Sunan Gunung Djati State Islamic University Bandung
Digital Library UIN (Universitas Islam Negeri) Sunan Gunung Djati BandungNot a member yet
53115 research outputs found
Sort by
larangan sewa menyewa tanah perspektif hadis: Studi kasus di Desa Pungangan Kecamatan Limpung Kabupaten Batang Jawa Tengah
Pemahaman hadis dengan pendekatan syarah dan fiqih merupakan bagian dari penelitian hadis. Perbandingan syarah hadis larangan menyewakan tanah yang dikorelasikan dengan pendapat ulama madzhab syafi’i baik yang tertulis dalam kitab-kitab maupun penjelasan secara langsung menjadi pedoman dasar dalam menganalisis budaya maro dan mertelu yang ada di Desa Pungangan, Kecamatan Limpung, Kabupaten Batang, Jawa Tengah.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hadis yang membahas larangan menyewakan tanah, kehujjahan dan petunjuk hadis larangan menyewakan tanah, serta mengetahui aplikasi hadis larangan menyewakan tanah di Desa Pungangan, Kecamatan Limpung, Kabupaten Batang, Jawa Tengah.
Dalam proses penelusurannya, penulis meneliti hadis-hadis yang berkaitan dengan larangan menyewakan tanah melalui kitab-kitab induk hadis yang dalam Kutub al-Sittah. Selanjutnya, penulis menelusuri syarah atas hadis-hadis tersebut melalui berbagai kitab syarah hadis. Selanjutnya, penulis mengkaji pandangan fiqih madzhab Syafi’i terkait sewa menyewa tanah, khususnya melalui pendekatan fiqih muamalah. Langkah terakhir dilakukan dengan mengkaji aplikasi hadis-hadis tersebut dalam praktik lokal masyarakat Desa Pungangan, Kecamatan Limpung, Kabupaten Batang, Jawa Tengah.
Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library reseach) dan analisis induktif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan ulama, tokoh masyarakat dan petani yang ada di Desa Pungangan serta observasi langsung. Selain itu, penelitian ini juga menganalisis perbandingan syarah hadis larangan menyewakan tanah yang dikorelasikan dengan pendapat ulama madzhab syafi’i guna mengetahui mengetahui kesesuaian budaya maro dan mertelu yang diterapkan di Desa Pungangan dengan ketentuan syariat Islam.
Hasil penelitian ini menunjukan Hadis larangan menyewakan tanah setelah di takhrij terbagi atas tiga tema. Pertama, hadis larangan menyewakan tanah. Kedua, hadis larangan menyewakan lahan pertanian. Ketiga, hadis larangan menyewakan tanah kecuali dengan emas dan perak. Kitab syarah hadis dan fiqih madzhab syafi’i menjelaskan bahwa maksud dari larangan Nabi Muhammad Saw terhadap sewa tanah adalah melarang menyewakan tanah dengan pembayaran yang tidak memilik kejelasan harga sewa. Tokoh masyarakat dan ulama Desa Pungangan menjelaskan bahwa pada prinsipnya muamalah atau kerjasama harus jelas, termasuk dalam hal sewa menyewa tanah. Mereka memahami hadis larangan menyewakan tanah belaku pada sewa menyewa yang pembayaranya tidak jelas. Pada budaya maro dan mertelu pembayaran sewa menyewa tanah menggunakan sebagian hasil panen yang tidak memiliki kejelasan. Sehingga hal ini bertentangan dengan hadis Nabi Muhammad Saw dan fiqih madzhab syafi’i
Pengaruh ukuran perusahaan Dan Sales Growth terhadap Tax Avoidance pada perusahaan sektor kesehatan yang terdaftar di Daftar Efek Syariah (DES) tahun 2019 - 2023
Nilai-nilai sunnah dalam film My Name is Khan
Film My Name is Khan tidak hanya menyentuh sisi emosional penonton, tetapi juga menyuguhkan potret kompleks tentang identitas keislaman di tengah sorotan dunia pasca tragedi 9/11. Tindakan kemanusiaan sang tokoh utama dibalut dengan nilai-nilai moral yang tampak universal, namun kerap bersinggungan dengan prinsip-prinsip ajaran Islam. Ketika pesan-pesan kemanusiaan dan spiritual disampaikan lewat media populer seperti film, maka keterkaitannya dengan hadis menjadi penting untuk diuji secara mendalam.
Permasalahan yang diangkat dalam film ini yaitu apa saja hadis-hadis yang relevan dengan film My Name is Khan, dan bagaimana nilai-nilai sunnah dalam film My Name is Khan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hadis-hadis apa saja yang relevan dengan film My Name is Khan, serta menganalisis bagaimana nilai-nilai sunnah dalam film My Name is Khan.
Sebagai pedoman hidup umat Islam, hadis berfungsi tidak hanya untuk menjelaskan ajaran Al-Qur’an, tetapi juga sebagai sumber inspirasi etika dan perilaku dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam interaksi sosial lintas budaya seperti yang tergambar dalam film.
Kerangka berpikir penelitian ini didasarkan pada teori relevansi dari Sperber dan Wilson, yang menilai sejauh mana informasi dari film dapat dikaitkan dengan hadis berdasarkan dua aspek utama, yaitu efek kontekstual dan usaha pemrosesan. Selain itu, metode takhrij dengan fokus pada tausiq digunakan untuk melacak validitas hadis, sedangkan metode syarah ijmali diterapkan untuk menjelaskan makna hadis secara ringkas namun menyeluruh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka. Data primer berupa film My Name is Khan dan hadis-hadis dari kutubu tis‘ah, sementara data sekunder diperoleh dari literatur keislaman, jurnal, dan dokumentasi ilmiah lainnya.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari tujuh adegan yang dianalisis, lima di antaranya memiliki relevansi kuat dengan hadis, seperti tema kesabaran, toleransi, menepati janji, menghadapi diskriminasi dan berbuat baik. Sementara itu, dua adegan memiliki relevansi rendah karena membutuhkan usaha pemahaman yang lebih mendalam, yaitu pernikahan lintas agama dan tasyabbuh. Selain itu, Film My Name is Khan menampilkan berbagai nilai-nilai sunnah yang tercermin dalam sikap dan tindakan tokoh utamanya. Nilai-nilai tersebut meliputi berbuat baik kepada sesama, menepati janji, sabar dalam menghadapi cobaan, toleransi dalam kehidupan sosial, dan menjaga amanah. Namun demikian, nilai sunnah tersebut tidak berlaku dalam seluruh bagian film karena terdapat dua adegan yang tidak mencerminkan sunnah, yakni menikahi wanita musyrik dan keterlibatan dalam ritual non-Muslim.
Kata Kunci: Hadis, Nilai-nilai Sunnah, My Name is Khan
Tinjauan siyasah qadhaiyyah terhadap putusan Mahkamah Konstitusi no. 128/PUU-XIII/2015 tentang pengujian pasal 33 huruf (g) UU no. 6 tahun 2014 mengenai penghapusan syarat domisili satu tahun bagi calon kepala desa
Penelitian ini menganalisis Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 128/PUU-XIII/2015 yang membatalkan ketentuan Pasal 33 huruf (g) Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, khususnya mengenai syarat domisili satu tahun bagi calon kepala desa. Latar belakang penelitian ini berangkat dari adanya ketentuan tersebut yang dinilai membatasi hak konstitusional warga negara untuk berpartisipasi dalam pencalonan kepala desa. Pembatasan ini dinilai bertentangan dengan prinsip keadilan, persamaan hak, dan hak berpartisispasi dalam pemerintahan sebagaimana dijamin dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Selain itu, dalam perspektif hukum Islam, hak untuk mengakses jabatan publik harus dilandasi dengan asas keadilan dan kemaslahatan bagi umat. Tujuan penelitian ini adalah (1) Menganalisis pertimbangan hakim Mahkamah Konstitusi dalam penghapusan syarat domisili satu tahun bagi calon kepala desa; (2) Mengidentifikasi implikasi hukumnya terhadap penyelenggaraan pemilihan kepala desa; (3) Meninjau Putusan Mahkamah Konstitusi No. 128/PUU-XIII/2015 dari perspektif Siyasah Qadhaiyyah. Kerangka berpikir penelitian ini menggunakan teori Siyasah Qadhaiyyah, dengan menekankan fungsi Wilayah Al-Mazdalim sebagai lembaga peradilan yang bertugas mengoreksi kesewenang-wenang penguasa terhadap rakyat. Mahkamah Konstitusi dalam putusan ini berfungsi sebagai penjaga konstitusi sekaligus pelindung hak-hak rakyat dari pembatasan administrasi yang tidak proporsional.
Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis normatif dan metode deskriptif analisis. Data diperoleh melalui studi kepustakaan terhadap peraturan perundang-undangan, putusan Mahkamah Konstitusi, jurnal hukum, dan literatur hukum Islam. Proses analisis dilakukan secara deskriptif dan analitis untuk menjelaskan secara menyeluruh pokok bahasan dalam penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Mahkamah Konstitusi menghapus syarat domisili satu tahun karena dianggap membatasi hak konstitusional warga untuk dipilih, bertentangan dengan prinsip kesetaraan dan non-diskriminasi dalam UUD 1945; (2) Putusan ini berdampak pada perubahan regulasi, membuka akses lebih luas bagi warga mencalonkan diri sebagai kepala desa, namun berpotensi menimbulkan resistensi sosial di tingkat desa; (3) Dilihat dari perspektif Siyasah Qadhaiyyah, putusan mencerminkan keadilan, perlindungan hak rakyat, dan kemaslahatan, hal ini sejalan dengan prinsip keadilan Islam yang menolak pembatasan yang tidak adil
Strategi pembinaan mualaf dalam meningkatkan pemahaman akidah dan ibadah di desa Kertajaya kecamatan Ciranjang: Studi deskriptif pada badan pembina mualaf kecamatan Ciranjang
Pembinaan mualaf merupakan hal yang sangat penting dalam menjaga keberlangsungan keislaman seseorang yang baru memeluk agama Islam. Proses perpindahan keyakinan bukanlah hal yang sederhana, karena mualaf tidak hanya mengalami perubahan dalam aspek spiritual, tetapi juga harus menyesuaikan diri dengan nilai-nilai baru, tata cara ibadah, serta lingkungan sosial yang berbeda. Oleh karena itu, pembinaan yang terstruktur dan berkesinambungan menjadi kebutuhan fundamental bagi mualaf agar mualaf dapat menjalani kehidupan barunya sebagai seorang Muslim dengan baik.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi pembinaan yang diterapkan oleh Badan Pembina Mualaf Kecamatan Ciranjang dalam meningkatkan pemahaman akidah dan ibadah masyarakat mualaf di Desa Kertajaya.
Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori strategi manajemen dari David Hunger dan Thomas L. Wheelen, yang mencakup empat tahapan: pengamatan lingkungan, perumusan strategi, implementasi strategi, dan evaluasi.
Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Adapun teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi langsung ke tempat penelitian, wawancara langsung dengan informan dan mengambil dokumentasi yang berkaitan dengan strategi pembinaan mualaf dalam meningkatkan pemahaman akidah dan ibadah.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) kondisi lingkungan pada pembinaan di desa Kertajaya terbagi menjadi dua yaitu faktor internal dan eksternal. Faktor pendukung internal meliputi sumber daya manusia atau pembina yang kompeten serta mualaf yang memiliki semangat dalam mengikuti proses pembinaan, namun di lingkungan desa Kertajaya kurang adanya fasilitas ibadah yang memadai. Adapun faktor eksternal dukungan dari lembaga NGO (Non Goverment Organization) seperti BAZnas, Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) dan Rumah Zakat (RZ). Adanya kristenisasi sebagai ancaman. 2) Perumusan strategi mencakup tujuan lembaga, kebijakan yang dirumuskan : memberikan pendampingan dasar dengan kajian rutin, mengelompokkan mualaf sesuai wilayah (halaqoh) dan memberikan bantuan sosial. pendekatan yang dilakukan oleh Badan Pembina Mualaf yaitu menggunakan pendekatan personal, kekeluargaan dan secara bertahap. 3) implementasi strategi, penerapan strategi pembinaan dengan mengadakan program : a). Halaqoh (kelompok belajar) dibagi menjadi 4 kelompok, 3 kelompok untuk mualaf yang lama diatas satu tahun dan satu kelompok untuk mualaf baru. halaqoh diadakan 2 kali dalam seminggu. b). Program pembinaan gabungan. c). Program bantuan sosial yang bekerja sama dengan lembaga zakat (IZI, RZ dan BAZnas) 4) Hasil akhir dari strategi pembinaan yang diterapkan efektif dalam meningkatkan pemahaman mualaf terhadap akidah dan praktik ibadah. Para mualaf mengalami perkembangan signifikan dalam kemampuan membaca Al-Qur’an, melaksanakan shalat, dan memahami prinsip-prinsip dasar keislaman. Evaluasi yang dilakukan oleh Badan Pembina Mualaf dilakukan dalam satu bulan sekali untuk melihat sejauh mana program pembinaan berjalan dan apakah terdapat kendala atau tidak nya dalam pelaksanaan pembinaan
Pengaruh psikoedukasi sabar terhadap regulasi emosi: Studi eksperimen pada remaja di Perumahan Sarimas
Masa remaja dikenal sebagai fase storm and stress yang ditandai dengan ketegangan emosional akibat perubahan fisik dan tekanan sosial. Ketidakstabilan emosi kerap menyebabkan remaja mengalami kesulitan dalam regulasi emosi, yaitu kemampuan mengelola, mengekspresikan, dan merespons emosi dengan tepat. Hal ini sejalan dengan makna sabar yaitu menahan diri dan tetap tenang dalam menghadapi kesulitan. Sabar dapat menjadi regulasi emosi dengan mengendalikan reaksi emosional yang berlebihan. Hal ini menarik minat peneliti untuk melakukan penelitian dengan judul “Pengaruh Psikoedukasi Sabar Terhadap Regulasi Emosi (Studi Eksperimen Pada Remaja di Perumahan Sarimas)”.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat regulasi emosi remaja sebelum dan sesudah diberikan psikoedukasi sabar, menganalisis pengaruh intervensi tersebut secara statistik, serta menggali pengalaman dan persepsi remaja setelah mengikuti kegiatan psikoedukasi sabar dalam mengelola emosi.
Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed methods desain kuantiatif One Group Pre-test Post-test Design dan pendekatan kualitatif melalui teknik dokumen. Sampel dalam penelitian ini adalah 11 remaja di Perumahan Sarimas yang mendaftar untuk mengikuti kegiatan psikoedukasi sabar untuk meningkatkan regulasi emosi. Instrumen kuantitatif yang digunakan adalah skala regulasi emosi yang dikembangkan oleh Tria Yunita Sari dan Najlatun Naqiyah (2023) serta analisis data menggunakan Uji T (Paired Samples T-Test). Data kualitatif dianalisis secara tematik.
Hasil penelitian menunjukkan tidak adanya pengaruh secara statistik pada regulasi emosi sebelum dan sesudah diberikan psikoedukasi sabar (p > 0,05). Namun, data kualitatif mengungkapkan dua tema yaitu (1) hal baru yang didapatkan tentang emosi, (2) teknik yang paling membantu dalam regulasi emosi. Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun tidak signifikan secara statistik, psikoedukasi sabar memberikan dampak positif secara subjektif dalam meningkatkan kesadarn dan pengelolaan emosi pada remaja
Transformasi metode pencarian referensi tafsir di era digital pada mahasiswa Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir: Studi kasus pada mahasiswa IAT 2021
Transformasi digital telah menghadirkan perubahan mendalam dalam berbagai sektor kehidupan, termasuk dalam cara mahasiswa mengakses dan mempelajari referensi tafsir Al-Qur’an. Jika dahulu metode tradisional seperti menghadiri majelis pengajian langsung dan membaca kitab tafsir cetak menjadi tumpuan utama, kini tren tersebut mulai bergeser dengan hadirnya berbagai platform digital. Perubahan ini melahirkan dinamika baru berupa peluang dan tantangan, khususnya bagi mahasiswa Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT). Di satu sisi, mereka dimudahkan oleh akses cepat dan fitur interaktif yang ditawarkan teknologi digital. Namun di sisi lain, muncul risiko seperti penurunan kedalaman pemahaman karena ketergantungan terhadap kepraktisan media digital. Kondisi inilah yang mendorong penulis untuk menelaah lebih jauh bagaimana perubahan metode pencarian referensi tafsir berlangsung di era digital, khususnya dalam konteks mahasiswa IAT angkatan 2021.
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap dan menganalisis pergeseran cara mahasiswa IAT 2021 dalam mencari referensi tafsir Al-Qur’an. Selain itu, studi ini juga dimaksudkan untuk menggambarkan dampak positif maupun negatif dari penggunaan platform digital dalam proses pencarian tersebut. Tujuan lain yang ingin dicapai adalah memperoleh gambaran tentang persepsi mahasiswa terhadap sejauh mana efektivitas dan mutu sumber tafsir digital yang mereka gunakan untuk mendukung kegiatan akademik.
Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data mencakup wawancara mendalam terhadap mahasiswa aktif angkatan 2021, observasi langsung terhadap penggunaan media digital, serta dokumentasi penunjang. Proses analisis dilakukan secara tematik guna mengidentifikasi pola penggunaan, pemahaman, dan pengaruh pemanfaatan tafsir digital dalam lingkungan akademik mahasiswa.
Hasil temuan menunjukkan bahwa mahasiswa IAT 2021 memiliki kesadaran dan pengetahuan yang cukup mengenai pemanfaatan tafsir digital sebagai bentuk modernisasi pembelajaran. Mereka menggunakan berbagai media seperti situs web, aplikasi, konten audio, dan video sebagai sumber rujukan. Adapun keunggulan dari tafsir digital meliputi akses yang cepat, efisiensi waktu, tampilan yang menarik, serta kemudahan dalam mendukung proses belajar. Meski demikian, penelitian ini juga mengungkap adanya sejumlah kelemahan seperti ketidakakuratan beberapa sumber digital, potensi adanya distraksi dari perangkat elektronik, kurangnya sikap kritis, serta menurunnya minat untuk mengkaji kitab tafsir versi cetak. Oleh karena itu, penting adanya penguatan literasi digital serta bimbingan akademik agar mahasiswa dapat memanfaatkan teknologi ini secara bijak, tanpa mengorbankan kualitas kajian ilmiah mereka
Intensitas siswa mengikuti program sima'an Al-Qur'an hubungannya dengan kualitas hafalan mereka: Penelitian korelasional pada siswa kelas X di MA Plus Al-Hikam Kabupaten Sumedang
Berdasarkan studi pendahuluan di MA Plus Al-Hikam Kabupaten Sumedang, program sima'an Al-Qur'an dilaksanakan rutin setiap hari Senin setelah upacara bendera di masjid sekolah dan wajib diikuti seluruh siswa. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kualitas hafalan melalui koreksi langsung. Hasil wawancara dengan guru pembimbing menunjukkan bahwa sekitar 85% siswa memiliki intensitas tinggi dalam mengikuti kegiatan ini. Namun, kualitas hafalan mereka masih belum optimal, terlihat dari sekitar 40% siswa yang mengalami kesulitan dalam menjaga kelancaran dan ketepatan bacaan sesuai kaidah tajwid. Hal ini menunjukkan adanya kesenjangan antara usaha yang dilakukan dengan hasil yang dicapai.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui: 1) Intensitas siswa mengikuti program sima’an Al-Qur’an di MA Plus Al-Hikam Kabupaten Sumedang. 2) Kualitas hafalan Al-Qur’an siswa kelas X di MA Plus Al-Hikam Kabupaten Sumedang. 3) Hubungan antara intensitas siswa mengikuti program sima’an Al Qur’an dengan kualitas hafalan Al-Qur’an mereka.
Penelitian ini didasarkan pada pemikiran bahwa kualitas hafalan siswa dipengaruhi banyak faktor. Salah satunya intensitas siswa mengikuti program sima’an Al-Qur’an. Dengan demikian, hipotesis yang diajukan adalah semakin tinggi intensitas siswa mengikuti program sima’an Al-Qur’an maka semakin tinggi juga kualitas hafalan mereka.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, angket, tes, dan studi dokumen. Teknik analisis data dilakukan dengan pendekatan logika untuk data kualitatif dan pendekatan statistik untuk data kuantitatif dengan melakukan analisis parsial dan analisis korelasional.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Intensitas siswa mengikuti program sima'an Al-Qur'an termasuk pada kategori tinggi, dengan nilai rata-rata akhir variabel X sebesar 4,04 yang berada pada rentang skala 3,50–4,50. 2) Kualitas hafalan Al-Qur'an siswa termasuk kategori baik, dengan nilai rata-rata akhir variabel Y sebesar 77,88 yang berada pada rentang skala 70–79. 3) Hubungan antara intensitas siswa mengikuti program sima’an Al-Qur’an dengan kualitas hafalan mereka termasuk kategori kuat, dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,676 yang berasa pada rentang skala 0,61–0,80. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa t hitung (7,041) > t tabel (1,671) dan F hitung (49,575) > F tabel (4,004), sehingga hipotesis alternatif (Ha) diterima secara parsial maupun simultan. Besarnya pengaruh variabel X terhadap variabel Y sebesar 45,7%, sedangkan 54,3% dipengaruhi oleh faktor lain
Tanggapan siswa terhadap penerapan metode imla hubungannya dengan kemampuan baca tulis qur'an mereka: Penelitian korelasional pada siswa kelas VII SMPN 1 Kabupaten Garut
Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan di kelas VII SMPN 1 Kabupaten Garut, diperoleh informasi dari guru PAI bahwa tanggapan siswa terhadap penerapan metode Imla cukup bagus, namum pada kenyataanya masih ditemukan 19 % siswa yang kurang mampu memahami cara membaca dan menulis Al Qur’an sesuai dengan kaidah bacaan serta penulisan Al-Qur’an yang baik dan b6enar. Hal tersebut menunjukan adanya kesenjangan yang melahirkan permasalahan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Tanggapan siswa terhadap penerapan metode Imla, (2) Kemampuan baca tulis Qur’an siswa, dan (3) Hubungan antara tanggapan siswa terhadap penerapan metode Imla dengan kemampuan baca tulis Qur’an mereka.
Penelitian ini didasarkan pada pemikiran bahwa kemampuan baca tulis Qur’an siswa dipengaruhi oleh banyak faktor. Salah satunya tanggapan siswa terhadap penerapan metode Imla. Dengan demikian hipotesis yang diajukan adalah semakin positif tanggapan siswa terhadap penerapan metode Imla maka semakin meningkat juga kemampuan baca tulis Qur’an siswa.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, angket, tes, dan studi dokumen. Analisis data dilakukan dengan pendekatan logika untuk data kualitatif, dan pendekatan statistika untuk data kuantitatif dengan melakukan analisis parsial per-indikator serta analisis korelasional.
Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa : (1) Tanggapan siswa terhadap penerapan metode Imla (X) termasuk ke dalam kategori positif dengan skor 4,06 berada pada skala 3,51 – 4,50. (2) Kemampuan siswa dalam baca
tulis Qur’an (Y) termasuk ke dalam kategori baik dengan skor interprestasi rata-rata sebesar 85,81 berada pada skala 83 – 92. (3) Hubungan antara tanggapan siswa terhadap penerapan metode Imla (X) dengan kemampuan baca tulis Qur’an mereka
di kelas VII SMPN 1 Kabupaten Garut (Y) adalah : (a) Koefisien korelasinya termasuk ke dalam kategori korelasi sedang dengan total skor 0,59 berada pada skala 0,41 – 0,60. (b) Hipotesis diterima, hal tersebut berdasarkan pengujian
hipotesis yaitu nilai t-hitung sebesar 5,256 > 1.67528 (t-tabel) dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05 Ha diterima, artinya hubungan antara variabel X dengan variabel Y positif. (c) Pengaruh variabel X terhadap variabel Y sebesar 35 % dan 5sisanya 65 % dipengaruhi oleh faktor-faktor lain
Pengaruh metode bernyanyi terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Akidah Akhlak kelas VII MTS Miftahul Falah Kota Bandung : Penelitian kuasi eksperimen kelas VII MTS Miftahul Falah Kota Bandung
Penelitian ini di latarbelakangi oleh hasil studi pendahuluan yang menunjukkan bahwa di MTs Miftahul Falah Kota Bandung metode pembelajaran yang diterapkan hanya menggunakan metode ceramah, tanpa adanya penerapan metode bervariasi. Hal tersebut diduga salah satu faktor penyebab belum optimalnya hasil belajar siswa. Oleh karna itu peneliti tertarik untuk menerapkan metode bernyanyi yang di duga untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Penggunaan metode bernyanyi pada materi riya dan nifak pada mata pelajaran Akidah Akhlak kelas VII Miftahul Falah Kota Bandung; (2) Hasil belajar siswa pada materi riya dan nifak pada mata pelajaran Akidah Akhalak kelas VII MTs Miftahul Falah Kota Bandung dan (3) Pengaruh penggunaan metode bernyanyi terhadap hasil belajar siswa pada materi riya dan nifak pada mata pelajaran Akidah Akhlak kelas VII MTs Miftahul Falah Kota Bandung.Metode bernyanyi di asumsikan dapat meningkatkan hasil belajar kognitif siswa karna memiliki sejumlah keunggulan diantaranya: mampu merangsang imajinasi, memicu kreativitas siswa, serta memberikan stimulus yang kuat terhadap otak sehingga berdampak pada percepatan perkembangan kognitif siswa.Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode kuasi eksperimen dan desain nonequivalent control group. Data kualitatif dianalisis melalui pendekatan logika, sementara data kuantitatif menggunakan teknik statistik. Data dikumpulkan melalui observasi, tes, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan bantuan SPSS versi 27 melalui tahapan uji statistik deskriptif n-gain, dan hipotesis. Uji kolmogrov smirnov digunakan untuk menganalisis normalitas data, levene test untuk menganalisis homogenitas data, sedangkan mann-whitney u test untuk menguji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Penggunaan metode bernyanyi terlaksana dengan sangat baik sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran dengan
skor rata-rata sebesar 91,66% (2) Hasil belajar kelas eksperimen setelah di terapkannya metode bernyanyi berada pada kategori baik dengan skor rata-rata sebesar 86,40 (3). Pengaruh penggunaan metode bernyanyi terhadap hasil belajar siswa materi akhlak tercela riya dan nifak pada kelas eksperimen berada pada kategori sedang dengan skor n-gain 0,65. Serta hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa terdapat peningkatan signifikan dengan nilai Asymp Sig. (2-tailed) lebih kecil dari 0,05 yaitu < 0,001 < 0,05 maka hipotesis diterima. Hal ini menunjukkan bahwa “Metode bernyanyi berpengaruh secara signifikan dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Akidah Akhlak materi Akhlak tercela riya dan nifak