Sunan Gunung Djati State Islamic University Bandung

Digital Library UIN (Universitas Islam Negeri) Sunan Gunung Djati Bandung
Not a member yet
    53115 research outputs found

    Penerapan metode The Learning Cell untuk meningkatkan keaktifan belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti : Penelitian kuasi eksperimen terhadap siswa kelas XI di SMA Karya Pembangunan 2 Bandung

    Get PDF
    Penelitian ini dilaksanakan di SMA Karya Pembangunan 2 Kota Bandung, berdasarkan studi pendahuluan melalui observasi awal dan wawancara dengan guru mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti, diketahui bahwa keaktifan belajar siswa dalam mengikuti proses pembelajaran masih tergolong rendah. Kurangnya variasi dalam metode pembelajaran menjadi salah satu faktor penyebab rendahnya keaktifan belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mendeskripsikan penerapan metode the learning cell pada mata pelajaran PAIBP. 2) Mengetahui keaktifan belajar siswa setelah pelaksanaa metode the learning cell pada mata pelajaran PAIBP. 3) Mengetahui pengaruh metode the learning cell terhadap keaktifan belajar siswa pada mata pelajaran PAIBP. Keaktifan belajar siswa salah satunya dipengaruhi oleh penerapan metode pembelajaran. Metode the learning cell diasumsikan dapat meningkatkan keaktifan belajar siswa. Dalam metode ini, siswa dibagi menjadi kelompok kecil, di mana satu siswa berperan sebagai pengajar dan yang lainnya sebagai peserta. Metode ini mendorong siswa untuk aktif terlibat dalam proses pembelajaran, meningkatkan pemahaman materi, serta membangun rasa percaya diri. Dengan penerapan metode ini, diharapkan antusiasme siswa dalam belajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti dapat meningkat. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode kuasi eksperimen dengan desain Nonequivalent Control Group Design. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, angket, dan studi dokumentasi. Analisis data yang digunakan yaitu analisis data statistik deskriptif, uji normalitas, uji homogenitas, uji N-Gain, dan uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Penerapan metode the learning cell terlaksana dengan baik, berdasarkan pada hasil observasi keterlaksanaan dengan skor 96%. (2) keaktifan siswa di kelas eksperimen setelah diberi perlakuan berada pada kategori sangat tinggi, dengan hasil posttest sebesar 88,82. (3) Pengaruh metode the learning cell terhadap keaktifan belajar siswa dengan hasil uji N-Gain kelas eksperimen sebesar 0,5318 berada pada kategori sedang, dan peningkatannya meningkat berdasarkan hasil uji paired sample t-test menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 (<0,05), yang berarti terdapat pengaruh signifikan penerapan metode the learning cell terhadap keaktifan belajar siswa

    Analisis kemampuan membaca lanjut siswa kelas IV MI Idzharul Huda Kabupaten Bandung Barat

    Get PDF
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kemampuan membaca lanjut siswa di kelas IV MI Idzharul Huda yang tidak merata, karena masih terdapat siswa yang masih belum bisa memahami isi dari sebuah bacaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan membaca lanjut teks fiksi siswa kelas IV, faktor penghambat kemampuan membaca lanjut teks fiksi siswa, dan strategi yang dilakukan guru dalam mengatasi kesulitan kemampuan membaca lanjut teks fiksi siswa kelas IV MI Idzharul Huda. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif, dalam penelitian ini dapat mengumpulkan dan mengolah data setelah itu dapat dideskripsikan berdasarkan hasil yang telah diperoleh. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dokumentasi, dan unjuk kerja. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini yaitu mengumpulkan data, mereduksi data, menyajikan data dan menarik kesimpulan. Partisipan pada penelitian ini diikuti oleh 25 orang siswa kelas IV MI Idzharul Huda. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dalam pelaksanaan unjuk kerja diperoleh hasil bahwa tingkat kemampuan membaca teks fiksi siswa ini terdapat kriteria, yaitu baik, cukup, dan perlu bimbingan. Terdapat rata-rata peroleh hasil tes adalah ≤ 69 yang berarti pada kategori perlu bimbingan. Kemampuan siswa dalam membaca lanjut yaitu terdiri dari satu orang siswa yang termasuk kategori baik, siswa tersebut telah memenuhi beberapa kriteria dalam indikator membaca lanjut dan siswa tersebut memperoleh nilai di antara 80-89. Terdapat delapan orang siswa yang termasuk pada kategori cukup, pada kategori ini berbagai macam kemampuan membaca siswa yang sudah ditetapkan dalam indikator dan siswa pada kategori ini memperoleh nilai antara 70-79. Terdapat enam belas siswa yang termasuk dalam kategori masih perlu bimbingan, dimana pada kategori ini siswa belum menguasai indikator kemampuan membaca lanjut sehingga siswa tidak maksimal dalam membaca lanjut. Dalam kegiatan wawancara dan observasi diperoleh faktor penghambat kemampuan membaca lanjut siswa yaitu kurangnya penguasaan kosa kata, kurangnya minat membaca siswa, kurangnya konsentrasi siswa, dan faktor lingkungan. Hal ini sangat berpengaruh terhadap kemampuan membaca lanjut siswa kelas IV. Strategi yang dilakukan guru untuk mengatasi kesulitan dalam kemampuan membaca lanjut ini adalah dengan membaca terbimbing dan diskusi kelompok

    Pengaruh media video animasi tentang kisah Nabi Musa as. terhadap perkembangan moral anak usia dini: Kuasi eksperimen di kelompok B RA Hidayatul Aziz Kecamatan Gedebage Kota Bandung

    Get PDF
    Penelitian ini berawal dari ditemukannya permasalahan di sekolah yaitu terdapat beberapa anak yang sulit untuk menjaga sikap perilaku terhadap sesama temannya, kurang menunjukkan sopan santun, dan tolong menolong. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui; 1) Perkembangan moral anak usia dini melalui media video animasi kisah Nabi Musa as., 2) Perkembangan moral anak usia dini melalui media buku cerita kisah Nabi Musa as., dan 3) Pengaruh media video animasi kisah Nabi Musa as. dengan media buku cerita pada perkembangan moral anak usia dini. Penelitian ini didasarkan pada pemikiran bahwa pengembangan moral anak dapat ditingkatkan melalui media video animasi yaitu dengan menggunakan kisah Nabi Musa as. Perkembangan moral adalah proses di mana anak-anak belajar membedakan antara benar dan salah serta mengembangkan nilai-nilai etika dan moralitas. Penelitian ini melibatkan kelompok eksperimen dan kontrol untuk mengukur perkembangan moralnya. Hasilnya menunjukkan bahwa hipotesis dalam penelitian ini memiliki perbedaan yang signifikan dalam perkembanagn moral anak dengan menggunakan media video animasi dengan media buku cerita. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode kuasi eksperimen. Subjek pada penelitian ini berjumlah 27 anak di kelompok B RA Hidayatul Aziz. Penelitian ini menggunakan teknik sampling jenuh, yang berarti semua populasi dijadikan sampel. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan moral anak usia dini menggunakan media video animasi di kelas eksperimen memperoleh nilai rata-rata pretest sebesar 65 yang diinterpretasikan kategori cukup dan nilai rata-rata posttest sebesar 83 yang diinterpretasikan kategori sangat baik. Sedangkan perkembangan moral anak usia dini menggunakan media buku cerita di kelas kontrol memperoleh nilai rata-rata pretest sebesar 52 yang diinterpretasikan kategori kurang dan nilai rata-rata posttest sebesar 70 yang diinterpretasikan kategori baik. Hasil yang diperoleh thitung > ttabel dengan nilai 2,38 < 2,06 pada taraf signifikansi 5%, maka hipotesis Ho ditolak dan Ha diterima. Artinya terdapat perbedaan yang signifikan perkembangan moral anak usia dini antara media video animasi dan media buku cerita di kelompok B RA Hidayatul Aziz Kota Bandung

    Kolaborasi Triple Helix di Bandung Creative Hub sebagai wadah inklusivitas Pemuda Kota Bandung

    Get PDF
    Pemuda merupakan salah satu elemen penting dalam pembangunan daerah karena memiliki potensi kreativitas, inovasi, dan energi perubahan yang besar. Dalam konteks Kota Bandung yang dikenal sebagai kota kreatif, hadirnya Bandung Creative Hub (BCH) menjadi salah satu upaya pemerintah untuk menyediakan ruang kolaboratif bagi generasi muda. nilai Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) Kota Bandung berada di kisaran 55–60, mencerminkan bahwa pembangunan pemuda di kota ini masih dalam kategori sedang dan perlu ditingkatkan, khususnya dalam aspek keterlibatan dan peluang kerja. Oleh karena itu, penulis melihat pentingnya sinergi lintas sektor dalam mendukung partisipasi aktif pemuda dalam ekosistem kreatif yang tidak hanya produktif, tetapi juga merata dan terbuka bagi seluruh kalangan. Tujuan penelitian ini adalah ingin mengetahui upaya dan sinergi pemerintah, komunitas, dan media berkontribusi dalam mendukung Bandung Creative Hub sebagai yang terbuka dan produktif bagi pemuda. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif (Creswell, 2016). Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan studi dokumentasi terhadap berbagai kegiatan yang berlangsung di BCH. Kemudian peneliti melakukan Teknik analisis data melalui pengkodean yang dibantu oleh computer yaitu NVivo. Pendekatan ini memungkinkan peneliti memperoleh pemahaman yang lebih utuh tentang pola kerja sama yang terjadi dan bagaimana kolaborasi ini diimplementasikan di lapangan. Hasil penelitian mencatat bahwa partisipasi pemuda Kota Bandung dalam memanfaatkan BCH belum merata dan masih perlu ditingkatkan. Meskipun fasilitas telah disediakan secara terbuka, tingkat antusiasme dan keterlibatan aktif sebagian besar pemuda masih rendah. Oleh karena itu, dibutuhkan strategi komunikasi dan pemberdayaan yang lebih inklusif agar keberadaan BCH benar-benar dapat menjangkau seluruh elemen masyarakat pemuda secara optimal

    Pengaruh manajemen pendidikan karakter terhadap akhlak peserta didik: Penelitian di SMK Cendikia Paseh

    Get PDF
    Setiap peserta didik memiliki potensi dan karakter yang unik, yang perlu dibentuk dan dikembangkan tidak hanya melalui pembelajaran akademik, tetapi juga melalui penanaman nilai-nilai moral dan etika secara konsisten. Untuk mewujudkan hal tersebut, diperlukan manajemen pendidikan karakter yang terencana, sistematis, dan berkelanjutan. Melalui penerapan manajemen pendidikan karakter yang baik, sekolah memiliki peran strategis dalam membentuk akhlak mulia peserta didik. Pelaksanaan manajemen ini memiliki peluang besar untuk terus ditingkatkan melalui optimalisasi kurikulum, keteladanan guru, serta penciptaan budaya sekolah yang positif, sehingga dapat berkontribusi nyata dalam membentuk sikap, perilaku, dan kepribadian peserta didik yang berakhlak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana manajemen karakter pendidikan diterapkan, bagaimana kondisi akhlak peserta didik, serta menganalisis pengaruh manajemen pendidikan karakter terhadap akhlak peserta didik di SMK Cendikia Paseh. Kerangka berpikir dalam penelitian ini mengacu pada teori manajemen karakter pendidikan serta teori akhlak Islam, dengan hipotesis bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan antara manajemen karakter pendidikan terhadap akhlak peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, angket, dan dokumentasi. Analisis data meliputi uji validitas, reliabilitas, regresi linier sederhana, koefisien determinasi, dan uji t. Populasi penelitian adalah seluruh peserta didik kelas X dan XI dengan sampel berjumlah 63 orang menggunakan teknik random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen pendidikan karakter berada dalam kategori cukup, begitu pula akhlak peserta didik. Terdapat pengaruh positif dan signifikan antara manajemen pendidikan karakter terhadap akhlak peserta didik, dengan kontribusi sebesar 46,1%, sedangkan sisanya 53,9% dipengaruhi oleh faktor lain di luar variabel penelitian. Hal ini mengindikasikan bahwa penguatan manajemen pendidikan karakter secara sistematis dan berkelanjutan sangat penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang mendukung pembentukan akhlak mulia peserta didik

    Perbandingan pemahaman ali mustafa yakub dan Syaikh Nashr Ad-Din Al-Albani terhadap hadis penetapan jumlah rakaat shalat tarawih

    Get PDF
    Penelitian ini membahas perbedaan pemahaman antara dua tokoh besar dalam bidang hadis, yaitu Ali Mustafa Yakub dan Syaikh Nashr ad-Din al-Albani, terhadap hadis yang berkaitan dengan penetapan jumlah rakaat shalat tarawih. Permasalahan mengenai jumlah rakaat tarawih kerap menjadi topik perdebatan di kalangan umat Islam, antara yang melaksanakan 8 rakaat dan yang melaksanakan 20 rakaat. Oleh karena itu, penting untuk mengkaji pendekatan metodologis dan argumentasi kedua tokoh dalam memahami hadis-hadis terkait.Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan membandingkan pemahaman Ali Mustafa Yakub dan Syaikh Nashr ad-Din al-Albani terhadap hadis-hadis yang berkaitan dengan jumlah rakaat shalat tarawih. Penelitian ini juga berusaha mengungkap pendekatan metodologis yang digunakan oleh masing-masing tokoh dalam memahami dan mensyarah hadis, serta implikasi dari pemahaman tersebut terhadap praktik ibadah di masyarakat. Dengan perbandingan ini, diharapkan penelitian dapat memberikan kontribusi dalam memperluas wawasan akademik dan meningkatkan sikap saling menghargai terhadap perbedaan pendapat dalam kajian keislaman.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research). Data utama diperoleh dari karya-karya Ali Mustafa Yakub dan Syaikh al-Albani, serta literatur pendukung lainnya. Analisis dilakukan dengan membandingkan latar belakang pemikiran, metode kritik dan pemahaman hadis, serta kesimpulan yang dihasilkan oleh masing-masing tokoh.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ali Mustafa Yakub cenderung mempertahankan praktik tarawih 20 rakaat berdasarkan dalil historis dan ijma’ ulama, serta mengkritik pendekatan tekstual semata. Sementara itu, Syaikh al-Albani lebih menekankan pada otentisitas sanad hadis dan kuatnya dalil dari praktik Nabi SAW yang melakukan shalat malam tidak lebih dari 11 rakaat. Perbedaan ini mencerminkan perbedaan dalam pendekatan metodologis, di mana Ali Mustafa Yakub berpijak pada maqashid dan konteks sejarah, sedangkan Syaikh al-Albani menekankan pada purifikasi ajaran berdasarkan hadis shahih

    The effect of using speechling on efl students' listening comprehension: A pre-experimental Study at Junior High School In Bandung

    No full text
    Listening comprehension is an essential skill in EFL learning, yet many Indonesian students struggle with it due to unfamiliar accents, fast speech, and limited exposure to authentic audio. Mobile-assisted language learning (MALL) tools like Speechling offer flexible and interactive solutions to these challenges. This study explored the effect of using Speechling on junior high school students' listening comprehension in Bandung. It aimed to determine whether integrating Speechling into classroom instruction could enhance students’ listening ability, confidence, and motivation. The study used a quantitative approach with a pre-experimental one-group pre-test and post-test design. Participants were seventh-grade students at a junior high school in Bandung. Data were collected through pre-tests and post-tests, each with 20 multiple-choice questions on various listening sub-skills. Students received four Speechling-based treatment sessions under teacher supervision, focusing on tasks like greetings, introductions, and dictation. The results indicated a significant improvement in students’ listening comprehension after the treatment. The mean score increased from 51.6 in the pre-test to 70.54 in the post-test. A paired sample t-test revealed a statistically significant difference (p < 0.001) between the pre- and post-treatment scores. Additionally, the N-Gain score categorized the improvement as "moderate," demonstrating that Speechling was effective in supporting the development of listening skills among EFL learners. In conclusion, the use of Speechling had a positive effect on students’ listening comprehension, making it a beneficial tool for EFL instruction. The study recommends the integration of digital platforms like Speechling into classroom teaching to provide learners with structured, authentic, and engaging listening experiences. Teachers are encouraged to adopt MALL tools not only to supplement traditional methods but also to enhance students' exposure to real-life English usage. Further research could expand the treatment period or explore the effects of Speechling on other language skills such as speaking and pronunciation

    Estimasi probabilitas kebangkrutan perusahaan asuransi di Indonesia berdasarkan pemodelan dinamika surplus tanpa investasi dan dengan investasi

    No full text
    Industri asuransi menghadapi risiko kebangkrutan akibat ketidakpastian klaim dan volatilitas pasar keuangan. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung probabilitas kebangkrutan perusahaan asuransi di Indonesia dengan menggunakan model Cramér-Lundberg. Data yang digunakan berasal dari laporan keuangan tahunan Prudential Indonesia selama periode 2006-2024. Estimasi probabilitas kebangkrutan dilakukan melalui dua skenario, yaitu tanpa investasi, dan dengan investasi melalui pendekatan simulasi Monte Carlo. Pada skenario tanpa investasi, model surplus hanya mempertimbangkan arus premi dan klaim, sedangkan pada skenario dengan investasi, model diperluas dengan memasukkan unsur fluktuasi return aset sebagai faktor risiko tambahan. Kedua skenario diuji menggunakan data aktual dan melalui stresstest terhadap klaim untuk mengevaluasi ketahanan model terhadap kondisi ekstrem. Hasil simulasi menunjukkan bahwa kenaikan surplus pada periode 2007-2012 dapat menurunkan probabilitas kebangkrutan tahunan secara signifikan. Selain itu, penambahan faktor stokastik berupa fluktuasi return investasi menyebabkan estimasi probabilitas kebangkrutan cenderung lebih tinggi dibandingkan pendekatan deterministik tanpa investasi. Skenario stresstest pada klaim juga menunjukkan bahwa peningkatan jumlah klaim berbanding lurus dengan meningkatnya probabilitas kebangkrutan

    Analisis disiplin kerja Aparatur Sipil Negara bagian Kepegawaian Kantor Kementerian Agama Kota Bandung

    Get PDF
    Disiplin kerja Aparatur Sipil Negara (ASN) merupakan faktor utama yang memengaruhi efektivitas penyelenggaraan administrasi pemerintahan. Namun, hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan disiplin kerja ASN di Bagian Kepegawaian Kantor Kementerian Agama Kota Bandung masih menghadapi berbagai permasalahan. Rekapitulasi kehadiran tahun 2024 mencatat ketidakhadiran tanpa keterangan mencapai rata-rata 11%. Selain itu, pelaksanaan apel pagi yang semestinya menjadi sarana koordinasi rutin sering tidak diikuti seluruh pegawai akibat keterlambatan. Permasalahan lain yang ditemukan yaitu pelanggaran penggunaan atribut dinas, belum konsistennya penerapan etika kerja, serta kendala teknis dalam sistem absensi fingerprint yang membuat pengawasan kehadiran kurang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat disiplin kerja ASN pada Bagian Kepegawaian Kantor Kementerian Agama Kota Bandung melalui lima komponen kedisiplinan kerja menurut Rivai dalam Sinambela (2016), yaitu kehadiran, ketaatan pada peraturan kerja, ketaatan pada standar kerja, tingkat kewaspadaan tinggi, dan bekerja etis. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi yang kemudian dianalisis untuk memberikan gambaran komprehensif mengenai kondisi aktual kedisiplinan ASN di bagian kepegawaian. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa disiplin kerja ASN belum terlaksana secara optimal. Tingkat kehadiran masih rendah, kepatuhan terhadap peraturan kerja belum konsisten, serta penerapan etika kerja masih bervariasi. Rendahnya disiplin ini berimplikasi pada terhambatnya efektivitas pelayanan administrasi kepegawaian dan menurunnya kualitas koordinasi internal. Untuk itu, diperlukan penguatan pengawasan, pembinaan yang berkesinambungan, serta keteladanan pimpinan guna menciptakan budaya kerja yang lebih tertib, profesional, dan berorientasi pada pelayanan publik

    Korelasional ekstrakurikuler dengan prestasi akademik peserta didik: Penelitian di Madrasah Aliyah Ar-Rosyidiyah

    Get PDF
    Kegiatan ekstrakurikuler merupakan salah satu wadah untuk mengembangkan minat dan bakat peserta didik yang dilaksanakan di luar jam pelajaran. Meskipun demikian, selain mengikuti ekstrakurikuler, peserta didik juga dituntut untuk meningkatkan prestasi akademiknya. Beberapa peserta didik yang aktif dalam kegiatan ini menunjukkan kecenderungan prestasi akademik yang lebih baik, namun tidak sedikit pula yang justru mengalami penurunan prestasi karena kesulitan membagi waktu antara belajar dan kegiatan ekstrakurikuler. Di sisi lain, masih ada peserta didik yang enggan mengikuti ekstrakurikuler karena rasa malas atau kurangnya dukungan dari lingkungan sosial, seperti teman sebaya. Kondisi tersebut mencerminkan bahwa keterlibatan peserta didik dalam ekstrakurikuler belum merata dan dampaknya terhadap prestasi akademik tidak selalu sama pada setiap individu. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan bagaimana pelaksanaan ekstrakurikuler di Madrasah Aliyah Ar-Rosyidiyah; (2) mengetahui bagaimana prestasi akademik di Madrasah Aliyah Ar-Rosyidiyah; (3) mengetahui bagaimana korelasional ekstrakurikuler dengan prestasi akademik di Madrasah Aliyah Ar-Rosyidiyah. Penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner menggunakan skala Likert dengan lima pilihan jawaban kepada 79 responden. Analisis data meliputi uji instrumen (validitas dan reliabilitas), analisis indikator, uji hipotesis menggunakan korelasi product moment, serta uji koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler di Madrasah Aliyah Ar-Rosyidiyah berada pada kategori tinggi dengan skor 3,76 berdasarkan data dari 79 responden; (2) prestasi akademik berada pada kategori sedang dengan skor 3,35 dari pengolahan data yang sama; (3) uji korelasi product moment menghasilkan nilai signifikansi 0,000, dengan koefisien korelasi positif sebesar 0,567 antara variabel X dan Y. Berdasarkan nilai r hitung tersebut, kekuatan hubungan berada pada interval 0,40–0,599 yang termasuk kategori sedang. Selanjutnya, uji koefisien determinasi (R square) menunjukkan nilai 0,322, yang berarti kegiatan ekstrakurikuler memberikan kontribusi sebesar 32,2% terhadap prestasi akademik

    50,733

    full texts

    53,115

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Digital Library UIN (Universitas Islam Negeri) Sunan Gunung Djati Bandung is based in Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇