E-Journal UPN "Veteran" Jatim (Universitas Pembangunan Nasional)
Not a member yet
1885 research outputs found
Sort by
HEGEMONI WACANA KESEJAHTERAAN DALAM PEMBANGUNAN MEGA-INDUSTRI GLOBAL HUB DI LOMBOK UTARA, NUSA TENGGARA BARAT: ANALISIS EKONOMI-POLITIK
Artikel ini menganalisis aspek ekonomi-politik yang dipusatkan pada bagaimana negara dan korporasi membangun hegemoni wacana kesejahteraan dalam proyek pembangunan mega-industri Global Hub di Nusa Tenggara Barat. Metode penelitian yang digunakan dalam studi ini adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi pustaka, observasi partisipatif di lokasi pembangunan, dan wawancara mendalam dengan berbagai aktor strategis. Dengan menggunakan teori hegemoni Laclau dan Mouffe (2008), artikel ini membangun argumentasi utama bahwa tingginya tingkat kemiskinan di lokasi pembangunan serta terpuruknya sektor maritim nasional menjadi titik krisis dan dislokasi struktur yang membuat proyek pembangunan Global Hub dianggap absah. Wacana kesejahteraan sebagai jalan keluar atas persoalan krisis tersebut kemudian ditetapkan maknanya oleh negara-korporasi melalui berbagai penanda mengambang (floating signifiers), seperti penetapan visi Indonesia Poros Maritim Dunia, RPJMN 2014-2019 dan RPJMN 2020-2024, menghadirkan investor asing, pemberian saham kepada masyarakat, janji-janji terserapnya tenaga kerja, hingga framing media. Pada akhirnya, artikel ini juga memberikan argumen bahwa dislokasi makna dalam bangunan hegemoni wacana kesejahteraan tersebut tidak memicu lahirnya antagonisme atau praktik politik warga yang berupaya untuk mengkritisi atau melawan proyek pembangunan. Persoalan ketidakhadiran antagonisme warga memerlukan riset lanjutan yang lebih komprehensif dan belum tercakup di dalam penulisan artikel ini. DOI : https://doi.org/10.33005/jdg.v10i2.234
Lingkungan dan Globalisasi: Solusi akan Relasi yang Problematik Studi Kasus Peningkatan Sampah Impor Indonesia Pasca National Sword Policy China Tahun 2018
Environmental problems caused by garbage are getting worse. However, this was even worse when China created a policy entitled National Sword Policy in 2018. One of the effects of this policy was an increase in imported waste in Indonesia due to diversion of garbage from exporting countries, which make the government of Indonesia changed its foreign policy related to imported waste. In this study, the author is interested in examining what is the best kind of regulation to support both human activites and the nature itself. The author also analyzed what are the factors that makes the government of Indonesia makes such change to the Indonesia’s policy regarding waste import. The research method that will be used by the author is a qualitative-descriptive method, in order to be able to provide a systematic picture of the process of changing a country's foreign policy, based on the theory of foreign policy change.Keywords: waste, import, regulation, foreign policy, National SwordMasalah lingkungan yang disebabkan oleh sampah semakin memburuk. Namun, hal ini bahkan mejadi lebih buruk ketika Cina membuat kebijakan bertajuk National Sword Policy pada tahun 2018. Salah satu dampak dari kebijakan ini adalah peningkatan limbah impor di Indonesia karena adanya pengalihan sampah dari negara-negara pengekspor, yang membuat pemerintah Indonesia mengubah kebijakannya luar negerinya terkait sampahimpor. Dalam penelitian ini, penulis tertarik untuk meneliti apa jenis regulasi terbaik untuk mendukung aktivitas manusia dan alam itu sendiri. Penulis juga menganalisis faktor-faktor apa yang membuat pemerintah Indonesia melakukan perubahan pada kebijakan Indonesia mengenai impor limbah. Metode penelitian yang akan digunakan oleh penulis adalah metode kualitatif-deskriptif, agar dapat memberikan gambaran sistematis tentang proses perubahan kebijakan luar negeri suatu negara, berdasarkan teori perubahan kebijakan luar negeri.Kata kunci: sampah, impor, regulasi, kebijakan luar negeri, National Sword DOI : https://doi.org/10.33005/jgp.v8i01.217
ANALISIS KETERSEDIAAN BERAS DI JAWA TIMUR
The problem that occurs is their surplus rice production in East Java, but the government still import rice. This research aims : to analyze the influential factor the rice harvested area, rice production, the volume of rice imports, consumptions, the population, the domestic prices of rice and sugar affecting the availability of rice in East Java. The methods used in this research is the multiple linear regression models. The results of the research showed the overall factor has an influence simultaneously ehile the partial factors of rice harvest area, production of rice, the volume of imported rice and the domestic price of rice has a significant positive influence. The significant negative influence derives from rice consumption rate and the domestic price of sugar, meanwhile the population has no influence at all towards the rice availability in East Java particularly in 2007-2017.DOI : https://doi.org/10.33005/adv.v8i2.179
ANALISIS KOMPARASI PERSEPSI KONSUMEN PENGGUNA OJEK ONLINE GO-RIDE DAN GRAB BIKE ( Studi kasus pada mahasiswa pengguna ojek Online Go-Ride dan Grab-Bike di UPN Veteran Jawa Timur)
The problem in this study is that there are differences in consumer perceptions of Go-ride and Grab-bike users. Consumers compare consumer perceptions in terms of brand image, risk and service quality. The purpose of this study was to determine the differences in consumer perceptions of Go-ride and Grab-bikes users as students at UPN “Veteran” East Java. Purposive sampling is a sampling technique in this study with the criteria (1) Active students at UPN “Veteran” East Java, (2) Students who have used Go-Ride and Grab-Bike at least 3 times in the past 6 months.. Data was obtained by distributing questionnaires to 100 respondents. The analysis technique used in this study is the Paired Sample T-test processed using SPSS 16.0 for windows. The results showed that: (1) the majority of Go-ride and Grab-bike consumer profiles as students of UPN "Veteran" East Java were women, with a monthly allowance of less than Rp 1,500,000, with the intensity of using Go-ride and Grab- bike 3-6 times in the last 6 months, (2) there are differences in consumer perceptions of brand image between Go-ride and Grab-bike which shows an average result that the Go-ride brand image is better than Grab-bike , (3) there are differences in consumer perceptions of the risk between Go-ride and Grab-bike which shows an average result that the Go-ride brand image is better than Grab-bike, (4) there are differences in consumer perceptions of the service quality between Go-ride and Grab-bike which shows an average result that the Go-ride brand image is better than Grab-bike. Keyword : consumer perceptions, brand image, risk and service qualit
PELATIHAN PEMBUATAN ABON DENGAN BAHAN DASAR DARI JANTUNG PISANG KEPADA KELOMPOK WANITA TANI DI DESA DOMPYONG KECAMATAN BENDUNGAN KABUPATEN TRENGGALEK
Abstract Rural communities as poor people have complex complexes; namely the factor of being economically poor, socially marginalized, and forgotten by function and dignity. Further education factors At present the level of education of the people of the Region is still largely low. Education is important because of empowerment, the community will improve their personal or group abilities. One of the rural communities in Trenggalek district is a group of women farmers (KWT) in the village of Dompyong. In the discussion about increasing the income of farming families, among them were a group of farmer women who sought additional assistance, both in the activities of making cassava chips and banana chips, banana floss in the village. , especially knowledge about increasing production as well as marketing, the abon heart banana home industry in the village of Trompalek Dompyong has not been maximized and cannot be processed properly. The health benefits for our body are to prevent the risk of stroke, prevent cholesterol, can make the stomach healthy, and can be consumed for diabetics and many more benefits provided by the heart of this banana. The purpose of this dedication activity is to provide knowledge and insights on how to make a banana heart floss that is good and truly flavored, and provides insight into marketing management so that an appropriate marketing network development model can be obtained. While the target of this community service activity is the empowerment of women farmer groups (KWT) in the development of the banana heart floss business as an additional source of assistance for family women farmer groups (KWT) in Dompyong Village, Bendungan District, so that it can be used to find out how to process the production of jatung banana floss. including effective and correct marketing methods. Keywords: Empowerment, KWT, banana heart floss Abstrak Masyarakat pedesaan sebagai masyarakat miskin memiliki permasalahan yang kompleks; yakni faktor miskin secara ekonomi, terpinggir secara sosial, dan terlupakan secara fungsi dan martabat. Selanjutnya faktor pendidikan dimana tingkat pendidikan masyarakat wilayah pedesaan sebagian besar masih rendah. Pendidikan menjadi penting karena dengan pemberdayaan, masyarakat akan meningkatkan kapasitas pribadi maupun kelompok. Salah satu masyarakat pedesaan di kabupaten Trenggalek adalah kelompok wanita tani (KWT) di desa Dompyong. Dalam upaya meningkatkan pendapatan keluarga petani antara lain adalah peran serta kelompok wanita tani dalam mencari penghasilan tambahan, baik dalam kegiatan pembuatan kripik singkong dan kripik pisang, abon jantung pisang di desa ini mempunyai potensi untuk dikembangkan, namun karena keterbatasan kemampuan sumber daya manusia (kurang berdaya) terutama menyangkut pengetahuan peningkatan produksi maupun pemasaran maka, home industri abon jantung pisang di desa Dompyong Trenggalek belum bisa dimaksimalkan dan tidak dapat diolah dengan baik. Padalah Manfaat untuk kesehatan pada tubuh kita adalah untuk mencegah resiko stroke, mencegah kolestrol, bisa menyehatkan perut, dan bisa dikonsumsi untuk penderita diabetes dan masih banyak lagi manfaat yang dimiliki oleh jantung pisang ini. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk memberikan ilmu pengetahuan dan wawasan kepada mitra tentang pembuatan abon jantung pisang yang baik dan benar serta bercitra rasa, dan memberikan wawasan tentang manajemen pemasaran sehingga dapat diperoleh model pengembangan jaringan pemasaran yang sesuai. Sedangkan Target dari kegiatan pengabdian ini adalah pemberdayaan kelompok wanita tani (KWT) dalam pengembangan usaha abon jantung pisang sebagai sumber penghasilan tambahan bagi keluarga kelompok wanita tani (KWT) di Desa Dompyong Kecamatan Bendungan, sehingga dapat dicapai pengetahuan yang lebih komprehensif tentang bagaimana mengolah produksi abon jatung pisang termasuk bagaimana cara pemasaran yang efektif dan benar. Kata kunci : Pemberdayaan, KWT, abon jantung pisan
REMAJA SADAR GIZI DI KECAMATAN CIKULUR KABUPATEN LEBAK
Abstract Obesity is one of the health problems and the double burden of malnutrition in Indonesia. Riskesdas data in 2013 showed that adolescents aged 13-15 years who had overweight nutritional status of is 8.3% and obesity is 2.5%. In Banten province, the prevalence of adolescents with overweight nutritional status is 7.8% and obesity is 2.7%. The cause of obesity problems in adolescents is unbalanced food intake, related to diet and the choice of foods and drinks with high energy and fat. The objective of this study was to provide knowledge about balanced nutrtition in adolescent to prevent excess weight gain. The method of this study used nutrition education and counseling of balanced nutrition in adolescents. The subjects in this study were taken randomly as many as 45 adolescent in Cikulur Subdistrict. The result of this study showed the post test score increased 65.9 for pre test and 77.9 for post test.. Keyword: Adolescent, balanced nutrition, nutrition education Abstrak Gizi lebih merupakan salah satu masalah kesehatan yang dihadapi oleh Indonesia dan masuk ke dalam beban ganda masalah gizi (double burden of malnutrition). Data Riset Kesehatan Dasar tahun 2013 menunjukkan bahwa remaja usia 13 – 15 tahun yang mengalami status gizi gemuk sebesar 8.3% dan sangat gemuk sebesar 2.5%. Sementara di provinsi Banten, prevalensi remaja dengan status gizi gemuk sebesar 7.8% dan sangat gemuk sebesar 2.7%. Penyebab terjadinya masalah gizi lebih pada remaja adalah asupan makan yang tidak seimbang, terkait dengan pola makan dan pemilihan jenis makanan dan minuman yang dikonsumsi. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan edukasi dan pengetahuan pada remaja mengenai pola makan yang baik dan seimbang untuk remaja, guna mencegah peningkatan berat badan berlebih. Metode pengabdian masyarakat yang dilakukan adalah dengan metode ceramah, memberikan edukasi dan penyuluhan mengenai gizi seimbang pada remaja. Subjek dalam kegiatan ini diambil secara random sebanyak 45 orang remaja di Kecamatan Cikulur. Hasil menunjukkan nilai post test mengalami peningkatan dari dari 65,9 untuk pre tes dan 77,9 untuk pos tes. Kata kunci: Remaja; gizi seimbang; status gizi lebih; edukasi gizi
REKOMENDASI PELAMAR KERJA BERDASARKAN SPESIFIKASI LOWONGAN MENGGUNAKAN METODE ANP TOPSIS
Abstrak. Pemilihan karyawan ini terkadang menjadi sesuatu yang menyulitkan bagi departemen HRD jika jumlah pelamar banyak serta kriteria-kriteria penerimaan yang ditetapkan tiap perusahaan terkadang kompleks. Tentunya jika proses tersebut dilakukan secara manual, akan membutuhkan waktu yang tidak sedikit serta memerlukan perhitungan yang akurat. Sehingga diperlukan sebuah sistem pendukung keputusan (SPK) yang dapat membatu tiap-tiap perusahaan untuk memilih karyawan yang sesuai dengan kriteria perusahaan. TOPSIS merupakan salah satu metode pendukung keputusan yang dapat membantu memberikan rekomendasi sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan. Penelitian ini juga menggabungkan metode ANP untuk membantu memcahkan masalah nilai bobot pada metode TOPSIS, sehingga menghasilkan hasil perangkingan yang lebih objecktif. Dengan menggabungkan metode ANP dan TOPSIS dapat menghasilkan rekomendasi calon karyawan yang lebih baik.Kata Kunci: ANP; TOPSIS; penerimaan karyawan; sistem pendukung keputusan DOI : https://doi.org/10.33005/scan.v15i1.184
ANALISIS TINGKAT KEMATANGAN SPBE DI DINAS KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA JAWA TIMUR
Abstrak. Terbitnya Perpres Nomor 95 Tahun 2018 membuat seluruh Instansi Pemerintahan wajib menerapkan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) yang merupakan bentuk integrasi e-Government. Pengintegrasian ini akan berpengaruh terhadap proses yang berjalan pada Diskominfo Jawa Timur, sehingga dibutuhkan persiapan menerapkannya. Karena itu perlu dilakukan analisis tingkat kematangan yang dimulai dengan melakukan penentuan business dan IT goal, pengumpulan data dan bukti, penentuan tingkat kematangan, temuan, serta rekomendasi. SPBE yang berisi perencanaan, arsitektur informasi, dan lainnya ini berkaitan dengan business goal 14 pada COBIT 4.1. Hasil pengukuran menunjukkan pada level 3 yang berarti Diskominfo Jawa Timur telah mendefinisikan dan melakukan standarisasi terhadap beberapa proses penting walaupun belum secara formal dan menyeluruh.Kata Kunci: e-government, spbe, tingkat kematangan, business goal 14, cobit 4.1 DOI : https://doi.org/10.33005/scan.v15i1.184
PENGARUH TRUST DAN PERCEIVED RISK TERHADAP NIAT MENGGUNAKAN E-GOVERNMENT
Abstrak. Kepercayaan warga terhadap pemerintah selaku penyelenggara e-government dan teknologi khususnya internet sangat menentukan keberhasilan adopsi e-government. Tulisan ini meneliti dampak dari rasa percaya dan resiko yang dirasakan oleh warga terhadap niat menggunakan e-government. Model pengukuran yang diusulkan terdiri atas konstruk disposition to trust, trust of the internet, trust of government dan perceived risk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa disposition to trust berpengaruh secara positifterhadap trust of internet maupun trust of government, dimana pada gilirannya akan mempengaruhi niat warga untuk menggunakan e-government. Perceived Risk berpengaruh secara negatif dengan niat menggunakan dan trust of government berpengaruh positif terhadap perceived risk.Kata Kunci: e-government, adopsi teknologi, trust, perceived risk DOI : https://doi.org/10.33005/scan.v15i1.185