E-Journal UPN "Veteran" Jatim (Universitas Pembangunan Nasional)
Not a member yet
1885 research outputs found
Sort by
Perkembangan Gerakan Earth Hour sebagai Bentuk Pencegahan Perubahan Iklim Dunia Tahun 2007-2015
ABSTRACTThis research aims to analyze the development of the Earth Hour, which started in 2007, in Sidney, Australia. The Earth Hour, initiated by WWF, is a movement that works by encouraging people to turn off the light for an hour in the last week of March. Other than that, the Earth Hour has also managed to initiate other solutions for various climate change issues. This research look into the Earth Hour movement based on the standpoint of the recipient and the messenger. The recipient standpoint is being analyzed through the Convergence Theory, where the focus is the people, who joins the organizations based on their similarities in vision and mission statements and how they influence the national policy, from six sample countries. The messenger is WWF that works through the five strategies of mobilizing the global civil society, which are as follows, networking, lobbying, visibility, framing, and swarming.Keywords: strategy, convergence theory, earth hour movemen
STRATEGI KEMENTERIAN EKONOMI, PERDAGANGAN DAN INDUSTRI JEPANG DALAM MEMPERKUAT SOFT POWER DAN MENINGKATKAN PENDAPATAN INDUSTRI KREATIF MELALUI KEBIJAKAN COOL JAPAN/CREATIVE INDUSTRIES TAHUN 2010-2016
ABSTRACTUntil 2010 Japan's popular culture is still a popular culture product, but post-2010 popularity of Japanese popular culture products began to decline. Facing this situation Japan's Ministry of Economy, Trade and Industry (METI) initiated Japan to popularize Japan's popular culture and increase the revenue of Japan's creative industries that produce popular culture contents through the Cool Japan/Creative Industry policy. This policy aims to promote Japanese popular culture content with the theme of Cool Japan abroad and also to increase the revenue of Japanese creative industries. With the formulation of this policy is expected to become an alternative source of declining Japanese national income. METI will then conduct cultural diplomacy as a strategy of this policy in several countries including the United States, France and Singapore by holding cultural events in these countries as a means of promoting and influencing the interest of overseas consumers.Keywords: METI, Cool Japan/Creative Industry, Popular Culture, Cultural Diplomac
SISTEM INFORMASI MONITORING PESERTA PRAKTEK KERJA LAPANGAN PADA PDAM SURYA SEMBADA SURABAYA
Abstrak. Perkembangan teknologi dan komunikasi sangat membantu kinerja dan proses bisnis organisasi. Perkembanganya harus menghasilkan manfaat bagi organisasi dalam memperoleh informasi, serta membantu organisasi dalam menjalankan proses bisnis yang dibutuhkan sehingga membantu pengelola organisasi mengambil keputusan. Perubahan bentuk proses bisnis yang digunakan dengan perkembangan teknologi dan komunikasi diharapkan mampu mendorong organisasi untuk memiliki pengelolaan yang lebih baik. Salah satu proses bisnis yang terjadi pada PDAM Surya Sembada Kota Surabaya adalah pengelolaan kegiatan Praktek Kerja Lapangan (PKL). Pengelolaan kegiatan Praktek Kerja Lapangan di institusi ini masih menggunakan cara manual di sebagian proses bisnisnya, sehingga manfaat dari perkembangan teknologi dan komunikasi tidak sepenuhnya terpakai. Peneliti bermaksud dan memandang perlu untuk mengembangkan sistem informasi Praktek Kerja Lapangan yang menggunakan framework Codeigniter dan Bootstrap. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem mampu melakukan proses bisnis PKL dengan mudah tanpa harus menggunakan cara manual seperti pendaftaran peserta PKL, menampilkan informasi yang dibutuhkan dalam kegiatan PKL, dan memonitoring kegiatan peserta PKL. Metode penelitian menunjukkan bahwa pengembangan dari sistem informasi monitoring peserta praktek kerja lapangan terdiri dari enam tahap yaitu: studi pendahuluan, studi literatur, pengumpulan data, perancangan dan desain, pengkodean dan pengujian. Sistem ini memiliki dua pengguna yaitu admin dan pembimbing lapangan dengan fitur sesuai dengan hak akses yang dimiliki.Kata kunci: sistem informasi, PKL, framework Codeigniter, Bootstrap, PDAM Surya Sembada Kota Surabaya DOI : https://doi.org/10.33005/scan.v15i2.207
NILAI GIZI DAN KARAKTERISTIK ORGANOLEPTIK NUGGET IKAN GABUS DENGAN PENAMBAHAN KACANG MERAH
Nugget merupakan salah satu pangan olahan yang digemari oleh konsumen karena proses penyajiannyacepat dan mudah. Makanan yang berasal dari hewani mengandung kadar protein dan lemak yang tingginamun rendah serat. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh kombinasi terbaik penambahan kacangmerah (Phaseolus vulgaris L.) dalam pembuatan nugget ikan gabus (Ophiocephalus striatus). Penelitian inimenggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 (empat) perlakuan dan 4 (empat) ulangan.Perlakuan yang digunakan adalah proporsi ikan gabus dan kacang merah yang meliputi KG1 (70:30), KG2(60:40), KG3 (50:50), dan KG4 (40:60). Data yang diperoleh dianalisis secara statistik non parametrikmenggunakan Uji Kruskal Wallis dan Mann Whitney pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwaproporsi daging ikan gabus dan kacang merah berpengaruh nyata terhadap kadar air, abu, lemak, protein, danserat, serta penilaian organoleptik secara deskriptif dan hedonik terhadap warna, aroma, rasa, tekstur, danpenilaian secara keseluruhan nugget. Perlakuan terbaik adalah KG1 (70:30). Nugget perlakuan KG1 memilikikadar air 60,25%, abu 2,43%, lemak 2,54%, serat 2,47%, dan protein 16,75%, dengan deskripsi warna bagiandalam putih kekuningan, warna bagian luar kuning kecokelatan, sangat berasa khas ikan gabus, sangatberaroma khas ikan gabus, serta tekstur yang sangat kenyal.Kata kunci: Nugget, kacang merah, ikan gabus, nilai gizi. DOI : https://doi.org/10.33005/jtp.v14i1.218
PENGARUH KONSENTRASI SUBSTRAT DAN LAMA INKUBASI TERHADAP KARAKTERISTIK FISIK DAN KIMIA PATI WALUR (Amorphophallus variabilis) TERMODIFIKASI SECARA ENZIMATIS
Pati walur (Amorphophallus variabilis) memiliki kandungan amilopektinnya tinggi yang menyebabkan sifatnyaterlalu lengket dan tidak tahan terhadap panas. Untuk memperbaiki sifat fisikokimia pati walur perlu dilakukanmodifikasi pati, salah satunya adalah modifikasi pati secara enzimatis menggunakan debranching enzymeyaitu enzim pullulanase.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konsentrasi substrat danlama inkubasi terhadap karakteristik fisikokimia pati walur termodifikasi. Penelitian ini menggunakanRancangan Acak Lengkap pola faktorial dua faktor dengan dua kali ulangan. Faktor I adalah konsentrasisubstrat (10%; 15%; 20%), faktor II adalah lama inkubasi (6 jam, 12 jam, 18 jam). Data yang diperolehdianalisa dengan Analysis of Variance (ANOVA), dan uji lanjut dengan DMRT. Hasil penelitian menunjukkanbahwa sifat fisikokimia pati walur alami antara lain memiliki kadar air 7,79%, kadar pati 80,09%, kadar amilosa20,03%, kadar amilopektin 60,06%, swelling power 18,48 g/g, solubility 11,22%, viskositas 2865,00 cP, kadaroksalat 0,22 g/100g, granula pati berbentuk poligonal, utuh, tipe profil gelatinisasi A dan derajat putih 83,83%.Hasil modifikasi pati walur secara enzimatis menunjukkan perlakuan terbaik pada konsentrasi substrat 20%dengan lama inkubasi 18 jam menghasilkan nilai kadar air 2,70%, kadar pati 77,81%, kadar amilosa 29,84%,kadar amilopektin 47,97%, swelling power 11,03 g/g, solubility 14,91%, viskositas 379,67 cP, kadar oksalat0,21 g/100g, bentuk granula pati menjadi tidak beraturan, tipe profil gelatinisasi C dan derajat putih 77,78%.Kata kunci: pati walur, modifikasi, enzimatis, pullulanase DOI : https://doi.org/10.33005/jtp.v14i1.218
PERUBAHAN KOMPOSISI KIMIA TEMPE KACANG MERAH (Phaseolus vulgaris L.) SELAMA PENGOLAHAN
Kacang merah (Phaseolus vulgaris L.) mengandung zat gizi namun juga mengandung komponen antinutrisiyang menyebabkan penurunan nilai gizinya. Kacang merah berpotensi untuk diolah menjadi tempe.Perubahan komposisi kimia dan komponen antinutrisi dari kacang merah dapat terjadi selama pengolahantempe. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi perubahan komposisi kimia dan kandungan antinutrisi darikacang merah selama proses pengolahan tempe. Kacang merah diberi perlakuan perendaman, perebusan,perendaman asam dan fermentasi kapang (campuran Rizophus oryzae dan Rizophus oligosporus).Komposisi kimia, kandungan asam amino, aktivitas inhibisi antitripsin, kadar total isoflavon, dan oligosakaridadari kacang merah dievaluasi. Kacang merah mengandung protein dan karbohidrat yang tinggi (23,01% bkdan 71,51%bk). Komposisi protein kacang merah didominasi oleh asam aspartat (2.75 g/100g), asamglutamat (3,71 g/100g), leusin (1,80 g/100g) dan lisin (1,50 g/100g). Kacang merah menunjukkan aktivitasinhibisi antiripsin (0,58x106 TUI), mengandung isoflavon (152,76 mg/100g) dan oligosakarida dalam bentukstakiosa (13,97 mg/g) dan rafinosa (1,88 mg/g). Proses perendaman, perebusan, perendaman asam, danfermentasi kapang mempengaruhi secara signifikan (p<0,05) komposisi kimia, komposisi asam amino,aktivitas antitripsin, kadar isoflavon dan oligosakarida. Proses pengolahan secara keseluruhan hinggadihasilkan tempe kacang merah menyebabkan peningkatan kadar protein, penurunan kadar karbohidrat,perubahan komposisi asam amino, penurunan kadar total isoflavon, aktivitas inhibisi antitripsin dan kadaroligosakaridaKata kunci: kacang merah, asam amino, antitripsin, isoflavon, oligosakarida DOI : https://doi.org/10.33005/jtp.v14i1.218
PEMBUATAN GREEN DIESEL DARI MINYAK BIJI KAPUK (Cei-ba pentandra) MENGGUNAKAN KATALIS NiMo/ɣ-Al2O3 DENGAN PROSES HIDROGENASI DAN FRAKSINASI
Potensi minyak biji kapuk untuk dimanfaatkan sebagai bahan bakar nabati sangatlah besar karena minyak biji kapuk tidak dapt dimanfaatkan sebagai bahan pangan sehingga tidak mengganggu ketahanan pangan membuatnya menjadi bahan baku potensial untuk sintesis green diesel. Pre-treatment minyak biji kapuk dilakukan untuk mengurangi kadar FFA (Free Fatty Acid) yang terkandung sebelum di proses menjadi green diesel. Proses hidrogenasi dilakukan dengan bantuan katalis NiMo/ ɣ-Al2O3. Tujuan dari penelitian ini yaitu membuat green diesel dari minyak biji kapuk menggunakan proses hidrogenasi dan fraksinasi dengan katalis NiMo/ ɣ-Al2O3 serta mengetahui karakterisasi green diesel dengan bahan baku minyak biji kapuk. Kondisi yang dijalankan yaitu waktu reaksi ( 2 x 30 menit, 2 x 60 menit, dan 2 x 90 menit) dengan tekanan awal 30 bar, temperatur reaksi 400 ℃ dan dijalankan 2 stage. Dari hasil penelitian didapatkan waktu terbaik pembuatan green diesel yaitu 2 x 60menit. Sedangkan untuk hasil karakterisasi didapat bahwa untuk kandungan sulfur, pour point, cloud point dan cetane number memenuhi standar SNI, namun untuk nilai kinematic viscosity belum memenuhi standar SNI. DOI : https://doi.org/10.33005/jurnal_tekkim.v15i1.229