E-Journal UPN "Veteran" Jatim (Universitas Pembangunan Nasional)
Not a member yet
1885 research outputs found
Sort by
KARAKTERISTIK MI KERING TERSUBSITUSI TEPUNG KIMPUL YANG DIMODIFIKASI SECARA FISIK
Kimpul merupakan salah satu umbi yang mengandung karbohidrat cukup tinggi sekitar 70-80% denganproporsi amilopektin sebesar 77,4%. Tingginya kadar amilopektin memiliki daya lengket yang kuat, sehinggadapat digunakan sebagai bahan pembentukan sifat kenyal salah satunya mi kering. Penggunaan modifikasifisik bertujuan untuk memperbaiki sifat fungsional pada tepung kimpul. Penelitian ini bertujuan untukmempelajari pengaruh penggunaan modifikasi fisik tepung kimpul terhadap karakteristik mi kering. Penelitianini menggunakan rancangan faktorial dengan dua faktor. Faktor pertama yaitu rasio konsentrasi tepungterigu:tepung kimpul termodifikasi (90%: 10%; 80%:20%; 70%:30%) dan faktor kedua yaitu jenis metodemodifikasi fisik yaitu heat moisture treatment (HMT) dan autoclaving-cooling (AC). Hasil penelitianmenunjukkan bahwa mi kering tersubstitusi tepung kimpul yang dimodifikasi berpengaruh terhadap kadar air,perubahan warna pada mi kering, serta karakteristik sensoris. Peningkatan rasio tepung kimpul yangdimodifikasi akan mengurangi tingkat kesukaan mi kering oleh panelisKata kunci: tepung kimpul, modifikasi fisik, mi kering. DOI : https://doi.org/10.33005/jtp.v14i1.218
PENGARUH KADAR GARAM DAN LAMA FERMENTASI TERHADAP KUALITAS BAKASANG LAOR
Penambahan garam dan lama fermentasi bakasang laor yang dilakukan masyarakat Maluku tidak terkontrol.Hal ini menyebabkan produk bakasang laor yang dihasilkan sangat beragam. Penelitian tentang kualitasbakasang laor belum pernah dilakukan sebelumnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruhkadar garam dan lama fermentasi terhadap kualitas bakasang laor yang meliputi kelimpahan bakteriStaphylococcus, kadar protein dan kualitas organoleptik. Sampel bakasang laor diambil dari pengrajin di DesaLatuhalat, Pulau Ambon. Pengujian kelimpahan Staphylococcus menggunakan media agar garam manitol(MSA), kadar protein menggunakan metode Kjeldahl dan organoleptik dilakukan oleh 20 panelis agak terlatihterhadap tekstur, warna, rasa, dan aroma bakasang laor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah bakteriStaphylococcus tertinggi ditemukan pada perlakuan garam 20% selama 10 hari, yaitu 7,4 log CFU/g dan tidakditemukan pada garam 30% selama 30 hari, kadar protein tertinggi pada perlakuan garam 10% selama 10 hariyaitu 13,78% dan karakteristik organoleptik terbaik pada perlakuan garam 20% selama 30 hari untukparameter rasa dan aroma. Dengan demikian, kadar garam terbaik dalam pengolahan bakasang laorbervariasi sedangkan lama fermentasi terbaik adalah 30 hari.Kata kunci: Bakasang laor, lama fermentasi, kadar protein, kualitas organoleptik, Staphylococcus DOI : https://doi.org/10.33005/jtp.v14i1.218
KARBON AKTIF DARI BATUBARA LIGNITE DENGAN PROSES AKTIVASI MENGGUNAKAN HIDROGEN FLOURIDA
Lignit merupakan jenis batu bara yang mengandung banyak pengotor dan memiliki nilai kalor relatif rendah sehingga tidak banyak dimanfaatkan untuk bahan bakar, tetapi mengandung senyawa karbon yang cukup tinggi sehingga mempunyai peluang untuk dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan karbon aktif. Pada penelitiaan ini dilakukan sintesa lignit menjadi karbon aktif dengan menggunakan aktivator Hidrogen Florida (HF). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konsentrasi aktivator HF dan suhu aktivasi pada pembuatan karbon aktif dari batubara lignit. Proses sintesa lignit menjadi karbon aktif diawali dengan melakukan preparasi batubara melalui proses karbonasi pada temperatur 500oC selama 2 jam. Selanjutnya serbuk batu bara dihaluskan dan diayak untuk diperoleh ukuran yang seragam 100 mesh. Serbuk batu bara direndam pada larutan HF dengan perbandingan 1:10. Konsentrasi larutan HF bervariasiasi sebesar: 2, 2,5, 3, 3,5, 4 % volume. Perendaman dilakukan selama 5 jam pada temperatur 30oC, kemudian larutan disaring dan residu batu bara diaktivasi menggunakan furnace dengan variabel temperatur 700; 750; 800; 850; 900 oC selama 2 jam. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa karbon aktif terbaik didapatkan pada konsentrasi HF 4% dan suhu aktivasi 900oC dengan daya serap terhadap iodin (I2) sebesar 810,75 mg/g, kadar air 1,9992%, kadar zat terbang 0,192%, kadar abu 5,408% dan fixed carbon mencapai 92,401%. DOI : https://doi.org/10.33005/jurnal_tekkim.v15i1.229
Diplomasi Indonesia melalui Indomie terhadap Nigeria
A country does need help from another country to be able to fulfill the living needs of the people of that country. One country that is dependent on other countries is Nigeria. Africa is a continent that has a population of about 40% of the world's population. Africa itself has 40% of the world's population. However, with this large population, countries in the region are experiencing problems in the economic and food sectors. PT. Indofood Sukses Makmur Tbk. see the opportunity. Indomie's entry into the African market indirectly made Indonesian culinary better known. The purpose of this study is to analyze how Indomie as a tool of diplomacy Indonesia to Nigeria to achieve food security and improve bilateral relations between the two countries. This study uses a qualitative-descriptive method. The results of this study indicate that this step is the first step for Indonesia to conduct soft-diplomacy through Indomie with the Nigerian government.Keywords : Diplomacy, Economy Diplomacy, Indonesia, Africa, IndomieSuatu negara pada hakikat membutuhkan bantuan dari negara lain untuk dapat memenuhi kebutuhan hidup masyarakat dari negara tersebut. Salah satu negara yang bergantung pada negara lain yakni Nigeria. Afrika merupakan benua yang mempunyai populasi masyarakat sekitar 40% dari populasi dunia. Namun, dengan banyaknya populasi tersebut membuat negara yang berada di kawasan ini mengalami masalah di sektor ekonomi dan pangan. PT. Indofood Sukses Makmur Tbk. melihat peluang tersebut. Masuknya Indomie di pasar Afrika secara tidak langsung membuat kuliner Indonesia lebih dikenal. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana Indomie dapat menjadi alat diplomasi Indonesia ke Nigeria hingga tercipta ketahanan pangan dan meningkatkan hubungan bilateral diantara kedua negara. Penulis meggunakan metode kualitatif-deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa langkah tersebut menjadi langkah awal Indonesia melakukan soft-diplomacy melalui Indomie dengan pemerintah Nigeria.Kata Kunci : Diplomasi, Diplomasi Ekonomi, Indonesia, Afrika, Indomie DOI : https://doi.org/10.33005/jgp.v8i01.217
ANALISIS KEBUTUHAN DAN PORTOFOLIO APLIKASI BERDASARKAN STRATEGI ORGANISASI (STUDI KASUS DI PRODI TEKNIK INFORMATIKA UPN “VETERAN” JAWA TIMUR)
Abstrak. Perencanaan IT/IS merupakan bagian penting dari perencanaan bisnis / organisasi. Salah satu perencanaan IT/IS adalah perencanaan pengembangan aplikasi, yang diperlukan oleh organisasi sebelum benar-benar mengambil keputusan untuk membangun aplikasi, sehingga biaya atau sumber daya lain yang dikeluarkan tidak sia-sia nantinya. Salah satu tahapan penting yang menjadi kunci keberhasilan dalam pengembangan aplikasi adalah ketepatan dalam menentukan kebutuhan aplikasi, sebagaimana dilakukan pada penelitian ini. Penentuan kebutuhan aplikasi berdasarkan analisis kebutuhan informasi yang dilakukan berdasarkan kebutuhan proses bisnis organisasi, yang pada penelitian ini mengambil studi kasus di program studi Teknik Informatika UPN "Veteran" Jawa Timur. Setelah kebutuhan aplikasi diidentifikasi, Portofolio Aplikasi dibuat untuk menjelaskan peran penting setiap aplikasi dalam organisasi, sehingga dapat digunakan dalam prioritas pengembangan dan rencana investasi ke depannya.Kata Kunci: Analisis kebutuhan, Portofolio aplikasi, dan Strategi Organisasi DOI : https://doi.org/10.33005/scan.v15i1.185
FOTODEGRADASI ZAT PEWARNA TEKSTIL (RHODAMIN B) MENGGUNAKAN ADSORBEN BERBASIS MATERIAL KOMPOSIT KALSIUM TITANATE (CATIO3)
Komposit nanopartikel kalsium titanate (CaTiO3) berhasil disintesis melalui metode solid-state dan proses kalsinasi menggunakan kalsium karbonat (CaCO3) dan titanium oksida (TiO2) anatase. Bahan awal ditetapkan dalam perbandingan molar CaCO3/TiO2 yakni (1:1), (1:5), dan (1:7). Kedua bahan campuran CaCO3 dan TiO2 dilarutkan dan dihomogenkan melalui pengadukan. Campuran larutan yang telah homogen, diendapkan, dikeringkan dan dikalsinasi menggunakan suhu 900oC. Morfologi dan sifat mikro struktural dari bahan CaTiO3 dikarakterisasi menggunakan scanning electron microscopy (SEM) dan analisis energy dispersive X-ray (EDX). Komposit nanopartikel CaTiO3 selanjutnya digunakan untuk fotodegradasi zat pewarna Rhodamine B (RhB) di bawah sinar lampu UV. Hasil investigasi menunjukkan bahwa mekanisme penyerapan (adsorbsi) RhB dan sifat fotokatalitik dari CaTiO3 sangat tergantung pada komposisi bahan awal. Studi kinetika menunjukkan bahwa aktivitas fotokatalitik reaksi CaTiO3 terhadap RhB mengikuti model kinetika orde pertama. Lebih lanjut, 100mg RhB dapat terdegradasi sebesar 97.37% 23.34% pada penggunaan komposisi CaTiO3 sebanyak 0.5 hingga 2.0g dalam waktu 40menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fotokatalis berbasis komposit CaTiO3 sangat efektif dalam mendegradasi zat pewarna RhB. Hal ini dikaitkan dengan besarnya luas permukaan aktif katalis serta kemampuan menghasilkan ion radikal pendegradasi RhB dari proses pemisahan muatan. Kata kunci: CaTiO3; fotodegradasi ; fotokatalisis ; pewarna tekstil ; rhodamine B DOI : https://doi.org/10.33005/jurnal_tekkim.v14i2.202
EFEKTIVITAS POLA KEMITRAAN PT. PABRIK GULA CANDI BARU SIDOARJO JAWA TIMUR DENGAN PETANI MITRA
Penelitian ini bertujuan untuk, menganalisis efektivitas pola kemitraan PT. Pabrik gula Candi Baru Sidoarjo dengan petani mitra dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pola kemitraan efektif PT. Pabrik gula Candi Baru Sidoarjo dengan petani mitra. Analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif, analisis usahatani, analisis biaya dan analisis regresi linier berganda. Proses pengolahan menggunakan SPSS dengan variabel dependen efektivitas kemitraan dan variabel independen adalah kinerja kemitraan, partisipasi petani komitmen dan komitmen. Faktor-faktor ini secara signifikan mempengaruhi efektivitas pola kemitraan dengan pencapaian R Square 70,1%. Pola kemitraan yang ada PT.. DOI : https://doi.org/10.33005/adv.v7i2.210
MITIGASI BENCANA GEMPA DI KOTA SURABAYA (Kajian tentang Upaya Antisipatif Pemerintah Kota Surabaya dalam Mengurangi Resiko Bencana)
Surabaya merupakan salah satu daerah di Indonesia yang berpotensi terjadi bencana alam/gempa. Bencana ini akan membawa dampak yang berat bagi masyarakat yang seringkali diluar kemampuannya. Kerusakan yang ditimbulkan dapat memasuki seluruh spektrum habitat sosial dan alam, mulai dari perumahan dan tempat tinggal, air, makanan, kesehatan, sanitasi, dan pengelolaan limbah hingga jaringan informasi dan komunikasi, pasokan daya dan energi, dan infrastruktur transportasi. Ini merupakan tantangan bagi pemerintah daerah di wilayah terdampak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kegiatan mitigasi bencana yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Surabaya.Penelitian ini menggunakan pendekatan postpositivisme phenomenologi-interpretif dengan paradigma kualitatif. Fokus kajian dalam penelitian ini adalah upaya-upaya antisipatif yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Surabaya dalam mengurangi resiko bencana gempa di Surabaya. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui penelusuran literatur dan dokumen yang relevan dengan fokus kajian. Sejalan dengan pendekatan penelitian yang dilakukan, maka analisis data dilakukan dengan cara cara membuat telaah secara holistik, mencari esensi dan membuat kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Mitigasi bencana gempa di Surabaya dilakukan melalui upaya yang meliputi: a) Sosialisasi dan Simulasi bencana; b) Membangun Informasi, Komunikasi, dan Koordinasi; c) Membangun Posko dan Sarana Tanggap Bencana; d) Membangun Lingkungan Rawan Bencana; e) Reformasi Kebijakan Pembangunan yang berorientasi para Resiko Bencana; f) Penguatan Kapasitas Kelembagaan. 2) Kegiatan mitigasi bencana di Kota Surabaya dilakukan dengan pendekatan proaktif. DOI : https://doi.org/10.33005/jdg.v10i1.204
PROSES KERJASAMA INTERNASIONAL ANTARA PEMERINTAH PROVINSI JAWA TIMUR DENGAN PEMERINTAH PERANCIS UTARA DALAM MENERAPKAN KONSEP “BLUE ECONOMY” DI KAWASAN MADURA KABUPATEN SAPEKE
ABSTRACTThis study describes the process of East Java Provincial Government and the Provincial Government of northern France to carry out international cooperation in the region in their efforts to apply the concept of Blue Economy that becomes a common goal. The background in this activity is the economic sector in East Java under consideration to conduct cooperation with the planned application of the concept of the Blue Economy. While the concept of Blue Economy itself is a form of economic activity in order to maximize the results of marine resources to be a supporter of economic sectors in the region that have the potential of marine wealth that can be managed optimally. From this background, the question that arises is how the East Java Provincial Government and the Provincial Government of Northern France have international cooperation in an effort to implement the concept of the Blue Economy. The question was studied by using the theory of international cooperation, Paradiplomacy, and the Blue Economy. In its activities the East Java Provincial Government and the Provincial Government of Northern France have international cooperation by making several stages called little diplomacy.Keywords : Blue Economy, Paradiplomacy, International Cooperatio