E-Journal UPN "Veteran" Jatim (Universitas Pembangunan Nasional)
Not a member yet
    1885 research outputs found

    GARAM SEHAT RENDAH NATRIUM MENGGUNAKAN METODE BASAH

    Get PDF
    Garam konsumsi (NaCl) merupakan kebutuhan yang sangat penting bagi manusia, diantaranya sebagai bumbu dan pengawet makanan. Selama ini kebanyakan orang mengonsumsi makanan hanya memikirkan selera dan rasanya saja sehingga kurang memperhatikan apa yang dibutuhkan oleh tubuh. Hipertensi adalah salah satu permasalahan dalam tubuh, karena peningkatan tekanan darah sistolik dan diastolik. Sebenarnya, garam konsumsi yang dijual bukanlah penyebab dari meningkatnya tekanan darah. Namun, kandungan natrium di dalam garam itulah yang menyebabkan hipertensi. Garam sehat diharapkan dapat menurunkan tekanan darah bagi penderita hipertensi yang memiliki kadar maksimum natrium sebesar 60% berat dan kadar kalium maksimum sebesar 40% berat. Pada penelitian ini akan dibuat garam rendah Natrium dengan penambahan Kalium Klorida (KCl) sebagai bahan campuran. Kadar Natrium dalam garam konsumsi nantinya akan menurun dengan penambahaan kalium klorida, penambahan dilakukan dengan perbandingan massa NaCl dan KCl 1:3, 1:2, 1:1, 2:1, 3:1 dari total massa bahan yang nantinya setiap bahan akan dilarutkan dan diaduk menjadi satu dengan suhu pengadukan 40°C, 70°C, 100°C. Diaduk hingga terjadi proses rekristalisasi. Perbandingan yang paling baik dalam percobaan ini,  untuk mendekati garam dengan kadar NaCl 60% dan KCl 40%, yaitu pada perbandingan massa NaCl dan KCl 1:1 pada suhu 70°C. Kata kunci : garam konsumsi ; garam sehat ; hipertensi ; kalium klorida ; natrium klorida. DOI : https://doi.org/10.33005/jurnal_tekkim.v14i2.204

    FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI EKSPOR CENGKEH INDONESIA TAHUN 2001-2015

    Get PDF
    Cloves origin Indonesia has been known since the 17th century. The presence of clove cigarette factory to make the production of national cloves absorbed in the domestic market so that the amount exported quite fluctuate. In addition to useful food and cooking spices, cloves in certain countries such as China and Japan are in demand for incense makers used in religious ceremonies. This study aims to identify the factors that influence and examine how much influence the amount of production, domestic consumption, domestic prices, export prices and exchange rates on clove export volume in 2001-2015. Data analyzed descriptively analytical with quantitative approach and using equation multiple linear regression. The results showed that production, domestic consumption, domestic prices, export prices and exchange rates had a 53.2% and significant effect on Indonesian clove exports from 2001-2015. Government policy support in empowerment of extension and farmer group organization is needed to increase clove production in Indonesia, so as to increase the export volume of cloves. DOI : https://doi.org/10.33005/adv.v8i2.180

    DAMPAK KLASTER AGRIBISNIS KOPI PADA PENDAPATAN KELOMPOK TANI HARAPAN (Di Desa Amadanom Kecamatan Dampit Kabupaten Malang)

    Get PDF
    Klaster agribisnis adalah salah satu cara untuk meningkatkan posisi tawar petani yang meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan. Penelitian ini telah dilakukan pada kelompok Tani Harapan. Kelompok yang sebelumnya menjadi cluster memiliki kendala untuk mendapatkan modal dan memasarkan kopi yang memperoleh sedikit penghasilan. Tujuan penelitian adalah menganalisis implementasi klaster agribisnis dan dampak klaster agribisnis terhadap pendapatan kelompok Tani Harapan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis deskriptif, dan tabulasi data dengan matriks. Hasil analisis menunjukkan bahwa implementasi klaster agribisnis kopi di kelompok Tani Harapan terdiri dari hulu, pertanian, hilir dan lembaga pendukung yang terintegrasi dalam satu bidang. Pelaksana klaster agribisnis adalah anggota kelompok Tani Harapan dan pemerintah. DOI : https://doi.org/10.33005/adv.v7i2.210

    STRATEGI PENGEMBANGAN KELEMBAGAAN KOPERASI PERTANIAN JERUK PAMELO DI DESA TAMBAKMAS, KECAMATAN SUKOMORO, KABUPATEN MAGETAN

    Get PDF
    The success of the integrated agribusiness system of a commodity must be followed by an increase in farmers' bargaining position, as well as common problems encountered in Tambakmas Village, Sukomoro District, Magetan Regency as the Jeruk Pamelo production center. The development of the Pamelo orange plant has several problems, namely having a weak position and not being able to improve the bargaining position of farmers because it is still in the form of a social institution (ie a farmer group), and has not yet become a socioeconomic institution (cooperative). In many countries, farmer cooperatives not only increase production, productivity and product quality, but also lead to an increase in the welfare and quality of life of their members. This study specifically aims to develop the Jeruk Pamelo farmer cooperative in Tambakmas Village, Sukomoro District, Magetan Regency. This study uses a SWOT analysis used to formulate a strategy, followed by a mapping of strategies to develop a Pamelo orange farmer cooperative in accordance with its character. This method is because the population to be studied is quite large, namely 150 people. The number of samples used in this study was 30 people. The results showed that based on the overall SWOT Analysis, Gapoktan institutional development was in Cell / Quadrant I. In that position the appropriate strategy was Growth Strategy, then the Grand Strategy could be formulated as follows: Formation of Pamelo Orange Cooperative, Pamelo orange agro-tourism development, Capital development farmer groups, and FOBIO development of Pamelo oranges.DOI : https://doi.org/10.33005/adv.v8i2.193

    TEKNIK ENTRI TEKS PADA JAM TANGAN PINTAR: STUDI LITERATUR

    Get PDF
    Jam tangan pintar atau lebih dikenal dengan sebutan smartwatch, merupakan devais komputer digital berukuran mini yang memiliki fungsi selain sebagai jam tangan juga dapat melakukan tugas komputasi cerdas. Oleh karena keterbatasan ukuran layarnya, jam tangan pintar memerlukan teknik desain khusus pada masukan dan keluarannya agar dapat berinteraksi dengan penggunanya. Teknik untuk masukan dan keluaran tersebut, spesifik terhadap jenis aplikasi tertentu. Entri teks seringkali dibutuhkan oleh berbagai aplikasi, namun karena layar jam tangan pintar berukuran kecil, maka teknik entri teks yang biasa digunakan pada komputer personal tidak praktis bila diterapkan pada jam tangan pintar. Penelitian ini berfokus pada eksplorasi teknik-teknik entri teks yang digunakan pada jam tangan pintar, dan evaluasi performanya berdasarkan hasil pengujian yang telah dilakukan tiap metode beserta kesimpulannya.  DOI : https://doi.org/10.33005/sibc.v13i1.179

    INTEGRASI LEVEL API DENGAN MENGGUNAKAN ESB MULESOFT

    Get PDF
    Organisasi bisnis telah banyak yang memiliki sistem informasi, namunkebanyakan masih berjalan secara terpisah. Masalah yang timbul yaitu terjadiketidakefektifan dalam proses pemanfaatannya dan terjadi duplikasi data. Pada sisteminformasi penjualan jual beli baju bekas wanita (SIJELITA) dan Sistem InformasiPenjualan Aksesoris Wanita (SIALANWA) dilakukan pengintegrasian agar data yangterdapat di dua aplikasi tersebut dapat sesuai satu sama lain secara real time. Kedua sistemtersebut berbasis web dan database yang digunakan yaitu mysql. Sistem ini menggunakanintegrasi level API. Pengintergrasian ini dilakukan pada saat admin menginputkan databarang, maka data tersebut akan terupdate pada kedua sistem. Tidak hanya input databarang, tetapi pada saat menghapus data barang di salah satu sistem, maka pada sistem lainjuga akan terhapus data barang tersebu

    INTEGRASI SISTEM INFORMASI AKADEMIK DAN E-LEARNING BERBASIS WEB

    Get PDF
    Pesatnya perkembangan teknologi di era globalisasi ini berperan penting bagi dunia pendidikan,khususnya yang berkaitan dengan perkuliahan maupun administrasi perkuliahan. Sistem InformasiAkademik (SIA) dan E-Learning adalah sistem yang berperan penting dalam dunia pendidikan,namun kedua aplikasi tersebut haruslah terintegrasi agar data tidak terduplikasi yang menjadikankedua aplikasi tersebut tidak efektif. Untuk mengatasi hal tersebut di integrasikanlah kedua sistemmenggunakan integrasi level data, dimana memusatkan pada perpindahan data antar aplikasi dengantujuan membagi data yang sama antar aplikasi

    PENINGKATAN PENGETAHUAN “1000 HPK, SUPLEMENTASI FE, CA DAN ASAM FOLAT PADA IBU HAMIL” DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUKMAJAYA DEPOK TAHUN 2017

    Get PDF
    Periode 1000 HPK terdiri dari 270 hari selama kehamilannya dan 730 hari pada kehidupan pertama bayi yang dilahirkannya, dimana ini merupakan periode masa keemasan awal kehidupan dan penting untuk mencukupi asupan zat gizi mikro pada ibu hamil. Tujuan kegiatan pengabdian masyakarat ini adalah untuk memberikan pengetahuan tentang pentingnya 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) dan suplementasi Fe, Ca dan Asam Folat pada ibu hamil. Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini menggunakan quasy experimental dengan rancangan pre dan post test. Subjek kegiatan pengabdian masyarakat diambil secara random sebanyak 40 orang ibu hamil berada di sekita Puskesmas Sukmajaya Depok. Hasil dari kegiatan penyuluhan ini menunjukkan bahwa Sebagian besar responden memiliki usia pada rentang 19-29 tahun (55%), memiliki tingkat pendidikan SMA (42,5%) dan sebagian besar responden tidak bekerja atau sebagai ibu rumah tangga (82,5%). Rata-rata nilai pre test adalah sebesar 62,9 dengan  skor minimal 9 dan maksimal 90, sedangkan post test setelah intervensi penyuluhan adalah sebesar 78,9 dengan  skor minimal 54 dan maksimal 100. Peningkatan pengetahuan tentang 1000 HPK dan suplementasi Ca, Fe dan asam folat adalah sebesar 16%. Berdasarkan uji statistik terdapat perbedaan pengetahuan yang signifikan antara sebelum dan sesudah penyuluhan (p<0,05). Kata kunci: asam folat; Fe; Ca; ibu hamil; penyuluhan giz

    Inadekuasi Asumsi Race To The Bottom Pada Kasus Penanaman Modal Asing Di Negara China

    Get PDF
    ABSTRACTWithin Developing Countries’s scope, China is the first rank of the largest foreign investmentflows (FDI) recipient. Some studies suggest that factor of cheap labour is the pull factor of FDItowards the country. Wage conditions as determinants of the high acceptance of the FDI isalso often called race to the bottom. However, the data in the case of China shows inadequatein these assumptions. The rising cost of China labor in conjuction with rising of FDI. Result ofthe study showed that wage conditions is not the main factor of to gain foreign investmentmarket, but it is competitive advantage factor such labor productivity, the demand for theChinese domestic market that continues to grow and large, and procurement policies oftechnological innovation has became a decisive factor of FDI.Keywords: Foreign investment, productivity, market demand, innovation polic

    Whither Multilateral Negotiation? China’s Foreign Policy in the South China Sea Dispute

    Get PDF
    ABSTRACTThis paper aims to examine the factors driving China’s rejection of multilateral negotiation to achieve dispute settlement in the South China Sea. China was a relatively closed country striving for internal stability during the leadership of Mao Zedong. The new era for China to engage the world came true after Deng Xiaoping made a history by opening up his country in the late 1970s. From that moment onward, China has been actively involved in varying cooperation both bilaterally and multilaterally. The partners with which China eagerly strengthens its relationship are the neighbors in Southeast Asia. Engagement with the Association of the Southeast Asian Nations (ASEAN) was one of China’s most fateful breaktrhough in the early 1990s, following the sanction imposed by the Western world due to the Tiananmen outbreak in 1989. China-ASEAN relationship has been thriving by leaps and bounds ever since. The South China Sea dispute putting China against Southeast Asian claimants, however, dims the good prospect of better relationship in the future. China’s assertive behavior in dealing with the dispute tarnishes the good image China has been portraying in the last two decades. Adding to such contradiction, China casts aside multilateral talks ASEAN members opt for. Instead, China compels the use of bilateral negotiation to be held between China and each claimant. This paper identifies three factors contributing to China’s preference of bilateral over multilateral negotiation: the apprehension about third party’s infiltration (i.e. the US), the concern over bargaining power, and the non-negotiable position in territorial sovereignty issue.Keywords: China, ASEAN, South China Sea dispute, multilateral negotiatio

    1,629

    full texts

    1,885

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    E-Journal UPN "Veteran" Jatim (Universitas Pembangunan Nasional)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇