E-Journal UPN "Veteran" Jatim (Universitas Pembangunan Nasional)
Not a member yet
1885 research outputs found
Sort by
Peran Pemerintah Daerah dalam Mewujudkan Desa Tangguh Bencana di Kabupaten Morowali Utara
Strengthening the capacity of communities in villages/kelurahans is a strategic effort to realize BNPB's vision of "National Resilience in Facing Disasters". One of the programs is the Disaster Resilient Village/Kelurahan (Destana). North Morowali Regency, Central Sulawesi Province is one of the regencies that are included in the multi-disaster-prone areas on Sulawesi Island and having a BNPB disaster risk index number of 189 (high category). So, according to the direction of the National Regional Disaster Management Agency (BNPB), North Morowali Regency is expected to start implementing strategies, actions and policies in order to realize the Disaster Resilient Village program. The research used a qualitative approach. Qualitative research is descriptive in nature and tends to use analysis with an inductive approach. This research was carried out in North Morowali Regency, Central Sulawesi involving the North Morowali Regency Regional Disaster Management Agency and the Governments of Ganda-Danda Village, Bunta Village, and Bahontula Village. The result of this study is that of the 122 villages in North Morowali Regency which are planned to be suspended, only 15 villages are categorized as disaster resilient due to the many constraints, one of which is due to budgetary factors. However, the North Morowali BPBD is still trying to carry out its role in carrying out this program through activities that can support the success of realizing a Disaster Resilient Village. AbstraksiPenguatan kapasitas masyarakat di Desa/Kelurahan adalah upaya strategis untuk mewujudkan visi BNPB yaitu “Ketangguhan Bangsa dalam Menghadapi Bencana”. Salah satu programmya yakni Desa/Kelurahan Tangguh Bencana (Destana). Kabupaten Morowali Utara Provinsi Sulawesi Tengah merupakan salah satu kabupaten yang termasuk dalam wilayah multirawan bencana di Pulau Sulawesi dilihat dari kondisi yang ada saat ini Kabupaten Morowali Utara memiliki angka indeks risiko bencana BNPB 189 (kategori tinggi). Oleh karena itu, sesuai dari arahan Badan Nasional Penanggulangan Bencana Daerah (BNPB) Kabupaten Morowali Utara diharapkan mulai melaksanakan strategi, tindakan, dan kebijakan agar dapat mewujudkan program Desa Tangguh Bencana tersebut. Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Penelitian kualitatif merupakan riset yang bersifat deskriptif dan cenderung menggunakan analisis dengan pendekatan induktif. Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Morowali Utara, Sulawesi Tengah dengan melibatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Morowali Utara dan Pemerintah Desa Ganda-Ganda, Desa Bunta, serta Kelurahan Bahontula. Hasil dari penelitian ini adalah dari 122 desa di Kabupaten Morowali Utara yang rencananya akan ditangguhkan, baru sebanyak 15 desa yang dikategorikan tangguh bencana karena banyaknya kendala yang ada salah satunya karena faktor anggaran. Akan tetapi dari pihak BPBD Morowali Utara pun tetap berupaya menjalankan perannya dalam menjalankan program ini melalui kegiatankegiatan yang dapat menunjang keberhasilan mewujudkan Desa Tangguh Bencana. Kata Kunci : Peran, Pemerintah Daerah, Desa Tangguh Bencana
PEMBUATAN GAME HAFALAN QURAN TINGKAT DASAR MENGGUNAKAN METODE RAPID APPLICATION DEVELOPMENT
Proses belajar yang dilakukan oleh siswa tingkat sekolah dasar atau menengah dapat terbantu dengan adanya media pembelajaran. Jenis atau macam media pembelajaran yang dapat diterapkan ada banyak seperti power point, learning management system, perangkat lunak berbasis android, dan lain-lain. Salah objek yang dapat diterapkan adalah hafalan quran. Sehingga dapat membantu siswa-siswa di MTs. Jabal Noer Taman untuk proses hafalab sesuai dengan program unggulan yang ada. Metode pengembangan perangkat lunak juga ada banyak macamnya, seperti waterfall, spiral, dan rapid application development (RAD). RAD terdapat 3 langkah untuk melakukan pengembangan perangkat lunak. Setelah diimplementasi dan diuji coba, metode RAD mampu menghasilkan perangkat lunak yang sesuai dengan kebutuhan pengguna dan seluruh fungsi setelah diuji menggunakan metode black box dapat berjalan dengan benar sesuai rancangan
Penerapan Metode Scrum dalam Proses Pembelajaran Mata Kuliah Pemrograman di Lingkungan Jurusan Teknik Informatika UNESA
Abstrak - Pada perkuliahan online, praktik dalam mata kuliah pemrograman dilakukan di perangkat masing-masing mahasiswa dengan kondisi perangkat yang berbeda-beda. Dengan keadaan tersebut sulit memastikan apakah mahasiswa telah mempraktikkan pemrograman sesuai materi yang diberikan. Ada pula yang terhambat karena terbatasnya peralatan yang dimiliki mahasiswa untuk menunjang kuliah pemrograman. Masalah-masalah ini sering sekali terjadi pada saat penulis mengajar pada mata kuliah pemrograman yang dilakukan secara daring. Setelah diperoleh akar permasalahan isu dari isu prioritas yang telah ditetapkan, maka gagasan yang diharapkan dapat menjadi solusi penyelesaian isu tersebut adalah dengan penerapan metode scrum dalam proses pembelajaran mata kuliah pemrograman. Pada dasarnya, Scrum merupakan tahapan-tahapan yang dilakukan untuk memecahkan suatu masalah. Hal itu mencakup hal-hal seperti kolaborasi, pengorganisasian yang dilakukan sendiri oleh member tim, dan tim yang lintas fungsi. Hal ini untuk membuat kerja tim lebih efektif, dan masalah yang dipecahkan mendapat solusi paling tepat. Scrum membantu tim untuk memecahkan masalah, dengan memiliki komunikasi yang kuat antar anggota tim tersebut. Kata Kunci : scrum, pembelajaran, pemrograma
KAJIAN LITERATUR: HUBUNGAN ANTARA ATEROSKLEROSIS DAN KARBOHIDRAT MURNI (PANGAN TINGGI GULA) MELALUI TRIGLISERIDA
Aterosklerosis adalah kondisi dimana arteri mengalami pengerasan dikarenakan timbunan plak kolesterol. Aterosklerosis dapat memicu berbagai penyakit denegeratif seperti penyakit jantung koroner (PJK). Aterosklerosis dapat terjadi karena tingginya kadar kolesterol dalam darah dan faktor risiko trigliserida yang dikaitkan dengan konsumsi karbohidrat berlebih. Kasus penyakit kardiovaskuler banyak terjadi pada populasi dengan konsumsi karbohidrat tinggi. Hal ini dikaitkan dengan sifat aterogenik dari karbohidrat. Kelebihan glukosa dari metabolisme karbohidrat akan disintesis oleh hati menjadi trigliserida dan disimpan dalam jaringan adiposa dan dapat memicu obesitas. Diet tinggi karbohidrat diasosiasikan dengan rendahnya kadar total kolesterol, LDL-C, HDL-C dan ApoA. Utamanya, karbohidrat murni seperti gula murni (refined sudgar) yang terkandung pada produk makanan dan minuman ultra proses berkaitan erat dengan peningkatan risiko penyakit jantung koroner. Mempertimbangkan efek negatif dari diet tinggi karbohidrat, terutama karbohidrat murni, maka perlu adanya penekanan pentingnya pemilihan sumber karbohidrat, mengurangi asupan gula tambahan seperti sukrosa dan sirup jagung tinggi fruktosa, serta meningkatkan asupan pangan utuh, alami, dan nabati, seperti sayur-sayuran dan buah-buahan.Kata kunci : aterogenik, aterosklerosis, diet tinggi karbohidrat, nabati, pangan utuh DOI : https://doi.org/10.33005/jtp.v16i1.2881
PERBANDINGAN PERFORMA RESPON WAKTU KUERI MySQL, PostgreSQL, dan MongoDB
Teknologi telah mempengaruhi digitalisasi pada fungsi pekerjaan pada berbagai instansi. Pekerjaan dalam setiap fungsi kerja pada instansi dapat secara mudah dilakukan dengan adanya teknologi. Penggunaan teknologi berupa aplikasi membutuhkan sistem database untuk menyimpan data-data dan informasi pada suatu instansi. DBMS pada dasarnya terbagi menjadi 2 jenis yaitu DBMS relasional dan non-relasional. Contoh dari DBMS relasional adalah MySQL dan PostgreSQL, sedangkan DBMS non-relasional adalah MongoDB. Penelitian ini mengukur waktu yang diperlukan setiap DBMS dalam mengeksekusi query. Penelitian ini melakukan eksekusi pada berbagai skenario query, yaitu INSERT (create), SELECT (read), UPDATE (update), DELETE (delete), SUM, dan COUNT. Dataset yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari open data website kaggle yaitu data tentang permainan catur yang terdiri dari 16 kolom dan 20.058 baris data. Hasil dari penelitian ini yaitu PostgreSQL yang paling cepat waktu respon eksekusi query dibanding DBMS lain. DOI : https://doi.org/10.33005/sibc.v15i1.274
Collaborative Governance in Women Empowerment On Family Affected During the Covid-19 Pandemic In Padang City, West Sumatera Province
ABSTRAK Pandemi Covid-19 telah menyebabkan banyaknya perubahan kepada semua tatanan kehidupan sosial masyarakat. Kegiatan publik yang harus dilakukan pada ruang domestik menyebabkan permasalahan baru pada setiap anggota keluarga. Proses pendidikan yang harus dilakukan di rumah dalam waktu cukup lama, membuat peran orang tua berganti menjadi guru dengan kewajiban mendampingi dan menyediakan sarana pembelajaran yang dilakukan secara online. Disisi lain, pekerjaan yang juga harus dilakukan di rumah memberi pengaruh kepada kondisi perekonomian keluarga. Tidak sedikit keluarga yang terdampak dengan kondisi pandemi ini seperti penurunan pendapatan, hingga kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) bahkan perceraian. Permasalahan ini menyebabkan perempuan sebagai istri mengemban peran ganda dan menjadi masalah tersendiri yang harus diselesaikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis upaya pemerintah daerah melalui konsep Collabotarive Governance sebagai upaya memberdayakan perempuan pada keluarga yang terdampak.Menggunakan metode kualitatif deskriptif diketahui bahwa Pemerintah Daerah Kota Padang menyikapi hal ini dengan memaksimalkan peran semua stakeholder. Cara yang dilakukan adalah dengan membangun kerjasama antara pemerintah dengan tokoh masyarakat, pelaku usaha dan akademisi pada perguruan tinggi untuk memberikan edukasi dan ketrampilan kepada perempuan pada keluarga terdampak agar kembali mandiri dan berdaya. Edukasi antara lain berupa pendampingan belajar bagi anak-anak keluarga terdampak yang dilakukan oleh mahasiswa tahun akhir. Perbaikan ekonomi dilakukan melalui pemberdayaan konsep koperasi pertanian dengan menampung hasil pertanian dan UMKM keluarga terdampak dan didistribusikan secara online. Berhasilnya upaya ini memberdayakan kembali kemandirian perempuan pada keluarga terdampak menjadi pertimbangan bagi pemerintah daerah agar lebih memfariasikan program kerja pda bentuk pendampingan edukasi dan ketrampilan. Tidak selalu pada program bantuan dana sosial.Kata Kunci; Collaborative Governance, Perempuan, Pandemi, Terdampak ABSTRACTThe Covid-19 Pandemic has caused manu changes to all social life strucutures. Public activities that must be carried out in the domestic space cause new problems for each family member. The educational process must be carried out at home for a long time, making the role of parents change to being teachers with the obligation to accompany and provide online learning facilities. On the other hand, work that must also be done at home affects the family's economic condition. Not a few families have been affected by this pandemic, such as a decrease in income, to domestic violence and ecen divorce. This problem causes women as wives to carry out multiple roles and becomes a separate problem that must be resolved. This study aims to analyze the effort of local governments through the concept of Collaborative Governance as an effort to empower women in affected familiesUsing descriptive qualitative methods, it is known that the Padang City Government responds to this by maximizing the role of all stakeholders. The way to do this is to build collaboration between the government and community leaders, business actors and academics at universities to provide education and skills to women in affected families to become independent and empowered. Education, among others, is in the form of learning assistance for children of affected families carried out by final year students. Economic improvement is carried out through empowering the concept of agricultural cooperatives by accommodating agricultural products and Micro Business of affected families and distributing them online. The success of this effort to re-empower women's independence in affected families has become a consideration for local governments to further vary work programs in the form of education and skills assistance. Not always on social fund assistance programs. Key Word;Collaborative Governance, Women, Pandemic, AffectedDOI : https://doi.org/10.33005/jdg.v12i1.298
INTEGRASI KEBIJAKAN LINGKUNGAN: KOORDINASI DALAM PENGELOLAAN LIMBAH BERBAHAYA DAN BERACUN OLEH PEMERINTAH KABUPATEN JOMBANG
ABSTRACTIn 2018, the Jombang Regency Government has formulated a memorandum of agreement to resolve the pollution from Slag Aluminum Industries. The agreement resulted the division of tasks among local departments in dealing with this problem. This also indicates the integration of environmental policies in the non-environmental sector. The purpose of this study is to analyze the coordination of hazardous and toxic waste management policies by the Jombang Regency Government. The data collected by the researcher is primary and secondary data. Data analysis was carried out by categorizing data according to a predetermined research focus. The findings in this study are that coordination among local departments in the development of aluminum slag industrial centers has realized the similarity of priorities among local departments. The priority is about the development of an aluminum slag industrial center that encourages the improvement of public welfare while protecting the environment. The results of the study also found that a high level of policy coordination also strengthened the influence of environmental coalitions in the sector policy-making process and increased sectoral regulatory capacity. In the end they also help to realize the successful integration of environmental policies.Keywords: Environmental Policy Integration, Policy Coordination, Hazardous and Toxic WasteABSTRAKDi tahun 2018, Pemerintah Kabupaten Jombang telah merumuskan nota kesepakatan bersama penyelesaian kasus pencemaran dari industri-industri slag alumunium. Adanya kesepakatan ini menghasilkan pembagian tugas antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam menangani masalah ini. Hal ini juga menandakan adanya integrasi kebijakan lingkungan pada sektor non linkungan. Tujuan penelitian ini yakni menganalisis koordinasi kebijakan pengelolaan limbah asalum oleh Pemerintah Kabupaten Jombang. Data yang dikumpulkan oleh peneliti merupakan data primer dan data sekunder. Analisis data dilakukan dengan kategorisasi data menurut fokus penelitian yang telah ditentukan. Temuan dalam penelitian ini yakni koordinasi antar OPD dalam pengembangan sentra industri slag alumunium menempati tingkatan kedelapan yakni koordinasi telah mewujudkan adanya kesamaan prioritas antar OPD-OPD. Prioritas yang dimaksud adalah menyelenggarakan pembangunan sentra industri slag alumunium yang mendorong peningkatan kesejahteraan warga sekaligus melindungi lingkungan hidup. Hasil studi juga menemukan bahwa tingkatan koordinasi kebijakan yang tinggi juga memperkuat pengaruh koalisi lingkungan dalam proses pembuatan kebijakan sektor dan meningkatkan kapasitas pengaturan sektoral. Pada akhirnya keduanya juga membantu mewujudkan kesuksesan integrasi kebijakan lingkungan.Kata Kunci: Integrasi Kebijakan Lingkungan, Koordinasi Kebijakan, Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun DOI : https://doi.org/10.33005/jdg.v12i1.302
Peluang Green Human Resource Management pada Sektor Publik dalam Mendukung Pembangunan Berkelanjutan
Abstrak Tulisan ini bertujuan untuk melihat bagaimana peluang dari penerapan dari Green Human Resources Management (GHRM) di sektor publik sebagai alternatif pengelolaan sumber daya manusia berwawasan lingkungan yang mendukung pembangunan berkelanjutan. Dengan masih adanya fenomena kerusakan lingkungan akibat aktivitas industri menunjukkan bahwa kesadaran pengelolaan proses bisnis berwawasan lingkungan masih rendah. Oleh karena itu, sektor publik dapat menjadi pionir dalam melaksanakan proses bisnis yang berwawasan lingkungan. Penerapan GHRM dapat dilakukan dengan integrasi pendekatan berwawasan lingkungan pada fungsi-fungsi MSDM. Metode penelitian yang digunakan adalah dengan analisis data sekunder dengan pendekatan critical literature review. Dari penelitian ini diperoleh model implementasi Green Human Resource Management melalui implementasi pendekatan GHRM pada fungsi-fungsi manajemen sumber daya manusia, yaitu rekrutmen dan seleksi yang ramah lingkungan, manajemen kinerja ramah lingkungan, pelatihan dan pengembangan pegawai ramah lingkungan. Keywords : manajemen ramah lingkungan, green human resources management, pembangunan berkelanjutan Abstract This paper aims to look at the opportunities for implementing Green Human Resources Management (GHRM) in the public sector as an alternative to environmentally sound human resource management that supports sustainable development. With the phenomenon of environmental damage due to industrial activities, it shows that awareness of managing environmentally sound business processes is still low. Therefore, the public sector can be a pioneer in implementing environmentally sound business processes. The implementation of GHRM can be done by integrating an environmentally friendly approach to HRM functions. The research method used is secondary data analysis with a critical literature review approach. From this research, the implementation model of Green Human Resource Management was obtained through the implementation of the GHRM approach in human resource management functions, namely environmentally friendly recruitment and selection, environmentally friendly performance management, environmentally friendly employee training and development.Keywords : green management, green human resources management, sustainable development DOI : https://doi.org/10.33005/jdg.v12i1.303
Implementasi Perdagangan Intra-ASEAN: Menuju Integrasi Ekonomi Kawasan Pasca-MEA 2015
AbstractIn 2007, ASEAN member states decided to accelerate the process of regional economic integration by advancing the implementation of the ASEAN Economic Community (EAC) from 2020 to 2015. Statistics from the ASEAN Secretariat in 2019 showed that intra-ASEAN trade in the 2015 AEC period did not increase consistently and tended to stagnate at 20-24 percent. Meanwhile in 2020, it is expected that intra-ASEAN trade can grow by up to 30 percent. This article aims to analyze why there is a phenomenon of inconsistency in the increase in intra-ASEAN trade during the 2015 AEC period taking into account domestic politics and economic interdependence of ASEAN countries. The methods used in this writing are qualitative methods that are analyzed descriptively. Data collection techniques are carried out through library studies, namely the acquisition of data from various sources both books, official news, articles, and other relevant documents. This study shows the results that ASEAN economic integration in addition to being influenced by domestic factors, is also influenced by the economic interdependence of ASEAN countries. Keywords: Regional economic integration, ASEAN Economic Community (AEC), intra-ASEAN tradePada tahun 2007, negara-negara anggota ASEAN memutuskan untuk mempercepat proses integrasi ekonomi regional dengan memajukan implementasi Masyarakat Ekonomi ASEAN (EAC) dari tahun 2020 hingga 2015. Data statistik dari Sekretariat ASEAN pada 2019 menunjukkan bahwa perdagangan intra-ASEAN pada periode MEA 2015 tidak meningkat secara konsisten dan cenderung stagnan di 20-24 persen. Sementara itu pada 2020, diharapkan perdagangan intra-ASEAN dapat tumbuh hingga 30 persen. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis mengapa ada fenomena inkonsistensi dalam peningkatan perdagangan intra-ASEAN selama periode MEA 2015 dengan mempertimbangkan politik domestik dan saling ketergantungan ekonomi negara-negara ASEAN.Metode yang digunakan dalam tulisan ini adalah metode kualitatif yang dianalisis secara deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui kajian perpustakaan, yaitu perolehan data dari berbagai sumber baik buku, berita resmi, artikel, dan dokumen terkait lainnya. Studi ini menunjukkan hasil bahwa integrasi ekonomi ASEAN selain dipengaruhi oleh faktor domestik, juga dipengaruhi oleh saling ketergantungan ekonomi negara-negara ASEAN. Kata-kata kunci: Integrasi ekonomi regional, Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), perdagangan intra-ASEAN DOI : https://doi.org/10.33005/jgp.v9i2.300
RELASI GENDER KELUARGA BURUH PANEN CENGKEH PT. SUMBER SARI PETUNG DI DUSUN SUMBER PETUNG DESA SEMPU KECAMATAN NGANCAR KABUPATEN KEDIRI
There is a double workload and stereotypes that arise in clove harvest workers in PT. Source of petung essence. The purpose of the study was to analyze the gender relations found in the families of clove harvest workers and calculate the contribution of clove harvest workers to the families of PT clove workers. Sumber Sari Petung in Sumber Petung Hamlet, Sempu Village, Ngancar District, Kediri Regency. the method used is qualitative which is descriptive in the formulation of the first problem and quantitative with descriptive statistics. The gender relations of the clove-harvest workers' families resulted in gender injustice in the form of a double workload on the wives of picked laborers and laborers. Doing reproductive work which is a responsibility based on the partiarti culture that developed in Sumber Petung Hamlet and had to work in the productive sector to help meet the needs of the family. There is a gender injustice in the form of stereotypes in the form of wage gaps in picking and pitil workers, where pitil workers get less wages than picking workers who are considered easier. The contribution contributed by clove harvest workers during the harvest season is 9% smaller with a wage of Rp. 2,422,833.33/month compared to doing other work to 42% with a wage of Rp. 10,797,666.66/month. DOI : https://doi.org/10.33005/adv.v11i1.315