Sunan Gunung Djati State Islamic University Bandung

Digital Library UIN (Universitas Islam Negeri) Sunan Gunung Djati Bandung
Not a member yet
    53115 research outputs found

    Hubungan kualitas layanan administrasi berbasis Teknologi Informasi dengan kepuasan Stakeholders di Madrasah : Penelitian di Madrasah Aliyah swasta Persis se-Kota Bandung

    Full text link
    Nilai layanan pendidikan untuk sekolah dasar dan menengah di kota bandung memperoleh skor mencapai 1,720035 atau skor 72,0035 berdasarkan Rating Standardized Weight Index, berada di bawah kategori memuaskan. Penelitian ini bertujuan : (1) Mengungkap Kualitas Layanan Administrasi berbasis teknologi informasi di Madrasah Aliyah Swasta (MAS) Persis se-Kota Bandung. (2) Menunjukkan Kepuasan Stakeholders di Madrasah Aliyah Swasta (MAS) Persis se-Kota Bandung. (3) Membuktikan Hubungan Kualitas Layanan Administrasi Berbasis Teknologi Informasi dengan Kepuasan Stakeholders di Madrasah Aliyah Swasta (MAS) Persis se-Kota Bandung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional. Data pada penelitian ini diperoleh melalui hasil penyebaran angket dengan menggunakan model skala likert yang terdiri dari lima alternatif pilihan jawaban yang diberikan kepada 90 responden. Teknik analisis data pada peneltian ini berupa uji instrumen data (validitas, realibilitas dan analisis parsial perindikator), uji asumsi klasik (uji normalitas, uji linearitas dan uji korelasi), uji determinasi. Berdasarkan hasil pengujian statistik, variabel X (Kualitas Layanan Administrasi Berbasis Teknologi Informasi) memperoleh rata-rata 3,80, yang termasuk kategori “Tinggi” dalam rentang 3,40–4,19. Artinya, respon stakeholders terhadap variabel X tergolong “Tinggi”.Sementara itu, variabel Y (Kepuasan Stakeholders) dengan lima indikator memperoleh nilai rata-rata 3,81, juga masuk kategori “Tinggi”. Hal ini menunjukkan bahwa respon siswa dan orang tua terhadap indikator pada variabel Y tergolong “Tinggi”. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara Kualitas Layanan Administrasi Berbasis Teknologi Informasi dengan Kepuasan Stakeholders, dengan nilai signifikansi 0,000 (< 0,05). Koefisien korelasi sebesar 0,619 menunjukkan hubungan yang kuat dan positif, artinya semakin tinggi Kualitas Layanan Administrasi Berbasis Teknologi Informasi, maka semakin baik Kepuasan Stakeholders. Selain itu, hasil uji koefisien determinasi (R²) sebesar 0,383 atau 38,3% yang artinya variabel kualitas layanan administrasi berbasis teknologi informasi secara serentak berkontribusi terhadap variabel kepuasan stakeholders. Sementara sebanyak 61,7% dipengaruhi oleh faktor lain

    Bimbingan konseling untuk mengurangi prokrastinasi akademik siswa: Studi deskriptif di Madrasah Tsanawiyah Husnul Khotimah 2 Kuningan

    Full text link
    Prokrastinasi akademik merupakan salah satu bentuk hambatan belajar yang signifikan dan berdampak pada penurunan prestasi akademik serta kesejahteraan psikologis siswa (Steel, 2007; Ferrari, 2010). Perilaku ini mencerminkan kebiasaan menunda tugas secara sadar. Untuk menjawab permasalahan ini, layanan bimbingan konseling hadir sebagai upaya sistematis dalam membantu siswa mengenali dan mengatasi prokrastinasi akademik melalui pendekatan yang terarah dan berkelanjutan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui program bimbingan konseling yang diterapkan di Madrasah Tsanawiyah (MTs) Husnul Khotimah 2 Kuningan, mengidentifikasi serta menggambarkan proses pelaksanaan bimbingan konseling untuk mengurangi prokrastinasi akademik yang dialami siswa, serta menjelaskan hasil dari penerapan layanan bimbingan konseling dalam mengurangi prokrastinasi akademik tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi deskriptif karena metode ini memungkinkan peneliti untuk memahami secara mendalam tarkait fenomena prokrastinasi akademik yang terjadi pada siswa secara kontekstual. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi, dan dokumentasi, dengan triangulasi sumber sebagai teknik keabsahan data. Landasan teori yang digunakan dalam penelitian meliputi bimbingan konseling Islam, teori konseling humanistik, dan Cognitive Behavioral Therapy (CBT). Pendekatan bimbingan konseling Islam berperan dalam membentuk karakter disiplin siswa melalui nilai-nilai Islami. Teori konseling humanistik menekankan pada pentingnya memahami kondisi psikologis untuk membangun kesadaran diri siswa. Sementara itu, CBT membantu siswa mengganti pola pikir negatif yang memicu perilaku menunda dengan strategi manajemen diri yang lebih efektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses bimbingan konseling di MTs Husnul Khotimah 2 Kuningan, yang meliputi konseling individu, konseling kelompok, dan program klinik belajar, memberikan dampak positif dalam mengurangi prokrastinasi akademik pada sebagian siswa. Namun demikian, untuk memperoleh hasil yang lebih optimal diperlukan peningkatan dalam pengawasan, pemberian motivasi yang lebih intensif dalam mendukung proses pembelajaran siswa. Selain itu, pengembangan program-program bimbingan yang lebih inovatif dan aplikatif menjadi faktor penting agar siswa dapat lebih antusias dan berpartisipasi aktif dalam mengatasi kebiasaan menunda-nunda tugas

    Pengaruh tawakal terhadap resiliensi mahasiswa yang mengalami quarter life crisis: Studi perbandingan pada mahasiswa yang aktif dan tidak aktif mengikuti majelis ta'lim (Studi pada mahasiswa akhir fakultas Ushuluddin UIN Sunan Gunung Djati Bandung angkatan 2021)

    No full text
    Mahasiswa tingkat akhir rentan mengalami quarter life crisis akibat tekanan akademik, karir dan kekhawatiran terhadap ketidakpastian masa depan. Resiliensi menjadi aspek penting dalam menghadapi kondisi tersebut. Tawakal, sebagai nilai spiritual dalam ajaran Islam, diyakini berperan dalam memperkuat resiliensi. Kegiatan keagamaan seperti majelis ta’lim menjadi media efektif dalam menanamkan nilai tawakal agar individu mampu menghadapi krisis dengan lebih tangguh dan positif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tawakal terhadap resiliensi mahasiswa yang mengalami quarter life crisis, serta membandingkan tingkat tawakal dan resiliensi antara mahasiswa yang aktif dan tidak aktif mengikuti majelis ta’lim. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan ex post facto dan desain kausal komparatif. Analisis data dilakukan dengan uji regresi linier sederhana untuk melihat pengaruh antara variabel, serta uji Mann-Whitney untuk mengetahui perbedaan tingkat kedua variabel antara dua kelompok. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner secara daring melalui Google Form kepada 60 responden, terdiri dari 30 mahasiswa aktif dan 30 mahasiswa tidak aktif mengikuti majelis ta’lim, yang telah diseleksi sesuai kriteria. Hasil uji regresi linier sederhana menunjukkan bahwa nilai signifikansi (p) = 0,000 (< 0,05), yang berarti terdapat pengaruh yang signifikan antara tawakal terhadap resiliensi mahasiswa yang mengalami quarter life crisis, sehingga Hipotesis Alternatif (Ha) diterima dengan nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,349 menunjukkan bahwa 34,9% variasi resiliensi dapat dijelaskan oleh variabel tawakal, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain. Hasil uji Mann-Whitney pada variabel tawakal menunjukkan nilai signifikansi (p) = 0,017 ( 0,05), yang menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok, sehingga hipotesis alternatif (Ha) ditolak

    Analisis uslub al-hakim dalam Al-Qur'an dan hadis berbasis teori Relevansi dan Sperber dan Deirdre Wilson

    No full text
    وحدان عبد المنان: تحليل أسلوب الحكيم في الآيات القرآنية والأحاديث النبوية على ضوء نظرية الملاءمة عند Dan Sperber و Deirdre Wilson(دراسة البلاغة والبراغماتية) هذا البحث ينطلق من ظاهرة التواصل الفريدة في القرآن الكريم والأحاديث النبوية، حيث لا يعطى الجواب غالبا بشكل مباشر عن السؤال المطروح، بل يحوّل إلى أمر أكثر أهمية وفائدة. ويعرف هذا النمط من التواصل في علم البلاغة باسم "أسلوب الحكيم". وعلى الرغم من كثرة استخدامه في القرآن و الحديث، إلا أن الدراسات المتعلقة بـأسلوب الحكيم لا تزال محدودة جدا، وخاصة عند تحليله من خلال منظور علم البراغماتية الحديث باستخدام "نظرية الملاءمة" التي وضعها دان سبيربر وديدري ويلسون (Dan Sperber و Deirdre Wilson). يهدف هذا البحث إلى معرفة موضوعات استعمال أسلوب الحكيم في الآيات القرآنية والأحاديث النبوية، ومعرفة أشكال أسلوب الحكيم الموجودة في هذين المصدرين الأساسيين، ومعرفة مناسبة استعمال أسلوب الحكيم من خلال نظرية الملاءمة عند Dan Sperber و Deirdre Wilson، كحلّ مناسب لفهم ظاهرة أسلوب الحكيم فهما شاملا في آيات القرآن الكريم وأحاديث النبي محمد صلى الله عليه وسلم. المدخل المستخدم في هذا البحث هو مدخل النوعي. والطريقة المستخدمة في هذا البحث هي طريقة الوصفي. أما أساليب جمع البيانات المستخدم في هذا البحث فهو أسلوب الإقتباس والتوثيق. وأسلوب التحليل المستخدم في هذا البحث هو تحليل المحتوى من خلال مدخل نظرية الملاءمة عند Dan Sperber و Deirdre Wilson. والبيانات الأولية في هذا البحث هي الآيات القرآنية والأحاديث النبوية التي تحتوي على أسلوب الحكيم والتي يتم تحليلها من خلال خمس مراحل: تحديدُ سياق السؤال، وتحديدُ الجواب، وتحليلُ الملاءمة المثلى، واستنباط الدلالات التضمينية للتواصل، وتقييمُ كفاءة التواصل. أظهرت نتائج البحث أنّ أسلوب الحكيم في القرآن الكريم والأحاديث النبوية يشمل موضوعات رئيسية من تعاليم الإسلام، مثل التوحيد، والأخلاق، والأحكام الشرعية، وقصص الأمم السابقة، والعبادات، بالإضافة إلى تنمية العقل والروح. وقد وجد أنّ أسلوب الحكيم يتجلّى في صورتين رئيسيتين: (١) ترك سؤال المخاطب والإجابة عن سؤال لم يسأله, (2) حمل شكل كلام المخاطب على معنى غير يقصده. بناء على نتائج البحث، يمكن استخلاص أنّ هناك مناسبة وثيقة بين أسلوب الحكيم في الآيات القرآنية والأحاديث النبوية مع المبادئ الموجودة في نظرية الملاءمة التي وضعها دان سبيربر وديردري ويلسون. ومن خلال مراحل التحليل الخمس، تبيّن أن أسلوب الحكيم يوجّه انتباه المخاطب باستمرار إلى معلومات أكثر فائدة وأشدّ صلة باحتياجاته الحقيقية، ويمنح فهما أعمق بأقل جهد معرفي ممكن. كما يظهر نمط تحويل الإجابة من أسئلة سطحية إلى إجابات ذات مغزى تحقيق أقصى قدر من الأثر المعرفي، وذلك وفقا لمبدأ نظرية الملاءمة. بالإضافة إلى ذلك، تؤكد نتائج هذا البحث أن أسلوب الحكيم لا يحقق فقط الملاءمة المعرفية، بل يحقق أيضا الملاءمة التواصلية، مما يثبت أن هذا الأسلوب الخطابي ليس مجرد أسلوب بلاغي، بل هو طريقة تواصل فعّالة وكفؤة تبقى مناسبة وصالحة لكل زمان ومكان. وتشكل هذه النتائج أيضا دليلا على عظمة الله سبحانه وتعالى في إيصال توجيهاته للبشرية من خلال أسلوب تواصل عميق ومليء بالحكم

    Efektivitas pelayanan Program Jakarta Enterpreneur di Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta

    No full text
    Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran penting dalam perekonomian Indonesia, termasuk di DKI Jakarta, dengan kontribusi sekitar 60% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dan penciptaan lapangan kerja. Untuk mendukung pengembangan UMKM, Pemerintah DKI Jakarta meluncurkan Program Jakarta Entrepreneur (Jakpreneur) pada tahun 2020, yang bertujuan untuk memperkuat ekosistem kewirausahaan melalui pelatihan, pendampingan, dan akses permodalan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas pelayanan Program Jakpreneur dengan menggunakan teori efektivitas program dengan meliputi lima sistematika terkait Effort (Upaya), Cost-efficiency (Efesiensi Biaya), Result (Hasil), Cost-Effectiveness (Efektivitas Biaya) dan Impact (Dampak). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Metode pengumpulan data meliputi wawancara, observasi, dan analisis dokumentasi. Tematik analisis digunakan dalam penelitian ini dengan triangulasi sumber untuk memvalidasi hasil penelitian. Selanjutnya, terdapat tujuh informan dari Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta dan Para peserta program. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program Jakpreneur berhasil meningkatkan jumlah peserta dan kapasitas UMKM, namun terdapat tantangan dalam komunikasi, keterbatasan tenaga pendamping, dan fluktuasi harga yang mempengaruhi efisiensi biaya. Meskipun program ini memberikan dampak positif, baik individu maupun kolektif, masih terdapat kesenjangan antara harapan dan realita, terutama dalam kemandirian usaha peserta pasca program. Ketiadaan sistem evaluasi dampak terstruktur menjadi kendala dalam mengukur efektivitas program secara menyeluruh. Oleh karena itu, diperlukan penguatan sistem pengumpulan data dan evaluasi berbasis hasil untuk memastikan keberlanjutan dan relevansi program dalam mendukung transformasi ekonomi lokal

    Pelaksanaan pembagian warisan dalam sistem waris adat masyarakat asli Kabupaten Kepulauan Sula dan kontribusinya terhadap sistem hukum nasional

    No full text
    INDONESIA: Praktik pembagian warisan dalam sistem waris adat masyarakat asli Kabupaten Kepulauan Sula lebih mengedepankan tradisi lokal daripada hukum waris Islam. Akibatnya, distribusi warisan cenderung tidak adil, terutama bagi perempuan dan janda. Selain itu, pengelolaan harta warisan secara kolektif yang tidak transparan berisiko menimbulkan konflik dan ketimpangan antar ahli waris. Penelitian ini bertujuan menganalisis pemahaman masyarakat asli Kabupaten Kepulauan Sula terhadap hukum waris Islam, pola pembagian waris adat, pelaksanaan pembagian waris adat, dan penyelesaian sengketa pembagian waris adat. Penelitian juga bertujuan menganalisis kontribusi sistem waris adat terhadap hukum nasional dan merumuskan rekomendasi kebijakan yang berlandaskan keadilan dan perlindungan hak individu. Teori yang digunakan dalam penelitian ini meliputi teori maqāṣid al-sharī'ah sebagai grand theory, teori al-urf sebagai middle theory, dan teori receptio a contrario sebagai applied theory. Penelitian ini termasuk jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan yuridis empiris dan metode deskriptif analitis untuk mengkaji praktik pembagian waris dalam masyarakat asli Sula. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi guna memperoleh gambaran mengenai pelaksanaan sistem waris adat di wilayah tersebut. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Pemahaman masyarakat asli Kabupaten Kepulauan Sula terhadap hukum waris masih terbatas dan lebih berorientasi pada tradisi adat, dengan rendahnya pemahaman terhadap hukum Islam dan nasional akibat minimnya sosialisasi dan keterbatasan akses informasi. (2) Pola pembagian warisan bersifat patrilineal, dengan anak laki-laki sebagai penerima utama, sementara anak perempuan mendapat bagian lebih kecil atau tidak sama sekali. Pola ini mencerminkan struktur sosial yang menegaskan peran laki-laki sebagai pemegang kendali dan pengelola harta warisan keluarga. (3) Pelaksanaan distribusi warisan di masyarakat asli Sula dilakukan melalui musyawarah keluarga, pembagian setelah pewaris meninggal, hibah, dan wasiat. Anak laki-laki menerima 70%-80% warisan, sementara anak perempuan memperoleh 20%-30% atau tidak mendapat warisan setelah menikah. Aset dikelola secara individu maupun kolektif, dengan kebun kelapa dan cengkeh tetap dikelola bersama untuk kepentingan keluarga. (4) Penyelesaian sengketa waris adat di Sula dilakukan secara bertahap melalui musyawarah keluarga, mediasi kepala desa, dan jika belum terselesaikan, diteruskan ke KUA atau Pengadilan Agama. (5) Pola waris adat di Sula berkontribusi pada sistem hukum nasional melalui pluralisme hukum, musyawarah, pengelolaan kolektif, dan pengakuan hak berbasis kontribusi sosial. Reformasi hukum waris diperlukan agar lebih inklusif, adil, dan selaras dengan dinamika sosial serta hukum nasional. ENGLISH: The practice of inheritance distribution in the customary inheritance system of the indigenous people of the Sula Islands Regency prioritises local traditions over Islamic inheritance law. As a result, the distribution of inheritance tends to be unfair, especially for women and widows. In addition, the non-transparent collective management of inheritance assets risks causing conflict and inequality between heirs. This research aims to analyse the understanding of the indigenous people of the Sula Islands Regency towards Islamic inheritance law, patterns of customary inheritance division, implementation of customary inheritance division, and dispute resolution of customary inheritance division. The research also aims to analyse the contribution of the customary inheritance system to national law and formulate policy recommendations based on justice and protection of individual rights. The theories used in this research include maqāṣid al-sharī'ah theory as grand theory, al-urf theory as middle theory, and receptio a contrario theory as applied theory. This research uses qualitative research with an empirical juridical approach and analytical descriptive method to examine the practice of inheritance division in the indigenous people of Sula. Data was collected through interviews, observation and documentation to obtain an overview of the implementation of the customary inheritance system in the region. The results of this study show that: (1) This research shows that the understanding of the indigenous people of the Sula Islands Regency towards inheritance law is still limited and more oriented towards customary traditions, with a low understanding of Islamic and national law due to the lack of socialization and limited access to information. (2) The pattern of inheritance distribution is patrilineal, with sons as the main recipients, while daughters receive a smaller share or none at all. This pattern reflects the social structure that emphasizes the role of men as the controllers and managers of family inheritance. (3) The implementation of inheritance distribution in the indigenous Sula community is carried out through family deliberations, distribution after the heir dies, grants, and wills. Sons receive 70%-80% of the inheritance, while daughters receive 20%-30% or no inheritance after marriage. Assets are managed individually and collectively, with coconut and clove plantations still managed together for the benefit of the family. (4) Settlement of customary inheritance disputes in Sula is carried out in stages through family deliberations, mediation by the village head, and if unresolved, forwarded to the KUA or Religious Court. (5) Customary inheritance patterns in Sula contribute to the national legal system through legal pluralism, deliberation, collective management, and recognition of social contribution-based rights. Reform of inheritance law is needed to be more inclusive, fair, and in line with social dynamics and national law. ARABIC: توزيع الميراث في نظام الميراث العرفي للسكان الأصليين في محافظة جزر سولا، والذي يهيمن عليه اتباع التقاليد المحلية أكثر من قانون الميراث الإسلامي. وهذا له تأثير على التوزيع غير المتكافئ للميراث، خاصة بالنسبة للنساء والأرامل. وبالإضافة إلى ذلك، فإن الإدارة الجماعية الأقل شفافية لأصول الميراث يمكن أن تتسبب في حدوث نزاع وظلم بين الورثة. يهدف هذا البحث إلى تحليل فهم السكان الأصليين في محافظة جزر سولا لقانون الميراث الإسلامي، وأنماط تقسيم الميراث العرفي، وتنفيذ تقسيم الميراث العرفي، وتسوية المنازعات المتعلقة بتقسيم الميراث العرفي. ويهدف البحث أيضاً إلى تحليل مساهمة نظام الميراث العرفي في القانون الوطني وصياغة توصيات سياساتية قائمة على العدالة وحماية الحقوق الفردية. وتشمل النظريات المستخدمة في هذا البحث نظرية مقاصد الشريعة كنظرية كبرى، ونظرية العرف كنظرية وسطى، ونظرية التلقي كنظرية تطبيقية يستخدم هذا البحث البحث البحث النوعي بمنهج قانوني تجريبي ومنهج وصفي تحليلي لدراسة ممارسة تقسيم الميراث لدى السكان الأصليين في سولا. وقد جُمعت البيانات من خلال المقابلات والملاحظة والتوثيق للحصول على لمحة عامة عن تطبيق نظام الميراث العرفي في المنطقة تُظهر نتائج هذه الدراسة ما يلي: (١) أن السكان الأصليين في مقاطعة جزر سولا لديهم فهم محدود لقانون الميراث، وهم أكثر توجهاً نحو التقاليد العرفية، مع فهم منخفض للشريعة الإسلامية والقانون الوطني بسبب نقص التنشئة الاجتماعية ومحدودية الوصول إلى المعلومات. (٢) يتسم نمط توزيع الميراث بالنمط الأبوي، حيث يكون الأبناء هم المستفيدون الرئيسيون من الميراث، بينما تحصل البنات على نصيب أقل أو لا يحصلن على أي نصيب على الإطلاق. ويعكس هذا النمط البنية الاجتماعية التي تؤكد على دور الرجال كمتحكمين ومديرين لميراث الأسرة. (٣) يتم تقسيم الميراث في مجتمع سولا الأصلي من خلال المداولات العائلية، والتقسيم بعد وفاة الوارث، والمنح، والوصايا. ويحصل الفتيان على سبعين إلى ثمانين في المائة من الميراث، بينما تحصل الفتيات على اثنين إلى ثلاثين في المائة، أو لا ميراث لهن بعد الزواج. وتدار الأصول بشكل فردي وجماعي، حيث تدار مزارع جوز الهند والقرنفل بشكل مشترك لصالح الأسرة. (٤) يتم حل نزاعات الميراث العرفية في سولا على مراحل من خلال المداولات العائلية، ووساطة رئيس القرية، وإذا لم يتم حلها، تحال إلى الكوا أو المحكمة الدينية. (٥) يساهم نمط الإرث العرفي في سولا في النظام القانوني الوطني من خلال التعددية القانونية والتداول والإدارة الجماعية والاعتراف بالحقوق على أساس المساهمة الاجتماعي

    Menyingkap kearifan spiritual analisis ritual budaya dengan pendekatan tasawuf: Studi fenomenologi di Kampung Trate Lor, Kecamatan Batang, Kabupaten Batang, Provinsi Jawa Tengah

    Full text link
    Eksistensi budaya di berbagai daerah di Indonesia semakin terancam punah akibat pengaruh dari luar serta proses globalisasi yang begitu kuat terhadap pola pikir dan kebiasaan masyarakat. Besarnya tekanan dari luar ini tidak diantisipasi oleh pejabat daerah yang disertai dengan kurangnya pengetahuan tentang budaya, sumber daya manusianya yang tidak memadai, serta tidak tersedianya perangkat- perangkat budaya ikut memperburuk kondisi budaya saat ini. Padahal suatu budaya sesungguhnya mengandung nilai-nilai di dalamnya yang berfungsi sebagai pedoman dalam berperilaku bagi individu dan kelompok dalam menjalani hidup dan bermasyarakat. Untuk itulah, maka budaya perlu dilestarikan. Pelestarian budaya tersebut saat ini banyak kita temukan di Indonesia, termasuk di Pulau Jawa, khususnya di Kampung Trate Lor, Kecamatan Batang, Kabupaten Batang, Provinsi Jawa Tengah. Banyak sekali ditemukan nilai-nilai tasawuf yang terkandung di dalam praktik budaya yang terdapat di daerah ini, khususnya ajaran-ajaran etika atau moral baik secara vertikal maupun horizontal yang berdampak pada ketenangan yang dirasakan secara individu maupun secara sosial masyarakat. Kualitatif adalah pilihan model penelitian yang ditempuh oleh peneliti. Sementara jenis penelitian fenomenologis dianggap pilihan yang tepat dalam membaca fenomena objek yang sangat kental dengan ajaran-ajaran tasawuf dan observasi kritis terhadap budaya empiris, serta interview langsung kepada warga setempat menghasilkan kesimpulan-kesimpulan yang tepat dan valid untuk dijadikan pedoman dan rujukan bagi masyarakat lokal Trate Lor khususnya dan untuk nasional pada umumnya. Dalam penelitian ini, penulis sangat mengharap masukan dan kritik yang membangun demi perbaikan dan kebaikan penelitian ini

    Kolaborasi seni dan dakwah dalam dinamika interaksi budaya: Studi etnografi di Studio Rosid dan Masjid Sirojul Mu’minin

    Full text link
    INDONESIA: Penelitian ini mengkaji Kolaborasi Seni dan Dakwah dalam Dinamika Interaksi Budaya melalui studi etnografi di Studio Rosid dan Masjid Sirojul Mukminin, dengan fokus pada bagaimana seniman, aktivis, dan masyarakat membangun makna spiritual melalui kolaborasi seni dan kegiatan keagamaan. Dengan menggunakan paradigma konstruktivisme, pendekatan kualitatif, metode etnografi, dan analisis deskriptif, penelitian ini menggali proses konstruksi makna yang berlangsung dinamis di antara para aktor. Temuan menunjukkan bahwa komunikasi transaksional dalam kolaborasi ini tidak hanya menjadi sarana pertukaran pesan, melainkan juga arena pembentukan makna spiritual yang melibatkan simbolisme, budaya lokal Sunda seperti silih asah, silih asih, silih asuh, serta prinsip dakwah bil hikmah. Simbol artistik seperti lisung, wuluku, dan kayu tua menjadi medium komunikasi non-verbal yang menyampaikan nilai-nilai Islam seperti zuhud, syukur, dan penghormatan terhadap ciptaan Allah. Meskipun terdapat hierarki spiritual dalam interaksi awal, proses komunikasi yang terbuka dan inklusif mampu menciptakan ruang dialog yang setara dan transformatif. Refleksi kritis terhadap teori komunikasi transaksional menunjukkan perlunya kontekstualisasi dalam tradisi keislaman lokal, dengan mengintegrasikan aspek spiritual sebagai unsur otonom dalam model komunikasi dakwah berbasis Islam. Penelitian ini berkontribusi dalam pengembangan model komunikasi dakwah kontemporer yang mengakomodasi dimensi estetis dan kultural, serta menawarkan kerangka teoretis bagi praktik kolaborasi seni dan agama yang berkelanjutan, sekaligus memperkuat toleransi, kohesi sosial, dan pemahaman spiritual masyarakat dalam era pluralitas budaya dan keagamaan. ENGLISH: This research examines the Collaboration of Art and Islamic Preaching in the Dynamics of Cultural Interaction through an ethnographic study at Studio Rosid and Sirojul Mu'minin Mosque, focusing on how artists, activists, and communities construct spiritual meaning through art collaboration and religious activities. Using a constructivism paradigm, qualitative approach, ethnographic method, and descriptive analysis, this study explores the dynamic meaning construction process among the actors. The findings reveal that transactional communication in this collaboration serves not only as a means of message exchange but also as an arena for spiritual meaning formation involving symbolism, local Sundanese culture such as silih asah, silih asih, silih asuh, and the principle of dakwah bil hikmah. Artistic symbols such as lisung, wuluku, and old wood become non-verbal communication media that convey Islamic values such as zuhud, gratitude, and reverence for Allah's creation. Despite the presence of spiritual hierarchy in initial interactions, the open and inclusive communication process creates an equal and transformative dialogue space. Critical reflection on transactional communication theory demonstrates the need for contextualization within local Islamic traditions, integrating spiritual aspects as autonomous elements in Islamic-based preaching communication models. This research contributes to the development of contemporary preaching communication models that accommodate aesthetic and cultural dimensions, offering a theoretical framework for sustainable art and religious collaboration practices while strengthening tolerance, social cohesion, and community spiritual understanding in an era of cultural and religious plurality. ARABIC: ومسجد سراج المؤمنين، مع التركيز على كيفية بناء الفنانين والنشطاء والمجتمعات للمعنى الروحي من خلال التعاون الفني والأنشطة الدينية. باستخدام نموذج البنائية، والمنهج النوعي، والطريقة الإثنوغرافية، والتحليل الوصفي، تستكشف هذه الدراسة عملية بناء المعنى الديناميكي بين الفاعلين. تكشف النتائج أن التواصل التعاملي في هذا التعاون لا يخدم فقط كوسيلة لتبادل الرسائل، بل أيضاً كساحة لتكوين المعنى الروحي الذي يشمل الرمزية، والثقافة السُّندية المحلية مثل "سليح أسه، سليح أسه، سليح أسه"، ومبدأ "الدعوة بالحكمة". تصبح الرموز الفنية مثل "ليسونغ" و"وولوكو" والخشب القديم وسائل تواصل غير لفظية تنقل القيم الإسلامية مثل الزهد والشكر وتوقير خلق الله. رغم وجود التسلسل الهرمي الروحي في التفاعلات الأولية، تخلق عملية التواصل المفتوحة والشاملة مساحة حوار متساوية وتحويلية. يُظهر التفكير النقدي في نظرية التواصل التعاملي ضرورة السياق في التقاليد الإسلامية المحلية، مع دمج الجوانب الروحية كعناصر مستقلة في نماذج التواصل الدعوي القائم على الإسلام. يساهم هذا البحث في تطوير نماذج التواصل الدعوي المعاصرة التي تستوعب الأبعاد الجمالية والثقافية، ويقدم إطاراً نظرياً لممارسات التعاون المستدامة بين الفن والدين مع تعزيز التسامح والتماسك الاجتماعي والفهم الروحي المجتمعي في عصر التعددية الثقافية والديني

    Hubungan digitalisasi administrasi dengan kepuasan layanan administrasi di Madrasah Aliyah Negeri 1 Kota Bandung

    Full text link
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya transformasi digital dalam sistem administrasi pendidikan, khususnya dalam meningkatkan efisiensi dan kualitas pelayanan administrasi kepada tenaga pendidik. Meskipun digitalisasi administrasi di Madrasah Aliyah Negeri 1 Kota Bandung telah diterapkan dengan cukup baik, namun dalam pelaksanaannya masih ditemukan berbagai hambatan, terutama dari sisi pengguna, yaitu guru. Beberapa guru mengalami kesulitan dalam beradaptasi dengan sistem digital akibat keterbatasan pemahaman teknis, keterbatasan pelatihan, serta kendala teknis seperti akses sistem yang lambat atau gangguan jaringan. Hal ini berdampak pada efektivitas layanan serta memengaruhi persepsi dan kepuasan guru terhadap layanan administrasi. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui sejauh mana penerapan digitalisasi administrasi di MAN 1 Kota Bandung, (2) Mengetahui tingkat kepuasan layanan administrasi guru, dan (3) Menganalisis hubungan antara digitalisasi administrasi dengan kepuasan layanan administrasi guru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasi. Sampel penelitian berjumlah 75 guru yang diambil menggunakan teknik simple random sampling. Instrumen berupa angket skala Likert empat pilihan dan diuji melalui uji validitas, reliabilitas, normalitas, linearitas, korelasi Pearson, dan koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Penerapan digitalisasi administrasi di MAN 1 Kota Bandung berada pada kategori “sangat tinggi” dengan nilai rata-rata 3,40, yang terdiri dari tiga indikator utama yaitu otomasi proses, aksesibilitas data, dan transparansi informasi; (2) Kepuasan layanan administrasi guru berada pada kategori “sangat tinggi” dengan nilai rata-rata 3,33, berdasarkan lima dimensi SERVQUAL: bukti fisik, keandalan, daya tanggap, jaminan, dan empati, dan (3) Hasil analisis korelasi menunjukkan terdapat hubungan yang sangat kuat dan signifikan antara digitalisasi administrasi dan kepuasan layanan administrasi guru, dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,879 dan signifikansi 0,000 < 0,05. Sedangkan nilai koefisien determinasi (R square) sebesar 0,772 yang menunjukkan bahwa kontribusi digitalisasi administrasi terhadap kepuasan layanan administrasi guru adalah sebesar 77,2%, sedangkan sisanya 22,8% dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian ini

    Aktivitas Siswa pada Kegiatan CLUB PAI hubungannya dengan hasil belajar kognitif mereka pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti: Penelitian korelasi di SMP Plus Al-Aqsha Jatinangor Kabupaten Sumedang

    Full text link
    Penelitian ini dilatar belakangi oleh fenomena di SMP Plus Al-Aqsha Jatinangor Kabupaten Sumedang, dimana meskipun kegiatan Club PAI sebagai program ekstrakurikuler keagamaan telah aktif dilaksanakan dan diikuti oleh sebagian besar siswa, namun kenyataannya masih terdapat siswa yang hasil belajar kognitifnya dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti belum mencapai kriteria ketuntasan minimal (KKM). Hal ini menimbulkan pertanyaan apakah terdapat hubungan antara aktivitas siswa dalam mengikuti kegiatan Club PAI dengan hasil belajar kognitif mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Aktivitas siswa dalam mengikuti kegiatan Club PAI, (2) Hasil belajar kognitif siswa dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti, dan (3) Hubungan antara aktivitas siswa pada kegiatan Club PAI dengan hasil belajar kognitif mereka. Penelitian ini didasarkan pada pemikiran bahwa keterlibatan siswa dalam kegiatan Club PAI memberikan pengaruh positif, salah satunya terhadap pencapaian hasil belajar mereka. Dengan demikian, hipotesis yang diajukan adalah semakin tinggi tingkat aktivitas siswa mengikuti Club PAI semakin besar juga hasil belajar mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui angket, observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan pendekatan logika untuk data kualitatif dan pendekatan statistika untuk data kuantitatif dengan melakukan analisis parsial dan uji korelasi Product Moment menggunakan bantuan SPSS 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Variabel X termasuk dalam kategori cukup dengan skor rata-rata 3,30. (2) Variabel Y termasuk dalam kategori cukup dengan rata-rata nilai 72,63. (3) Terdapat hubungan positif dan signifikan antara aktivitas siswa dalam mengikuti kegiatan Club PAI dengan hasil belajar kognitif mereka, dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,964 yang berada pada rentang skala 0,80 - 1,00. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa nilai t hitung sebesar 27,487 > t tabel 1,671 serta f hitung sebesar 755,512 > f tabel 4,0001 sehingga Ha diterima baik secara persial maupun simultan. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,929 menunjukkan bahwa kontribusi aktivitas siswa dalam Club PAI terhadap hasil belajar kognitif mencapai 92,9%, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain

    50,733

    full texts

    53,115

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Digital Library UIN (Universitas Islam Negeri) Sunan Gunung Djati Bandung is based in Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇