Sunan Gunung Djati State Islamic University Bandung
Digital Library UIN (Universitas Islam Negeri) Sunan Gunung Djati BandungNot a member yet
53115 research outputs found
Sort by
Tanggapan siswa terhadap penerapan model Game Based Learning berbasis media ular tangga edukatif hubungannya dengan hasil belajar kognitif siswa pada mata pelajaran Akidah Akhlak: Penelitian korelasional di kelas VIII Mts Ar-Rosyidiyah Kota Bandung
Berdasarkan studi pendahuluan melalui wawancara dan observasi, ditemukan bahwa siswa kelas VIII mengalami kesulitan memahami materi Akidah Akhlak akibat metode pembelajaran yang kurang bervariasi dan minimnya media inovatif. Siswa cenderung menyukai pembelajaran yang menyenangkan dan berbasis permainan, sementara hasil belajar masih rendah dan partisipasi aktif di kelas terbatas. Hal tersebut menunjukkan adanya masalah yang menarik untuk diteliti.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui 1) Tanggapan siswa terhadap penerapan model Game Based Learning berbasis media ular tangga edukatif pada mata pelajaran Akidah Akhlak, 2) Mengetahui hasil belajar kognitif siswa kelas VIII pada mata pelajaran Akidah Akhlak sesudah menggunakan model Game Based Learning berbasis media ular tangga edukatif, 3) Mengetahui hubungan antara model Game Based Learning berbasis media ular tangga edukatif dengan hasil belajar kognitif siswa pada mata pelajaran Akidah Akhlak.
Penelitian ini didasarkan pada pemikiran bahwa Tanggapan siswa terhadap model Game Based Learning berbasis media ular tangga edukatif dapat memengaruhi hasil belajar kognitif siswa pada mata pelajaran Akidah Akhlak. Berdasarkan hal tersebut maka hipotesis yang diajukan adalah terdapat hubungan positif dan signifikan antara tanggapan siswa terhadap model Game Based Learning berbasis media ular tangga edukatif dengan hasil belajar kognitif siswa pada mata pelajaran Akidah Akhlak.
Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif. Metode yang digunakan adalah deskriptif korelasional. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah angket, tes, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan pendekatan logis untuk data kualitatif dan pendekatan statistik untuk data kuantitatif dengan mengambil analisis indikator parsial dan analisis korelasi.
Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh kesimpulan: 1) Tanggapan siswa terhadap penerapan model Game Based Learning berbasis media ular tangga edukatif (X) dengan rata-rata sebesar 3,7 yang tergolong dalam kategori positif, karena berada pada interval 3,40–4,19. 2) Hasil belajar kognitif siswa pada mata pelajaran Akidah Akhlak (Y) di MTs Ar-Rosyidiyah dengan nilai rata-rata 86. Nilai ini termasuk ke dalam kategori Sangat Baik, karena berada pada interval 80–100. 3) Hubungan antara variabel X dan variabel Y ditunjukkan dengan skor 0,224 berada pada interval 0,20 – 0,39 yang artinya hubungan tersebut berkualifikasi lemah antara kedua variabel. Hasil koefisien regresi diperoleh 0,005 (p < 0,05). Hal ini menunjukkan hipotesis Ha (hipotesis alternatif) diterima. Besarnya pengaruh variabel X terhadap variabel Y sebesar 10%, dengan demikian sisanya sebesar 90% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain
Penafsiran ayat-ayat Self Healing menurut Syekh Abdul Qadir Jailani dalam tafsir Al-Jailani
Penelitian ini dilatarbelakangi dengan fenomena yang sedang terjadi di masa kini tentang masalah kekerasan dalam suatu hubungan. Pada zaman sekarang ini masalah tersebut diistilahkan dengan abusive relationship, banyak sekali berita tentang kasus-kasus kekerasan yang dilakukan oleh pasangan dalam suatu hubungan. Salah satunya kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), kekerasan yang dialami oleh seseorang menyebabkan trauma yang berkepanjangan. Dalam ilmu psikologi, permasalahan tersebut bisa diatasi dengan self healing. Self healing merupakan proses penyembuhan diri yang dilakukan oleh diri sendiri dari gangguan psikologis seperti trauma, cemas, takut, emosi tidak stabil, depresi, dan gangguan mental lainnya untuk mencapai ketenangan dalam hidup.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lebih mendalam tentang penafsiran ayat-ayat self healing menurut Syekh Abdul Qadir Jailani dalam tafsir al-Jailani, relevansi self healing dalam tafsir al-Jailani dengan self healing dalam psikologi dan manfaat self healing menurut Syekh Abdul Qadir Jailani dalam tafsir al-Jailani. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif analisis deskriptif. Teknik pengumpulan datanya menggunakan studi pustaka (library research).Teknik analisis datanya menggunakan content analysis.
Hasil penelitian ini menunjukan, bahwa penafsiran ayat-ayat self healing menurut Syekh Abdul Qadir Jailani dalam tafsir al-Jailani menekankan pada aktivitas spiritual. Aktivitas-aktivitas spiritual tersebut diantaranya; dzikir, sabar, syukur, taubat, shalat dengan khusyu’, tawakal, dan husnuzan.
Relevansi self healing menurut Syekh Abdul Qadir Jailani dalam tafsir al-Jailani dengan self healing dalam psikologi yaitu; 1) Dzikir dengan mindfulness; 2)Shalat khusyuk dengan mindfulness; 3) Syukur dengan gratitude; 4) Sabar dengan self compassion; 5) Tawakal dengan self compassion; 6) Taubat dengan forgiveness; dan 7) Husnuzan dengan self management.
Adapun manfaat self healing menurut Syekh Abdul Qadir Jailani dalam tafsir al-Jailani memberikan dampak positif terhadap kondisi mental, diantaranya: 1)Meningkatkan ketenangan dan ketentraman hati; 2)Memiliki rasa optimis dalam menghadapi segala cobaan; 3)Mampu mengendalikan emosi dengan baik; 4)Mampu menumbuhkan sikap baik terhadap diri sendiri; 5)Mampu Mengubah suasana hati menjadi lebih baik; 6) Memiliki pikiran yang positif; 7)Mampu menurunkan tingkat kecemasan
Bimbingan Adaftabilitas Karir Pendekatan Islamic Directive Counseling untuk mencapaia tugas Perkembangan Remaja Studi Kasus di SMAN 1 Pacet Cianjur
Masa remaja merupakan fase transisi yang krusial, ditandai dengan
perkembangan aspek mental, emosional, sosial, dan fisik. Pada fase ini, remaja
dihadapkan pada tuntutan untuk mengambil keputusan penting terkait masa depan karir mereka. Di SMAN 1 Pacet Cianjur, ditemukan fenomena kebingungan siswa kelas XI dalam menentukan arah karir, baik untuk bekerja, melanjutkan pendidikan, maupun berwirausaha. Kondisi ini menunjukkan pentingnya bimbingan karir yang adaptif dan berbasis nilai, salah satunya melalui pendekatan Islamic Directive Counseling .Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui kondisi perkembangan karir remaja di SMAN 1 Pacet, (2) mendeskripsikan proses bimbingan karir dengan pendekatan Islamic Directive Counseling dalam mencapai tugas perkembangan karir,
dan (3) mengungkap hasil bimbingan adaptabilitas karir menggunakan pendekatan tersebut.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Teori yang
digunakan meliputi teori utama Directive Counseling dari Edmond G. Williamson
(trait and factor), serta Bimbingan Konseling Islam sebagai teori terapan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) sebagian besar siswa mengalami
kebingungan dalam perencanaan karir karena minimnya pemahaman diri dan
informasi karir, (2) proses bimbingan dengan pendekatan Islamic Directive
Counseling memberikan arahan berbasis nilai-nilai keislaman melalui peran aktif guru BK dalam memfasilitasi siswa memahami potensi dan tujuan hidupnya, serta (3) layanan ini terbukti meningkatkan adaptabilitas karir siswa dalam menghadapi perubahan serta pengambilan keputusan yang lebih terarah dan bermakna secara spiritual
Hubungan sikap syukur dengan Self-Esteem pada mahasiswa tingkat akhir: Studi kuantitatif pada mahasiswa tingkat akhir jurusan Manajemen STIESA Subang
Mahasiswa tingkat akhir menghadapi transisi yang menantang, dimana mereka harus menghadapi tugas akademik akhir dan persiapan dalam dunia kerja. Dalam proses ini, Self-Esteem dan Sikap Syukur berperan dalam kesejahteraan psikologis mereka. Self-Esteem mengacu pada bagaimana seseorang menilai dirinya sendiri, sedangkan Syukur merupakan sikap menerima dan menghargai setiap pencapaian serta pengalaman hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran Sikap syukur dan Self-Esteem pada mahasiswa tingkat akhir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran Sikap Syukur dan Self-Esteem pada Mahasiswa tingkat akhir Jurusan Manajemen STIESA Subang, serta hubungan keduanya.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan kuesioner sebagai alat pengumpulan data. Subjek penelitiannya yaitu mahasiswa tingkat akhir jurusan manajemen STIESA Subang. Analisis data meliputi uji instrumen (uji validitas dan uji realibilitas), uji asumsi (uji normalitas dan uji linearitas), uji korelasi, dan uji hipotesis dengan menggunakan software IBM SPSS 25.
Hasil penelitian terhadap 72 responden menunjukkan: 1) Self-Esteem mayoritas berada pada kategori sedang (62,5%), sementara pada kategori tinggi 36,12%), dan kategori rendah sebanyak (1,38%). 2) Sikap Syukur dominan pada kategori tinggi (56,94%), kategori sedang (40,28%), dan kategori rendah (2,78%). Korelasi antara Syukur dan Self-Esteem bernilai r = 0,079 dengan p-value = 0,511, menunjukkan hubungan yang lemah dan tidak signifikan.
Kesimpulan penelitian ini yaitu meskipun Sikap Syukur bukan faktor dominan yang mempengaruhi Self-Esteem, Sikap Syukur tetap dapat menjadi salah satu faktor yang mendukung perkembangan Self-Esteem mahasiswa tingkat akhir, terutama dalam membentuk penerimaan diri dan optimisme mereka dalam menghadapi tantangan akademik maupun dunia kerja. Sehingga faktor lain mungkin lebih dominan dalam mempengaruhi Self-Esteem seperti kompetensi akademik, dukungan sosial, dan penerimaan diri
Hukum jual beli pakaian Preloved pada sistem Live Shopping melalui Platform TikTok di tinjau dari kompilasi Hukum Ekonomi Syariah dan Undang-Undang no.8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen
hukum jual beli pakaian preloved melalui sistem live shopping pada platform TikTok ditinjau dari perspektif Kompilasi Hukum Ekonomi Syariah (KHES) dan Undang-Undang No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Fenomena jual beli pakaian preloved secara daring, khususnya melalui siaran langsung (live), semakin marak di masyarakat karena dianggap praktis dan menarik minat konsumen. Namun, sistem ini juga menimbulkan permasalahan hukum, terutama terkait kejelasan informasi produk dan potensi unsur gharar yang merugikan konsumen.
Tujuan penelitian ini dilakukan untuk: 1) Mengetahui mekanisme jual beli
pakaian preloved melalui sistem live shopping pada platfrom tiktok. 2) Mengetahui apa saja perlindungan yang diberikan kepada konsumen berdasarkan UU No.8 Tahun 1999. 3) mengetahui bagaimana analisis terhadap jual beli pakaian preloved yang di tinjau dari Kompilasi Hukum Ekonomi Syariah dan UU No.8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan pendekatan studi kepustakaan, wawancara, dan dokumentasi. Kerangka teori yang digunakan mencakup teori fiqih muamalah terkait jual beli, prinsip-prinsip hukum ekonomi syariah, serta teori perlindungan konsumen berdasarkan hukum positif Indonesia.
Kerangka teori yang digunakan dalam penelitian ini mencakup teori fiqih muamalah terkait akad jual beli, prinsip-prinsip hukum ekonomi syariah, serta teori perlindungan konsumen dalam hukum positif. Di dalam Islam, transaksi harus bebas dari unsur gharar (ketidakjelasan), riba, dan penipuan, serta dilandasi kejujuran dan transparansi. Sedangkan dalam perspektif hukum nasional, khususnya UU No. 8 Tahun 1999, pelaku usaha wajib memberikan informasi yang benar, jelas, dan jujur mengenai kondisi barang, serta bertanggung jawab atas kerugian konsumen akibat informasi yang menyesatkan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik jual beli pakaian preloved melalui live shopping TikTok rawan mengandung unsur gharar karena tidak semua informasi produk disampaikan secara jujur dan lengkap. Hal ini bertentangan dengan prinsip kejelasan akad dalam hukum Islam serta melanggar pasal 8 ayat (1) huruf f dan huruf c UU No. 8 Tahun 1999. Oleh karena itu, transaksi semacam ini berpotensi merugikan konsumen dan tidak sepenuhnya memenuhi kriteria jual beli yang sah menurut KHES.
Kata kunci : Jual beli, Pakaian preloved, Live shopping, TikTok, Hukum Ekonomi Syariah, Perlindungan Konsume
Penggunaan media audio visual dengan menggunakan aplikasi Alef Education dalam bahasa Arab untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam Istima'
ينطلق هذا البحث من انخفاض تعلم الطلاب في أنشطة الإستماع وجعل التعلم في الفصل أقل نشاطا وفعاليا. ويرجع ذلك إلى عدم استخدام الوسائل التعليمية المناسبة أثناء تدريس اللغة العربية. هناك عدة عوامل تؤدي إلى نقص في تعليم اللغة العربية، خاصة في مهارة الاستماع، وهي: عدم قدرة المعلم على اللغة العربية بسبب عدم التوافق بين تخصصه الأكاديمي والمجال الذي يدرّسه, نقص استخدام الوسائل التعليمية, قلة اهتمام الطلاب ودافعهم في تعلم اللغة العربية, اعتقاد الطلاب بأن اللغة العربية صعبة. للتغلب على هذه المشكلة, يجب أن يكون المعلمون مبدعين و مبتكرين في استخدام الوسائل التعلم من خلال الاستفادة من تطورات تكنولوجيا. تستخدم الباحثة الوسائل السمعية البصرية بتطبيق أليف تعليمي ((Alef Education في اللغة العربية لترقية مهارة الطلاب في الاستماع.
الأغراض من هذا البحث هي معرفة مهارة الطلاب في الاستماع قبل استخدام الوسائل السمعية البصرية بتطبيق أليف تعليمي ((Alef Education وبعده. ومعرفة ترقية مهارة الطلاب في الاستماع باستخدام الوسائل السمعية البصرية بتطبيق أليف تعليمي ((Alef Education في مدرسة مفتاح الهدى المتوسطة الإسلامية باندونج.
يعتمد هذا البحث على أساس التفكير أن استخدام الوسائل السمعية البصرية بتطبيق أليف تعليمي (Alef education) يؤدي إلى ترقية مهارة الطلاب في الاستماع تعليم اللغة العربية لأن بينها علاقة وثيقة من الناحية النظرية والمنطقية. فتعرض الباحثة الفرضية المقترحة هي وجود ترقية مهارة الطلاب في الاستماع بعد استخدام الوسائل السمعية البصرية بتطبيق أليف تعليمي ((Alef Education .
أما الطريقة التي تستخدمها الباحثة في هذا البحث فهي طريقة شبه التجريبة بتصميم الاختبار القبلي والاختبار البعدي. وأما أساليب جميع البيانات, فهي : الملاحظة والمقابلة و الاختبار و التوثيق.
ومن النتائج المحصولة هذا البحث هي أن مهارة الطلاب في الإستماع قبل استخدام الوسائل السمعية البصرية بتطبيق أليف تعليمي في الفصل السابع لمدرسة مفتاح الهدى المتوسطة الإسلامية باندونج تدل على درجة منخفضة جدا. دلت عليها قيمة المتوسط على قدر : 56,5 وهذا القيمة في درجة منخفضة جدا لأنها تقع بين : 0-59 في معيار التفسير. أن مهارة الطلاب في الإستماع بعد استخدام الوسائل السمعية البصرية بتطبيق أليف تعليمي في الفصل السابع لمدرسة مفتاح الهدى المتوسطة الإسلامية باندونج تدل على درجة جيدة جدا. دلت عليها قيمة المتوسط على قدر : 84 وهذا القيمة في درجة جيدة جدا لأنها تقع بين : 80-90 في معيار التفسير. أن ترقية مهارة الطلاب في الإستماع بعد استخدام الوسائل السمعية البصرية بتطبيق أليف تعليمي في الفصل السابع لمدرسة مفتاح الهدى المتوسطة الإسلامية باندونج. كما دلت عليها النتيجة المحصولة من قيمة "ت" الحسابية أكبر من "ت" الجدولية يعني "ت" الحسابية ( 16,87) ≥ "ت" الجدولية ( 2,04). وأما قيمة (ن-د) فحصلت على قدر (0,65) أو 64.81 % فتدل هذه النتيجة على أن مستوى الترقية في درجة فعالية بما فيه الكافية
Penggunaan Model Cooperative Learning Tipe Picture and Picture menggunakan media Whiteboard.fi untuk meningkatkan penguasaan Mufrodat siswa
استيعاب المفردات هو أحد الأسس في تعلم اللغة العربية. لكي يتقن الشخص اللغة العربية بشكل جيد، يجب أن يكون لديه مخزون كافٍ من المفردات. إن استيعاب المفردات يؤثر بشكل كبير على جودة مهارات الشخص في اللغة العربية. كلما كانت المفردات التي يمتلكها الشخص أكثر غنىً، زادت الفرص التي تتيح له التمكن من اللغة العربية. لكن واجه التلاميذ مشكلات عديدة في عملية التعلم، كما شعره التلاميذ بمدرسة الحسينية المتوسطة الاسلامية. ظهرت هذه المشكلات بسبب التعليم غير المرتب وغير المبتكر في تطبيق نماذج التعليم، فضلاً عن قلة استخدام وسائل التعليم، مما يجعل الدروس صعبة ومملة. ولترقية استيعاب المفردات لدى التلاميذ ، يحتاج المدرس إلى استخدام نموذج تعليم ووسائل تعليمية مناسبة لتعزيز التعلم الفعّال والممتع، ومن بين هذه الأساليب استخدام نموذج التعلم التعاوني بنوع "صورة وصورة" ووسيلة Whiteboard.fi. يُعتبر نموذج التعلم التعاوني بنوع "صورة وصورة" بديلاً يمكن استخدامه في تعليم المفردات. يساعد هذا النموذج في ترقية استيعاب المفردات لدى التلاميذ.
الاغراض لهذا البحث لمعرفة ترقية استيعاب المفردات التلاميذ قبل استخدام نموذج التعلم التعاوني بنوع صورة وصورة ووسيلة Whiteboard.fi, وبعده لدى تلاميذ الصف السابع بمدرسة الحسينية المتوسطة الاسلامية.
يعتمد هذا البحث على الفكرة القائلة بأن نموذج التعلم التعاوني بنوع "صورة وصورة" هو أحد النماذج التفاعلية التي يمكن أن يرقي في استيعاب المفردات لدى التلاميذ ، وأن وسيلة Whiteboard.fi هي وسيلة رقمية تتناسب مع تعليم المفردات بناءً على ذلك، تم اقتراح الفرضية التالية: الفرضية الصفرية (Ho) عدم ارتقاء في استيعاب المفردات لدى التلاميذ بعد استخدام نموذج التعلم التعاوني بنوع "صورة وصورة" ووسيلة Whiteboard.fi ، والفرضية المقترحة (Ha) وجود ارتقاء في استيعاب المفردات لدى التلاميذ بعد استخدام نموذج التعلم التعاوني بنوع "صورة وصورة" ووسيلة Whiteboard.fi.
و مدخل البحث الذي يستخدمه الباحث هو مدخل البحث الكمي. أما الطريقة المستخدمة في هذا البحث هي طريقة شبه التجربة في شكل تصميم مجموعة التحكم غير المتكافئة. وأما أساليبها فهي الملاحظة و المقابلة، والإختبار، والتوثيق، والدراسة المكتبية. وهذه البيانات الأساسية التي جمعها الباحث من تحليل حصة العينة واختبار الحالة الطبيعية و اختبار التجانس وعينة مقترنة ت اختبار و امتحان استواء البيانات ن– د.
ونتائج هذا البحث يظهرمنها (1) إن واقعية استيعاب المفردات قبل استخدام نموذج التعلم التعاوني بنوع الصورة والصورة ووسيلة Whiteboard.fi في الصف السابع، وقيمة المتوسط 49,7 يدل على درجة منخفضة جدا في الصف الضبطى. وقيمة المتوسط 50,7 يدل على درجة منخفض في الصف التجريبي،(2) إن واقعية استيعاب المفردات بعد استخدام نموذج التعلم التعاوني بنوع الصورة والصورة ووسيلة Whiteboard.fi في الصف السابع ، وقيمة المتوسط 64,5 يدل على درجة كافية في الصف الضبطى. وقيمة المتوسط 77,7 يدل على درجة جيدة في الصف التجريبي،(3) أظهر ارتقاء كبير في استيعاب المفردات بعد استخدام نموذج التعلم التعاوني بنوع الصورة والصورة ووسيلة Whiteboard.fi في الصف السابع. كانت ارتقاء استيعاب المفردات في الصف الضبطى 31% (أقل فعالية) وفي الصف التجريبي 51% (فعالة). وأثبتت نموذج التعلم التعاوني بنوع الصورة والصورة ووسيلة Whiteboard.fi فعاليتها في ارتقاء استيعاب المفردات
Pelaksanaan akad murabahah pada produk Pembiayaan Kesejahteraan Pegawai (PKP) IB Maslahah di PT. Bank Jabar Banten Syariah KCP Ciledug Tangerang
Penelitian ini dilatarbelakangi konsep murabahah sebagai akad dalam perjanjian bisnis syariah yang menetapkan harga produksi dan keuntungan ditetapkan bersama oleh penjual dan pembeli. Akad murabahah umumnya dipraktikan dalam perjanjian pembiayaan berbasis jual beli di bank Syariah. Penelitian ini menjelaskan implementasi akad murabahah pada produk Pembiayaan kesejahteraan Pegawai (PKP) di PT. Bank BJB Ciledung Tangerang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan pendekatan kualtitatif. Sumber dan teknik pengumpulan data diperoleh dari hasil observasi dan wawancara kepada karyawan PT. Bank BJB Syariah KCP Ciledug Tangerang dan didukung dengan studi kepustakaan. Teknik analisis data menggunakan metode deduktif. Penelitian ini menunjukkan bahwa mura¬bahah digunakan sebagai prinsip akad dalam produk Pembiayaan Kesejahteraan Pegawai (PKP) di PT. Bank BJB Syariah KCP Ciledug Tangerang, di mana obyek barang diperjual¬belikan dengan selisih harga jual dengan harga beli sebagai keuntungan (margin) sesuai dengan kesepakatan kedua belah pihak
Green synthesis Fe3O4/cdots menggunakan ekstrak moringa oleifera dan kulit jeruk untuk degradasi pewarna methylene blue
Fe3O4/Cdots nanocomposite has been successfully prepared by combining Fe3O4 synthesized using Moringa oleifera extract and Cdots from orange peel to degrade MB waste. The incorporation process was done through sonication. Photoluminescence characterization results show that Cdots and Fe3O4/Cdots have peak emission wavelengths around 444 nm and 421 nm, respectively. UV-Vis characterization results obtained peak absorbance wavelengths on Cdots around 308 nm, on Fe3O4 around 194 nm and on Fe3O4/Cdots around 284 nm. From the absorbance wavelength, the energy gap value of each material can be known, namely Cdots 3.25 eV, Fe3O4 1.9 eV and Fe3O4/Cdots 3.23 eV. The results of FTIR characterization of Fe3O4/Cdots nanocomposite showed the presence of typical functional groups of Cdots and Fe3O4, namely the presence of O-H bond at 3295 cm-1, C=C bond at 1633 cm-1, and Fe-O at 557 cm-1. In testing the photocatalytic activity, Fe3O4/Cdots 0.08 g was able to degrade Methylene blue organic dye waste up to 99,0% in 30 minutes of UV radiation. Thus, the Fe3O4/Cdots nanocomposite shows potential as an agent for heavy metal removal and as a promising photocatalyst in effective and efficient environmental remediation efforts
Manajemen peningkatan kompetensi pedagogik guru: Penelitian di Madrasah Aliyah Negeri 2 Kota Sukabumi
Penelitian ini mengacu pada peningkatan kompetensi pedagogik guru agar dapat meningkatkan kualitas pembelajaran dan mutu lulusan siswa, yang tidak hanya unggul dalam prestasi akademik saja, namun beserta prestasi non akademik. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk menganalisis berbagai aspek manajemen dalam upaya peningkatan kompetensi pedagogik guru. Fokus penelitian mencakup (1) menganalisis perencanaan manajemen peningkatan kompetensi pedagogik guru di Madrasah Aliyah Negeri 2 Kota Sukabumi, (2) menganalisis pengorganisasian manajemen peningkatan kompetensi pedagogik guru di Madrasah Aliyah Negeri 2 Kota Sukabumi, (3) menganalisis pelaksanaan manajemen peningkatan kompetensi pedagogik guru di Madrasah Aliyah Negeri 2 Kota Sukabumi dan (4) menganalisis pengawasan manajemen peningkatan kompetensi pedagogik guru di Madrasah Aliyah Negeri 2 Kota Sukabumi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi langsung, serta analisis dokumen dari berbagai sumber primer dan sekunder yang relevan. Melalui metode ini, diharapkan dapat diperoleh gambaran yang komprehensif mengenai kondisi dan praktik manajemen peningkatan kompetensi pedagogik guru di Madrasah Aliyah Negeri 2 Kota Sukabumi. Hasil penelitian manajemen peningkatan kompetensi pedagogik guru di Madrasah Aliyah Negeri 2 Kota Sukabumi menunjukkan bahwa setiap aspek manajemen terdapat aspek perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan, berperan penting dalam mencapai tujuan peningkatan kompetensi. Pada analisis SWOT, kekuatan yang teridentifikasi meliputi adanya dukungan manajemen yang kuat dan partisipasi aktif guru dalam program pelatihan. Namun, tantangan seperti kurangnya sumber daya dan resistensi terhadap perubahan juga muncul. Perencanaan yang matang berdasarkan analisis kebutuhan guru memungkinkan madrasah untuk merancang program pelatihan yang relevan. Pengorganisasian yang efektif menciptakan kolaborasi antara kepala madrasah dan guru, sementara pelaksanaan program menunjukkan keterlibatan aktif guru dalam kegiatan pengembangan profesional. Pengawasan yang dilakukan secara berkala melalui evaluasi membantu madrasah dalam mengidentifikasi area yang perlu diperbaiki, sehingga memastikan keberlanjutan peningkatan kompetensi pedagogik. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa manajemen yang terintegrasi dan responsif terhadap analisis SWOT sangat penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan di madrasah