Sunan Gunung Djati State Islamic University Bandung

Digital Library UIN (Universitas Islam Negeri) Sunan Gunung Djati Bandung
Not a member yet
    53115 research outputs found

    Efektivitas penerapan model Scaffolding berbasis Peer Tutoring untuk meningkatkan kemampuan ilmu nahwu siswa: Studi kuasi eksperimen terhadap siswa kelas VIII MTs At-Taqwa Bandung

    Full text link
    فينا أفرأنا الزهرى: 1212030179: فعالية تطبيق نموذج Scaffoldingبنوع Peer Tutoring لترقية اتقان فهم الطلاب في علم النحو ( دراسة شبه تجربة لتلاميذ الصف الثامن في مدرسة التقواى المتوسطة الإسلامية باندونج). يعد تعليم النحو في اللغة العربية أمرا مهما لفهم تركيب الجملة ومعاني النصوص. لكن الواقع يظهر أن كثيرا من الطلاب يجدون صعوبة في فهمه بسبب طبيعته المعقدة وطرق تدريسه التقليدية. أظهرت الملاحظة في مدرسة التقوى المتوسطة الإسلامية بشيهامبلاس أن اتقان فهم الطلاب للنحو لا يزال ضعيفًا. لذلك، يُوصى باستخدام نموذج تعليمي تفاعلي مثل "Scaffolding" مع تقنية "Peer Tutoring" لتقديم دعم تدريجي وزيادة مشاركة الطلاب. يهدف هذا البحث إلى معرفة فعالية تطبيق نموذج التعليم "scaffolding" بنوع "peer tutoring" في ترقية اتقان فهم الطلاب لعلم النحو في الصف الثامن بمدرسة التقوى المتوسطة الإسلامية تْشِيهَمْفَلَس. كما يسعى هذا البحث إلى ملاحظة مدى تغير فهم الطلاب قبل وبعد تطبيق هذا النموذج التعليمي. إن فهم علم النحو من الأمور الأساسية في تعلم اللغة العربية، لأنه يساعد الطلاب على قراءة النصوص وفهمها بشكل صحيح. ومع ذلك، كثير من الطلاب يواجهون صعوبة في هذا المجال بسبب كثرة القواعد وتعقيداتها. لذا، من الضروري استخدام نموذج تعليمي يساعدهم على التعلم التدريجي مثل نموذج "Scaffolding" مع تقنية "Peer Tutoring" التي تتيح للطلاب التعلم بمساعدة زملائهم. استخدم هذا البحث المنهج الكمي باستخدام أسلوب شبه التجربة (quasi-experimental). تم جمع البيانات من خلال اختبار قبلي وبعدي على مجموعتين: مجموعة تجريبية ومجموعة ضابطة. وتم تحليل البيانات باستخدام اختبار التوزيع الطبيعي، واختبار التجانس، واختبار (T) المستقل لمعرفة الفروق بين نتائج الطلاب قبل وبعد المعالجة أظهرت نتائج البحث فعالية نموذج "Scaffolding" بنوع "Peer Tutoring" في ترقية اتقان فهم الطلاب لعلم النحو، حيث بلغت قيمة N-Gain في الفصل التجريبي 0.71 (متوسطة)، بينما في الفصل الضابط 0.58 (منخفضة). كما أظهرت الاختبارات الإحصائية الطبيعية، التماثل، واختبار (T) وجود فرق معنوي بين نتائج المجموعتين، مما يدل على تأثير النموذج الإيجابي في ترقية اتقان الفهم القواعدي لدى الطلاب

    Enkapsulasi asam oleat pada nanopartikel Fe3O4 dengan metode green-synthesis menggunakan Moringa oleifera serta potensinya untuk aplikasi hipertermia magnetik

    Full text link
    INDONESIA: Kanker merupakan salah satu penyebab utama kematian di dunia, sehingga diperlukan metode pengobatan yang efektif dengan efek samping minimal. Hipertermia magnetik adalah salah satu metode yang memanfaatkan panas dari nanopartikel magnetik untuk menghancurkan sel kanker secara lokal. Pada penelitian ini, nanopartikel Fe3O4 dienkapsulasi dengan Asam Oleat melalui metode green synthesis menggunakan ekstrak daun Moringa oleifera. Karakterisasi dilakukan menggunakan XRD untuk analisis struktur kristal, FTIR untuk identifikasi gugus fungsi, dan VSM untuk mengetahui sifat magnetik. Uji efektivitas pemanasan dilakukan dengan variasi massa 0,05; 0,075; 0,1; dan 0,125 gram, serta medan magnet 150 Oe dan 250 Oe. Hasil XRD menunjukkan bahwa struktur kristal Fe₃O₄ adalah inverse cubic spinel, dan penambahan Asam Oleat menyebabkan ukuran kristalit menurun dari 11,16 nm menjadi 9,96 nm. FTIR menunjukkan adanya interaksi antara Fe3O4 dan Asam Oleat melalui keberadaan gugus Fe-O dan COO-. Analisis VSM menunjukkan peningkatan medan koersivitas dan penurunan magnetisasi saturasi, dari 54,24 emu/g menjadi 42,28 emu/g setelah enkapsulasi. Nilai SAR berkisar antara 113,40 hingga 294,42 mW/g. Peningkatan medan magnet menyebabkan kenaikan nilai SAR, sedangkan peningkatan massa Fe3O4 menyebabkan penurunan SAR. Hasil ini mengindikasikan bahwa Fe3O4 yang dienkapsulasi Asam Oleat berpotensi digunakan sebagai agen hipertermia magnetik untuk terapi kanker. ENGLISH: Cancer is one of the leading causes of death worldwide, necessitating effective treatment methods with minimal side effects. Magnetic hyperthermia is a promising approach that utilizes heat generated by magnetic nanoparticles to destroy cancer cells locally. In this study, Fe3O4 nanoparticles were encapsulated with Oleic Acid via a green synthesis method using Moringa oleifera leaf extract. Characterization was carried out using XRD to analyze crystal structure, FTIR to identify functional groups, and VSM to determine magnetic properties. Heating efficiency was tested by varying the nanoparticle mass 0.05, 0.075, 0.1, and 0.125 grams and applying magnetic field strengths of 150 Oe and 250 Oe. XRD results showed that Fe3O4 had an inverse cubic spinel crystal structure, and the addition of Oleic Acid reduced the crystallite size from 11.16 nm to 9.96 nm. FTIR analysis confirmed interactions between Fe3O4 and Oleic Acid through the presence of Fe-O and COO- functional groups. VSM analysis revealed an increase in coercivity and a decrease in saturation magnetization from 54.24 emu/g to 42.28 emu/g after encapsulation. The SAR values ranged from 113.40 to 294.42 mW/g. Increasing the magnetic field strength led to higher SAR values, while increasing the nanoparticle mass resulted in lower SAR. These results indicate that Fe3O4 encapsulated Oleic Acid has the potential to be used as a magnetic hyperthermia agent for cancer therapy

    Pengaruh penggunaan Artificial Intelligence (AI) terhadap intensitas interaksi sosial mahasiswa Sosiologi Universitas Sunan Gunung Djati Bandung

    Full text link
    Penggunaan Artificial Intelligence (AI) dalam pendidikan memunculkan pertanyaan tentang intensitas interaksi sosial yang mulai semakin memudar secara emosional. Ada perubahan yang dihasilkan oleh Artificial Intelligence (AI) tidak sepenuhnya sesuai dengan perkembangan nilai sosial yang sudah ada. Oleh karena itu, penelitian ini akan membahas pengaruh penggunaan Artificial Intelligence (AI) terhadap intensitas interaksi sosial mahasiswa Sosiologi Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penggunaan Artificial Intelligence (AI) dikalangan mahasiswa intensitas interaksi sosial mahasiswa Sosiologi, dan melihat adanya pengaruh penggunaan Artificial Intelligence (AI) terhadap intensitas interaksi sosial mahasiswa Sosiologi Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung. Variabel pengaruh penggunaan Artificial Intelligence (X) tentang ketergantungan AI dan peningkatan efisiensi, variabel (Y) pola interaksi sosial antara asosiatif dan disosiatif. Hipotesis penelitian Ho: Tidak ada pengaruh antara penggunaan Artificial Intelligence (AI) terhadap intensitas interaksi sosial mahasiswa Sosiologi UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Ha: Ada pengaruh antara penggunaan Artificial Intelligence (AI) terhadap intensitas interaksi sosial mahasiswa Sosiologi UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Metode yang digunakan adalah metode survei dengan pendekatan kuantitatif asosiatif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan kuesioner. Pengambilan sampel dihitung dengan rumus Slovin dengan toleransi kesalahan 5% sebanyak 68 sampel dari populasi sebanyak 210. Teknik pengolahan data menggunakan uji korelasi, uji regresi linear sederhana, uji koefisien determinasi, dan uji t. Hasil penelitian yang menyatakan bahwa penggunaan Artificial Intelligence (AI) dikalangan mahasiswa Sosiologi 65,73% dan intensitas interaksi sosial mahasiswa Sosiologi Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung sebesar 58,77%. Adanya pengaruh yang positif dan signifikan antara pengaruh penggunaan Artificial Intelligence (AI) terhadap intensitas interaksi sosial mahasiswa Sosiologi Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung dengan kontribusi sebesar 68,60%, sedangkan sisanya sebesar 31,40% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini

    Penerapan model Kooperatif tipe Number Head Together berbantuan media Board Game Edumaze untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam : Penelitian Quasi eksperimen pada siswa kelas X di SMAN 24 Bandung

    Full text link
    Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki peran strategis dalam membentuk karakter dan moral peserta didik. Namun, dalam praktiknya di sekolah, pembelajaran PAI masih menghadapi kendala rendahnya hasil belajar siswa. Berdasarkan observasi awal di SMAN 24 Bandung, mayoritas siswa kelas X belum mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) sebesar 78. Hal ini diduga disebabkan oleh dominasi metode pembelajaran konvensional yang bersifat satu arah dan kurang melibatkan siswa secara aktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) bagaimana penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT) berbantuan media Board Game Edumaze dalam pembelajaran PAI; (2) peningkatan hasil belajar siswa setelah penerapan model tersebut; dan (3) perbedaan hasil belajar antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model NHT dan siswa yang menggunakan metode konvensional. Penelitian ini didasari oleh pendekatan konstruktivistik dan teori belajar berbasis pengalaman yang menekankan pentingnya keterlibatan aktif peserta didik dalam membangun pengetahuan. Model NHT memfasilitasi kolaborasi kelompok dan tanggung jawab individu, sementara Board Game Edumaze sebagai media inovatif mendukung suasana belajar yang interaktif dan menyenangkan, khususnya dalam memahami materi fiqih muamalah. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain kuasi eksperimen tipe nonequivalent control group. Subjek penelitian terdiri dari dua kelas X di SMAN 24 Bandung, yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol. Teknik pengumpulan data meliputi pre-test, post-test, serta observasi terhadap aktivitas guru dan peserta didik. Analisis data dilakukan dengan uji Wilcoxon, uji Mann-Whitney U, dan perhitungan N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai post-test kelas eksperimen sebesar 83,97, sedangkan kelas kontrol sebesar 76,76. Nilai signifikansi uji Mann-Whitney U Asiymp. Sig < 0,003, menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok, maka (Ha) diterima dan (Ho) ditolak. Analisis N-Gain menunjukkan peningkatan hasil belajar pada kategori tinggi sebesar 0,7524 di kelas eksperimen, dan kategori sedang sebesar 0,6479 di kelas kontrol. Dengan demikian, penerapan model pembelajaran kooperatif tipe NHT berbantuan media Board Game Edumaze terbukti efektif dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik

    Exploring English teacher's strategies in teaching reading to visually impaired students : A case study at A Special Education Settings (SLB) in Bandung

    Full text link
    Reading was crucial since it could improve students' vocabulary, spelling, and writing. In reading, vision plays a crucial role in understanding the written content. Since human vision was a primary stimulus for language learning, especially in reading, teaching visually impaired students posed various challenges. Students with visual impairments often struggled to maximize the function of their eyes to their full potential or barely used their eyes at all. Moreover, in teaching reading to visually impaired students, the teacher needed to employ strategies that met the needs of visually impaired students. This research employed a qualitative approach with a case study design. The data collection technique was carried out through observations and interviews to gain an in-depth understanding of the strategies and challenges encountered by an 11th-grade English teacher at SLBN 1 Cileunyi. The data analysis was conducted using theories from Creswell (2012). This study revealed that several strategies were applied by the English teacher in teaching reading to visually impaired students: First, the teacher employed drill techniques and role-play reading. Second, the teacher eliminated texts that relied heavily on visual cues. Third, the teacher used assistive technology by combining auditory and tactile media. Fourth, due to their physical conditions, the teacher avoided reading long passages for extended durations. Fifth, the teacher applied an individual teaching style that was well-suited to visually impaired students' diverse needs. Sixth, the teacher modified the English reading materials for visually impaired students. The study also identified challenges in the classroom, including limited teaching time due to diverse student characteristics and varying comprehension levels, a scarcity of accessible media resources, difficulty in teaching overly abstract texts that depended on visual cues, and the students’ limited vocabulary. Overall, this study emphasized the importance of tailored instruction and support for visually impaired students to ensure their success in reading activities. Therefore, the English teacher needed to come up with strategies that integrated meaningful reading activities while ensuring their unique needs were also addressed

    Pengaruh model pembelajaran inkuiri terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa pada mata pelajaran IPA : Penelitian quasi eksperimen pada peserta didik MI Miftahul Falah 1 Kota Bandung

    Full text link
    Penelitian ini didasari oleh rendahnya kemampuan berpikir kreatif siswa dalam mata pelajaran IPA, yang dibuktikan dengan nilai harian dari total 62 siswa kelas V di MI Miftahul Falah 1 Kota Bandung, banyak siswa dari seluruh kelas mendapatkan nilai di bawah KKM atau dibawah nilai. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui adanya; 1) Kemampuan berpikir kreatif siswa di kelas V MI Miftahul Falah 1 yang menerapkan model pembelajaran inkuiri 2) Kemampuan berpikir kreatif siswa di kelas V MI Miftahul Falah 1 yang menerapkan model pembelajaran jigsaw 3) Perbedaan kemampuan berpikir kreatif siswa di kelas V MI Miftahul Falah 1 yang mengunakan model pembelajaran inkuiri dan jigsaw. Hipotesis yang dirumuskan adalah H0: tidak terdapat perbedaan kemampuan berpikir kreatif siswa di kelas V MI Miftahul Falah 1 pada mata pelajaran IPA yang menggunakan model pembelajaran inkuiri dan yang menggunakan model pembelajaran jigsaw dan H1: terdapat perbedaan kemampuan berpikir kreatif siswa di kelas V MI Miftahul Falah 1 pada mata pelajaran IPA yang menggunakan model pembelajaran inkuiri dan yang menggunakan model pembelajaran jigsaw. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi eksperimen serta desain non-equivalent control group design. Penelitian ini menggunakan dua kelas yakni kelas eksperimen dan kelas kontrol. Dengan partisipan pada penelitian ini adalah siswa kelas V MI Miftahul Falah 1 Kota Bandung, Jawa Barat. Berdasarkan hasil analisis data kuantitatif dari hasil pretest dan posttest, kemudian dilakukan uji normalitas, uji homogenitas, uji t-independent pada data gain. Hasil pengujian hipotesis dengan melakukan Uji t-independent N-Gain score membuktikan bahwa terdapat perbedaan pengaruh kemampuan berpikir kreatif setelah diterapkannya model pembelajaran inkuiri. nilai Sig.(2-tailed) adalah 0.004, dengan df = 50, dan nilai x = 0.05 (5%). Berdasarkan hal tersebut dapat dinyatakan bahwa nilai Sig.(2-tailed) < 0.05, yang berarti H0 ditolak. Dengan kata lain, terdapat pengaruh kemampuan berpikir kreatif pada mata pelajaran IPA setelah diterapkannya model pembelajaran inkuiri

    Model pembelajaran Value Clarification Technique (VCT) dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk mencapai kompetensi sikap spiritual dan sosial peserta didik: Penelitian di SMPN 5 Cileunyi dan SMP Al Amanah Cileunyi Kabupaten Bandung

    Full text link
    INDONESIA: Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena semakin banyaknya kasus pelanggaran norma di kalangan pelajar/remaja, baik pelanggaran terhadap norma hukum, kesopanan, maupun norma agama. Sementara itu, pendidikan di sekolah banyak mengajarkan tentang nilai-nilai sikap dan perilaku yang sesuai dengan norma-norma tersebut, khususnya Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti. Adanya ketimpangan tersebut mendorong dilakukannya penelitian untuk mendeskripsikan dan menganalisis pelaksanaan pembelajaran aspek sikap (afektif) peserta didik dengan mengimplementasikan model pembelajaran Value Clarification Technique (VCT), sebagai model pembelajaran nilai di sekolah. Model Pembelajaran Value Clarification Technique dalam Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti didasarkan pada tujuan pendidikan nilai dalam Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti, sebagaimana dinyatakan dalam Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 211 Tahun 2011 Tentang Pedoman Pengembangan Standar Nasional Pendidikan Agama Islam, yaitu mengembangkan kemampuan peserta didik untuk memahami, menghayati, dan mengamalkan nilai-nilai agama Islam. Pemahaman dan penghayatan nilai-nilai agama Islam tersebut berupa sikap keberagamaan peserta didik yang meliputi sikap spiritual dan sikap sosial. Melalui penelitian secara kualitatif dengan metode deskriptif analitis terhadap guru-guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti di SMPN Negeri 5 Cileunyi dan SMP Al Amanah Cileunyi Kabupaten Bandung, diperoleh fakta-fakta yang menunjukkan pelaksanaan pembelajaran aspek sikap (afektif) yang bertujuan untuk mengungkap dan membina nilai-nilai islami pada peserta didik. Pembelajaran aspek afektif yang diselenggarakan guru tersebut sejak perencanaan hingga pelaksanaan dan evaluasi pembelajaran menyertakan proses Value Clarification Technique. Pembelajaran tersebut bercirikan penetapan target nilai yang ingin dicapai/dibina kepada peserta didik, penggunaan multimetode, multimedia, dan multievaluasi dalam pembelajaran, serta proses klarifikasi nilai (pengungkapan nilai) peserta didik untuk kemudian diarahkan oleh guru kepada target nilai yang ingin dicapai melalui dialog argumentatif. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian adalah model pembelajaran Value Clarification Technique memudahkan guru dalam melaksanakan pembelajaran aspek sikap (afektif) untuk membina nilai-nilai islami kepada peserta didik, yang dipengaruhi oleh faktor pendukung dan penghambat yang berasal dari kompetensi guru dan peran sekolah sebagai lembaga. Sedangkan dampaknya bagi peserta didik adalah lebih termotivasi untuk terlibat aktif dalam pembelajaran, sehingga lebih besar kemungkinan tercapainya tujuan pembelajaran serta dampak pengiring berupa keterampilan berpikir analitis dan keterampilan sosial. ENGLISH: This research is motivated by the phenomenon of increasing cases of norm violations among students/teenagers, including violations against legal norms, decency, and religious norms. Meanwhile, education in schools emphasizes teaching values and behaviors that are in accordance with these norms, particularly in the subjects of Islamic Religious Education and Character Education. The existing disparity has prompted research to describe and analyze the implementation of learning aspects of students' attitudes (affective) by implementing the Value Clarification Technique (VCT) as a model for value education in schools. The Value Clarification Technique learning model in the subject of Islamic Religious Education and Character Education is based on the value education objectives outlined in the Minister of Religious Affairs Regulation (KMA) Number 211 of 2011 concerning Guidelines for the Development of National Standards for Islamic Religious Education. This aims to develop students' abilities to understand, appreciate, and practice the values of Islam. The understanding and appreciation of these Islamic values manifest as the religious attitudes of students, which include spiritual attitudes and social attitudes. Through qualitative research using a descriptive-analytical method involving teachers of Islamic Education and Character Education at SMPN Negeri 5 Cileunyi and SMP Al Amanah Cileunyi, Bandung Regency, facts have been obtained that demonstrate the implementation of learning in the aspect of attitudes (affective) aimed at revealing and nurturing Islamic values in students. The affective learning conducted by these teachers from planning to implementation and evaluation includes the Value Clarification Technique process. This learning is characterized by the establishment of target values to be achieved/nurtured in students, the use of multimethods, multimedia, and multievaluation in teaching, as well as the process of value clarification (value disclosure) by students, which is then directed by the teacher towards the target values to be achieved through argumentative dialogue. The conclusion drawn from the research is that the Value Clarification Technique learning model facilitates teachers in implementing the learning of attitude (affective) aspects to instill Islamic values in students, influenced by supporting and hindering factors stemming from teacher competence and the role of the school as an institution. Meanwhile, its impact on students includes increased motivation to actively engage in learning, thereby improving the likelihood of achieving learning objectives, along with accompanying effects such as analytical thinking skills and social skills. ARABIC: يأتي هذا البحث في ضوء ظاهرة تزايد حالات انتهاك الأعراف بين الطلبة/المراهقين، سواء كانت انتهاكات للقواعد القانونية، أو قواعد الآداب، أو القواعد الدينية. وفي الوقت نفسه، يعلمنا التعليم في المدارس الكثير عن المواقف والسلوكيات التي تتوافق مع هذه المعايير، وخاصة في مواد مثل التربية الدينية الإسلامية والتربية على بناء الشخصية. وقد دفع التفاوت القائم إلى إجراء أبحاث لوصف وتحليل تنفيذ الجانب العاطفي في تعلم الطلاب باستخدام تقنية توضيح القيمة (VCT) كنموذج لتعليم القيم في المدارس. يعتمد نموذج تعلم تقنية توضيح القيم في مادتي التربية الدينية الإسلامية و ومن السلوكية على الأهداف التعليمية للقيم في مادتي التربية الدينية الإسلامية و ومن السلوكية، كما ورد في قرار وزير الشؤون الدينية رقم 211 لسنة 2011 بشأن المبادئ التوجيهية لتطوير المعايير الوطنية للتربية الدينية الإسلامية، والتي تهدف إلى تنمية قدرات الطلاب على فهم القيم الدينية الإسلامية واستيعابها وممارستها. فهم هذه القيم واستيعابها بما في ذلك المواقف الروحية والاجتماعية للطلاب. من خلال البحث النوعي باستخدام منهج الإثنوغرافيا الواقعية على معلمي التربية الإسلامية وتعليم الشخصية في مدرسة SMPN Negeri 5 Cileunyi ومدرسة SMP Al Amanah Cileunyi في منطقة باندونغ، تم الحصول على حقائق تكشف عن تنفيذ الجوانب العاطفية (الموقف) للتعلم التي تهدف إلى تنمية القيم الإسلامية لدى الطلاب. ويتبع الجانب العاطفي للتعلم الذي يقوم به هؤلاء المعلمون، من التخطيط إلى التنفيذ والتقييم، خطوات نموذج تقنية توضيح القيمة. يتميز نموذج التعلم بتحديد قيم مستهدفة مرغوبة أو مبنية لدى الطلبة، واستخدام أساليب متعددة، والوسائط المتعددة، والتقييمات المتعددة في التعلم، وكذلك عملية توضيح قيم الطلبة (الإفصاح عن القيم) ليتم بعد ذلك توجيهها من قبل المعلم نحو القيم المستهدفة المرغوبة من خلال الحوار الجدلي. والخلاصة التي توصلنا إليها من البحث هي أن تطبيق نموذج VCT يسهل على المعلمين تنفيذ الجانب الفعال للموقف في غرس القيم الإسلامية لدى الطلاب. وفي الوقت نفسه، فإن التأثير على الطلاب هو أنهم يصبحون أكثر تحفيزًا للمشاركة بنشاط في التعلم، وبالتالي زيادة احتمالية تحقيق أهداف التعلم

    Pengaruh model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) berbantu media Augmented Reality (AR) untuk meningkatkan minat belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti : Penelitian quasi experiment pada siswa kelas VIII SMP Bakti Nusantara 666 Kabupaten Bandung

    Full text link
    Penelitian ini dilakukan di SMP Bakti Nusantara 666, Berlandasakan hasil wawancara dan observasi awal peneliti mengenai rendahnya minat belajar siswa pada mata Pelajaran PAI dan Budi Pekerti. Masih banyak peserta didik yang minat belajarnya dibawah kriteria. Faktor-faktor yang menyebabkan rendahnya minat belajar diantaranya faktor dari lingkungan, guru, dan peserta didik itu sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran project based learning (PjBL) berbantu media augmented reality (AR) pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti di kelas VIII SMP Bakti Nusantara 666, membandingkan perbedaan minat belajar antara kelas eksperimen dan kelas kontrol, serta menganalisis pengaruh model PjBL berbantu AR dalam meningkatkan minat belajar siswa pada mata pelajaran tersebut. Pendekatan penelitian yang diterapkan dalam penelitian ini yaitu pendekatan kuantitatif, dengan metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu quasi experiment melalui desain nonequivalent control group. Sampel penelitian ini terdiri dari dua kelas yaitu, kelas VIII C sebagai kelas eksperimen yang menerapkan model pembelajaran project based learning berbantu media augmented reality dan VIII B sebagai kelas kontrol yang menggunakan metode konvensional. Hasil Penelitian ini menunjukan bahwa pengaruh model pembelajaran project based learning berbantu media augmented reality di kelas VIII-C SMP Bakti Nusantara 666 menunjukkan hasil yang sangat positif, dengan tingkat ketercapaian pembelajaran sebesar 91% dalam kategori “Sangat Tinggi” serta mampu meningkatkan pemahaman, keterlibatan, dan keterampilan komunikasi siswa. Rata-rata minat belajar siswa pada kelas eksperimen mencapai 91 (kategori “Sangat Tinggi”), lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol sebesar 85 (kategori “Tinggi”), dengan standar deviasi masing-masing 3,069 dan 3,821. Hasil uji independent sample t-test menunjukkan nilai signifikansi 0,001 < 0,05, yang berarti terdapat pengaruh signifikan dari penerapan model PjBL berbantu AR terhadap minat belajar siswa pada mata pelajaran PAI-BP

    Pengaruh manajemen program Ma'had Lughawy terhadap keterampilan menulis bahasa Arab mahasiswa: Penelitian terhadap mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Arab di UIN Sunan Gunung Djati Bandung

    Full text link
    Kurangnya optimalisasi dalam manajemen program Ma’had Lughawy, terutama dalam aspek perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan, berdampak pada efektivitas pembelajaran Bahasa Arab mahasiswa. Program ini belum sepenuhnya terstruktur untuk mengakomodasi perbedaan tingkat kompetensi mahasiswa, sehingga mahasiswa dengan dasar bahasa yang lemah mengalami kesulitan dalam mengikuti pembelajaran. Selain itu, latar belakang pendidikan yang beragam, motivasi awal dalam memilih Prodi Pendidikan Bahasa Arab, serta perbedaan tingkat pemahaman Bahasa Arab saat masuk kuliah menjadi tantangan utama dalam meningkatkan keterampilan menulis Bahasa Arab mahasiswa. Oleh karena itu, manajemen program yang efektif sangat diperlukan untuk memastikan bahwa seluruh mahasiswa dapat meningkatkan keterampilan menulis Bahasa Arab secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui memanajemen program ma’had lughawy di Prodi Pendidikan Bahasa Arab UIN Sunan Gunung Djati Bandung; 2) mengetahui keterampilan menulis Bahasa Arab mahasiswa di Prodi Pendidikan Bahasa Arab UIN Sunan Gunung Djati Bandung; 3) mendeskripsikan pengaruh manajemen program ma’had lughawy terhadap keterampilan menulis Bahasa Arab mahasiswa di Prodi Pendidikan Bahasa Arab UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode penelitian ex post facto. Sumber data terdiri dari sumber primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan angket sebagai instrumen penelitian, dengan pengukuran data Skala Likert. Selanjutnya teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan program SPSS 27 dengan melakukan uji instrumen penelitian, uji normalitas, uji linieritas, dan uji hipotesis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa manajemen program ma’had Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa manajemen program ma’had lughawy memiliki sebaran nilai rata-rata keseluruhan indikator sebesar “4,66” yang termasuk dalam kategori “Sangat Tinggi”. Selanjutnya hasil analisis nilai UAS menunjukkan bahwa mayoritas mahasiswa memiliki keterampilan menulis Bahasa Arab yang baik hingga sangat baik, dengan rata-rata nilai 80,4. Berdasarkan hasil regresi linear sederhana antar variabel X dan variabel Y, diperoleh nilai fHitung sebesar 69,223 dengan tingkat signifikansi sebesar <0,001 yang lebih kecil dari 0,05. Artinya, semakin baik pengelolaan manajemen program, semakin meningkat pula keterampilan menulis mahasiswa secara signifikan. Berdasarkan hasil penelitian di atas, disarankan agar manajemen program Ma’had Lughawy ditingkatkan melalui kurikulum terstruktur, keseimbangan teori dan praktik, serta evaluasi komprehensif guna mengoptimalkan keterampilan menulis mahasiswa

    Penggunaan model Game Based Learning berbasis web Gimkit untuk meningkatkan aktivitas belajar siswa pada mata pelajaran Fikih: Penelitian quasi experiment pada siswa kelas XI MAN 1 Majalengka

    Full text link
    Penelitian ini didasari oleh permasalahan rendahnya aktivitas belajar siswa dalam mata pelajaran Fikih. Rendahnya aktivitas tersebut dipengaruhi oleh minimnya variasi dalam penerapan model pembelajaran serta kurangnya keterlibatan aktif siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Akibatnya, siswa cenderung pasif saat mengikuti kegiatan belajar. Untuk mengatasi hal ini, diperlukan penerapan model pembelajaran yang inovatif dan mampu mendorong partisipasi aktif siswa secara maksimal. Salah satu pendekatan yang dinilai sesuai adalah Game Based Learning berbasis web Gimkit, yang mengintegrasikan elemen permainan ke dalam proses pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk: 1) Mengetahui penggunaan model Game Based Learning berbasis web Gimkit pada pembelajaran Fikih. 2) Mengetahui perbedaan yang signifikan antara aktivitas belajar siswa yang menggunakan model Game Based Learning berbasis web Gimkit dengan kelas yang menggunakan metode konvensional pada pembelajaran Fikih. 3) Mengetahui peningkatan aktivitas belajar siswa menggunakan model Game Based Learning berbasis web Gimkit pada pembelajaran Fikih. Kerangka berpikir dalam penelitian ini didasarkan pada teori konstruktivisme yang menekankan pentingnya peran aktif siswa dalam proses belajar. Melalui penggunaan media pembelajaran berupa permainan edukatif seperti Gimkit, siswa didorong untuk secara mandiri dan interaktif membangun pemahaman serta pengalaman belajar. Berdasarkan landasan tersebut, penelitian ini mengajukan hipotesis bahwa penggunaan model Game Based Learning berbasis web Gimkit berpengaruh secara signifikan terhadap aktivitas belajar siswa pada mata pelajaran Fikih di MAN 1 Majalengka. Penelitian ini menerapkan metode kuasi eksperimen dengan desain Non-Equivalent Control Group Design. Subjek penelitian terdiri dari siswa kelas XI di MAN 1 Majalengka, di mana kelas XI-3 ditetapkan sebagai kelompok eksperimen dan kelas XI-1 sebagai kelompok kontrol. Instrumen penelitian meliputi lembar observasi dan angket aktivitas belajar siswa yang mencakup empat indikator, yaitu aktivitas visual, mendengar, mental, dan emosional. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam aktivitas belajar siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model Game Based Learning berbasis web Gimkit dibandingkan dengan mereka yang mendapatkan pembelajaran secara konvensional. Kelompok eksperimen memperoleh rata-rata skor aktivitas belajar yang lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa Model Game Based Learning berbasis web Gimkit efektif dalam meningkatkan aktivitas belajar siswa pada mata pelajaran Fikih

    50,733

    full texts

    53,115

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Digital Library UIN (Universitas Islam Negeri) Sunan Gunung Djati Bandung is based in Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇