Sunan Gunung Djati State Islamic University Bandung
Digital Library UIN (Universitas Islam Negeri) Sunan Gunung Djati BandungNot a member yet
53115 research outputs found
Sort by
Inversi Anomali Magnetik 3 dimensi untuk identifikasi struktur batuan di kaki Gunung Manglayang menggunakan Simpeg
Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan SimPEG dalam pemodelan inversi data magnetik 3D guna memperoleh efektivitasnya dalam mengolah data lapangan serta memberikan informasi terkait struktur batuan berdasarkan nilai suseptibilitas di kaki Gunung Manglayang. Data anomali magnetik yang telah dikoreksi dilakukan proses inversi untuk memetakan distribusi nilai suseptibilitas bawah permukaan. Hasil inversi WLS menunjukkan nilai RMSE 0.8777 dengan model yang cenderung halus, sedangkan metode IRLS menghasilkan RMSE 0.9993 namun memberikan ketajaman batas anomali yang lebih baik. Interpretasi geologi menunjukkan pada kedalaman 0–20 meter terdapat indikasi keberadaan batuan sedimen, seperti batu pasir, dengan nilai suseptibilitas tertinggi sebesar 0.066044 SI, yang lebih besar dari rentang referensi nilai batu pasir (0–0.02 SI). Sementara itu, pada kedalaman 20–70 meter, batuan yang diduga terdapat adalah andesit dengan nilai suseptibilitas tertinggi 0.267727 SI, yang melebihi rata-rata nilai referensi andesit (0.16 SI). Secara keseluruhan, metode IRLS terbukti mampu mempertahankan kontras anomali dan ketajaman batas, sedangkan WLS memberikan kecocokan statistik yang lebih baik
Pengaruh Work-life balance, lingkungan kerja dan beban kerja terhadap Turnover intention: Studi pada karyawan generasi Z di Toko online Ziggy official Bandung
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kondisi pada karyawan generasi Z di toko online Ziggy official yang menunjukkan bahwa work-life balance belum optimal, lingkungan kerja masih memiliki keterbatasan, serta beban kerja yang cukup tinggi. Hal tersebut berdampak pada meningkatnya tekanan mental dan munculnya kecenderungan turnover intention. Tingginya kecenderungan karyawan untuk meninggalkan perusahaan dapat berdampak negatif terhadap produktivitas, meningkatkan biaya seleksi dan pelatihan, serta mengganggu stabilitas tim kerja.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh work-life balance, lingkungan kerja, dan beban kerja terhadap turnover intention, serta menguji sejauh mana faktor-faktor tersebut memengaruhi keputusan karyawan generasi Z untuk bertahan atau keluar dari perusahaan.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif verifikatif dengan pendekatan kuantitatif. Sampel penelitian berjumlah 42 responden yang dipilih melalui teknik sampling jenuh. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner serta studi pustaka. Teknik analisis data meliputi analisis deskriptif, uji validitas dan reliabilitas, uji asumsi klasik, analisis regresi linier berganda, uji t, uji F, serta analisis koefisien determinasi, dengan bantuan software SPSS versi 25.
Pembahasan hasil penelitian menunjukkan bahwa Work-Life Balance berpengaruh negatif dan signifikan terhadapap turnover intention dengan nilai thitung -4,399 > t-tabel 2,024 dan signifikan 0,000 0,05. Beban Kerja berpengaruh positif dan signifikan dengan nilai t-hitung 6,292 > t-tabel 2,024 dan signifikan 0,000 F-tabel 2,85 dan signifikansi 0,000 < 0,05. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 49,4 menunjukkan bahwa 49,4% variasi turnover intention dapat dijelaskan oleh ketiga variabel tersebu
Implementasi teknik Public Speaking Stephen E. Lucas pada kegiatan praktik Dakwah Lapangan : Penelitian pada Santri Pondok Pesantren Modern Al-Mu’awanah Majalaya
Kemampuan public speaking menjadi keterampilan penting bagi santri dalam menyampaikan pesan dakwah secara efektif kepada masyarakat. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keberhasilan penerapan teori public speaking Stephen E. Lucas yang terlihat dalam kegiatan Praktik Dakwah Lapangan (PDL) yang dilakukan oleh para santri, khususnya pada aspek delivery yang mencakup metode penyampaian (methods of delivery), pengelolaan suara (speaker’s voice), dan bahasa tubuh (speaker’s body), dalam praktik dakwah lapangan.
Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan bagaimana santri Pondok Pesantren Modern Al-Mu’awanah Majalaya mengimplementasikan teori public speaking tersebut saat berdakwah di tengah masyarakat.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif yang bertujuan memberikan gambaran mendalam mengenai implementasi teori public speaking Stephen E. Lucas dalam PDL. Proses pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung terhadap kegiatan santri saat berdakwah serta wawancara mendalam dengan santri, pembimbing, dan masyarakat yang menjadi audiens dakwah. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara induktif.
Teori Lucas, khususnya pada aspek delivery digunakan sebagai kerangka konseptual sekaligus instrumen analisis untuk menilai kualitas penyampaian dakwah santri pada kegiatan PDL, sehingga hasil penelitian mampu memberikan penilaian yang terarah dan relevan terhadap keterampilan public speaking mereka.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa santri memanfaatkan metode penyampaian seperti impromptu dan extemporaneous yang memungkinkan penyesuaian materi dengan situasi dan audiens. Aspek suara mencakup volume yang memadai, intonasi yang bervariasi, dan penekanan pada poin penting, meskipun sebagian masih perlu mengatur tempo dan jeda agar lebih mudah diikuti. Bahasa tubuh digunakan untuk memperkuat pesan, termasuk gestur tangan dan posisi tubuh yang sesuai, namun beberapa santri masih kurang memaksimalkan kontak mata dan ekspresi wajah. Simpulan penelitian menegaskan bahwa secara keseluruhan teori public speaking Stephen E. Lucas terbukti relevan dan aplikatif untuk meningkatkan kualitas penyampaian dakwah santri dalam konteks dakwah lapangan. Pelatihan berkelanjutan tetap diperlukan untuk menyempurnakan setiap aspek delivery pada teori public speaking Stephen E. Lucas sehingga pesan dakwah dapat tersampaikan dengan lebih optimal dan berdampak positif bagi audiens
Analisis pendidikan Akhlak Anak Usia Dini pada keluarga Single Parent : Studi kasus di Desa Kasturi Kecamatan Kuningan Kabupaten Kuningan
Keluarga merupakan unit pendidikan pertama dan utama dalam membentuk
akhlak anak, termasuk pada masa usia dini. Dalam keluarga single parent, proses pendidikan akhlak memiliki tantangan tersendiri karena peran orang tua dilakukan oleh satu pihak saja. Di Desa Kasturi, Kecamatan Kuningan, Kabupaten Kuningan, terdapat sejumlah keluarga single parent yang harus membimbing anak-anak mereka dalam perkembangan moral dan akhlak sejak dini. Penelitian ini dilakukan untuk memahami bagaimana pendidikan akhlak dijalankan dalam kondisi keluarga yang tidak utuh tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) Kondisi akhlak anak usia dini pada keluarga single parent di Desa Kasturi Kecamatan Kuningan Kabupaten Kuningan ; (2) Metode pendidikan akhlak anak usia dini pada keluara single parent
di Desa kasturi Kecamatan Kuningan Kabupaten Kuningan ; (3) faktor pendukung dan faktor penghambat dalam memberikan pendidikan akhlak anak usia dini pada keluarga single parent di Desa kasturi Kecamatan Kuningan Kabupaten Kuningan. Landasan teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori pendidikan akhlak dalam perspektif Al-Ghazali. Masa kanak-kanak merupakan fase pembentukan kepribadian yang paling menentukan dalam kehidupan manusia. Pada tahap ini, anak masih berada dalam kondisi fitrah yang suci dan sangat responsif terhadap pengaruh lingkungan, pendidikan, dan teladan dari orang-orang di sekitarnya. Akhlak, menurut Al-Ghazali, bukanlah sesuatu yang muncul secara tiba-tiba atau alami tanpa usaha, melainkan harus dibentuk secara bertahap melalui proses pembiasaan yang konsisten, pengarahan yang tepat, serta latihan yang berkesinambungan
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi
kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan orang tua tunggal, observasi terhadap interaksi orang tua dan anak, serta dokumentasi aktivitas sehari-hari. Data yang diperoleh dianalisis melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan secara deskriptif untuk memperoleh gambaran yang mendalam mengenai realitas pendidikan akhlak dalam keluarga single parent. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Kondisi akhlak anak usia dini pada keluarga single parent di Desa Kasturi Kecamatan Kuningan Kabupaten Kuningan menunjukkan perkembangan yang positif, meskipun ada beberapa tantangan yang masih harus diperhatikan. Keempat indikator utama yaitu kejujuran, menolong, sopan dan hormat. ; (2) Metode pendidikan akhlak anak usia dini pada keluarga single parent di Desa Kasturi Kecamatan Kuningan Kabupaten Kuningan
menggunakan lima metode, yaitu nasehat, pembiasaan, keteladanan, bercerita, dan bersikap adil. (3) faktor pendukung dan penghambat untuk pendidikan akhlak anak usia dini dalam keluarga single Parent di Desa Kasturi Kecamatan Kuningan Kabupaten Kuningan yaitu faktor internal dan eksternal
Konsep etika dan moral dalam pandangan Mahatma Gandhi
Penelitian ini membahas tentang konsep etika dan moral dalam pandangan Mahatma Gandhi sebagai respons terhadap krisis nilai yang melanda masyarakat modern. Di tengah era globalisasi, kemajuan teknologi, dan perkembangan budaya populer, manusia dihadapkan pada berbagai tantangan moral yang kompleks. Nilai-nilai luhur seperti kejujuran, tanggung jawab, keadilan, serta kepedulian terhadap sesama semakin terpinggirkan oleh gaya hidup yang individualistik, materialistik, dan serba instan. Fenomena ini tidak hanya memengaruhi tatanan sosial secara umum, tetapi juga membentuk pola pikir dan perilaku generasi muda yang semakin menjauh dari prinsip-prinsip etika universal.
Mahatma Gandhi, sebagai seorang tokoh yang tidak hanya dikenal dalam perjuangan kemerdekaan India, tetapi juga sebagai pemikir moral dan spiritual, menawarkan pendekatan etika yang unik dan relevan untuk dikaji. Pemikirannya tidak hanya bertumpu pada aturan-aturan moral formal, tetapi lahir dari kesadaran batin yang mendalam, keselarasan dengan nilai-nilai ilahi, serta komitmen terhadap kemanusiaan. Konsep-konsep utama seperti ahimsa (tanpa kekerasan), satya (kebenaran), Hartal (Pemogokan masal), dan swadeshi (kemandirian) menjadi landasan bagi moralitas yang bersifat menyeluruh: meliputi dimensi pribadi, sosial, hingga spiritual.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka (library research) yang dipilih untuk menelusuri, memahami, dan mendeskripsikan konsep etika dan moral dalam pemikiran Mahatma Gandhi. Adapun objek formal penelitian ini adalah konsep etika dan moral, sedangkan objek materialnya adalah ajaran-ajaran Mahatma Gandhi. Yang di dapatkan melalui studi kepustakaan, data dikumpulkan dari buku, pidato, jurnal lain mengenai pemikiran Gandhi. Teknik analisis yang digunakan adalah (content analysis) dengan pendekatan filosofis analisis ini dilakukan dengan menelaah isi teks dari literatur yang telah dikumpulkan, yang bertujuan untuk menafsirkan makna nilai-nilai seperti ahimsa, satya, hartal dan swadeshi secara kritis dan kontekstual dalam merespons krisis moral di masyarakat modern.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Gandhi memandang etika sejati sebagai kesatuan antara dimensi spiritual dan sosial, yang tercermin dalam hidup sederhana, perjuangan tanpa kekerasan (ahimsa), dan kebenaran (satyagraha). Nilai-nilai seperti swadeshi dan hartal menjadi ekspresi moralitas yang aktif dalam menghadapi ketidakadilan sosial. Dengan demikian, pandangan Gandhi tetap relevan sebagai fondasi etika alternatif dalam merespons krisis moral dan dehumanisasi di era modern
Efektivitas layanan polisi 110 dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat pada Kepolisian Daerah Jawa Barat
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tantangan pelayanan publik di era digital, di mana masyarakat menuntut akses layanan yang cepat, mudah, dan responsif. Call Center 110 hadir sebagai inovasi layanan darurat oleh Kepolisian Republik Indonesia, termasuk di wilayah Polda Jawa Barat, guna merespons pengaduan masyarakat secara cepat dan efisien. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis efektivitas layanan polisi 110 dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepolisian kepada masyarakat di Polda Jawa Barat. Penelitian ini menggunakan teori efektivitas organisasi dari Richard M. Steers, dengan tiga dimensi utama yaitu pencapaian tujuan, integrasi, dan adaptasi. Kerangka berpikir yang digunakan mengacu pada teori efektivitas organisasi, di mana efektivitas dinilai dari sejauh mana organisasi mampu mencapai tujuan, membangun koordinasi internal dan eksternal, serta beradaptasi dengan perubahan lingkungan dan tuntutan pelayanan publik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan operator Call Center 110 dan masyarakat sebagai pengguna layanan, observasi langsung terhadap proses operasional, serta dokumentasi visual yang mendukung. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa layanan polisi 110 di Polda Jawa Barat secara umum berjalan cukup efektif. Pada dimensi pencapaian tujuan, layanan ini dinilai telah memberikan akses cepat dan responsif kepada masyarakat dalam situasi darurat. Dari sisi integrasi, terlihat adanya koordinasi yang baik antar unit internal melalui media komunikasi terintegrasi. Sedangkan dalam aspek adaptasi, operator telah memperoleh pelatihan awal yang memadai, meskipun pelatihan lanjutan belum berjalan secara rutin. Pemanfaatan teknologi seperti aplikasi Yanpol 110 dan sistem pelacakan GPS juga turut menunjang efektivitas respon layanan. Meskipun demikian, tantangan seperti tingginya jumlah prank call dan belum meratanya sosialisasi ke wilayah pedesaan masih menjadi hambatan yang perlu diperbaiki untuk meningkatkan kualitas layanan secara menyeluruh
Dampak literasi digital dan kemajuan financial technology (Fintech) terhadap pengembangan inovasi layanan pada Bank Syariah Indonesia KCP Bogor Sudirman
Perkembangan teknologi digital dan pesatnya pertumbuhan industri financial technology (fintech) telah membawa perubahan fundamental dalam lanskap layanan perbankan, termasuk di sektor perbankan syariah. Di era digital, masyarakat dituntut untuk memiliki literasi digital yang memadai agar dapat mengakses dan memanfaatkan layanan keuangan berbasis teknologi dengan aman dan efektif. Dalam konteks perbankan syariah, transformasi digital tidak hanya berkaitan dengan efisiensi dan inovasi, tetapi juga harus tetap berlandaskan pada prinsip-prinsip hukum Islam.
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sejauh mana dampak literasi digital dan perkembangan fintech terhadap inovasi layanan di Bank Syariah Indonesia (BSI) KCP Bogor Sudirman. Fokus utama penelitian ini adalah menggali tingkat literasi digital yang dimiliki oleh karyawan dan nasabah yang turut mendorong pengembangan layanan berbasis digital, serta menganalisis respons BSI dalam menghadapi kemajuan fintech melalui penyusunan strategi inovasi yang tetap berlandaskan prinsip-prinsip syariah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap pihak internal BSI dan nasabah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karyawan BSI KCP Bogor Sudirman memiliki pemahaman digital yang cukup baik sehingga mampu memberikan layanan optimal dan edukatif. Nasabah yang memiliki literasi digital tinggi cenderung lebih puas karena dapat mengakses layanan secara mandiri, meskipun tantangan masih dihadapi oleh kelompok rentan seperti lansia dan pelaku UMKM. Kemajuan fintech juga memberikan dampak positif dan menjadi pendorong utama inovasi layanan di BSI, yang memanfaatkan peluang ini melalui pengembangan aplikasi seperti BSI Mobile/BYOND App dengan pengawasan Dewan Pengawas Syariah (DPS) untuk memastikan kepatuhan terhadap prinsip Islam. Dan keberhasilan literasi digital dan kemajuan fintech terbukti memperkuat inovasi layanan perbankan syariah yang modern, efisien, inklusif, dan tetap bernilai etis serta spiritual
Hubungan tawakal dengan resiliensi pada mahasantri di Pondok Pesantren Al-Wafa
Mahasantri dengan dua peran yang dimilikinya yaitu sebagai mahasiswa dan santri, dituntut untuk dapat berprestasi secara akademik dan aktif dalam kegiatan pesantren. Kondisi tersebut tidak jarang menimbulkan stres, tekanan emosional, serta kelelahan mental yang berkelanjutan. Oleh karena itu, diperlukan kemampuan resiliensi yang baik agar mahasantri mampu bertahan dan berkembang dalam menghadapi berbagai tantangan. Salah satu aspek dalam Islam yang diyakini mampu memperkuat daya tahan mental adalah tawakal, yaitu menyerahkan segala urusan kepada Allah Swt setelah melakukan ikhtiar secara maksimal. Tawakal diyakini sebagai salah satu faktor penting yang dapat memperkuat resiliensi individu. Tawakal diyakini dapat memberikan ketenangan, rasa aman, dan optimisme yang mendalam dalam menghadapi berbagai tekanan hidup.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat tawakal, tingkat resiliensi, serta hubungan antara tawakal dengan resiliensi pada mahasantri di Pondok Pesantren Al-Wafa.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan angket atau kuesioner. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 140 mahasantri dari populasi sebanyak 216 mahasantri yang ditentukan dengan menggunakan teknik random sampling. Instrumen yang digunakan meliputi skala tawakal berdasarkan teori Ibnu Qayyim Al-Jauziah dan skala resiliensi dari Connor Davidson (CD-RISC). Analisis data dilakukan dengan bantuan program SPSS version 22 for Windows.
Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa tingkat tawakal memiliki rata-rata (mean) sebesar 86,37 berada pada kategori tinggi, sedangkan resiliensi memiliki rata-rata (mean) sebesar 71,17 yang juga tergolong tinggi. Pada hasil analisis data dengan menggunakan teknik korelasi Pearson diperoleh nilai koefisien korelasi sebesar r = 0,491 dengan nilai signifikansi p = 0.000 (p<0.05). Hal ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif signifikan antara tawakal dengan resiliensi pada mahasantri Pondok Pesantren Al-Wafa. Dengan hasil tersebut dapat diartikan bahwa semakin tinggi sikap tawakal, maka semakin tinggi tingkat resiliensi yang dimiliki.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa tingkat tawakal mahasantri Pondok Pesantren Al-Wafa berada pada kategori tinggi, dan tingkat resiliensi juga berada pada kategori tinggi, serta terdapat hubungan positif signifikan antara tawakal dengan resiliensi pada mahasantri di Pondok Pesantren Al-Wafa
Pengaruh Gross Profit Margin (GPM) dan Net Profit Margin terhadap Harga Saham yang bergerak di sektor konsumen dan Non Primer yang terdaptar di Jakarta Islamic Index (JII) periode 2015-2024
Penelitian ini didasari oleh penurunan harga saham pada perusahaan yang bergerak di sektor barang konsumen dan non primer, produk dan. keuangan dengan menggunakan Harga Saham (Gross Profit Margin (GPM)) dan Net Profit Margin (NPM), sehingga diperoleh fakta-fakta terkait keadaan keuangan suatu perusahaan yang akan dijadikan acuan dalam keputusan keuangan di masa depan.
Tujuan ini di rancang untuk menganalisis bagaimana Gross Profit Margin dan Net Profit Margin (NPM) memengaruhi harga saham pada PT. Gajah tunggal, PT King tyre indomesia dan PT good year indonesia, baik secara parsial ataupun secara simultan selama 10 tahun terakhir yaitu pada periode 2015 – 2024.
Metode yang digunakan pada penelitian ini ialah pendekatan kuantitatif dengan sampel data menggunakan sekunder runtun waktu (time series) dari laporan keungan perusahaan teknik analisis yang mencakup regresi data panel, asumsi klasik, hipotesis, melalui uji T dan uji F, serta pengukuran koefisien determinasi, adapun pengelolaan data micmenggunakan Microsoft excel dan software statistics eviews versi 12.
Penelitian ini di dasari oleh pemahaman bahwa Harga saham dapat di pengaruhi oleh rasio keuntungan (Profitabilitas), dimana jika laba bersih (Gross Profit Margin) dan Laba Kotor (Net Profit Margin) naik maka hal tersebut akan menciptakan persepsi positif di mata pasar. Pada akhirnya, kondisi ini akan berkontribusi pada peningkatan harga saham.
Dari hasil penelitian terungkap bahwa Gross Profit Margin (GPM) secara individu tidak berpengaruh signifikan terhadap keuntungan Perusahaan, dengan kontribusi hanya sebesar 2,3% terhadap perubahan nilai. Di sisi lain, Net Profit Margin (NPM) dan Harga Saham terbukti berpengaruh signifikan secara parsial, dengan menjelaskan 32,9% terhadap Keuntungan. Ketika kedua rasio tersebut, GPM dan NPM, dianalisis secara bersama-sama, keduanya menunjukkan pengaruh tidak signifikan terhadap keuntungan, dengan akumulasi koefisien determinasi mencapai 39,25%
Pengaruh Profit and Loss Sharing dan Non-Performing Financing terhadap Profitabilitas Bank Umum Syariah dengan efisiensi dan resiko sebagai variabel intervening: Studi kasus Bank Umum Syariah di Asia Tenggara periode 2019-2023
Perbankan syariah di Asia Tenggara mengalami pertumbuhan pesat, khususnya pada pembiayaan berbasis bagi hasil (Profit Loss Sharing/PLS Financing), namun tantangan dalam menjaga profitabilitas tetap tinggi masih menjadi isu penting akibat risiko pembiayaan bermasalah (Non Performing Financing/NPF), efisiensi operasional (BOPO), dan kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR).
Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh PLS Financing (X1) dan NPF (X2) terhadap profitabilitas yang diukur dengan Return on Assets (ROA/Y) baik secara langsung maupun tidak langsung melalui BOPO (Z1) dan CAR (Z2) sebagai variabel mediasi.
Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan Structural Equation Modeling – Partial Least Squares (SEM-PLS) berbasis data panel bank umum syariah di Asia Tenggara periode 2019–2023 yang diolah dengan aplikasi SmartPLS melalui teknik bootstrapping.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa BOPO berpengaruh negatif signifikan terhadap ROA (β = -0,538; p = 0,000), CAR berpengaruh positif signifikan terhadap ROA (β = 0,319; p = 0,000), PLS Financing berpengaruh positif signifikan terhadap BOPO (β = 0,640; p = 0,000) dan CAR (β = 0,489; p = 0,000) namun tidak berpengaruh signifikan terhadap ROA, sedangkan NPF tidak berpengaruh signifikan terhadap BOPO, CAR, maupun ROA. Jalur mediasi yang signifikan hanya ditemukan pada hubungan PLS Financing → CAR → ROA (β = 0,156; p = 0,000), yang mengindikasikan bahwa penguatan modal merupakan kunci untuk meningkatkan profitabilitas bank syariah berbasis pembiayaan bagi hasil