E-Journal UPN "Veteran" Jatim (Universitas Pembangunan Nasional)
Not a member yet
1885 research outputs found
Sort by
KLASTERISASI DATA PADA TOKO OBAT MENGGUNAKAN METODE K-MEANS UNTUK ANALISA KETERSEDIAAN BARANG
Toko obat setiap harinya menyediakan ketersediaan obat namun banyaknya pembelian obat setiap harinya menyebaban toko obat sering kali kehabisan stok. Masalah ini disebabkan karena ukuran data yang besar dan tidak lengkap. Penelitian ini digunakan untuk proses klasterisasi data obat yang cepat laku dan tidak. Dengan menggunakan metode K-Means, salah satu metode klasterisasi tidak terpandu yang mampu mengelompokkan data berdasarkan pola tertentu. Proses klasterisasi berhasil mendeteksi bahwa terdapat 100 jenis obat yang tidak ada permintaan sama sekali, dan 300 obat yang cepat laku. Selain itu penelitian ini memerlukan penelitian lanjutan untuk mendapatkan analisa hasil klaster dengan nilai centroid yang lebih baik. DOI : https://doi.org/10.33005/sibc.v13i2.213
Diplomasi Kesehatan di Era Pandemik Global: Analisa Bantuan Penanganan Covid-19 dari Negara Jepang dan Korea Selatan ke Indonesia
Currently, the world is experiencing a threat against human security due to the spread of Covid-19. The WHO have initiated global health diplomacy since 2007 to tackle the global health crisis. This often takes form of a multilateral cooperation seeking to construct a collective action. Actors working together to promote a global policy recommendation. This paper seeks to argue that we can observe a duality of health diplomacy using the case of Covid-19. On one side, a collective action is a crucial element to tackle a global issue. However, on the other hand, a collective action a form of diplomacy of one country aiming to pursue specific economic interest. In the case of health diplomacy from Japan and South Korea to Indonesia, the longevity of global value chain becomes the prominent economic interest. Keywords: human security, global value chain, health diplomacy Saat ini, dunia sedang mengalami ancaman keamanan akibat penyebaran virus Covid-19, yang menjadi pandemi global. Pada dasarnya, guna mengatasi masalah kesehatan secara global, sejak tahun 2007 WHO menginisiasi global health diplomacy yang merupakan bentuk komitmen dan kerja sama multilateral yang dilakukan oleh negara-negara di dunia. Konsep global health diplomacy merujuk pada proses negosiasi multilevel dan multiaktor yang dilakukan guna membentuk dan mengatur kebijakan global untuk kesehatan. Tulisan ini hendak menggarisbawahi bahwa ada dualitas yang dapat kita observasi. Di satu sisi, terdapat pentingnya sebuah aksi kolektif dalam mengatasi isu pandemik yang mengancam keamanan seluruh manusia secara global. Di sisi lain, tulisan ini mengajukan argumen bahwa aksi kolektif dalam menangani COVID-19 juga memiliki nilai lebih sebagai suatu bentuk diplomasi yang dilandasi kepentingan ekonomi yang tangible. Keberlangsungan sistem produksi global sangat dipengaruhi oleh hubungan bilateral yang kondusif dan sekaligus bebas dari ancaman terhadap keselamatan manusia. Kata Kunci: keamanan manusia, sistem produksi global, diplomasi kesehatan DOI : https://doi.org/10.33005/jgp.v8i01.216
PENGUATAN UMKM MELALUI PENERAPAN SERVICESCAPE MODEL UNTUK MENINGKATKAN JANGKAUAN PEMASARAN DI KECAMATAN SAWAHAN SURABAYA
Abstract Community service activities carried out by the Community Service Team in the Sawahan Sub-District of Surabaya aim to provide knowledge about the application of the servicecape model for umkm actors as a marketing strategy and provide skills to MSME owners in shaping the consumer mindset through the pattern of perceived sacrifice with the main objective being to increase marketing reach. The direct benefit of this community service activity is as additional knowledge, skills and experience to MSME owners related to the application of the servicescape model in increasing marketing reach. The expected benefit of derivatives is that the application of the servicescape model as a marketing strategy can increase the sales turnover of MSME owners and be able to prosper the community in the Sawahan District of Surabaya. Community service activities are carried out in the form of training by providing material and practice of applying the servicescape model as a marketing strategy. The target audience for this community service activity is the owners of MSMEs in Sawahan District, amounting to 50 people. The method of activities used in community service is the method of lecture, question and answer, discussion and practice. Evaluation of activities in community service is an aspect of continuous knowledge and skills. Keywords: MSME; Servicescape; Perceived Sacrifice; Marketing Abstrak Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan oleh Tim Pengabdian Kepada Masyarakat di Kecamatan Sawahan Surabaya bertujuan untuk memberikan pengetahuan tentang penerapan model servicescape bagi para pelaku umkm sebagai strategi pemasaran dan memberikan keterampilan kepada pemilik UMKM dalam membentuk mindset konsumen melalui pola perceived sacrifice dengan tujuan utama adalah untuk meningkatkan jangkauan pemasaran. Manfaat langsung dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini ialah sebagai tambahan pengetahuan, keterampilan dan pengalaman kepada pemi- lik UMKM terkait dengan penerapan model servicescape dalam meningkatkan jangkauan pemasaran. Manfaat turunan yang diharapkan adalah dengan adanya penerapan model servicescape sebagai strategi pemasaran dapat meningkatkan omzet penjualan pemilik UMKM dan mampu untuk mensejahterakan masyarakat di Kecamatan Sawahan Surabaya. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dalam bentuk pelatihan dengan pemberian materi dan praktik penerapan model servicescape sebagai strategi pemasaran. Khalayak sasaran dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah pemilik UMKM di Kecamatan Sawahan berjumlah 50 orang. Metode kegiatan yang digunakan dalam pengabdian kepada masyarakat ini adalah metode ceramah, tanya jawab, diskusi dan praktik. Evaluasi kegiatan dalam pengabdian masyarakat ini adalah aspek pengetahuan dan keterampilan yang berkesinambungan. Kata Kunci: UMKM; Servicescape; Perceived Sacrifice; Pemasara
PKM KELOMPOK KADER DALAM PENYULUHAN CEGAH ANEMIA PADA REMAJAPUTRI DI KELURAHAN PASIR PUTIH DEPOK
Abstract Nutrition problems that often occur in adolescent girls are an increase in nutrient intake which will cause malnutrition, lack of energy, lower energy proteins and anemia can occur. Based on Riskesdas data in 2013 and 2018, anemia problems and TTD consumption occur in Indonesia (Riskesdas 2013,2018). Jakarta Veterans National Development University represented by LPPM encourages lecturers to do community service (PKM) to help solve problems in the Pasir Putih Village, Depok. The purpose of the program for the community (PKM) is to renew the knowledge of cadres related to adolescent problems that are often found in the Pasir Putih Village area. Community service activities (PKM) take place in the Pasir Putih Village. At the community service (PKM) activity, the head of the village, the head of community welfare, the PKK woman and the cadres attended. The cadres who participated in this main activity represented all RWs in the Pasir Putih village administration. In total there were 29 cadres. Participants received anemia leaflet and booklet. Keywords: Anemia, Diet, Cadre Abstrak Masalah gizi yang sering terjadi pada remaja putri adalah kurangnya asupan zat gizi yang akan menyebabkan gizi buruk, kurang energi kronis, kurang energi protein dan dapat terjadi anemia.Berdasarkan data Riskesdas pada tahun 2013 dan 2018, masasah anemia dan konsumsi TTD merupan masalah yang masih banyak terjadi di Indonesia (Riskesdas 2013,2018). Universtias Pembangunan Nasional Veteran Jakarta diwakilkan LPPM mendorong dosen untuk melakukan pengabdian kepada masyarakat (PKM) untuk membantu menyelesaikan masalah yang terdapat di Kelurahan Pasir Putih, Depok. Tujuan program kepada masyarakat (PKM) adalah untuk membaharui pengetahuan para kader terkait masalah remaja putri yang sering ditemukan di daerah Kelurahan Pasir Putih. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) berlangsung di Kelurahan Pasir Putih. Pada kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) hadir kepala kelurahan, kepala kesejahteraan masyarakat, ibu PKK dan para kader. Para kader yang menjadi peserta utama kegiatan ini mewakili seluruh RW yang ada di daerah pemerintahan Kelurahan Pasir Putih. Total yang hadir mencapai 29 kader. Peserta mendapatkan leaflet dan booklet Anemia. Kata Kunci: Anemia, Diet, Kader
INDEKS KEPUASAN MASYARAKAT ATAS PELAYANAN PUSKESMAS TERAKREDITASI MADYA DI KABUPATEN KUBU RAYA PROVINSI KALIMANTAN BARAT
This study aims to determine the extent of community satisfaction with the services provided by the Middle Accredited Puskesmas in Kuburaya Regency, West Kalimantan Province, namely Puskesmas,Sungai Durian, Puskesmas Sungai Raya Dalam and Puskesmas Sungai Kakap. The research method used in this research is descriptive statistics which illustrates the results of descriptive statistical analysis by measuring the Community Satisfaction Index that is looking for IKM Value and then comparing the results of the IKM value with the criteria determined according to Kepmenpan RB of 2009. Data collection using survey methods with tools help in the form of a questionnaire, with a score of 1 to 4 Likert scale. The results of this study indicate that the three Middle Accredited Puskesmas are generally rated by service users as being good in providing services in Puskesmas. But the value of each Puskesmas is different for each of the nine elements assessed. The perceived value is still low by users of the Puskesmas services related to service requirements and procedures. While the highest value related to the nine service elements is the clarity and certainty of service and the friendliness of the officers in providing services. In general, the three Puskesmas are based on the IKM Value of Puskesmas Sungai Durian 75.75, Puskesmas Sungai Raya Dalam at 73.75 and Puskesmas Sungai Kakap at 70.25, all of which are in the range of 62.51 - 81.25 meaning that the criteria are good in providing services to service users. The recommendations for the three Puskesmas are to be able to improve services on service elements that are still considered low by service users by eliminating unnecessary requirements and shortening service procedures without reducing service quality. Keywords: Services, Middle Accredited Puskesmas, Satisfaction Index Society (IKM
PENINGKATAN KESEJAHTERAAN DAN EKONOMI MASYARAKAT MELALUI PELATIHAN KETERAMPILAN KERAJINAN TANGAN
Abstract This training was motivated by the situation in one of the community groups, TPQ of Nurul Hikmah Gunung Anyar Surabaya, the majority of them were young women who did not work. Their hopes and desires are to have income without leaving the house. However, the problem is the lack of knowledge and skills in entrepreneurship. Therefore it is necessary to hold training to support young mothers to be independent. The mentioned Craft Skills Training is flannel training. This training uses only simple tools such as needles, pencils, rulers, scissors and glue gun. Through this craft skills training is expected to be the initial provision to open a business and is expected to be wider able to open job vacancies. This training produced handicraft products in the form of pencil cases, key chains and cellphones. The results of these skills can be sold online or offline, one of them by utilizing the social media they have. The implementation method to achieve the goal, is divided into three stages: first, counseling about the importance of having skills. Secondly, empowering housewives through training and thirdly, increasing production and marketing. The participation of TPQ Nurul Hikmah ladies greatly determines the success of the program that has been implemented. Keywords: independence, training, crafts Abstrak Pelatihan ini dilatarbelakangi oleh keadaaan di salah satu kelompok masyarakat, yaitu di perkumpulan TPQ Ibu-ibu Nurul Hikmah Gunung Anyar Surabaya mayoritas dari mereka adalah ibu muda yang tidak bekerja. Harapan dan keinginan mereka adalah mempunyai pendapatan tanpa harus keluar rumah. Akan tetapi yang menjadi kendala adalah minimnya pengetahuan dan keterampilan dalam berwirausaha. Oleh karena itu perlu diadakan pelatihan yang menunjang agar ibu-ibu muda bisa mandiri. Pelatihan Keterampilan Kerajinan Tangan yang dimaksud adalah pelatihan kain flanel. Pelatihan ini hanya menggunakan alat-alat sederhana seperti jarum, pensil, penggaris, gunting dan lem tembak. Melalui pelatihan keterampilan kerajinan tangan ini diharapkan menjadi bekal awal untuk membuka usaha dan diharapkan lebih luas mampu membuka lowongan pekerjaan. Pelatihan ini menghasilkan produk-produk kerajinan berupa tempat pensil, gantungan kunci dan tempat HP. Hasil keterampilan ini bisa dijual dengan cara online maupun offline, salah satunya dengan memanfaatkan sosial media yang mereka miliki. Adapun metode pelaksanaan untuk mencapai tujuan, terbagi menjadi tiga tahap: yang pertama, penyuluhan tentang pentingnya memiliki keterampilan. Yang kedua, pemberdayaan ibu-ibu rumah tangga melalui pelatihan dan yang ketiga, peningkatan produksi dan pemasaran. Partisipasi ibu-ibu TPQ Nurul Hikmah sangat menentukan keberhasilan terhadap program yang telah dilaksanakan. Kata Kunci: kemandirian, pelatihan, kerajinan tanga
ANALISIS EFEKTIVITAS SISTEM INFORMASI ANJUNGAN DALAM PELAYANAN JASA BONGKAR MUAT PT PELABUHAN INDONESIA III (PERSERO) REGIONAL JAWA TIMUR
Implementation of information systems in the enterprise need to be evaluated to measure the success rate of the system. Judging from the degree of use, user satisfaction, as well as the impact of the use of the system for individual/company. This study aims to measure the effect of system quality, information quality, and service quality over the use and satisfaction of individual users as well as the impact of the use of the Anjungan in the loading and unloading services PT Pelindo III Regional East Java. The study population was the Anjungan and terminal customers Jamrud. Samples were obtained using purposive sampling technique amounted to 58 companies. Data were collected by questionnaire. The data collected using the Partial Least Square. The results show that the Quality System and significant positive effect on the Use and User Satisfaction. Information quality and no significant positive effect on usage, and no significant negative effect on User Satisfaction. Quality of Service positive and significant impact on usage, and no significant negative effect on User Satisfaction. The use of positive and not significant to user satisfaction. The use of a significant negative effect on the impact of the individual. User satisfaction and no significant negative effect on the impact of the individual. Keywords: System quality, information quality, service quality, and usage, user satisfaction, individual impact.
ADSORPSI Fe3+ DARI LARUTAN Fe2(SO4)3 DENGAN KITOSAN CANGKANG KUPANG PUTIH
Kitosan merupakan kitin yang telah dihilangkan gugus asetilnya dengan menggunakan basa kuat. Dalam limbah cangkang kupang mengandung 2% kitin. Limbah cangkang kupang, jumlahnya melimpah dan mudah diperoleh. Dengan memanfaatkan limbah cangkang sebagai kitosan, akan turut mengurangi terjadinya pencemaran tanah dan polusi udara. Penelitian ini untuk menentukan kondisi optimum proses adsorpsi logam Fe3+ menggunakan kitosan dari cangkang kupang putih guna mencari berat kitosan, konsentrasi larutan Fe2(SO4)3 terhadap adsorpsi logam Fe3+ oleh kitosan, dan menentukan model persamaan adsorpsi yang sesuai dalam proses adsorpsi logam Fe3+ dengan kitosan cangkang kupang putih. Penelitian ini menggunakan metode adsorpsi. Didapatkan hasil yakni, persen penyerapan logam Fe3+ yang terbaik pada penambahan kitosan 4gr dengan konsentrasi larutan Fe2(SO4)3 300ppm sebesar 99,9896%. Proses adsorpsi ini tidak memenuhi persamaan adsorpsi Freundlich, tetapi memenuhi pada persamaan adsorpsi Langmuir. Model persamaan adsorpsi Langmuir yang diperoleh ialah, Jumlah penambahan kitosan yang terbaik ialah 4gr pada konsentrasi larutan Fe2(SO4)3 900ppm dengan nilai Xm/m = 0,025190. Kata Kunci : adsorpsi; kitosan; logam Fe3+ DOI : https://doi.org/10.33005/jurnal_tekkim.v14i2.202
BIODIESEL DARI MINYAK JARAK PAGAR DENGAN TRANSESTERIFIKASI METANOL SUBKRITIS
Percobaan bertujuan untuk mengetahui pengaruh temperatur, dan waktu reaksi terhadap yield dan kandungan biodiesel yang diproduksi dari tanaman jarak pagar (Jatropha curcas L.). Percobaan dilakukan dalam sebuah reaktor batch dengan kondisi reaksi rasio mol minyak dan metanol adalah 1:30 dengan variabel temperatur reaksi 125oC, 175oC, dan 225oC dengan waktu reaksi 2jam, 4jam, dan 6jam. Kemudian sampel akan dianalisis dengan uji FFA (Free Fatty Acid) dan GC (Gas Chromatography). Hasil analisis dapat digunakan untuk menentukan yield biodiesel. Peningkatan temperatur, menunjukkan bahwa nilai FFA cenderung menurun sedangkan nilai yield meningkat. Semakin lama waktu reaksi maka nilai FFA cenderung menurun sedangkan nilai yield meningkat. Total jumlah % area Methyl ester pada metode metanol subkritis 68,19% degan komponen terbesar adalah methyl oleat sebesar 38,108%. Nilai FFA terbaik pada rasio mol 1:30, temperatur 225 oC sebesar 2,12% sedangkan nilai yield terbaik pada rasio mol 1:30, temperatur 225 oC, waktu 6 jam sebesar 98,9%. Pada percobaan dapat diketahui nilai optimasi yang didapatkan pada variabel 1:30 dengan temperatur 225oC dan waktu 6jam pada pembuatan biodiesel dengan metode transesterifikasi minyak jarak (Jatropha curcas L.) dengan metanol pada kondisi subkritis. Kata kunci: biodiesel; metanol subkritis; minyak jarak (Jatropha curcas L.); transesterifikasi DOI : https://doi.org/10.33005/jurnal_tekkim.v14i2.203