Sunan Gunung Djati State Islamic University Bandung
Digital Library UIN (Universitas Islam Negeri) Sunan Gunung Djati BandungNot a member yet
53115 research outputs found
Sort by
Konseling individu dengan teknik motivational interviewing pada motivasi belajar siswa Broken Home: Penelitian di Madrasah Tsanawiyah Negeri 3 Bekasi
Perubahan pada siswa yang berasal dari keluarga broken home dapat memengaruhi motivasi belajar secara signifikan. Lingkungan keluarga yang tidak kondusif sering kali menurunkan semangat belajar siswa. Oleh karena itu, diperlukan teknik konseling yang tepat untuk memahami kondisi mereka dan meningkatkan motivasi belajar. Salah satu pendekatan yang relevan adalah Motivational Interviewing (MI), yang menekankan pada penguatan motivasi intrinsik individu. Teknik ini dinilai efektif dalam membimbing siswa menuju perubahan positif.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas Teknik Motivational Interviewing pada konseling individu terhadap motivasi belajar siswa Broken Home. Teknik motivational interviewing ini adalah Teknik Miller dan Rollnick (2002) yang memiliki empat prinsip dasar dari Motivational Interviewing, yaitu menunjukkan empati,mengembangkan diskrepansi (ketidak sesuaian),menerima resistensi,dan mendukung efikasi diri.
Penelitian ini menggunakan pendekatan konstruktivisme melalui pendekatan kualitatif. Adapun metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif, pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara kepada pihak yang bersangkutan dan mengambil dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah berupa reduksi data, penyajian data dan verifikasi data yang berkaitan dengan Konseling Individu Dengan Teknik Motivational Interviewing Pada Motivasi Belajar Siswa Broken Home.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan konseling individu dengan Teknik Motivational Interviewing menghasilkan peningkatan signifikan pada motivasi belajar siswa Broken Home. Perubahan positif teramati pada nilai akademik yang membaik, rajin ke sekolah, mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru, dan perubahan perilaku yang tadinya murung menjadi lebih ceria. Siswa juga melaporkan peningkatan pemahaman materi pelajaran dan motivasi intrinsik untuk meraih prestasi, seperti keinginan masuk SMA favorit dan membanggakan keluarga. Data empiris ini mengkonfirmasi bahwa konseling individu berbasis motivational interviewing efektif dalam menumbuhkan motivasi belajar dan membangun kembali kepercayaan diri siswa
Implementasi identitas kependudukan digital pada sistem administrasi pemerintahan di Kantor Kecamatan Cimanggung
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi program Identitas Kependudukan Digital (IKD) pada sistem administrasi pemerintahan di Kantor Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang. IKD merupakan inovasi digital dari Kementerian Dalam Negeri yang bertujuan untuk menggantikan KTP elektronik dalam bentuk digital dan mendukung transformasi layanan publik yang lebih efisien, aman, dan terintegrasi. Fokus penelitian diarahkan pada bagaimana kebijakan ini diterapkan di tingkat kecamatan, serta tantangan dan faktor pendukung dalam proses pelaksanaannya.
Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis secara mendalam terkait Implementasi Program Identitas Kependudukan Digital pada Sistem Administrasi Pemerintah di Kantor Kecamatan Cimanggung guna meningkatkan pengguna aktivasi IKD dan memberikan sosialiasi penuh kepada masyarakat kecamatan cimanggung.
Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari aparatur kecamatan, petugas pelayanan IKD, dan masyarakat pengguna.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi IKD di Kecamatan Cimanggung masih menghadapi berbagai kendala, seperti dari komunikasi cukup baik, sumber daya belum memadai, disposisi cukup baik dan struktur birokrasi cukup memadai
Skema aktan dan struktur fungsional dalam Novel Sa'atu Al-Baghdad karya Shahad Al-Rawi: Kajian semiotika Naratif A. J. Greimas
War and collective trauma often appear in modern Arabic literature, especially in works that reflect the socio-political conditions in the Arab world. Shahad al-Rawi's novel Sa'atu al-Baghdad depicts childhood experiences in Baghdad during war, embargo, and destruction. The narrative of this novel is not only built from the story, but also from the structure and complex relationships between characters. This study aims to analyze the narrative structure of the novel using A. J. Greimas' narrative semiotics approach, especially the actant scheme and functional structure. The method used is qualitative-descriptive with reading and note-taking techniques. The results of the study show that the main character acts as a subject who is driven by past memories to find the meaning of life. The relationship between actants such as family, friends, and lovers acts as supporters, while war and trauma act as opponents that strengthen the dynamics of the story. The functional structure describes the psychological transformation of the main character from an initial peaceful situation, experiencing an existential crisis, to achieving inner stability. Greimas' narrative semiotic theory successfully reveals the depth of the story structure and meaning of this novel. This study contributes to the narrative analysis of modern Arabic novels by applying Greimas' semiotic model, which has never been used before in this literary tex
Pemberdayaan masyarakat dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia: Riset aksi pada masyarakat Kampung Cipulus, Desa Mandalasari, Kecamatan Cikancung, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kualitas sumber daya manusia di Kampung Cipulus, khususnya dalam aspek pendidikan. Minimnya fasilitas pendidikan, kurangnya tenaga pengajar, serta lemahnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengetahuan menjadi hambatan utama yang berdampak pada aspek sosial dan ekonomi masyarakat.
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana pemberdayaan masyarakat dilakukan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui aspek sumber daya, kesempatan, pengetahuan, dan keterampilan.
Penelitian ini menggunakan metode riset aksi dengan pendekatan Pentahelix, yang melibatkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, dan media. Landasan teori yang digunakan antara lain konsep pemberdayaan masyarakat menurut Jim Ife dan Edi Suharto, serta teori kualitas sumber daya manusia menurut Sondang P. Siagian dan Bandura. Yaitu pemberdayaan (empowerment) merupakan proses pemberian kekuatan dan kapasitas kepada individu atau kelompok yang tertinggal secara sosial maupun ekonomi agar mereka dapat mengakses sumber daya, membuat pilihan hidup secara mandiri, dan berpartisipasi aktif dalam kehidupan sosial, ekonomi, dan politik. Pemberdayaan bertujuan mengatasi ketimpangan struktural dan sosial dengan mengedepankan kekuatan komunitas , keterlibatan partisipatif , serta keadilan sosial. Fokus utamanya adalah penguatan kapasitas agar masyarakat dapat berdaya secara ekonomi, sosial, dan politik .
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat melalui pendidikan formal dan nonformal berbasis agama Islam memberikan dampak positif terhadap peningkatan pengetahuan, kepercayaan diri, keterampilan, dan partisipasi aktif masyarakat. Peran pendamping sangat penting dalam membangkitkan kesadaran, membangun kapasitas lokal, serta memfasilitasi kegiatan belajar berbasis komunitas. Pendekatan Pentahelix juga mendorong sinergi antara aktor-aktor pembangunan dalam mendukung proses pemberdayaan secara berkelanjutan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah jika pemberdayaan masyarakat dilakukan oleh Sumber Daya Manusia suatu wilayah (warga lokal) untuk menstimulasi masyarakatnya, memberi kesempatan untuk meningkatkan potensi diri, dan membuka akses pengetahuan serta keterampilan, maka sumber daya manusia dapat tumbuh dan meningkat
Persepsi mahasiswa pada dakwah digital di akun Tiktok @kadamsidik00: Penelitian pada mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung angkatan 2023
Perkembangan teknologi digital dan media sosial telah menghadirkan ruang baru bagi aktivitas dakwah Islam, salah satunya melalui platform TikTok. Salah satu tokoh dakwah yang aktif di platform ini adalah Husain Basyaiban dengan akun @kadamsidik00 yang memiliki jutaan pengikut dari kalangan muda. Dakwahnya yang lugas, aktual, dan relevan menjadikannya populer di kalangan mahasiswa, khususnya dari Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana persepsi mahasiswa terbentuk terhadap dakwah digital yang disampaikan melalui akun tersebut, serta bagaimana pemahaman, respon emosional, dan kecenderungan tindakan mahasiswa setelah mengakses konten dakwah yang tersedia di dalamnya.
Teori persepsi menurut Bimo Walgito menjelaskan bahwa persepsi adalah suatu proses yang melibatkan tiga aspek utama, yaitu kognitif, afektif, dan konatif. Aspek kognitif berkaitan dengan pengetahuan dan pemahaman individu terhadap suatu objek, dalam hal ini pesan dakwah digital. Aspek afektif menyangkut respons emosional yang muncul setelah menerima pesan, seperti perasaan senang, nyaman, atau tersentuh. Sementara itu, aspek konatif berhubungan dengan dorongan untuk bertindak. Ketiga aspek ini saling berinteraksi dan. membentuk persepsi secara menyeluruh terhadap suatu objek atau fenomena, sehingga persepsi bukan hanya soal memahami, tetapi juga merasakan dan bertindak.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif untuk memahami persepsi mahasiswa terhadap dakwah digital di akun TikTok @kadamsidik00.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mahasiswa memahami isi dakwah (aspek kognitif) secara baik karena gaya penyampaian yang lugas, bahasa yang sederhana, serta tema yang relevan dengan kehidupan mahasiswa. Dari sisi afektif, mahasiswa menunjukkan respons emosional yang positif berupa rasa nyaman, senang, tersentuh, bahkan termotivasi secara spiritual. Sementara dari aspek konatif, mahasiswa terdorong untuk bertindak, mulai dari memperbaiki ibadah, membagikan konten dakwah, hingga meniru gaya berdakwah Husain dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini membuktikan bahwa dakwah digital melalui media sosial Tik Tok memiliki efektivitas yang tinggi dalam membentuk persepsi mahasiswa, baik dalam ranah pengetahuan, emosi, maupun perilaku
Pengaruh aplikasi pestisida nabati belimbing wuluh (Averrhoa Bilimbi L.) terhadap plutella xylostella pada tanaman sawi pagoda (Brassica narinosa L.)
Belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) memiliki kandungan zat flavonoid, alkaloid, tannin, dan saponin yang dapat digunakan sebagai insektisida nabati serta mengganggu aktivitas enzim penyerapan makanan dan pencernaan hama sehingga dapat digunakan sebagai pestisida nabati. Serangan hama ulat tritip (Plutella xylostella) menjadi salah satu faktor kendala dalam proses budidaya tanaman sawi pagoda yang tentunya akibat serangan tersebut dapat mengurangi kualitas dan kuantitas hasil panen sebesar 80% - 100%. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui konsentrasi ekstrak buah belimbing wuluh yang paling efektif dalam mengendalikan hama ulat tritip (Plutella xylostella). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pada uji pendahuluan (In Vitro) yang terdiri dari dari 6 perlakuan dengan 4 ulangan dan untuk uji utama (In Vivo) menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 6 perlakuan dengan 4 ulangan. Berdasarkan penelitian pada uji pendahuluan konsentrasi paling efektif yaitu konsentrasi P3 (70.000 ppm) berpengaruh terhadap mortalitas Plutella xylostella dan pada uji utama ekstrak buah belimbing wuluh berpengaruh terhadap mortalitas Plutella xylostella
Representasi pesan moral dalam film Capernaum: Analisis semiotika Charles Sanders Pierce
Pokok masalah dalam penelitian ini adalah terkait dengan pesan moral dalam film Capernaum melalui pendekatan semiotik Charles Sanders Peirce. Film ini dipilih karena menggambarkan kehidupan penuh penderitaan dan ketidakadilan yang dialami oleh seorang anak bernama Zain, serta mengandung banyak pesan moral yang relevan dengan kehidupan sosial dan individu. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan apa saja pesan moral dan jenis-jenisnya yang direpresentasikan dalam film Capernaum.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan pendekatan deskriptif, dengan teknik analisis semiotika Peirce yang memfokuskan pada tiga elemen utama, yaitu representamen (tanda), objek (acuan tanda), dan interpretan (makna tanda). Data utama berupa adegan, dialog, dan peristiwa dalam film yang dipilih berdasarkan kemunculan pesan moral. Penelitian ini juga menggunakan sumber data sekunder seperti buku, jurnal, dan artikel yang relevan dengan kajian pesan moral dan teori semiotika. Pengumpulan data dilakukan dengan cara menonton film, mencatat adegan penting, lalu menganalisisnya berdasarkan teori Peirce. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui metode simak dan catat, serta dianalisis dengan menggunakan teori segitiga tanda Peirce.
Hasil penelitian ditemukan bahwa film Capernaum mengandung 40 pesan moral yang diklasifikasikan ke dalam tiga kategori, yaitu: 18 pesan moral individual meliputi kejujuran, tanggung jawab, sopan santun, cinta kasih, motivasi, kerja keras, keberanian, kemandirian, pengorbanan, kerendahan hati, teguh pendirian, keteguhan hati, keikhlasan, kegigihan, pantang menyerah, kehati-hatian, ketulusan, dan ketekunan, 12 pesan moral sosial mencakup kerja sama, tolong-menolong, solidaritas, berbagi, empati, kepedulian, menghargai, diskriminasi, ketidakadilan sosial, kesadaran sosial, etika dalam menolong, dan kemurahan hati, dan 9 pesan moral religi seperti bersyukur, tawakal, amanah, sabar, menahan amarah, dan praktik ibadah (shalat)
Fenomena self-diagnose gangguan mental: Analisis perilaku cyberchondria di komunitas online
INDONESIA:
Penelitian ini mengkaji mengenai gambaran cyberchondria pada anggota “Komunitas Marah-Marah” yang menunjukkan perilaku self-diagnose, jenis gangguan mental yang digunakan untuk mendiagnosis secara mandiri, dan media yang digunakan untuk mendiagnosis mandiri. Penelitian ini menggunakan rancangan kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Adapun subjeknya adalah perempuan berumur 18-24 tahun, tergabung dalam “Komunitas Marah-Marah”, serta menghabiskan 1-3 jam sehari untuk mencari informasi kesehatan mental di internet. Langkah analisis datanya adalah dengan mengelompokkan informasi yang didapatkan sesuai dimensi yang kemudian digunakan untuk menarik kesimpulan akhir. Penelitian ini menunjukkan bahwa, ketiga subjek menunjukkan perilaku cyberchondria pada dimensi compulsion, distress, excessiveness, dan reassurance. Namun, tidak pada dimensi mistrust of medical professional.
ENGLISH:
This study examines the description of cyberchondria among members of the “Komunitas Marah-Marah” who exhibit self-diagnosing behavior, the type of mental disorders used for self-diagnose, and the media used to self-diagnose. This study used a qualitative design with a phenomenological approach. The subjects are females aged 18-24 years old, members of the “Komunitas Marah-Marah”, and spend 1-3 hours per day searching for mental health information on the internet. The data analysis step involves grouping the obtained information according to dimensions which are then used to draw the final conclusions. This study shows that, all three subject exhibit cyberchondria behavior in the dimensions of compulsion, distress, excessiveness, and reassurance. But, not in the dimension of mistrust of medical professional
Perubahan rima, ritme, dan analisis amanat pada qasidah dal dalam Diwan Imam Al-Haddad: Kajian ilmu 'Arudh dan Qawafi
يعدّ الأدب تعبيرًا شخصيًا نابعًا من وجدان الأديب. ويمكن تصنيف الأعمال الأدبية بحسب نوعها إلى نثر، وشعر، ونثر شعري، ومسرح. ويُعدّ ديوان الإمام الحداد من الأعمال الأدبية التي لا تزال تحافظ على وجودها إلى يومنا هذاولا سيما في إندونيسيا.في الشعر العربي توجد أربعة عناصر رئيسيةهي: المعاني، الوزن، القافية، والألفاظ. ويتناول علم العَروض وعلم الأوزان الشعري، كما يتناول علم القوافي قوافيه. وتعتمد هذه الدراسة في بحثها على منهجية علم العَروض والقوافي، إضافة إلى التحليل البنيوي.
المنهج المستخدم في هذا البحث هوالمنهج الوصفي التحليلي ولجمع البيانات استخدم الباحث تقنية الدراسة المكتوبةحيث قام باستخلاص البيانات من مئة وستة أبيات من ست عشرة قصيدة.
وأظهرت نتائج الرسالة أن البحور الشعرية المستخدمة في قصائد حرف الدال من ديوان الإمام الحداد هي بحر الطويل وبحر المتقارب وبحر الرجز وبحر الرمل وبحر البسيط. أما تغيير الزحافات التي وُجدت في هذه القصائد فهي: القبض، الخبن، الشكل، التّخليع، والكف. وتغيير العِلل التي ظهرت فهي: القصر، الحذف، القطع، والهذذ. أما تغيير القافية فقد وُجدت أنواع القافية من بعض الكلمة، كلمةواحدة، كلمة واحدة ونصفها، وكلمتين.كما استخدمت حروف فيها القافية مثل الوصل والردف، وحركات القافية مثل المجري والحذف والتوجيه. وظهر تنوع القافية كالقافية المطلقة المجردة من التأسيس والردف والموصولة بالمد، والقافية المقيدة المردوفة، والقافية المطلقة المردوفة الموصولة باللين. أما أسماء القوافي فهي القافية المتواترة والقافية المترادفة. ولم يُلاحظ أي خلل في القافية في ست قصائد من قصائد حرف الدال في الديوان.أما الرسائل المتضمنة في قصائد حرف الدال فهي: الحث على صلة الرحم مع الجيران، حسن الظن بالله سبحانه وتعالى، الله هو خير ملجأ وهادٍ، والله هو من يزيل الهموم والكروب
Pengaruh penggunaan Artificial Intelligence terhadap motivasi belajar mahasiswa program studi manajemen pendidikan islam Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung
Kemajuan teknologi Artificial Intelligence (AI) telah membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan, terutama dalam mendukung proses pembelajaran yang lebih efektif dan efisien. Platform Artificial Intelligence semakin banyak dimanfaatkan oleh mahasiswa sebagai sarana untuk mencari informasi dan menyelesaikan tugas dengan lebih cepat. Kehadiran teknologi ini membuka peluang untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, salah satunya melalui peningkatan motivasi belajar mahasiswa.
Penelitian ini kiranya untuk mengetahui pengaruh penggunaan artificial intelligence terhadap motivasi belajar mahasiswa. Pendekatan pada penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitaif. Adapun metodenya menggunakan metode survei. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Program Studi Manajemen Pendidikan Islam Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Gunung Djati Bandung dengan jumlah responden sebanyak 66 orang. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran angket, dan dianalisis menggunakan uji parsial per indikator, uji validitas, reliabilitas, normalitas, linearitas, regresi linear sederhana, uji t parsial, serta koefisien determinasi. Penelitian ini berlandaskan pada Self-Determination Theory (SDT) yang menyatakan bahwa motivasi belajar dipengaruhi oleh terpenuhinya tiga kebutuhan psikologis dasar, yaitu autonomy (kemandirian), competence (kompetensi), dan relatedness (hubungan dengan orang lain), yang dapat difasilitasi melalui penggunaan teknologi seperti artificial intelligence.
Hasil penelitian pada mahasiswa Program Studi Manajemen Pendidikan Islam menunjukkan bahwa: (1) Penggunaan artificial intelligence pada mahasiswa Program Studi Manajemen Pendidikan Islam dikategorikan tinggi dengan rata rata sebesar 3,25. (2) Motivasi Belajar pada mahasiswa Program Studi Manajemen Pendidikan Islam dikategorikan tinggi dengan rata rata sebesar 3,15. (3) Berdasarkan hasil analisis regresi menunjukkan adanya hubungan positif antara penggunaan Artificial Intelligence dan motivasi belajar, dengan nilai koefisien regresi sebesar 0,590. Sementara itu, nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,365 menunjukkan bahwa 36,5% variasi motivasi belajar dapat dijelaskan oleh penggunaan artificial intelligence, sedangkan sisanya sebesar 63,5% dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian ini