalisis kegunaan pemenuhan kompensasi materiil yang dikabulkan dalam perceraian di pengadilan agama. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif dengan jenis penelitian kepustakaan (Library Research), sifat dari penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif analitis. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deduktif dan analisis data (content analysis). Penelitian ini menggunakan pendekatan Filosofis Hukum Islam dengan menggunakan teori maslahah dan teori keadilan sebagai pisau analisis. Tuntutan kompensasi materiil nafkah batin diajukan pihak istri disebabkan tidak terpenuhinya nafkah batin oleh suaminya pada masa perkawinan. Tuntutan diajukan dengan nominal yang bervarisi sejalan dengan lamanya kelalaian yang ada. Diajukan pada proses perceraian sebagai bentuk efisiensi proses penyelesaian perkara sehingga persoalan dapat diselesaikan berbarengan dengan proses perceraian yaitu dengan adanya putusan akhir yang amarnya terdiri dari yang dikabulkan dan yang ditolak. Berdasarkan hasil penelitian, hakikat tuntutan kompesasi materiil nafkah batin adalah belum adanya rumusan hukum yang dapat dijadikan rujukan dalam bentuk peraturan perundang-undangan (hukum positif). Pada keadaan demikian Hakim dituntut harus memberi keadilan kepada pencari keadilan atas nafkah batin yang terlalaikan dengan konversi kewajiban ke dalam bentuk materiil (uang) sebagai hukuman dan bentuk tanggung jawab. Kompensasi materiil nafkah batin diperoleh berdasarkan pertimbangan kerugian yang diderita istri yang secara aspek formil dan materiel telah terbukti dan menjadi fakta hukum di persidangan. Dengan adanya pemenuhan tuntutan kompensasi materiil nafkah batin dalam perceraian memberikan keadilan kepada pihak yang dirugikan atas haknya yang tidak diperoleh; dengan kata lain memberikan maslahah/kebaikan dengan terjaganya jiwa istri dan suami (hidfz al-nafs)

    50,733

    full texts

    53,115

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Digital Library UIN (Universitas Islam Negeri) Sunan Gunung Djati Bandung is based in Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇