Sunan Gunung Djati State Islamic University Bandung

Digital Library UIN (Universitas Islam Negeri) Sunan Gunung Djati Bandung
Not a member yet
    53115 research outputs found

    Konsep keluarga sakinah, mawaddah dan rahmah dalam Al-Qur'an: Studi tafsir tematik

    Get PDF
    Pernikahan merupakan institusi yang sakral dalam Islam dan menjadi dasar terbentuknya keluarga yang harmonis, tenteram, dan penuh kasih sayang. Namun, realitas sosial menunjukkan adanya problematika rumah tangga yang memengaruhi keberlangsungan keluarga, seperti perceraian, perselisihan, dan menurunnya kualitas hubungan antaranggota keluarga. Kondisi ini menuntut pengkajian mendalam terhadap konsep ideal keluarga dalam Islam, khususnya melalui nilai-nilai sakīnah, mawaddah, dan rahmah yang terdapat dalam Al-Qur’an. Kajian ini berupaya memberikan kontribusi teoretis dan praktis bagi pembinaan keluarga Muslim yang berlandaskan ajaran Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep sakīnah, mawaddah, dan rahmah dalam perspektif tafsir Al-Qur’an, serta menguraikan relevansinya dengan pembinaan keluarga Muslim di era kontemporer. Fokus pembahasan diarahkan pada penjelasan makna ketiga konsep tersebut dan penerapannya dalam kehidupan rumah tangga agar tercipta keharmonisan dan keberlanjutan hubungan yang diridai Allah ﷻ. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan tafsir tematik (maudhū’i). Data primer diperoleh dari ayat-ayat Al-Qur’an yang memuat konsep sakīnah, mawaddah, dan rahmah, serta penafsiran para mufasir klasik dan kontemporer. Analisis data dilakukan dengan mengkaji ayat-ayat terkait secara kontekstual, membandingkan pendapat para ahli tafsir, serta mengaitkannya dengan kondisi sosial masyarakat saat ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sakīnah mencerminkan ketenangan dan ketenteraman batin yang menjadi pondasi rumah tangga seperti yang tercermin dalam Ar-Rum: 21, mawaddah menggambarkan cinta aktif yang diwujudkan melalui tindakan nyata seperti dalam surah At-Tahrim: 6, dan rahmah meliputi kasih sayang yang tulus dan berkesinambungan seperti Al-Isra; 24. Ketiganya saling melengkapi dalam membangun keluarga harmonis. Kesimpulannya, penerapan nilai sakīnah, mawaddah, dan rahmah secara seimbang dapat menjadi strategi efektif untuk menciptakan rumah tangga yang kokoh, bahagia, dan diridai Allah ﷻ

    Penerapan model pembelajaran Buddy System untuk meningkatkan motivasi Ibadah Shalat Fardhu siswa : Penelitian pada siswa kelas VII SMP Negeri 1 Pakenjeng Kabupaten Garut

    Get PDF
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya motivasi ibadah shalat fardhu siswa berdasarkan observasi awal yang dilakukan pada siswa SMP Negeri 1 Pakenjeng Kabupaten Garut. Untuk meningkatkan motivasi ibadah shalat fardhu siswa, diperlukan penerapan model pembelajaran yang aktif, inovatif, dan kolaboratif. Antara lain model pembelajaran buddy system. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Mengetahui proses penerapan model pembelajaran buddy system dalam meningkatkan motivasi siswa dalam pelaksanaan ibadah shalat fardhu; 2) Motivasi siswa dalam pelaksanaan ibadah shalat fardhu sebelum penerapan model pembelajaran buddy system; 3) Mengetahui peningkatan motivasi siswa dalam melaksanakan ibadah shalat fardhu siswa setelah penerapan model pembelajaran buddy system. Motivasi ibadah shalat fardhu siswa dapat ditingkatkan dengan menerapkan model pembelajaran yang bersifat kolaborasi siswa, saling mendukung, serta faktor teman sebaya. Maka dari itu, hipotesis dari penelitian ini adalah: Penerapan model pembelajaran buddy system terdapat pengaruh yang signifikan dalam meningkatkan motivasi ibadah shalat fardhu siswa di kelas VII SMP Negeri 1 Pakenjeng Kabupaten Garut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi eksperiment. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, angket, dan dokumentasi. Adapun teknik analisis data yang digunakan adalah analisis instrumen, analisis deskriptif, uji normalitas, uji homogenitas, uji hipotesis, dan uji n-gain. Hasil penelitian menunjukkan: 1) Proses penerapan model pembelajaran buddy system mencapai tingkat keberhasilan sebesar 100% dengan kriteria sangat tinggi; 2) Motivasi ibadah shalat fardhu siswa sebelum penerapan model pembelajaran buddy system memperoleh nilai rata-rata sebesar 60,56 dengan kategori rendah, setelah menerapkan model pembelajaran buddy system memperoleh nilai rata-rata sebesar 68,04, artinya terdapat perbedaan rata-rata hasil angket motivasi ibadah shalat fardhu siswa; 3) Terdapat peningkatan motivasi ibadah shalat fardhu siswa setelah penerapan model pembelajaran buddy system pada kelas eksperimen dengan nilai N-Gain 0,18 dengan kategori rendah. Di sisi lain nilai N-Gain kelas kontrol sebesar 0,01 dengan kategori rendah. Uji hipotesis nilai sig. (2 tailed) sebesar 0,001 < 0,05 maka hipotesis diterima. Dengan demikian penerapan model pembelajaran buddy system dapat meningkatkan motivasi ibadah shalat fardhu siswa pada siswa kelas VII SMP Negeri 1 Pakenjeng Kabupaten Garut

    Inovasi pelayanan Kereta Api Indonesia Commuter Line kartu multi trip di stasiun Cawang DKI Jakarta

    No full text
    INDONESIA: Pelayanan publik di era digital menuntut peningkatan kualitas dan efisiensi, terutama dalam sektor transportasi. Di wilayah metropolitan seperti DKI Jakarta, kebutuhan masyarakat akan layanan transportasi yang cepat dan praktis terus meningkat. Salah satu upaya menjawab tantangan tersebut adalah melalui inovasi pelayanan berbasis teknologi, yaitu penggunaan Kartu Multi Trip (KMT) oleh PT KAI Commuter Line. di Stasiun Cawang, implementasi Kartu Multi Trip (KMT) masih menghadapi kendala seperti Pengisian saldo Kartu Multi Trip masih belum luas diberbagai e-commerce,masih ada kendala pada tap in atau tap out serta vending mechine belum dapat digunakan secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana inovasi pelayanan KMT meningkatkan kualitas layanan transportasi publik di Stasiun Cawang. Fokus penelitian mengkaji dimensi inovasi berdasarkan teori Everett M. Rogers, yaitu relative advantage, compatibility, complexity, triability, dan observability. Kerangka berpikir dalam penelitian ini menggabungkan konsep inovasi pelayanan publik dengan teori administrasi publik. Teori inovasi dari (Rogers, 2003) menjadi alat analisis utama untuk mengukur efektivitas Kartu Multi Trip (KMT) sebagai inovasi layanan, baik dari sisi kebaruan, kemudahan penggunaan, hingga penerimaan masyarakat terhadap perubahan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan dipilih melalui purposive sampling, terdiri dari petugas KAI dan pengguna Kartu Multi Trip (KMT) di Stasiun Cawang. Data dianalisis secara tematik berdasarkan lima indikator inovasi (Rogers, 2003). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kartu Multi Trip (KMT) mampu meningkatkan efisiensi pelayanan dan kenyamanan pengguna. Dalam keberhasilan penuh masih menghadapi beberapa tantangan, salah satunya adalah keterbatasan dalam pengisian saldo yang hingga kini belum dapat dilakukan melalui berbagai platform e-commerce. Inovasi Kartu Multi Trip (KMT) tetap memberikan kontribusi positif dalam reformasi pelayanan publik berbasis teknologi. ENGLISH: Public service in the digital era demands improvements in quality and efficiency, particularly in the transportation sector. In metropolitan areas such as Jakarta, the public’s need for fast and practical transportation services continues to grow. One effort to address this challenge is through technology-based service innovations, namely the use of the Multi-Trip Card (KMT) by PT KAI Commuter Line. At Cawang Station, however, the implementation of the Multi-Trip Card (KMT) still faces several obstacles, such as limited top-up options across e- commerce platforms, issues with tap-in or tap-out processes, and vending machines that have yet to function optimally. This study aims to examine the extent to which the KMT service innovation improves the quality of public transportation services at Cawang Station. The research focuses on analyzing the dimensions of innovation based on Everett M. Rogers’ theory, namely relative advantage, compatibility, complexity, trialability, and observability. The conceptual framework of this study combines the concept of public service innovation with public administration theory. Rogers’ theory of innovation (2003) serves as the main analytical tool to assess the effectiveness of the Multi- Trip Card (KMT) as a service innovation, in terms of novelty, ease of use, and public acceptance of the change. This research employs a descriptive qualitative approach. Data collection techniques include observation, in-depth interviews, and documentation. Informants were selected using purposive sampling, consisting of KAI staff and KMT users at Cawang Station. The data were analyzed thematically based on the five indicators of innovation (Rogers, 2003). The findings show that the Multi-Trip Card (KMT) has succeeded in improving service efficiency and user convenience. Nevertheless, several challenges remain, particularly the limited availability of top-up services, which are still not accessible through various e-commerce platforms. Despite these challenges, the KMT innovation continues to make a positive contribution to technology-based public service reform

    Hubungan Qana’ah dengan Motivasi penggunaan Make up mahasiswi Tasawuf dan Psikoterapi angkatan 2021 di UIN Sunan Gunung Djati Bandung

    Get PDF
    Penelitian ini berangkat dari fenomena meningkatnya penggunaan make up di kalangan mahasiswi. Di satu sisi, make up berfungsi sebagai sarana ekspresi diri dan peningkatan kepercayaan diri, namun di sisi lain menimbulkan pertanyaan mengenai kesesuaiannya dengan nilai qana’ah yang menekankan sikap cukup, ikhlas, dan bersyukur atas ketentuan Allah. Fokus penelitian adalah menganalisis hubungan antara motivasi penggunaan make up dengan tingkat qana’ah pada mahasiswi Program Studi Tasawuf dan Psikoterapi UIN Sunan Gunung Djati Bandung angkatan 2021. Motivasi penggunaan make up mengacu pada teori Karabulut et al. yang meliputi tiga dimensi, yaitu motivasi intrinsik (dorongan internal meningkatkan kenyamanan dan percaya diri), motivasi ekstrinsik (pengaruh eksternal atau penilaian sosial), serta pemosisian sosial (strategi membangun citra diri). Sedangkan variabel qana’ah mengacu pada konsep Hamka dengan lima indikator, yakni menerima dengan ikhlas, berdoa untuk tambahan yang layak, bersabar, bertawakal, dan tidak terpengaruh oleh tipu daya manusia. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif korelasional dengan teknik Slovin, sehingga dari populasi mahasiswi angkatan 2021 diperoleh 90 responden. Instrumen penelitian berupa kuesioner motivasi penggunaan make up (48 item) dan qana’ah (30 item), yang telah diuji validitas dan reliabilitas menggunakan SPSS 27 dan dinyatakan valid serta reliabel (Cronbach’s Alpha: 0,975 dan 0,986). Analisis data dilakukan dengan korelasi Spearman Rank dan uji koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan motivasi penggunaan make up berada pada kategori sedang hingga tinggi (61,1% sedang; 24,4% tinggi). Penggunaan make up dipahami sebagai sarana meningkatkan rasa percaya diri, memenuhi tuntutan sosial secara wajar, serta mengekspresikan identitas diri. Tingkat qana’ah juga berada pada kategori sedang ke tinggi (41,1% sedang; 26,7% tinggi), mencerminkan penerimaan diri, kesabaran, tawakal, serta pengendalian diri. Uji korelasi Spearman Rank menghasilkan nilai 0,767 dengan kontribusi 59% (R² = 0,59), menunjukkan hubungan positif yang kuat antara motivasi penggunaan make up dan qana’ah. Temuan ini mengindikasikan bahwa motivasi penggunaan make up tidak bertentangan dengan nilai qana’ah, melainkan dapat saling melengkapi dalam mendukung keseimbangan pengembangan psikologis dan kesadaran spiritual. Implikasi penelitian menekankan pentingnya pembinaan yang mengintegrasikan penguatan citra diri positif dengan nilai tasawuf, agar mahasiswi mampu memanfaatkan make up secara sehat sekaligus selaras dengan nilai spiritual

    Pemberdayaan pertanian monokultur menjadi polikultur: Community Based Research di Kelompok Tani Bukit Tani Desa Mekarmanik

    Get PDF
    Masyarakat Desa Mekarmanik, mayoritas bekerja sebagai petani. Keterbatasan akses terhadap pengetahuan, pendampingan, dan modal membuat petani kesulitan mengembangkan pertaniannya secara mandiri. Oleh karena itu, pemberdayaan menjadi kunci penting dalam memperkuat kapasitas petani melalui pembentukan Kelompok Tani Bukit Tani. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis pemberdayaan diwujudkan melalui partisipasi kelompok tani dalam peralihan sistem pertanian monokultur menjadi polikultur, penerapan prinsip keberlanjutan sistem tersebut, dan kontribusinya terhadap peningkatan kualitas hidup. Landasan teori yang digunakan ialah teori pemberdayaan menurut Jim Ife yang menyatakan bahwa pemberdayaan diartikan sebagai proses memberikan sumber daya, peluang, pengetahuan, dan keterampilan kepada masyarakat agar mampu meningkatkan kapasitas diri dalam menentukan masa depannya sendiri. Teori ini digunakan untuk membaca dinamika kelompok melalui konsep partisipasi, keberlanjutan, dan kualitas hidup. Pendekatan yang digunakan ialah kualitatif melalui metode Community Based Research (CBR), yang melibatkan anggota kelompok tani secara aktif dalam proses identifikasi, perencanaan, analisis, hingga aksi. Data yang dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, Focus Group Discussion (FGD), dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi dari anggota kelompok tani tercermin dalam pengambilan keputusan, pembagian peran, dan pembelajaran kolektif. Penerapan prinsip keberlanjutan terlihat dari kesadaran ekologis, adaptasi ekonomi, solidaritas, serta penguatan sistem. Dampaknya tercermin dari peningkatan kesehatan fisik, ketenangan psikologis, solidaritas sosial, hingga kepedulian lingkungan. Temuan ini memperlihatkan bahwa sistem polikultur bukan hanya model pertanian, tetapi wujud pemberdayaan komunitas yang lahir dari inisiatif lokal dan menjadi dasar terciptanya perubahan sosial berkelanjutan

    Indonesian EFL students' perspectives toward translation platforms for writing their English thesis background: A case study at UIN Sunan Gunung Djati Bandung

    Get PDF
    This study explores students’ perspectives on using DeepL and Google Translate as machine translation tools to assist in writing thesis introductions in English within the academic context at UIN Sunan Gunung Djati Bandung. The research aims to investigate how these tools are utilized, the reasons behind students’ preferences, the perceived benefits, and the overall impact on the quality of academic writing. By focusing on these aspects, the study seeks to highlight the role of machine translation in supporting students who face linguistic challenges in academic writing. Employing a qualitative research design, data were collected through open ended questionnaires distributed to five students. From this group, three students who showed greater interest in the topic were selected for further participation through interviews and document analysis. This methodological approach allowed for a deeper understanding of students’ experiences, perspectives, and strategies when employing machine translation tools in their writing process. The findings indicate that students use both Google Translate and DeepL to overcome difficulties with grammar, sentence structure, vocabulary choice, and expressing ideas. Google Translate is commonly favored for quick translations of individual words or short phrases because of its accessibility and wide language coverage. In contrast, DeepL is preferred for translating longer and more formal texts, as it produces more natural and academically suitable results. Students reported improvements in grammar, sentence structure, vocabulary range, and overall confidence when utilizing these tools, although they also acknowledged the importance of manual revision. In conclusion, both DeepL and Google Translate are perceived as practical and supportive tools that enhance writing efficiency and the quality of academic texts. However, students emphasize that critical thinking and manual editing remain necessary to ensure academic integrity and accuracy. It is therefore recommended that machine translation tools be used as complementary aids rather than primary sources of writing. Furthermore, integrating training on effective and critical use of these technologies into academic writing courses may help students maximize the benefits while minimizing potential risks

    Penaksiran nilai efisiensi Asuransi Jiwa Syariah dengan metode Stochastic Frontier Analysis (SFA) dan Two-Stage Data Envelopment Analysis (DEA)

    Get PDF
    Analisiss efisiensi dapat diartikan sebagai perbandingan antara output dan input, atau analisiss tingkat keberhasilan suatu perusahaan untuk menghasilkan output sebesar-besarnya dengan input yang tersedia. Efisiensi menjadi salah satu indikator penting dalam menilai kinerja perusahaan secara keseluruhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi efisiensi perusahaan asuransi jiwa syariah di Indonesia selama tahun 2018 sampai 2022 dan menganalisiss perbedaan nilai efisiensi asuransi jiwa syariah dengan metode Stochastic Frontier Analysis (SFA) dan metode Two-stage Data Envelopment Analysis (DEA). Semua data dianalisiss dan di estimasi menggunakan Maximum Likelihood (ML) untuk mendapatkan estimasi parameter dan nilai efisiensi dari setiap perusahaan. Hasilnya, kondisi efisiensi perusahaan asuransi jiwa syariah saat ini dengan pengukuran efisiensi teknis menggunakan metode Stochastic Frontier Analysis (SFA) menunjukkan bahwa rata-rata tingkat efisiensi cenderung tinggi diatas 0,7. Namun jika dilihat melalui metode Two-Stage Data Envelopment Analysis (DEA) dengan pendekatan komposisi yaitu perkalian antara efisiensi tahap 1 dan tahap 2, ditemukan bahwa rata-rata tingkat efisiensi total cenderung lebih rendah di bawah 0,5 dibandingkan dengan hasil SFA. Hal ini menunjukkan bahwa walaupun secara teknis perusahaan terlihat efisien bedasarkan SFA, tetapi dalam praktik konversi input awal tahap 1 ke output akhir tahap 2 masih terdapat banyak inefisiensi yang perlu diperbaiki

    Konsep Syibhu al-’iddah menurut Wahbah Az-Zuhaili dan relevansinya terhadap Surat Edaran Dirjen Bimas Islam nomor: P-005/DJ.III/HK.00.7/10/2021: Studi di KUA Kecamatan Purwakarta

    Get PDF
    background of this research is based on the importance of understanding the concept of syibhu al-‘‘iddah in Islamic law, particularly in relation to the waiting period (‘‘iddah) of a wife after divorce or the death of her husband. Wahbah Az-Zuhaili, as one of the contemporary Islamic scholars, provides an in-depth explanation of this concept, which serves as a significant reference in understanding the legal and social aspects of ‘‘iddah. However, in practice, the application of this concept often faces regulations established by the government, such as the Circular Letter of the Director General of Islamic Community Guidance No: P-005/DJ.III/HK.7/10/2021, which governs the procedure of marriage during a wife's ‘‘iddah period. This research aims to examine the relationship between the concept of syibhu al-‘‘iddah according to Wahbah Az-Zuhaili and the implementation of the Circular Letter at the Office of Religious Affairs (KUA) in Purwakarta District, to assess the alignment between fiqh theory and existing administrative policies. This study aims to analyze : (1) The implementation of Circular Letter No: P-005/DJ.III/HK.00.7/10/2021 on marriage during a wife's ‘‘iddah at the KUA of Purwakarta District; (2) The legal reasons for marriage postponement in the implementation of the Director General’s instructions; (3) The concept of syibhu al-‘‘iddah in accordance with Circular Letter No: P-005/DJ.III/HK.00.7/10/2021. The theories used in this study include the theory of maqāṣid al-sharī‘ah and maṣlaḥah mursalah. The role of maqāṣid al-sharī‘ah in Islamic legal formulation is based on the concept of maṣlaḥah, which consists of two main aspects: first, realizing benefit, goodness, and human well-being; and second, preventing harm and corruption. This research uses an empirical juridical approach, focusing on legal findings based on societal customs. The method applied is qualitative descriptive, using in-depth interviews, observation, and literature review for data collection. The data analysis techniques used include data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results show that the concept of syibhu al-‘‘iddah according to Wahbah Az-Zuhaili occurs when a mani‘ shar‘i (legal impediment) is present. Meanwhile, the Circular Letter of the Director General of Islamic Community Guidance No: P-005/DJ.III/HK.00.7/10/2021 prohibits a widower from remarrying during the ‘‘iddah of his former wife, applying generally to protect women's rights and to prevent covert polygamy. This circular letter strengthens administrative order and provides procedural clarity for marriage during the ‘‘iddah period

    Analisis Pengaruh Capital Adequacy Ratio (CAR) Non Performing Financing (NPF) dan Net imbalan terhadap Sustainable Financing dengan Financing to Deposit Ratio (FDR) sebagai variabel moderasi pada Bank Syariah Indonesia, BCA Syariah, BJB, Syariah, MEGA Syariah, ACEH Syariah, Muamalat, PANIN DUBAI Syariah periode 2020-2024

    Get PDF
    Perbankan syariah di Indonesia telah mengalami perkembangan pesat dalam beberapa dekade terakhir, tidak hanya berfokus pada penyediaan produk keuangan yang sesuai dengan prinsip-prinsip Islam, tetapi juga pada aspek keberlanjutan dalam operasional dan pengelolaan keuangannya. Salah satu wujud konkret dari upaya tersebut adalah penerapan keuangan berkelanjutan (Sustainable Financing), yang menjadi salah satu dari enam prioritas sektor keuangan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh CAR, NpF dan Net Imbalan secara simultan dan parsial terhadap Sustainable Financing dengn FDR sebagai variabel moderasi. Penelitian ini dilakukan pada perbankan syariah diIndoneisa dengan periode 2020-2024. Sustainable Financing menjadi perhatian utama karena mendukung prinsip keberlanjutan yang sejalan dengan nilai-nilai syariah, seperti keseimbangan sosial dan keadilan ekonomi. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 13 perbankan syariah diIndonesia. Pemilihan sampel menggunakan Teknik purposive sampling dan didapatkan sampel sebanyak 7 perbankan syariah dengan 5 tahun pengamatan sehingga diperoleh 35 data penelitian. Namun, terdapat data outlier maka diperoleh 34 data penelitian. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dan dalam penelitian ini menggunakan model regresi data panel dengan pendekatan Random Effecct Model dan untuk pengujian variabel moderasinta menggunakan model Moderated Regression Analysis (MRA). Analisis data kedua model tersebut menggunakan Eviews versi 13. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa 1) CAR tidak berpengaruh dan tidak signifikan terhadap Sustainable Financing, 2) NPF tidak berpengaruh dan tidak signifikan terhadap Sustainable Financing, 3) Net Imbalan tidak berpengaruh dan tidak signifikan terhadap Sustainable Financing. 4) FDR tidak mampu memoderasi pengaruh CAR terhadap Sustainable Financing, 5) FDR mampu memoderasi pengaruh NPF terhadap Sustainable Financing, 6) FDR tiidak mampu memoderasi pengaruh Net Imbalan terhadap Sustainable Financing

    50,733

    full texts

    53,115

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Digital Library UIN (Universitas Islam Negeri) Sunan Gunung Djati Bandung is based in Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇