E-Journal UPN "Veteran" Jatim (Universitas Pembangunan Nasional)
Not a member yet
    1885 research outputs found

    Japan and “Two China Question” Legacy of World War II

    Get PDF
    ABSTRACTThe origin of “Two China Question” is often described as the outcome of Chinese Civil War in1949 between Kuomintang (KMT) and Communist Party of China (CPC). It ideologicallydivided China into two countries which still claimed to be the righteous government of Chinesepeople. It remains salient until now. This paper will discuss the origin of this significantphenomenon by pointing out that the Empire of Japan by that time had importantly involvedin the partition of China. Since 1895, the first Sino-Japanese war, it marked the firstseparation of Chinese-speaking people, Taiwan, from Chinese administration. Taiwanunderwent industrial and agricultural development by Imperial Japan which lately supporteddefeated KMT government to lay its establishment in Taiwan. In the mid of Chinese Civil Warin 1931, Manchuria incident halted the annihilation of CPC by KMT who inevitably had to turntheir attention to Japanese invasion. CPC survived from the abyss of extinction and launchedthe famous long march. In 1937, Marco Polo incident ignited the second Sino-Japanese warand abided KMT to form its alliance with CPC against Imperial Japan. The war consumedKMT’s resources and manpower on the one hand. On the other hand, it provided CPC theprecious time to recover and reconstruct its army. Already in 1945, CPC’s army became moreadvantage than KMT’s on battlefield when Civil War resumed and eventually became thevictor in 1949. This paper suggests that with or without intention the Empire of Japan playedan important role in the emergence of “Two China question”.Keywords: “Two China Question”, Kuomintang (KMT), Communist Party of China (CPC), theEmpire of Japa

    IMPLEMENTASI METODE OPTIMISASI MULTI-OBJECTIVE BERBASIS ANALISIS RASIO PADA SISTEM PENERIMAAN SELEKSI PEMAIN BASKET

    Get PDF
    Olahraga basket di Indonesia saat ini mulai berkembang. Banyaknya kompetisi atau pertandingan baik dari golongan pelajar mulai dari SMP, SMA, Universitas hingga golongan professional. Kompetisi yang ada membuat semua tim mempersiapkan segalanya demi mendapatkan kemenangan. Faktor tersebutlah yang menjadi alasan mengapa kompetisi begitu ketat hingga membuat tim-tim yang berlaga akan memberikan yang terbaik untuk timnya. Hal ini yang membuat para pelatih dan official sering menemukan kesulitan dalam menentukan daftar pemain yang akan dibawa dalam suatu kompetisi, apalagi banyaknya pemain basket yang mengikuti seleksi, juga menambah beban pelatih di karenakan kurangnya tenaga yang membantu pelatih dalam menyeleksi. Untuk mengatasi masalah tersebut, dibutuhkan seleksi pemain yang sangat ketat untuk memilih siapa saja yang pantas untuk masuk tim inti. Tujuan dari penelitian ini adalah membuat sebuah aplikasi sistem pendukung keputusan seleksi pemain basket agar pelatih dapat mengevaluasi peforma tim dan bisa lebih mudah dalam menyeleksi pemainnya. Metode yang digunakan adalah Metode Optimisasi Multi-Objective Berbasis Analisis Rasio. Metode ini sangat sederhana dibanding metode yang lain, lebih stabil, dan kuat. Dengan memasukkan data dari pelatih menjadi matriks, menormalisasi matriks, menghitung nilai opimasi multiobjektif, maka hasil seleksi dapat diketahui. Hasil dari penelitian ini yaitu aplikasi ini mampu menyeleksi pemain basket dengan memasukkan data-data atribut yang dibutuhkan dalam seleksi tim. Selain itu juga memiliki hasil yang akurat dengan tingkat akurasi mencapai lebih dari 90%.   DOI : https://doi.org/10.33005/scan.v15i3.228

    CASE BASED REASONING MENGGUNAKAN ALGORITMA K-NEAREST NEIGHBORS UNTUK PENANGANAN PENYAKIT IKAN CUPANG HIAS

    Get PDF
    Abstrak. Dalam usaha meningkatkan kualitas ikan Cupang hias dan mengurangi angka kematian akibat penyakit ikan hias, dibutuhkan pakar perikanan yang berpengalaman. Saat ini ketersediaan sumber daya pakar perikanan masih sangat terbatas dan banyak pengetahuan pakar yang hilang akibat kurangnya dokumentasi. Tujuan yang hendak dicapai adalah merancang suatu prototipe sistem penalaran berbasis kasus (CBR) yang dapat digunakan sebagai alat bantu untuk melakukan diagnosa penyakit pada ikan hias. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan algoritma K Nearest Neighbors. Kesimpulan yang diperoleh adalah prototipe sistem CBR ini dapat mendiagnosa penyakit ikan hias dengan baik dan hasil analisisnya dapat diterima oleh pakar ikan Cupang hias maupun pengguna non pakar. Namun sistem ini masih memiliki kekurangan yaitu keterbatasan dalam basis pengetahuannya. Penggunaan sistem CBR ini tidak dimaksudkan untuk menggantikan pakar perikanan melainkan sebagai alat bantu dalam mendiagnosa penyakit pada ikan Cupang hias.Kata kunci: Case Based Reasoning, Ikari Cupang, Nearest Neighbors DOI : https://doi.org/10.33005/scan.v15i2.208

    OPTIMALISASI PEMAKAIAN STARTER EM4 DAN LAMANYA FERMENTASI PADA PEMBUATAN PUPUK ORGANIK BERBAHAN LIMBAH CAIR INDUSTRI TAHU

    Get PDF
    Limbah cair tahu  dapat dijadikan salah satu jenis  pupuk organik karena mengandung makro hara  seperti N, P, K , C-Organik dan  dengan memanfaatkan kemampuan mikroorganisme untuk melakukan proses fermentasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan starter EM4 dan lamanya proses fermentasi agar diperoleh pupuk cair yang memenuhi standar. Rancangan percobaan menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) yang melibatkan dua faktorial yaitu variasi penambahan starter EM4 yaitu 10 ml; 20 ml; 30 ml; 40 ml; dan 50 ml yang dicampur dengan jus kulit pisang dan tetes dengan lamanya proses fermentasi yaitu  4  jam,5 hari, 10 hari dan 15 hari. Hasil  analisa awal limbah cair tahu adalah nitrogen total 0,36%; fosfat sebagai P2O5 0,23% dan kalium sebagai K2O 0,33%. Dari penelitian diperoleh   kondisi yang paling optimal adalah dengan pemakaian starter EM4 sebanyak 40ml dan lamanya proses fermentasi 10hari dengan  komposisi pupuk yang diperoleh  nitrogen N2 1,3%, fosfor sebagai P2O5 1,21% dan kalium sebagai K2O  3,33%. Namun dari hasil yang diperoleh ternyata kadar nitrogen dan fosfat sebagai P2O5 masih belum memenuhi stadart mutu Permentan No.70/Permentan/SR.140/10/2011 tentang pupuk organik cair, sehingga pupuk ini masih belum layak  diproduksi secara komersial, namun masih tetap bisa digunakan untuk kalangan sendiri.  DOI : https://doi.org/10.33005/jurnal_tekkim.v15i1.230

    Pengaruh Marketing Mix Terhadap Penjualan (Studi Pada Toko Pakaian Bekas Remaja)

    No full text
    Keputusan pemasaran seringkali berkaitan erat dengan empat masalah pokok, yakni produk, harga, tempat, dan promosi yang merupakan varibel-variabel dalam marketing mix. Dalam memilih sebuah produk konsumen tentunya memiliki kriteria evaluasi diantaranya  bagaimana kualitas produk, harga serta pelayanan yang diberikan dan tentunya marketing yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan melihat seberapa pengaruhnya marketingmix terhadap penjualan pada toko pakaian bekas di kota Surabaya. Teknik pengumpulan datanya dengan menggunakan kuesioner, populasi dalam penelitian ini para konsumen yang datang dan membeli pakaian bekas toko, sampel dalam penelitian ini sebanyak 40 responden. Pengambilan sampelnya, menggunakan teknik purposive sampling dimana konsumen yang memeli pakaian bekas. Teknik analisis data dan uji hipotesis menggunakan analisis regresi linier berga ndadimana untuk menentukan ketepatan prediksi dan pengaruh yang terjadi antara variabel independen dan dependen. Hasil analisis menunjukkan bahwa secara simultan (Uji F) variabel bebas Product (X1), Price (X2), Place (X3), Promotion (X4) secara simultan bersama-sama mempunyai pengaruh terhadap variabel terikat Tingkat penjualan (Y) pada toko pakaian bekas Senja SecondBrand. Sementara itu secara parsial (uji T) variabel yang berpengaruh secara signifikan adalah Product dan Price, sedangkan Place dan Promotion memiliki pengaruh tetapi tidak signifikan terhadap keputusan konsumen dan tingkat penjualan pada toko pakaian bekas Senja SecondBrand.Kata kunci : Marketing mix, Penjuala

    PENGARUH MOTIVASI DAN BUDAYA ORGANISASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA PT. KAI DAOP 8 SURABAYA

    No full text
    Tanlangan bagi setiap perusahaan adalah menyiapkan diri menghadapiglobalisasi perekonomian untuk mendapatkan keunlungan secara maksimal sekaligusmengurangi kerugian dari persaingan global melalui pengelolaan sumber daya yangefisien dan efektif. Kualitas sumber daya manusia ditcnlukan oleh sejauh mana sistem dibidang sumber daya manusia.Tujuan penelitian ini unluk mengetahui pengaruh motivasi kerja dan budayaorganisasi terhadap kinerja karyawan pada PT. Kerela Api Indonesia Daop 8 Surabayabaik secara simultan dan parsial. Jenis penelitian menggunakan deskriptif denganpendekatan kuantitatif.Populasi dalam penelitian ini adalah karyawan PT. Kereta Api Indonesia Daop 8Surabaya. Teknik pengambilan sampel adalah probability sampling dengan ProportionateStratiied Random Sampling. dengan mengambil sampel sebanyak 66 responden. Variabelbebas yaitu Motivasi Kerja dan Budaya Organisasi sedangkan variabel terikat yaituKinerja Karyawan. Untuk membuktikan hipotesis yang diajukan. digunakan AnalisisRegresi Linier Berganda. Uji F dan Uji t.llasil penelitian menunjukkan bahwa Motivasi Kerja dan Budaya Organisasiberpengaruh signifikan secara simultan terhadap kinerja karyawan dapat dilihat bahwaFhitung (10.766) > Ftabel (3.14). Motivasi kerja dan budaya organisasi berpengaruhsignifikan secara parsial terhadap kinerja karyawan dapat dilihat bahwa variabel motivasikerja (0.001) < (0.005) dan thitung (3.813) > ttabel (1.66980), variabel budaya organisasi(0.003) < (0,005) dan thitung (3.046) > ttabel (1.66980).Keyword: Motivasi kerja, Budaya Organisasi, Kinerja Karyawa

    PENGARUH MOTIVASI BERWIRAUSAHA DAN LINGKUNGAN SOSIAL TERHADAP MINAT BERWIRAUSAHA (Studi Kasus pada Dusun Beton Desa Tritunggal Kecamatan Babat Kabupaten Lamongan)

    Get PDF
    This study aims to determine the influence of: (1) Entrepreneurship Motivation and Social Environment on Entrepreneurship Interest in Beton Hamlet people. (2) Entrepreneurship Motivation on Entrepreneurship Interest in Beton Hamlet people. (3) Social Environment on Entrepreneurship Interest in Beton Hamlet people.  This study is quantitative research. The population of this study  is 163 Beton Hamlet people as convection business owner. The sample is 116 respondents among them. The probability sampling technique was employed to obtain the sample of the study. The data of this study were obtained through questionnaires. Analysis Prerequisite Test of this study consisted of multicolinearity test, autocorrelation test, heteroscedasticity test, and normality test. Multiple linear regression technique were employed as the data analysis technique. The result shows that: (1) Simultaneously, there is a positive and significant influence of Entrepreneurship Motivation and Social Environment on Entrepreneurship Interest in Beton Hamlet people (2) Partially, there is a positive and significant influence of Entrepreneurship Motivation on Entrepreneurship Interest in Beton Hamlet people. (3) Partially, there is a negative and significant influence of Social Environment on Entrepreneurship Interest in Beton Hamlet people. This is becauseBeton Hamlet people can not immediatelly accept the influence of Social Environment (external factor) in fostering Entrepreneurship Interest. Other factors are needed that can support the Entrepreneurship Interest, especially from internal factors. Entrepreneurship Interest is the most dominant variable influencing on Entrepreneurship Interest in Beton Hamlet people Tritunggal Village Babat District Lamongan Regency. Keywords: Entrepreneurship Motivation, Social Environment, Entrepreneurship Interest

    OPTIMALISASI MANAJEMEN PHBS PADA SANTRI DI SMP IT AL-HIDAYAH BOGOR TAHUN 2019

    Get PDF
    Abstract Scabies remains one of the most common of skin diseases seen in developing countries. The prevalence of scabies in Islamic boarding schools is still high because it allows the students to live together in one place which is a factor in the consideration of the vulnerability of this population to scabies transmission. Prevention of scabies can be done through improvement of Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) which has the various aspects about personal hygiene, environmental hygiene, and healthy behaviour. This counseling aimed to provide information knowledge about PHBS especially in the prevention of scabies in SMP IT Al-Hidayah Bogor 2019. Counseling was carried out for 40 minutes using power point media. We assessed the increasing of knowledge before and after counseling with the quetionnaire of pre-test and post-test consisted of 10 questions. Total number of 82 students were included but only 62 students completed the questionnaire. There is a significant difference between knowledge before and after counseling (p value: 0,000), with the mean score of pre-test was 58.41, and the mean score of post-test was 79.86. There is need to increase health promotion regarding PHBS in other densely populated such as orphanages, use different method of counseling to assess which method is more effective in increasing the knowledge, and pay more attention of how to get complete questionnaire. Key words: Counseling, PHBS, scabies, SMP IT Al-Hidayah Bogor Abstrak Kudis tetap menjadi salah satu penyakit kulit yang paling umum terlihat di negara-negara berkembang. Prevalensi skabies di pesantren masih tinggi karena memungkinkan siswa untuk hidup bersama di satu tempat yang merupakan faktor dalam pertimbangan kerentanan populasi ini terhadap penularan skabies. Pencegahan skabies dapat dilakukan melalui peningkatan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yang memiliki berbagai aspek tentang kebersihan pribadi, kebersihan lingkungan, dan perilaku sehat. Konseling ini bertujuan untuk memberikan informasi tentang PHBS terutama dalam pencegahan skabies di Al-Hidayah Bogor IT Middle 2019. Konseling dilakukan selama 40 menit menggunakan media power point. Kami menilai peningkatan pengetahuan sebelum dan sesudah konseling dengan kuesioner pre-test dan post-test yang terdiri dari 10 pertanyaan. Jumlah total 82 siswa dimasukkan tetapi hanya 62 siswa yang mengisi kuesioner. Ada perbedaan yang signifikan antara pengetahuan sebelum dan sesudah konseling (nilai p: 0,000), dengan skor rata-rata pre-test adalah 58,41, dan skor rata-rata post-test adalah 79,86. Ada kebutuhan untuk meningkatkan promosi kesehatan tentang PHBS di populasi padat lainnya seperti panti asuhan, menggunakan metode konseling yang berbeda untuk menilai metode mana yang lebih efektif dalam meningkatkan pengetahuan, dan lebih memperhatikan cara mendapatkan kuesioner lengkap. Kata kunci: Konseling, PHBS, scabies, Sekolah Menengah IT Al-Hidayah Bogor                                  

    PENGARUH MOTIVASI, LINGKUNGAN KERJA DAN BUDAYA ORGANISASI TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN PT. SURYA SAKTI UTAMA, SURABAYA

    Get PDF
    Human Resources have a very important role for success or benchmark for an organization or company, because humans are living assets that need to be considered specifically by a company or organization. PT. Surya Sakti Utama Surabaya is a footwear manufacturer. Based on the background above, the purpose of this study is to find out whether motivation, work environment and organizational culture have an influence simultaneously and partially to employee work productivity of employees at  PT. Surya Sakti Utama Surabaya. This type of research is quantitative research. This study uses primary data, namely data taken directly from the questionnaire (questionnaire) filled out by respondents. Population taken is a production department employee. The sample used was 100 employees in the production section of PT. Surya Sakti Utama Surabaya. The independent variables are motivation, work environment, and organizational culture, while the dependent variable is employee work productivity. To prove the hypothesis proposed, used Multiple Linear Regression Analysis and F Test, t Test Based on data analysis, it can be concluded that there are significant simultaneous influences between Motivation, Work Environment, and Organizational Culture on Employee Productivity. But for the Work Environment there is no partial effect on Employee Productivity, while Motivation andOrganizationalCulture partial effect on work productivity of employees. Keyword: Motivation, Work Environment and Organizational Culture on Work Productivity  

    INTEGRASI SISTEM PAKAR PADA APLIKASI KOHORT IBU HAMIL BERBASIS WEB DENGAN METODE CERTAINTY FACTOR

    Get PDF
    Abstrak. Pada pemeriksaan KIA di Puskesmas, perekaman medik dilakukan dalam bentuk kohort secara manual. Hal tersebut menyebabkan bidan menghadapi beberapa kendala antara lain, sulitnya pembacaan riwayat rekam medik pasien, lambatnya proses pencarian data pasien. Kemudian keterbatasan dokter spesialis kandungan di puskesmas menyebabkan diagnosa penyakit pada ibu hamil sulit dilakukan. Penelitian ini mengembangkan system rekam medis kohort ibu hamil berbasis web yang terintegrasi dengan system pakar dengan metode certainty factor dengan tingkat akurasi diagnosa awal penyakit pada ibu hamil adalah sebesar 75%.Kata kunci: kohort, ibu hamil, sistem pakar, ceratinty factor DOI : https://doi.org/10.33005/scan.v15i2.204

    1,629

    full texts

    1,885

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    E-Journal UPN "Veteran" Jatim (Universitas Pembangunan Nasional)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇