Sunan Gunung Djati State Islamic University Bandung
Digital Library UIN (Universitas Islam Negeri) Sunan Gunung Djati BandungNot a member yet
53115 research outputs found
Sort by
Penerapan model pembelajaran ICARE untuk meningkatkan hasil belajar kognitif siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial di Madrasah Ibtidaiyah: Penelitian tindakan kelas pada siswa kelas Ⅳ MI Cibanteng Kabupaten Bandung Barat
Penelitian ini dilatarbelakangi dengan adanya masalah yang ditemukan dalam hasil belajar kognitif siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial di kelas Ⅳ MI Cibanteng Kabupaten Bandung Barat, yang menunjukkan bahwa masih terdapat siswa yang belum mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM), karena belum adanya model pembelajaran yang efektif dalam mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial. Permasalahan ini disebabkan oleh MI Cibanteng Kabupaten Bandung Barat yang masih berdaptasi dari kurikulum 2013 ke kurikulum merdeka. Selain itu, guru-guru yang mengajar di MI Cibanteng Kabupaten Bandung Barat banyak yang akan memasuki masa purnabakti, sehingga guru-guru mengalami kesulitan untuk menerapkan ragam model pembelajaran saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) hasil belajar kognitif siswa sebelum diterapkannya model pembelajaran ICARE, (2) proses penerapan model pembelajaran ICARE pada setiap siklus, (3) hasil belajar kognitif siswa pada akhir siklus setelah diterapkannya model pembelajaran ICARE. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan kelas (PTK) dengan teknik pengumpulan data meliputi observasi, tes, dan dokumentasi. Sedangkan analisis data dilakukan dengan menghitung nilai rata-rata, ketuntasan belajar individu, ketuntasan belajar klasikal, serta analisis hasil observasi aktivitas guru dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar kognitif siswa dalam mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial dengan menggunakan model ICARE pada setiap siklusnya. Dari penelitian yang dilakukan, hasil belajar kognitif siswa pada pra siklus sebelum penerapan model pembelajaran ICARE pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial memperoleh nilai rata-rata 62,3 dengan ketuntasan klasikal siswa sebesar 56%. Setelah penerapan model pembelajaran ICARE nilai rata-rata meningkat menjadi 66,1 dengan ketuntasan klasikal siswa sebesar 64% pada siklus Ⅰ. Dan akhirnya mencapai nilai rata-rata sebesar 74,7 dan ketuntasan klasikal siswa sebesar 78% pada siklus Ⅱ. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran ICARE dapat meningkatkan hasil belajar kognitif siswa dalam mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial di kelas Ⅳ MI Cibanteng Kabupaten Bandung Barat
Pengorganisasian masjid dalam meningkatkan kinerja pengurus : Studi deskriptif pada Masjid Besar Ciparay Desa Pakutandang Kabupaten Bandung
Masjid merupakan institusi keagamaan yang memiliki fungsi strategis, baik dalam bidang ibadah maupun sosial kemasyarakatan. Dalam menjalankan fungsinya, masjid memerlukan sistem pengelolaan yang baik, khususnya dalam hal pengorganisasian pengurus. Masjid Besar Ciparay, sebagai salah satu masjid yang aktif di Kabupaten Bandung, menjadi objek penting untuk diteliti dalam konteks ini. Penelitian ini berfokus pada bagaimana pengorganisasian dilakukan oleh Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) dalam upaya meningkatkan kinerja para pengurus.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana proses pengorganisasian meliputi pembagian tugas, pelimpahan wewenang, serta pengaturan hubungan kerja berperan dalam mendukung efektivitas dan efisiensi kinerja pengurus Masjid Besar Ciparay. Penelitian ini diharapkan memberikan gambaran konkret mengenai pelaksanaan manajemen organisasi masjid dalam konteks lokal.
Penelitian ini menggunakan teori pengorganisasian dari Mochtar Effendi yang menekankan bahwa pengorganisasian adalah proses mengatur, mengalokasikan, dan mendistribusikan pekerjaan, wewenang, serta sumber daya kepada anggota organisasi. Teori ini dianggap relevan dalam menganalisis kejelasan struktur, pembagian tanggung jawab, dan kerja sama antar bagian dalam organisasi masjid.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dengan pengurus DKM, serta dokumentasi. Data kemudian dianalisis secara sistematis untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai praktik pengorganisasian di lapangan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengorganisasian di Masjid Besar Ciparay telah berjalan cukup baik, terutama dalam aspek pembagian tugas dan struktur organisasi. Namun masih ditemukan kendala dalam hal koordinasi antarbidang dan minimnya pelatihan bagi pengurus. Dengan demikian, meskipun pengorganisasian memberikan dampak positif terhadap kinerja, tetap dibutuhkan evaluasi dan perbaikan secara berkala agar pengelolaan masjid semakin optimal dan berkelanjutan
Tinjauan Yuridis Pasal 863 KUH Perdata hubungannya terhadap hak waris anak luar kawin dihubungkan dengan surat wasiat dari notaris nomor 05 tahun 1999 mengenai pembagian harta
Kasus mengenai hak waris Anak Luar Kawin yang terjadi di kantor Notaris Chendra Witarsih, dengan keadaan dimana tidak adanya pengakuan yang dilakukan oleh ayah biologisnya dan dipengaruhinya wasiat yang dibuat, menjadikan tidak terlaksananya hak yang seharusnya didapatkan seorang anak sejak dalam kandungan yaitu hak mewaris. Penelitian ini mengkaji pendekatan hukum pasal 863 KUH Perdata terhadap hak waris Anak Luar Kawin dihubungkan dengan surat wasiat dari Notaris Nomor 05 Tahun 1999 mengenai pembagian harta, dan perlindungan hukum Anak Luar Kawin terkait dengan bagian harta waris diluar wasiat dihubungkan dengan surat wasiat dari Notaris Nomor 05 Tahun 1999 mengenai pembagian harta.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendekatan hukum terhadap hak waris Anak Luar Kawin dihubungkan dengan surat wasiat dari Notaris Nomor 05 Tahun 1999 mengenai pembagian harta menurut pasal 863 KUH Perdata, dan perlindungan hukum Anak Luar Kawin terkait dengan bagian harta waris diluar wasiat dihubungkan dengan surat wasiat dari Notaris Nomor 05 Tahun 1999 mengenai pembagian harta.
Kerangka Pemikiran penelitian didasarkan pada Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 28D ayat 1 yaitu perlakuan sama didepan hukum. Penelitian ini mengacu pada teori perlindungan hukum menekankan hak yang setara dan adil dalam sistem hukum waris, tanpa memandang status kelahirannya, guna mewujudkan keadilan sosial dan menghormati hak asasi setiap anak. Selain itu, mengacu Teori kepastian hukum untuk memastikan bahwa Anak Luar Kawin memperoleh hak waris yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum, meskipun mereka lahir di luar ikatan perkawinan yang sah. Hal ini penting untuk menghindari ketidakpastian hukum yang dapat merugikan Anak Luar Kawin dalam memperoleh hak-haknya.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitis dengan pendekatan yuridis empiris, yang mengkaji peraturan perundang-undangan berdasarkan teori hukum dan praktik pelaksanaannya. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan penelitian lapangan untuk menganalisis pelaksanaan peraturan serta gejala hukum. Penelitian ini dilakukan di Kantor Pertanahan Kabupaten Tangerang.
Hasil Penelitian ini menunjukan bahwa Menurut Pasal 863 KUH Perdata bahwa Anak Luar Kawin untuk mendapatkan hak mewaris dari ayah biologisnya diperlukan pengakuan anak terlebih dahulu. Dalam konteks Surat Wasiat kedua Dari Notaris Nomor 05 Tahun 1999 Mengenai Pembagian Harta, yang didalamnya memuat Pasal 992 KUH Perdata, menjadikan wasiat pertama yang memuat pembagian seluruh harta tidak berlaku. Sebenarnya jika wasiat pertama berlaku, hal tersebut merupakan satu-satunya upaya bagi Anak Luar Kawin mendapatkan harta lain dari wasiat kedua. Dalam praktiknya, ketika ayah biologis telah meninggal dunia, maka dapat mengajukan permohonan ke Pengadilan Negeri untuk mendapatkan penetapan hukum sebagai anak dari ayah biologisnya. Permohonan ini dapat didasarkan pada bukti biologis (tes DNA), jika tidak memungkinkan, maka bisa dengan bukti sosiologis (pengasuhan, nafkah, pendidikan), didukung dengan keterangan saksi dari pihak keluarga ayah, serta dokumen lain yang menunjukkan adanya hubungan personal antara anak dan ayah biologis
Motif khalayak dalam mengakses berita pada Instagram Feed @catchmeupco
Seiring meningkatnya penggunaan media sosial sebagai sumber informasi, masyarakat cenderung memilih platform yang menyajikan berita secara ringkas dan mudah dipahami. Salah satu yang banyak dimanfaatkan adalah akun Instagram @catchmeupco, yang dikenal menghadirkan berita aktual dengan visual menarik dan bahasa ringan.
Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi motif penggunaan akun tersebut berdasarkan teori Uses and Gratifications serta empat kategori motif media dari Papacharissi dan Rubin (2000), yaitu Interpersonal Utility, Passing Time, Information Seeking, dan Convenience.
Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei melalui kuesioner yang disebarkan kepada 100 pengikut akun @catchmeupco. Jumlah sampel ditentukan dengan rumus Slovin, dan data dianalisis menggunakan statistik deskriptif.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa motif penggunaan akun Instagram @cacthmeupco di dominasi motif convenience dan information seeking yang mendapatkan nilai rata-rata paling tinggi sebesar 81,56 dan 81,48. Kemudian, motif interpersonal utility dan passing time juga tinggi meskipun bukan motif yang utama yakni sebesar 70,24 dan 69,35. Hasil ini mendukung hipotesis kedua (H2) dan menolak hipotesis nol (H0) serta hipotesis pertama (H1), sekaligus menegaskan bahwa penggunaan akun ini didorong oleh beragam kebutuhan informatif dan sosial
Emotions of the Main Characters in the Madrasah Rawabi Lil Banat Series by Tima Shomali (David Krech's Literary Psychology Study)
Maraknya fenomena bullying yang terjadi dapat direpresentasikan dalam sebuah serial drama seperti serial yang berjudul Madrasah Rawabi lil Banat asal Yordania. Penelitian ini menunjukkan bahwa pentingnya memahami dampak psikologis dari perundungan terhadap seseorang. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi, mengklasifikasikan, menganalisis dan menggambarkan emosi tokoh utama korban perundungan dalam serial Madrasah Rawabi lil Banat Karya Tima Shomali yang ditinjau dari teori psikologi sastra, dengan fokus pembahasan yaitu 1. Klasifikasi emosi pada tokoh utama dalam serial Madrasah Rawabi lil Banat berdasarkan teori emosi David Krech. 2. Penyebab terjadinya emosi yang dialami tokoh utama dalam serial Madrasah Rawabi lil Banat. Sumber data penelitian ini adalah serial Madrasah Rawabi lil Banat karya Tima Shomali. Penelitian ini menggunakan metode simak dan catat, sedangkan jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang menggunakan teknik dokumenter sebagai teknik pengumpulan datanya. Hasil penelitian ini dapat diuraikan bahwa: 1. Klasifikasi emosi pada tokoh utama dalam serial Madrasah Rawabi lil Banat berdasarkan teori emosi David Krech yaitu (1) klasifikasi emosi dasar (senang, sedih, takut dan marah), (2) klasifikasi emosi yang berhubungan dengan stimulus sensor (sakit), (3) klasifikasi emosi yang berhubungan dengan penilaian diri sendiri (sukses dan gagal, bangga dan malu, bersalah dan menyesal), (4) emosi berhubungan dengan orang lain (cinta dan benci). 2. Penyebab emosi yang dirasakan oleh tokoh utama Mariam tergantung pada apa yang memicu emosinya
Kritik hukum atas saksi anak dalam perkara perceraian kaitannya dengan Undang-Undang perlindungan anak
Kritik Hukum Atas Saksi Anak Dalam Perkara Perceraian Kaitannya dengan Undang-Undang Perlindungan Anak Khusus mengenai hukum pembuktian dalam perkara perceraian Pasal 19 (f) Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975 jo. Pasal 116 (f) Kompilasi Hukum Islam sesuai aturan Pasal 76 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1989 Tentang Peradilan Agama dan Pasal 22 (2) Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975 wajib menghadirkan saksi keluarga sebagai alat bukti. Hal ini menjadi peluang bagi para pihak berperkara menghadirkan anak kandung sekalipun masih berusia 15 tahun dan di bawah usia 18 tahun sebagai saksi dengan berbagai alasan karena usia tersebut berdasarkan Hukum Acara Perdata sudah dibolehkan menjadi saksi. Sementara itu anak usia tersebut masih dalam kategori anak yang belum dewasa yang harus dilindungi dan dipelihara hak-hak asasinya sesuai dengan Undang-Undang Perlindungan Anak karena usia tersebut rentan menimbulkan efek psikologis bagi anak.
Tujuan penelitian disertasi ini (1) untuk menganalisis secara dalam secara filosofis, yuridis dan sosiologis hukum pembuktian saksi keluarga dalam perkara perceraian, (2) untuk menganalisis secara filosofis, yuridsi dan sosiologis atas saksi anak dalam perfektif hukum Islam, (3) Upaya melakukan kritik atas aturan Hukum Acara Peradilan Agama yang membolehkan anak menjadi bukti saksi keluarga dalam perkara perceraian orang tua kandungnya sendiri meskipun saksi tersebut masih berada di bawah usia dewasa menurut Undang-Undang Perlindungan Anak dan (4) untuk menganalisis kehadiran anak yang masih di bawah usia 18 tahun sebagai saksi dalam perfektif psikologi hukum.
Teori yang digunakan dalam disertasi ini Peneliti menggunakan beberapa teori sebagai alat analisis yaitu Teori Maqasid Syariah sebagai Grand Theory, Teori Sistem Hukum dan Teori Kritik Hukum atau dikenal dengan Critical Legal Theory (CLS) sebagai Middle Theory serta Teori Hukum Progresif dan Teori Perlindungan Anak sebagai Applied Theori.
Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis normatif. Penelitian yang berfokus pada studi hukum yang dilakukan dengan menganalisis bahan hukum primer, sekunder, dan tersier, yang menekankan pada pengkajian aturan hukum, prinsip hukum, dan doktrin hukum serta asas-asas yang berlaku untuk menjawab permasalahan hukum tertentu. Adapun metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian Deskriptif Analisis.
Hasil penelitian disertasi ini menyimpulkan perlu ada pembaharuan hukum terhadap aturan-aturan yang terkait dengan hukum pembuktian saksi anak kandung yang masih usia 15 tahun di bawah usia 18 tahun yang dijadikan alat bukti dalam perkara perceraian Pasal 19 (f) PP Nomor 9 Tahun 1975 sehingga anak kandung maupun anak-anak yang masih tergolong anak dalam Undang-Undang Perlindungan Anak tidak lagi dihadirkan dalam perkara cerai orang tuanya. Jika pun terpaksa harus memenuhi sistem tata cara pemeriksaan yang ramah anak sehingga tidak menimbulkan efek psikologis di masa depan. Selain perlu ada kerjasama dengan lembaga terkait dan yang tidak kalah penting adalah peningkatan kapasitas hakim dalam mengadili perkara anak berhadapan hukum.
ENGLISH:
Special Rules of Evidence in Divorce Cases under Article 19 (f) of Government Regulation No. 9 of 1975 in conjunction with Article 116 (f) of the Compilation of Islamic Law, in accordance with Article 76 of Law No. 7 of 1989 concerning the Religious Courts and Article 22(2) of Government Regulation No. 9 of 1975, require the presentation of family witnesses as evidence. This provision creates an opportunity for parties to present biological children even those as young as 15 years old and under 18 years old on the grounds that such age is permitted to testify under the Civil Procedure Law. However, children of that age are still categorized as minors who must be protected and whose fundamental rights must be upheld, in accordance with the core principles found in the Child Protection Act. This is particularly important as such a young age is highly vulnerable and may lead to psychological harm to the child.
The purpose of this dissertation are (1) To conduct an in-depth philosophical, juridical, and sociological analysis of the rules of evidence concerning family witnesses in divorce cases, (2) To analyze, from a philosophical, juridical, and sociological perspective, the role of child witnesses in the context of Islamic law, (3) To critically examine the procedural rules of the Religious Court that allow children to serve as family witnesses in their parents' divorce cases, despite being under the legal age of adulthood as stipulated in the Child Protection Act, and (4) To analyze the involvement of children under the age of 18 as witnesses from the perspective of legal psychology.
The theory used in analyzing the status and position of a child witness who has a family relationship or a biological child in a divorce in relation to child protection in Indonesia, the researcher uses several theories as analytical tools namely Maqasid Syariah Theory as Grand Theory, Legal System Theory and Critical Legal Theory known as Critical Legal Studies as Middle Theory and Progressive Legal Theory and Child Protection Theory as Applied Theory.
This research approach uses a normative juridical approach. A research approach that focuses on legal studies conducted by analyzing primary, secondary, and tertiary legal materials, which emphasizes the study of legal rules, legal principles, and legal doctrines as well as the principles that apply to answer certain legal problems. The research method used in this research uses the Descriptive Analysis research method.
The findings of this dissertation indicate the need for legal reform concerning the provisions related to the evidentiary use of biological children under the age of 18, specifically those aged 15 as witnesses in divorce proceedings, as regulated in Article 19 (f) of Government Regulation No. 9 of 1975. It is recommended that biological children, or any minors as defined under the Child Protection Act, no longer be presented as witnesses in their parents’ divorce cases. If their involvement is deemed absolutely necessary, the examination process must follow a child-friendly procedure in order to prevent potential psychological harm to the child, and what is also important making cooperation other institution and enhacing judges capacity
Foto jurnalistik bencana gempa bumi kertasari pada media online
Bencana alam gempa bumi tidak hanya menimbulkan dampak fisik, tetapi juga menyisakan jejak sosial dan emosional yang kompleks. Dalam konteks ini, media memiliki peran strategis dalam menyampaikan informasi, termasuk melalui foto jurnalistik yang mampu berbicara secara visual dan emosional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna denotatif, konotatif, dan mitos dari 14 foto jurnalistik bencana gempa bumi Kertasari yang dipublikasikan dalam media online Antarafoto.com edisi 18 September 2024.
Landasan teoritis yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori semiotika Roland Barthes yang mencakup tiga tingkat pemaknaan: denotasi, konotasi, dan mitos, serta enam prosedur konotasi (trick effect, pose, object, photogenia, aestheticism, syntax).
Paradigma yang digunakan adalah Kritis, Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan semiotika.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tingkat denotasi, foto merekam kondisi nyata bencana, pada tingkat konotasi foto menyampaikan emosi mendalam seperti kesedihan, kehilangan, dan solidaritas, sementara pada tingkat mitos, foto-foto tersebut membentuk narasi tentang penderitaan dan ketangguhan masyarakat serta menggambarkan realitas sosial yang terstruktur oleh budaya visual media.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa foto jurnalistik tidak hanya merekam fakta, tetapi juga membentuk makna dan persepsi masyarakat terhadap peristiwa bencana. Foto-foto ini memiliki kekuatan untuk membangun empati, menyuarakan kepedihan, dan membingkai realitas dalam wacana media yang sarat nilai dan ideologi
Bimbingan Islam melalui kesenian Kiliningan untuk penguatan kesadaran beragama: Penelitian di Sanggar Seni Karawitan di Kabupaten Garut
Penelitian ini di latar belakangi oleh permasalah khusus pada sekelompok seniman remaja yang mengalami beberapa penyimpangan sebagai salah satu dampak dari arus globalisasi dan arus modernisasi. Oleh karenanya sanggar seni menjadi salah satu wadah untuk mengupayakan agar generasi muda sebagai calon seniman agar tidak terlibat dalam berbagai penyimpangan seperti etika, moral, dan agama. Pelaksanaan bimbingan Islam di sanggar seni dapat di integrasikan dengan pembelajaran kesenian kiliningan sebagai salah satu kesenian yang banyak mengandung nilai-nilai yang bermanfaat. Harapannya sanggar seni mampu menjadi ruang pencegahan bagi generasi muda sebagai calon seniman yang tidak hanya berkualitas secara potensi namun juga secara pribadi, sosial, maupun agama.
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi kesadaran beragama seniman di kabupaten Garut, menganalisis nilai-nilai bimbingan Islam dalam kesenian kiliningan, serta menganalisis bagaimana pelaksanaan bimbingan Islam di sanggar seni. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan cara obervasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun teknik analisis data dilakukan dengan cara reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Penelitian menunjukan bahwa pelaksanaan bimbingan Islam melalui kesenian kiliningan dilakukan dengan melibatkan beberapa unsur : 1) mursyid atau pembimbing ialah pelatih di sanggar seni, 2) mursyid bih atau klien adalah peserta didik sanggar seni dengan jumlah 20 orang (irsyad fi’ah qalilah), 3) ushlub yang digunakan ialah ta’lim, nashihah, dan pembiasaan, 4) maadah yang digunakan adalah materi sekar gending dalam kiliningan, 5) washilah atau media yang digunakan ialah ruang sanggar seni, serta 6) ghayah atau tujuannya ialah untuk membentuk generasi muda sebagai calon seniman agar menjadi generasi pewaris kebudayaan yang memiliki minat dan bakat yang mumpuni serta memiliki kesadaran beragama baik secara akidah, secara akhlak, maupun secara ibadah
Penerapan model Problem Based Learning (PBL) Integrasi Artificial Intelligence (AI) dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif mahasiswa pada mata kuliah Fiqih Kontemporer: Penelitian quasi eksperimen terhadap mahasiswa semester IV program studi Pendidikan Agama Islam UIN Mataram
Mauzifa. (2025). Penerapan model Problem Based Learning (PBL) Integrasi Artificial Intelligence (AI) Dalam Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Dan Kreatif Mahasiswa Pada Mata Kuliah Fiqih Kontemporer (Penelitian Quasi Eksperimen terhadap Mahasiswa Semester IV Program Studi Pendidikan Agama Islam UIN Mataram) Dalam konteks pembelajaran di perguruan tinggi Islam, keterampilan berpikir kritis dan kreatif dipandang sebagai kompetensi esensial, khususnya dalam mata kuliah Fiqih Kontemporer yang menuntut pemahaman terhadap isu-isu aktual dan kontekstual. Namun, sebagian besar mahasiswa masih menghadapi tantangan dalam mengembangkan dua keterampilan ini, karena terbiasa dengan metode konvensional. Model PBL integrasi ChatGPT ditawarkan sebagai pendekatan inovatif guna menciptakan pembelajaran aktif, kolaboratif, dan berbasis eksplorasi.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses penerapan model PBL yang diintegrasikan dengan media ChatGPT dalam pembelajaran mata kuliah Fiqih Kontemporer pada materi “Pornografi dan Pornoaksi dalam Perspektif Islam” terhadap mahasiswa semester IV Program Studi Pendidikan Agama Islam UIN Mataram. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk menguji pengaruh model tersebut terhadap kemampuan berpikir kritis dan kreatif mahasiswa. Kerangka teori dalam penelitian ini merujuk pada tahapan model PBL oleh Hmelo-Silver, yaitu: penyajian masalah, analisis masalah dan identifikasi kebutuhan belajar, pembelajaran mandiri, sintesis dan penyusunan solusi, serta refleksi dan evaluasi. Parameter berpikir kritis mengacu pada pendapat Fisher, meliputi: mengenali masalah, mengumpulkan dan menyusun informasi, membedakan informasi faktual dan nonfaktual, dan mengevaluasi informasi secara objektif. Sementara itu, parameter berpikir kreatif merujuk pada teori Guilford, yaitu: kelancaran, keluwesan, keunikan, dan keterincian dalam berpikir. Metode yang digunakan adalah quasi experiment untuk mengukur pengaruh penerapan model PBL integrasi ChatGPT terhadap kemampuan berpikir kritis dan kreatif mahasiswa. Teknik pengumpulan data mencakup tes, angket, wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara kuantitatif, meliputi uji validitas dan reliabilitas instrumen, uji normalitas dan homogenitas, uji efektivitas menggunakan N-Gain, serta uji hipotesis menggunakan uji Mann Whitney untuk melihat pengaruh dan uji Spearman Rank untuk mengetahui arah hubungan antar variabel.
Temuan penelitian mengindikasikan bahwa penggunaan model PBL integrasi ChatGPT terbukti mampu meningkatkan mutu pembelajaran Fiqih Kontemporer. Mahasiswa terlibat lebih aktif, responsif, dan adaptif dalam proses pembelajaran. Model ini juga memberikan dampak positif terhadap daya berpikir kritis, yang terlihat dari meningkatnya kecakapan mahasiswa dalam mengenali permasalahan, mengumpulkan dan menyusun informasi, membedakan antara informasi faktual dan nonfaktual, serta mengevaluasi informasi secara objektif. Selain itu, kemampuan berpikir kreatif mahasiswa juga mengalami peningkatan, khususnya dalam aspek kelancaran, keluwesan, keunikan, dan keterincian berpikir terhadap permasalahan yang dikaji dalam pembelajaran Fiqih Kontemporer
Implementasi metode talaqqi dalam meningkatkan kualitas bacaan Al-Quran siswa di Madrasah Aliyah Al-Falah Nagreg Kabupaten Bandung
Talaqqi sebagai metode yang terus digunakan sejak zaman nabi Muhammad untuk mempertahankan dan menyebarkan cara membaca Al-Quran. Hal ini menjadi keunikan karena kualitas bacaan dan metode yang digunakan dalam mempelajari Al-Quran di Pondok Pesantren Al-Quran Al-Falah dan Madrasah Aliyah Al-Falah telah terbukti efektif dalam menghasilkan siswa yang mampu menorehkan prestasi di tingkat nasional dan internasional dan pengembangannya di masyarakat.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi metode talaqqi dalam membantu siswa menguasai bacaan Al-Quran melalui tahapan dalam Skill Acquisition Theory, Mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi proses perolehan keterampilan dalam membaca Al-Quran siswa di Madrasah Aliyah Al-Falah Nagreg, dan Mengukur tingkat penguasaan bacaan Al-Quran siswa setelah mengikuti proses talaqqi.
Penelitian ini didasarkan pada Teori Keterampilan atau Skill Acquisition Theory yang pertama kali dikemukakan oleh Paul Fitts dan Michael Posner pada tahun 1967. Teori ini menggambarkan proses pembelajaran keterampilan yang terdiri dari tiga tahap utama: tahap kognitif, tahap asosiatif, dan tahap otomatisasi.
Metode penelitian yang digunakan yaitu dengan pendekatan kualitatif, yang dianggap relevan untuk mencapai tujuan penelitian. Metode penelitian yang digunakan dalam studi ini adalah kualitatif dengan metode participation research. Dalam penelitian ini, teknik pengumpulan data yang digunakan terdiri dari beberapa metode yang saling melengkapi, yaitu observasi partisipatif, wawancara, dan studi dokumentasi.
Hasil penelitian ditemukan bahwa metode talaqqi membantu peningkatan dalam tajwid, makharijul huruf, kefasihan, dan pemahaman maqom lagu bacaan seperti bayyati, hijaz, dan lainnya. Progres siswa terlihat dari peningkatan jenjang bacaan: tahajji ke muallam ke murottal ke mujawwad. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa metode talaqqi di MA Al-Falah diterapkan sesuai dengan tahapan Skill Acquisition Theory. Penerapan metode talaqqi pada siswa kelas XII di MA Al-Falah belum maksimal, karena masih ada siswa yang bertahan di marhalah tahajji meskipun terdapat peningkatan dalam penguasaan maqro dan kenaikan tingkat marhalah. Faktor yang mempengaruhi keterampilan membaca Al-Quran terdiri dari faktor internal, seperti motivasi dan kemampuan dasar siswa, serta faktor eksternal, seperti kualitas guru, lingkungan belajar, dan dukungan keluarga