Sunan Gunung Djati State Islamic University Bandung
Digital Library UIN (Universitas Islam Negeri) Sunan Gunung Djati BandungNot a member yet
53115 research outputs found
Sort by
Kebahagiaan dalam perspektif filsafat stoikisme Marcus Aurelius dan filsafat etika Al-Farabi: Studi komparatif buku Meditations dan Tahshil Al-Sa'adah
Pada kehidupan modern saat ini, manusia dikuasai dan diwarnai oleh faham kapitalisme yang beranggapan bahwa mereka bisa bahagia dan berkuasa selagi mereka memiliki harta yang melimpah. Karena kecintaannya terhadap harta, manusia menjadi cenderung ketergantungan kepada materi sehingga mereka seakan-akan memuja materi. Dari masalah tersebut, penelitian ini membahas konsep kebahagiaan dalam perspektif filsafat Stoikisme Marcus Aurelius dan filsafat etika Al-Farabi dengan menggunakan metode studi komparatif terhadap karya Meditations dan Tahshil al-Sa‘adah. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami pandangan masing-masing tokoh mengenai hakikat, macam, dan cara memperoleh kebahagiaan, serta mengidentifikasi persamaan dan perbedaan di antara keduanya. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif-komparatif. Data primer diperoleh dari teks asli kedua tokoh, sedangkan data sekunder berasal dari buku, jurnal, dan penelitian terdahulu yang relevan. Analisis dilakukan dengan menelaah konsep kebahagiaan masing-masing tokoh, membandingkan fondasi filosofis, tujuan akhir, serta implikasi praktisnya terhadap kehidupan manusia.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Marcus Aurelius memandang kebahagiaan sebagai keadaan batin yang dicapai melalui pengendalian diri (self-control), penerimaan terhadap takdir (amor fati), dan hidup selaras dengan alam. Kebahagiaan menurutnya hanya mungkin dicapai dengan fokus pada hal-hal yang berada dalam kendali diri, sambil melepaskan ketergantungan terhadap faktor eksternal. Sebaliknya, Al-Farabi menempatkan kebahagiaan (sa‘adah) sebagai tujuan akhir yang bersifat spiritual, dicapai melalui penyempurnaan jiwa hingga tidak lagi membutuhkan dukungan materi. Proses ini menuntut pemenuhan empat keutamaan, yaitu keutamaan teoritis (pengetahuan), keutamaan berpikir (rasionalitas), keutamaan akhlak (moralitas), dan keutamaan amali (tindakan).
Persamaan keduanya terletak pada pandangan bahwa kebahagiaan sejati tidak bersumber dari aspek lahiriah, melainkan dari kualitas batin yang dibentuk oleh kesadaran diri dan pengendalian hasrat. Namun, perbedaannya terletak pada dasar metafisika dan orientasi tujuan akhir: Marcus Aurelius berlandaskan pada filsafat rasional Stoa yang menekankan harmoni dengan alam, sedangkan Al-Farabi berlandaskan filsafat etika Islam yang menempatkan kebahagiaan sebagai pencapaian tertinggi di dunia dan akhirat dalam hubungan dengan Tuhan
Pertanggungjawaban pidana dalam kasus pemeliharaan satwa langka: Studi Putusan Nomor 809/Pid.Sus/2024/PN Dps jo Putusan Nomor 868/Pid.Sus/LH/2021/PN Dps
Pemeliharaan satwa langka secara ilegal masih marak terjadi meskipun telah dilarang oleh hukum. Dalam kenyataannya, masih banyak anggota masyarakat yang tidak mengetahui jenis-jenis satwa yang dilindungi dan tidak boleh dimiliki atau dipelihara tanpa izin, sehingga terjerat pidana atas kepemilikannya. Dalam Putusan Nomor 809/Pid.Sus/2024/PN Dps, majelis hakim membebaskan terdakwa meskipun unsur kesalahan secara formil telah terpenuhi. Putusan ini berbeda dengan Putusan Nomor 868/Pid.Sus/LH/2021/PN Dps yang menjatuhkan pidana kepada terdakwa dalam perkara dengan konteks serupa. Jika ditinjau dari perspektif asas pertanggungjawaban pidana, ketidaktahuan hukum yang dijadikan dasar pembebasan dalam putusan pertama pada dasarnya tidak termasuk dalam kategori alasan pembenar maupun alasan pemaaf menurut ketentuan hukum pidana positif.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: (1) Pertimbangan hukum hakim dalam kedua putusan tersebut terhadap pemeliharaan satwa langka, dan (2) penerapan asas pertanggungjawaban pidana dalam kasus pemeliharaan satwa langka berdasarkan kedua putusan tersebut.
Teori yang digunakan meliputi: (1) teori pertanggungjawaban pidana untuk menganalisis dasar penjatuhan atau penghapusan pidana terhadap pelaku; dan (2) teori keadilan untuk menilai apakah putusan hakim mencerminkan keadilan substantif bagi pelaku dan masyarakat.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analisis dengan pendekatan yuridis normatif. Jenis data yang digunakan adalah data kualitatif dan sumber data yang terdiri dari bahan hukum primer, sekunder, dan tersier. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah studi dokumentasi dan studi kepustakaan. Data dianalisis menggunakan teknik analisis kualitatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Pertimbangan hukum hakim dalam Putusan Nomor 809/Pid.Sus/2024/PN Dps didasarkan pada pendekatan keadilan substantif, di mana majelis hakim menilai bahwa ketidaktahuan terdakwa mengenai status landak sebagai satwa dilindungi serta tidak adanya niat jahat (mens rea) menjadi dasar untuk membebaskan terdakwa dari segala tuntutan hukum. Sebaliknya, dalam Putusan Nomor 868/Pid.Sus/LH/2021/PN Dps, hakim tetap menjatuhkan pidana meskipun dalam kondisi serupa, karena mengedepankan kepastian hukum dan perlindungan terhadap lingkungan hidup. Dan, (2) Penerapan asas pertanggungjawaban pidana dalam kedua putusan tersebut menunjukkan adanya perbedaan tafsir terhadap unsur kesalahan. Dalam Putusan Nomor 809/Pid.Sus/2024/PN Dps, hakim menilai bahwa culpa akibat ketidaktahuan tidak cukup untuk menimbulkan pertanggungjawaban pidana. Sementara dalam Putusan Nomor 868/Pid.Sus/LH/2021/PN Dps, unsur kesalahan tetap dianggap terpenuhi meskipun terdakwa tidak mengetahui secara pasti larangan hukum yang berlaku
Optimasi komposisi material target TiVCu untuk mengurangi produksi neutron pada Linac menggunakan metode Monte Carlo
Paparan neutron memiliki dampak biologis yang lebih tinggi dibandingkan sinar-X dan gamma, karena dapat menyebabkan kerusakan lokal seperti lesi DNA kompleks. Pada Linac (Linear Accelerator) energi 10 MV, neutron dihasilkan melalui reaksi fotonuklir (γ,n) antara foton dan target tungsten. Penelitian ini mengusulkan material target alternatif berupa campuran TiVCu, untuk menurunkan produksi neutron. Pendekatan One Factor at A Time (OFAT) digunakan untuk mengevaluasi kontribusi unsur Titanium (Ti), Vanadium (V), dan Tembaga (Cu). Hasil menunjukkan bahwa Titanium memiliki pengaruh paling dominan (87,13%) dalam menurunkan produksi neutron, diikuti Vanadium, sementara peningkatan kadar tembaga justru meningkatkan produksi neutron. Komposisi optimal target TiVCu adalah Ti 2,2%, V 0,077%, dan Cu 97,723%, yang mampu menurunkan produksi neutron hingga 96,52% dibandingkan dengan target tungsten. Efektivitas ini didukung oleh ambang energi reaksi fotonuklir yang tinggi dari ketiga unsur. Meskipun peningkatan kadar Titanium (Ti) dan Vanadium (V) dapat menurunkan produksi neutron, hal ini tidak bersifat linear karena adanya kompleksitas interaksi partikel pada sistem energi tinggi
Sintesis dan karakterisasi BCNO dengan dopan kalium (K) dan tembaga (Cu) untuk aplikasi adsorpsi pada air sungai cikapundung
Air sungai merupakan salah satu sumber utama air bersih bagi masyarakat, namun pencemaran akibat aktivitas domestik, peternakan, dan industri, seperti yang terjadi di Daerah Aliran Sungai (DAS) Cikapundung, telah menyebabkan penurunan kualitas air secara fisika, kimia, dan mikrobiologis. Metode konvensional pengolahan air seperti koagulasi dan filtrasi memiliki keterbatasan dalam menghilangkan polutan kompleks, sehingga diperlukan metode alternatif yang lebih efektif dan ramah lingkungan. Salah satu metode yang menjanjikan adalah adsorpsi, yang efisiensinya sangat bergantung pada karakteristik adsorben. BCNO (Boron Carbon Oxynitride) merupakan material berbasis boron yang tidak beracun dan memiliki permukaan aktif, namun kemampuan adsorpsinya masih dapat ditingkatkan melalui modifikasi dengan dopan logam. Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis dan mengkarakterisasi material BCNO (Boron Carbon Oxynitride), serta material hasil doping Kalium (K-BCNO) dan Tembaga (Cu-BCNO), guna mengevaluasi efektivitasnya dalam proses adsorpsi untuk pengolahan air Sungai Cikapundung. Ketiga material disintesis menggunakan metode solid-state dan dikarakterisasi menggunakan XRD, SEM, dan FTIR. Hasil karakterisasi menunjukkan bahwa doping logam Cu meningkatkan kristalinitas, sedangkan doping K menghasilkan struktur semi-amorf. Meskipun morfologi permukaan cenderung mengalami aglomerasi, doping juga memperkaya gugus fungsional aktif yang mendukung kinerja adsorpsi. Uji adsorpsi dilakukan terhadap air Sungai Cikapundung yang tercemar untuk parameter fisika, kimia, logam berat, dan mikrobiologi. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh doping logam K⁺ dan Cu²⁺ terhadap kinerja material BCNO dalam proses adsorpsi. Hasil menunjukkan bahwa Cu-BCNO memiliki performa terbaik, dengan efisiensi tinggi pada BOD (97,10%), COD (55,64%), fecal coliform (99,99%), serta peningkatan DO (15,06%). K-BCNO menunjukkan efektivitas tinggi terhadap TSS (97,85%), Zn (>72,19%), dan fecal coliform, sedangkan BCNO murni tetap efektif terhadap BOD, Fe, dan Mn. Secara keseluruhan, Cu-BCNO mampu mengadsorpsi lebih banyak parameter (13 parameter), menjadikannya material adsorben paling unggul untuk menurunkan pencemar organik, anorganik, dan mikrobiologis dalam air sungai
Analisis penerapan penyajian laporan keuangan berdasarkan Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (ISAK) nomor 335 pada Masjid Al-Lathiif Bandung
Laporan keuangan merupakan bagian penting dalam pengelolaan entitas nonlaba seperti masjid. Masjid sebagai entitas nonlaba memiliki kewajiban untuk menyusun laporan keuangan yang akuntabel dan transparan demi menjaga kepercayaan jamaah serta para donatur. Berdasarkan ISAK 335, laporan keuangan entitas nonlaba harus disusun secara sistematis agar informasi yang disajikan dapat dipahami dan digunakan untuk pengambilan keputusan. Namun, pada kenyataannya masih banyak masjid yang belum menerapkan standar ini secara optimal karena keterbatasan sumber daya manusia, pemahaman akuntansi yang rendah, serta belum adanya sistem pencatatan yang baku. Fenomena ini juga terjadi di Masjid Al-Lathiif, yang telah berupaya menyusun laporan keuangan namun masih menghadapi berbagai kendala teknis dan konseptual.
Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui penerapan ISAK Nomor 335 dalam penyajian laporan keuangan di Masjid Al-Lathiif Bandung; 2) mengetahui kendala yang dihadapi pengelola Masjid Al-Lathiif Bandung dalam menerapkan ISAK Nomor 335.
Kerangka teori dalam penelitian ini mengacu pada prinsip-prinsip penyajian laporan keuangan entitas nonlaba yang diatur dalam ISAK 335, yang mencakup laporan posisi keuangan, laporan penghasilan komprehensif, laporan perubahan aset neto, laporan arus kas, dan catatan atas laporan keuangan.
Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, dokumentasi, dan observasi langsung terhadap proses pencatatan serta penyajian laporan keuangan masjid.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Beberapa komponen laporan keuangan telah mengarah pada ketentuan ISAK 335, namun penyajian belum sepenuhnya sesuai, terutama pada laporan posisi keuangan dan catatan atas laporan keuangan; 2) Kendala utama dalam penerapan ISAK 335 adalah keterbatasan pemahaman pengurus, minimnya pelatihan, belum tersedianya sistem pencatatan akuntansi, serta keterbatasan sumber daya manusia dan prosedur baku
Internalisasi nilai-nilai pendidikan agama Islam melalui kegiatan zikir pagi dan petang: Penelitian deskriptif di SMPIT Qordova Rancaekek Kabupaten Bandung
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya peserta didik yang memiliki kesadaran spiritual memadai. Hal ini ditandai dengan pelaksanaan ibadah sebatas rutinitas yang dilakukan saat di sekolah, seperti shalat berjamaah, membaca Al-Qur’an, dll. Peserta didik seringkali cenderung jauh dari nilai-nilai agama dan belum menjadikan Islam sebagai pandangan hidup, sehingga pengamalan nilai Islam belum terlihat optimal.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: 1) Program internalisasi nilai-nilai PAI melalui kegiatan zikir pagi dan petang di SMPIT Qordova. 2) Proses internalisasi nilai-nilai PAI melalui kegiatan zikir pagi dan petang di SMPIT Qordova, mulai dari tahap penerimaan hingga terinternalisasi. 3) Hasil internalisasi nilai-nilai PAI melalui kegiatan zikir pagi dan petang di SMPIT Qordova. 4) Faktor-faktor pendukung dan penghambat internalisasi nilai-nilai PAI melalui kegiatan zikir pagi dan petang di SMPIT Qordova.
Penelitian ini berlandaskan pada teori internalisasi nilai sebagai proses penanaman nilai hingga menyatu dalam diri dan termanifestasi dalam perilaku. Analisis proses internalisasi menggunakan taksonomi ranah afektif Krathwohl, meliputi tahapan menerima, menanggapi, menilai, mengorganisasi, dan mengkarakterisasi. Nilai-nilai PAI yang diinternalisasikan difokuskan pada tiga kategori utama yang bersumber dari Al-Qur'an dan Sunnah yaitu: nilai kesadaran spiritual (aqidah), nilai zikir (ibadah), dan nilai disiplin (akhlak).
Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan menggunakan metode studi kasus untuk memperoleh pemahaman mendalam. Pengumpulan data dilakukan melalui triangulasi teknik, yaitu observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan Kepala Sekolah, Guru PAI, dan perwakilan siswa, serta studi dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis model Miles dan Huberman dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Program internalisasi nilai-nilai PAI melalui zikir pagi dan petang di SMPIT Qordova dirancang komprehensif, mencakup penanaman nilai kesadaran spiritual, zikir, dan disiplin, didukung metode keteladanan dan pembiasaan. 2) Proses internalisasi nilai berlangsung melalui taksonomi afektif Krathwohl secara bertahap, dengan progres individual yang bervariasi. 3) Hasil internalisasi nilai terlihat pada peningkatan kesadaran spiritual dan disiplin siswa, namun pemahaman makna lafaz zikir Al-Ma'tsurat masih terbatas. 4) Faktor pendukung internalisasi nilai meliputi kesadaran diri dan motivasi siswa yang tinggi, dukungan keluarga yang kooperatif, SOP kegiatan yang terstruktur dan bacaan zikir populer di masyarakat. Sementara itu, faktor penghambatnya adalah kesadaran diri dan motivasi siswa yang bervariasi, dukungan keluarga yang kurang memadai, dan pelaksanaan zikir yang belum maksimal
Kontribusi komunitas Bandoengmooi dalam melestarikan seni Longser tahun 2010-2023
Longser art, a form of traditional Sundanese performance, faces significant threats from modernization and popular culture. Since 2010, the Bandoengmooi Community has taken a
proactive role in preserving this cultural heritage through performances, training programs, and cross-sector collaborations. This study explores Bandoengmooi’s contributions to longser preservation using historical methods, including heuristics, criticism or verification,
interpretation, and historiography. The findings reveal that Bandoengmooi not only sustains the physical performance of longser but also revitalizes its form and meaning to remain relevant in contemporary social contexts. Their training initiatives effectively engage the younger generation, equipping them with a comprehensive understanding of longser. Simultaneously, their performances function as a platform for social critique and environmental awareness. The institutional transformation into a formal foundation in 2021 further legitimized their cultural initiatives. Bandoengmooi demonstrates that cultural preservation need not be conservative but can embrace innovative and adaptive approaches to meet modern challenges. This study underscores the crucial role of community-based initiatives in saveguarding local culture heritage, especially amid awakening state support and increasing cultural globalization
Isu - isu reformasi dalam berita media organisasi masyarakat Islam: Majalah suara Muhammadiyah dan majalah Risalah Persis tahun 1998-1999
Reformasi merupakan proses perubahan dari keadaan lama menuju suatu kondisi yang lebih baik. Di Indonesia, reformasi yang terjadi pada tahun 1998 merupakan sebuah gerakan yang bertujuan untuk membawa pembaruan, terutama dalam memperbaiki tatanan kehidupan politik, ekonomi, hukum, dan sosial. Gerakan ini muncul sebagai reaksi atas krisis multidimensi yang melanda berbagai sektor kehidupan. Krisis dalam bidang politik, ekonomi, hukum, dan sosial menjadi faktor utama yang mendorong lahirnya reformasi, ditambah dengan berbagai peristiwa penting lainnya. Peristiwa reformasi di Indonesia turut mendapat perhatian dari berbagai media, termasuk media resmi keagamaan seperti Suara Muhammadiyah dan Risalah Persis.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertama bagaimana peristiwa reformasi di Indonesia tahun (1998-1999). Kedua untuk mengetahui bagaimana pemberitaan majalah Suara Muhammadiyah dan majalah Risalah Persis memberitakan reformasi di Indonesia tahun (1998-1999).
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian sejarah dengan pendekatan kualitatif. Tahapan penelitian ini dilakukan melalui beberapa proses tahapan meliputi: heuristik (pengumpulan sumber primer seperti mengumpulkan arsip dari kedua majalah sesuai tahun yang di teliti), kritik sumber (menilai keabsahan dan relevansi data), interpretasi (menafsirkan sumber secara historis), dan historiografi (penulisan sejarah).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa, kondisi Indonesia pada masa Reformasi 1998–1999 ditandai oleh krisis multidimensional, mencakup bidang politik, ekonomi, dan sosial. Reformasi muncul sebagai reaksi terhadap krisis legitimasi pemerintahan Orde Baru yang otoriter, korupsi, dan sentralistik Majalah Suara Muhammadiyah memiliki kecenderungan yang lebih terbuka terhadap dinamika politik dan turut terlibat secara moral dalam gerakan reformasi, sejalan dengan posisi tokohnya yang menjadi tokoh utama dalam perubahan nasional. Sebaliknya, Majalah Risalah mempertahankan posisi sebagai media dakwah yang fokus pada penyebaran ajaran Islam. Perbedaan ini mencerminkan perbedaan karakter dan orientasi masing-masing organisasi dalam merespons krisis nasional. Dengan demikian, pemberitaan peristiwa reformasi dalam media organisasi masyarakat Islam dipengaruhi oleh posisi ideologis dan struktur kepemimpinan dari masing-masing ormas
Pengaruh pembelajaran ekosistem melalui pendekatan Differentation Learning berbantu flipbook terhadap keterampilan berpikir kritis siswa SMP
Pendidikan berperan penting dalam mencerdaskan bangsa dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Di era abad ke-21, keterampilan berpikir kritis menjadi salah satu kompetensi utama yang harus dikembangkan dalam proses pembelajaran. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh pendekatan differentation learning berbantu flipbook terhadap keterampilan berpikir kritis pada materi ekosistem. Metode dalam penelitian ini digunakan quasi eksperiment dengan jenis desain non-equivalent control group menerapkan dua kelas VII A dan VII B dengan subjek penelitian 60 peserta didik. Instrumen yang digunakan berupa soal uraian yang berjumlah 12 item. Hasil penelitian di kelas dengan menggunakan pendekatan differentation learning menunjukan bahwa keterlaksanaan aktivitas guru dan siswa sebesar 90% dengan kategori sangat baik dan respon siswa memperoleh rata-rata 81% dengan kategori sangat kuat. Data keterampilan berpikir kritis berupa nilai rata-rata posttest kelas eksperimen yaitu 79,23 dan nilai rata-rata kelas kontrol sebesar 73,33. Dapat disimpulkan pendekatan differentation learning berbantu flipbook berpengaruh terhadap keterampilan berpikir kritis pada materi ekosistem dengan nilai Sig. (2-tailed) 0,001 < 0,05 dan nilai effect size sebesar 0,57 dengan kategori sedang
Implikasi sikap tawadhu terhadap ketenangan jiwa pada siswa mts kelas 9 serba bakti pondok pesantren suryalaya
Di era modern seperti saat ini, para remaja menghadapi berbagai tekanan baik dari segi akademik, sosial, maupun perkembangan teknologi yang begitu cepat. Kondisi tersebut kerap menimbulkan keresahan batin, stres, bahkan krisis identitas pada sebagian peserta didik. Dalam situasi ini, penanaman nilai-nilai akhlak mulia seperti tawadhu’ (rendah hati) menjadi sangat relevan dan penting. Sikap tawadhu’ diyakini tidak hanya membentuk pribadi yang bersahaja, tetapi juga berkontribusi terhadap ketenangan jiwa, kestabilan emosi, dan kenyamanan dalam interaksi sosial.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara mendalam terhadap delapan orang siswa kelas 9, wawancara singkat kepada guru sebagai bentuk validasi, serta dokumentasi. Observasi tidak dapat dilakukan secara langsung karena para siswa sedang berada pada masa libur setelah menyelesaikan ujian akhir dan menunggu jadwal perpisahan. Meski demikian, wawancara yang dilakukan memberikan data yang cukup untuk dianalisis secara mendalam.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar narasumber telah menunjukkan sikap tawadhu’ dalam keseharian mereka, baik dalam bentuk sopan santun terhadap guru, kesediaan menerima nasihat, tidak pamer, hingga memilih kerja sama dibanding berebut posisi. Dari sisi ketenangan jiwa, sikap tawadhu’ membantu siswa dalam mengendalikan emosi, menerima diri dengan segala kelebihan dan kekurangan, serta mengelola tekanan sosial dan akademik. Meskipun terdapat variasi tingkat kemampuan dalam menerima kritik, mengelola pujian, dan mengakui kekurangan diri, para siswa secara umum menunjukkan perkembangan positif dalam membentuk pribadi yang lebih tenang, stabil, dan berkarakter.
Dengan demikian, implikasi sikap tawadhu’ di lingkungan MTs Serba Bakti Pondok Pesantren Suryalaya terbukti memberikan pengaruh nyata terhadap ketenangan jiwa siswa. Hal ini menjadi bukti bahwa pendekatan spiritual dan pembinaan akhlak yang konsisten dapat menjadi fondasi penting dalam membentuk karakter remaja di tengah derasnya arus perubahan zaman