E-Journal UPN "Veteran" Jatim (Universitas Pembangunan Nasional)
Not a member yet
1885 research outputs found
Sort by
Diplomasi Stadion Cina Dengan Qatar Tahun 2014 Untuk Ajang Piala Dunia FIFA
Penelitian ini dimaksudkan untuk menganalisis mekanisme berjalannya diplomasi stadion yang dilakukan Cina yang dipimpin oleh Presiden Xi Jinping yang mempunyai antusiasme tinggi terhadap sektor olahraga di bidang sepakbola dan mendekati Qatar untuk membahas mengenai diplomasi stadion, dengan menggunakan rumusan masalah bagaimana Cina dapat menggandeng Qatar dalam konsep diplomasi stadion untuk ajang Piala Dunia, yang di dorong dengan satu faktor yakni foreign aid yang bertujuan untuk memberi konsep diplomasi stadion jalan untuk kesuksesan dalam berdiplomasi dengan negara yang dituju, serta mengetahui apa saja keuntungan yang didapat kedua negara tersebut yakni Cina dengan Qatar dalam membuat suatu semangat tersendiri untuk meraih idealis masing-masing suatu negara dalam ajang Piala Dunia FIFA di tahun 2022. Jangkauan penelitian dalam artikel ini adalah tahun 2014 yang merupakan tahun awal Cina dengan Qatar berdiplomasi untuk pembangunan stadium di kota Lusail, Qatar. Serta berisikan kesimpulan yang menjelaskan tentang hasil pembahasan artikel peneliti yang merelevansikan dengan konsep foreign aid. DOI : https://doi.org/10.33005/jgp.v9i1.268
PERAN UNITED NATIONS HIGH COMMISSIONER FOR REFUGEES (UNHCR) DALAM MENANGANI PENGUNGSI SUDAN SELATAN PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI ETHIOPIA PADA TAHUN 2019 – 2020
COVID-19 is a pandemic that has rapidly spread through the world. This COVID-19 pandemic has crippled the world economy, especially to refugees. Refugees are one of the biggest human problems that happened in the world. Refugees are people fleeing conflict or persecution. Refugees from South Sudan are the largest refugee population in Ethiopia. This refugee problem is a problem that must be addressed immediately because it can be threatening and disrupt people's lives, both refugees and the local community. For this reason, in dealing with South Sudanese refugees in Ethiopia, which is increasing day by day, assistance from international actors requested to assist in dealing with refugee problems, one of which is the United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR). UNHCR, to fulfill its role as an Aid Provider, tries to fulfill its role in accordance with the capabilities and functions of UNHCR itself as an international organization in accordance with the mandate from the United Nations to UNHCR to assist refugees by providing Foreign Aid and Capacity Building. Foreign Aid in the form of Humanitarian Assistance provided in various forms such as giving shelters, food, clean water, health, education, and various other forms of assistance. In assisting to refugees, UNHCR also provides assistance such as protection, shelter, WASH, education, health, food, and nutrition, livelihood and environment as assistance provided to South Sudanese refugees in Ethiopia. Keywords : Refugees, COVID-19, UNHCR, Aid Provider, Humanitarian Assistance, Capacity Building, South Sudan, Ethiopia.COVID-19 adalah pandemi yang telah menyebar dengan cepat ke seluruh dunia. Pandemi COVID-19 ini telah melumpuhkan perekonomian dunia, khususnya para pengungsi. Pengungsi merupakan salah satu masalah kemanusiaan terbesar yang terjadi di dunia. Pengungsi adalah orang yang melarikan diri dari konflik atau penganiayaan. Pengungsi dari Sudan Selatan adalah populasi pengungsi terbesar di Ethiopia. Masalah pengungsi ini merupakan masalah yang harus segera diatasi karena dapat mengancam dan mengganggu kehidupan masyarakat, baik pengungsi maupun masyarakat setempat. Untuk itu, dalam menangani pengungsi Sudan Selatan di Ethiopia yang semakin hari semakin meningkat, bantuan dari aktor internasional diminta untuk membantu menangani masalah pengungsi, salah satunya adalah United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR). UNHCR dalam memenuhi perannya sebagai Aid Provider berusaha memenuhi perannya sesuai dengan kemampuan dan fungsi UNHCR sendiri sebagai organisasi internasional sesuai dengan mandat dari PBB kepada UNHCR untuk membantu pengungsi dengan memberikan bantuan luar negeri dan peningkatan kapasitas. Bantuan luar negeri yang berupa bantuan kemanusiaan yang diberikan dalam berbagai bentuk seperti pemberian tempat tinggal, pangan, air bersih, kesehatan, pendidikan, dan berbagai bentuk bantuan lainnya. Dalam membantu pengungsi, UNHCR juga memberikan bantuan seperti perlindungan, tempat tinggal, WASH, pendidikan, kesehatan, makanan, dan gizi, mata pencaharian dan lingkungan sebagai bantuan yang diberikan kepada pengungsi Sudan Selatan di Ethiopia.Kata kunci : Pengungsi, COVID-19, UNHCR, Aid Provider, bantuan kemanusiaan, peningkatan kapasitas, Sudan Selatan, Ethiopia. DOI : https://doi.org/10.33005/jgp.v9i1.266
Quo Vadis Diplomasi Parlemen Indonesia: Kepemimpinan DPR RI Pada Forum Asean Inter-Parliamentary Assembly (AIPA) Tahun 2011-2012
ABSTRAK Aktor parlemen dalam negara seringkali kurang dilihat sebagai aktor penting dalam Hubungan Internasional. Di era kontemporer, studi diplomasi dalam Hubungan Internasional mengalami perkembangan cukup pesat. Paper ini membahas mengenai penerapan diplomasi parlemen Indonesia (DPR RI) ketika menjadi pemimpin Asean Inter-Parliamnetary Assembly tahun 2011 hingga 2012. Diikuti dengan kepemipinan Indonesia (eksekutif) di ASEAN pada rentang tahun yang sama. Adanya pelaksanaan diplomasi parlemen Indonesia merupakan manifestasi dari doktrin Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda, yang massif dikampenyakan pada periode 2001 hingga 2009 akan pentingnya diplomasi total bagi politik luar negeri Indonesia dalam mencapai kepentingan nasional. Pembahasan pada paper ini berfokus pada bagaimana posisi diplomasi parlemen Indonesia vis-à-vis dengan eksekutif dalam regional Asia Tenggara pada forum AIPA periode 2011-2012. Penelitian ini berupaya menjabarkan akan posisi DPR RI sebagai representasi Indonesia di tingkat parlemen regional Asia Tenggara, sekaligus menafsirkan bahwa diplomasi total sebagai diplomasi multi-jalur sangat berpengaruh bagi diplomasi Indonesia dalam lingkungan internasional. Dalam penerapan diplomasi multi-jalur, penulis mengartikulasikan DPR RI sebagai diplomasi jalur 11/2. Penelitian ini, memberikan pandangan penting akan urgensi diplomasi total bagi politik luar negeri Indonesia melalui pelaksanaan diplomasi parlemen, ditemukan bahwa dalam mencapai kepentimgan nasional aktor legislatif dan eksekutif mendukung upaya pencapaian kepentingan nasional. Kata-Kata Kunci: diplomasi parlemen, DPR RI, Asean Inter-Parliamentary Assembly, diplomasi total, diplomasi multi-jalur. The Position of Parliament in state often not seen as important actors in international relations. In the contemporary era, diplomatic studies in International Relations have developed quite rapidly. This paper discusses the implementation of Indonesian parliamentary diplomacy (DPR RI) when it became the leader of the ASEAN Inter-Parliamentary Assembly from 2011 to 2012. It Followed by the Indonesian leadership (executive) in ASEAN in the same year. The implementation of Indonesian parliamentary diplomacy is a manifestation of Foreign Minister Hassan Wirajuda's doctrine, which was massively expressed in the period 2001 to 2009 on the importance of total diplomacy for Indonesia's foreign policy in achieving national interests. The discussion in this paper focuses on the diplomatic position of the Indonesian parliament vis-à-vis with executives in the Southeast Asia region at the AIPA forum for the period 2011-2012. This research seeks to elaborate on the position of the Indonesian Parliament as a representation of Indonesia at the regional parliamentary level in Southeast Asia, as well as interpreting that total diplomacy as multi-track diplomacy is very influential for Indonesian diplomacy in the international environment. In the application of multi-track diplomacy, the writer articulates the DPR RI as track 11/2 diplomacy. This research, providing an important view of the urgency of total diplomacy for Indonesia’s foreign policy through the implementation of parliamentary diplomacy. And also found that in achieving national interests the legislative and executive actors supported efforts to achieve national interests. Keywords: parliamentary diplomacy, The House Of Representatives Of The Republic Of Indonesia, Asean Inter-Parliamentary Assembly, total diplomacy, multi-track diplomacy
IMPLEMENTASI JARINGAN KOMPUTER DISKLESS MENGGUNAKAN WINDOWS TERMINAL SERVER (WTSP) (Studi Kasus STMIK STIKOM Indonesia)
Laboratorium komputer merupakan salah satu fasilitas penting dalam menunjang kegiatan praktikum. Kendala yang dihadapi selama pengelolaan laboratorium yaitu proses instalasi aplikasi dan pembaharuan sistem operasi pada beberapa komputer laboratorium yang harus dilakukan satu per satu dan pada saat laboratoriom tidak digunakan. Dalam penelitian ini, dirancang jaringan cloud computing berbasis Windows Terminal Server Project (WTSP) yang memungkinkan komputer klien dapat menjalankan sistem operasi yang disediakan server WTSP melalui jaringan. Pengujian dilakukan menggunakan 10 komputer dengan kondisi berbeda yaitu melakukan booting dan menjalankan simulasi jaringan dengan spesifikasi topologi jaringan tingkat rendah, sedang, dan tinggi. Parameter yang diamati meliputi load CPU dan trafik jaringan Pengamatan dilakukan menggunakan aplikasi cacti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketika 10 komputer klien booting, penggunaan resources server meningkat hingga 4.20% untuk load CPU, serta trafik jaringan sebesar 2.02 Mbps untuk in dan 11.74 Mbps untuk out. DOI : https://doi.org/10.33005/scan.v16i3.266
Efektivitas Program Bantuan Kuota Belajar di Universitas Muhammadiyah Prof. Hamka
AbstrakPemerintah Kemendikbud memberikan Bantuan kuota belajar kepada pendidik, peserta didik dan Mahasiswa guna untuk menunjang Pembelajaran Daring. Dengan adanya Program bantuan kuota belajar dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tentu berpengaruh terhadap proses pelaksanaan pembelajaran Daring. Khususnya bagi mahasiswa yang mengalami kesulitan dalam menyediakan Kuota internet guna mengikuti pembelajaran Daring. Untuk memastikan hal tersebut dapat dilihat dari kebijakan dan proses pelaksanaan program dengan menggunakan alat ukur Efektivitas Program. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana Efektivitas Program bantuan kuota belajar di Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka khususnya pada Mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Kualitatif Deskriptif menggunakan Pendekatan studi Kasus dan Teknik Purposive Sampling yaitu informan sebanyak 9 Orang yang terdiri dari dua Mahasiswa semester dua, empat, enam dan delapan serta staff Biro Akademik dan Kemahasiswaan (Pusat Sistem Informasi,Akreditasi dan Pelaporan). Teknik pengumpulan data penelitian adalah Observasi partisipasi Aktif, Wawancara mendalam dan Dokumentasi (Triangulasi). Teknik pengumpulan data menggunakan sumber data primer dan Sekunder. Tehnik analisis pengumpulan data, reduksi data, penyajian dan penarikan kesimpulan. Indikator penelitian yaitu ketepatan sasaran, sosialisasi, pencapaian tujuan, dan ketepatan waktu. Dari hasil temuan lapangan secara keseluruhan program telah berjalan sesuai dengan kebijakan yang ditentukan sebelumnya. Hampir secara keseluruhan mahasiswa diberikan Bantuan Kuota Belajar, mengetahui informasi mengenai Penyaluran Bantuan Kuota belajar dari kemendikbud, dengan adanya Bantuan Kuota Belajar tidak banyak mahasiswa yang mengeluhkan mengenai Penyediaan Kuota Belajar selama pelaksanaan pembelajaran Daring. Dan penyaluran kuota belajar diberikan tepat waktu sesuai denga jadwal yang telah ditentuakan. Dengan hal tersebut telah dapat dikatakan bahwa program bantuan kuota belajar telah efektif. Kata Kunci: Efektivitas, Program Kuota BelajarAbstract The Government of the Ministry of Education and Culture provides learning quota assistance to educators, students and students in order to support online learning. The existence of a learning quota assistance program from the Ministry of Education and Culture certainly affects the process of implementing online learning. Especially for students who have difficulty in providing internet for quotas to participate in online learning. To ensure this, it can be seen from the policies and program implementation processes using the Program Effectiveness measurement tool. The purpose of this study was to find out how the effectiveness of the study quota assistance program at the University of Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka especially in the Economic Education Study Student Program. The method used in this study is a descriptive qualitative method using a case study approach and purposive sampling technique, namely 9 informants consisting of two second, fourth, sixth and eight semester students and the staff of the Academic and Student Affairs Bureau (Center for Information Systems, Accreditation). and Reporting). Research data collection techniques are Active Participation Observation, In-depth Interview and Documentation (Triangulation). Data collection techniques using primary and secondary data sources. Data collection analysis techniques, data reduction, presentation and drawing conclusions. The research indicators are targeting accuracy, socialization, goals, and timeliness. From the findings, the overall program has been running in accordance with the previously determined policies. Almost all students were given Learning Quota Assistance, knowing information about the Distribution of Learning Quota Assistance from the Ministry of Education and Culture, with the Learning Quota Assistance not many students complained about the Provision of Learning Quotas during the implementation of online learning. And the allocation of study quotas is given on time according to a predetermined schedule. With this, it can be said that the learning quota assistance program has been effective. Keywords: Effectiveness, Learning Quota Program DOI : https://doi.org/10.33005/jdg.v11i2.278
IMPLEMENTASI ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH UNTUK PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR (STUDI DI KECAMATAN PULAU BATANG DUA, HIRI DAN MOTI, KOTA TERNATE)
ABSTRACTThis study aims to analyze the implementation of the Regional Revenue and Expenditure Budget on the Implementation of Infrastructure Development in Pulau Batang Dua, Hiri and Moti Subdistricts, Ternate City whether it has been running well. Through the implementation of the APBD, it is expected to be able to overcome the problems of infrastructure development in the three sub-districts for the period 2017-2019. The research method used is descriptive qualitative, data collection is carried out by means of observation, interviews, and literature studies. There were 14 informants in this study who were taken using a purposive sampling technique with a focus on research using Grindle theory, which is based on the content of the policy and the context of implementation. Data analysis uses steps consisting of data reduction, data presentation and drawing conclusions. The results of the study show that the implementation of the APBD is beneficial for the community as seen from the infrastructure development carried out in the Districts of Pulau Batang Dua, Hiri and Moti. It is hoped that development, service and community empowerment will be further optimized. Keywords: Implementation, APBD, Infrastructure Development ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisa implementasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Terhadap Pelaksanaan Pembangunan Infrastruktur di Kecamatan Pulau Batang Dua, Hiri dan Moti, Kota Ternate apakah sudah berjalan dengan baik. Melalui implementasi APBD diharapkan mampu mengatasi persoalan pembangunan infrastruktur di tiga kecamatan tersebut untuk kurun waktu tahun 2017- 2019.Metode Penelitian yang digunakan adalah deksriptif kualitatif, pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, studi kepustakaan. Informan dalam penelitian ini berjumlah 14 orang yang diambil dengan menggunakan teknik purposive sampling dengan fokus penelitian menggunakan teori Grindle yakni didasarkan pada isi kebijakan (content of policy) dan lingkungan implementasi (context of implementation). Analisis data menggunakan langkah- langkah yang terdiri dari reduksi data,penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa implementasi APBD bermanfaat untuk masyarakat dilihat dari adanya pembangunan infrastruktur yang dilaksanakan di Kecamatan Pulau Batang Dua, Hiri dan Moti. Diharapkan pembangunan, pelayanan dan pemberdayaan masyarakat lebih dioptimalkan lagi.Kata Kunci : Implementasi, APBD, Pembangunan Infrastruktur DOI : https://doi.org/10.33005/jdg.v11i2.2685
PERBANDINGAN PERFORMANSI WEB SERVER APACHE DAN NGINX DENGAN MENGGUNAKAN IPV6
Abstrak. Seiring dengan meningkatknya pertumbuhan jumlah website dan aplikasi online, berdampak pada kesiapan resource pendukungnya. Seperti aplikasi web server yang digunakan serta ketersediaan IP. Web server harus memiliki performanasi yang handal guna mendukung availability dari website dan aplikasi. 2 aplikasi Web server yang terkenal dan banyak digunakan adalah NGINX dan APACHE. Selain performansi server dibutuhkan juga ketersediaan IP yang berfungsi sebagai alamat identik suatu website atau aplikasi. Saat ini masih banyak digunakan IP version 4 (IPv4) sebagai alamat identik website dan aplikasi. Namun pesatnya pertumbuhan teknologi berbasis IP, menyebabkan ketersediaan IPv4 semakin berkurang dan terancam habis. Akibat permasalahan itu maka dikembangkan teknologi IP version 6 (IPv6) dengan jumlah alamat yang jauh lebih banyak dan memiliki keamanan yang lebih baik dari IPv4. Dalam penelitian ini menguji web server dengan aplikasi NGINX dan APACHE, dimana menggunakan IPv6 sebagai alamatnya. Penelitian ini mengukur performansi server dengan parameter Time Taken for Tests, Request Per Second, Transfer Rate (Kb/s), Time per Request (ms), Memory Usage , dan Load Maximum menggunakan aplikasi Apache Benchmarking. Dari hasil pengujian didapatkan hasil bahwa kinerja web server menggunakan NGINX memiliki performansi lebih baik dibandingkan dengan APACHE Kemudian dari sisi penggunaan memory dan load pada server NGINX lebih efisien dibandingkan APACHE.Kata kunci : web server, IPv6, NGINX, APACHE DOI : https://doi.org/10.33005/scan.v15i1.184
SOFTWARE DEFECT PREDICTION MENGGUNAKAN ALGORITMA K-NN YANG DIOPTIMASI DENGAN PSO
Abstrak. Untuk menjamin kualitas dari perangkat lunak, kita perlu meminimalisir defect yang terjadi pada perangkat lunak. Salah satu bidang penelitian dalam penentuan kualitas perangkat lunak adalah Software defect prediction (SDP) untuk prediksi kemungkinan terjadinya defect pada perangkat lunak yang akan dikembangkan sehingga dapat membantu pengembang untuk mengetahui apakah pada perangkat lunak yang dikembangkan berpeluang terjadi defect atau tidak sekaligus menghemat biaya. Metode yang digunakan adalah metode klasifikasi menggunakan algoritma k-NN yang dioptimasi menggunakan algoritma PSO untuk mendapatkan nilai akurasi maksimum. Dari hasil penelitian didapatkan akurasi terendah pada dataset MC2 dengan hasil 71,05% dan tertinggi pada dataset PC2 dengan hasil 99,15%.Kata Kunci: Software defect Prediction, k-Nearest Neighbor, Particle Swarm Optimization DOI : https://doi.org/10.33005/scan.v15i1.184
SMOTE: METODE PENYEIMBANG KELAS PADA KLASIFIKASI DATA MINING
Abstrak. Kasus dengan kelas observasi yang memiliki kemunculan jarang seperti penipuan dan penyakit cenderung data yang muncul tidak seimbang antara satu kelas dengan kelas lain. Metode sampling merupakan salah satu metode untuk menangani ketidakseimbangan ini. Salah satu metode sampling yang digunakan adalah oversampling dengan SMOTE. Dengan metode ini, kelas minoritas direplikasi sebanyak kelas mayoritas. Keseimbangan data pada semua kelas berdampak pada performa model klasifikasi. Pada penelitian ini, model klasifikasi yang dihasilkan oleh logistic linear, KNN, dan Naive Bayes menunjukkanbahwa metode SMOTE meningkatkan performa model klasifikasi, sedangkan decision tree tidak menunjukkan hasil yang berbeda baik sebelum oversampling maupun setelah oversampling.Kata Kunci: Data Mining, Imbalanced Class, Klasifikasi, Oversampling, SMOTE DOI : https://doi.org/10.33005/scan.v15i1.185
STRATEGI PEMASARAN DIGITAL PADA PRODUK TEMPE, KOTA SURABAYA
Tempe is a traditional Indonesian food consumed by almost all levels of society. The problem experienced in marketing this product is perishable. This study aims to identify the internal and external factors of marketing tempe producers and evaluate alternative strategies for digital marketing. The method of determining the sample is purposive sampling with 40 respondents. Methods of data analysis using IE analysis, SWOT analysis, and QSPM analysis. The results show in the IE analysis, the position of the company that produces tempe is in quadrant 2 with the use of a marketing system horizontally. The SWOT analysis explains that tempe is located in quadrant 1 with the use of the power possessed to achieve marketing opportunities. QSPM analysis, the highest TAS result is an alternative strategy in the form of consumer convenience in ordering tempe through social media. DOI : https://doi.org/10.33005/adv.v8i2.184