E-Journal UPN "Veteran" Jatim (Universitas Pembangunan Nasional)
Not a member yet
    1885 research outputs found

    PENGARUH MOTIVASI DAN KOMITMEN ORGANISASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA PT. PERKEBUNAN NUSANTARA X SURABAYA

    Get PDF
    Perusahaan dalam menjalankan bisnis yang dapat saling berinteraksisalu sama lain untuk mendapalkan laba. Sumber daya manusia memiliki peranpenling dalam menjalankan perusahaan. Tujuan penelitian ini untukmengetahui pengaruh motivasi dan komitmen organisasi terhadap kinerjakaryawan pada PT. Perkebunan Nusantara X Surabaya baik seeara simultandan parsial. Jenis penelitian menggunakan deskriptif dengan pendekatankuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah karyawan PT. PerkebunanNusantara X Surabaya. Teknik pengambilan sampel adalah probabilitysampling dengan Proportionate Stratified Random Sampling, dengan sampelenam puluh lima karyawan. Untuk membuktikan hipotesis yang diajukan,digunakan Analisis Regresi Linier Berganda, Uji F dan Uji T. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa Motivasi dan Komitmen Organisasi berpengaruhsignifikan seeara simultan terhadap Kineija Karyawan. Variabel MotivasiKerja berpengaruh signifikan seeara parsial terhadap kinerja karyawan,variabel Komitmen Organisasi berpengaruh signifikan seeara parsial terhadapkinerja karyawanKata Kunci: Motivasi, Komitmen, Kinerja Karyawa

    MANAJEMEN PELAYANAN KTP-ELDI ERA PANDEMI COVID-19

    Get PDF
    Pandemi Covid-19, memaksa setiap penduduk untuk memiliki Kartu Tanda Penduduk Electronic (KTP-el) karena merupakan salah satu persyaratan pencairan bantuan sosial terhadap warga terdampak covid-19. Namun pelayanan KTP-el di Kota Malang masih mengalami beberapa kendala seperti antrian panjang dan sistem yang lambat. Kondisi pandemi, seharusnya dijadikan sebuah momentum positif dalam memperbaiki pelayanan yang awalnya bersifat tatap muka dan menimbulkan antrian panjang kemudian beralih ke sistem online menggunakan Teknologi Informasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik keabsahan data menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dispendukcapil telah melakukan standart pelayanan dalam manajemen pelayanan KTP-el denganmengurangi jam pelayanan tatap muka dan membatasi 60 orang setiap harinya, mengalihkan pelayanan konsultasi dan kelengkapan berkas melalui layanan WA, masyarakat juga tidak dipungut biaya,serta penyediaan sarana dan prasarana pelayanan sesuai standart protokol kesehatan serta menempatkan petugas di loket pelayanan sesuai dengan kompetensi yang dimiliki serta adanya pelatihan berkala untuk petugas loket pelayanan. Hasil penelitian ini juga mengungkapkan adanya perubahan kebijakan yang sangat cepat sehingga menyebabkan minimnya sosialisasi kepada masyarakat, serta kurangnya kesadaran masyarakat yang membutuhkan pelayanan terhadap pentingnya mentaati protokol kesehatan.  DOI : https://doi.org/10.33005/jdg.v10i2.234

    ANALISIS MOTIVASI PELAYANAN PUBLIK DAN ROLE STRESS TERHADAP KINERJA PEGAWAI DENGAN KOMITMEN ORGANISASI SEBAGAI VARIABEL INTERVENING PADA PT KERETA API INDONESIA DAOP VIII

    Get PDF
    Ketidakhadiran pegawai menjadikan sesuatu yang sangat penting atau disebut mahal karena keridakhadiran dapat menyebabkan pekerjaan atau tugas-tugas menjadi terbengkalai. Ketidakhadiran pegawai merupakan sikap dari rendahnya kedisiplinan yang dapat menuruntunkan kinerja pegawai. Menurunya komitmen dan semangat kerja pekerja tidak terlepas dari usaha pemanfaatan sumber daya manusia oleh organisasi, dimana komitmen organisasional menjadi salah satu konsep yang paling vital di bidang manajemen sumber daya manusia, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Motivasi Pelayanan Publik dan Role Stress  Terhadap Kinerja Pegawai Melalui Komitmen Organisasi Populasi pada penelitian ini adalah seluruh pegawai lingkungan Unit Operasi Non Kru PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 8 Surabaya, dengan jumlah sampel sebanyak 110 orang. Teknik analisis yang digunakan adalah dengan menggunakan path analisis. Berdasarkan hasil perhitungan penelitian dapat disimpulkan bahwa Motivasi Pelayanan Publik berpengaruh terhadap Komitmen organisasi. Role Stress berpengaruh terhadap Komitmen organisasi. Motivasi Pelayanan Publik berpengaruh terhadap kinerja pegawai. Role Stress berpengaruh terhadap kinerja pegawai. Berdasarkan hasil perhitungan penelitian dapat disimpulkan bahwa Komitmen organisasi berpengaruh terhadap kinerja pegawai . Hal tersebut dikarenakan Komitmen organisasi pegawai telah sesuai Berdasarkan hasil perhitungan penelitian dapat disimpulkan bahwa Komitmen organisasi terbukti sebagai variabel intervening dalam pengaruh antara Motivasi Pelayanan Publik terhadap kinerja pegawai . Berdasarkan hasil perhitungan penelitian dapat disimpulkan bahwa Komitmen organisasi terbukti sebagai variabel intervening dalam pengaruh antara motivasi terhadap kinerja pegawai .  DOI : https://doi.org/10.33005/jdg.v10i2.227

    Peran Uni Eropa sebagai Institusi Supranasional dalam Krisis Ukraina Tahun 2014-2019

    Get PDF
    Ukrainian Crisis has become a major international issue that has attracted the attention of various actors in the international sphere, especially the European Union (EU). As one of the largest and oldest supranational institutions in the world, the EU is expected to play a main role in the process of resolving the Ukrainian Crisis. Moreover, this crisis has caused thousand of fatalities and various humanitarian violations against civilians in it. Although Ukraine is not a member of the EU, it can be seen that Ukraine is an EU ‘neighbour’ country that has geographical proximity to one another. Not only that, the EU is also one of the institutions that have high concern in maintaining global peace and security. So, it is not surprising when the EU starts to show its response to this issue, many actors and society who then have high expectations for the success of the EU in it. However, although the EU has taken several actions to respond to the Ukrainian Crisis, with the aim of ending the crisis and conflict in Ukraine, in fact the dispute between Ukraine and Russia which is the root of the Ukrainian Crisis continues to this day. Or rather, about 6 years. Based on that, this research was made to evaluate the role of the EU as a supranational institution in resolving the Ukrainian Crisis. The framework that used to analyze this problem is the concept of Supranational Institutions and the Responsibility to Protect. Using descriptive qualitative research methods, data will be collected from books, journal articles, official reports and media publications to explain clearly the EU’s effort in the Ukrainian Crisis resolution process.Keywords: Ukrainian Crisis, European Union, Supranational Institution.Krisis Ukraina telah menjadi isu internasional utama yang menarik perhatian berbagai aktor dalam lingkup internasional, khususnya Uni Eropa (UE). Sebagai salah satu institusi supranasional terbesar dan tertua di dunia, UE diharapkan dapat memainkan peran besar dalam proses penyelesaian Krisis Ukraina ini. Terlebih, krisis ini telah menyebabkan jatuhnya ribuan korban jiwa dan berbagai pelanggaran kemanusiaan terhadap warga sipil didalamnya. Walaupun Ukraina tidak termasuk dalam keanggotaan UE, namun dapat terlihat bahwasannya Ukraina merupakan negara ‘tetangga’ UE yang memiliki kedekatan geografis satu sama lain. Tak hanya itu, UE juga termasuk salah satu institusi yang memiliki kepedulian tinggi dalam menjaga perdamaian dan keamanan global. Sehingga, tidak mengherankan ketika UE mulai memperlihatkan responnya terhadap permasalahan ini, banyak aktor dan masyarakat yang kemudian berekspektasi tinggi terhadap keberhasilan UE didalamnya. Akan tetapi, walaupun UE telah mengambil beberapa tindakan untuk menanggapi Krisis Ukraina, dengan tujuan untuk mengakhiri krisis dan konflik di Ukraina, nyatanya perselisihan diantara Ukraina-Rusia yang menjadi akar dari Krisis Ukraina ini masih terus berlangsung sampai dengan saat ini. Atau lebih tepatnya sekitar 6 tahun lamanya. Berdasarkan itu, penelitian ini dibuat untuk mengevaluasi peran UE sebagai institusi supranasional dalam menyelesaikan Krisis Ukraina. Kerangka berpikir yang digunakan untuk menganalisis permasalahan ini ialah konsep Institusi Supranasional dan Responsibility to Protect. Dengan data yang telah dikumpulkan dari buku, artikel jurnal penelitian, laporan resmi serta publikasi media. Data-data ini kemudian akan diuji menggunakan metode diskriptif kualitatif untuk menjelaskan dengan baik mengenai upaya UE dalam proses penyelesaian Krisis Ukraina.Kata Kunci : Krisis Ukraina, Uni Eropa, Institusi Supranasional. DOI : https://doi.org/10.33005/jgp.v8i01.217

    Collaborative Governance dalam Program Sarana Air Bersih “Berkah Air Dondang”.

    Get PDF
    ABSTRACTPT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) initiated the program of clean water facility “The Blessings of Dondang Water” in Dondang Village, Muara Jawa District, Kutai Kartanegara Regency, with the purpose of providing community-based access to clean water and encouraging the implementation of clean and healthy living behavior that would enhance the community’s quality of life. This program was run in collaboration of the stakeholders: PHM, Tovi Rindang Sejahtera, the community and government of Dondang. This research was aimed to identify the collaborative governance process of the program, in descriptive and qualitative method. The success of collaborative governance in the program “The Blessings of Dondang Water” in overcoming clean water crisis was reflected in the fulfillment of indicators of collaboration success. Administrative entity was settled by approving Tovi Rindang Sejahtera to manage and provide the facility. Monitoring and evaluation system to PHM and the government of Dondang has also been going well.Keywords: collaborative governance, community-based clean water facility,CSRPT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) melalui aktivitas Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) menginisiasi program Sarana Air Bersih ”Berkah Air Dondang” di Kelurahan Dondang, Kecamatan Muara Jawa, Kabupaten Kutai Kartanegara, bertujuan memberikan akses air bersih berbasis masyarakat dan mendorong penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat demi meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan. Program ini diselenggarakan atas kerjasama para pemangku kepentingan, yaitu PHM, LSM Tovi Rindang Sejahtera, masyarakat dan Pemerintah Kelurahan Dondang. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi adanya proses collaborative governance dalam program tersebut. Metode penelitian berupa penelitian deskriptif kualitatif. Keberhasilan collaborative governance SAB “Berkah Air Dondang” dalam mengatasi krisis air bersih di Kelurahan Dondang tercermin dalam pemenuhan indikator keberhasilan kolaborasi. Entitas administratif menyepakati LSM Tovi Rindang Sejahtera sebagai pengelola dan penyedia layanan Sarana Air Bersih. Sistem monitoring dan evaluasi kepada PHM dan Pemerintah Kelurahan Dondang juga telah berjalan dengan baik.Kata-Kata Kunci : collaborative governance, sarana air bersih berbasis masyarakat, TJS DOI : https://doi.org/10.33005/jgp.v8i02.241

    KAJIAN KUALITAS KOMPOSISI ADSORBEN BERBAHAN BAKU LUMPUR PANAS SIDOARJO

    Get PDF
    Lumpur panas Sidoarjo dapat dimanfaatkan sebagai adsorben karena memiliki kandungan SiO2 sebesar 47,4%. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh waktu aktivasi dan konsentrasi asam sulfat (H2SO4) pada proses aktivasi terhadap kualitas komposisi produk adsorben. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui perbandingan silika (SiO2) dengan alumina (Al2O3) pada produk yang telah dibuat untuk dibandingkan dengan adsorben yang beredar di pasaran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah aktivasi secara kimia. Aktivasi ini berfungsi untuk memperbesar pori-pori suatu zat menggunakan zat aktivator. Proses aktivasi kimia dilakukan dengan cara mencampur larutan aktivator H2SO4 (1N, 2N, 3N, 4N, 5N) dengan serbuk lumpur panas Sidoarjo selama variabel waktu yang ditentukan (1jam; 1,5jam; 2jam; 2,5jam; 3jam) pada suhu 100oC. Sebelum dan sesudah proses aktivasi, serbuk lumpur panas Sidoarjo dianalisa komposisi dan luas permukaannya. Hasil yang didapatkan setelah proses aktivasi terdapat perubahan persentase antara SiO2, Al2O3, dan Fe2O3, dan juga penambahan luas permukaan pori. Pada data adsorben lumpur panas Sidoarjo dengan aktivator H2SO4 5N 2,5jam memiliki komposisi SiO2 sebesar 78,1%, Al2O3 sebesar 12%, Fe2O3 sebesar 5,78% dan luas permukaan sebesar 170,539 m2/g. Kata kunci : adsorben ; aktivasi ; alumina ; asam sulfat ; lumpur panas Sidoarjo ; silika DOI : https://doi.org/10.33005/jurnal_tekkim.v14i2.203

    Front Cover Vol 11 No.1 Februari 2018

    No full text

    KETERKAITAN 5 FOKUS AREA TATA KELOLA TEKNOLOGI INFORMASI DENGAN FRAMEWORK COBIT 5, COSO, ITIL DAN ISO 38500

    Get PDF
    Lima fokus area dalam Tata Kelola Teknologi Informasi (TKTI) dimulai denganmelakukan strategic alignment, value delivery, risk management, resource manajemen,dan performance measurement. Area Tata Kelola Teknologi Informasi ini tidak bersifatmutlak harus dimulai dengan strategi alignment dahulu, namun harus menyesuaikandengan kebutuhan dari tujuan bisnis perusahaan tersebut. Kesemua dari 5 fokus areaTKTI ini berfungsi agar terselenggaranya keselarasan antara tujuan bisnis perusahaandengan tujuan IT tersebut. pada pembahasan kali ini akan dibahas keterkaitan 5 fokusarea TKTI dengan framework COBIT 5 (Control Objectives for Information and relatedTechnology), ITIL V3 (Information Technology Infrastructure Library), ISO/IEC 38500dan COSO (Committee of Sponsoring Organization). Dalam jurnal ini dijelaskan pulakelebihan dan kekurangan tiap framework IT Governance beserta tahapan audit danhubungan dengan 5 fokus area TKTI pada masing-masing framework

    Compatibility Inovasi Sistem Informasi Quick Response (SIQUPON) Dinas Perhubungan Kota Pekalongan

    Get PDF
    Penelitian bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan variabel Compatibility dalam Inovasi Sistem Informasi Quick Response (SIQUPON)  Dinas Perhubungan Kota Pekalongan dan factor yang mempengaruhinya. Dibandingkan dengan penelitian lain, penelitian ini berfokus pada satu variable dan program yang masih baru sehingga perlu untuk dikaji lebih lanjut. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kualitatif deskriptif yang dilakukan dengan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Informan yang dipilih adalah kepala dinas perhubungan kota Pekalongan, staff dinas perhubungan kota pekalongan dan masyarakat. Analisis data dilakukan dengan metode analisis Miles dan Huberman yang langkahnya terdiri dari kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan Inovasi SIQUPON sudah disesuaikan dengan pengalaman, dimana adanya inovasi tidak serta merta membuang atau menghilangkan sistem sebelumnya (ATCS). SIQUPON juga telah disesuaikan dengan nilai-nilai yang berlaku .Compatibility Inovasi SIQUPON di Dinas Perhubungan Kota Pekalongan karena dapat mendukung percepatan penerimaan inovasi oleh calon pengguna (masyarakat). Adapun factor yang mempengaruhi adalah adanya wadah evaluasi, kurangnya biaya untuk memenuhi kelengkapan dari Inovasi SIQUPON, belum adanya penghargaan atau insentif. Saran yang dapat diberikan adalah perlu adanya  anggaran khusus, pembaharuan struktur pengelola dan pembagian tugas yang jelas, penghargaan bagi pegawai yang memiliki insiatif dan krativitas yang tinggi, upaya promosi melalui pemanfaatan social media. DOI : https://doi.org/10.33005/jdg.v10i1.163

    Implementasi Pemerintahan Kolaboratif Dalam Penguatan Nilai-nilai Bela Negara

    Get PDF
    Implementasi Instruksi Presiden RI Nomor 7 Tahun 2018 tentang Rencana Aksi Bela Negara Tahun 2018-2019 sebagai bentuk kolaborasi pemerintahan untuk penguatan nilai-nilai bela negara. Pelaksanaan kebijakan ini menuntut sinergitas peran dari seluruh komponen negara. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian tentang implementasi pemerintahan kolaboratif dalam penguatan nilai-nilai bela negara. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemerintahan kolaboratif dalam penguatan nilai-nilai bela negara. Metode penelitian. Penelitian menggunakan metodologi studi kasus pada implementasi Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 7 tahun 2018. Subjek penelitian terdiri dari Kepala Satuan Tugas Bela Negara, Sekretaris Satuan Tugas Bela Negara dan Ketua Panitia penyelenggaraan Teaching of Trainer Bela Negara. Penelitian berfokus pada enam kriteria penting dari pemerintahan kolaboratif. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data seperti wawancara mendalam, observasi, dan kajian literatur.Data analisis. Analisis data menggunakan open dan axial coding. Hasil dan Pembahasan. Program penguatan nilai-nilai bela negara diprakarsai oleh Dewan Ketahanan Nasional. Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2018 menerapkan model Pentahelix yang melibatkan berbagai aktor baik pemerintah maupun non pemerintah. Aktor non pemerintah yang terlibat dalam penguatan nilai-nilai bela negara berperan dalam pengambilan keputusan. Program Emas Biru dan Emas Hijau diorganisir secara formal dan aktor-aktornya bertemu secara kolektif. Selain itu, penguatan nilai-nilai bela negara melalui program Emas Biru dan Emas Hijau bertujuan untuk mengambil keputusan konsensus. Program-program penguatan nilai-nilai bela negara bertujuan agar masyarakat memaksimalkan pengelolaan sumber daya alam melalui pelibatan dan sinergitas berbagai komponen negara.Kesimpulan dan Saran. Implementasi pemerintahan kolaboratif dalam penguatan nilai-nilai bela negara telah memiliki enam kriteria pemerintahan kolaboratif. Namun, diperlukan penelitian lebih lanjut pada implementasi model pemerintahan kolaboratif dari salah satu contoh kasus program penguatan nilai-nilai bela negara.  DOI : https://doi.org/10.33005/jdg.v10i1.163

    1,629

    full texts

    1,885

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    E-Journal UPN "Veteran" Jatim (Universitas Pembangunan Nasional)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇